cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
ANALISA PENGARUH PARAMETER OSEANOGRAFI TERHADAP SEBARAN GUMUK PASIR DI PANTAI PARANGTRITIS TAHUN 2005-2009 Sihotang, Willy Martahi; Subardjo, Petrus; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.346 KB)

Abstract

ABSTRAKGumuk pasir yang terbentuk di daerah parangtritis mengalami perubahan sesuai dengan arah hembusan angin. Gumuk pasir yang terbentuk di daratan mengalami persebaran. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan guna memonitoring perubahan gumuk pasir. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi yaitu angin, gelombang dan arus terhadap sebaran gumuk pasir. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwakecepatan rata-rata angin pada tahun 2005-2009 di Pantai Parangtritis adalah 3,75 knot dengan arah angin dominan dari arah Tenggara.Tinggi gelombang maksimum rata-rata  tahun 2005 sampai 2009 di Pantai Parangtritis sebesar 4,524 meter dan arah gelombang dominan datang dari arah Tenggara.Arah arus pada Pantai Parangtritis dominan menuju arah Barat Laut dan memiliki kecepatan rata-rata 0.71683 m/s.Hal ini menunjukkan adanya pengaruh parameter oseanografi terhadap sebaran gumuk pasir yang dominan bergerak ke arah Barat Laut.
STUDI SEBARAN SEDIMEN DASAR DI SEKITAR MUARA SUNGAI PEKALOGAN, KOTA PEKALONGAN Ikhwan, Rifyanul; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.492 KB)

Abstract

Perairan pantai di sekitar muara sungai Pekalongan, Kota Pekalongan memilki tingkat sedimentasi yang sangat tinggi yang disebabkan existing jetty di muara Sungai Pekalongan yang dapat menghambat pergerakan transpor sedimen. Tujuan di lakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis sedimen dasar, pola sebaran sedimen dasar, kecepatan arus dan arah dominan arus di sekitar muara Sungai Pekalongan. Penelitian ini di lakukan pada tanggal 17-18 Oktober 2014. Data primer yaitu sampel sedimen dasar, dan data arus serta data sekunder meliputi peta LPI Pekalongan Tahun 2008, data pasang surut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat eksploratif, penentuan lokasi sampling yang digunakan adalah  purposive sampling method. Sampel sedimen dasar diambil menggunakan grab sampler dan pengambilan data arus menggunakan metode Euler dengan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). Metode analisa data menggunakan software ArcGIS 10.1, SMS (Surface Water Modeling Sistem) 10.1, World Current 1.03 dan mike 21. Sebaran sedimen dasar pada lokasi penelitian terdiri terdiri dari pasir dan lanau. Kecepatan arus pada lokasi penelitian bervariasi dengan kecepatan arus minimum 0,001-0,004 m/s, dan kecepatan arus maksimum 0,1322-0,2 m/s. Pada kedalaman 0,2d arah arus dominan bergerak ke arah Barat Laut. Pada kedalaman 0,6d dan 0,8d arah arus lebih didominasi ke arah Timur. Karateristik arus Perairan Kota Pekalongan di dominasi arus pasut sebesar 57,49 % dan arus non pasut 42,51 %. Pola arus ini menyebabkan karakteristik sedimen yang ada pada daerah penelitian berbeda seperti pasir, pasir lanauan, lanau, pasir-lanau-lempung, lanau lempungan, dan lempung lanauan.
STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DI PERAIRAN SRENGSEM LAMPUNG Pasaribu, Yeni Martina Navratilova; Satriadi, Alfi; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mempelajari arus dan sebaran sedimen (tersuspensi dan sedimen dasar) sangatlah penting, yaitu untuk mengetahui arah dan pergerakan arusnya serta. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus,  sebaran sedimen tersuspensi dan sedimen dasar serta mengetahui lokasi yang berpotensi mengalami kekeruhan. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap, tahap pengambilan data di lapangan pada tanggal 05-08 Agustus 2011 di daerah perairan Srengsem Kecamatan Panjang Lampung dan tahap analisis sedimen. Penelitian ini memakai data primer yaitu arus, pasang surut, sedimen dasar, sedimen tersuspensi dan data sekunder yaitu peta bathimetri dan data angin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, menggunakan software SMS versi 8.1. Hasil analisa kecepatan arus pada perairan srengsem berkisar 0.051-0.2 m/s, dengan pola arus dominan dipengaruhi oleh arus non pasut. Pada saat pasang menuju surut arus bergerak menuju barat laut dan sebaliknya pada saat surut menuju pasang bergerak menuju timur laut. Hasil dari data lapangan distribusi sebaran konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) berkisar antara 7 mg/l-16 mg/l, lokasi yang berpotensi mengalami kekeruhan adalah stasiun 3. Dominasi jenis sedimen di daerah penelitian adalah lanau
POLA SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI AKIBAT PASANG SURUT DI PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI MLONGGO JEPARA H J, Medika Catur; Handoyo, Gentur; Purwanto, Purwanto
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.474 KB)

Abstract

Perairan sekitar muara Sungai Mlonggo Jepara dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kegiatan ekonomi dan media transportasi. Aktifitas di muara Sungai Mlonggo yang cukup tinggi berdampak pada kandungan material padatan tersuspensi. Faktor hidro oseanografi seperti arus dan pasang surut merupakan faktor penting dalam persebaran material padatan tersuspensi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus, pasang surut dan debit sungai sesaat terhadap sebaran material padatan tersuspensi di lokasi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 - 20 November 2016di perairan sekitar muara Sungai Mlonggo Jepara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling.Pengolahan data arus dilakukan secara hidrodinamika 2D menggunakan software MIKE 21. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Admiralty. Analisis material sedimen tersuspensi menggunakan metode Gravimetri. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan arus bergerak dari arah barat ke timur saat pasang dengan kecepatan tertinggi 0.0683m/dt dan dari arah timur ke barat saat surut dengan kecepatan tertinggi 0.1121m/dt. Arus saat pasang membawa sedimen tersuspensi dari laut kearah muara sungai dan saat arus surut sedimen tersuspensi yang berada di muara sungai terbawa arus menuju laut. Nilai sedimen tersuspensi berkisar antara 48mg/l – 294mg/l saat pasang sedangkan saat surut berkisar antara 29mg/l – 230mg/l. Kondisi pasang maupun surut konsentrasi sedimen tersuspensi tinggi berada di muara sungai, selain itu debit sungai sesaat di hilir sungai sebesar 0.064m3/dt – 0.249 m3/dt menyebabkan penumpukan sedimen tersuspensi di muara sungai. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persebaran material padatan tersuspensi di lokasi dipengaruhi arus, pasang surut dan debit sungai sesaat.
STUDI KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI PERAIRAN KENDAL Kresteva, Gisela Dinda; Rochaddi, Baskoro; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.294 KB)

Abstract

Perairan Kendal merupakan perairan terbuka yang berhubungan dengan Laut Jawa, dan sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal seperti angin, musim, cuaca, dan pasang surut yang berasal dari luar laut terbuka. Kondisi ini menjadikan Kendal potensi terhadap kenaikan muka air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tipe pasang surut di perairan Kendal serta melakukan prediksi kenaikan MSL di perairan Kendal tahun 2015 s/d 2020. Penelitian ini menggunakan data pasut perairan Kendal pengukuran 15 hari dilapangan dan data pasut perairan Semarang pengukuran BMKG tahun 2004-2014. Dari hasil pengolahan admiralty didapatkan nilai F sebesar 0,898 yang menandakan bahwa perairan Kendal memiliki tipe pasang surut campuran dominasi ganda yaitu dalam sehari terjadi dua kali pasang dengan tinggi dan periode yang berbeda. Nilai MSL tahunan perairan Semarang tahun 2004-2010 menunjukan pola kenaikan yang linear dengan laju rata-rata kenaikan MSL sebesar 9,44 cm/tahun. Nilai 9,44 cm tersebut adalah nilai kenaikan muka laut total yang belum dikurangi faktor penurunan muka tanah. Pada tahun 2015 diprediksi MSL rata-rata di perairan Kendal sebesar 152,05 cm, hingga tahun 2020 diprediksi mencapai 191,56 cm.
PENGARUH ARUS TERHADAP LAJU SEDIMENTASI DI SEKITAR SABUK PERMEABELDI TIMBUL SLOKO, KABUPATEN DEMAK Prayogi, Hari; Widada, Sugeng; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1643.032 KB)

Abstract

Demak merupakan salah satu kabupaten di wilayah pesisir utara Jawa Tengah yang mengalami abrasi. Tahun 1980, terjadi konversi lahan mangrovekarena pembukaan tambak. Struktur permeabel merupakan salah satu alternatif solusi perlindungan pantai di Desa Timbul Sloko dari Pemerintah, dengan tujuan akhir mengembalikan garis pantai. Peranan arus terhadap dinamika perubahan pantai yakni membawa material sedimen sehingga berpotensi menyebabkan sedimentasi. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh arus terhadap laju sedimentasi di sekitar sabuk permeabel. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 April 2015 hingga 3 Mei 2015. Data primer yakni data arus dan sampel sedimen terperangkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis laju sedimentasi dan ukuran butir dilakukan dengan metode Buchanan dan Holme Mc Intyre serta pemodelan arus menggunakan software MIKE 21 modul Flow Model.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Perairan Timbul Sloko memiliki arus rata-rata 0,0365 m/s dengan arah arus dominan ke timur laut pada kondisi pasang dan ke barat daya pada kondisi surut. Rata-rata laju sedimentasi pada sabuk permeabel pada saat pasang purnama dan perbani berturut-turut adalah 0,219-0,99 kg/m2/hari dan 0,205-0,504 kg/m2/hari. Rata-rata laju sedimentasi di dalam area sabuk permeabel lebih tinggi dibandingkan laju sedimentasi di luar sabuk permeabel.
Kajian Pola Arus Akibat Perencanaan Reklamasi Pantai Di Perairan Makassar Siagian, Benny Tyson; Helmi, Muhammad; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1499.133 KB)

Abstract

Abstrak                                                                                                                                      Makassar merupakan salah satu wilayah perairan yang sangat banyak digunakan  untuk berbagai aktivitas masyarakat. Bertambah banyaknya aktivitas masyarakat di wilayah perairan Makassar membuat pemerintah merencanakan pembangunan berjangka dengan memanfaatkan potensi laut melalui reklamasi pantai yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan lahan yang semakin terbatas. Dalam rencana reklamasi tersebut membutuhkan pemahaman kondisi perairan dimana diketahui bahwa adanya reklamasi pantai akan menimbulkan perubahan ekosistem seperti gangguan lingkungan, erosi dan sedimentasi pantai serta perubahan pola arus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengkaji pola arus akibat perencanaan reklamasi pantai di Perairan Makassar. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan selama 3 hari pada tanggal 19 - 22 April 2012 di Perairan Makassar, dengan titik lokasi 5,60430 Lintang Selatan dan 119,437190 Bujur Timur yaitu ± 4,67 Km dari pantai. Metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian adalah metode kuantitatif dengan bantuan software SMS (Surface Water Modelling System) yang menghasilkan peta pola arus. Berdasarkan hasil output baik dari data lapangan maupun hasil output model, diketahui bahwa arus di perairan Makassar ini merupakan arus pasut, hal ini dapat dibuktikan oleh karena besar kecepatan rata-rata arus pasut lebih besar dari pada kecepatan arus non pasut. Kecepatan arus berkisar antara 0,22 cm/det sampai 46,25 cm/det dengan kecepatan rata– rata 8,64 cm/det. Dengan arus tertinggi yaitu sebesar 46,25  cm/det dengan arah pergerakan 79,70 dan kecepatan arus terendah yaitu 0,22 cm/det dengan arah pergerakan  26,60.
SEBARAN KONSENTRASI NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANJIR KANAL BARAT, SEMARANG Oktaviani, Anisa; Yusuf, Muh.; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.579 KB)

Abstract

Muara Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang merupakan salah satu sungai besar yang sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia terutama dari daratan. Daerah ini banyak menerima inputan air tawar daridaratan melalui sungai yang berhulu di wilayah kaki Gunung Ungaran yang membawa material dan limbah yang berasal dari pemukiman, pertanian dan kegiatan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan sebaran nitrat dan fosfat di Muara Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2014, dengan menggunakanmetode deskriptif.Metode penentuan lokasi menggunakan metodepurposive sampling, yang dilakukan di10 stasiun dengan pertimbangan dapat mewakili wilayah sungai, muara sungai dan laut.Pada penelitian ini, data Primer berupa konsentrasi nitrat dan fosfat, suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH dan arus permukaan.Pengolahan data menggunakan ArcGIS 10.0 dan  SMS 8.1, untuk menghasilkan pola persebaran nitrat dan fosfat dan pola arus.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsentrasi nitrat dan fosfatakan semakin kecil ke arah laut. Konsentrasi nitrat berkisar 0,3076 - 0,6145 mg/l dan konsentrasi fosfat berkisar 0,049 – 0,164 mg/l. Pola sebaran konsentrasi nitrat dan fosfat mengarah ke Barat mengikuti pola arus pada kondisi surut.
Studi Perubahan Pola Arus Pasang Surut di Kolam Pelabuhan Akibat Pembangunan Tahap II Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Nur Fuady, Ilham Aulia; Subardjo, Petrus; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.649 KB)

Abstract

Rencana pengembangan tahap II pelabuhan Tanjung Emas Semarang membutuhkan informasi mengenai arus laut. Penelitian pola arus laut tersebut dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dalam rencana pengembangan pelabuhan pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kecepatan dan arah arus di kolam pelabuhan akibat proses pembangunan tahap II Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan purposive sampling method. Pendekatan model hidrodinamika dengan perangkat lunak MIKE 21 modul MIKE 21 flow model digunakan dalam penelitian ini dua skenario yaitu sebelum dan sesudah pengembangan pelabuhan. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa dominasi arus laut di perairan pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah arus pasang surut dengan arah utara dan selatan. Kecepatan arus laut terendah sebesar 0,016 m/det dan kecepatan arus laut tertinggi sebesar 0,638 m/det serta kecepatan rata-rata sebesar 0,279 m/det. Dari hasil simulasi model diketahuin kecepatan arus setelah pembangunan tahap II mengalami peningkatan dan perubahan arah. Dominasi arah arus sebelum pembangunan tahap II arah arus ke Barat Laut dan Selatan, sedangkan untuk arah arus setelah pembangunan tahap II didominasi arus ke arah Timur Laut dan Barat Daya.
STUDI PEMETAAN BATIMETRI UNTUK KESELAMATAN PELAYARAN DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA, KABUPATEN JEPARA, PROVINSI JAWA TENGAH Fachrurrozi, M.; Widada, Sugeng; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3408.184 KB)

Abstract

Abstrak Pulau Parang merupakan salah satu pulau dari 5 pulau di Kepulauan Karimunjawa yang berpenghuni.Pulau Parang juga termasuk kawasan konservasi yang berada di bawah pantauan Balai Taman Nasional Karimunjawa.Kurangnya informasi mengenai alur pelayaran yang jelas di Pulau Parang menyebabkan kapal yang ingin menuju ke pulau tersebut harus berhati-hati terhadap karang yang berada di dasar perairan karena lokasinya yang dangkal.Oleh karena itu, mendiskripsikan batimetri dasar laut diperlukan di perairan Pulau Parang ini sebagai pedoman jalur pelayaran yang jelas agar kapal yang melintas tidak karam terkena terumbu karang.Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian batimetri di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa perlu dilakukan.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan batimetri menggunakan pancaran gelombang akustik dengan alat Singlebeam Echosounder dan koreksi pasang surut serta pembuatan alur pelayaran berdasarkan hasil pemetaan batimetri dan analisa pasang surut guna keselamatan pelayaran di Pulau Parang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang dilaksanakan 5 (lima) hari yaitu pada tanggal 18, 19, 20, 25 dan 28 september 2012. Kedalaman di Pelabuhan Pulau Parang antara 0 s/d 2,7 m sedangkan di luar pelabuhan kedalaman mencapai 36 m atau lebih. Perairan Pulau Parang memiliki tipe pasang surut campuran condong harian tunggal, dengan hasil MSL 102 cm, HHWL 157,28 cm dan LLWL 46,52 cm. Kapal dengan draft di bawah 2,9 m dari MSL yang hanya dapat berlabuh di Pulau Parang. Ada 2 jalur yang digunakan untuk alur pelayaran di Pulau Parang. Jalur pertama digunakan hanya ketika air laut pasang karena morfologi kedalaman pada jalur ini antara kurang dari 1 m s/d 32 m. Namun ketika air laut surut kapal harus memutar Pulau Kumbang terlebih dahulu agar dapat masuk ke dermaga Pulau Parang. 

Page 11 of 39 | Total Record : 382