cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
VARIABILITAS MUSIMAN POLA ARUS DI PERAIRAN SURABAYA JAWA TIMUR Saputra, Vito Hardika; Rifai, Aziz; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.443 KB)

Abstract

Perairan Surabaya, Jawa Timur merupakan daerah pesisir yang cukup potensial untuk dikembangkan. Banyaknya aktivitas pelayaran yang ada di perairan Surabaya membutuhkan informasi tentang kondisi dinamika perairan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran. Informasi mengenai arus dan pasang surut diperlukan untuk mendukung hal tersebut. Pola arus yang teridentifikasi di daerah pantai adalah pola arus yang disebabkan oleh pasang surut dan pola arus yang disebabkan oleh angin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan variabilitas arah dan kecepatan pola arus musiman (Musim Barat, Musim Timur, dan Musim Peralihan) di perairan Surabaya Jawa Timur tahun 2015. Pengukuran arus laut di lapangan dilakukan dengan metode Lagrangian, sementara permodelan arus 2D menggunakan modul hidrodinamika. Berdasarkan hasil analisis dari data arus lapangan, pola angin, model pola arus dan pasang surut, menunjukkan jenis arus yang dominan terdapat di perairan Surabaya merupakan arus pasang surut. Pola arus Musim Barat mengarah ke Barat Laut dan Tenggara, sementara pada Musim Timur mengarah ke Barat dan Tenggara. Kecepatan arus tertinggi pada Musim Barat (Februari), sementara kecepatan arus terendah terjadi pada Musim Peralihan II (November).
KAJIAN ARUS DAN BATIMETRI DI PERAIRAN PESISIR BENGKULU Fahmi, Komaria; Indrayanti, Elis; Setyawan, Wahyu Budi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan arus di Samudra Hindia sangat dipengaruhi oleh angin muson, dan sirkulasi regional massa air, sehingga sangat mempengaruhi arus di perairan pesisir Bengkulu. Adanya sistem sirkulasi arus regional yang selalu tetap di Samudra Hindia dan angin musiman di Indonesia membuat perairan ini sangat unik untuk dikaji.  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 - 16 Juni 2013 di perairan pesisir Bengkulu. Data yang digunakan yaitu kecepatan arus, arah arus, kedalaman, peta Dishidros dan peta RBI Bengkulu. Penelitian mengggunakan metode kuantitatif. Penampilan arus menggunakan current rose. Distribusi arus secara vertikal menggunakan perangkat lunak Surfer 11. Data batimetri hasil perekaman dibandingkan dengan data Dishidros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus di perairan pesisir Bengkulu pada musim timur (bulan Juni) dominan menuju arah selatan. Kecepatan rata-rata berkisar antara 0,2 - 0,5 m/det. Arus pada kedalaman 1 meter  arahnya 170°-180° dominan ke selatan dengan kecepatan 0,2 -0,5 m/det. Pada kedalaman 10 meter arahnya 130°-150° dominan ke tenggara dengan kecepatan 0,2 - 0,5 m/det dan pada kedalaman 20 meter arahnya 110°-120° dominan ke tenggara- timur dengan kecepatan 0,2 - 0,4 m/det. 
DISTRIBUSI SALINITAS AKIBAT PENGARUH PASANG SURUT DI ESTUARI SUNGAI KARANGSONG, INDRAMAYU Dewi, Atika Kumala; Rochaddi, Baskoro; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Karangsong merupakan salah satu sungai terbesar di Kabupaten Indramayu yang banyak dimanfaatkan masyarakat sekitar. Permasalahan yang terjadi di Sungai Karangsong adalah masyarakat kesulitan memanfaatkan air sungai karena airnya payau. Bertambahnya aktifitas di aliran Sungai Karangsong serta pengaruh pasang surut dapat menyebabkan terjadinya intrusi air permukaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi salinitas di aliran estuari Sungai Karangsong dan mengetahui hubungan antara elevasi pasang surut, arus pasut dan jarak jangkauan terhadap sebaran salinitas di kedalaman berbeda di Sungai Karangsong. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Mei sampai dengan 19 Mei 2015. Metode analisis menggunakan metode regresi berganda dan pendekatan nilai daya hantar listrik. Nilai daya hantar listrik di sepanjang estuari Sungai Karangsong berkisar 2760 Mikrosiemens sampai dengan 35400 Mikrosiemens pada jarak jangkauan hingga 4050 meter dari muara sungai. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda terhadap semua variabel didapatkan nilai koefisien determinasi (R2 atau R square) sebesar 99 %. Angka tersebut mempunyai arti bahwa semua variabel bebas berupa elevasi pasang surut, arus pasut dan jarak jangkauan memiliki hubungan dan pengaruh nyata terhadap sebaran salinitas.
Pengaruh Arus Terhadap Sebaran Muatan Padatan Tersuspensi Di Pantai Slamaran Pekalongan Damayanti, Ratna; Hariadi, Hariadi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.461 KB)

Abstract

                                                                                Pantai Slamaran merupakan salah satu pantai wisata di Kota Pekalongan yang memiliki tingkat sedimentasi cukup tinggi dimana terdapat muara sungai sudetan sungai Banger dan muara sungai Slamaran yang membawa material – material dari darat ke laut. Material tersebut ada yang bersifat terlarut dan tersuspensi. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arus, mengetahui nilai MPT saat pasang menuju surut dan saat surut menuju pasang pada kedalaman 0,2d, 0,6d, dan 0,8d dan pengaruh arus terhadap sebaran muatan padatan tersuspensi di Pantai Slamaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive. Model matematik yang digunakan adalah model ADCIRC untuk pola arus dan ArcGis untuk sebaran MPT. Arus yang berperan pada lapisan permukaan, tengah, dan dasar adalah arus nonpasut seperti longshore current. Pada lapisan permukaan arah arus dominan ke utara dan ke tenggara, pada lapisan tengah arah arus dominan ke barat laut dan ke timur dan pada lapisan dasar arah arus dominan ke barat laut dan ke tenggara. Sebaran MPT di pantai Slamaran dipengaruhi oleh arus non pasut seperti longshore current. Pada saat pasang menuju surut nilai MPT pada kedalaman 0,2d 500 mg/L – 952 mg/L, pada kedalaman 0,6d 467 mg/L – 927 mg/L, dan pada kedalaman 0,8d 470 mg/L – 906 mg/L. Pada saat surut menuju pasang nilai MPT pada kedalaman 0,2d 952 mg/L – 1063 mg/L, pada kedalaman 0,6d 927 mg/L – 1039 mg/L, dan pada kedalaman 0,8d 1157 mg/L – 2031 mg/L.
Karakteristik dan Peramalan Pasang Surut di Pulau Kelapa Dua, Kabupaten Kepulauan Seribu Yudhantoko, Mahendrajit; Handoyo, Gentur; Zainuri, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.633 KB)

Abstract

Perairan pulau Kelapa Dua merupakan perairan yang tergolong sempit sehingga sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Pengaruh pasang surut tersebut akan menyebabkan perairan di Pulau Kelapa Dua mempunyai dinamika yang terkait dengan intensitas pengaruh dari pasang surut maupun faktor hidro oseanografi yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan melakukan peramalan terhadap pasang surut di Pulau Kelapa Dua Kepulauan Seribu serta mengetahui faktor-faktor lain yang dapat dipengaruhi pasang surut..Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 dan Februari 2016 di perairan Pulau Kelapa Dua. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa data pengamatan lapangan pasang surut, suhu, salinitas, dan perairan. Materi sekunder berupa pola arus dan gelombang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuantitatif. Terdapat 3 stasiun pengambilan pasang surut dan 16 stasiun kualitas perairan yang diharapkan dapat mewakili kondisi perairan Pulau Kelapa Dua. Model matematik yang digunakan adalah model SMS 10.0 untuk pola arus dan ArcGIS untuk sebaran suhu, salinitas, dan kecerahan.Hasil penelitian menunjukkan Pulau Kelapa Dua memiliki nilai elevasi muka air laut (MSL) sebesar 62 cm, muka air laut rendah terendah (LLWL) sebesar 18 cm, dan muka air laut tinggi tertinggi sebesar 98 cm. Pulau Kelapa Dua memiliki tipe pasang surut tunggal, kisaran suhu 28-31 ± 0, 89oC, kisaran salinitas 30-34 ± 1, 08o/oo, dan kisaran kecerahan sebesar0,4–3,1 ± 0,4m. Data gelombang menunjukkan gelombang maksimal(Hmax) 1, 17 meter dan tinggi gelombang minimum (Hmin) 0.97 meter, sedangkan periode gelombang maksimal 5,69 detik dan periode gelombang minimum 5,19 detik. Pola arus saat kondisi pasang mengarah ke daratan dan saat surut pergi menuju lautan. Dari hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa Pasang surut dapat mempengaruhi distribusi salinitas, suhu, dan kecerahan serta parameter oseanografi yang lain seperti arus dan gelombang.
POLA SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI BERDASARKAN MODEL POLA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Sinaga, Afrianto Tua; Satriadi, Alfi; Hariyadi, Hariyadi; Novico, Franto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.1 KB)

Abstract

ABSTRAKTeluk Balikpapan memiliki muara-muara sungai besar maupun kecil, di antaranya seperti Sungai Sumber, Sungai Wain, Sungai Semoi, Sungai Sepaku, Sungai Somber, Sungai Kariangau dan Sungai Riko. DAS (Daerah Aliran Sungai) Teluk Balikpapan memiliki peranan yang cukup penting dan strategis, diantaranya sebagai penyangga kesinambungan fungsi teluk tersebut sebagai pelabuhan laut Balikpapan dan sumber penghasilan masyarakat di sekitarnya serta kehidupan ekosistem perairan kawasan teluk.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi berdasarkan model pola arus pasang surut di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur dengan menggunakan pendekatan model Mike 21. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 10 November 2011 – 24 November  2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Model yang digunakan merupakan model hidrodinamika dengan data batimetri dan data pasang surut sebagai penggerak utama dan data sekunder yaitu konsentrasi sedimen tersuspensi yang konstan sebagai nilai masukan dalam pengolahan model.Nilai maksimum konsentrasi sedimen tersuspensi terjadi pada saat pasang purnama yaitu di Sungai Wain Besar  berkisar antara 0,032 kg/m3 – 0,04 kg/m3 dengan kecepatan arus pasut 0,1 m/s – 0,12 m/s. Nilai minimum terjadi pada saat surut perbani di sekitar Sungai Sumber dengan nilai berkisar 0 – 0,08 kg/m3dengan kecepatan arus pasut 0,02 m/s – 0,04 m/s. Nilai korelasi antara data pasang surut pengamatan dengan nilai elevasi muka air hasil model Mike 21 mencapai 93,74 %.
Pengaruh Arus terhadap Sebaran Material Padatan Tersuspensi di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara Perwira, Thomas Agung; Rochaddi, Baskoro; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.463 KB)

Abstract

 Belum adanya penelitian tentang sebaran sedimen tersuspensi membuat kurangnya informasi bagi pengelola serta wisatawan dalam aspek keselamatan pengunjung yang hendak berwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus laut terhadap sebaran MPT di perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu survey lapangan dan tahap pemodelan numerik dengan software Seasurface Modeling System (SMS) sub model ADCIRC untuk pola arus.  Tahap pemodelan numerik dengan modul ADCIRC dengan inputan bathimetri yang didapat dari Peta LPI Gedong, data pasang surut.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan penentuan lokasi dengan purposive sample. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi di perairan Benteng Portugis saat pasang pada kedalaman 0,2d   berkisar antara antara 0,1 mg/l -0,3 mg/l, pada kedalaman 0,6d berkisar antara 0,1 mg/l -0,3 mg/l, dan pada kedalaman 0,8d berkisar antara 0,1 mg/l -0,4 mg/l. Pada saat surut  pada kedalaman 0,2d berkisar antara 0,1 mg/l -0,3 mg/l, pada kedalaman 0,6d berkisar antara 0,1 mg/l -0,5 mg/l, dan pada kedalaman 0,8d berkisar antara 0,1 mg/l -0,4 mg/l. ont-fa�_:T85��Roman";mso-bidi-theme-font:minor-bidi'> memiliki tipe pasang surut condong harian tunggal (F=2,45), dimana nilai MSL 71,4 cm, HHWL 129,1 cm, LLWL 13,8 cm, MLWL 38,8 cm, dan MHWL 67 cm. Nilai kedalaman untuk alur dihitung dengan menggunakan LLWL sebagai titik acuan,dengan kedalaman perairan aman di depan dermaga yang dibutuhkan adalah 1,5 m untuk melayani draftkapal perikanan terbesar, dan harus memutar melewati Pulau Sambangan dan Pulau Seruni dan melalui daerah timur Pulau Genting untuk memasuki dermaga Pulau Genting.Kedalaman dangkal pada daerah sekitar pantai disebabkan adanya gugusan/benting karang di sekitar pulau tersebut. 
ANALISA POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR MUARA SUNGAI BATANG ARAU PADANG Satria, Fadhel Wira; Saputro, Siddhi; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.593 KB)

Abstract

Muara sungai berfungsi sebangai penghubung antara sungai dan laut, pada daerah ini terjadi pertemuan antara arus sungai dan juga arus laut. Pertemuan arus ini nantinya akan menyebabkan terjadi proses sedimentasi pada muara sungai. Sedimen yang tersedimenasi nantinya akan mengalami proses transpor yang disebabkan oleh pengaruh arus diperairan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran ukuran butir sedimen pada muara sungai Batang Arau Padang serta pengaruh arus terhadap pesebaran sedimen di muara sungai Batang Arau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 di muara sungai Batang Arau, Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan titik lokasi dengan menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel sedimen dasar pada 25 Mei 2016. Analisis jenis sampel sedimen dasar di laboratorium menggunakan metode granulometri. Peta sebaran sedimen dasar diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.0 dan pemodelan arus laut menggunakan software MIKE 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sebaran sedimen dasar pada perairan ialah jenis lanau, lanau pasiran, pasir lanauan, dan pasir. Kondisi arus pada saat pengambilan data terbilang kecil yakni 0,117 – 0,196 m/det dengan arah ke Timur Laut dan Barat Daya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sedimen yang memiliki ukuran butir yang lebih besar terendapkan pada wilayah muara dan semakin mengecil ukurannya menuju laut.
STUDI ARUS LAUT DAN SEDIMEN DASAR DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU PARANG KEPULAUAN KARIMUNJAWA JEPARA JAWA TENGAH Ekayogiharso, Ekayogiharso; Munasik, Munasik; Prasetyawan, Indra Budi
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Parang merupakan bagian dari Taman Nasional Kepulauan Karimunjawa yang termasuk pada zona budidaya, zona rehabilitasi, dan zona pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus laut dan jenis sedimen dasar dalah hubungannya dengan kondisi terumbu karang yang ada di Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 September 2012 sampai 31 Januari 2013di Perairan Pulau Parang dan di Laboratorium Geologi Ilmu kelautan UNDIP. Data yang digunakan adalah data primer arus laut, sedimen dasar, kondisi terumbu karang, pasang surut, suhu, salinitas, kecerahan, kedalaman, pH, DO dan data sekunder peta rupa bumi Kepulauan Karimunjawa, peta batimetri Karimunjawa dan kondisi terumbu karang Pulau Parang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif merupakan metode dalam meneliti suatu kondisi di alam dengan intrepetasi yang sistematis, aktual, cermat dan tepat. Analisa data arus laut menggunakan pemodelaan SMS 8.0 dan 8.1 model arus ADCIRC, data sedimen dengan analisa ukuran butir, dan kondisi terumbu karang berdasarkan prosentase tutupan karang hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi terumbu karang baik apabila nilai ukuran butir sedimen Pasir 99,173 % tinggi, Lanau 0,662 % rendah dan Lempung 0,164 % rendah dengan kecepatan arus 0,002 m/detik, kondisi terumbu karang sedang Pasir 89,789 % tinggi, Lanau 8,214 % rendah, danLempung 1,166% rendah dengan kecepatan arus 0,001 m/detik, kondisi terumbu karang buruk Pasir84,845 % tinggi, Lanau 12,244 % rendah, Lempung 2,91 % rendah dengan kecepatan arus 0,001 m/detik.
PENGARUH ARUS TERHADAP SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PT. PERTAMINA RU VI PERAIRAN BALONGAN, KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Sukoro, Wali Baiq; Setiyono, Heryoso; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pada pelabuhan khusus PT. Pertamina RU VI Balongan Indramayu menyebabkan kondisi perairan di sekitar lokasi pelabuhan menjadi dinamis. Proses hidro-oseanografi memberikan pengaruh terhadap tingginya suatu nilai padatan tersuspensi di suatu lokasi. Dalam hal ini perlu dilakukan penelitian mengenai pola arus laut terhadap sebaran material padatan tersuspensi di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan Indramayu, Jawa Barat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus laut terhadap sebaran MPT di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan Indramayu. Penelitian dimulai dari tahap pengambilan data di lapangan pada tanggal 8-15 November 2014 di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan Indramayu dan tahap pengolahan data serta analisis data hasil pengukuran lapangan. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa arus dan sampel air sedangkan data sekunder berupa data pasut dan peta batimetri Tanjungpriok hingga Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat eksploratif, penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode sampling purposive, pengambilan data arus menggunakan metode lagrange. Model matematik yang digunakan adalah model ADCIRC untuk pola arus dan ArcGIS untuk sebaran MPT. Berdasarkan hasil sebaran MPT di PT. Pertamina RU VI Perairan Balongan mempunyai nilai konsentrasi rerata MPT pada saat menuju pasang sebesar 122 mg/l dan saat menuju surut sebesar 89 mg/l. Dalam proses penyebaran nilai konsentrasi di perairan tidak hanya dipengaruhi oleh arus melainkan ada faktor lain, yaitu faktor kedalaman dan aktivitas kapal.