cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI PEMETAAN BATIMETRI DAN ANALISIS KOMPONEN PASANG SURUT UNTUK PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN PULAU GENTING, KARIMUNJAWA Agusto, Dani; Nugroho, Denny; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.689 KB)

Abstract

Pulau Genting merupakan pulau kecil di sebelah utara Kabupaten Jepara dan timur Pulau Karimunjawa. Mayoritas mata pencaharian penduduk setempat adalah nelayan yang biasa melakukan pelayaran di daerah perairan tersebut. Dalam melakukan pelayaran, penentuan alur pelayaran menjadi hal yang sangat penting, sebagai acuan dalam keselamatan pelayaran. Pemetaan batimetri dan analisis pasang surut merupakan parameter penting dalam proses penentuan alur pelayaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi kondisi batimetri Perairan Pulau Genting dan menganalisis komponen pasang surut di perairan tersebut. Informasi tersebut akan digunakan sebagai penentuan alur pelayaran yang aman dan dapat digunakan sebagai acuan dalam alur masuk dan keluar dermaga Pulau Genting maupun keselamatan pelayaran di Perairan Pulau Genting.Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 1 sampai 30 April 2014, dengan waktu pemeruman antara tanggal 1 sampai 3 April 2014 di Perairan Pulau Genting, Karimunjawa. Metode yang digunakan dalah metode kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan Perairan Pulau Genting memiliki kedalaman perairan antara -0,5 sampai - 60 m. Perairan Pulau Genting memiliki tipe pasang surut condong harian tunggal (F=2,45), dimana nilai MSL 71,4 cm, HHWL 129,1 cm, LLWL 13,8 cm, MLWL 38,8 cm, dan MHWL 67 cm. Nilai kedalaman untuk alur dihitung dengan menggunakan LLWL sebagai titik acuan,dengan kedalaman perairan aman di depan dermaga yang dibutuhkan adalah 1,5 m untuk melayani draft kapal perikanan terbesar, dan harus memutar melewati Pulau Sambangan dan Pulau Seruni dan melalui daerah timur Pulau Genting untuk memasuki dermaga Pulau Genting.Kedalaman dangkal pada daerah sekitar pantai disebabkan adanya gugusan/benting karang di sekitar pulau tersebut.
PEMETAAN BATIMETRI DI PERAIRAN JUNTINYUAT, KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Wibawa, Davis Pramayuda; Subardjo, Petrus; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.708 KB)

Abstract

Kabupaten Indramayu memiliki luas wilayah 2.099,42 km2 yang terdiri dari 31 kecamatan dimana 11 diantaranya mempunyai wilayah pesisir,  salah satunya adalah Kecamatan Juntinyuat dengan panjang  garis pantai  mencapai 7,3 km.  Pesisir Juntinyuat merupakan wilayah yang intensif bagi masyarakat. Selain menjadi tujuan wisata pantai,  daerah pesisir difungsikan menjadi  pemukiman, pertanian, pertambakan, Industri dan aktivitas nelayan. Intensitas penggunaan wilayah pesisir yang tinggi ditambah banyaknya jumlah TPI yang mudah dijangkau menjadikan Perairan Juntinyuat sangat aktif. Oleh karena itu, untuk menunjang kegiatan masyarakat pesisir, maka diperlukan peta batimetri guna mengetahui kondisi morfologi di perairan tersebut.Memetakan batimetri di Perairan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat merupakan tujuan penelitian.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19-21 Oktober 2015 di Perairan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data pemeruman, data pasang surut, dan Peta Laut Pantai Utara (Tanjungpriok hingga Cirebon) Dishidros Edisi 2003.  Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.Hasil penelitan memperlihatkan kontur kedalaman cenderung sejajar garis pantai dan semakin merenggang ke arah laut. Hal ini menunjukan bahwa kondisi batimetri di Perairan Juntinyuat memiliki kemiringan yang landai. Nilai slope rata-rata tahun 2015 antara 0,26% - 0,99% dan 0,16% - 0,48% tahun 2003. Peta batimetri hasil pengukuran lapangan tahun 2015 dengan peta batimetri hasil digitasi Peta Laut tahun 2003 menunjukan perubahan kontur kedalaman. Perubahan signifikan terjadi pada kontur 5 m mencapai 1,2 km mendekati garis pantai dan 0,39 km menjauhi  garis pantai.
Analisis Logam Berat Timbal pada Sedimen Dasar Perairan Muara Sungai Sayung, Kabupaten Demak Amalia, Rizky; Widada, Sugeng; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.451 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal yang terkandung dalam sedimen dasar perairan muara Sungai Sayung. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 4 Mei 2013. Materi yang digunakan berupa sampel sedimen dasar dan didukung data pengukuran lapangan arus laut dan pH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dan deskriptif analitik. Analisa ukuran butir sedimen dasar dilakukan di Laboratorium Geologi Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Analisa sampel sedimen dasar untuk mengetahui konsentrasi logam berat timbal dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi timbal tertinggi terdapat pada sedimen di wilayah mangrove dengan nilai 24,21 mg/kg, sedangkan untuk hasil analisa ukuran butir, jenis sedimen pada perairan muara Sungai Sayung adalah pasir, pasir lanauan, lanau pasiran dan lanau. Berdasarkan hasil yang didapat, diduga bahwa sisa-sisa organisme yang mengendap di kawasan mangrove telah mengandung timbal. Berdasarkan Dutch Quality Standars for Metal in Sediment diketahui bahwa kandungan timbal pada sedimen dasar Perairan Muara Sungai Sayung masih dibawah level target.   
SEBARAN HORIZONTAL KANDUNGAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN TELUK UJUNGBATU JEPARA Tarigan, Ardy Carova; Kunarso, Kunarso; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Ujungbatu merupakan perairan yang disekitarnya terdapat pemukiman, pertambakan, industri wisata, aktifitas nelayan serta muara dari dua sungai, yaitu Sungai Wiso dan Sungai Sampok. Kondisi tersebut memberikan dampak terhadap kesuburan perairan di Perairan Teluk Ujungbatu. Kesuburan perairan yang berubah akan berpengaruh terhadap kandungan klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sebaran klorofil-a secara horizontal pada saat pasang menuju surut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2014  di Perairan Teluk Ujung Batu, Jepara menggunakan metode deskriptif. Penentuan lokasi stasiun pengambilan sample menggunakan metode purposive yang terdiri dari 12 stasiun. Data yang diamati adalah kandungan klorofil-a, suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH. Permodelan arus laut menggunakan software SMS 8.1. Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.0 untuk menganalisis model persebaran. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan  kandungan klorofil-a di Perairan Teluk Ujungbatu, Jepara sebesar 0,33284l-3,18176 mg/m3 dengan reratanya 1,057 mg/m3. Nilai kandungan klorofil-a relatif lebih tinggi pada stasiun yang berada dekat dengan muara sungai dan semakin kecil pada stasiun yang berada jauh dari muara sungai. Arah persebaran kandungan klorofil-a dominan ke arah barat daya, yang dipengaruhi oleh variabel hidrodinamika yaitu arus pasang surut, dengan kecepatan arus berkisar antara 0,0103 – 0,0973 m/detik.
LAJU SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI TAYU KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Hariadi, Ardian; Satriadi, Alfi; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.584 KB)

Abstract

Sungai Tayu berada di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Sungai Tayu merupakan sungai terbesar yang melintasi Kecamatan Tayu. Setiap tahunnya daerah sekitar muara terjadi banjir akibat meluapnya Sungai Tayu. Sedimentasi yang terus menerus di daerah muara sungai dapat menyebabkan pendangkalan serta penutupan di mulut sungai. Sedimentasi yang semakin tinggi juga berpotensi mengurangi kapasitas tampung sungai. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi di muara Sungai Tayu, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui nilai laju sedimentasi dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2-17 Januari 2016. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi sampel sedimen dan data debit sungai. Sedangkan untuk data sekunder meliputi data pasang surut dan peta Rupa Bumi Indonesia Lembar Tayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode penentuan lokasi pengambilan data debit sungai dan sampel sedimen menggunakan metode purposive sampling. Sediment trap diletakan di 7 titik lokasi. Pengukuran arus sungai menggunakan bola duga. Pengolahan data yakni pasang surut dengan metode Admiralty, analisis laju sedimentasi dan penamaan sedimen dengan metode Buchanan dan Holme Mc Intyre. Berdasarkan hasil penelitian di muara Sungai Tayu diketahui nilai rata-rata laju sedimentasi di setiap stasiun berkisar 199,959 gr/m2/hari sampai 446,932 gr/m2/hari dengan nilai debit sungai berkisar 4,33 m3/detik sampai 7,69 m3/detik.  Pasang surut di perairan muara Sungai Tayu mempunyai nilai Formzahl sebesar 2,78 yang merupakan tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal.
Kajian Pola Sebaran Sedimen di Perairan Pantai Sigandu Batang Sartika, Rifda Ayu; Widada, Sugeng; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPantai Sigandu di Kabupaten Batang tengah dibenahi untuk dikembangkan sebagai daerah wisata. Proses abrasi dan sedimentasi di pantai tersebut dan ditambah dengan suplai sedimen dari Kali Sambong yang bermuara di perairan pantai ini telah mengakibatkan bentuk pantai yang berubah – ubah. Perubahan bentuk pantai ini diikuti dengan pola sebaran sedimen dasar yang selanjutnya berakibat pada perubahan keceraahan air laut. Parameter hidrooseanografi yang berpengaruh secara langsung terhadap proses-proses sebaran sedimen yang terjadi di laut adalah arus, gelombang dan pasang surut. Parameter-parameter ini akan berpengaruh terhadap pergerakan sedimen di laut, sehingga perlu dikaji hubungan antara keadaan hidrooseanografi dan sebaran sedimen di Pantai Sigandu agar pola sebaran sedimen dapat diketahui dan dianalisa secara tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang pola sebaran sedimen dasar serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh arus terhadap pola sebaran sedimen dasar tersebut. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengukuran lapangan dan proses pemodelan hidrodinamika 2D. Pengukuran lapangan yang meliputi pengukuran dan pengambilan data pasang surut, data sampel air, dan data arus dilakukan pada tanggal 4 Mei - 7 Mei 2012, dilanjutkan proses pemodelan dilaksanakan di Laboratorium Komputasi Jurusan Ilmu Kelautan pada Mei – Juni 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan analisa sebaran sedimen selama penelitian diketahui jenis sedimen di Perairan Pantai Sigandu Batang didominasi oleh sedimen pasir dan pasir lanauan dengan pola sebaran sedimennya sejajar garis pantai, dimana sedimen jenis pasir berada pada perairan yang dangkal sedangkan sedimen jenis lanau dan lempung berada pada perairan yang dalam. Hal ini terjadi karena pengaruh arus laut yang didominasi oleh pasang surut
EVALUASI KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK PEMAFAATAN WISATA SNORKELING DAN SELAM DI PULAU PASUMPAHAN SUMATERA BARAT Panra, Ilham; D.S, Agus Anugroho; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekayaan sumberdaya laut dapat dimanfaatkan sebagai wahana wisata bahari di Pulau Pasumpahan. Pulau ini menyimpan potensi wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan harus dikelola dengan konsep keberlanjutan dan ramah lingkungan, maka perlu adanya data pendukung berupa penilaian kesesuaian wisata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian wisata snorkeling dan selam sebagai salah satu upaya pengembangan wisata di Pulau Pasumpahan, Sumatera Barat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pengunjung serta masyarakat yang berkecimpung di bidang wisata bahari terutama snorkeling dan selam sehingga diharapkan terciptanya pengelolaan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, pengolahan citra satelit dan pengukuran data lapangan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini data primer terdiri dari kecerahan perairan, tutupan terumbu karang, bentuk pertumbuhan karang, kecepatan arus, kedalaman terumbu karang dan lebar hamparan datar karang. Data sekunder berupa, citra satelit Landsat 8 dan Peta Bathimetri. Pemodelan arus menggunakan model 2D dan analisis spasial. Berdasarkan hasil penelitian maka Pulau Pasumpahan memiliki kategori kesesuaian untuk wisata snorkeling sebagai berikut, Cukup Sesuai (S2) 44.000 m2 dengan persentase luas 6,68%, untuk kategori Sesuai Bersyarat (S3) 25.122 m2 dengan persentase luas 3,81% dan kategori Tidak Sesuai (N) 589.787 m2 dengan persentase 89,51%. Kategori kesesuaian wisata selam sebagai berikut, Cukup Sesuai (S2) dengan luas daerah 52.656 m2 persentase luas 7,99%, kategori Sesuai Bersyarat (S3) dengan luas daerah 24.956 m2 persentase luas 3,79% dan kategori Tidak Sesuai (N) dengan luas 581.27 m2 dengan persentase 88,22%.
SEBARAN SILIKAT SECARA HORIZONTAL OLEH ARUS DAN PASANG SURUT DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG Nurul Fatimah Yunita; Muslim Muslim; Lilik Maslukhah
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sebaran konsentrasi silikat secara horizontal terhadap pengaruh arus dan pasang surut sebagai faktor hidrooseanografi yang sangat berpengaruh terhadap proses oseanografi yang terjadi di perairan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus 2011 di Perairan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Hasil pengamatan arus yang diperoleh dari  BMKG Semarang berkisar antara 5-25 cm/detik dengan dominan arah arus bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Tipe pasang surut yang dianalisis dengan metode admiralti diperoleh tipe pasang surut harian tunggal. Konsentrasi silikat yang diperoleh pada kondisi pasang berkisar antara 0,16 mg/L-0,515 mg/L dengan rata-rata 1,675 mg/L dan pada saat surut 0,26 mg/L-0,84 mg/L dengan rata-rata 2,81 mg/L. Perbedaan konsentrasi silikat pada kedua kondisi tersebut menunjukan adanya pengaruh pasang surut terhadap konsentrasi silikat. Sebaran silikat secara horizontal di lapisan permukaan memperlihatkan bahwa konsentrasi silikat yang lebih tinggi di peroleh pada daerah yang dekat dengan muara sungai sedangkan nilai konsentrasi silikat yang rendah diperoleh pada daerah yang jauh dari muara sungai. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh daratan lebih dominan terhadap konsentrasi silikat yang ada di dekat pantai.
ANALISA SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TOLITOLI SULAWESI TENGAH Trianne, Sarah; Satriadi, Alfi; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.164 KB)

Abstract

Perairan Tolitoli adalah salah satu perairan  yang berfungsi sebagai jalur lintas kapal  yang sering dilalui para pelaut baik itu kapal besar maupun kapal yang kecil. Aktifitas pelabuhan di perairan ini cukup tinggi sehingga  menyebabkan terjadinya sedimentasi disekitar perairan tersebut. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui sebaran sedimen dasar berdasarkan ukuran butir serta mengetahui faktor arus terhadap sebaran sedimen dasar . Penelitian ini di lakukan pada tanggal 5-8 Oktober 2016. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu sampel sedimen dasar dan data arus serta data sekunder meliputi peta batimetri Tolitoli PUSHIDROS TNI AL Publikasi 2004 dan data pasut PUSHIDROSAL TNI AL wilayah Tolitoli bulan oktober 2016 . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penentuan lokasi sampling yang digunakan adalah  purposive sampling method. Sampel sedimen dasar diambil menggunakan grab sampler dan pengambilan data arus menggunakan metode Euler dengan Current Meter Valeport 106. Metode analisa data menggunakan software ArcGIS 10.0. dan Mike 21. Sebaran sedimen dasar pada lokasi penelitian terdiri terdiri dari pasir,pasirlanauan,pasirlempungan dan lanau. Kecepatan arus pada lokasi penelitian 0,543 m/dtk. Sedangkan untuk kecepatan minimum sebesar 0,0013 serta arah arus cenderung menuju  ke arah utara dan tenggara. Pola arus serta angin merupakan salah satu penyebab karakteristik sedimen berbeda yang disusun oleh berbagai jenis sedimen seperti pasir,pasirlanauan,pasir lempungan dan lanau. 
Pengaruh Pasang Surut Terhadap Sebaran Genangan Banjir Rob di Kecamatan Semarang Utara Rachman, Rifki Kurnia; Ismunarti, Dwi Haryo; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1735.778 KB)

Abstract

Kota Semarang yang memiliki wilayah pesisir di bagian utara jelas sangat terkena dampak kenaikan muka laut. Dampak utama yang diakibatkan oleh kenaikan permukaan air laut adalah terjadinya banjir pasang. Kecamatan Semarang Utara merupakan salah satu tempat di Kota Semarang yang sering dilanda oleh banjir rob. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh pasang surut terhadap luas sebaran genangan rob yang terbentuk di Kecamatan Semarang Utara. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama pada tanggal 13 Maret sampai 27 Maret 2014 dan tahap kedua pada tanggal 15 Juli 2014. Materi dalam penelitian ini terdiri dari data primer berupa data tinggi genangan banjir rob dan pasang surut selama 15 hari, sedangkan data sekunder berupa data pasang surut tahun 2013 dan data titik tinggi. Metode analisis yang digunakan adalah metode Admiralty, sedangkan peramalan pasang surut dilakukan menggunakan software Mike 21. Simulasi model genangan rob dibuat berdasarkan nilai HHWL tahunan yang dikoreksi dengan MSL tahunan. Berdasarkan metode Admiralty, menunjukkan bahwa tipe pasang surut di perairan Semarang adalah campuran condong ke harian ganda. Nilai muka air laut rata-rata (MSL) 59,9261 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 117,381 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) 2,471 cm. Uji keseuaian model peramalan pasang surut didapatkan nilai Mean Relative Error (MRE) sebesar 13,076 %. Berdasarkan hasil simulasi model genangan rob, luas genangan banjir rob di Kecamatan Semarang Utara yang terjadi pada tahun 2014 mencapai 823,545 ha atau 70,991% dari luas wilayah Kecamatan Semarang Utara.