cover
Contact Name
Ayu Tyas Purnamasari
Contact Email
ayutyaspurnamasari@poltekkes-malang.ac.id
Phone
+6285646872591
Journal Mail Official
ijhimr@poltekkes-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Besar Ijen No.77C, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
ISSN : -     EISSN : 3047695X     DOI : https://doi.org/10.31290/ijhimr.v3i1
Core Subject :
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) is a scientific journal that disseminates various papers in the forms of literature reviews and original articles with a focus on management information systems, medical records, health insurance, health financing, health policy, and other issues related to social security.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Efektivitas Pelayanan APM pada Pelayanan Rawat Jalan RSUD Gambiran Kota Kediri Alicya Mei Cahyani; Ayu Tyas Purnamasari; Bernadus Rudy Sunindya
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v1i2.4995

Abstract

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan rawat darurat. Salah satu teknologi yang berkembang saat ini dilingkungan Kesehatan dalam mempermudah proses layanan pendaftaran pasien yaitu Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelayanan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) pada pelayanan rawat jalan RSUD Gambiran Kota Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang menggunakan layanan APM (Anjungan Pendaftaran Mandiri) dan TPPRJ (Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan) di RSUD Gambiran Kota Kediri. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan instrument penelitian berupa table hasil observasi. Hasil penelitian dari 30 responden pada masing – masing layanan rumah sakit berdasarkan rata – rata pada perbedaan lama waktu pasien saat menggunakan layanan APM yaitu 00.04 menit, sedangkan pada layanan TPPRJ yaitu 00.37 menit. Dapat disimpulkan bahwa layanan Anjungan Pendaftaran Mandiri lebih efisiensi dibandingkan dengan layanan TPPRJ (Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan). Kesimpulannya diharapkan pegawai rumah sakit melakukan sosialisasi berupa arahan prosedur atau alaur kepada pasien untuk menggunakan layanan mesin APM (Anjungan Pendaftaran Mandiri).
Studi Kualitatif Pada Peserta PBPU Yang Melakukan Penurunan Kelas Rawat Inap di Wilayah Kabupaten Mojokerto: Studi Kualitatif Pada Peserta PBPU Yang Melakukan Penurunan Kelas Rawat Inap di Wilayah Kabupaten Mojokerto Mela Ornela; Bernadus Rudy Sunindya; Rizki Fadila
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.4997

Abstract

ABSTRACTObjective To find out what factors cause independent participants to reduce their inpatient class and to find out the reasons for independent participants to reduce their inpatient class in the Mojokerto Regency area. This research uses a qualitative method with a descriptive approach where this research examines a problem. The informants for this research were 5 PBPU participants who had been reduced to inpatient class. Triangulation informants were staff at the Japanan village office who had been reduced to inpatient classes. Data collection techniques by means of interviews. According to research results, the perception of informants was that most of this was because people had been disappointed with the services they received when accessing BPJS Health services, they said the services they received were less than satisfactory, but they continued paying because they were afraid and worried about getting sick in the future. ABSTRAK Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan peserta mandiri melakukan penurunan kelas rawat inap dan Untuk mengetahui alasan peserta mandiri melakukan penurunan kelas rawat inap di Wilayah Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dimana penelitian ini mengkaji suatu masalah. Informan penelitian ini adalah 5 peserta PBPU yang pernah melakukan penurunan kelas rawat inap. Informan Triangulasi adalah Staff di kantor desa japanan yang pernah melakukan penurunan kelas rawat inap. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Menurut hasil penelitian persepsi informan sebagian besar Hal ini disebabkan karena masyarakat pernah kecewa dengan pelayanan yang diterima saat mengakses layanan BPJS Kesehatan, mereka mengatakan layanan yang diterima kurang memuaskan, akan tetapi mereka melanjutkan pembayaran karena mereka takut dan khawatir akan sakit di masa mendatang.
Hubungan Pendapatan dengan Kepatuhan Peserta PBPU Membayar Iuran JKN Kelurahan Keniten Ponorogo Elfina Nur Safitri; Bernadus Rudy Sunindya; Eko Rahman Setiawan
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.4999

Abstract

Kepesertaan semakin meningkat tidak sejalan dengan kepatuhan dalam membayar iuran JKN. Ketidakpatuhan dalam pembayaran premi lebih didominasi oleh peserta mandiri atau bisa disebut dengan PBPU. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kelurahan Keniten didapati 4 dari 10 peserta yang menunggak pembayaran iuran JKN. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kehadiran peserta segmentasi PBPU dalam membayar iuran JKN di Kelurahan Keniten Kabupaten Ponorogo. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional . Responden penelitan ini adalah 94 responden peserta JKN segmentasi PBPU di Kelurahan Keniten. Teknik sampel yang digunakan yaitu non probabilitas dengan memilih purposive sampling . Variabel penelitian ini adalah pendapatan dan kehadiran peserta JKN segmentasi PBPU. Teknik pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner. Hasil : Tingkat pendapatan cenderung memiliki pendapatan rendah yaitu sebesar 59,6% dan tingkat pemenuhan dengan tidak patuh yaitu 58,5%. Hasil uji chi-square diperoleh nilai ( p-value = 0,000) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Adanya hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan kepatuhan peserta segmentasi PBPU dalam membayar iuran JKN di Kelurahan Keniten Kabupaten Ponorogo
Gambaran Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Peserta JKN di Puskesmas Candi Sidoarjo Aprillia Sandra Etika; Ngesti W Utami; Bernadus Rudy Sunindya
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.5010

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan suatu bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diberikan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan setiap pasien. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk adalah mengetahui Kualitas Pelayanan Kesehatan berdasarkan penilaian peserta JKN di Puskesmas Candi Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan bagi peserta JKN di Puskesmas Candi Sidoarjo dengan nilai 86%, sedangkan masing-masing dimensi yaitu dimensi Reliability diperoleh sebanyak 100 orang yang merasa baik, dimensi Responsiveness diperoleh sebanyak 99 orang ,dimensi Empathy diperoleh 100 orang yang merasa baik, dimensi Assurance diperoleh 91 orang yang merasa baik, dimensi Tangible diperoleh sebanyak 96 orang .
Gambaran Strategi Pemasaran Produk Asuransi Kesehatan Unit Link di PT. Prudential Life Assurance Cabang Mojokerto Maudy Mei Diana; Budi Susatia; Bernadus Rudy Sunindya
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v1i2.5014

Abstract

Marketing strategy is a plan to be followed by marketing managers. This action plan is based on situational analysis and company goals and is a way to achieve those objectives. The aim of this study is to understand the marketing strategy for unit-linked health insurance products, determine the increase in the number of participants, and identify obstacles in marketing these products. This study uses a qualitative case study method. Data collection techniques include interviews, which are then presented in text and supported by graphs or diagrams. The research results indicate that the sales of unit-linked health insurance products at PT. Prudential Life Assurance Mojokerto Branch have increased each year. The researcher hopes that future studies will further develop research objectives and expand literature reviews on the research focus
Analisis Ketepatan Pembayaran Iuran JKN KIS Segmentasi PBPU Di Kelurahan Tawanganom Magetan Firantika Firdha Suwadi; Bernadus Rudy Sunindya; Moh Wildan
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.5102

Abstract

Pendapatan merupakan hasil dari aktivitas masyarakat setiap bulan, sama dengan upah minimum pendapatan perkapita daerah. Tingkat pendapatan dan kesadaran masyarakat dalam berasuransi memiliki hubungan yang signifikan.Seseorang dengan pendapatan tinggi cenderung lebih sadar akan pentingnya asuransi dan konsisten dalam membayar iuran. Di sisi lain, mereka dengan pendapatan rendah biasanya tidak konsisten dalam membayar iuran JKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Hubungan antara Pendapatan Masyarakat dan Ketepatan Pembayaran Iuran JKN KIS Segmentasi PBPU di Kelurahan Tawanganom Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan dengan menggunakan metode analitik dan desain Crosssectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada 98 sampel. Teknik purposive sampling digunakan dalam penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pendapatan masyarakat dengan ketepatan pembayaran iuran JKN KIS. Dalam penelitian ini, Kelurahan Tawanganom memiliki pendapatan rendah. Hal ini menyebabkan masyarakat cenderung tidak membayar iuran JKN KIS dengan tepat karena masih memiliki kepentingan dan kebutuhan lain yang belum terpenuhi.
Analisis Penyebab Klaim Pending BPJS Kesehatan pada Layanan Rawat Inap di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Alfi Lailiya Anwar; Herlinda Dwi Ningrum; Ayu Tyas Purnamasari
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.5186

Abstract

BPJS Health Claim is the submission of BPJS Health patient care costs by the hospital to the BPJS Health which is carried out collectively and billed every month. The process of submitting health payment claims to BPJS Health does not always run smoothly and pending claims can occur. The incidence of pending claims at Kanjuruhan Hospital Malang Regency is caused by several factors including administrative factors, coding factors, and medical factors. Based on preliminary studies, 860 pending claim files were found in January - June 2023. The method used is quantitative research. The research sample in this study used total sampling, namely 273. Data collection was carried out by means of document review. It was found that the causes of pending claims from administrative factors were 71 (26%), coding factors were 149 (55%), and medical factors were 54 (19%). Based on administrative factors, the most common cause of pending claims is due to incomplete supporting documents followed by incomplete claim documents. Based on the coding factor, the most common cause was the placement of primary and secondary diagnoses that were not in accordance with ICD 10 followed by actions that were not in accordance with ICD 10, ICD 9, and PMK Number 26 of 2021 and finally the writing of diagnosis codes. Based on medical factors, the most common cause was due to the medical resume, followed by incomplete supporting results and finally medical enforcement without supporting data. Klaim BPJS Kesehatan adalah pengajuan biaya perawatan pasien BPJS Kesehatan oleh pihak rumah sakit kepada BPJS Kesehatan yang dilakukan secara kolektif dan ditagihkan setiap bulanya. Proses pengajuan klaim pembayaran kesehatan kepada BPJS Kesehatan tidak selamanya berjalan lancar dan dapat terjadi pending klaim. Kejadian pending klaim di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor administrasi, faktor koding, dan faktor medis. Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan berkas pending klaim pada bulan Januari – Juni 2023 sebanyak 860 berkas klaim. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Sampel penelitian dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 273. Pengumpulan data dilakukan dengan cara telaah dokumen. Didapatkan penyebeb klaim pending dari faktor administrasi sebesar 71 (26%), faktor koding sebesar 149 (55%), dan faktor medis sebesar 54 (19%). Berdasarkan faktor administrasi penyebab terbanyak pending klaim karena dokumen penunjang yang tidak lengkap diikuti dengan ketidak lengkapan dokumen klaim. Berdasarkan faktor koding penyebab terbanyak karena Penempatan diagnosis primer dan sekunder yang tidak sesuai dengan ICD 10 diikuti tindakan yang tidak sesuai dengan ICD 10, ICD 9, dan PMK Nomor 26 Tahun 2021 dan yang terakhir penulisan kode diagnosis. Bedasarkan faktor medis penyebab terbanyak karena Resume medis diikuti ketidak lengkapan hasil penunjang dan yang terakhir penegak medis belum ada data pendukung.
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ketidakakuratan Kode Diagnosis Penyakit Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit TNI AD Bhirawa Bhakti Kota Malang Isnaini Qoriatul Fadhilah; Ni Luh Putu Komala; Eiska Rohmania Zein
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.5288

Abstract

Classification and codification of diagnoses are the most important aspects of medical record services. In coding there is accuracy and inaccuracy of diagnosis codes related to claims or costs. The coding of disease diagnoses at the Bhirawa Bhakti Hospital, there are still inaccuracies, so the aim of this research is to analyze the factors that influence the accuracy of inpatient disease diagnosis codes at the hospital. The type of this research is a mixed method with research instruments using checklist sheets, observation, and interview guidelines. This research was conducted at the Bhirawa Bhakti Army Hospital, Malang City. The population used in this research is medical records in quarter 3 of 2023, amounting to 625 files, with a sample calculated using the Slovin formula amounting to 86 files were taken randomly. Accuracy of the diagnosis code as the dependent variable and factors using 5M as the independent variable. Based on the research, completeness of files obtained is 88.4%, or 76 files, while the incompleteness of files is 11.6%, or 10 files. The accurate diagnosis coding results amount to 65.1%, or 56 files, while inaccurate diagnosis coding amounts to 34.9%, or 30 files. Based on interviews and observations with the head of the installation and codification officers, it is found that coding accuracy can be influenced by the 5M factors which include educational background (Man), implementation of codification guided by SPO not yet optimal (Method), absence of reward and punishment systems and there is an impact on the claim if an error occurs in the fourth and fifth characters (Money), legibility of doctor's handwriting and incomplete filing form (Material), and a system that is still transitioning to electronic (Machine). Training for improving coder qualifications, monitoring, along with evaluation, as well as a system of penalties and rewards to incentivize officers, would be preferred.
Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Era RME Rumah Sakit Syndia Puspitasari; Ollyviane Amalia Putri; Avid Wijaya
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.5298

Abstract

Tingkat keberhasilan suatu rumah sakit dalam menjalankan tugasnya dilihat dengan mutu pelayanan yang berkualitas. Kualitas pelayanan yang bermutu dapat ditandai dari bagaimana pengelolaan pelayanan pasien ditinjau dari tempat pendaftaran pasien rawat jalan. Berdasarkan hasil observasi awal pada Rumah Sakit TNI-AD Bhirawa Bhakti masih ditemukan beberapa masalah seperti antrian yang kurang terstruktur, komunikasi yang kurang baik dengan pasien, dan adanya masalah dalam kualitas pelayanan. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan pendftaran rawat jalan di era RME pada Rumah Sakit TNI-AD Bhirawa Bhakti. Metode penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan di Rumah Sakit TNI-AD Bhirawa Bhakti dengan jumlah sampel 98 responden. Hasil dari penelitian menggunakan uji chi square (p value 0,001< 0,05) diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan pasien dengan mutu pelayanan pendaftaran di Rumah Sakit TNI-AD Bhirawa Bhakti. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Rumah Sakit dapat terus meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan pada tempat pendaftaran pasien rawat jalan, serta dapat menjamin kerahasiaan pada setiap pasien dan melakukan survei kepuasan secara berkala untuk mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan serta mutu pelayanan.
Keakuratan Kode ICD-10 Penyakit Tidak Menular Pada Claim INA-CBG-s Di RS X Kabupaten Ciamis Alvi Alivia Zamzami; Dewi Lena Suryani
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i2.5907

Abstract

Kata Kunci ABSTRAK (10 PT)Keakuratan,Pengodean,Penyakit Tidak Menular,Klaim INA-CBGs,Rekam Medis Pengodean diagnosis memegang peranan penting dalam sistem klaim INA-CBGs, yang mensyaratkan ketepatan berdasarkan klasifikasi ICD-10 untuk menjamin efisiensi dan akurasi pembiayaan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keakuratan pengodean diagnosis penyakit tidak menular menggunakan ICD-10 pada data klaim INA-CBGs dan penyebab permasalahan yang dihadapi coder di RS X Kabupaten Ciamis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi terhadap 80 berkas rekam medis rawat inap yang mencakup kasus penyakit endocrine, digestive, dan circulatory. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,25% diagnosis utama telah dikodekan secara akurat, sedangkan 33,75% tidak akurat. Ketidaksesuaian pengodean umumnya disebabkan oleh kurangnya ketelitian coder dan dokumentasi medis yang tidak lengkap dan kurang mendukung. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengodean diagnosis utama masih perlu ditingkatkan. Diperlukan pelatihan rutin bagi tenaga pengode serta perbaikan sistem dokumentasi medis guna mendukung proses klaim INA-CBGs yang lebih akurat dan optimal di rumah sakit.

Page 2 of 3 | Total Record : 29