cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Variabilitas Suhu Permukaan Laut Di Pantai Utara Semarang Menggunakan Citra Satelit Aqua Modis Hidayat, Rahmat; Subardjo, Petrus; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.792 KB)

Abstract

Pantai Utara Semarang merupakan perairan yang menjadi bagian dari Laut Jawa yang dipengaruhi oleh angin muson. Selain itu, diketahui juga bahwa iklim di perairan Pantai Utara Semarang dipengaruhi oleh variabilitas musiman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variabilitas suhu permukaan laut di Pantai Utara Semarang dengan menggunakan bantuan citra satelit Aqua Modis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data primer berupa nilai suhu permukaan laut (SPL) yang diukur secara langsung di lapangan sebagai verifikasi data citra satelit Aqua Modis. Data sekunder berupa data arah dan kecepatan angin serta data arah dan kecepatan arus permukaan rata – rata bulanan dari bulan Desember 2013 sampai dengan September 2014 yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Semarang. Data tersebut selanjutnya diolah dengan citra Aqua Modis. Diketahui bahwa sebaran suhu permukaan laut di perairan Pantai Utara Semarang mencapai nilai derajat maksimum pada musim Timur yaitu 32,3 oC. Sebaran suhu permukaan laut di perairan Pantai Utara Semarang mencapai nilai derajat paling minimum ketika musim Barat  yaitu 24,6 oC.
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN KECAMATAN BINAMU, KABUPATEN JENEPONTO, SULAWESI SELATAN Febriansyah, Egi; Sugianto, Denny Nugroho; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dengan letak geografis berada pada 5º23’12”-5º42’1,2” LS dan 119º29’12”-119º56’44,9” BT. Kabupaten Jeneponto memiliki 11 kecamatan, salah satunya yaitu Kecamatan Binamu. Sebagian besar masyarakat Binamu bermata pencaharian sebagai petani rumput laut. Besarnya gelombang di Perairan Binamu mengakibatkan terjadinya abrasi sehingga merusak ekosistem laut di perairan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang di Perairan Binamu. Penelitian dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 4-6 Oktober 2014. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengambilan data gelombang dengan menggunakan ADCP type Argounaunt-XR. Pengolahan data angin dilakukan secara statistik yang selanjutnya dilakukan perhitungan dengan permalan metode Sverdrup Munk Bretschneider (SMB). Analisis refraksi dan difraksi gelombang menggunakan pemodelan Surface-water Modelling System (SMS) dalam modul STWAVE. Berdasarkan pengukuran di lapangan, Perairan Binamu memiliki tinggi dan periode signifikan sebesar 0,28 meter dan 4,6 detik. Berdasarkan hasil peramalan gelombang didapatkan pada musim barat tinggi gelombang maksimum mencapai 1,31 meter dengan periode 6,1 detik. Pada musim peralihan I tinggi gelombang maksimum mencapai 1,31 meter dengan periode 6,1 detik. Pada musim timur tinggi gelombang maksimum mencapai 1,09 meter dengan periode 5,5 detik. Sedangkan pada musim peralihan II tinggi gelombang maksimum mencapai 1,29 meter dengan periode 6,1 detik. Gelombang di Perairan Binamu termasuk kedalam tipe periode gelombang gravitasi karena memiliki periode antara 1-30 detik dan termasuk kedalam tipe perairan transisi (menengah) dimana nilai kedalaman relatif (d/L) berkisar antara 0,05 sampai 0,5. Refraksi gelombang terjadi karena adanya perubahan kedalaman. Difraksi gelombang terjadi akibat adanya bangunan pemecah gelombang di Perairan Binamu.
DINAMIKA UPWELLING DAN DOWNWELLING BERDASARKAN VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN SELATAN JAWA Yoga B, Raden Bima; Setyono, Heryoso; Harsono, Gentio
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1989.577 KB)

Abstract

AbstrakDinamika massa air Perairan selatan Jawa sangat dipengaruhi oleh sistem monsun. Hal ini menyebabkan dua pola pergerakan massa air utama yaitu upwelling dan downwelling yang mempengaruhi fluktuasi parameter oseanografi permukaan seperti suhu permukaan laut dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika upwelling dan downwelling berdasarkan sebaran citra suhu permukaan laut, klorofil-a dan gesekan angin serta data CTD Februari 2013 serta mengidentifikasi variasi iklim yang berpengaruh terhadap fluktuasi suhu permukaan laut, klorofil-a dan CPUE Cakalang pada daerah fishing ground perairan selatan Jawa Barat-Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data satelit seperti suhu permukaan laut (MODIS), klorofil-a permukaan (MODIS), angin (EMCWF), tinggi muka laut (TOPEX/Poseidon), dan arus geostropik (TOPEX/Poseidon), data hidrografi (data Argofloat dan CTD pengukuran lapangan) serta data Cacth Per Unit Effort (CPUE) Cakalang/Katsuwonus pelamis yang diolah menggunakan perangkat Surfer 10.0 dan Ferret 6.03. Hasil data CTD, SPL bulanan dan klorofil-a bulanan  menunjukkan zona upwelling dan downwelling terfokus di selatan perairan Jawa Timur. Pola yang berbeda ditunjukkan sebaran gesekan angin zonal yang menunjukkan zona upwelling terfokus di perairan selatan Jawa Barat. Hasil grafik trend menunjukan fluktuasi suhu terendah, konsentrasi klorofil-a dan CPUE Cakalang tertinggi terjadi tahun 2006, sedangkan fluktuasi suhu tertinggi, konsentrasi klorofil-a dan CPUE Cakalang terendah terjadi tahun 2010. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses upwelling tidak hanya dibangkitkan oleh angin, tetapi diduga akibat Arus Katulistiwa Selatan yang mendekat ke perairan selatan Jawa sedangkan proses downwelling dibangkitkan oleh angin, variasi iklim El Nino dan Indian Ocean Dipole Mode(+) mempengaruhi upwelling yang intensif tahun 2006 serta La Nina dan Indian Ocean Dipole Mode(-) mempengaruhi downwelling tahun 2010.
ANALISA POLA SEBARANSEDIMEN TERSUSPENSI PADA SAAT PASANG MENUJU SURUT DI PERAIRAN TASIK AGUNG, REMBANG Saputra, Teo Andri; Hariyadi, Hariyadi; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Tasik Agung berhubungan langsung dengan muara Sungai Karanggeneng. Aktifitas kapal nelayan yang tinggi,buangan material padatan tersuspensi yang berasal dari sungai, serta aktifitas hidro-oseanografi berpotensi dalam proses pendangkalan pada muara sungai.        Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi sedimen tersuspensi pada tiga kedalaman yaitu 0.2 d (depth), 0.6 d, dan 0.8 d serta pola sebaran sedimen tersuspensi tersebut.Materi yang di gunakan adalah data primer yang meliputi percontoh sedimen tersuspensi dan data arus serta data sekunder yang meliputi data peramalan pasang surut dan peta LPI Kabupaten Rembang. Metodeyang digunakan adalah deskriptif eksploratif, sedangkan untuk pengambilan data menggunakan sample purposive method.Pengolahan data dan pola sebaran arus dapat diketahui dengan menggunakan software SMS 8.0 dan 8.1 modul ADCIRC, sedangkan untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi dapat menggunakan software ArcGIS 10.            Hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi di perairanTasik Agung berkisar antara 0.05 g/L – 0.4 g/L dengan nilai konsentrasi terendah berada pada kedalaman 0.8 d dan nilai konsentrasi tertinggi berada pada kedalaman 0.6 d. Hasildaripengolahan data arus menunjukan bahwa arus dominan pada saat pasang menuju surut akan bergerak ke arah barat laut, sehingga pola sebaran sedimen tersuspensi mengikuti pola arus tersebut.
STUDI SEBARAN JENIS SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI MARINA ANCOL JAKARTA Erdian, Oldy; Satriadi, Alfi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.543 KB)

Abstract

Perairan Pantai Marina Ancol memiliki intensitas aktivitas pelayaran yang cukup tinggi. Dengan mempertimbangkan hal demikian Perarian Pantai Marina Ancol membutuhkan pelabuhan. Pembangunan pelabuhan  diharuskan tidak mengalami hambatan fisik yaitu pendangkalan. Untuk mendukung pembangunan di masa yang akan datang maka dibutuhkan data jenis sedimen dasar dan pola arus yang mempengaruhi di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran jenis sedimen dasar dan pola arus yang mempengaruhi di Perarian Pantai Marina Ancol, Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada 27 - 30 April 2016 di perairan Pantai Marina Ancol, Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan titik lokasi dengan menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel sedimen pada 20 titik. Analisis jenis sedimen dilakukan di Laboratorium Geologi Kelautan Universitas Diponegoro Semarang menggunakan metode Granulometri. Peta sebaran jenis sedimen di interpretasikan menggunakan software ArcGIS 10.2 dan pemodelan arus laut menggunakan software MIKE 21.Berdasarkan analisis sebaran sedimen dasar selama penelitian jenis sedimen dasar di Perairan Pantai Marina Ancol, Jakarta didominasi oleh pasir lanauan. Hasil dari pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa pola arus dominan di perairan Pantai Marina Ancol, Jakarta adalah arus pasang surut dengan kecepatan arus berkisar antara 0.019 – 0.458 m/s pada kedalaman permukaan, 0.018 – 0.314 m/s pada kedalaman tengah dan 0.023 – 0.397 pada kedalaman dasar dengan arah arus bergerak antara arah tenggara – barat daya. 
STUDI POLA SEBARAN TUMPAHAN MINYAK DENGAN APLIKASI MODEL HIDRODINAMIKA DAN SPILL ANALYSIS MENGGUNAKAN SOFTWARE MIKE 21 DI PERAIRAN SELAT RUPAT, PROVINSI RIAU Tarigan, Trika Agnestasia; Prasetyawan, Indra Budi; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.444 KB)

Abstract

AbstrakBerbagai aktivitas atau kegiatan industri seperti transportasi, penyimpanan, pengolahan dan distribusi minyak yang dilakukan di sekitar wilayah Selat Rupat, Provinsi Riau rawan terhadap pencemaran tumpahan minyak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola sebaran tumpahan minyak mentah (crude oil), avtur dan diesel dengan pendekatan model hidrodinamika dan spill analysis menggunakan software MIKE 21.Data yang digunakan mencakup data primer dan data sekunder.Data primer yaitu data arus laut, pasang surut, dan suhu air laut.Sedangkan data sekunder yaitu data angin, batimetri, data volume fraksi minyak dan data port information.Hasil yang diperoleh menunjukkan tipe pasang surutnya pasang surut harian ganda (semi diurnal) dengan nilai bilangan Formzhal 0,2287. Pola arus didominasi oleh arus pasang surut dengan kecepatan arus maksimum berkisar 0,9286 m/s dengan arah menuju timur Selat Rupat. Pola sebaran tumpahan minyak mentah (crude oil), avtur, dan diesel saat pasang bergerak ke arah timur Selat Rupat, sebaliknya pada saat surut bergerak kearah barat Selat Rupat. Minyak mentah (crude oil) memiliki waktu pemaparan yang lebih lama yaitu + 380 jam dibandingkan waktu pemaparan minyak avtur dan diesel yaitu+ 285 jam. 
PEMODELAN DISTRIBUSI RADIONUKLIDA 137Cs DI MUARA SUNGAI CISADANE PERAIRAN TELUK JAKARTA BERDASARKAN DATA RADIOLOGI DAN OSEANOGRAFI Agustini Sinaga; Muslim Muslim; Heny Suseno
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.327 KB)

Abstract

Radionuklida merupakan unsur cemaran yang sangat penting untuk diketahui persebarannya. Radionuklida137Cs bersifat konservatif sehingga penyebarannya dalam laut sangat dipengaruhi oleh proses pencampuran dan difusi. Tujuan dari penelitian ini memodelkan distribusi radionuklida137Cs di Perairan Teluk Jakarta seandainya di Muara Sungai Cisadane terdapat limbah 137Cs dengan pendekatan model hidrodinamika menggunakan Software Surface Water Modelling System (SMS). Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap survey lapangan dan tahap pemodelan hidrodinamika menggunakan Software Surface Water Modeling System (SMS) modul Resources Management Associates-2 (RMA2) untuk memodelkan arah dan kecepatan arus laut serta dilanjutkan modul Resources Management Associates-4 (RMA4) untuk memodelkan distribusi 137Cs. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penetapan lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi hidrodinamika perairan Teluk Jakarta menunjukkan bahwa kecepatan arus maksimum yaitu 0,036 m/s pada saat pasang. Distribusi Radionuklida 137Cs di perairan Teluk Jakarta selama 15 hari menunjukkan, bahwa 137Cs telah menyebar lebih dominan ke arah timur, namun nilai aktivitasnya masih lebih banyak terdapat didaerah awal mulanya lepasan. Hal ini menunjukan ternyata waktu simulasi selama 15 hari nilai aktivitas 137Cs belum mampu tersebar seluruhnya ke perairan laut, karena lemahnya arus.
KAJIAN POLA ARUS DAN CO-RANGE PASANG SURUT DI TELUK BENETE SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Rudy Pratama, Taufix; Indrayanti, Elis; Budi Prasetyawan, Indra
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2500.33 KB)

Abstract

Abstrak Pola Arus dan kondisi pasang surut merupakan dinamika perairan yang sangat berpengaruh terhadap proses oseanografi di perairan. Kajian pola arus dan pasang surut dapat digunakan dalam pengelolaan kawasan perairan seperti pengelolaan alur pelayaran maupun pembangunan bangunan pantai di sekitar perairan. Arus di Teluk Benete di dominasi oleh arus non pasut, dimana dominasi arus pasut sebesar 34,545%, sedangkan dominasi arus non pasut sebesar 65.546%..  Kecepatan maksimum arus Teluk Benete sebesar 0,2822 m/s di permukaan, kondisi arus ini dipengaruhi oleh bentuk morfologi perairan dan juga kondisi teluk yang terhubung oleh Selat Alas. Analisis pola arus dan co- range pasang surut mengunakan program Mike-21 dimana program ini dapat mensimulasikan penjalaran arus dan dapat menampilkan co-range pasang surut di perairan. Hasil simulasi model memperlihatkan pola arus dimana kondisi pasang arus bergerak menuju teluk dan kondisi surut aus bergerak keluar teluk. Co-range pasang surut Teluk Benete memperlihatkan kondisi sebaran amplitudo di kawasan teluk merupakan hasil residu dari penjalaran gelombang pasang surut dari selat alas.
SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN PANTAI PASAR BANGGI, KABUPATEN REMBANG Mariani, Dinny Fajar; Hariadi, Hariadi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.997 KB)

Abstract

Perairan Pantai Pasar Banggi merupakan salah satu daerah di Kabupaten Rembang yang memiliki tingkat sedimentasi yang tinggi. Tingkat konsentrasi material padatan tersuspensi menjadi salah satu penyebab meningkatnya endapan sedimen dan berpotensi menyebabkan pendangkalan yang berdampak pada terhambatnya aliran sungai menuju laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsentrasi dan pola sebaran muatan padatan tersuspensi serta faktor-faktor oseanografi yang mempengaruhi sebarannya. Pengambilan sampel dilaksanakan pada saat pasang dan surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode sample survey, serta metode Gravimetri untuk analisa sampel material padatan tersuspensi. Peta sebaran material padatan tersuspensi diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi pada saat pasang dikedalaman 0,2d berkisar antara 172 mg/l – 498 mg/l, kedalaman 0,6d berkisar antara 204 mg/l – 354 mg/l dan kedalaman 0,8d berkisar antara 207 mg/l – 345 mg/l, sedangkan pada saat surut dikedalaman 0,2d berkisar antara 130 mg/l – 448 mg/l, kedalaman 0,6d berkisar antara 160 mg/l – 246 mg/l dan kedalaman 0,8d berkisar antara 151 mg/l – 286 mg/l. Arah arus yang bergerak dari arah barat daya ke timur laut. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai konsentrasi material padatan tersuspensi relatif lebih besar pada saat pasang dibandingkan saat surut. Hal ini dimungkinkan adanya pengaruh arus, pasang surut, dan kecepatan arus dalam proses pengadukan sehingga mempengaruhi tinggi rendahnya konsentrasi nilai material padatan tersuspensi.
Distribusi Salinitas Akibat Pengaruh Pasang Surut Pasca Normalisasi di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang Anggara, Dimas Wahyu; Saputro, Siddhi; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai terbesar di Kota Semarang yang memiliki banyak fungsi bagi masyarakat. Salah satu permasalahan yang terjadi di Sungai Banjir Kanal Barat adalah intrusi air permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh pasang surut serta beberapa parameter fisik sungai (debit sungai, jarak jangkauan dan kedalaman) terhadap seberapa jauh pengaruh masuknya air laut di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang dan juga untuk mengetahui distribusi salinitas. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 - 27 Maret 2014. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis data adalah metode regresi linier berganda untuk mengetahui ukuran kekuatan antara variabel pasang surut dan parameter fisik sungai terhadap variabel salinitas. Selain itu untuk mengetahui pola penyebaran salinitas dapat diolah dengan bantuan software Ocean Data View (ODV) 4.0 dan ArcGIS 10. Berdasarkan pengukuran di lapangan didapatkan nilai salinitas di sepanjang daerah penelitian berkisar antara 0 ‰ sampai dengan 26 ‰ dengan nilai kedalaman berkisar 0.35 meter - 1.73 meter. Sedangkan jarak jangkauan salinitas maksimum ke arah hulu sungai yaitu sejauh 2900 meter dari muara sungai. Hasil olahan model statistik dengan menggunakan regresi linier berganda didapatkan nilai R square sebesar 0.950. Angka tersebut mempunyai arti bahwa terdapat korelasi yang kuat antara pengaruh pasang surut dan parameter fisik sungai (Debit sungai, jarak jangkauan dan kedalaman) terhadap salinitas pada berbagai lapisan kedalaman.