cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI BATIMETRI DAN MORFOLOGI DASAR LAUT DI PERAIRAN PULAU LIRANG, KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Yuniastuti, Florentina Chandra; Satriadi, Alfi; Hariyadi, Hariyadi; Priyono, Bayu
Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.273 KB)

Abstract

Pulau Lirang sebagai pulau kecil terluar termasuk dalam Kabupaten Maluku Barat Daya, perlu mendapatkan perhatian lebih, karena kawasan lautnya merupakan batas terluar Negara Indonesia. Survei batimetri dilakukan untuk membuat peta kedalaman laut dalam skala yang lebih besar. Berdasarkan informasi mengenai kedalaman laut (batimetri) dan dapat dilakukan analisis morfologi dasar laut yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontur batimetri dan morfologi dasar laut di perairan Pulau Lirang Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian ini dilakukan pada tanggal tanggal 16-30 April 2016 di perairan Pulau Lirang, Kabupaten Maluku Barat Daya. Data yang digunakan adalah data pemeruman dengan Echosounder Singlebeam, data pasang surut, dan Peta Laut Digital Indonesia No.378 Edisi 2008 Publikasi DISHIDROS. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.2 dan Surfer 11 untuk menghasilkan kontur batimetri.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara -0.272 m hingga -315.2 m. Peta kontur kedalaman menghasilkan nilai garis kontur terdalam -290 meter. Memiliki morfologi dasar laut continental shelf (paparan benua) dan continental slope (lereng benua). Berdasarkan hasil perhitungan kelerengan dasar laut, bagian barat perairan Pulau Lirang termasuk dalam kategori kelerengan datar dengan nilai kelerengan 1.1% - 1.7%, landai dengan nilai kelerengan 2.7%, bergelombang dengan nilai 8.5% - 9.7% dan agak curam 26.8%. Sedangkan pada bagian timur perairan Pulau Lirang termasuk dalam kategori kelerengan datar 0.8% - 1.2%, landai dengan nilai kelerengan 4.5%, bergelombang dengan nilai kelerengan 8%  dan agak curam 22.9%.
ARUS PERMUKAAN YANG BERPENGARUH TERHADAP DISTRIBUSI 137Cs (CESIUM-137) DI PERAIRAN GRESIK Fauziah Rafsani; Muslim Muslim; Heny Suseno
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pencemaran laut di Perairan Gresik yang belum mendapat perhatian dan belum banyak diteliti adalah pencemaran zat radioaktif  radionuklida 137Cs. Unsur radionuklida ini mendapat perhatian karena sifatnya yang mudah larut di dalam air. Pencemaran apapun baik yang berasal dari daratan (land base pollution) maupun dari lautan (marine base pollution) secara langsung maupun tidak, akan signifikan mempengaruhi lingkungannya yang tidak mengenal batas teriotorial tetapi bisa bersifat global, sehingga pengetahuan tentang sirkulasi dan pergerakan polutan (termasuk zat radioaktif) sangat penting untuk diprediksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui arus  permukaan yang berpengaruh  terhadap proses distribusi kandungan 137Cs di perairan Gresik. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus tertinggi berada pada angka 0,191 m/s dan kecepatan arus terendah 0,006 m/s. Arus permukaan yang membawa kandungan radionuklida hingga sampai ke perairan Gresik adalah Arus Mindanao yang masuk ke dalam jalur ARLINDO.
SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KETIWON, TEGAL Qualifa, Fortina; Atmodjo, Warsito; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.719 KB)

Abstract

 Muara Sungai Ketiwon merupakan salah satu lokasi yang berpotensi mengalami pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi. Potensi dari terjadinya pendangkalan tersebut dapat diketahui dengan menentukan nilai dari material padatan tersuspensi. Besar konsentrasi material padatan tersuspensi di laut dipengaruhi oleh arus pasang surut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran material padatan tersuspensi pada saat pasang menuju surut dan surut menuju pasang di perairan Muara Sungai Ketiwon, Tegal. Materi utama yang digunakan berupa data sedimen tersuspensi dan data arus yang berupa arah arus dan nilai kecepatan arus. Materi penunjang berupa data pasang surut bulan Mei 2015 dan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Tegal tahun 1999 dengan skala 1:25.000. Metode penelitian berupa studi kasus. analisa yang digunakan berupa kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan  sampel air dilakukan pada 20 stasiun dengan 3 kedalaman, yaitu pada kedalaman 0.2d, 0.6d dan 0.8d. Peta dari sebaran material padatan tarsuspensi menggunakan software ArcGIS 10.Hasil dari penelitian bulan Mei menunjukkan bahwa nilai batimetri memiliki nilai antara 2,82 m - 5,78 m. Nilai material padatan tersuspensi pada kondisi menuju pasang pada kedalaman 0,2d memiliki nilai antara 10 mg/l - 194 mg/l, kedalaman 0,6d memiliki nilai antara 35 mg/l - 203 mg/l, kedalaman 0,8d memiliki nilai antara 38 mg/l - 218 mg/l, sedangkan kondisi menuju surut pada kedalaman 0,2d memiliki nilai antara 14 mg/l - 315 mg/l, kedalaman 0,6d memiliki nilai antara 37 mg/l - 324 mg/l, kedalaman 0,8d memiliki nilai antara 45 mg/l - 346 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah material padatan tersuspensi yang terbanyak terdapat di muara sungai dan mengecil menuju laut.
STUDI KONFIGURASI REFLEKSI SEISMIK DAN KARAKTERISTIK SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN BATUATA, SULAWESI TENGGARA Mazeda, Dinda; Satriadi, Alfi; Setyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian mengenai dasar laut telah dilakukan di Perairan Batuata Sulawesi Tenggara untuk mengetahui konfigurasi refleksi seismik dan karakteristik sedimen dasar laut. Penelitian ini dilakukan selama bulan Mei 2012 menggunakan kapal Geomarin III milik Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. Eksplorasi dasar laut khususnya sumber daya non hayati, banyak menggunakan metode akustik bawah laut. Metode ini dapat menggambarkan kondisi dasar laut secara cepat dan insitu tanpa mengubah atau merusak objek yang diteliti. Materi yang diteliti berupa contoh sedimen dasar laut yang diambil menggunakan alat gravity core sebanyak 6 (enam) titik lokasi dan rekaman seismik. Selain itu dilakukan pula pemeruman dasar laut untuk mengukur kedalaman Perairan Batuata, Sulawesi Tenggara.Hasil penelitian menunjukan sedimen dasar di Perairan Batuata, Sulawesi Tenggara termasuk dalam sedimen laut dalam yang  berjenis sedimen biogeneous, dengan ukuran butir pasir dan lempung. Hasil pemeruman menunjukan bagian terdalam yang terukur di sekitar Perairan Batuata adalah 2500 meter. Interpretasi rekaman seismik menunjukan lapisan struktur dasar laut perairan Batuata memiliki konfigurasi refleksi seismik parallel, divergent, sigmoid dan chaotik. Konfigurasi refleksi seismik parallel discontinue terlihat di beberapa lintasan survei yang diduga terjadi akibat adanya ketidakselarasan maupun jalur sesar.
DISTRIBUSI SEDIMEN DASAR AKIBAT ARUS SEJAJAR PANTAI DI SEKITAR GROIN DI PERAIRAN PANTAI WIDURI PEMALANG Ahdannabiel, Hamammi; Widada, Sugeng; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.073 KB)

Abstract

Perairan Pantai Widuri yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah merupakan daerah berkembang dimana terdapat aktivitas industri wisata. Posisi garis pantai di daerah ini telah mengalami kemunduran akibat proses abrasi pantai. Salah satu penyebab abrasi pantai secara alami yaitu gelombang laut dan arussepanjang pantai (longshore current). Transpor sedimen sejajar pantai telah menyebabkan ukuran sedimen tidak merata sepanjang garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran sedimen dasar dan arus air sepanjang pantai di sekitar groin.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan sedimen dasar menggunakan metode purposive sampling method yang terdiri dari 10 (sepuluh) stasiun dengan penentuan titik pengukuran gelombang menggunakan metode area sampling.Analisis ukuran butir sedimen menggunakan metode pengayakan dan analisis hidrometer mengacu pada peraturan SNI. Sedangkan analisis data sebaran diolah menggunakan software ArcGIS 10.2.Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa kecepatan arus air sejajar pantai sebesar 1,2694 m/s dan analisis ukuran butiran sedimen dasar di sekitar groin didominasi substrat pasir lanau. Sedimen dasar memiliki kecenderungan semakin ke arah Barat dengan butiran sedimen semakin besar. Pola penyebaran sedimen pada daerah penelitian dipengaruhi oleh arus, erosi dan abrasi disepanjang pantai. Aliran transpor sedimen di daerah ini cukup lemah dan stabil.
STUDI BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR LAUT UNTUK ALUR PELAYARAN PELABUHAN TANJUNG BONANG REMBANG Marom, Muhammad Chusnul; Widada, Sugeng; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.091 KB)

Abstract

Pelabuhan Tanjung Bonang merupakan pelabuhan niaga yang ada di Kabupaten Rembang. Pada saat ini Pelabuhan Tanjung Bonang masih dalam proses pembangunan Tahap Pertama. Informasi mengenai batimetri dan sedimen dasar laut perairan sangat dibutuhkan guna menunjang alur pelayaran pasca pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai gambaran batimetri dan menentukan kedalaman alur pelayaran sesuai dengan rencana peruntukanya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12-16 April 2014 di Perairan Tanjung Bendo kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang. Data yang digunakan untuk penelitian adalah data pemeruman dengan Echosounder SinglebeamGarmin 585, data pasang surut, dan data sedimen dasar laut perairan Tanjung Bendo. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dan data diolah menggunakan software Surfer 12, Global Mapper 15, dan ArcGIS 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perairan Tanjung Bendo kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang termasuk dalam kategori perairan dangkal dengan kedalaman pada lokasi survei berkisar antara 0,73 m – 11,31 m. Morfologi dasar perairan rata dengan rata-rata kemiringan dasar perairan 0,45% dan termasuk dalam kategori hampir datar (flat to almost flat). Sedimen dasar perairan didominasi oleh jenis sedimen lanau (silt). Alur pelayaran saat ini hanya digunakan untuk kapal tongkang (Barge) dan kapal tunda (Tugboat) dengan kedalaman minimum 5,4 m danlebar alur 130 m. Alur Pelayaran Rencana untuk jenis kapal kargo umum (General Cargo) dengan nilai DWT(Dead Weight Tonnage)maksimum 5000 membutuhkan kedalaman minimal 8,16 m. Untuk optimalisasi alur pelayaran rencana tersebut diperlukan adanya pengerukan awal (capital dredging) terhadap area alur yang memiliki kedalaman kurang dari 8,16 m. 
ANALISIS SEBARAN SEDIMEN DASAR AKIBAT PENGARUH ARUS SEJAJAR PANTAI (LONGSHORE CURRENT) DI PERAIRAN MAKASSAR Sirait, Robin; Subardjo, Petrus; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMakassar sebagai kota berkembang merencanakan untuk melakukan  pembangunan dan pengembangan kawasan di perairan Makassar. Dalam rencana pelaksanaannya perlu dilakukan analisa mengenai kondisi hidrodinamika yaitu pola arus dan sebaran sedimen dasar di perairan Makassar, Sulawesi Selatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen dasar akibat pengaruh dari arus sejajar pantai (longshore current) yang ada di perairan Makassar. Penelitian dimulai dari tahap pengambilan data di lapangan pada tanggal 10-25 April 2012 di perairan Makassar dan tahap pengolahan data serta analisa sedimen di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa arus, pasang surut, peta bathimetri hasil pengukuran lapangan, sedimen dasar dan data sekunder yaitu data angin dan citra satelit Google Earth daerah perairan Makassar tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat eksploratif, penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive, pengambilan data arus menggunakan metode Euler dan data sedimen menggunakan metode Area Sampling (cluster sampling). Model matematik yang digunakan adalah model 2D depth average yaitu ADCIRC untuk pola arus dan Spatial Analyst untuk sebaran sedimen dasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kecepatan arus bervariasi dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 9,8-11,0 cm/s, kecepatan arus minimum 0,1-0,4 cm/s, dan kecepatan arus maksimum 22,7-26,6 cm/s. Kecepatan arus sejajar pantai (longshore current) adalah 0.94 m/s. Hasil perhitungan verifikasi antara data arus lapangan dan data arus model didapatkan nilai MRE sebesar 24,03%. Hasil analisa sebaran sedimen dasar menunjukkan bahwa jenis sedimen yang mendominasi di perairan Makassar adalah lanau pasiran dan pasir dengan persentase kandungan masing-masing 41,25% dan 32,5% dari total keseluruhan daerah pengambilan sampel yang dipengaruhi oleh pergerakan arus sejajar pantai yang ditimbulkan oleh gelombang pecah yaitu dari arah Timur ke arah Barat perairan Makassar. 
PEMETAAN BATIMETRI SEBAGAI PERTIMBANGAN PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA F. Napitupulu, Rima Melina; Sugianto, Denny Nugroho; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Panjang merupakan pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Pulau Panjang menjadi salah satu kawasan pariwisata bahari karena memiliki ekosistem terumbu karang, padang lamun dan rumput laut. Kondisi Perairan Pulau Panjang yang dangkal, memerlukan data kedalaman perairan sebagai referensi alur pelayaran menuju Pulau Panjang agar tidak karam saat mengenai terumbu karang. Data kedalaman di dapatkan melalui penelitian batimetri dan pasang surut yang kemudian akan dianalisis untuk menghasilkan peta batimetri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui batimetri di Perairan Pulau Panjang, Jepara untuk pertimbangan penetapan alur pelayaran. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-11 Juni 2014. Kegiatan pemeruman dengan singlebeam echosounder dan tongkat ukur dilaksanakan di Pulau Panjang dan pengukuran pasang surut di LPWP Jepara. Materi yang dijadikan objek studi dalam penelitian ini meliputi batimetri dan pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Surfer 12, ArcGIS 10, dan Global Mapper 13. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0,13 m – 11,82 m. Peta batimetri memperlihatkan daerah yang lebih curam karena jarak kontur yang rapat pada sisi sebelah selatan sampai barat dan di sebelah timur jarak kontur semakin jarang sehingga terlihat daerah yang landai. Kondisi tersebut sesuai dengan hasil perhitungan kelerengan dasar laut yang menunjukkan bahwa morfologi perairan termasuk dalam kategori landai dengan nilai 2,24%-3,22% Tipe pasang surut di perairan ini adalah condong harian tunggal dengan nilai Formzahl 1,9175. Alur pelayaran disarankan menggunakan sisi dermaga yang berbeda saat kondisi angin dari timur dan dari barat.
KAJIAN PENGARUH BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG TIPE SAMBUNG PANTAI TERHADAP GELOMBANG LAUT DI PELABUHAN TAPAKTUAN, ACEH SELATAN Wati, Ina Purnama; Purwanto, Purwanto; Prasetyawan, Indra Budi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3273.574 KB)

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi gelombang dan proses trnsformasi gelombang sebelum dan sesudah adanya pemecah gelombang di Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Oktober – 18 November 2015 di Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan bersama dengan Tim Unit Tugas Rigel 19-2015 OPS Tapaktuan, DISHIDROS TNI-AL. Variabel yang diamati berupa gelombang laut dan angin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini secara kuantitatif. Pengolahan data angin dilakukan secara statistik menggunakan peramalan gelombang metode SMB (Sverdrup-Munk-Bretschneider). Software yang digunakan untuk membuat model gelombang adalah MIKE 21 SW (Spectral Wave), dimana dapat diketahui proses transformasi gelombang akibat adanya pemecah gelombang. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum sebesar 2,75 meter dengan periode 5,86 detik. Tinggi gelombang signifikan (Hs) 0,98 meter dan periode signifikan (Ts) 5,74 detik. Tinggi gelombang minimum 0,04 meter dengan periode 5,38 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan cocok jika akan dibangun pemecah gelombang tipe sambung pantai karena dapat mengurangi tinggi gelombang yang menjalar jauh lebih kecil.
STUDI BATIMETRI DAN MORFOLOGI DASAR LAUT DALAM PENENTUAN JALUR PELETAKAN PIPA BAWAH LAUT (Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal) Agus Masrukhin, Muhammad Ali; Sugianto, Denny Nugroho; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batimetri (bathimetry) dapat diartikan sebagai pengukuran dan pemetaan topografi dasar laut. Informasi kedalaman laut (batimetri) di suatu perairan merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pemanfaatan ruang di wilayah pantai. Depot Pertamina yang semula bertempat di Jl. Menteri Supeno, Kota Tegal akan direlokasi ke Desa Munjungangung, Kabupaten Tegal, dengan demikin Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal akan menjadi tempat dilaluinya pipa bawah laut. Pipa bawah laut yang dimaksud adalah pipa penyalur minyak yang digunakan sebagai media penyalur minyak dari kapal tanker (tank ship) ke depot. Depot minyak (oil depot) yaitu sebuah tempat penyimpanan hasil-hasil minyak sebelum kemudian didistribusikan kepada konsumen atau ke tempat penyimpanan selanjutnya. Kedalaman 12 meter dipilih sebagai kedalaman single point moornig (SPM). Single point mooring merupakan titik tambat kapal pada saat kapal berhenti di lautan untuk melakukan keperluan tertentu, dalam hal ini yaitu  proses menyalurkan minyak dari kapal tanker ke depot melalui pipa penyalur. Hal tersebut mengharuskan tersedianya informasi kedalaman laut (batimetri) di Perairan Larangan-Maribaya yang akan menjadi lokasi peletakan pipa. Informasi morfologi dasar laut di lokasi rencana peletakan pipa juga diperlukan untuk membantu menganalisis resiko yang dapat terjadi terhadap pipa, dan sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan peletakan pipa selanjutnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman (batimetri) dan morfologi dasar laut (seabed characteristics) yang selanjutnya digunakan untuk menentukan jalur peletakan pipa bawah laut di Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal. Pengukuran kedalaman laut (survei batimetri) dilakukan menggunakan single beam echosounder pada tangal 20 dan 21 Mei 2013, pengambilan sedimen dasar laut menggunakan grab sampler dilakukan pada tanggal 22 dan 23 Mei 2013, pengukuran kemiringan pantai menggunakan selang waterpass pada tanggal 24 Mei 2013 dan pengukuran pasang surut air laut menggunakan palem pasang surut pada tanggal 20-22 Mei 2013. Data hasil pengukuran di lokasi penelitian selanjutnya dianalisis dan diolah menggunakan bantuan perangkat lunak Surfer 11, ArcGIS 10.1, dan Global Mapper 13, sehingga mendapatkan informasi kedalaman laut (batimetri) dan morfologi dasar laut di Perairan Larangan-Maribaya. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 1,09-13,78 meter. Morfologi permukaan dasar laut lokasi penelitian relatif rata (tidak bergelombang dan tidak terdapat cekunagan-cekungan) dengan kemiringan yang sangat landai yaitu 1,35o, dan memiliki sedimen dasar laut yang didominasi oleh jenis silt di bagian perairan. Jalur pipa terbaik yang dipilih yaitu jalur yang memiliki jarak terpendek dari lokasi depot hingga single point mooring (kedalaman 12 meter). Jalur 2 sebagi jalur peletakan pipa bawah laut terpilih dengan jarak 5,75 km dari lokasi rencana depot Pertamina sampai single point mooring.