cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI KARAKTERISTIK DAN CO-RANGE PASANG SURUT DI TELUK LEMBAR LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Nugroho, Adi; Ismunarti, Dwi Haryo; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasang surut merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat berpengaruh di perairan. Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Lokasi Pelabuhan Lembar berada di teluk menarik untuk dikaji mengenai karakteristik dan kondisi pasang surut, informasi mengenai pasang surut berguna untuk aktivitas pelabuhan. Penelitian dilaksanakan pada 1 Mei – 18 Mei 2014 di Perairan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data pasang surut sebagai data primer dan peta batimetri sebagai data sekunder. Sedangkan metode penelitian digunakan metode diskriptif dimana hasil penelitian dianalisa dan dimodelkan dengan software DHI Mike 21 dan ArcGis 10.1. Hasil penelitian menunjukkan tipe pasang surut Perairan Teluk Lembar adalah pasang surut campuran condong ke harian ganda (Mixed Tide Prevailling Semi diurnal) dengan nilai formzahl 1,1981. Nilai elevasi pasang surut MSL sebesar 1,27m, HHWL sebesar 2,19m dan LLWL sebesar 0,35m. Peta Co-range pasang surut berisi informasi sebaran amplitudo pasang surut, ketika pasang gelombang amplitudo bergerak menuju ke teluk dan ketika surut gelombang amplitudo pasang surut bergerak keluar teluk. Persebaran gelombang amplitudo pasang surut memiliki nilai yang relatif sama di setiap bagian teluk sehingga aktifitas pelabuhan tidak terganggu oleh gelombang amplitudo pasang yang tinggi.
PEMETAAN GENANAGAN ROB DI PESISIR MUARAGEMBONG KABUPATEN BEKASI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Hidayatullah, Irwan; Subardjo, Petrus; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10724.313 KB)

Abstract

Pesisir Muaragembong Kabupaten Bekasi merupakan wilayah pesisir yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa sehingga memiliki kerentanan bencana terhadap potensi kenaikan muka air laut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komponen dan tipe pasang surut, menganalisis perkembangan kedudukan rerata muka air laut serta memetakan dan menghitung luas daerah yang terkena genangan rob di Pesisir Muaragembong Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis yang memanfaatkan data spasial untuk membangun model (spasial) sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pendekatan spasial dilakukan melalui pengolahan DEM yang diturunkan dari titik tinggi pada peta RBI Pesisir Muaragembong Kabupaten Bekasi skala 1:25.000, data DEM SRTM hasil perekaman tahun 2000 dan pengamatan lapangan. Data pasang surut dan data MSL (Mean Sea Level) diolah untuk mendapatkan komponen pasang surut dan perkembangan kedudukan rerata muka air laut. Pembuatan model genangan dilakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan WD = Con(Con("DEM" <= X,X),Con("DEM" <= X,X)-"DEM",0). Hasil penelitian menunjukkan kenaikan muka air laut yang terjadi di Pesisir Muaragembong Kabupaten Bekasi adalah 0,6997 cm/tahun, luas genangan rob pada tahun 2015 adalah 3097,19 Ha dan area genangan rob paling luas, yaitu 1405,95 Ha, berada di Desa Pantai Bakti.
PENGARUH SEBARAN DAN GESEKAN ANGIN TERHADAP SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI SAMUDERA HINDIA (WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA 573) Syafik, Akhmad; Kunarso, Kunarso; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.89 KB)

Abstract

Abstrak Perubahan arah dan kecepatan angin yang bertiup diatas perairan mengakibatkan terjadinya perubahan dinamika pada perairan tersebut, diantaranya adalah fenomena upwelling dan downwelling, sehingga mempengaruhi tinggi rendahnya Suhu Permukaan Laut (SPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sebaran dan gesekan angin terhadap distribusi dan fluktuasi SPL di Samudera Hindia tepatnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan Repubik Indonesia 573 (WPP RI 573). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data model angin dari ECMWF, data SPL dari citra satelit MODIS Level III dari Tahun 2007 hingga 2011 dan data insitu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada Musim Timur kecepatan angin tinggi dan bergerak dari arah tenggara menuju barat daya. Karena posisi WPP RI 573 yang berada di Belahan Bumi Selatan, arus cenderung dibelokkan kearah kiri dari arah datangnya angin sebagai akibat pengaruh dari Gaya Coriolis, sehingga menyebabkan terjadinya Transpor Ekman ke arah kiri. Hal ini menyebabkan kekosongan massa air laut permukaan yang kemudian diisi oleh massa air laut di bawahnya. Proses ini dikenal dengan peristiwa upwelling yang berpengaruh langsung menurunkan SPL. Tingginya SPL pada Musim Barat dan Peralihan I tampak terkait dengan melemahnya kecepatan angin dan perubahan arah angin (timur ke barat menjadi barat ke timur) yang diduga berdampak menguatnya Arus Pantai Jawa (APJ) yang membawa air hangat dari Barat Sumatera dan terjadi downwelling di Selatan Jawa, serta melemahnya adveksi dan tingginya evaporasi karena posisi matahari yang berada di Belahan Bumi Selatan (BBS). Distribusi dan fluktuasi SPL, secara tidak langsung dipengaruhi oleh kecepatan angin sebesar 0,5% dan komponen gesekan angin tegak lurus pantai (τy) sebesar 43,974%.
STUDI KANDUNGAN KLOROFIL A DAN SUHU KAITANNYA DENGAN BIOMASSA IKAN TERUMBU KARANG DI KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH (KKLD) KOFIAU-BOO, KABUPATEN RAJA AMPAT Riyanto, Arifismail Eko; Yusuf, Muh.; Wijayanti, Diah Permata
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kabupaten Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang terdiri dari kurang lebih 610 buah pulau besar dan kecil yang memiliki potensi sumberdaya terutama terumbu karang. Keanekaragaman dan biodiversitas yang tinggi merupakan potensi bagi wilayah Raja Ampat yang perlu dikelola lebih baik agar memberikan dampak signifikan bagi kemakmuran masyarakat pesisir perairan Raja Ampat. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahuikandungan klorofil-a, dan suhu permukaan laut (SPL), mengetahui hubungan antara klorofil-a terhadap biomassa ikan karang di KKLD Kofiau – Boo , Raja Ampat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan keadaan lokasi secara jelas dengan data klorofil-a yang diperoleh dari citra MODIS, suhu dan biomassa ikan diambil secara insitu dari perairan Raja Ampat.Kandungan nilai klorofil-a berkisar antara 0,14 -  0,22, rata – rata nilai kandungan klorofil-a dari 16 lokasi sebesar 0,2 . suhu permukaan laut berkisar antara 28,16°C – 29,82°C. lokasi yang memiliki kandungan klorofil-a sebesar 0,2 mg/ memiliki nilai biomassa ikan jenis herbivora tinggi, sedangkan pada ikan jenis karnivora nilai biomassa ikan rendah. Lokasi yang memiliki kandungan klorofil-a dibawah 0,2 memiliki nilai biomassa ikan jenis herbivora rendah, sedangkan pada ikan jenis karnivora nilai biomassa ikan tinggi.
STUDI TINGGI MUKA AIR RENCANA DAN ELEVASI PUNCAK BREAKWATER DI PANTAI MARINA ANCOL JAKARTA Harryando, Dicky; Sugianto, Denny Nugroho; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.463 KB)

Abstract

Pantai Marina Ancol memiliki aktivitas pelayaran yang cukup padat, karena menjadi akses penyebrangan ke Kepulauan Seribu melalui Dermaga Pantai Marina. Dengan mempertimbangkan hal demikian Dermaga Marina Ancol membutuhkan dermaga yang lebih besar sebagai fasilitas transportasi. Untuk mendukung pembangunan di masa yang akan datang maka dibutuhkan bangunan pelindung pantai untuk mengurangi dampak langsung dari fenomena gelombang yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinggi muka air rencana dan elevasi puncak breakwateryang dapat menjadi pertimbangan dalam perancangan dan pembangunan breakwater di perarian Pantai Marina Ancol, Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada 27 -30 April 2016 di perairan Pantai Marina Ancol, Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Lokasi titik pengukuruan gelombang berada pada kedalaman 5 meter dengan menggunakan alat ADCP selama 3 hari dengan interval pengukuran selama 60 menit.Analisis gelombang dilakukan dengan mencari nilai Hs dan Ts yang selanjutnya di verifikasi dengan data peramalan. Nilai Hs dan Ts digunakkan untuk mencari nilai tinggi muka air rencana dan elevasi puncak breakwater dengan menggunakan softwater Microsoft excel dan software SPSS. Berdasarkan analisa yang dilakukan didapatkan nilai tinggi muka air rencana yang ideal sebesar 2,30 m - 2,55 m dan elevasi puncak breakwater sebesar 3,85m - .5,20m untuk struktur bangunan tetrapod dengan laju kenaikan muka air laut karena pemanasan global dianggap konstan sebesar 0,004m.
PREDIKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI TAHUN 2012-2022 DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN NUMERIK NEMOS (NEARSHORE EVOLUTION MODELING SYSTEM) DI PANTAI SIGANDU KABUPATEN BATANG PROVINSI JAWA TENGAH Sadono, Anang Joko; Satriadi, Alfi; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.54 KB)

Abstract

Abstrak Garis pantai merupakan garis batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana posisinya dapat berubah sesuai erosi dan akresi yang terjadi. Faktor-faktor yang menyebabkan erosi dan akresi pantai adalah sedimen yang masuk serta yang meninggalkan suatu pantai, selain itu juga gelombang karena merupakan faktor penyebab erosi pantai secara alami dan juga angin karena merupakan penyebab timbulnya gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan garis pantai selama sepuluh tahun ke depan (2012-2022). Penerapan sofware NEMOS pada daerah kajian akan menghasilkan volume transpor sedimen sepanjang pantai, luas abrasi dan akresi pantai serta pola perubahan garis pantai. Verifikasi hasil model menghasilkan error 36,83701 %. Hasil simulasi menunjukkan volume transpor sedimen kotor, Qg =  10859989 m3 dan volume transpor sedimen bersih, Qn = -10424692 m3. Hasil simulasi model selama sepuluh tahun (2012-2022) menunjukkan bahwa pantai Sigandu akan mengalami erosi sebesar -106548.2 m2, dan mengalami akresi sebesar 105241.3 m2.
ANALISIS SEBARAN SEDIMEN DASAR AKIBAT PENGARUH ARUS SEJAJAR PANTAI (LONGSHORE CURRENT) DI PERAIRAN MAKASSAR Sidauruk, Pinardo; Sugianto, Denny Nugroho; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Pulau Parang dan Pulau Kumbang Karimunjawa merupakan salah satu wilayah pesisir yang digunakan untuk berbagai kegiatan manusia. Segala aktivitas yang terjadi di Pulau Parang Kumbang membutuhkan adanya pemahaman pola arus guna menghindari atau meminimalisasi efek negatif yang bisa terjadi di Perairan Pulau Parang Kumbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan pola arus di Pulau Parang Kumbang dengan menggunakan software MIKE 21 HD. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pengambilan data lapangan dan tahap pemodelan numerik dengan menggunakan software MIKE 21 untuk pola arus. Proses pengambilan data lapangan dalam penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 September – 3 oktober 2012 yang terdiri dari pengambilan data batimetri menggunakan Echosounder dan pasang surut selama 15 hari menggunakan palem pasut. Tahap pemodelan hidrodinamika dilakukan selama bulan Januari-Februari. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling method. Hasil data lapangan dan hasil model menunjukan bahwa Perairan Pulau Parang dan Pulau Kumbang di dominasi arus pasang surut dengan arah arus cenderung bolak-balik. Tipe pasang surut perairan adalah campuran condong harian tunggal. Hasil pemodelan hidrodinamika menunjukan kecepatan arus berkisar antara 0.1 – 0.3 m/det saat perbani, sedangkan saat pasang purnama kecepatan arus berkisar antara 0.1 – 0.5 m/det dengan arah pola arus bolak balik dari arah utara timur laut ketika pasang dan sebaliknya dari arah baratdaya ketika surut. 
ANALISIS DEFORMASI GELOMBANG DI PULAU SIBERUT KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI SUMATERA BARAT Dewi, Amalia; Purwanto, Purwanto; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perambatan gelombang dari perairan dalam menuju pantai terjadi proses deformasi hingga saat gelombang menerpa pantai terjadi transfer energi gelombang terhadap pantai sehingga menjadikan perubahan bentuk morfologi pantai sebagai respon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan deformasi gelombang di Pulau Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. Karakteristik gelombang berdasarkan analisa peramalan data angin menggunakan metode SMB diketahui gelombang signifikan maksimum di laut dalam 2,89 m, panjang gelombang 59,55 m, dengan kecepatan rambat 2,68 m/detik pada periode 8,26 detik. Hasil analisa pada kedalaman laut 6 m, koefisien refraksi dan shoaling terjadi 0,62 dan 1,00, sedangkan tinggi gelombang yang diperoleh 1,79 m. Gelombang pecah akan terjadi pada  kedalaman 2,95 m dengan tinggi gelombang pecah 2,06 m. Hasil simulasi model matematik 2D menunjukkan pola deformasi pada perairan Pulau Siberut disebabkan oleh bentuk dan karakteristik pantai. Refraksi terjadi pada seluruh skenario musim disebabkan oleh perubahan kedalaman laut, gelombang dari laut dalam mengalami pembelokan ketika memasuki perairan dangkal dan berubah tegak lurus dengan kontur dasar laut. Difraksi terjadi ketika gelombang bertemu dengan rintangan yang berada pada ujung selatan pulau Siberut yaitu Pulau Jujual, Pulau Sinyaunyau, Pulau Koraniki, Pulau Nyangnyang, Pulau Botiek, Pulau Karamajet, dan Pulau Mainu kemudian dibelokkan disekitar ujung rintangan.
PEMETAAN DAERAH YANG TERGENANG BANJIR PASANG AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI PESISIR KOTA TEGAL Zulaykha, Siti; Subardjo, Petrus; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.432 KB)

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu kota yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Permasalahan genangan banjir pasang khususnya di Kota Tegal merupakan salah satu permasalahan yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini. Daerah yang terkena genangan banjir pasang diantaranya Kelurahan Muarareja, Tegalsari, Mintaragen dan Panggung. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan luasan genangan banjir pasang dan untuk mengetahui macam-macam penggunaan lahan yang terkena genangan banjir pasang khususnya di daerah pesisir Kota Tegal. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober – 20 Oktober 2013 di Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah. Daerah yang dikaji dalam penelitian ini merupakan daerah pesisir Kota Tegal. Data yang digunakan antara lain: data pengamatan pasang surut selama 15 hari, data peramalan pasut bulan Oktober 2013 menggunakan software NAOTide, data ketinggian dari Peta RBI dan data ketinggian dari DPU Kota Tegal untuk membuat DEM dan Peta RTRW Kota Tegal tahun 2011-2031. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus serta metode analisa data menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil pengolahan data pasang surut dan DEM menghasilkan luasan genangan banjir pasang di pesisir Kota Tegal. Daerah yang terkena genangan meliputi 3 kecamatan yang diantaranya Kecamatan Tegal Barat, Kecamatan Tegal Timur dan Kecamatan Margadana. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa wilayah Kecamatan Tegal Barat tergenang 668,87 Ha, Kecamatan Tegal Timur tergenang sebesar 236,37 Ha dan Kecamatan Margadana tergenang sebesar 5,57 Ha.
DISTRIBUSI KANDUNGAN KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DAN BIOAVAILABLE PHOSPHATE(BAP) DALAM SEDIMENDI PERAIRAN SLUKE, REMBANG Aini Fitriyah, Nurits Zahrul; Wulandari, Sri Yulina; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.878 KB)

Abstract

Sluke Rembang merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi hasil laut yang tinggi. Sungai di Sluke menjadi jalur bagi masukan limbah domestik dan industri ke laut, yang mengandung bahan organik dan nutrien yang berpengaruh terhadap kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi karbon organik total (KOT) dan bioavailable phosphate (BAP) dalam sedimen permukaan, serta mengetahui pengaruh arus dan ukuran butir sedimen terhadap penyebarannya. Metode yang digunakan metode kuantitatif dan analisa deskriptif. Hasil analisa menemukan bahwa sebaran kandungan KOT berfluktuatif, dengan kandungan berkisar 3,4% – 13,74%. Kandungan KOT yang tinggi ditemukan pada sedimen dengan persentase silt (lanau) yang tinggi. Secara garis besar sebaran KOT dalam sedimen di daerah sekitar muara dan pesisir lebih rendah dibanding yang di daerah menuju laut. Konsentrasi BAP berkisar 1,96 - 168,59 µg/g. Konsentrasi BAP dalam sedimen permukaan, secara garis besar lebih tinggi di muara sungai / pesisir yang diduga sebagai sumber, serta lebih rendah ke arah lepas pantai. Distribusi KOT tidak dipengaruhi oleh arah maupun kecepatan arus, namun lebih dipengaruhi oleh ukuran butir sedimen. Adapun distribusi BAP dipengaruhi oleh kecepatan arus, yang tinggi di daerah muara/pesisir yang merupakan sumber dan semakin menurun ke arah lepas pantai. Namun untuk ukuran butir sedimen tidak berpengaruh.