cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PERBANDINGAN FUNGSI KOGNITIF PADA PENDERITA HIPERTENSI TERKONTROL DAN TIDAK TERKONTROL Adinda Wafdani Putri; Ratih Vierda Octaviani; Hardian Hardian
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.715 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18527

Abstract

Latar Belakang Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah pada tubuh manusia, termasuk salah satunya pembuluh darah pada otak. Terganggunya pembuluh darah pada otak dapat menyebabkan kemunduran kemampuan kognitif. Tujuan Untuk mengetahui apakah ada perbedaan fungsi kognitif pada penderita hipertensi terkontrol dan tidak terkontrol.Metode Penelitian observasional dengan rancangan belah lintang menggunakan data primer pasien yang memiliki riwayat penyakit hipertensi dan datang ke Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi pada bulan April sampai Juni 2016. Variabel bebas adalah status hipertensi pasien dan variabel terikat adalah nilai fungsi kognitif yang diukur dengan skor MoCA-Ina. Normalitas data diuji dengan uji Saphiro-Wilk (n=28). Hipotesis penelitian diuji dengan uji t tidak berpasangan apabila berdistribusi normal, dan uji Mann-Whitney bila distribusi tidak normal. Perbandingan katergori skor fungsi kognitif antara kelompok hipertensi terkontrol dan tidak terkontrol diuji dengan uji Chi-Square.Hasil Terdapat 36 pasien dengan riwayat hipertensi, sebanyak 28 pasien masuk ke dalam kriteria inklusi. Dari 28 pasien tersebut, sebanyak 12 pasien memiliki riwayat hipertensi terkontrol dan 16 pasien dengan riwayat hipertensi tidak terkontrol. Pada subjek dengan hipertensi tidak terkontrol sebanyak 87,5% mengalami gangguan fungsi kognitif, sedangkan pada kelompok terkontrol yang mengalami gangguan fungsi kognitif berjumlah lebih sedikit yaitu 66,7%. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan distribusi riwayat hipertensi dengan fungsi kognitif berdasarkan kategori skor MoCA-Ina adalah tidak bermakna (p=0,354).Kesimpulan Tidak ada perbedaan yang signifikan fungsi kognitif pada penderita hipertensi terkontrol dan hipertensi tidak terkontrol.
PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA TIKUS WISTAR YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Lia Samantha Annisaroh; Dhega Anindita Wibowo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.276 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23801

Abstract

Latar belakang: Buah alpukat adalah salah satu buah yang mengandung antioksidan, salah satunya flavonoid, yang dapat melepaskan elektron untuk menetralkan radikal bebas dari asap rokok. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus buah alpukat (Persea americana) terhadap morfologi spermatozoa tikus wistar yang dipapar asap rokok Metode: Penelitian ini adalah experimental dengan post test only control group design. Subjek penelitian terdiri dari 35 tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok K(-) tidak diberi perlakuan, kelompok K(+) hanya asap rokok, kelompok P1, P2, dan P3 dipapar asap rokok dan diberi jus buah alpukat dosis bertingkat 1 ml/hari, 2 ml/hari, dan 3 ml/hari. Perlakuan dilakukan selama 28 hari, pada hari ke-29 semua tikus diterminasi dan diperiksa morfologi spermtozoanya. Hasil: Rerata persentase morfologi spermatozoa normal pada kelompok K(+), K(-), P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 88%; 92,4%; 87,2%; 91,2%; dan 88,8%. Uji Kruskall-Wallis didapatkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelima kelompok tersebut (p=0,607). Kesimpulan: Pemberian jus alpukat tidak berpengaruh signifikan terhadap kenaikan persentase morfologi spermatozoa normal tikus wistar.Kata kunci : Asap rokok, alpukat, morfologi spermatozoa
PERBEDAAN INDEKS PERIODONTAL DAN SKOR PEMBESARAN GINGIVA KELOMPOK PEMAKAI DAN BUKAN PEMAKAI PESAWAT ORTODONTI CEKAT Aishah Anindyaning Prasanti; Oedijani Santosa
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.646 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i1.11352

Abstract

Backgrounds: Using orthodontic fixed can form new plaque retention region, debris, and increase microbe activity due to difficulty of treating oral hygiene, which can cause periodontal tissue damage. Aim: To measure the difference of periodontal index and gingival enlargement score in orthodontic fixed and non-orthodontic appliances user. Methods: This research was using an analytical observational research with cross sectional approach. The sample is 54 students in SHS 3 Semarang that divided into 2 groups, 27 students who used fixed orthodontic and 27 students who didn’t use fixed orthodontic. Measurement was using Periodontal Index from Russell and Gingival Enlargement Score from Silness-Loe. Results: Using Chi square test to analyze the characteristics of samples, it could be concluded that more women tend to participate in this research than men, 25 students (92,6%) in orthodontic fixed user and 21 students (77,8%) in non-orthodontic user. Using Mann-Whitney test, it could be concluded that median of periodontal index and gingival enlargement score in both of groups are 0. Mean of Periodontal Index and Gingival Enlargement Score are higher in orthodontic fixed appliances user, which are 0,07 and 0,22.Conclusions: There’s no significant difference of Periodontal Index and Gingival Enlargement Score in orthodontic fixed and non-orthodontic appliances user because of good oral hygiene maintenance. 
HUBUNGAN LINGKAR PERGELANGAN TANGAN, RASIO LINGKAR PINGGANG TERHADAP TINGGI BADAN DENGAN PROFIL LEMAK PADA REMAJA USIA 16-18 TAHUN Winarto, Zahra Qurrota A'yun; Murbawani, Etisa Adi; Panunggal, Binar
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.866 KB)

Abstract

Latar Belakang: Dislipidemia adalah kondisi abnormalitas kadar lemak dalam darah. Kondisi ini berkaitan erat dengan sindroma metabolik sehingga sering dikaitkan dengan kondisi obesitas. Prevalensi sindroma metabolik di Indonesia menurut Riskesdas 2013 adalah 2,1%. Skrining untuk sindroma metabolik dapat menggunakan berbagai metode, salah satunya yang sedang dikembangkan adalah pengukuran lingkar pergelangan tangan dan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan. Pengukuran lingkar pergelangan tangan dan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan pada remaja diharapkan dapat memprediksi kondisi dislipidemia.Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara lingkar pergelangan tangan dan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan dengan kadar profil lemak pada remaja usia 16-18 tahun.Metode: Penelitian ini dilakukan kepada 61 subjek dengan usia 16-18 tahun yang merupakan siswa SMA Negeri 9 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode belah lintang (cross sectional). Variabel bebas pada penelitian ini adalah lingkar pergelangan tangan dan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan sedangkan variabel terikatnya adalah profil lemak yang terdiri darai kolesterol, trigliserida, LDL dan HDL.Hasil: Rasio antara lingkar pinggang terhadap tinggi badan tidak memiliki korelasi dengan kolesterol (p=0,106), trigliserida (p=0,187), LDL (p=0,061) dan HDL (p=0,105). Lingkar pergelangan tangan berkorelasi dengan kadar trigliserida (p=0,045) dan HDL (p=0,022) namun tidak memiliki hubungan dengan kadar kolesterol (p=0,145) dan LDL (p=0,181).Simpulan: Rasio lingkar pinggang tidak berhubungan dengan profil lemak sedangkan lingkar pergelangan tangan berhubungan dengan trigliserida dan HDL.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT LIMPA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI SALMONELLA TYPHIMURIUM Asevano Christobed; Ratna Damma Purnawati; Neni Susilaningsih
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.231 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18550

Abstract

Latar Belakang: Salah satu tanaman obat keluarga yang terdapat di Indonesia adalah sirih merah (Piper crocatum). Piper crocatum mengandung alkaloid, flavonoid, dan tannin yang merupakan antioksidan. Pemberian alkaloid dalam jangka waktu panjang menunjukkan peningkatan jumlah leukosit total, sel darah merah, dan hemoglobin. Flavonoid dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel limfosit meskipun dalam dosis rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Piper crocatum terhadap respon imun mencit dalam melawan infeksi Salmonella Typhimurium dengan proliferasi limfosit sebagai parameternya.Tujuan: Mengetahui pengarh pemberian ekstrak daun sirih merah dosis 10, 30, 100 mg/hari/mencit terhadap proliferasi limfosit pada limpa mencit Balb/c yang diinfeksi Salmonella Typhimurium.Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group Design.  Sampel merupakan mencit Balb/c jantan yang berumur 8-12 minggu, berat 20-25 gram, dan tidak terdapat kecacatan anatomis.  Sampel dibagi ke dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol yang terdiri dari K1 yang hanya diberi ekstrak daun Piper crocatum 10 mg/hari/mencit dan K2 yang hanya diinfeksikan Salmonella Typhimurium dengan injeksi intraperitoneal. Kelompok perlakuan (P1, P2, P3) yang diinfeksikan Salmonella Typhimurium dan diberi ekstrak daun Piper crocatum dosis bertingkat (10, 30, 100 mg/mencit/hari).Hasil: Rerata indeks proliferasi limfosit pada limpa mencit masing-masing kelompok adalah K1=0,264; K2=0,222; P1=0,292; P2=0,339; dan P3=0,158. Perbedaan indeks proliferasi limfosit bernilai signifikan antara K1-P3, K2-P2, P1-P3, dan P2-P3.Simpulan: Pemberian ekstrak daun Piper crocatum memberikan peningkatan proliferasi limfosit pada dosis 30 mg/mencit/hari.
KEBERLANGSUNGAN AKSEPTOR IUD PASCA PERSALINAN PERVAGINAM DI RSUP DR. KARIADI Ratih Jayanti; Budi Palarto Soeharto; Dea Amarilisa Adespin
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.441 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i3.24495

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan IUD sebagai alat kontrasepsi di Indonesia relatif masih sangat rendah dibanding metode kontrasepsi lain. Hal ini sangat disayangkan karena penggunaan IUD banyak membawa keuntungan namun belum diketahui keberlangsungannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlangsungan pemasangan IUD Pasca Persalinan Pervaginam di RSUP Dr. Kariadi  Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif terhadap 20 total sampel akseptor IUD pasca persalinan pervaginam sejak Juni hingga Agustus 2016 di RSUP Dr. Kariadi. Hasil: Hingga saat ini terdapat 17 (85%) akseptor IUD pasca persalinan pervaginam yang masih menggunakan metode kontrasepsi tersebut. Manfaat yang dirasakan akseptor adalah karena penggunaan IUD pasca persalinan pervaginam efektif dan praktis. Sedangkan 3 (15%) eks-akseptor  IUD pasca persalinan pervaginam tidak merasakan manfaat tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian deskriptif kualitatif didapatkan dari penggunaan IUD pasca persalinan pervaginam pada akseptor di RSUP Dr. Kariadi 85% masih menggunakan IUD pasca persalinan pervaginam dengan alasan: Efektif dalam mencegah kehamilan dan praktis apabila dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain.Kata Kunci: keberlangsungan, IUD, akseptor IUD pasca persalinan pervaginam
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU REMAJA TERHADAP ABORTUS PROVOCATUS DI SMA NEGERI 1 SLIYEG KABUPATEN INDRAMAYU Tika Fatikhah; Santosa Santosa
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.348 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i3.13094

Abstract

Background : Abortion became one of the serious problems and hadn’t been solved for the woman, the teenagers and the collegeans. Based on the high rate of abortion from year to year, it was increased. Wheres the adolescence was about thirteen up to twenty one years old and at the same time, the physical growth and the sexuality grew up too.Objective : To know the description of the knowledge, the attitude and the behavior of the students at SMA Negeri 1 Sliyeg, Indramayu regency.Method : This research was the descriptive study research which used the cross sectional data accumulation. The sample was 106 respondents, taken from the assessment criteria of the knowledge, the attitude and the behavior toward the provocatus abortion.Result : The research showed that 64 respondents (61,32%) understood well about the provocatus abortion and 81 respondents (76,41%) paid attention to it. While 99 respondents (93,44%) had the low risk sexual behavior of it.Conclusion : The students at SMA Negeri 1 Sliyeg, Indramayu regency had the good comprehension to the provocatus abortion and was eager to avoid it due to the religious behavior.
EFEKTIFITAS PERMEN KARET PROBIOTIK DALAM MENINGKATKAN PH DAN LAJU ALIRAN SALIVA Irene Oinike; Tyas Prihatiningsih; Lusiana Batubara
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.859 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19374

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang prevalensi dan morbiditasnya sangat tinggi. Kejadian karies pada masyarakat terjadi lebih tinggi pada anak-anak, terutama usia Sekolah Dasar yaitu sebesar 43%. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan. Salah satu upaya pencegahan karies dapat dilakukan dengan konsumsi probiotik dalam bentuk permen karet. Probiotik mengandung anti bakteri reuterin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri kariogenik sehingga diduga dapat meningkatkan pH saliva. Selain itu, mengunyah permen karet dapat menstimulasi sekresi saliva.Tujuan: Membuktikan bahwa permen karet probiotik dapat meningkatkan pH dan laju aliran saliva pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Ungaran 02.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah 10 siswa kelas 5 SD Ungaran 02, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang telah memenuhi kriteria penelitian. Data yang diambil adalah pH dan laju aliran saliva yang diukur sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah pemberian permen karet probiotik satu kali sehari selama 14 hari. Data kemudian diolah menggunakan uji t berpasangan dan uji pearson.Hasil: Terdapat peningkatan bermakna pH saliva dengan nilai awal 6,94 ± 0,25 menjadi 7,23 ± 0,11 (p<0,05), peningkatan bermakna laju aliran saliva dengan nilai awal 0,53 ± 0,09 menjadi 0,65 ± 0,14 (p<0,05) dan korelasi positif yang bermakna antara laju aliran saliva dan pH saliva (p<0,05).Kesimpulan: Permen karet probiotik efektif dalam meningkatan pH dan laju aliran saliva pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Ungaran 02.     
PERBEDAAN EFEK SEDUHAN KULIT DAN JUS BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL SERUM TIKUS SPRAGUE DAWLEY DISLIPIDEMIA Rani Puspita; Martha Ardiaria; Ahmad Syauqy
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.451 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15815

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia adalah keadaan ketidaknormalan kadar lemak dalam darah. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung polifenol, antioksidan dan serat dalam jumlah tinggi. Polifenol mempunyai kemampuan dalam menurunkan kadar kolesterol LDL pada manusia dan tikus.Tujuan : Mengetahui perbedaan efek seduhan kulit dan jus buah naga merah terhadap kadar kolesterol LDL serum tikus Sprague dawley dislipidemia.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain pre and posttest control group design. Sampel adalah 24 ekor tikus Sprague dawley dengan kriteria tertentu, dibagi secara acak menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberi pakan standar, kontrol positif diberikan pakan standar dan pakan tinggi kolesterol, dua kelompok perlakuan diberikan pakan standar, pakan tinggi kolesterol, seduhan kulit 9,08g/200gbb tikus dan jus buah naga merah 1,53g/200gbb tikus, pemberian intervensi diberikan selama 14 hari. Kadar LDL diperiksa dengan metode CHOD-PAP dan GPO-PAP. Data dianalisis dengan uji Paired t-test dan AnovaHasil : Tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah intervensi pada kelompok K(-). Namun terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok K(+), P1, dan P2. Pemberian seduhan kulit dan jus buah naga mera selama 14 hari dapat menurunkan kadar LDL (43,33 ± 3,65) dan (27.56±8,01). Setelah intervensi terdapat perbedaan rerata kadar LDL antar kelompok p=0,000 kecuali K(-) dengan seduhan kulit p=0,640.Simpulan : Pemberian seduhan kulit dengan dosis 9,08g/2000gbb tikus dan jus buah naga merah 1,53g/200gbb tikus selama 14 hari dapat menurunkan kadar LDL pada tikus sprague dawley jantan sebesar 43,33 ± 3,65 dan 27.56±8,01.
PENGARUH LATIHAN SKIPPING TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI MAHASISWA FK UNDIP Rara Badriya Agustin; Endang Kumaidah; Saekhol Bakri
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.541 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i4.22470

Abstract

Latar Belakang: Skipping merupakan salah satu jenis dari olahraga aerobik. Melakukan aktivitas fisik seperti latihan skipping akan meningkatkan fungsi kognitif otak salah satunya fungsi atensi yang  mengakibatkan peningkatan konsentrasi seseorang. Belum ada peneitian yang membahas tentang pengaruh latihan skipping terhadap tingkat konsentrasi.Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan skipping terhadap tingkat konsentrasi  mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan metode pre-test dan post-test unequivalent group. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (n=28) berusia 18-22 tahun yang dipilih secara purposive sampling menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Penelitian ini menggunakan DSST untuk pengambilan data tingkat konsentrasi pre-test dan post-test yang dilanjutkan analisis menggunakan uji t berpasangan, t tidak berpasangan, Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan tingkat konsentrasi setelah perlakuan latihan skipping rutin selama 6 minggu. Pada kelompok perlakuan didapatkan rerata 67,21 ± 7,85 menjadi 75,79 ± 8,59 pada post-test I dan 82,86 ± 9,96 pada postest II.Kesimpulan: Latihan skipping dapat meningkatkan nilai tingkat konsentrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Kata kunci: DSST, Skipping, Konsentrasi

Page 13 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue