cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012" : 57 Documents clear
PENILAIAN KESIAPAN UKM BATIK DALAM MENERAPKAN SNI BATIK (Studi Kasus: UKM Batik Solo dan Yogyakarta) Meylani Meylani; Aries Susanty; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya batik-batik lokal yang dijual dengan harga murah dan banyaknya pengusaha asing yang masuk menggeluti industri batik di dalam negeri memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana batik yang ada di pasaran ini berkualitas. Hal tersebut mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengusulkan Standar Nasional Indonesia (SNI) batik yang dibagi dalam tiga kategori, yaitu batik budaya, batik industri, dan batik kreatif untuk usaha kecil menengah. Faktor penting yang menjadi bagian dari penerapan standar (SNI) adalah kesanggupan dan kesiapan sektor industri (UKM Batik) selaku pihak yang bertindak untuk menerapkan standar dalam memproduksi barang. Namun muncul berbagai kendala seperti keterbatasan SDM dalam menerapkan SMM, proses sertifikasi yang tidak mudah dan sering secara teknis sulit menerapkannya hingga biaya pengujian atau sertifikasi yang dinilai mahal dan bersifat menambah biaya produksi. Dalam penelitian ini akan dilakukan penilaian kesiapan UKM Batik dalam menerapkan SNI Batik melalui framework dengan objek penelitian yaitu 12 UKM Batik yang tersebar di Solo (wilayah Laweyan) dan UKM Batik Yogyakarta (wilayah Bantul). Penilaian kesiapan didasarkan pada beberapa aspek yaitu kesiapan organisasi, kesiapan industri, kesiapan nasional, dan tekanan lingkungan. Masing-masing indikator pada tiap aspek tersebut kemudian diolah menggunakan metode AHP untuk memperoleh bobot masing-masing indikator. Bobot indikator selanjutnya dikalikan dengn score yang diperoleh melalui framework penilaian untuk mendapatkan total score kesiapan masing-masing UKM. Selanjutnya dilakukan pengkategorisasian berdasarkan total score menggunakan sistem penilaian e-LRS (e-Learning Readiness Assessment). Hasil penilaian menunjukkan 7 UKM Batik berada dalam kategori siap dan 5 UKM lainnya berada pada kategori tidak siap. UKM Batik Mahkota Laweyan mendapat score tertinggi yaitu 3,233 dengan kategori siap. Berdasarkan penilaian tersebut dapat memberikan usulan kebijakan yang perlu dilakukan oleh pemerintah, forum maupun UKM Batik dalam menunjang penerapan SNI Batik
STUDI PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMILIHAN LAYANAN TRANSPORTASI DAMRI SEMARANG (Studi Kasus : Konsumen Layanan Damri Trayek Johar-Perumnas Banyumanik) Wandhansari Sekar Jatiningrum; Herry Suliantoro; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perum Damri Unit Kota Semarang merupakan perusahaan milik pemerintah yang menyediakan layanan transportasi publik dalam kota. Berbagai kendala menyebabkan terjadinya penurunan load factor dan jumlah konsumen Damri kota Semarang. Layanan Damri trayek Johar-Perumnas Banyumanik merupakan trayek dengan jumlah konsumen cukup banyak. Namun, persaingan dengan angkutan kota dan berbagai bus swasta serta wacana dibukanya koridor 2 Bus Rapid Transit (BRT) dengan trayek yang beririsan dengan trayek Damri perlu diwaspadai oleh manajemen. Terlebih lagi hasil survey pendahuluan menunjukkan tingkat ketidakpuasan konsumen trayek tersebut dirasa cukup tinggi. Behavioral intentions (niat berperilaku) merupakan keinginan konsumen untuk berperilaku menurut cara tertentu dalam rangka memiliki, membuang, dan menggunakan produk atau jasa. Analisis hubungan antara service quality yang terdiri dari expectation dan perceived performance, perceived value, dan overall satisfaction terhadap behavioral intentions pada konsumen Damri trayek Johar-Perumnas Banyumanik perlu dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor tersebut. Analisis hubungan tersebut dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) yang merupakan gabungan analisis faktor dan model persamaan simultan Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara expectation terhadap perceived value dan overall satisfaction dan antara perceived performance terhadap overall satisfaction. Sedangkan faktor terbesar yang mempengaruhi behavioral intentions konsumen Damri yang diukur melalui indikator keinginan konsumen untuk menggunakan layanan Damri kembali dan merekomendasikannya kepada orang lain, yaitu perceived value.   ABSTRACT Perum Damri Unit Kota Semarang is a government-owned corporation providing public transportation services within the city. Many of constraints caused a decline in load factor and the number of consumers Damri Semarang. Service of Damri route Johar-Perumnas Banyumanik is a route with enough many of consumers. However, competition with many of urban transportations, other buses and the discourse opening of corridor two Bus Rapid Transit (BRT) route that overlap with the route of Damri must to be watched by Damri management. Moreover, there also decreased load factor for this route and preliminary survey results indicated the level of consumer dissatisfaction is considered quite high. Behavioral intentions is a consumer desire to behave in a certain way in order to have, throw, and use the product or service. Analysis of the relationship between service quality consisting of expectation and perceived performance, perceived value, and overall satisfaction on consumer behavioral intentions in Damri route Johar-Perumnas Banyumanik needs to be done to determine the relationship between these factors. Analysis of the relationship is done using Structural Equation Modeling (SEM), which is a combination of factor analysis and simultaneous equations models Based on this research, it was found there was no significant relationship between the expectation of the perceived value and overall satisfaction and no significant relationship between the perceived performance of the overall satisfaction. Meanwhile, the biggest factor affecting consumer behavioral intentions were measured through indicators Damri consumer desire to use Damri back and recommend it to others is the perceived value.  
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT BANYUMANIK - SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GABUNGAN SERVQUAL, KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Indratua Sinurat; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi ini berkembang cara pandang baru, lingkungan usaha semakin cepat berubah, persaingan semakin tajam, dan hanya pelayanan yang berkualitas yang dihasilkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu bertahan. Pencapaian kualitas produk dan jasa jadi pusat perhatian pelanggan. Mutu pelayanan yang baik menjadi tolok ukur bagi pelanggan untuk kembali. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan itu dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yakni Rumah Sakit, dituntut untuk merespon perubahan lingkungan yang semakin cepat.  Mengingat perubahan yang cenderung semakin cepat dengan munculnya berbagai kebijakan Pemerintah, teknologi, perekonomian, perilaku konsumen, pertumbuhan pasar, strategi pesaing dan faktor-faktor lain yang mengakibatkan situasi persaingan semakin tajam, maka dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengelola pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan SERVQUAL, Model Kano, dan QFD. Pengukuran kualitas layanan dengan SERVQUAL seharusnya diikuti dengan pengaplikasian QFD untuk memperjelas tindak lanjut yang harus dilakukan untuk menutup kesenjangan yang terjadi. Namun QFD mengasumsikan bahwa kepuasan konsumen berhubungan linier dengan kinerja atribut. Kenyatannya hubungan antara kepuasan konsumen dengan kinerja produk jasa tidak linier. Oleh karena itu dibutuhkan model Kano untuk menentukan hubungan antara tingkat kepuasan dengan kinerja suatu atribut jasa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 27 variabel yang diletilit ada sebanyaka 12 variabel yang dirrekomendasikan untuk diperbaiki. Pemilihan variabel-variabel tersebut berdasarkan nilai Gap 1 dan Gap 5 pada perhitungan SERVQUAL yang menunjukkan angka bernilai negatif dikedua gap dan variabel tersebut termasuk pada kategori Must-be pada preferensi konsumen berdasrkan model kano. Variabel tersebut adalah Kelengkapan fasilitas pendukung (oksigen, infus, pispot, kamar mandi, dll) yang tersedia di ruang rawat inap ; Kemudahan untuk memperoleh informasi tentang pelayanan terhadap pasien dari petugas medis ; Petugas medis memberikan informasi tentang keadaan pasien dengan jelas ; Analisa dan pemberian obat yang tepat terhadap kondisi kesehatan pasien ; Keamanan dalam melakukan tindakan medis. (dalam pemberian obat yang sesuai dosis) ; Petugas rumah sakit langsung sigap ketika ada pasien rawat inap yang membutuhkan ; Kemudahan dalam menghubungi petugas medis ; Keamanan ruang rawat inap dari setiap tindakan kriminal ; Jaminan bahwa petugas yang merawat pasien di ruang rawat inap ahli dibidangnya ; Segala fasilitas yang diberikan sesuai dengan biaya yang disarankan rumah sakit ; Kompensasi terhadap pelanggan atas kesalahan yang dilakukan petugas medis ; Petugas medis yang bersikap santun dan ramah terhadap pasien
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA DAN UMUR TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN DENGAN APLIKASI PSYCHOMOTOR VIGILANCE TEST (PVT) (Studi Kasus di PT Polidayaguna Perkasa) Riana Pratiwiningrum; Heru Prastawa; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT Poli Dayaguna Perkasa merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi plastik. Jenis pekerjaan pada bagian produksi PT Polidaya merupakan kombinasi antara pekerjaan fisik dan pekerjaan yang membutuhkan kontrol lebih. Untuk memaksimalkan kapasitas produksinya, PT Polidaya menerapkan  sistem kerja 3 shift yaitu shift pagi mulai pukul 06.00-14.00 WIB, shift kerja siang mulai pukul 14.00-22.00 WIB, dan shift malam mulai pukul 22.00-06.00 WIB. Dalam penerapannya, sering terjadi perbedaan kemampuan kognitif yaitu perbedaan tingkat kewaspadaan pekerja untuk perusahaan yang menerapkan sistem kerja shift. Penurunan tingkat kewaspadaan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja atau banyaknya jumlah produk cacat. Berdasarkan data produk cacat per shift pada bulan Maret 2012, jumlah produk yang cacat pada shift pagi sebanyak 7.423,24 kg, untuk shift siang jumlah produk cacatnya sebanyak 8.764,76 kg dan jumlah produk cacat pada shift malam sebanyak 13.746,99 kg. Faktor umur juga dapat mempengaruhi kelelahan kerja. Semakin tua umur seseorang semakin besar tingkat kelelahan. Oleh karena itu, dilakukan pengujian dengan faktorial model tetap untuk mengetahui pengaruh antara shift dan umur terhadap tingkat kewaspadaan serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara shift dan umur terhadap tingkat kewaspadaan dengan nilai probabilitas (0,048<0,05). Variabel yang paling berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan adalah shift malam dan pekerja dengan umur lebih dari 43 tahun. Untuk mengurangi penurunan tingkat kewaspadaan diperlukan penerapan pola hidup kepada pekerja untuk melakukan tidur siang sebelum bertugas pada shift malam, melakukan pengawasan secara berkala khususnya pada shift malam, penerapan rotasi shift kerja pada pukul 07.00-15.00-23.00, dan menempatkan pekerja dengan umur di atas 43 tahun pada shift pagi dan pekerja dengan umur di bawah 43 tahun pada shift malam.
ANALISIS POSTUR KERJA DAN PERANCANGAN FASILITAS PEMOTONGAN MATERIAL (Studi Kasus di Kawasan Industri Kecil Barito, Semarang) Dimas Yulian Ananda; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Industri Kecil Barito Semarang merupakan sentra industri kecil yang memproduksi berbagai alat keperluan rumah tangga, seperti penggorengan, panci, oven, kompor minyak, dan  tempat sampah. Kondisi stasiun kerja yang kurang ergonomis sehingga dijumpai beberapa kondisi kerja yang menyebabkan keluhan dan ketidaknyamanan kerja akibat postur pekerja yang statis dan beban kerja yang diterima. Dari hasil pengamatan maka penulis hanya akan melakukan penelitian  pada pekerja pembuatan tempat sampah karena potensi terjadinya keluhan musculoskeletal yang tinggi.Hal ini diperkuat dengan hasil peninjauan awal dengan metode Nordic Body Map. Berdasarkan data kondisi awal kerja tersebut, akan dilakukan evaluasi ergonomi serta rekomendasi fasilitas pendukung terhadap stasiun kerja pemotongan material. Metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi ergonomi dengan  metode Rapid Entire Body Assessment dan Rapid Upper Limb Assessment Sedangkan rekomendasi fasilitas pendukung kerja menggunakan evaluasi dan pertimbangan biaya, mekanika teknik dan ergonomis dengan diaplikasikannya data antropometri Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi kerja awal menunjukkan skor REBA antara 8-11 dan skor RULA antara 6-7 artinya menunjukkan level resiko yang sangat tinggi. Dengan penambahan fasilitas kerja berupa meja potong skor REBA turun menjadi 2 dan RULA menjadi 3 yang menunjukkan level resiko rendah. Hal ini dikarenakan oleh ukuran meja potong telah disesuaikan dengan antropometri pekerja di bagian pemotongan material menghasilkan postur yang lebih ergonomis.
PENGOLAHAN LIMBAH MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN SUSTAINABILITAS UKM DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN (Studi Kasusdi Ukm Saud Efendy Batik, Laweyan-Solo) Septiana Puji Lestari; Sri Hartini; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Saud Effendy merupakan salah satu UKM yang berada di kawasan kampoeng batik Laweyan. Proses produksi pada Saud Effendy Batik menggunakan lilin, bahan pewarna yang melibatkan bahan-bahan kimia. Dengan banyaknya penggunaan zat pencemar tanpa melalui proses pengolahan menyebabkan turunnya kualitas lingkungan. Pada SE Batik upaya pengurangan dampak dengan menggunakan kembali limbah lilin, namun limbah cair masih dibuang begitu saja. Sehingga menyebabkan aliran air yang tercemar, merusak tatanan kehidupan air, merusak ketersediaan air untuk kepentingan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat eko efisiensi proses produksi batik. Untuk selanjutnya memberikan usulan rancangan pengolahan limbah mandiri. Kemudian membandingkan dampak lingkungan sebelum dan sesudah adanya usulan rancangan pengolahan limbah. Dari hasil LCA didapatkan eco cost sebesar  Rp. 275.777.954,00. Dari perhitungan Cost Benefit Analysis untuk net value menunjukkan nilai profit ekonomi yang sangat tinggi berkisar Rp 1.129.377.644,00. UKM Saud Effendy batik memiliki tingkat eko efisiensi sebesar 75,6 %. Usulan rancangan pengolahan limbah mandiri dapat menurunkan eco cost sebesar Rp. 54.011.212,00. Hasil eko efsiensi setelah adanya usulan pengolahan limbah sebesar 81 %..
ANALISIS KEPUASAN PENUMPANG PESAWAT TERBANG TERHADAP PELAYANAN BANDARA DENGAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) DAN ANALISIS DIAGONAL (SK. Di PT Angkasa Pura I (Persero) – Bandara Ahmad Yani Semarang) Annisa Maulidya; Herry Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan salah satu Bandara Internasional yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero). Saat ini Bandara Ahmad Yani mengalami peningkatan frekuensi penerbangan. Seiring dengan itu muncul berbagai keluhan dari penumpang dan pengguna jasa bandara ini terkait pelayanan yang diberikan oleh pengelola bandara di Bandara Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks kepuasan penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa bandara dan menganalisis kinerja atribut pelayanan bandara yang dikaitkan dengan tingkat efisiensi pelayanannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari penyebaran kuesioner kepada penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa Bandara Ahmad Yani Semarang. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Analisis Diagonal. Hasil perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan besarnya  indeks kepuasan penumpang adalah 57,71%. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa Bandara Ahmad Yani Semarang merasa cukup puas atas pelayanan yang diberikan oleh PT. Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola bandara. Akan tetapi, dari hasil analisis diagonal untuk tingkat kinerja atribut pelayanan bandara yang ada saat ini menunjukkan bahwa pelayanan bandara yang diberikan oleh pengelola bandara masih belum sesuai dengan harapan para penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa bandara ini. Atribut-atribut pelayanan yang ada saat ini secara keseluruhan berada di bawah garis efisiensi, yang artinya pelayanan yang diberikan saat ini masih bersifat under service.   ABSTRACT Ahmad Yani Airport Semarang is one of international airports which is maintained by PT. Angkasa Pura I (Persero). Currently Ahmad Yani Airport has increased the frequency of flights. Along with that, there is a variety of complaints from passengers and airport service users regarding the services provided by the airport management at Ahmad Yani Airport in Semarang. Purposes of this research are to know the number of airport customer satisfication index as the user of airport service and to analyze the performance of airport service attribute which is related to the number of service efficiency. Data that used in this research is primer data, these data based on questionaire which is given to airplane’s passengers as the user of Ahmad Yani Airport’s service. Methods that used in this research are Customer Satisfaction Index (CSI) and Diagonal Analysis. The result of Customer Satisfaction Index (CSI) show that the number of customer satisfication index is 57,71%. These data show that overall of airplane passenger as the user of Ahmad Yani Airport’s service was felt quite satisfied to the service which was given by PT. Angkasa Pura I (Persero) as airport developer. Thus, based on diagonal analysis for the level of airport service atrribute’s performance in this recent time show that airport service which is offered by airport developer still not fulfills the expectation of airplane passengers as the user of airport service. Until now, the overall of service attributes in Ahmad Yani Airport still on below efficiency level, which mean the service that given by Ahmad Yani Airport recently is still under service.
ANALISIS PENGARUH FINANCIAL BENEFIT, SOCIAL BENEFIT, DAN STRUCTURAL TIES TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PENGGUNA MATAHARI CLUB CARDS SEMARANG Esty Anjelia Pertiwi Gea; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan bisnis retail yang semakin ketat membawa pengaruh semakin menurunnya pertumbuhan pangsa pasar supermarket di Indonesia. Oleh karena itu,  bisnis retail perlu meningkatkan kualitas layanan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan dengan membangun relasi yang baik dengan pelanggan yaitu dengan membangun Customer Relationship Management (CRM). Salah satu aplikasi CRM adalah dengan kartu keanggotaan atau Membership Card. Seperti yang dilakukan oleh Matahari Department Store dalam bersaing dengan retail lain dengan mengeluarkan Matahari Club Cards (MCC). Untuk membangun loyalitas pada member MCC perlu adanya keuntungan – keuntungan yang didapat dari penggunaan MCC yaitu financial benefit, social benefit, dan structural ties yang akan diteliti dalam penelitian ini dan pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan perhitungan dengan regresi linier berganda diperoleh hasil dimana financial benefit merupakan faktor yang paling mempengaruhi loyalitas pelangga. Financial benefit, social benefit, dan structural ties mempengaruhi loyalitas pelanggan sebanyak 71%.
PENGARUH BEBAN KERJA, KELELAHAN KERJA, DAN TINGKAT KEWASPADAAN TERHADAP TINGKAT KESALAHAN DALAM UPAYA MEMINIMASI HUMAN ERROR (Studi Kasus di R.S Semarang) SOFIE HARNADINI; PURNAWAN ADI WICAKSONO
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK R.S  Semarang, merupakan rumah sakit terkemuka yang menjadi rujukan pasien ICU dalam lingkup Jawa Tengah. Selain memiliki peralatan medis yang canggih, R.S tersebut juga didukung oleh tenaga medis yang dituntut untuk menangani pasien ICU dengan sangat baik, termasuk perawat ICU yang dituntut untuk merawat pasien tanpa kesalahan sedikit pun. Karena para konsumennya (pasien) membutuhkan perhatian dan perawatan selama 24 jam sehari, Rumah Sakit menerapkan sistem pekerja gilir (shift kerja). Sistem shift kerja dapat menyebabkan beberapa faktor seperti meningkatnya beban kerja dan kelelahan, serta menurunnya tingkat kewaspadaan yang dapat berakibat pada terjadinya human error, sehingga dapat membahayakan pasien, maka dilakukan  uji regresi linier majemuk antara beban kerja fisik, beban kerja mental, kelelahan kerja dan tingkat kewaspadaan (untuk setiap shift kerja) terhadap tingkat kesalahan ( =0.05; kepercayaan= 95%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelelahan kerja merupakan  variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesalahan untuk semua shift kerja, dimana koefisien nilai R sebesar 0.905 untuk shift kerja pagi; 0.809 untuk shift kerja siang dan sebesar 0.909 untuk koefisien nilai R pada shift kerja malam. Berdasarkan hasil tersebut, mengindikasikan adanya potensi terjadinya human error pada perawat ICU yang disebabkan oleh variabel kelelahan kerja yang harus diminimasi agar tidak berdampak buruk pada keselamatan pasien. Upaya minimasi human error yang dilakukan menggunakan metode HEART dan SHERPA. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode tersebut, terdapat 17 aktivitas yang berpotensi menyebabkan human error, dan aktivitas yang mempunyai potensi terbesar dalam menimbulkan human error adalah aktivitas intervensi kolaborasi dengan besar probability of failure sebesar 0.448. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya kapasitas yang dimiliki (perawat) dengan kapasitas yang dapat diterima (pasien), sehingga diperlukan penambahan jumlah perawat pada bagian ICU, penyediaan checklist untuk meminimalisasi kelalaian, serta pemerataan jam kerja untuk mengurangi kelelahan kerja yang dirasakan oleh perawat.  ABSTRACT Hospital in Semarang, is reputable hospital where ICU patient within the scope of Central Java can be referred. Besides having sophisticated medical equipment, the hospital is also supported by the medical personnel who are required to make a very good treatment for ICU patients, including ICU nurses are treating patients without the slightest error. Because of its consumers (patients) need attention and treatment during 24 hours a day, the hospital implement the system of shift work. System of shift work can lead to several factors such as increased workload and fatigue, as well as reduced the level of vigilance that can result in the occurrence of human error that could harm the patient, then performed multiple linear regression test between physical workload, mental workload, job bornout and vigilance (for each work shift) to the error rate (α = 0.05; confidence = 95%). The test results showed that the job bornout is a variable that most significantly influence the error rate for all shift work, where the coefficient R value for the morning shift is 0.905; 0.809 to the afternoon shift, and 0.909 for the coefficient R value on the night shift. Based on the result, indicating a potential for human error in the ICU nurse fatigue caused by the variable of work that must be minimized so as not to adversely affect patient safety. Human error minimization efforts were performed using the method of HEART and SHERPA. After doing the calculations using these methods, there are 17 activities that could potentially lead to human error, and activities that have the greatest potential for human error is the collaboration intervention with a large probability of failure of 0.448. This is because the imbalance of capacity owned (nurses) with an acceptable capacity (patient), so that the required additional number of nurses in the ICU, providing a checklist to minimize negligence, as well as the distribution of working hours to reduce the fatigue experienced by nurses  
USULAN PERBAIKAN KURSI DAN TATA LETAK RUANG KERJA DI STASIUN KERJA INJECTION (Studi Kasus : PT. Techpack Asia, Karangawen) Risma Danisya WP; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Techpack Asia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi kemasan kosmestik. Dalam proses produksinya dilakukan beberapa jenis proses permesinan. Fokus penelitian ditujukan pada pekerja inspeksi di stasiun kerja injection yang bertugas melakukan pengecheckan visual produk dengan memisahkan produk cacat dan memilih produk yang layak untuk menuju proses selanjutnya. Adanya Kursi dan tata letak ruang kerja di stasiun injection yang kurang ergonomis menyebabkan terjadinya postur kerja yang buruk yang menimbulkan keluhan-keluhan terjadinya musculoskeletal disorder (MSDs). Hal ini diperkuat dengan hasil peninjauan awal dengan metode Nordic musculoskeletal Questionnair. Berdasarkan data kondisi awal kerja tersebut, akan dilakukan evaluasi ergonomi serta perbaikan fasilitas dan tata letak ruang kerja di stasiun kerja injection. Metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi ergonomi adalah metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment). Untuk rekomendasi kursi kerja menggunakan evaluasi dan pertimbangan ergonomis dengan diaplikasikannya data antropometri. Sedangkan untuk tata letak ruang kerja akan diatur sedemikian rupa berdasarkan prinsip ergonomi dan akan dievaluasi menggunakan analisis RULA. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi kerja awal menunjukkan skor RULA antara 5 sampai 7 artinya menunjukkan level resiko yang sangat tinggi. Dengan penambahan fasilitas pendukung kerja berupa kursi dan perubahan tata letak ruang kerja, skor RULA turun menjadi 2 sampai 4 yang menunjukkan level resiko rendah. Hal ini dikarenakan oleh ukuran kursi kerja telah disesuaikan dengan antropometri pekerja dan perubahan tata letak ruang kerja yang memudahkan pergerakan pekerja dengan jarak jangkaunya yang lebih dekat dengan pekerja inspeksi di stasiun injection sehingga menghasilkan postur yang lebih ergonomis

Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue