cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012" : 35 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN PENJUALAN PADA KLASTER INDUSTRI MEBEL KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN Danny Mahardhika; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Jawa Tengah terdapat beberapa kabupaten yang menjadi produsen industri mebel. Salah satunya adalah Kabupaten Sragen. Sragen adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi pusat industri mebel. Kabupaten Sragen sendiri telah melihat industri mebel sebagai potensi pengembangan ekonomi yang tinggi untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk pengusaha kecil dan menengah. Pada tahun 2005 penjualan mebel mencapai  Rp1.155.636.000 dan mengalami penurunan pada tahun 2006 menjadi  Rp1.204.812.000. Namun pada tahun 2007 penjualan mebel naik kembali menjadi  Rp1.137.588.000 (BPS 2009 diolah kembali). Hal ini disebabkan oleh kemampuan SDM yang kurang mendapatkan pelatihan/ pemasaran sehingga mengakibatkan pengetahuan tetang pasar domestik yang terbatas, kemudian kemampuan komunikasi dan design produk baru sulit berkembang. Keadaan ini memperjelas bahwa perlu di ketahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan penjualan dalam pengembangan klaster industri mebel kalijambe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan penjualan industri mebel sehingga dapat diambil kebijakan yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan industri mebel Jawa Tengah khususnya Kabupaten Sragen di pasar domestik. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Model sebagai tools yang berfungsi untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan penjualan. Namun, jumlah ukuran populasi yang digunakan pada penelitian ini kecil, sehingga digunakan metode PLS (Partial Least Square) Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penjualan di industri mebel dipengaruhi oleh variabel yaitu kondisi perusahaan, pemasaran, dan peran pemerintah
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMITMEN ORGANISASI (STUDI KASUS PADA PT. SANDANG ASIA MAJU ABADI) Muhammad Baihaqi; Diana Puspita sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan merupakan salah satu aset yang terpenting bagi sebuah perusahaan pada umumnya karena manfaatnya bagi kesuksesan perusahaan dalam memberikan produk dan jasa bagi  konsumennya. Pada PT. Sandang Asia Maju Abadi (SAMA) ditemukan tingkat turnover karyawan yang tinggi yang menyebabkan permasalahan terhadap proses produksi garment karena kekurangan tenaga kerja. Turnover yang tinggi menjadi sebuah masalah bagi PT. SAMA seiring dengan usahanya untuk bertahan dan berkembang dalam bisnis. Pembentukan komitmen organisasi disertai dengan peningkatan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan cara yang penting untuk dilakukan guna membuat karyawan tetap tinggal dan bekerja lebih baik lagi pada perusahaan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti dan memberikan rekomendasi bagi pengembangan sumber daya manusia,  terdapat 3 faktor yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi yang diteliti diantaranya yaitu perceived organizational support (POS), pengalaman kerja dan kepuasan kerja. Sebanyak 100 kuesioner disebar dan terdapat 96 kuesioner yang sah, pengolahan dan analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software SmartPLS 2.0 M3. Hasil penelitian membuktikan bahwa POS berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi serta menghasilkan rekomendasi bagi perbaikan kedepan terkait POS, pengalaman kerja dan kepuasan kerja.   Employee are one of the most important asset for company in general because they benefit to the company's success in providing products and services for consumers. On PT. Sandang Asia Maju Abadi (SAMA) found that high employee turnover rates are causing problems to the garment production process due to labor shortages. High turnover also becomes problem for PT. SAMA as his efforts to survive and thrive in business. Establishment of organizational commitment is accompanied by  increase of influence  factors that most important thing to do in order to make employees stay longer and work better in the company. Research objective are to determine relationship between variables under study and provide recommendations for the development of human resources, there are 3 factors that influence organizational commitment which examined perceived organizational support (POS), job experience and job satisfaction. 100 questionnaires distributed and there are 96 valid questionnaires, data processing and analysis using Structural Equation Modelling (SEM) with software SmartPLS 2.0 M3.. Results proves that POS has positive effect on job satisfaction, job experience has positive effect on job satisfaction and job satisfaction has  positive effect on organizational commitment and generate recommendations for future improvements related to POS, job experience and job satisfaction.
PENINGKATAN UTILISASI HOTBOX PADA DEPARTEMEN PART STOCK UNTUK MEREDUKSI LINE STOP (Studi Kasus di PT. Maithland Smith Indonesia) Rizky Kurnia Gusprita; Sri Hartini; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Maithland Smith Indonesia (PT.MSI) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang  mebel, produknya antara lain seperti kursi, meja, lemari, tempat tidur, cermin, dan lain-lain yang dipasarkan di Amerika. Pada Departemen Finishing Conveyor Area PT. MSI mengalami in-efisiensi karena banyak terjadi line stop, yaitu sebesar 57,30%. Berdasarkan studi pendahuluan pendekatan lean thinking diketahui bahwa Departemen Finishing Conveyor Area PT. MSI memiliki banyak pemborosan. Akar permasalahan yang ditemukan adalah line stop disebabkan oleh aliran material subassembly di dalam hotbox tidak lancar yang tidak bisa memenuhi minimal loading pada departemen assembly. Untuk menunjang kelancaran pengiriman komponen dari hotbox ke Departemen Assembly maka dilakukan rancangan perbaikan tata letak penyimpanan dalam hotbox dengan dukungan 5S sehingga utilisasi hotbox meningkat. Dengan adanya hal tersebut diharapkan aliran material bisa lancar dan mereduksi line stop.Dengan perbaikan layout di dalam hotbox mampu meningkatkan utilisasi sebesar 49,31% dari layout awal, yaitu dari 479,52  menjadi 715,98 . Tata letak ruang penyimpanan menjadi lebih baik dengan dukungan 5S dan efektifitasnya pun meningkat  sehingga mampu mengeluarkan material siap assembly sesuai target produksi untuk menghindari terjadinya line stop PT. Maithland Smith Indonesia (PT.MSI) is a company engaged in the furniture, among other products such as chairs, tables, cabinets, beds, mirrors, and others are marketed in the United States. In Conveyor Finishing Department Area of PT. MSI has in-efficiency because many line stop happening, amounting to 57.30%. Based preliminary study on the lean thinking approach in that Conveyor Finishing Department Area of PT. MSI has a lot of waste. The root of the problems found were line stop caused by the flow material subassembly in hotbox noncurrent who can not meet the minimum loading on the assembly department. To support the smooth delivery of the components of the hotbox to the Department of the Assembly is making the design improvements in the storage layout hotbox with 5S so that hotbox utilization increases. With this it is expected to be smooth material flow and reduce the line stop. With improvements in the hotbox layout can increase the utilization of 49.31% of the initial layout, is from 479.52 to 715.98 . The layout of the storage space could be better with support  of 5S and its effectiveness was increased so as to remove the material ready for assembly on target to prevent the production line stops
PENENTUAN PRODUCTION LOT SIZE PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI TOTAL WAKTU PRODUKSI DENGAN FORMULASI MILP STUDI KASUS DI PT CHAROEN POKPHAND SEMARANG Irma Nanda Sari; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri dengan banyak variasi produk menyebabkan proses produksi mengalami banyak interupsi akibat setup mesin yang dilakukan ketika pergantian jenis produk yang akan diproduksi. Oleh karena itu, dalam perencanaan produksi penting untuk memperhatikan ukuran lot yang optimal agar dapat mencapai produktivitas yang tinggi dengan mempertimbangkan waktu setup mesin. Tujuan penelitian ini untuk menentukan ukuran lot produksi produk pelet dan crumble yang optimal untuk meningkatkan produktivitas mesin pelet dan meminimasi total waktu produksi dengan tetap memperhatikan pemenuhan demand pada PT Charoen Pokphand Semarang. Penelitian ini mengacu pada jurnal yang disusun oleh Fabrizio Marinelli, Maria Elena Nenni, dan Antonio Sforza (2007). Pada penelitian ini digunakan model Formulasi MILP (Mixed Integer linear Programming) untuk mesin produksi dengan sistem produksi parallel pada dua skema produksi dengan bantuan software LPSolve IDE 5.5.2.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa total waktu produksi yang dihasilkan dari software LPSolve IDE 5.5.2.0 pada skema produksi 2 sebesar 1770,56 jam, lebih baik dari skema produksi 1 dengan total waktu produksi sebesar 1779,56 jam dan lebih baik dari sistem produksi saat ini dengan total waktu produksi sebesar 1860,06 jam. Dan total waktu setup yang dihasilkan pada skema produksi 2 sebesar 101 jam dengan frekuensi setup 202 kali, lebih baik dari skema produksi 1 dengan total waktu setup sebesar 110 jam dengan frekuensi setup sebanyak 220 kali dan lebih baik dari sistem saat ini dengan total waktu setup sebesar 190,5 jam dengan frekuensi setup sebanyak 381 kali. Dari hasil tersebut, peningkatan produksi dari sistem produksi produk pelet dan crumble perusahaan saat ini untuk skema produksi 2 sebesar 1566,25 ton. Sedangkan untuk skema produksi 1 sebesar 1408,8 ton.   Manufacturing industry with many products variation cause the interuptios in production process because of machines setup that have to be done when changing the product type. Therefor, in production planning is important to consider optimal production lot size in order to achieve high productivity by considering machines setup time. The objective of this study to determine optimal production lot size for pellet and crumble product to increase pellet machines productivity and minimize total time of productions with due regard fulfillment of demands at PT Charoen Pokphand Semarang. This study refers to a journal compiled by Fabrizio Marinelli, Maria Elena Nenni, dan Antonio Sforza (2007). This study is used MILP (mixed integer linear programming) formulation for machines with parallel production system in two production schemes with the help of LPSolve IDE 5.5.2.0 softrware. The result of this study showed that total production time of LPSolve IDE 5.5.2.0 software output for second production scheme is 1770,56 hours,better than first production scheme with total production time is 1779,56 hours and better than current production system with total production time is 1860,06 hours. And total setup time for second production scheme is 101 hours with setup frequencies 202 times, better than first production scheme with total setup time is 110 hours and the setup frequencies 220 times and better than current system with total setup time is 190,5 hours with setup frequencies 381 times. From these result, the increasing of production of present production system to second production scheme is 1566,25 tons. Whereas first production scheme is 1408,8 tons.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEWIRAUSAHAAN DI KLASTER INDUSTRI MEBEL KABUPATEN BLORA Yengky Imam Susanto; Haryo Santoso; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di bidang Furnitur, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara eksportir furnitur terbesar di dunia. Data dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menunjukkan pada tahun 2006 posisi ekspor produk furnitur Indonesia di dunia berada pada peringkat 8. Perkembangan ekspor furnitur Jawa Tengah selama empat tahun berfluktuasi tetapi cenderung menurun dalam pada tahun 2006 hingga 2009, keadaan ini disebabkan oleh krisis global yang terjadi belakangan ini. Di Jawa Tengah terdapat beberapa kabupaten yang menjadi produsen industri furnitur. Salah satunya adalah Kabupaten Blora. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kewirausahaan sehingga dapat diambil kebijakan yang dapat digunakan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan industri furnitur di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Blora di pasar nasional dan internasional. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Model sebagai tools untuk menguji model konseptual dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kewirausahaan. Namun jumlah populasi yang digunakan pada penelitian ini kecil, sehingga digunakan metode PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan di Klaster industri mebel di pengaruhi oleh variabel yaitu kondisi perusahaan, keberanian mengambil resiko, proaktif, inovasi, dan budaya
ANALISIS KEGAGALAN PRODUK “CROSS SECTION FLOOR LAMP” DENGAN ROOT CAUSE ANALYSIS (Studi Kasus di “PT Barali Citra Mandiri”) Desmond Ryan Khrisnanda; Diana Puspita Sari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Industri mebel merupakan salah satu sektor industri yang terus berkembang di Indonesia. Keadaan ini membuat para produsen mebel bersaing untuk menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan keinginan konsumen. Mebel Indonesia kini juga berperan penting sebagai sumber devisa bagi negara karena peminat produk tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Untuk meningkatkan ekspor mebel ke luar negeri industri mebel perlu bergerak maju untuk meningkatkan dalam pemenuhan pesanan sesuai keinginan konsumen secara efektif. Pasar ekspor sangat memperhatikan kualitas produk mebel yang akan dijual. Namun masih terdapat perusahaan mebel di Indonesia yang memproduksi produk tidak standar. Dalam penelitian yang dilakukan di salah satu perusahaan mebel PT Barali Citra Mandiri, menunjukkan adanya jumlah produk cacat yang cukup signifikan. Sehingga diperlukan suatu analisis untuk mengetahui akar penyebab dari cacatnya produk tersebut. Analisis menggunakan dua (2) metode Root Cause Analisis yaitu FTA dan HFACS. Analisis menunjukkan bahwa 58 persen produk cacat disebabkan oleh material dan salah satu proses produksi yang kritis. Serta terdapat 12 jenis akar penyebab kegagalan produk. Oleh sebab itu diperlukan rancangan alat bantu untuk dapat mencegah sebagian besar penyebab cacat tersebut. Perancangan alat bantu mengguanakan metode TRIZ agar menghasilkan keluaran desain yang dapat sesuai dengan keadaan lingkungan produksi.  Furniture industry is the one sector that continues to grow in Indonesia. This situation makes the furniture manufacturers compete to produce a quality product in accordance with the wishes of consumers. Indonesian furniture is now also plays an important role as a source of foreign exchange for the country as enthusiasts of products not only domestically but also abroad. To increase furniture export overseas,the industry needs to move forward to improve the order fulfillment according to consumer desires effectively. The export market is very concerned about the quality of furniture products to be sold. But there is still a furniture company in Indonesia that produce nonstandard products. In this study conducted at one of the furniture firm called PT Citra Mandiri Barali, indicate a number of significant defects. Because of that, we need the analysis to determine root cause of the defect product. That analysis using two (2) method of Root Cause Analysis ,they are FTA and HFACS. It showed that 58 percent of product defects caused by material and one of the critical production processes. And there are 12 types of root causes of product failures. Therefore we should design of the tools necessary to prevent most of the causes of defects. The design of assistive devices using TRIZ methods in order to produce a design that can be accordance with the state of the production environment.
ANALISA PENGARUH STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELLING DI PT. INDONESIA STEEL TUBE WORK, SEMARANG Luqman Hilmy Mohammad; Heru Prastawa; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat stres kerja yang dihasilkan oleh karyawan, dan seberapa besar pengaruh stres tersebut terhadap kinerja karyawan PT.ISTW, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Penelitian dilakukan dengan melihat hubungan antara penyebab stres kerja yang diwakili oleh stressor faktor lingkungan, stressor faktor organisasi, dan stressor faktor individu. Kemudian ketiga stressor tersebut dihubungkan dengan konsekuensi stres kerja sebagai akibat dari stressor. Selanjutnya, konsekuensi stres kerja dihubungkan dengan kinerja karyawan. Hasil menunjukkan bahwa ketiga stressor tersebut berpengaruh positif terhadap timbulnya stres kerja sebesar 50,26%, dengan potensi stres kerja yang paling besar dihasilkan oleh stressor faktor individu. Hasil lainnya menunjukkan bahwa konsekuensi stres kerja berpengaruh positif terhadap timbulnya penurunan kinerja pada karyawan sebesar 43,44% dengan faktor kecemasan, dan ketegangan yang memiliki nilai tertinggi sebagai akibat dari konsekuensi stres kerja tersebut
USULAN PERBAIKAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN ANALISIS ERGONOMIC CHECKLIST STUDI KASUS DI PERUSAHAAN MEUBEL MADA JATI JEPARA Ratih Aprilia Sari; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dampak kecelakaan dan penyakit kerja tidak hanya merugikan karyawan, tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Obyek dalam penelitian ini adalah Perusahaan Meubel Mada Jati Jepara. Debu yang dihasilkan dari pemotongan kayu dan proses pengamplasan dapat mengganggu pernapasan. Benda- benda berbahaya seperti paku, sekrup yang dapat melukai tangan dan kaki jika terinjak. Selain itu, penggunaan bahan kimia seperti bahan pewarna dan melamin dapat membahayakan kesehatan . Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat masalah penerapan K3 yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak Perusahaan Mada Jati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja yang terjadi di Perusahaan Mada Jati dan dapat memberikan rekomendasi untuk memperbaiki lingkungan kerja dan K3 di Perusahaan Mada Jati. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi video atau foto dan dilakukan penilaian dengan Checklist Ergonomi. Jika butir daftar periksa sudah dilaksanakan maka beri tanda √ pada Baik, sedangkan apabila butir tersebut belum dilaksanakan beri tanda √ pada Tidak. Kemudian dilakukan perhitungan persentase tiap aspek sehingga diketahui aspek mana yang mendapatkan persentase tinggi (kondisi baik maupun tidak baik). Data yang didapat juga akan dievaluasi hasilnya supaya didapatkan aspek- aspek mana yang perlu diprioritaskan dilakukan usulan perbaikan, prioritas berdasarkan persentase butir periksa yang tidak egonomis dan dikaitkan dengan penting atau tidaknya butir periksa tersebut bagi perusahaan dan pengaruhnya terhadap sistem kerja perusahaan, dipilih yang dianggap paling penting, dan pada butir periksa tersebut diberi tanda √ pada prioritas untuk dilakukan perbaikan.Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat keluhan pekerja akibat adanya bahaya kerja dan penerapan K3 yang tidak sesuai di Perusahaan Mada Jati. Occupational safety and health is important for the company, because the impact of accidents and occupational diseases are not only detrimental to employees, but also the company either directly or indirectly. Objects in this study is the Mada Jati Company’s Furniture in Jepara. Dust generated from cutting wood and sanding process can interfere with breathing. Dangerous objects such as nails, screws which can injure the hands and feet when stepped on. In addition, the use of chemicals such as dyes and melamine can be harmful to health. This indicates that there are problems K3 application that needs the attention of the Mada Jati Company. This study aims to identify potential hazards that occur in Mada Jati Company and can provide recommendations to improve the work environment and K3 in Mada Jati Company. Data collected by video or photo documentation and an assessment with Ergonomic Checklist. If the item checklist was implemented then put a √ on the good, whereas if the item has not been implemented at No √ mark. Then do the calculation of the percentage of each aspect and then know which aspects of getting a high percentage (good or bad condition). The data obtained will also be evaluated in order to obtain results which aspects need to be prioritized to do the proposed improvements, priority check based on the percentage of items that are not associated with significant egonomis and whether or not the check point for the company and its impact on the company's working system, whichever is deemed most important, and in point is given a check mark √ on the priorities to carried out repairs. The research results have shown that there were complaints of workers due to occupational hazards and K3 application that does not fit in Mada Jati Company. 
PERANCANGAN ALAT PENGANGKUT BUAH SAWIT MENGGUNAKAN METODE VALUE ENGINEERING (VE) Deddy Kristanto; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kelapa sawit adalah industri yang penting dan strategis bagi negara kita karena mampu memberikan sumbangan PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sebesar 4,5% dan perolehan devisa ekspor CPO (Crude Palm Oil) sebesar $ 3,5 Milyar. Selain itu juga industri ini mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan pendapatan yang cukup baik bagi 3,3 juta kepala keluarga atau 13,2 juta orang. Dari beberapa aktifitas yang berhubungan dengan sistem pemanenan buah sawit, ditemukan permasalahan dalam hal pengangutan buah sawit dari lahan perkebunan ke-TPH (Tempat Pengumpulan Hasil). Dengan melakukan wawancara dengan pengguna diketahui kekurangan dari produk yang telah ada. Tujuan dari penelitian ini adalah Merancang alat Pengangkut TBS (Tandan Buah Segar) yang baru. Model penelitian yang dilakukan sesuai dengan tahapan Job Plan Study dari metode Value Engineering untuk merancang alat pengangkut TBS yang mampu memenuhi kabutuhan konsumen. Diagram FAST digunakan sebagai pendekatan untuk menggambarkan aliran proses fungsional dari produk. Pengujian postur kerja pada alat pengangkut yang digunakan sekarang  mengunakan software CATIA / RULA. Untuk mengeliminasi kekurangan yang ada dilakukan brainstorming dengan tim ahli, desainer dan produsen alat pengangkut gerobak sampah. Hasil penelitian adalah alat pengangkut TBS yang baru dengan bentuk dasar gerobak. ABSTRAK The palm oil industry is an important and strategic industry for our country because it can contribute to the GDP (Gross Domestic Product) of 4.5% and the national foreign exchange earnings of export of CPO (Crude Palm Oil) for $ 3.5 billion. In addition, the industry is able to create jobs and provide income that is good enough for 3.3 million households or 13.2 million people. From some of the activities associated with oil palm fruit harvesting system, found the problem in terms pengangutan palm fruit from the plantation to land-TPH (The Gathering Place). By conducting interviews with users in mind the shortcomings of existing products. The purpose of this study is Designing Tool Carrier TBS (FFB) is new. Model studies conducted in accordance with the stage Job Plan Value Engineering Study of methods for designing conveyance kabutuhan TBS is able to meet consumer. FAST diagram is used as an approximation to describe the functional flow of the product. Testing work on the posture of conveyance that is used now using software CATIA / Rula. To eliminate the existing shortcomings do brainstorming with a team of experts, designers and manufacturers of wheelie bin transporter. The results are new TBS conveyance with basic shapes cart
ANALISIS KESIAPAN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PERUSAHAAN FURNITUR DALAM MENDAPATKAN SERTIFIKASI EKOLABEL Awan Riska Prakasa; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecolabelling diartikan sebagai kegiatan pemberian label yang berupa simbol, atribut atau bentuk lain terhadap suatu produk dan jasa. Label ini akan memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk/jasa yang dikonsumsi tersebut sudah melalui proses yang memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan. Konsep ekolabel tampaknya merupakan alternatif yang tidak dapat dihindarkan oleh dunia usaha jika produk – produk ekspor tidak ingin ditolak oleh negara – negara konsumen. CV.Kaisar Reprofurni adalah salah satu perusahaan furnitur yang belum mendapatkan ekolabel. Penelitian ini bertujuan untuk faktor – faktor yang memepengaruhi minat perusahaan untuk untuk mendapatkan sertifikasi ekolabel dan mengetahui kesiapan perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain sejenis yang telah bersertifikasi ekolabel. Penelitian dilakukan dengan membandingkan CV. Kaisar Reprofurni dengan perusahaan yang telah mendapatkan sertifikasi ekolabel, yaitu PT. Kota Jati Furindo dan CV. Kelvindo. Kuesioner disebarkan kepada karyawan masing – masing perusahaan dan diolah dengan menggunakan tools PLS dengan bantuan software SmartPLS . Dari pengolahan kuesioner diperoleh hasil bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi minat CV. Kaisar Reprofurni untuk meraih sertifikasi ekolabel adalah faktor kondisi pasar, faktor ketersediaan bahan baku, faktor peran pemangku kepentinga dan faktor kondisi buyer. Kesiapan CV. Kaisar Reprofurni dalam mendapatkan sertifikasi ekolabel dibandingkan dengan kedua perusahaan tidak ada perbedaan yang signifikan untuk seluruh indikator konstruk prinsip CoC dan dinyatakan siap. Ecolabelling be defined as labeling activities in the form of symbols, attributes or any other form of a product and services. This label will provide assurance to consumers that the products / services consumed has been through a process that takes into account the principles of environmental management. Ecolabel concept seems to be an alternative that can not be avoided by the business if the product - do not want to export products rejected by the consumer. CV.Kaisar Reprofurni is one of the furniture companies do not get the ecolabel. This study aims to factors that interest for company to obtain certification of ecolabel and find out the readiness of companies by compared with other similar companies that have been certified ecolabel. The study was conducted by comparing the CV. Kaisar Reprofurni with PT. Kota Jati Furindo and CV. Kelvindo that have earned certification of ecolabel. Questionnaires distributed to employees each companies and processed using PLS tool’s with SmartPLS software. Results showed that factors affect the interests CV. Kaisar Reprofurni to achieve certification of ecolabel were market conditions, the availability of raw materials, stakeholders role and condition of buyers. Readiness CV. Kaisar Reprofurni in obtaining certification ecolabel compared with the two companies there is no significant difference for the entire CoC construct indicators and declared ready.  

Page 2 of 4 | Total Record : 35


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue