Articles
382 Documents
STUDI PERBANDINGAN SIMULASI MODEL FLOW MODEL FM DAN ADCIRC TERHADAP POLA ARUS PASUT PERAIRAN TELUK LEMBAR LOMBOK
Mahardika, Renaning Wulan;
Ismanto, Aris;
Purwanto, Purwanto
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1189.03 KB)
Penggunaan model sebagai solusi dalam penyelesaian masalah pemenuhan kebutuhan informasi pola arus dalam lingkup yang luas, guna kepentingan seperti tata letak pelabuhan, alur pelayaran, bangunan pantai dan pengelolaan lingkungan, menjadi kajian tersendiri dan menarik untuk dibahas. Banyak model matematis yang bisa menghasilkan model pola arus, namun masing-masing model meiliki metode penyelesaian perhitungan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan nilai akurasi lokasi penelitian pada model Flow Model FM dan ADCIRC serta mengetahui pola arus di daerah penelitian ini berada di Perairan Teluk Lembar, dimana daerah ini dominasi arusnya adalah arus pasut. Lokasi ini sesuai dengan model yang akan dihasilkan yaitu model arus pasut. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif karena data berupa angka. Hasil pengolahan data arus pada 8-9 Mei 2014 di Perairan Teluk Lembar menunjukkan bahwa arus pada daerah penelitian adalah arus pasut dengan kecepatan maksimum 0,033 m/det ke arah Tenggara dan kecepatan minimum 0,019 m/det ke arah Barat laut. Sedangkan hasil pasang surut pada 2-17 Mei 2014 menunjukkan bahwa tipe pasang surut di daerah penelitian adalah pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai Formzahl 1,152. Hasil simulasi kedua model menunjukkan bahwa model Flow Model FM memiliki nilai akurasi untuk komponen u dan v yang lebih besar dibandingkan dengan model ADCIRC yaitu 79,05% dan 69,83% dengan 68,04% dan 62,52%. Sehingga model Flow Model FM lebih merepresentasikan pola arus di daerah penelitian.
KAJIAN POTENSI ARUS LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK DI SELAT SUGI, KEPULAUAN RIAU
Wardhani, Indira Eka Melia;
Purwanto, Purwanto;
Yosi, Mira
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1416.362 KB)
Meningkatnya permintaan daya listrik di berbagai daerah di Indonesia menjadi salah satu faktor untuk mencari sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang berada di Pulau – Pulau Kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus serta potensi energi arus laut yang berada di perairan Selat Sugi, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan bilangan Formzal 0,95. Bedasarkan hasil simulasi numerik, kecepatan arus maksimum terjadi pada musim barat saat kondisi pasang menuju surut dengan nilai sebesar 0,01 – 1,18 m/det. Besar daya tersedia saat kondisi tersebut adalah 850 Watt. Lokasi potensi terletak di 0°48’4,45” LU dan 103°43’21,77” BT.
STUDI BAHAN ORGANIK TOTAL (BOT) SEDIMEN DASAR LAUT DI PERAIRAN NABIRE, TELUK CENDRAWASIH, PAPUA
Sari, Tiara Asmika;
Atmodjo, Warsito;
Zuraida, Rina
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.724 KB)
Abstrak Bahan Organik Total (BOT) pada sedimen dasar laut dapat digunakan sebagai indikator perubahan tingkat produktivitas primer suatu lingkungan, baik di darat maupun di laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan BOT pada sedimen dasar laut perairan Nabire, Teluk Cendrawasih, Papua mengingat kawasan ini termasuk dalam Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) dan dipengaruhi oleh aliran Sungai Wapoga sehingga aktifitas biota laut dan daratan menjadi sumber utama bahan organik. Metode penelitian adalah metode deskriptif, yaitu metode untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang dikaji pada waktu terbatas untuk mendapatkan gambaran kondisi secara lokal, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan alat Multicorer dan analisa sampel dengan metode Loss On Ignition (LOI). Data yang diambil pada penelitian ini meliputi sedimen dasar laut dan pengukuran kedalaman laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOT pada sedimen dasar laut di Perairan Nabire memiliki rata-rata sebesar 2,2%-4,3%. Nilai rata-rata kandungan BOT tergolong sedang disebabkan karena jarak lokasi pengambilan sampel hampir berada di tengah teluk dan pada kedalaman 1381 m, sehingga sumber bahan organik pada sedimen hanya berasal dari aktifitas perairan tersebut.
KAJIAN ELEVASI MUKA AIR LAUT DI PERAIRAN PANTAI KARTINI JEPARA
Rahmawti, Wulansari;
Handoyo, Gentur;
Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.189 KB)
Pantai Kartini merupakan salah satu kawasan wisata yang ternama di Kabupaten Jepara dengan sebagian besar penduduknya terpusat di dearah tepi pantai. sebagai kawasan wisata tentunya memerlukan data pasang surut dalam perencanaan dan antisipasi terhadap elevasi muka laut yang fluktuatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji elevasi muka air laut yang berpotensi mengakibatkan berkurangnya wilayah daratan akibat dari kenaikan muka air laut yang terjadi di pesisir pantai khususnya wilayah pantai kartini, Jepara. Serta untuk mengetahui tipe pasang surut, karakteristik, dan komponen pasang surut.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data pengamatan lapangan selama 15 hari dimulai dari tanggal 18 Februari – 4 Maret 2014 dan data pengamatan pasang surut selama 13 tahun (dari bulan april tahun 2002 – bulan desember 2014) diperoleh dari BMKG Maritim Semarang. penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa tipe pasang surut perairan Pantai Kartini yang dapat diketahui adalah campuran condong harian ganda dengan nilai Formzahl = 1,36, memiliki duduk tengah (MSL) 94,09 cm, muka air rendah terendah (LLWL) sebesar 44,23 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) sebesar 143,96 cm. Dalam kurun waktu 2002-2014 dari hasil penelitian, elevasi muka laut yang terjadi di perairan pantai Kartini Jepara mengalami kenaikan sebesar 35 cm.
DISTRIBUSI SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PELABUHAN CIREBON
Dwianti, Rizki Fitria;
Widada, Sugeng;
Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4381.88 KB)
Pelabuhan Cirebon merupakan salah satu cabang dari PT. Pelabuhan Indonesia II yang berada di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Pelabuhan Cirebon sebagai alur lalu lintas pelayaran kapal, seperti kapal barang dan kapal penumpang. Salah satu masalaha yang sering terjadi di pelabuhan cirebon adalah sedimentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Cirebon. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 April – 23 Mei 2016. Materi primer berupa sampel sedimen dasar dan data arus. Materi sekunder berupa data pasang surut yang diperoleh dari DISHIDROS, Peta LPI skala 1:50000 dari DISHIDROS, dan Peta RBI Cirebon skala 1:25000 dari BIG. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif karena data yang digunakan berdasarkan angka – angka yang dianalisis. Hasil penelitian tentang sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Cirebon menunjukkan jenis sedimen dasar yaitu pasir dan pasir lanauan. Dominasi jenis sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Cirebon adalah pasir lanauan. Hasil parameter ukuran butir dapat diketahui bahwa transportasi sedimen di daerah Perairan Pelabuhan Cirebon dipengaruhi oleh arus yang fluktuatif dimana arus mampu memilah ukuran butir yang halus. Tipe pasang surut di Perairan Pelabuhan Cirebon pada bulan April 2016 adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda.
STUDI MORFOLOGI DASAR LAUT BERDASARKAN INTERPRETASI REFLEKSI SEISMIK DI PERAIRAN KOMBA, LAUT FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR
De Claresya, Chesya Sera;
Satriadi, Alfi;
Sarmili, Lili
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.335 KB)
Abstrak Perairan Komba terletak di perairan Pulau Flores bagian timur laut, secara administratif terletak ke dalam wilayah Nusa Tenggara Timur. Pada bagian selatanGunung Komba (Pulau Batutara) terdapat gunung api bawah laut yaitu Baruna Komba, Abang Komba dan Ibu Komba. Berkaitan dengan munculnya jajaran gunung api bawah laut Komba, maka sangat diperlukan informasi mengenai morfologi dasar laut dan informasi struktur geologi di jajaran gunung api bawah laut tersebut. Ketiga gunung api bawah laut tersebut diindikasikan terbentuk oleh adanya patahan atau sesar yang tererosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui morfologi bawah laut berdasarkan interpretasi refleksi seismik.Materi yang dijadikan objek studi pada penelitian ini meliputi batimetri, rekaman refleksi seismik dan jenis sedimen dasar. Hasil penelitian menunjukan bagian terdangkal pada sekitar perairan Komba adalah 400 meter sedangkan yang terdalam adalah 3400 meter dan termasuk kedalam perairan laut dalam. Terdapat banyak sesar atau patahan yang terekam pada hasil dari interpretasi refleksi seismik. Lapisan sedimen di perairan Komba memiliki konfigurasi refleksi seismik yang menunjukan dengan pola reflektor parallel, divergent dan chaotik. Sedimen dasar di perairan Komba termasuk kedalam sedimen laut dalam yang berjenis biogenous atau pelagik..
STUDI SEBARAN KONSENTRASI MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR
Ratnasari, Rinda Nita;
Helmi, Muhammad;
Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.119 KB)
Nilai konsentrasi padatan tersuspensi total yang tinggi dapat menurunkan aktivitas fotosintesa tumbuhan laut baik yang mikro maupun makro sehingga oksigen yang dilepaskan tumbuhan air menjadi berkurang. Dengan data citra satelit Landsat-8 diketahui informasi tentang konsentrasi material padatan tersuspensi dan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengamatan dan pengambilan data secara langsung di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi material padatan tersuspensi serta pola sebarannya yang didasarkan pada analisa respon spektral citra satelit Landsat-8. Berdasarkan sifatnya metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan metode pengolahan data menggunakan metode penginderaan jauh yang terbagi atas metode interpretasi citra satelit dan metode pengolahan citra digital. Metode pengolahan citra digital meliputi metode penyesuaian histogram untuk koreksi radiometrik, cropping untuk pemotongan citra Landsat-8, masking untuk pemisahan daratan, serta pemasukan algoritma untuk mengetahui nilai material padatan tersuspensi. Hasil analisa konsentrasi sebaran MPT di perairan Teluk Balikpapan memiliki kisaran antara 0-40 mg/l dengan 4 kelas. Perbandingan luasan terbesar yang didapat oleh citra satelit pada tanggal 5 Oktober 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 59,87 % daerah perairan, 21 Oktober 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 36,90 % daerah perairan, 6 November 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 42,66 % daerah perairan dan koefisien regresi linier sebesar 98 %.
KAJIAN KERENTANAN PANTAI DI PESISIR KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH
Febriansyah, Ivan;
D.S, Agus Anugroho;
Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.953 KB)
Abstrak Wilayah pesisir merupakan ruang pertemuan antara daratan dan lautan, karenanya wilayah ini merupakan suatu wilayah yang unik secara geologis, ekologis, dan merupakan domain biologis yang sangat penting bagi banyak kehidupan di daratan dan di perairan termasuk manusia. Pantai dapat dipandang sebagai mekanisme yang efektif yang menyebabkan gelombang menjadi pecah dan energinya diserap. Pantai berfungsi sebagai buffer, melindungi tebing laut dan konstruksi dibelakangnya dari serangan gelombang. Kehilangan asupan sedimen yang lama dari pantai, tentu akan berdamapak pantai tidak mampu berfungsi sebagai buffer lagi dan kerusakan terhadap bangunan dibelakangnya akan mungkin terjadi sehingga kajian kerentanan pantai merupakan hal yang penting untuk dikaji. Indeks kerentanan pantai didapatkan dengan melakukan perhitungan 6 (enam) variable – variable yang mempengaruhi kerentanan pantai di Pesisir Kabupaten Cilacap yaitu geomorfologi, perubahan garis pantai, kemiringan pantai, perubahan elevasi muka air relative, rata – rata tinggi gelombang serta rata – rata kisaran pasang surut. Hasil perhitungan menunjukan bahwa sepanjang peisir Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 6 Kecamatan hanya satu kecamatan yang memiliki tingkat kerentanan sedang (4.24) yaitu kecamatan Nusawungu, sedangkan Kecamatan – kecamatan lainnya memiliki tingkat kerentanan rendah (2.45) yaitu kecamatan Adipala, Binangun, Cilacap Selatan, Cilacap Utara dan Kesugihan.
HUBUNGAN LAJU SEDIMENTASI TERHADAP KERAPATAN MANGROVE DI PANTAI PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG
Safitri, Yuanita;
Saputro, Siddhi;
Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1518.202 KB)
Pantai Pasar Banggi merupakan salah satu pantai di Kabupaten Rembang Jawa Tengah yang memiliki ekosistem mangrove di sepanjang pantainya. Ekosistem mangrove tersebut berfungsi untuk melindungi pantai dan tambak akibat abrasi laut, serta sebagai perangkap (trapped) sedimen sehingga dapat membentuk lahan baru (daratan). Untuk mengetahui seberapa besar laju sedimentasi yang terjadi di kawasan mangrove dilakukan penelitian mengenai hubungan laju sedimentasi terhadap kerapatan mangrove di pantai Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Materi penelitian meliputi sampel sedimen, mangrove, data arus, serta data pasang surut, suhu, salinitas, dan pH. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan nilai rata – rata laju sedimentasi tertinggi pada stasiun A sebesar 291,479 gr/cm2/hari dengan rata-rata kerapatan mangrove terendah sebesar 57822 ind/ha, rata-rata laju sedimentasi terendah pada stasiun B sebesar 171,095 gr/cm2/hari dengan rata-rata kerapatan mangrove tertinggi sebesar 105311 ind/ha, sedangkan rata-rata laju sedimentasi sedang pada stasiun C sebesar 219,461 gr/cm2/hari dengan rata-rata kerapatan mangrove sedang sebesar 888089 ind/ha. Berdasarkn hasil penelitian dengan menggunkan software SPSS versi 21.0, hubungan antara kedua variabel tersebut menghasilkan nilai korelasi negatif (-1) dengan artian semakin tinggi sedimen yang diendapkan semakin rendah kerapatan mangrove dan semakin rendah sedimen yang diendapkan semakin tinggi kerapatan mangrove.
Pola Arus di Perairan Pulau Pari Kepulauan Seribu DKI Jakarta
Aunillah, Hanna Noen;
Purwanto, Purwanto;
Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.195 KB)
Pulau Pari adalah daerah wisata yang memiliki keunikan tersendiri karena memiliki ciri khas sebagai kawasan wisata berwawasan ilmu pengetahuan yang masih perlu perencanaan pengembangan lebih lanjut. Pengembangan wilayah pesisir dan laut sangat dibutuhkannya informasi mengenai kondisi perairan untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang terjadi. Arus merupakan salah satu faktor oseanografi yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pergerakan arus dan mengetahui arus yang mendominasi di Perairan Pulau Pari. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30-31 Mei 2014. Metode pengukuran data arus di lapangan menggunakan metode Lagrange. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif pada pengolahan data arus dan metode permodelan matematik pada permodelan hidrodinamika. Data survey lapangan yang diperoleh akan digunakan sebagai verifikasi hasil model matematis yang dibuat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola pergerakan arus di Perairan Pari dipengaruhi oleh pasang surut. Kecepatan arus pada kedalaman permukaan berkisar antara 0,0138 - 0.4082 m/s dan pada kedalaman rata-rata didapatkan nilai kecepatan arus berkisar antara 0,0135 – 0,4070 m/s dengan arah dominan ke barat daya dan timur laut.