cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2015)" : 16 Documents clear
POTENSI KERAWANAN GELOMBANG TSUNAMI DI PESISIR BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Setyadi, Rahadimas Giyan; S, Denny Nugroho; Diposaptono, Subandono
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.608 KB)

Abstract

Bantul merupakan salah satu daerah yang berada tepat di hamparan Samudera Hindia pada selatan Pulau Jawa dengan pergerakan lempeng yang cukup implusif sehingga sering terjadi gempa bahkan tidak menutup kemungkinan rawan terjadi gelombang tsunami. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan potensi kerawanan yang ditimbulkan gelombang tsunami di pesisir Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang diolah  menggunakan persamaan Green Law dan Global Mapper 13. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data slope (kelerengan pantai), data elevasi pantai, data koordinat penelitian, data bathimetri, data source (sumber gempa bumi), dan data pasang surut. Hasil dari parameter yang menjadi potensi kerawanan gelombang tsunami yaitu jarak dari garis pantai 2 km, jarak dari sungai 100 meter, potensi kerawanan tinggi, sedang, dan rendah dari parameter elevasi pantai sebesar (< 1 meter, 1 – 3 meter, dan > 3 meter), slope atau kelerengan pantai tertinggi dan terendah secara berturut – turut adalah (14, 91 % dan -0, 0006 %). Total luas daerah yang terimbas akibat kerawanan gelombang tsunami yaitu 156, 861 km2 atau 15. 686, 1 Ha. Dan total daerah yang memiliki potensi kerawanan gelombang tsunami sebanyak 10 daerah yang tersebar di pesisir Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
DISTRIBUSI SEDIMEN TERSUSPENSI BERDASARKAN ARUS PASANG SURUT DI MUARA SUNGAI KUTO, KABUPATEN KENDAL Simbolon, Maria Yosephine; Saputro, Siddhi; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.325 KB)

Abstract

Muara Sungai Kuto berpotensi mengalami pendangkalan yang disebabkanoleh pengendapan atau penumpukan sedimen suspensi maupun material sedimen lainnya yang terbawa air sungai dari hulu ke muara, serta yang berasal dari hasil abrasi pantai. Pendangkalan ini akan berdampak negatif terhadap kondisi perairan seperti terhambatnya aliran sungai ke laut. Potensi terjadinya pendangkalan dapat diketahui dengan menentukan besar konsentrasi sedimen tersuspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi dan sebaran sedimen tersuspensi berdasarkan arus pasang surut di Muara Sungai Kuto, Kabupaten Kendal.Data penelitian meliputi data utama dan data pendukung. Data utama antara lain percontoh air laut dan arus laut yang diambil di lokasi penelitian pada 8 November 2014. Data pendukung antara lain data peramalan pasang surut, Peta RBI, dan Peta LPI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan percontoh menggunakan metode purposive sampling. Analisis percontoh sedimen tersuspensi di laboratorium menggunakan metode Gravimetri. Peta sebaran sedimen tersuspensi diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi pada saat pasang di kedalaman 0.2d berkisar antara 14,1 mg/l – 17,9 mg/l, kedalaman 0.6d berkisar antara 13,9 mg/l – 19,7 mg/l, dan kedalaman 0.8d berkisar antara 14 mg/l – 21,6 mg/l, sedangkan pada saat surut di kedalaman 0.2d berkisar antara 14,1 mg/l – 30,7 mg/l, pada kedalaman 0.6d berkisar antara 15,7 mg/l – 33,7 mg/l, dan pada kedalaman 0.8d berkisar antara 16,3 mg/l – 46,8 mg/l. Kecepatan arus pada saat pasang berkisar 0.05 m/s – 0.07 m/s dengan arah barat menuju timur laut dan pada saat surut berkisar0.06 m/s – 0.11 m/s dengan arah timur laut menuju barat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi terbesar berada di daerah muara sungai dan mengecil menuju laut serta sebaran sedimen tersuspensi di lokasi penelitian dipengaruhi oleh arus pasang surut.
PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP SEBARAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MORODEMAK Suprapto, Senopati Satya; Atmodjo, Warsito; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.369 KB)

Abstract

Muatan Padatan Tersuspensi (MPT) merupakan salah satu variabel yang dipengaruhi oleh pasang surut dan arus yang ditimbulkannya sehingga berdampak pada Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak. Pelabuhan perikanan tersebut terletak di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah dengan letak geografis  110º32'40'' BT dan 6°49'30'' LS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan muatan padatan tersuspensi dan pola persebarannya di perairan Morodemak, sebagai akibat dari pasang surut dan arus yang ditimbulkannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kasus dan kuantitatif. Sejumlah 12 stasiun ditetapkan sebagai lokasi penelitian, pada koordinat 6º  82’ 32.77”  LS dan 110º 54’ 33.68” BT  hingga  6 º  80’ 97.10” LS dan  110º 54’ 42.66” BT. Pengambilan sampling air untuk analisis MPT sebagai data primer, dilakukan 2 kali pada saat pasang dan surut, yang dilanjutkan analisis di laboratorium. Pengamatan pasang surut dilakukan selama 15 hari. Data MPT dianalisis dengan model persebaran Surfer. Sedangkan pasang surut dan arus dianalisis dengan metode admiralty pada Ms.Excel dan ArcGIS serta SMS.Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi muatan padatan tersuspensi di Pelabuhan Perikanan Morodemak Pada saat pasang, kandungan MPT terbagi menjadi 3 kelompok besar,  yaitu kandungan tertinggi pada stasiun 1 dan 2 dengan nilai 355.60 mg/l dan 84.60 mg/l., kandungan  pada kisaran  menengah adalah 84.60 mg/l dan 143.60 mg/l., pada stasiun 3 dan 5. Terendah  adalah  stasiun 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11 serta 12 dengan konsentrasi nilai antara 9.40 mg/l sampai 64.20 mg/l. Pola persebaran MPT pada saat pasang di stasiun 1 dan 2 cenderung berbentuk lingkaran  dengan diameter kecil.,  stasiun 3 dan 5 berbentuk setengah lingkaran dan melingkupi stasiun 1 dan 2., serta stasiun 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11 serta 12 berbentuk setengah  lingkaran  penuh menutupi stasiun sebelumnya sebagai akibat perpaduan massa air pasang dan arus yang ditimbulkannya. Pada saat surut, kandungan MPT terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu kandungan tertinggi pada stasiun 3 dengan nilai 270 mg/l., kandungan pada kisaran menegah adalah 102.20 mg/l sampai 141 mg/l., pada stasiun 4, 5, 6 serta 7. Terendah adalah stasiun 1, 2, 8, 9, 10, 11 serta 12 dengan konsentrasi nilai antara 10.50 mg/l sampai 61.80 mg/l. konsentrasi MPT pada saat surut di stasiun 3 mempunyai persebaran membentuk melingkar dengan diameter yang lebih besar, yang dikuti dengan kelompok  stasiun 4, 5, 6 dan 7, serta kelompok stasiun 1, 2, 8, 9, 10, 11 serta 12 dalam bentuk setengah lingkaran kearah laut lepas.
STUDI SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN SEBELAH BARAT TELUK JAKARTA Millaty, Dian; Muslim, Muslim; Prihatiningsih, Wahyu Retno
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.129 KB)

Abstract

Perairan sebelah barat Teluk Jakarta merupakan perairan yang mempunyai aktivitas yang tinggi, adanya muara sungai cisadane serta letaknya yang berada di sebelah barat Teluk Jakarta memberikan masukan run off dari sungai dan daratan menuju perairan. Material-material yang berasal dari daratan tersebut sebagian tersuspensi di kolom air dan sebagian mengendap di dasar perairan. Material yang tersuspensi menghalangi masuknya cahaya matahari ke perairan sehingga mengganggu proses fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sebaran konsentrasi material padatan tersuspensi di perairan bagian barat Teluk Jakarta.Penelitian dilakukan pada tanggal 26 November 2014 di perairan bagian barat Teluk Jakarta. Pengambilan sampel air laut dilakukan pada 4 stasiun dengan beberapa variasi kedalaman guna mengetahui profil konsentrasi material padatan tersuspensi di air. Hasil penelitian menunjukkan nilai konsentrasi material padatan tersuspensi secara horizontal di kedalaman 0 m menunjukkan konsentrasi paling tinggi terdapat pada stasiun 1, hal ini disebabkan letak stasiun 1 yang paling dekat dengan muara sungai dibandingkan stasiun lainnya. Pengaruh arus permukaan dalam sebaran MPT secara horizontal tidak terlalu berpengaruh akibat kecepatan arus yang cenderung lemah, namun sebarannya cenderung lebih dipengaruhi oleh letak muara sungai. Konsentrasi secara vertikal menunjukkan terjadinya kenaikan material padatan tersuspensi dengan bertambahnya kedalaman pada semua stasiun kecuali stasiun 2. Perbedaan ini akibat adanya pengaruh kedalaman perairan stasiun 2 yang paling dalam dibandingkan stasiun lain, sehingga diduga resuspensi sedimen dasar tidak terlalu tinggi.
ANALISA SPASIAL KERAWANAN BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN KULON PROGODAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Tarigan, Togi Persada; Subardjo, Petrus; Nugroho, Denny
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.839 KB)

Abstract

Salah satu ancaman bencana yang ada di Indonesia adalah bahaya geologis berupa gempa bumi dan tsunami. Tsunami merupakan bencana alam yang belum dapat diperediksi kapan dan dimana terjadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan daerah yang  rawan bencana tsunami wilayah Pesisir Kabupaten Kulon Progo.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode kuantitatif dimana pengambilan lokasi titik penelitian dilakukan secara random  dan analisa data yang dilakukan bertujuan untuk menguji hipotesis yang sudah  ada. Pengolahan data dilakukan dengan analisis daerah rawan tsunami berdasarkan  parameter  yang  mempengaruhi, dan penentuan daerah rawan tsunami. Proses pemodelan melalui proses pembobotan dan skoring parameter yang berpengaruh kemudian ditumpang susunkan untuk mendapatkan peta kerawanan bencana tsunami. Melalui analisis dan pemodelan  SIG, dapat diketahui wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo dalam  kelas kerawanan  tsunami dan dapat diketahui nilai luas dan  persentase luas dalam tingkat kerawanan  tsunami dimana kelas sangat rawan 475, 30 Ha (4,21%), kelas rawan 3621, 98 (32,10%), kelas agak rawan 2441, 24 Ha ( 21,63%), kelas aman 3316, 03 Ha (29,38%), dan kelas sangat aman 1430, 85 (12,68%).
STUDI SEBARAN KONSENTRASI MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Ratnasari, Rinda Nita; Helmi, Muhammad; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.119 KB)

Abstract

Nilai konsentrasi padatan tersuspensi total yang tinggi dapat menurunkan aktivitas fotosintesa tumbuhan laut baik yang mikro maupun makro sehingga oksigen yang dilepaskan tumbuhan air menjadi berkurang. Dengan data citra satelit Landsat-8 diketahui informasi tentang konsentrasi material padatan tersuspensi dan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengamatan dan pengambilan data secara langsung di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi material padatan tersuspensi serta pola sebarannya yang didasarkan pada analisa respon spektral citra satelit Landsat-8. Berdasarkan sifatnya metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan metode pengolahan data menggunakan metode penginderaan jauh yang terbagi atas metode interpretasi citra satelit dan metode pengolahan citra digital. Metode pengolahan citra digital meliputi metode penyesuaian histogram untuk koreksi radiometrik, cropping untuk pemotongan citra Landsat-8, masking untuk pemisahan daratan, serta pemasukan algoritma untuk mengetahui nilai material padatan tersuspensi. Hasil analisa konsentrasi sebaran MPT di perairan Teluk Balikpapan memiliki kisaran antara 0-40 mg/l dengan 4 kelas. Perbandingan luasan terbesar yang didapat oleh citra satelit pada tanggal 5 Oktober 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 59,87 % daerah perairan, 21 Oktober 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 36,90 % daerah perairan, 6 November 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 42,66 % daerah perairan dan koefisien regresi linier sebesar 98 %.
VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A KAITANNYA DENGAN EL NINO SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) DAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) PADA PERIODE UPWELLING 2010-2014 DI LAUTAN HINDIA (PERAIRAN CILACAP) Natalia, Elia Hottua; Kunarso, Kunarso; Rifai, Aziz
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2318.882 KB)

Abstract

Perairan Cilacap merupakan salah satu perairan selatan Jawa yang memiliki variabilitas suhu permukaan laut (SPL) dan kesuburan perairan (konsentrasi klorofil-a) karena adanya pengaruh variabilitas iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji variabilitas SPL dan klorofil-a pada variasi tahunan (pengaruh angin monsun) dan antar tahunan (pengaruh ENSO dan IOD) di Perairan Cilacap. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data arus laut insitu, data SPL insitu, data SPL dan klorofil-a citra MODIS level 3, data angin dan arus BMKG Cilacap, data sea surface temperature (SST) di NINO3,4 dan data dipole mode index (DMI). Variabilitas nilai SPL dan klorofil-a secara tahunan menunjukkan bahwa pada bulan September selama tahun 2010-2014 didapatkan rerata SPL terendah yaitu sebesar 26,35 0C dan rerata konsentrasi klorofil-a tertinggi yaitu sebesar 1,16 mg/m3. Variabilitas nilai SPL dan klorofil-a antar tahunan menunjukkan rerata SPL terendah pada tahun 2011 yaitu sebesar 26,35 0C, sedangkan klorofil-a terdistribusi secara spasial mencapai titik koordinat 80 15’ 0” LS (62 km dari garis pantai). Kondisi ini bertepatan dengan terjadinya La Nina sedang dan IOD positif (+) dengan durasi selama 5 bulan. Pada tahun 2012 didapatkan rerata konsentrasi klorofil-a tertinggi yaitu sebesar 0,974 mg/m3 namun hanya terdistribusi secara spasial pada titik koordinat 80 12’ 9,3” LS (57 km dari garis pantai). Kondisi ini bertepatan dengan terjadinya fenomena El Nino lemah dan IOD(+) dengan durasi selama 3 bulan.
PEMETAAN BATIMETRI UNTUK MENDUKUNG ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN Kusumawati, Elok Dyah; Handoyo, Gentur; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.225 KB)

Abstract

Banjarmasin merupakan ibukota dari Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu gerbang dalam perekonomian di Indonesia. Khususnya Sungai Barito sebagai tempat untuk proses ekspor berbagai macam sumber daya alam seperti batu bara dan kayu. Kondisi perairan Banjarmasin yang ramai, memerlukan data kedalaman perairan sebagai referensi alur pelayaran sepanjang Sungai Barito agar sesuai dengan keselamatan alur pelayaran. Data kedalaman di dapatkan melalui penelitian batimetri dan pasang surut. Analisis batimetri dan pasang surut merupakan parameter penting dalam pembuatan peta batimetri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi batimetri di Perairan Banjarmasin yang digunakan sebagai referensi pertimbangan alur pelayaran. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-21 April 2015 di Perairan Banjarmasin. Kegiatan pemeruman dengan singlebeam echosounder dilaksanakan di dua lokasi yaitu Perairan Banjarmasin dan muara Sungai Barito serta dilakukan pengukuran pasang surut di Rumah Pandu, Tabanio. Materi yang dijadikan objek studi dalam penelitian ini meliputi batimetri dan pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak HYDROpro, Terramodel, dan AutoCAd. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0 - 21.03 m. Peta batimetri memperlihatkan jarak kontur yang rapat pada sisi pada daerah muara menuju Sungai Barito sedangkan pada daerah timur dan barat memiliki kedalaman dibawah 2 m. Kelerengan dasar laut menunjukkan bahwa morfologi perairan Banjarmasin termasuk dalam kategori datar dengan nilai 0,12% - 0,89%. Tipe pasang surut di perairan ini adalah condong harian tunggal dengan nilai Formzahl 2.304. Alur pelayaran untuk melewati gerbang masuk Sungai Barito disarankan sesuai dengan mengikuti rambu yang terdapat pada pelampung suar.
KAJIAN SEBARAN TEKSTUR SEDIMEN DI PERAIRAN PULAU BELITUNG Irawati, Nia; Marwoto, Jarot; Suseno, Heny
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.965 KB)

Abstract

Kawasan pesisir Belitung merupakan bagian dari Dangkalan Sunda (Sunda Shelf) dengan kedalaman laut tidak lebih dari 30 meter yang umumnya bersifat perairan terbuka sehingga memungkinkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Erosi merupakan proses pengikisan sedimen oleh arus laut yang terjadi secara alami maupun karena adanya aktivitas manusia sedangkan sedimentasi merupakan proses transportasi dan pengendapan sedimen, termasuk dalam hal ini semua sumber energi yang mampu mentranspor dan mengendapkan seperti angin, air dan gravitasi. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada tanggal 24-26 Februari 2015 di perairan Pulau Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tekstur sedimen di Perairan Belitung serta pola transport sedimennya. Data primer yaitu sampel sedimen dasar dan data arus permukaan sedangkan data sekunder meliputi peta Batimetri Perairan Belitung 2013. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling. Metode analisa tekstur sedimen menggunakan metode Eleftheriou dan McIntyre dan granulometri (pengayakan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tekstur sedimen di perairan Pulau Belitung didominasi oleh pasir halus (62,5-250 μm) hampir di seluruh staiun sampel kecuali pada stasiun 4 dengan jenis tekstur sedimen lanau. Hal ini dimungkinkan karena lokasi pengambilan sampel merupakan daerah dekat pantai sehingga didominasi sedimen jenis pasir halus. Dominasi pasir halus ini juga dimungkinkan karena adanya pengendapan yang dipengaruhi arus Perairan Belitung. Pada saat pengambilan sampel arus bergerak dari arah barat laut menuju tenggara dengan kecepatan (0,0-0,237 m/s) sehingga menyebabkan pola transport sedimen yang sejajar garis pantai, dimana arus sejajar pantai ini ketika mendekati tepi pantai akan mampu mengangkut dan mengendapkan butiran sedimen yang lebih kasar (pasir halus) sedangkan semakin kearah laut pergerakan arus semakin tenang sehingga arus tidak mampu mengangkut butiran sedimen sehingga mengendapkan butiran sedimen halus (lanau).
STUDI RIP CURRENT DI PANTAI SELATAN YOGYAKARTA Pangururan, Ishak Putra; Rochaddi, Baskoro; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.947 KB)

Abstract

Berdasarkan data Statistik Kepariwisataan 2013 dari Dinas Pariwisata D.I Yogyakarta terdapat sepuluh pantai yang menjadi tujuan utama wisata sepanjang tahun 2012. Tujuan wisata pantainya yaitu Pantai Trisik, Pantai Samas, Pantai Depok, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Pulangsawal (Indrayanti), Pantai siung, dan Pantai Wediombo. Rip current adalah arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut yang dapat terjadi setiap hari dengan kondisi bervariasi mulai dari yang kecil, pelan dan tidak berbahaya, sampai arus yang dapat menyeret orang ke tengah laut dan dibangun oleh hubungan antara gelombang yang datang menuju pantai dan kondisi morfologi pantai. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi kemunculan rip current di pantai selatan Yogyakarta, serta korelasi antara tipe gelombang pecah dan morfologi pantai yang mencetuskan terjadinya rip current. Materi yang dijadikan objek studi pada penelitian ini adalah rip current, tipe gelombang pecah dan morfologi pantai. Hasil dari penelitian ini menunjukan lokasi kemunculan rip current terdapat pada setiap pantai pasir di Yogyakarta. Pada pantai pasir yang berbentuk teluk lokasi kemunculan rip current terdapat pada kedua ujung teluk, sedangkan pada pantai pasir yang berbentuk lurus (straight) kemunculan rip current berasosiasi dengan beach cups. Terdapat dua jenis pantai diselatan Yogyakarta yaitu pantai tebing berbatu dan pantai pasir dengan kategori kemiringan landai sampai curam. Kecepatan rip current yang diukur di sepuluh titik pengukuran berkisar diantara 0,08 m/s sampai dengan 1 m/s. Korelasi antara kecepatan rip current dan kemiringan pantai berbanding lurus dengan hubungan yang sangat erat. Tipe gelombang pecah yang terdapat pada semua pantai pasir dari bulan Januari sampai bulan Oktober adalah tipe plunging.

Page 1 of 2 | Total Record : 16