cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2020): April" : 8 Documents clear
Tingkat kepuasan wasit sepakbola dalam mengambil keputusan berdasarkan tingkat pendidikan Hikmat Kodrat; Nurlan Kusmaedi; Ahmad Hamidi
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.823 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30514

Abstract

Pengadil dalam pertandingan sepakbola yang dinamakan wasit/referee. Awalnya pengadil atau pengambil keputusan dilakukan oleh masing-masing kapten tim, kemudian peran ini di delegasikan kepada seorang umpire. Akhirnya, seorang yang dianggap netral dinamai referee (wasit) bertindak sebagai orang yang akan menyelesaikan permasalahan dalam pertandingan. Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada fairplay, sportivitas, objektivitas, dan konsisten. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian ini untuk mengetahui tentang tingkat kepuasan wasit sepakbola dalam mengambil keputusan berdasarkan tingkat pendidikan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif adapun metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Deskriptif dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah causal comparative. Populasi dalam penelitian ini adalah Wasit PSSI Kota Bandung yang memiliki Pendidikan SMA, S1, dan S2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling  Metode rendem menggunakan kriteria yang telah dipilih  pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang di perlukan. Instrument yang  digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket Soccer Referee Decision Satisfaction Scale (SRDSS) yang dikembangkan oleh Andrew et. al. (2006). Berdasarkan hasil pengolahan data maka terdapat perbedaan antara tingkat kepuasan wasit sepakbola dalam mengambil keputusan berdasarkan tingkat pendidikan dengan hasil angket yaitu tingkat pendidikan S2 lebih puas dalam mengambil keputusan di bandingkan dengan S1 dan SMA. Maka tingkatan pendidikan wasit berpengaruh terhadap pengambilan keputusan semakin tinggi Pendidikan wasit maka semakian puas dalam mengambil keputusan. Football referee satisfaction level in making decisions based on education level AbstractThe judge in a soccer match called the referee / referee. Initially the court or decision maker is carried out by each team captain, then this role is delegated to an umpire. Finally, a person who is considered neutral is called a referee acting as the person who will solve the problem in the match. Decision making must be based on fair play, sportsmanship, objectivity, and consistency. Therefore the researcher wants to do this research to find out about the level of satisfaction of the football referee in making decisions based on their level of education. In this study using quantitative research while the method used in research is descriptive and the research design used in this study is causal comparative. The population in this study is PSSI Referee in Bandung City who has a high school, bachelor and master's education. The sampling technique used in this study is Purposive Sampling The rendem method uses criteria that have been chosen deliberately sampling in accordance with the required sample requirements. The instrument used in this study was a Soccer Referee Decision Satisfaction Scale (SRDSS) questionnaire developed by Andrew et. al. (2006). Based on the results of data processing, there is a difference between the level of satisfaction of football referees in making decisions based on the level of education with the results of the questionnaire, namely the education level of S2 is more satisfied in making decisions compared to S1 and SMA. Then the level of referee education influences the decision making the higher the referee education, the more satisfied in making decisions.
Hubungan tingkat kecerdasaan intelektual (IQ) dan kecerdasaan emosional (EQ) dengan penampilan bermain futsal Aginda Andika; Yudha Munajat Saputra; Ahmad Hamidi
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.498 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30025

Abstract

Inteligensia merupakan bekal potensi yang akan memudahkan dalam belajar dan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Namun taraf intelegensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi diantaranya adalah kecerdasan emosional (EQ). Pemain futsal harus memiliki tingkat emosi (EQ) yang baik dan memiliki tingkat intelektual (IQ) yang seimbang agar bisa membantu tim atau dirinya sendiri dalam keberhasilan di bidangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecerdasaan intelektual (IQ) dan kecerdasaan emosional (EQ) dengan penampilan bermain futsal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru UKM Futsal UPI. Sample penelitian berjumlah 23 orang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampling menggunakan purposive  sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui tingkat kecerdasaan intelektual dan kecerdasaan emosional dan penampilan bermain futsal. Hasil analisa data dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) terdapat hubungan yang signifikan antara IQ dengan penampilan bermain futsal, 2) terdapat hubungan yang signifikan antara EQ dengan penampilan bermain futsal, dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara IQ dan EQ dengan penampilan bermain futsal.Relationship between intellectual intelligence (IQ) and emotional intelligence (EQ) with futsal playing appearanceAbstractIntelligence is a potential provision that will facilitate learning and produce optimal learning achievement. But the level of intelligence is not the only factor that determines a person's success, because there are other factors that influence including emotional intelligence (EQ). A futsal player must have a good level of emotion (EQ) and have a balanced intellectual level (IQ) in order to help the team or himself in success in his field. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of intellectual intelligence (IQ) and emotional intelligence (EQ) with the performance of playing futsal. The research method used is quantitative descriptive method with correlation design. The population in this study was UPI Futsal UKM students. 23 student samples were taken by using a sampling technique using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire to determine the level of intellectual intelligence and emotional intelligence and the appearance of playing futsal. The results of data analysis can be concluded as follows : 1) there is a significant relationship between IQ with the appearance of playing futsal, 2) there is a significant relationship between EQ with the appearance of playing futsal, dan 3) there is a significant relationship between IQ dan EQ with the appearance of playing futsal.
Analisis standarisasi fasilitas gedung olahraga Universitas Negeri Yogyakarta Duwi Kurnianto Pambudi
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.105 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standarisasi ruang lingkup sebagai berikut : 1) Tipologi gedung olahraga. 2) Arena, 3) Fasilitas pengelola gedung olahraga. 4) Fasilitas Penonton pada GOR UNY sesuai dengan Permenpora  No 0445 Tahun 2014. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan analisis kualitatif dengan menggunakan teknik pengamatan langsung, studi dokumen, dan wawancara kepada pihak pengelola/ manajemen dan karyawan GOR UNY. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Tipologi untuk GOR UNY masuk dikategori Tipe A dengan beberapa kelebihan yang dimiliki GOR UNY diantaranya : Kapasitas GOR dengan 6000 tempat duduk, memiliki 30 pintu keluar GOR yang bisa mempercepat arus keluar penonton dan pemain jika terjadi hal-hal yang membahayakan/ bencana alam. Jumlah toilet yang tersedia di GOR UNY berjumlah 52 toilet yang tersebar dilantai 1,2,3. Memiliki ruangan-ruangan yang siap digunakan dalam kegiatan event dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan/multifungsi. Tempat Parkir yang luas dan terpadu dalam satu tempat dan berada disekitar GOR dengan kapasitas parkir yang besar,mampu menampung kendaraan dalam jumlah yang banyak. Beberapa kekurangan yang ditemukan di GOR UNY adalah akses untuk difabel menuju ke tribun penonton, jumlah toilet khusus difabel. Standardization analysis facility Yogyakarta State University sports hallAbstractThis study aims to determine the standardization scope as follows: 1) Typology gymnasium. 2) Arena, 3) Facility manager gymnasium. 4) Spectator facilities in accordance with the YSU Sporthall Permenpora 0445 No. 2014. The method used is the method of qualitative analysis approach using direct observation techniques, the study of documents and interviews to the manager / management and employees YSU Sporthall. The results of this study found that the typology of YSU Sporthall sign categorized Type A with some of the advantages of YSU Sporthall include: Capacity YSU Sporthall with 6000 seating, has 30 exits YSU Sporthall which could accelerate the outflow of spectators and players when things happen that endanger / natural disasters. Number of toilets available in YSu Sporthall amounted to 52 toilets were scattered on the floor of 1,2,3. Had rooms that are ready to be used in events and activities can be tailored to the needs / multifunctional. Parking place extensive and integrated in one place and being around the YSU Sporthall with a large parking capacity, able to accommodate vehicles in large numbers. Some of the deficiencies found in YSU Sporthall is access for the disabled to get to the stands, the number of special disabled toilet.
Pengaruh latihan sirkuit dengan interval istirahat tetap dan menurun terhadap komposisi tubuh pemain bola voli putri Fatkurahman Arjuna
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.41 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menguji ada tidaknya perbedaan pengaruh jenis latihan sirkuit dengan interval istirahat tetap dan menurun terhadap komposisi tubuh pemain bola voli putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Analisis data menggunakan analisis kuantitatif kelompok perlakuan menggunakan jenis latihan sirkuit dengan interval istirahat tetap dan menurun terhadap IMT (indeks masa tubuh dan lemak tubuh). Subjek dalam penelitian ini pemain bola voli baja 78 yang berjumlah 36 orang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa perlakuan latihan sirkuit interval dengan istirahat tetap dan kontrol sama-sama tidak menunjukkan peningkatan yang berarti antara pretest dan posttest sedangkan pada pengukuran IMT perlakuan latihan sirkuit dengan interval menurun menunjukkan peningkatan yang berarti. Effect of circuit training with fixed and decreased resting interval on body composition of female volleyball playersAbstractThis study aims to examine and test whether there are differences in the effect of circuit training types with fixed and decreased resting interval on the body composition of female volleyball players. This research is a quantitative research with quasi-experimental method. The data analysis used quantitative analysis of the treatment group using a type of circuit training with fixed and decreased rest intervals for BMI (body mass index and body fat). Subjects in this study were “baja 78” volleyball players totaling 36 people. The measurement results showed that the treatment of interval training circuits with constant rest and control equally did not show a significant increase between pretest and posttest whereas the measurement of BMI treatment circuit training with a decreased interval showed a significant increase.
Pengaruh recovery aktif dan pasif terhadap daya tahan otot Rizki Mulyawan
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.724 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi seberapa besar efek dari recovery aktif dan pasif terhadap kemampuan dalam melakukan angkatan dumbell sampai lelah (kemampuan daya tahan), agar dapat diketahui bagaimana efektivitas recovery terhadap kemampuan daya tahan otot lengan berikutnya. Menggunakan teknik purposive sampling diperoleh 23 subjek penelitian yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok recovery pasif ditambah penggunaan manset sphygmomanometer (RPMS), recovery aktif (RA), dan recovery pasif selama 3 menit (RP3) sebagai kontrol. Desain penelitian menggunakan One Pretest and Posttest Design, dengan single blind study. Subjek penelitian mengangkat dumbell sampai lelah (daya tahan), kemudian melakukan satu dari tiga bentuk recovery, dilanjutkan dengan pengangkatan dumbell kembali sampai lelah. Hasil dari penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh antara recovery aktif (RA) dan pasif (RPMS dan (RP3). Namun jika ditelaah lebih mendalam pada setiap kelompoknya, hanya RP3 yang tidak mengalami penurunan daya tahan secara signifikan (0,186 0,05) jika dibandingkan dengan RPMS (0,000 0,01) dan RA (0,007 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan RP3 memiliki kemampuan tahan terhadap kelelahan lebih lama dibandingkan dengan RA dan RPMS. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh antara recovery aktif dan pasif. Namun recovery pasif terbukti mampu membuktikan bahwa tahan terhadap kelelahan lebih lama dibandingkan dengan recovery aktif. Effects of active versus passive recovery on muscle endurance Abstract The study investigated effects of active and passive toward ability to lift dumbbell to exhausted (endurance ability), so that it can prove effectiveness of recovery for lifting further. Through purposive sampling techniques acquired 23 research subject divided into three groups, passive recovery group accompanied by sphygmomanometer utilization (RPMS), active recovery group (RA), and passive recovery during 3 minutes (RP3) as control group. Research design was use One Pretest and Posttest Design, with single blind study. Research subject lifted dumbbell to exhaustion (endurance), after that, subjects did one of three form of recovery similar with their group, then lifting dumbbell for the second time after recovery until exhausted. This study showed that there is no difference between RA, RPMS and RP3. Specifically, if we looked at comparison between pre- and post- recovery, only RP3 had no experience significance reduction for endurance ability (0,186 0,05) compared with RPMS (0,000 0,01) dan RA (0,007 0,05). This result indicated application of RP3 resistant to fatigue if compared with RA and RPMS. It can conclude that there was no significance effect between active and passive recovery. Whilst, passive recovery has time to exhaustion benefits longer than active recovery.
Profil daya tahan jantung paru, fleksibiltas, kelincahan dan keseimbangan mahasiswa Ilmu Keolahragaan FIK UNY Krisnanda Dwi Apriyanto
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.972 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30884

Abstract

Setiap orang menginginkan status kebugaran jasmani yang baik. Untuk mendapatkan kebugaran jasmani yang baik, salah satu alternatif cara yang paling efektif dan aman adalah dengan olahraga atau latihan. Status kebugaran jasmani seseorang dapat dikategorikan baik atau tidak, maka perlu dilakukan suatu pengukuran. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan profil kebugaran jasmani mahasiswa IKOR A 2017 yang meliputi: daya tahan jantung paru, fleksibilitas, kelincahan dan keseimbangan. Subjek dalam studi ini adalah mahasiswa IKOR A angkatan tahun 2017 sejumlah 23 mahasiswa. Instrument yang digunakan dalam studi ini adalah multistage fitness test (MFT) untuk mengukur daya tahan jantung paru, sit and reach untuk mengukur fleksibilitas, Illinois agility run test untuk mengetahui kelincahan, dan standing stork untuk mengetahui keseimbangan. Hasil studi pada multistage fitness test menunjukkan 43,6% memiliki kategori kebugaran jantung paru yang kurang. Hanya satu mahasiswa (4,3%) yang indeks kebugaran jantung parunya dalam kategori sangat baik, Pada komponen fleksibilitas hasil menunjukkan bahwa 52,2% memiliki tingkat fleksibilitas yang sangat baik. Hasil pengukuran komponen kelincahan menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang meliliki tingkat kelincahan yang baik dan sangat baik. Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kelincahan yang sedang yaitu sebesar 87%, dan pada kategori keseimbangan didapatkan hasil 43,6% mahasiswa memiliki tingkat keseimbangan yang sangat baik. Hasil studi menunjukkan bahwa komponen kebugaran jasmani daya tahan jantung paru dan kelincahan pada mahasiswa IKOR 2017 masih perlu ditingkatkan. Cardiorespiratory endurance, flexibility, agility and balance profile of sport science student in Sport Science Faculty Universitas Negeri YogyakartaAbstractEvery person wants a good physical fitness status. To get good physical fitness, one of the most effective and safe alternatives is exercise. Physical fitness status can be categorized as good or poor if measurement is needed. This study aims to describe the physical fitness profile of sport science student class A 2017, which include: cardiorespiratory endurance, flexibility, agility and balance. The subjects in this study were sport science student class A 2017, who were 23 students. The instrument used in this study is a multistage fitness test (MFT) to measure cardiorespiratory endurance, sit and reach to measure flexibility, Illinois agility run test to determine agility, and standing stork to determine balance. The results of studies on the multistage fitness test showed 43.6% had a category of poor cardiorespiratory endurance fitness. Only one student (4.3%) had an excellent cardiorespiratory endurance fitness index. The flexibility component showed that 52.2% had a excellent level of flexibility. The results of the agility showed that there were no students who have good and excellent agility levels. Most students have a moderate level of agility that is equal to 87%, and in the balance category the results obtained are 43.6% students have a excellent level of balance. The study results showed that the physical fitness component of cardiorespiratory endurance and agility in sport science student class A 2017 needs to be improved.
Analisis perbedaan kemampuan bank shoot dari sisi kanan dan sisi kiri pada anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di Yogyakarta Kukuh Hardopo Putro
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.324 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30918

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di yogyakarta belum sempurna dalam melakukan bank shoot baik dalam posisi maupun gerakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaan kemampuan bank shoot dari sisi kanan dan dari sisi kiri pada anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini diambil secara random sampling, yang berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes bank  shoot  dari  AAHPER  dengan validitas 0,609 dan reliabilitas 0.757. Teknik pengumpulan data dengan metode tes dan pengukuran. Analisis  data dengan ujji prasyarat dan uji t. Hasil uji statistik diperoleh nilai uji-t bank shoot sisi kanan dan kiri memiliki nilai t hitung -1,417 dan nilai t tabel dengan df 14 pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,14. p = 0,178, karena p 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bank shoot dari sisi kanan dan kiri pada anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di Yogyakarta. Analysis of the difference in the capability of bank shoot from the right and left side of male basketball extracurricular members aged 11-14 years old in YogyakartaAbstractProblems that occur in this study are members of male basketball basketball extracurricular members aged 11-14 years in Yogyakarta not yet perfect in doing bank shoots both in position and movement. This study aims to determine the differences in the ability to shoot banks from the right side and from the left side on the extracurricular members of the basketball boy age 11-14 years in Yogyakarta. This research is a descriptive study with a survey method. The sample in this study was taken by random sampling, which amounted to 30 students. The research instrument used a bank shoot test from AAHPER with a validity of 0.609 and reliability of 0.757. Data collection techniques with test and measurement methods. Data analysis with prerequisite tests and t tests. Statistical test results obtained t-test value shoot banks right and left side has a t value of -1.417 and t table value with df 14 at a significance level of 5% of 2.14. p = 0.178, because p 0.05 there is no significant difference. So it can be concluded that there is no significant difference between the ability to shoot banks from the right and left sides of male basketball extracurricular members aged 11-14 years in Yogyakarta.
Profil kondisi fisik: kecepatan, daya tahan, kelincahan, dan daya ledak siswa sekolah sepakbola kelompok 15 tahun tingkat elit dan non-elit di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sulistiyono, Sulistiyono
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.104 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik khususnya komponen kecepatan, daya tahan, kelincahan, dan daya ledak siswa sekolah sepakbola (SSB)  kelompok umur 15 tahun  tingkat elit dan non-elit di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah survey dengan sampel masing-masing berjumlah 30 siswa pada kelompok elit dan non elit. Komponen kondisi fisik siswa SSB kelompok umur 15 tahun tingkat elit memiliki profil kecepatan rata-rata 6,91 detik, daya tahan rata-rata 3,99 menit, kelincahan rata-rata 18,33, dan daya ledak rata-rata 52,80 cm, sedangkan tingkat non-elit memiliki profil kecepatan rata-rata 8,28 detik, daya tahan rata-rata 5,22 menit, kelincahan rata-rata 19,46, dan daya ledak rata-rata 48 cm dengan alat ukur kecepatan tes lari 50 m, daya tahan tes lari 1000 m, kelicahan dengan shuttle run test, dan daya ledak otot tungkai dengan tes vertical jump.  Profile of physical condition: speed, endurance, agility, and explosive power of 15 years old football school students (SSB) of elite and non-elite level in Yogyakarta Special Region province Abstract This research intends to investigate the profile of the physical condition of speed, endurance, agility, and explosive power of 15 years old Football School (SSB) students of elite and non - elite level in Special Region of Yogyakarta Province.  The method used was by survey where each sample consisted of 30 students at the elite and non-elite group. The physical condition components of  15 year age SSB students of elite level has average speed 6.91 seconds measured by 50 m sprint, aerobic endurance average 48.7 cc / kg / minute, agility average 18.33 measured by shuttle run, and leg muscle explosive power average 52.80 cm, while the non-elite level has speed profile average 8.28 seconds, durability average 39.43, agility average 19,46, and explosive power average 48 cm with 50 m run speed measurement test, aerobic endurance, agility by shuttle run test, and leg muscle explosive power by vertical jump test.

Page 1 of 1 | Total Record : 8