cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. I, No . 2, Oktober 2005" : 7 Documents clear
OLAHRAGA, PENUAAN, DAN PENYAKIT PENYAKIT YANG MENYERTAINYA Panggung Sutapa
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2318.927 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4774

Abstract

Kecepatan penuaan pada seseorang bergantung padagenetik (keturunan), maupun faktor lingkungan dan gayahidup. Banyak upaya yang ditempuh untuk menghindaripenuaan secara dini karena dampak dari adanya penuaanmemunculkan perubahan-perubahan baik secara anatomismaupun fisiologis.Perubahan secara anatomis meliputi, perubahan padajantung, otak, paru-paru, ginjal, otot, dan tulang. Perubahanperubahananatomis berdampak pada perubahan secarafisiologis yang akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas,angka harapan hidup {life expectancy) menjadi lebih kecildan jangka lama hidup menjadi pendek [life span).Salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitasdan meningkatkan angka harapan hidup dapat ditempuhdengan melakukan olahraga dengan memperhatikan kaidahkaidahyaitu frekuensi, lama dan beban latihan sesuai umurdan kondisi.Kata kunci: olahraga, penuaan, penyakit.
PENGARUH KOMUNIKASI EFEKTIF DAN PELAYANAN PRIMA BAGI WANITA UNTUK MELAKUKAN LATIHAN BEBAN Eka Novita Indra
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3139.803 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4775

Abstract

Oleh: AbstrakKomunikasi adalah suatu kata yang mencakup segalabentuk interaksi dengan orang lain yang berupa percakapanbiasa, membujuk, mengajar, dan negosiasi. Komponen utamaproses komunikasi, yaitu: komunikator, pesan, dan komunikan,sedangkan secara umum bentuk komunikasi dibagi dalamdua bagian, yaitu: komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.Komunikasi efektif merupakan bagian dari pelayanan prima.Pelayanan prima merupakan terjemahan dari istilahexcellent service yang secara harafiah berarti pelayanan yangsangat baik, karena sesuai dengan standar pelayanan yang berlakuatau dimiliki oleh instansi yang memberikan pelayanan. Tujuanpelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang sesuaidengan harapan dan dapat memuaskan konsumen.Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseoranguntuk melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu, baik itu yangbersifat intrinsik maupun yang bersifat ekstrinsik. Pengaruhpelayanan prima dan komunikasi efektif cukup signifikan terhadappeningkatan motivasi ekstrinsik seorang khususnyawanita untuk bergabung dan mengikuti program latihan di klubkebugaran.Kata k u n c i : komunikasi, pelayanan prima, motivasi
DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK B. Suhartini
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.539 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4770

Abstract

Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendaliangerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf dan ototyang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembanganrefleksi dan kegiatan masa yang ada pada waktulahir. Kondisi ketidakberdayaan pada anak akan berubah secaracepat, selama empat tahun atau lima tahun pertama kehidupanpascalahir anak dapat mengendaUkan gerakan yang kasar.Gerakan-gerakan tersebut melibatkan bagian badan yang luas,seperti tengkurap, duduk, merangkak, berdiri merambat,berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Perkembanganmotorik kasar anak dapat diketahui melalui pemantauan yangcermat.Kemampuan motorik kasar akan berkembang denganbaik apabila ada perhatian orang tua dan latihan yang baik.Kebebasan bergerak yang diberikan pada anak pada masa pertumbuhanakan berpengaruh terhadap pertumbuhan danperkembangan anak selanjutnya. Secara umum perkembanganmotorik dibagi menjadi dua, yakni motorik kasar dan motorikhalus. Motorik Kasar merupakan aktivitas motorik yangmencakup keterampilan otot-otot besar, sedangkan
MODULASI RESPONS AKUT KADAR GULADARAH AKIBAT LATIHAN SENAMDIABETES INDONESIA - Siswantoyo
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2017.369 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4773

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengungkap keefektifanlatihan sesaat SDI (senam diabetes Indonesia) terhadap responsgula darah pada penderita diabetes melitus. Pesatnya perkembangandi sektor ekonomi dan pola hidup sehat yang kurang terkontrol dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakityang serius. Penyakit degeneratif yang menonjol saat i n i adalahpenyakit jantung, hipertensi, dan diabetes melitus. Untukpenyakit diabetes melitus yang ringan, ternyata masih dapatdikendalikan dengan program diet dan berolahraga, dan apabilakedua cara tersebut belum berhasil baru ditambah denganmenggunakan obat-obat ami diabetes.SDI ini dikembangkan oleh yayasan diabetes Indonesia.Untuk melihat keefektifan sebuah stressor perlu dilakukanberbagai penelitian. Respons akut kadar gula darah akibatlatihan sesaat SDI telah dilakukan oleh Fajar dan Siswantoyopada tahun 2004, sebagai penelitian tahap awal, dan telahdilaporkan hasil penelitian bahwa. Dilihat dari angka rata-rataterdapat penurunan gula darah akibat perlakuan SDI. StressorSDI mampu memberikan rangsangan penurunan gula darah(pre-post) rata-rata sebesar 15 mg/100 ml. Kadar gula darah
METODE PENGATURAN BERAT BADAN - Widiyanto
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4772

Abstract

Oleh:AbstrakTimbunan lemak dalam tubuh terjadi karena energi dariasupan gizi yang dikonsumsi setiap hari tidak seimbang dengankalori yang dikeluarkan untuk aktivitas fisik. Kelebihan kaloritersebut disimpan sebagai cadangan energi yang berupa lemak,yang akan disimpan sebagai jaringan adipose atau lemak subkutandisimpan di bawah kulit sehingga badan tampak gemukdan obesitas. Kegemukan atau obesitas, selain mengurangi rasapercaya diri berkaitan dengan penampilan fisik, diketahui meningkatkanrisiko berbagai penyakit degeneratif, sepertihipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular.Menurunkan berat badan secara berlebihan itu sangatlahtidak baik. Berkurangnya berat badan berefek pada penurunantekanan darah, kolesterol, trigliserida dan resistensi msulm atauketidakseimbangan untuk menggunakan gula darah. Ingatbahwa kebugaran dihitung per unit berat badan, jadi jika lemakmeningkat, kebugaran akan menurun. Gabungan antara latihanfisik (olahraga) dan diet seimbang disertai dengan kemauanyang kuat sebagai alternatif untuk menjawab masalahpengaturan berat badan.Kata k u n c i : lemak tubuh, kegemukan, obesitas, olahraga, diet.
PENGELOLAAN CEDERA SPRAIN TINGKAT II PADA PERGELANGAN KAKI Bambang Priyonoadi
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4776

Abstract

Pada waktu berolahraga, sering terjadi cedera pada daerah sendi pergelangan kaki. Sendi pergelangan kaki mudah sekali mengalami cedera karena kurang mampu melawan kekuatan medial, lateral, tekanan, dan rotasi.Cedera yang mengenai ligamen disebut sprain. Padasendi pergelangan kaki terdapat banyak ligamen, danligamentum tersebut bisa terkena sprain dengan berbagaitingkatan di antaranya tingkat I (terdapat sedikit hematomadalam ligamen dan hanya beberapa serabut yang putus), tingkatII (lebih banyak serabut otot dari ligamentum yang putus, tetapilebih separo serabut ligamentum masih utuh), tingkat III(seluruh ligamentum putus sehingga kedua ujungnya terpisah).Cedera sprain tingkat II pada ligamentum pergelangan kakikalau tidak segera dikelola dapat berakibat menuju cedera yanglebih berat atau ke tingkat III.Pengelolaan cedera sprain tingkat II pada pergelangankaki terdiri atas lima fase, yaitu fase I bertujuan untukmengontrol pengeluaran darah, pembengkakan, rasa sakit, dankejang. Diperkirakan lama waktu 2-3 hari; fase II pemeliharaanlanjutan, yaitu dengan semua perlakuan dan segera dilanjutkanbebas dari sakit pada waktu bergerak dan m e m u l i h k ankekuatan; fase IV bertujuan untuk memulihkan 90 % luas geraksendi (range of motion/ROM), power, daya tahan, kecepatan,dan kelincahan. Lama waktu yang dibutuhkan 1 minggu; danfase V bertujuan penderita bebas dari gejala dan mempunyaiR O M yang baik. Keberhasilan penyembuhan cedera bergantungpada tingkat kedisiplinan, ketekunan, dan kemauanuntuk menjalankan urutan perawatan. Kriteria dari sembuhtotal pada cedera sprain tingkat II pergelangan kaki adalahbebas dari kepincangan dalam gerak dan tidak ada pembengkakan,R O M pada pergelangan kaki berfungsi baik dankekuatan kembaU normal, penderita dapat berlari, melompatdan dapat membuat perbaikan gerak yang baik sepeni sebelumcedera.Kata k u n c i : sprain, pergelangan kaki.
LATIHAN BEBAN BAGI PENDERITAOSTEOPOROSIS - Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4771

Abstract

Osteoporosis ialah keadaan berkurangnya massa tulang,sehingga keropos dan mudah patah. Puncak massa tulang padausia 30 tahun, selanjutnya melewati umur tersebut terjadipenurunan. Faktor penyebab osteoporosis, meliputi: faktorsejarah keluarga, reproduktif, gaya hidup, pemakaian obat,kondisi medis, dan endogenik.Kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang perludipenuhi oleh penderita osteoporosis, agar massa tulangnya tidakberkurang. Manula dan wanita menopause membutuhkankalsium sampai 1.200-1.500 mg/hari. Osteoporosis mengakibatkanpatah tulang, yang pahng sering adalah pada punggung(vertebra spinalis, torakalis, lumbalis), paha (leher femur,trochanterica), dan lengan bawah (distal radius). Patah tulangdapat dicegah dengan melakukan latihan beban. Program latihanbeban yang baik harus dilakukan hati-hati, progresif, bersifatindividual, beban disesuaikan, berkelanjutan, menghindaribagian tubuh yang lemah, didampmgi instruktur, dan denganpetunjuk dokter. Latihan beban dapat dilakukan dengandumbbell, berat badan sendiri, legpress machine, dan pita elastis.Kata kunci: latihan beban, osteoporosis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7