cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PENURUNAN NILAI HANTARAN TULANG PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DENGAN KEMOTERAPI BERBASIS PLATINUM: KOMBINASI NEOADJUVANT PACLITAXEL-CISPLATIN DAN PACLITAXEL-CARBOPLATIN Cika Apriliana; Zulfikar Naftali; Willy Yusmawan
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.426 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23300

Abstract

Latar belakang : Beberapa penelitian melaporkan bahwa paclitaxel-cisplatin dan paclitaxel-carboplatin, memproduksi radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan sel rambut organ korti dengan akibat penurunan nilai ambang hantaran tulang pada audiogram nada murni. Tujuan : Membuktikan bahwa penurunan nilai ambang hantaran tulang audiogram nada murni pada kelompok penderita karsinoma nasofaring yang mendapatkan kemoterapi kombinasi neoadjuvant paclitaxel-cisplatin lebih besar dibandingkan kelompok yang mendapat kemoterapi kombinasi neoadjuvant paclitaxel-carbolpatin. Metode: Penelitian dengan pendekatan studi cross-sectional. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi di RSUP Dr. Kariadi Semarang dibagi dua kelompok, yaitu paclitaxel-cisplatin (kelompok 1) dan paclitaxel-carboplatin (kelompok 2). Data meliputi nilai ambang hantaran tulang audiogram nada murni kedua kelompok. Data dianalisis dengan chi-square, independent-sample t-test dan One-Way ANOVA. Hasil : Dua puluh enam subyek memenuhi kriteria inklusi, 14 subyek kelompok 1 dan 12 subyek kelompok 2. Rerata NA hantaran tulang kedua kelompok tidak berbeda bermakna (telinga kanan p=0,119 ; telinga kiri p=0,139). Penurunan NA hantaran tulang kelompok 1 lebih besar dibanding kelompok 2 dengan perbedaan selisih nilai ambang hantaran tulang bermakna ( telinga kanan p=0,00 ; telinga kiri p=0,00 ). Simpulan : Penurunan nilai ambang hantaran tulang audiogram nada murni penderita karsinoma nasofaring dengan kemoterapi kombinasi neoadjuvant paclitaxel-cisplatin terbukti lebih besar dibanding kelompok dengan kemoterapi kombinasi neoadjuvant paclitaxel-carboplatin.Kata kunci : Karsinoma nasofaring, paclitaxel-cisplatin dan paclitaxel-carboplatin, hantaran tulang.
PENGARUH KONSUMSI COKELAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN PRAUJIAN Claresta, Laveda Jasslyn; Purwoko, Yosef
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.685 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan sering terjadi pada mahasiswa yang akan menghadapi ujian. Mahasiswa yang cemas akan mengalami peningkatan laju metabolisme tubuh. Tingkat kecemasan dapat dinilai dengan skor HARS, denyut nadi dan tekanan darah. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah mengonsumsi cokelat. Cokelat memiliki kandungan alkaloid dan protein seperti triptofan yang berkaitan dengan mood dan suasana hati.Tujuan: Membuktikan efektivitas cokelat dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran praujian.Metode: Penelitian eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel sebanyak 36 mahasiswa Universitas Diponegoro yang dibagi menjadi dua kelompok dengan simple random sampling, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang mengonsumsi cokelat 50gram selama 3 hari pada waktu seminggu sebelum ujian. Tingkat kecemasan dinilai dengan mengukur skor HARS, denyut nadi dan tekanan darah. Uji statistik menggunakan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon. Uji beda 2 kelompok menggunakan uji t tidak berpasangan dan uji Mann Whitney.Hasil:  Uji statistik memberikan hasil penurunan yang bermakna setelah perlakuan untuk skor HARS (p<0,001) dan denyut nadi (p=0,003). Pengukuran tekanan darah didapatkan penurunan yang tidak bermakna untuk tekanan sistolik dan diastolik dengan nilai p>0,05. Uji perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan antar kedua kelompok memberikan hasil yang bermakna untuk skor HARS (p<0,001), denyut nadi (p=0,03) dan tekanan sistolik (p=0,02), namun tidak bermakna pada tekanan diastolik dengan nilai p=0,2.Kesimpulan: Terdapat penurunan tingkat kecemasan mahasiswa praujian yang mengkonsumsi cokelat dan terdapat peningkatan tingkat kecemasan pada kelompok yang tidak mengkonsumsi cokelat.
THE EFFECT OF FORWARD LEAN POSITION AND PURSED LIP BREATHING ON PEAK EXPIRATORY FLOW IN ACTIVE SMOKER Lutfia Zein Amalia; Erna Setiawati; Rahmi Isma Asmara Putri
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.008 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i1.26566

Abstract

Background: Chronic exposure to tobacco smoke cause activation of macrophages which contribute to the release of inflammatory mediators and the establishment of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). In COPD, the airway become narrowed and result in reduced peak expiratory flow (PEF). One form of treatment that improve pulmonary functions and can be given to active smokers is by giving forward lean position and pursed lip breathing (PLB). Aim : To analize the differences of PEF before and after performing forward lean position and PLB both acute and chronic types in active smokers. Methods: The study was quasi-experimental with pretest posttest, respondents of this study are 18 active smokers with purposive sampling. The instrument used in the research are scales, microtoise and peak flow meter. Method used for data analysis was paired and unpaired t-test. Results: PLB increases PEF with the mean of PEF 28.89±47.08 in acute phase and 28.34±40.84 in chronic phase. The combination of PLB and forward lean position increase PEF with the mean of PEF 30.00±34.91 in acute phase and  46.12±89.60 in chronic phase. Conclusions: There were not statistically significant difference of PEF in acute and chronic phase in group A between before and after intervention (p >0.05). There was not statistically significant difference of PEF in chronic phase in group B between before and after intervention. There was statistically significant difference of PEF in acute phase in group B between before and after intervention.  The combination of forward lean position and PLB showed to have a better effect on increasing the value of PEF than PLB without combination both acute and chronic types in active smokers.Keywords: Pursed lip breathing, forward lean position, peak expiratory flow, active smokers
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ETANOL DAN SOFT DRINK Devi Ninditya K.; Ika Pawitra Miranti; Noor Wijayahadi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.796 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14262

Abstract

Latar Belakang : Etanol dan soft drink telah dikonsumsi secara luas di dunia. Etanol dapat mengubah struktur dan fungsi ginjal dengan perubahan struktur glomerulus, pembesaran ginjal dan meningkatnya jumlah sel-sel lemak, protein dan air. Begitu juga dengan soft drink yang dapat mengakibatkan perdarahan intertubuler dan kongesti glomeruler. Daun kersen memiliki potensi dalam menangkal radikal bebas sebagai antioksidan eksogen. Daun kersen diharapkan memiliki efek protektif pada ginjal.Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) terhadap gambaran mikroskopis ginjal tikus Wistar jantan yang diinduksi etanol dan soft drink.Metode : Penelitian eksperimental dengan Post Test-Only Control Group Design. Sampel terdiri dari 30 tikus Wistar jantan yang terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok K diberi pakan standar. Kelompok P1 diberi etanol 40% sebesar 1,8 ml/200g/hari. Kelompok P2 diberi soft drink 50 ml/tikus/hari. Kelompok P3 diberi ekstrak daun kersen 500 mg/kgBB 60 menit sebelum pemberian etanol. Kelompok P4 diberi ekstrak daun kersen 500 mg/kgBB 60 menit sebelum pemberian soft drink. Setelah intervensi selama 30 hari, dilakukan pembuatan preparat ginjal dan pemeriksaan gambaran mikroskopis. Uji analisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.Hasil : Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh kelompok dengan nilai p=0,002. Hasil uji Mann-Whitney memberikan perbedaan yang bermakna pada K-P1 (p=0,006), K-P2 (p=0,032), P1-P3 (p=0,006), P2-P4 (p=0,019), P1-P4 (p=0,004) tetapi perbedaan tidak bermakna pada K-P3 (p=0,229), K-P4 (p=1,000), P1-P2 (p=0,312), P2-P3(p=0,075), P3-P4 (p=0,171).Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) 500 mg/kgBB menurunkan jumlah kerusakan tubulus tikus Wistar jantan yang diinduksi etanol dan soft drink.
PERBEDAAN MEMORI JANGKA PENDEK SEBELUM DAN SESUDAH MENDENGARKAN MUSIK SAAT LARI PADA DEWASA MUDA Ardyarini, Hikmatunnisa Tri; Muniroh, Muflihatul; Maharani, Nani
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.651 KB)

Abstract

Latar Belakang: Mendengarkan musik saat berolahraga diketahui dapat menimbulkan efek ergogenik dan mempengaruhi sistem kardiovaskuler. Namun, pengaruh kombinasi keduanya terhadap memori, sebagai salah satu fungsi kognitif yang penting pada proses pembelajaran usia dewasa muda, masih belum diteliti lebih lanjut.Tujuan: Mengetahui perbedaan memori jangka pendek sebelum dan sesudah mendengarkan musik saat lari pada kelompok dewasa muda.Metode: Penelitian eksperimental dengan metode pre- dan post-test unequivalent group di Stadion Universitas Diponegoro. Subjek adalah kelompok usia dewasa muda (17-22 tahun) yang pada periode penelitian tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (n=40) dan dipilih secara purposive sampling, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok; kelompok lari selama 30 menit dengan mendengarkan musik (n=20) dan kelompok lari selama 30 menit tanpa medengarkan musik sebagai kontrol (n=20). Memori jangka pendek diukur dengan Scenery Picture Memory Test dan analisis data dilakukan dengan uji t-berpasangan, t-tidak berpasangan, Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil: Terdapat perbedaan memori jangka pendek yang bermakna sebelum dan sesudah mendengarkan musik saat lari (p=0,00). Memori jangka pendek setelah lari dengan mendengarkan musik meningkat secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol, dengan rerata peningkatan sebesar 5,0 ± 2,66 pada kelompok lari dengan mendengarkan musik dan 3,05 ± 1,76 pada kelompok kontrol.Kesimpulan: Mendengarkan musik saat lari dapat meningkatkan fungsi memori jangka pendek lebih tinggi dibandingkan dengan lari tanpa mendengarkan musik pada usia dewasa muda.
PENGARUH PEMBERIAN AIR ALKALI TERIONISASI TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK ASMA Yustina Wahyuningtiyas; Nahwa Arkhaesi; Galuh Hardaningsih
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.996 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.16034

Abstract

Latar belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran napas yang paling banyak menyerang anak. Asma ditandai dengan gejala episodik berulang berupa batuk, sesak, mengi dan nafas pendek. Gejala asma tak terkontrol dapat menurunkan kualitas hidup anak. Hal ini diakibatkan kondisi saluran nafas dan pH darah yang cenderung asam. Salah satu yang dapat mempengaruhi keasaman darah ialah air alkali terionisasi.Tujuan: Mengetahui kualitas hidup anak asma sebelum dan sesudah pemberian air alkali terionisasi serta menilai perbedaan kualitas hidup anak sebelum dan sesudah pemberian air alkali terionisasi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis dengan menggunakan rancangan one group pre and posttest design. Subyek adalah anak asma usia 6-14 tahun yang pernah berobat di BKPM wilayah Semarang dan diberikan perlakuan dengan pemberian minum air alkali terionisasi selama 14 hari. Pengambilan data kualitas hidup menggunakan kuesioner PedsQL sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis statistik dilakukan dengan uji hipotesis t-berpasangan.Hasil: Jumlah subyek sebanyak 36 orang. Rerata nilai kualitas hidup anak sebelum dan sesudah pemberian air alkali adalah 71,77 ± 13,21 dan 82,69 ± 10,25. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (p=0,000) terhadap perbedaan kualitas hidup sebelum dan sesudah minum air alkali terionisasi.Simpulan: Pemberian air alkali terionisasi memiliki perbedan yang bermakna terhadap peningkatan kualitas hidup anak asma.
PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR DOSIS BERTINGKAT TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT DUA DANGKAL PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS) Rizkia Nada Suci Permatasari; Ratna Damma Purnawati; Noor Wijayahadi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.288 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23374

Abstract

Latar Belakang : Luka bakar cukup sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, terutama di rumah tangga. Penyembuhan luka adalah suatu proses yang kompleks antara faktor seluler, humoral, dan unsur jaringan ikat. Senyawa asam asetat dan fenol dalam asap cair merupakan senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan antimikroba. Kedua senyawa tersebut telah diketahui memiliki manfaat dalam penyembuhan luka. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian asap cair dosis bertingkat terhadap penyembuhan luka bakar derajat dua dangkal pada kelinci. Metode : Penelitian True Experimental Laboratory Post-Test Only with Control Group Design. Sampel 6 ekor kelinci jantan, dibagi dalam 4 kelompok: K1 diberi aquades, K2 diberi povidone iodine 10%, P1 diberi asap cair 3% dan P2 diberi asap cair 6% selama 10 hari. Perlakuan diakhiri dengan terminasi. Pengambilan jaringan kulit dilakukan pada hari ke-10. Dilakukan pengamatan gambaran makroskopis dan mikroskopis sesuai kriteria modifikasi Nagaoka. Hasil : Hasil uji statistik Saphiro-Wilk secara makroskopis (p<0,05) data tidak terdistribusi normal, kemudian dilanjutkan uji non parametrik Kruskal-Wallis (p>0,05). Secara mikroskopis (p>0,05) data terdistribusi normal kemudian dilanjutkan dengan uji parametrik One Way ANOVA (p>0,05). Secara makroskopis dan mikroskopis didapatkan bahwa pemberian asap cair dosis bertingkat berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka bakar pada kelinci. Hasil terbaik didapatkan pada povidone iodine, selanjutnya asap cair 6%, asap cair 3% dan aquades. Kesimpulan : Pemberian asap cair dosis bertingkat bertingkat mempengaruhi gambaran makroskopis dan mikroskopis penyembuhan luka bakar kelinci dengan hasil terbaik pada povidone iodine.Kata Kunci : Luka bakar, asap cair, povidone iodine, gambaran makroskopis dan mikroskopis penyembuhan luka
PENGARUH LARI SEBAGAI OLAHRAGA AEROBIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Anggraheni, Rani Hapsari; Indraswari, Darmawati Ayu; Purwoko, Yosef
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.571 KB)

Abstract

Latar Belakang: Olahraga adalah gaya hidup yang sudah banyak diteliti manfaatnya untuk jasmani. Penelitian lainnya menyatakan bahwa olahraga juga dapat meningkatkan fungsi kognitif, salah satunya adalah memori jangka pendek. Memori jangka pendek memiliki peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses pengolahan informasi.Tujuan: Membuktikan pengaruh lari sebagai olahraga aerobik intensitas sedang terhadap memori jangka pendek.Metode: Penelitian yang ersifat kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan pre- dan post-test pada tiga kelompok ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Subjek penelitian adalah mahasiswa FK Undip (n=45) yang terbagi atas kelompok kontrol, perlakuan lari 30 menit, dan perlakuan lari 60 menit. Sebelum perlakuan diberikan pretest, kemudian setelah perlakuan diberikan posttest. Memori jangka pendek subjek sebelum dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan uji t berpasangan.Hasil: Dari 45 subjek penelitian, rerata hasil tes memori jangka pendek setelah perlakuan lari 30 menit dan 60 menit menunjukkan adanya peningkatan, namun tidak untuk kelompok kontrol. Diperoleh hasil bermakna untuk kelompok perlakuan lari 30 menit yaitu p=0,015 dan tidak bermakna untuk kelompok perlakuan lari 60 menit yaitu p=0,101 dengan Uji t berpasangan.Kesimpulan: Peningkatan memori jangka pendek terjadi pada orang yang berolahraga aerobik intensitas sedang selama 30 menit. Hal ini mungkin karena terdapat peningkatan aliran darah otak dan stimulasi neurotropik.
PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH NAGA PUTIH (Hylocereus undatus) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS TESTIS MENCIT GALUR Balb/C YANG DIBERI PAPARAN OBAT NYAMUK BAKAR Husnia Nabilah; Bambang Witjahjo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.667 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14460

Abstract

Latar Belakang : Obat nyamuk bakar yang menjadi pilihan utama untuk mencegah gigitan nyamuk di Indonesia, dapat mengakibatkan kerusakan berbagai organ termasuk testis. Kulit buah naga putih yang kaya antioksidan lebih daripada buahnya diharapkan dapat mencegah kerusakan akibat asap obat nyamuk terhadap testis.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kuit buah naga putih terhadap gambaran mikroskopis testis mencit Balb/c yang diberi paparan asap obat nyamuk bakar.Metode : True experimental post test only control group design. Sampel adalah 25 ekor mencit Balb/c dibagi secara acak menjadi 5 kelompok: kelompok yang tidak diberi perlakuan apapun (K1); kelompok yang diberi paparan asap obat nyamuk bakar 8 jam/hari (K2); kelompok yang diberi paparan asap obat nyamuk bakar 8 jam/hari dan diberi ekstrak kulit buah naga putih dosis 7,5 mg/ml (P1), 15 mg/ml (P2), dan 30 mg/ml (P3). Penelitian dilakukan selama 21 hari. Kemudian dilakukan perhitungan jumlah sel spermatogonia, spermatosit primer, dan spermatid.Hasil : Dari penelitian didapatkan perbedaan yang bermakna jumlah spermatogonia pada kelompok perlakuan (P2 dan P3) dibandingkan kelompok K2. Didapatkan perbedaan yang bermakna jumlah spermatosit primer pada kelompok perlakuan (P1,P2,P3) dibandingkan kelompok K2. Jumlah spermatid juga didapatkan perbedaan yang bermakna pada kelompok perlakuan (P1,P2,P3) dibandingkan kelompok K2.Simpulan : Pemberian ekstrak kulit buah naga putih dengan dosis 7,5 mg/ml; 15 mg/ml; dan 30 mg/ml meningkatkan jumlah sel spermatogonia, spermatosit primer, dan spermatid pada testis mencit Balb/c yang diberi paparan asap obat nyamuk bakar. Dosis paling efektif adalah 30 mg/ml.
HUBUNGAN MENGONSUMSI MAKANAN OLAHAN CABAI TERHADAP KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA MAHASISWA Aghnila Fasza Gita Tsuraya; Puguh Riyanto; Widyawati Widyawati; Bambang Witjahyo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.812 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21187

Abstract

Latar Belakang. Akne vulgaris atau jerawat, adalah penyakit kulit pada unit poli sebasea yang sering terjadi pada masa remaja. Penyebab utama akne sampai sekarang belum diketahui dengan pasti, merupakan penyakit multifaktorial. Penderita akne memiliki kadar androgen serum dan kadar sebum lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal. Salah satu tanaman bahan makanan yang diduga mempunyai kandungan androgen adalah cabai.Tujuan. Mengetahui hubungan antara mengonsumsi makanan olahan cabai dengan angka kejadian akne vulgaris.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dengan populasi penelitian mahasiswa di kota Semarang. Dengan metode cluster random sampling didapatkan 90 responden dengan rentang usia 19-25 tahun. Data yang didapatkan adalah data primer dari kuesioner. Uji analisis yang digunakan adalah chi square.Hasil. Terdapat hubungan antara makan cabai dengan kejadian akne vulgaris dan tidak ada hubungan antara jumlah makan cabai dan frekuensi makan cabai dengan kejadian akne vulgaris.Kesimpulan. Terdapat hubungan antara makan olahan cabai dengan kejadian akne vulgaris.

Page 12 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue