cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI KARAKTERISTIK POLA ARUS PASUT PERAIRAN SEMARANG MENGGUNAKAN SOFTWARE DHI MIKE 21 R, Bambang Harry; Yusuf, Muh.; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perairan Semarang adalah perairan besar yang berfungsi sebagai pintu gerbang kegiatan distribusi dan transportasi di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Permasalahan yang terjadi di pesisir Semarang bersumber dari rob. Rob menyebabkan tergenangnya beberapa daerah yang terdapat di wilayah pesisir tersebut.Persoalan ini terjadi diakibatkan oleh pasang surut air laut. Arus pasang surut merupakan salah satu faktor pembangkit utama rob, ketika saat arus pasang surut mulai bergerak ke pasang tertinggi maka disaat itu banjir yang terjadi merupakan luapan air laut yang disebabkan oleh pasang surut.Untuk menjawab masalah diatas maka perlu dilakukan kajian karakteristik pola arus yang dibangkitkan oleh pasang surut diPerairan Semarang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pola arus pasut di Perairan Semarang terhadap luapan banjir rob yang terjadi dengan menggunakan softwareDHI Mike 21.Penelitian dilaksanakan dengan observasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 20 Oktober - 23 Oktober 2011 di Perairan Semarang. Pengambilan data arus menggunakan Acoustic Doppler Current meter Profiler (ADCP) Sontek Argonaut-XR Extended Range, yang di rekam selama 72 jam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.Metodedeskriptif adalah suatu metode penelitian yang meneliti suatu objek pada suatu kondisi masa sekarang. Metode ini bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematik, faktual, dan akurat mengenai karakteristik pola arus pasut di Wilayah Perairan Semarang menggunakan bantuan model Hidrodinamika dengan software DHI Mike 2Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pola arus di perairan Semarang di dominasi oleh arus pasang surut. Arus pasang surut yang didapat dari hasil simulasi model dalam penelitian ini memiliki dominasi yang sama yaitu arus bergerak dari arah barat menuju timur dan sebagian kecil bergerak ke arah barat laut dan utara. Nilai untuk kecepatan arus pasut berkisar antara 0,0001 m/s sampai 0,0611 m/s. Sedangkan rata-rata arus bergerak ke arah timur dengan dominasi arah berkisar antara  46,8 o hingga 110,6 o. Luapan banjir rob terjadi pada saat pasang tertinggi baik kondisi spring tidemaupun kondisi neap tide, dengan tinggi muka air yang berbeda.
STUDI RIP CURRENT DI PANTAI TAMAN, KABUPATEN PACITAN Setyawan, Rinto; Setiyono, Heryoso; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.78 KB)

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan daerah yang memiliki potensi pesisir banyak, dari segi potensi pariwisata salah satunya adalah Wisata Pantai Taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lokasi kemunculan rip current di Pantai Taman Kabupaten Pacitan berdasarkan hasil interpretasi foto udaradan menganalisis faktor pembangkit rip current. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu tahap pengumpulan data sekunder, tahap pengambilan data lapangan, dan tahap pengolahan data. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada tanggal 5-7 Juni 2017, dilakukan di sepanjang Pantai Taman pada koordinat 08˚43’20” LS sampai 08˚44’30” LS dan 115˚10’7” BT sampai 115˚09’36” BT. Pengolahan data dimulai pada bulan Juni 2017. Berdasarkan kenampakan visual hasil foto udara didapatkan 4 lokasi kemunculan rip current dinamakan dengan stasiun A,B,C,dan D. Pantai Taman ini memiliki karakteristik pantai berpasir dan berbentuk teluk. Kelerengan landai keberadaan beach cusp dan sandbar menjadi faktor pembangkit rip current. Selain itu data gelombang yang didapatkan dari instansi BMKG Pusat diolah untuk mendapatkan tipe gelombang pecah plunging. Kecepatan rip current yang terukur dilapangan menunjukan bahwa stasiun D menunjukan nilai kecepatan yang terbesar hingga 3m/detik dan stasiun A memiliki kecapatan rip current paling kecil yakni 1m/detik.
PEMETAAN BATIMETRI MENGGUNAKAN SINGLEBEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN LEMBAR, LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT Dewi, Lusi Swastika; Ismanto, Aris; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Lembar berada diantara Selat Lombok dan Sungai Dodokan. Arah aliran sungai di DAS Dodokan adalah dari Timur ke Barat, dimana hulu dari aliran sungai ini adalah di Gunung Rinjani dan hilirnya adalah di Selat Lombok. Berdasarkan analisis peta rawan banjir, Sungai Dodokan di daerah muara tidak mampu mengalirkan debit air saat banjir limatahunan (Dinas Pekerjaan Umum, 2014).Penyebab terjadi banjir adalah pendangkalan dan sedimentasi di bagian hilir. Pendangkalanterjadi ketika debit sungai kecil, kecepatan arus yang tidak mengerosi endapan, mulut sungai tertutup oleh sedimen dan perubahan kedalaman, sehingga musim hujan terjadi banjir di pemukiman(Triatmodjo, 2012). Memetakan batimetri di Perairan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat merupakan tujuan penelitian. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dan pertimbangan bagi instansi terkait untuk pengembangan perlindungan melalui pembangunan bangunan-bangunan pantai di Perairan Lembar. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 2-7 Mei 2014 di Perairan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian digunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data pemeruman dengan Echosounder Singlebeam Garmin GPS Map 585, data pasang surut Perairan Lembar dan Peta Laut Lombok Barat Dishidros Edisi 2005. Penyajian data ditampilkan dengan softwareSurfer 12, Global Mapper 13 dan ArcGIS 10.1. Peta kontur kedalaman lapangan dan Dishidros menunjukkan perbedaan kedalaman. Kedalaman lapangan di Perairan Lembar memiliki kedalaman 1-25 meter dan kedalaman Dishidros 1-26 meter dengan perubahan kontur kedalaman yang terjadi berkisar 1-2 meter. Kemiringan lereng (slope) rata-rata  Perairan Lembar 2,42% (sangat landai). Garis kontur kedalaman dan morfologi dasar laut digitasi lapangan di Perairan Lembar ditemukan gundukan pasir berupa lidah pasir (spit) didekat muara Sungai Dodokan dan Sungai Bagong.
Pemetaan Batimetri dan Analisis Pasang Surut Untuk Menentukan Elevasi Lantai Dermaga 136 di Muara Sungai Mahakam, Sanga – Sanga, Kalimantan Timur Nugraha, Adiguna Rahmat; Saputro, Siddhi; Purwanto, Purwanto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.001 KB)

Abstract

ABSTRAKPerairan muara Sungai Mahakam merupakan wilayah perairan yang sering dilalui oleh kapal-kapal pengangkut batubara maupun kapal-kapal penumpang lainnya yang terletak di Kalimantan Timur. Maka, dibutuhkan dermaga sebagai pendukung aktifitas transportasi air. Sehubungan dengan rencana Pertamina Unit Sanga-Sanga untuk membangun ulang dermaga yang telah ada sejak tahun 1980-an di perairan muara Sungai Mahakam maka dibutuhkan penelitian batimetri dan pasang surut. Pemetaan batimetri dan analisis komponen pasang surut merupakan parameter penting dalam proses penentuan elevasi lantai dermaga. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi kondisi batimetri perairan dan komponen pasang surut perairan yang nantinya akan digunakan sebagai bahan acuan dalam pembuatan syarat batas elevasi lantai dan panjang dermaga di perairan muara Sungai Mahakam.Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 18-21 September 2012 di perairan muara Sungai Mahakam, Sanga – Sanga, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan metode ilmiah/scientifik karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik atau model.Perairan muara Sungai Mahakam merupakan perairan muara dengan kedalaman antara -1,3 - -8,6 m. Memiliki tipe pasang surut campuran dengan tipe ganda yang menonjol, dimana MSL 82 cm dengan interval pasang surut 242 cm, MLWL (-28,60 cm), LLWL (-75 cm) dan HHWL (167 cm). Elevasi dermaga yang didapatkan adalah + 2,76 m dengan nilai Zo sebagai titik ± 0,00 m dan + 2,04 dengan MSL sebagai titik ± 0,00 m , Dengan kedalaman perairan di depan dermaga yang dibutuhkan untuk melayani draft kapal terbesar adalah – 5 m agar kapal dapat sandar dengan aman.
REFRAKSI GELOMBANG DI PERAIRAN PANTAI MARUNDA, JAKARTA Dewi, Puteri Kesuma; D.S, Agus Anugroho; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.71 KB)

Abstract

Refraksi gelobang hal yang penting untuk diketahui, khususnya dalam perencanaan pembangunan pelabuhan di Perairan Pantai Marunda, Jakarta. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui proses refraksi gelombang di Perairan Pantai Marunda, Jakarta. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Juni 2014 di Perairan Pantai Marunda, Jakarta. Data yang digunakan meliputi data tinggi gelombang, periode gelombang, angin, dan kedalaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode studi kasus. Peramalan gelombang dari data angin menggunakan metode SMB. Pemodelan refraksi gelombang menggunakan perangkat lunak SMS 10.0 dengan modul CMS- Wave. Tinggi gelombang signifikan di Perairan Pantai Marunda sebesar 0.3 meter dan periode signifikan 5.02 detik. Refraksi gelombang terjadi karena perubahan kedalaman dan menyebabkan divergensi gelombang.
SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BENGAWAN SOLO, GRESIK, JAWA TIMUR Banjarnahor, Betty; Atmodjo, Warsito; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Bengawan Solo berpotensi mengalami pendangkalan akibat terendapnya sedimen tersuspensi dalam kurun waktu tertentu.Pendangkalan dapat merubah garis pantai dan mengganggu aktivitas pelayaran.Daerah yang mengalami pendangkalan dapat diidentifikasi dengan konsentrasi dan arah sebaran sedimen tersuspensi, khususnya yang dipengaruhi oleh pasang surut laut dan debit sungai.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi dan arah dominansi sebaran sedimen tersuspensi khususnya pada musim peralihan II bulan Oktober tahun 2015.Materi penelitian terbagi menjadi dua yaitu materi utama dan pendukung.Materi utama berupa percontoh air laut, arus laut dan pasang surut.Materi pendukung berupa peta dasar RBI dan LPI serta kondisi lingkungan lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dengan area sampling dan disproportionated stratified random sampling untuk penentuan lokasi stasiun pengambilan percontoh air laut sebanyak 20 stasiun. Analisa percontoh air laut menggunakan metode gravimetric sedangkan arah pergerakan arus laut dimodelkan menggunakansoftware MIKE 21.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata sedimen tersuspensi pada saat surut menuju pasang di kedalaman 0,2 d sebesar 156 mg/L, kedalaman 0,6 d sebesar 223 mg/L dan kedalaman 0,8 d sebesar 261 mg/L. Konsentrasi rata-rata sedimen tersuspensi pada saat pasang menuju surut di kedalaman 0,2 d sebesar 164 mg/L, kedalaman 0,6 d sebesar 212 mg/L dan kedalaman 0,8 d sebesar 252 mg/L.Debit sesaat Sungai Bengawan Solo stasiun 1 sebesar 0,265 mg/L (anak sungai 1), stasiun 2 sebesar 0,280 mg/L (anak sungai 2) dan stasiun 3 sebesar 0,441 mg/L (percabangan sungai). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebaran sedimen tersuspensi dipengaruhi oleh pergerakan arus pasang surut dan debit sungai sedangkan konsentrasi sedimen tersuspensi sebagian besar bersumber dari daratan. Sedimen tersuspensi tertinggi terletak pada lokasi pengambilan data yang berada di depan daratan pasang surut dan semakin berkurang kearah laut.    
PEMETAAN BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI LUNCI, KABUPATEN SUKAMARA, KALIMANTAN TENGAH Doloksaribu, Wisman Fabrisse; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.527 KB)

Abstract

AbstrakPerairan Pantai Lunci merupakan wilayah pesisir bagian tenggara dari Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah yang dimanfaatkan sebagai akses transportasi dan kawasan perekonomian penting bagi masyarakatnya. Dengan potensi perekonomian wilayah yang besar di Perairan Pantai Lunci, pemerintah berencana untuk melakukan pembangunan infrastruktur pantai, sehingga dapat menunjang kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan perekonomian dan transportasi masyarakat pada masa kini dan rencana pembangunan di masa mendatang diperlukan penelitian mengenai batimetri, pasang surut dan sedimen dasar perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komponen pasang surut dan tipe pasang surutnya, kondisi batimetri serta jenis sedimen dasar perairan yang nantinya akan disajikan dalam bentuk peta batimetri dan jenis sedimen dasar Perairan Pantai Lunci. Pengambilan data pasang surut selama 29 hari, data batimetri dan sampel sedimen dasar selama 14 hari.Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif, yang merupakan metode ilmiah karena data penelitian berupa angka dan analisis menggunakan statistik atau model. Metode pengambilan sampel dengan mengambil beberapa sampel untuk menggambarkan karakteristik wilayah yang diwakili secara representatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai elevasi air di Perairan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, yaitu: muka air rata-rata (MSL) 81 cm dengan interval pasang surut 152.5 cm, muka surutan (Z0) 25.42 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 190 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) -35 cm, dan memiliki pasang surut dengan tipe campuran condong ke harian tunggal. Kedalaman Perairan Pantai Lunci termasuk landai yaitu dengan kedalaman 0 – 11.9 m. Sedangkan jenis sedimen dasar Perairan Pantai Lunci terdiri dari lanaulempungan, lanaupasiran, pasirlanauandanpasir.
STUDI POLA ARUS DAN POTENSI ENERGI ARUS LAUT DI PERARIAN UJONG PANCU, ACEH BESAR Saputra, Julian; Purwanto, Purwanto; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samudera Indonesia terdiri dari gugusan pulau-pulau yang membentuk selat dan dialiri arus laut. Arus laut adalah gerakan massa air laut ke arah horizontal dan vertikal dalam skala besar. Gerakan massa air itu dapat dimanfaatkan untuk pengembangan energi alternatif. Untuk itu dilakukan studi pola arus dan potensi energi arus laut guna mengetahui pola sirkulasi arus, serta mengetahui area dan besarnya potensi energi listrik yang dapat dikonversikan sehingga dapat menjadi referensi untuk pengembangan energi alternatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian dilakukan di perairan Ujong Pancu yang secara administrasif terletak di desa Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data arus laut yang diukur pada tanggal 31 Agustus-1 September 2014 menggunakan 2D-Current Meter Infinity EM, didukung dengan data sekunder yaitu data pasang surut dan peta bathimetri. Guna mengetahui pola arus secara umum digunakan pendekatan model hidrodinamika 2 dimensi yang dibangun menggunakan software SMS dengan metode elemen hingga (finiteelement) ADCIRC. Hasil simulasi pola arus di perairan Ujong Pancu, arus bergerak dominan ke arah tenggara dan barat laut. Pada daerah teluk arus bergerak mengikuti morfologi teluk, sedangkan pada selat Aroih Cut arus bergerak mengikuti penampang pulau. Kecepatan maksimum arus sebesar 3,41 m/det yang terjadi pada kondisi pasang menuju surut, sedangkan kecepatan arus minimum 0,02 m/det yang terjadi pada saat surut. Area yang memiliki arus dengan kecepatan 3,41 m/det adalah di Selat Aroih Cut, dimana potensi rapat daya yang dihasilkan maksimal dapat mencapai 20.414,67 W/m2.
KAJIAN BATIMETRI PERAIRAN TELUK NURI DAN PERAIRAN TELUK BATANG UNTUK PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PELABUHAN TELUK BATANG, KABUPATEN KAYONG UTARA, KALIMANTAN BARAT Indrawan, Rizky Pri; Widada, Sugeng; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Teluk Batang merupakan salah satu pintu utama keluar masuk hasil tangkap ikan baik dari Selat Karimata atau perairan Laut Cina Selatan yang akan di distribusikan ke wilayah Kalimantan. Ada beberapa alternatif alur untuk menuju pelabuhan Teluk Batang salah satunya alur yang melewati Perairan Teluk Nuri, belum adanya alur pelayaran yang jelas di perairan tersebut membuat kapal yang ingin keluar atau masuk harus menempuh jarak yang lebih jauh karena kondisi morfologi di perairan Teluk Nuri yang masih belum memiliki data kedalaman yang jelas, sehingga perlu untuk mengetahui kondisi kedalaman alur sungai untuk kapal-kapal yang berlayar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 November sampai dengan 25 Desember 2015 di Perairan Teluk Batang. Kegiatan pemeruman dengan singlebeam echosounder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak HYDROpro, Terramodel, ArcGIS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0 - 23 m. Peta batimetri memperlihatkan jarak kontur yang rapat pada perairan Teluk Batang yang menuju pelabuhan Teluk Batang dengan kedalaman hingga 23m dan pada perairan Teluk Nuri hingga Laut Cina Selatan kedalaman berikar hingga 13 m. Tipe pasang surut di perairan ini adalah harian tunggal dengan nilai Formzahl 6,2.
SEBARAN NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN MUARA SUNGAI PORONG KABUPATEN SIDOARJO Tarigan, Dina Apriany; Yusuf, Muh.; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMuara sungai Porong merupakan perairan yang sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia terutama dari daratan.Unsur-unsur hara yang berasal dari daratan dan dari aktivitas manusia yang masuk ke dalam perairan tersebut menyebabkan daerah tersebut memiliki banyak kandungan unsur hara.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran konsentrasi nitrat (N-NO3) dan fosfat (P-PO4-) di perairan muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat eksploratif yang diterapkan pada 12 stasiun. Sampling dilaksanakan dari tanggal 18-31 Desember 2013.Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah nitrat, fosfat dan arus lapangan.Sedangkan variabel pendukung adalah data kualitas perairan meliputi salinitas, suhu, kekeruhan, pH, DO, data arah dan kecepatan arus dan peta batimetri wilayah muara Sungai Porong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program ArcGIS 10.1 sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial.Konsentrasi nitrat (N-NO3-) berkisar antara 1,3043-3,1079 mg/l dan fosfat (P-PO4) antara 0,084-0,128 mg/l. Arah sebaran konsentrasi nitrat dan fosfat semakin tinggi menjauhi pantai dan menuju ke arah Timur Arus permukaan perairan dapat mempengaruhi sebaran konsentrasi nitrat (N-NO3-) dan fosfat (P-PO4-).