cover
Contact Name
Ayu Tyas Purnamasari
Contact Email
ayutyaspurnamasari@poltekkes-malang.ac.id
Phone
+6285646872591
Journal Mail Official
ijhimr@poltekkes-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Besar Ijen No.77C, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
ISSN : -     EISSN : 3047695X     DOI : https://doi.org/10.31290/ijhimr.v3i1
Core Subject :
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) is a scientific journal that disseminates various papers in the forms of literature reviews and original articles with a focus on management information systems, medical records, health insurance, health financing, health policy, and other issues related to social security.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Tinjauan Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) pada Instalasi Rawat Jalan menggunakan Metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di RSUD Kawali Tahun 2025 Nisrina Arrifdah; Fery Fadly
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i2.5918

Abstract

Di era perkembangan teknologi yang pesat ini, teknologi informasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan. Sebagai penyedia layanan medis, rumah sakit membutuhkan sistem informasi yang efektif untuk memberikan layanan medis yang tepat dan cepat. Salah satu inovasi dalam bidang kesehatan adalah Rekam Medis Elektronik (RME). RME mengumpulkan, menyimpan, dan mengakses data digital pasien untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan rekam medis elektronik dengan tinjauan variabel DOQ-IT, yang meliputi infrastruktur, budaya organisasi, sumber daya manusia, dan tata kelola dan kepemimpinan, di instalasi rawat jalan RSUD Kawali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang dilakukan kepada informan. Dari segi kuantitas, sumber daya di RSUD Kawali sudah mencukupi. Namun, masih ada tantangan dalam hal kemampuan. Budaya organisasi dinilai cukup mendukung inovasi, dengan komunikasi antar unit yang baik. Pimpinan rumah sakit telah memberikan dukungan melalui penyediaan pelatihan, fasilitas, dan keterlibatan dalam penyusunan kebijakan. Dalam implementasi rekam medis elektronik sudah tersedia buku pedoman. Sarana dan prasarana seperti perangkat keras dan perangkat lunak telah tersedia, tetapi jaringan internet masih belum optimal. RSUD Kawali belum cukup siap dalam implementasi rekam medis elektronik, dikarenakan infrastruktur dan sumber daya manusia yang menjadi poin penting dalam penerapan masih belum optimal.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Petugas tentang Fraud di Rumah Sakit Kawali Maudy Sheila Madjid; Dedi Setiadi
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i2.5923

Abstract

Fraud dalam pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan serius karena menyebabkan kerugian finansial dan menurunkan mutu layanan. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mengatasi masalah ini, salah satunya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan (Fraud) dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu bentuk fraud yang sering terjadi adalah manipulasi kode diagnosis, seperti upcoding dan down coding klaim. Studi pendahuluan di RSUD Kawali menemukan praktik pengubahan kode diagnosis Tuberculosis menjadi suspect atas saran verifikator, meskipun bukti rekam medis menunjukkan tata laksana sudah lengkap, yang bertentangan dengan prinsip Rule MB 1.
Analisa Kepuasan Petugas Kesehatan dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik Di Rs X Tahun 2025 Aisyah Shinta Balqis; Fery Fadly
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.5924

Abstract

Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik menjadi krusial dalam mendukung efisiensi pelayanan kesehatan dan pengambilan keputusan di rumah sakit. Namun, implementasi sistem ini tidak selalu berjalan mulus dan seringkali tidak diimbangi dengan tingkat kepuasan pengguna yang optimal. Untuk memastikan keberhasilan jangka panjang RME, penting untuk memahami seberapa puas pengguna akhir, khususnya petugas kesehatan, terhadap sistem yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan End-User Computing Satisfaction (EUCS) untuk mengukur dimensi-dimensi kepuasan seperti konten, akurasi, format, ketepatan waktu, dan kemudahan penggunaan. Metode analitik kuantitatif melibatkan seluruh individu yang bertugas di RS X yang mengoperasikan dan mengakses SIMRS, yaitu sebanyak 498 orang. Jumlah sampel yang diambil adalah 78 orang dengan menerapkan Stratified Random Sampling. Teknik untuk menganalisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis univariat dengan bantuan program Aplikasi Analisis dan Pengolahan Data. Rata-rata untuk variabel konten mencapai 75%, yang menunjukkan bahwa pengguna SIMRS merasa puas dengan aspek ini. Angka rata-rata untuk variabel keakuratan adalah 71%, menandakan bahwa variabel ini juga termasuk dalam kategori puas. Rata-rata untuk variabel tampilan tercatat sebesar 76%, yang juga menunjukkan kategori puas. Untuk variabel kemudahan pengguna, rata-rata tercatat 74%, dan ini termasuk dalam kategori puas. Rata-rata untuk variabel ketepatan waktu juga mencapai 74%, yang menunjukkan bahwa kepuasan pengguna SIMRS di aspek ini tetap berada dalam kategori puas. Dengan variabel keakuratan menunjukkan nilai terendah dan variabel tampilan memiliki nilai tertinggi, sementara skor berkisar antara 2 hingga 5. Hasil tingkat kepuasan pengguna SIMRS di RS X yang diukur melalui metode EUCS masuk dalam kategori “Puas”.
Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Kehamilan di Rumah Sakit X Caesar Putri Yulia Prastiwi; Puguh Priyo Widodo; Elystia Vidia Marselina
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i2.5949

Abstract

Ketepatan klasifikasi dan kodefikasi penyakit pada dokumen rekam medis sangat penting karena kode diagnosis yang tidak tepat sesuai aturan ICD-10 dapat menyebabkan turunnya mutu pelayanan di rumah sakit, mempengaruhi informasi laporan data morbiditas, dan ketidaktepatan pembayaran INA-CBG’s. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui presentasi ketepatan kode diagnosis kehamilan di Rumah Sakit X. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik simple random sampling. Populasi yang digunakan sebanyak 177 dokumen rekam medis periode Januari – Juli 2024 dan jumlah sampel sebanyak 64 dokumen rekam medis. Didapatkan ketepatan kode diagnosis utama dengan presentase sebesar 20% (13) dokumen rekam medis dan ketidaktepatan kode diagnosis utama dengan presentase sebesar 80% (51) dokumen rekam medis. Hal ini terjadi disebabkan oleh kesalahan penentuan kode subkategori 4 karakter. Ketepatan kode diagnosis sekunder didapatkan presentase sebesar 14% (12) dokumen rekam medis dan presentase ketidaktepatan kode diagnosis sekunder sebesar 86% (81) dokumen rekam medis. Hal ini terjadi disebabkan oleh kesalahan penentuan kode subkategori 3 karakter dan 4 karakter.
Hubungan Malaria Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Marauw Kabupaten Biak Numfor Ika Wijayanti; Endang Trisnawati; Diana Maryen
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.6024

Abstract

Background: Stunting is a global nutritional problem. Within the first 1,000 days of life (HPK), children are vulnerable to stunting, which can impact their growth. Frequent infectious diseases in toddlers are closely linked to suboptimal growth, thus contributing to stunting. Malaria is a direct cause of malnutrition in children and vulnerable populations. The purpose of this study was to determine the relationship between malaria and stunting in toddlers aged 24-59 months in the Marauw Community Health Center (Puskesmas) working area, Biak Regency. Research Method: This study used a quantitative cross-sectional design. The population was all toddlers with stunting and toddlers with a history of malaria aged 24-59 months within the Marauw Community Health Center working area. A total sampling technique was used to select 84 samples. The statistical test used was the chi-square test. Research results: There is a relationship between malaria and stunting in toddlers aged 24-59 months in the Marauw Community Health Center working area, Biak Regency, with a p-value of 0.015. Conclusion: This study concludes that there is a relationship between malaria and stunting in toddlers aged 24-59 months in the Marauw Community Health Center working area, Biak Regency.
Hubungan Pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Kampung Putali Yeni Wardhani; Susi Paridawati
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i2.6026

Abstract

Masa remaja adalah masa di mana perilaku kaum remaja ingin mencoba hal-hal baru bahkan yang didorong oleh rangsangan seksual. Pentingnya mengetahui perubahan fisik masing-masing remaja agar mereka tidak terjerumus dalam hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya. Dari segi kesehatan reproduksi, perilaku ingin mencoba dalam bidang seks sangatlah rawan karena dapat mengakibatkan dampak buruk yang merugikan masa depan, terutama remaja perempuan. Akibatnya bagi remaja akan menambah risiko tertular penyakit menular seksual seperti, gonorea, sifilis, herpes simpleks (genitalis), clamidia, kondiloma akuminata, dan HIV/AIDS. Dengan pengetahuan yang memadai tentang perubahan fisik, dan akibat melakukan seks pranikah, para remaja diharapkan mampu memelihara kesehatan dirinya agar dapat memasuki masa kehidupan berkeluarga dengan reproduksi yang sehat. Pengetahuan tentang HIV/AIDS yang komprehensi dapat membantu remaja agar memahami dan menyadari seberapa berbahayanya HIV/AIDS, sehingga remaja bisa memiliki sikap dan perilaku yang sehat untuk menghindari HIV/AIDS. Apabila pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS rendah, maka yang beredar dikalangan remaja adalah informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk mitos-mitos yang menyesatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Jenis penelitian ini menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan teknik random sampling, dengan jumlah sampel 43 orang. Uji analisis hasil menggunakan uji chi-square. Hasil peneltian yang diperoleh tidak ada hubungan perilaku seksual pranikah remaja  dengan pengetahuan HIV/AIDS di kampung Putali Wilayah Kerja Puskesmas Ebungfauw dengan nilai p- value 0,254.
Hubungan Faktor Demografis Terhadap Pencairan Klaim Jaminan Hari Tua di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota Nabila Ayu Kusumaningtyas; Herlinda Dwi Ningrum; Anggi Ardhiasti
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.6037

Abstract

Latar belakang: Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan salah satu program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan finansial bagi pekerja setelah tidak aktif bekerja. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2015, terjadi peningkatan signifikan dalam pencairan klaim JHT, terutama sebelum masa pensiun. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan tujuan JHT sebagai tabungan hari tua. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap keputusan pencairan klaim adalah faktor demografis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografis (tingkat pendidikan, pendapatan, lama bekerja, dan status pernikahan) terhadap pencairan klaim JHT di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 81 peserta klaim JHT yang dipilih menggunakan rumus slovin dari total populasi 3.138 peserta. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,189), pendapatan (p=1,000), lama bekerja (p=0,125), dan status pernikahan (p=1,000) dengan pencairan klaim JHT. Kesimpulan: Faktor demografis yang diteliti dalam penelitian ini tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pencairan klaim JHT. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pencairan JHT kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik demografis, seperti kebutuhan ekonomi mendesak,persepsi terhadap kebijakan, atau literasi keuangan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Peserta dalam Pengajuan Klaim Dini Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan KCP Kepanjen Nanda Sekar Azhari Fajriah; Ayu Tyas Purnamasari; Herlinda Dwi Ningrum
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i2.6045

Abstract

Banyak peserta Jaminan Hari Tua (JHT) yang melakukan klaim dini meskipun masih berusia produktif. Hal tersebut tidak sesuai dengan tujuan dibuatnya Program JHT yang dirancang untuk memberikan manfaat uang tunai saat memasuki usia pensiun. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan peserta dalam pengajuan klaim dini Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan KCP Kepanjen. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah peserta JHT yang belum memasuki usia pensiun dan akan melakukan klaim JHT di kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Kepanjen. Sampel sebanyak 72 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki Sikap Terhadap Perilaku yang tinggi (93%), Norma Subjektif tinggi (84,5%), Persepsi Kontrol Perilaku tinggi (91,5%), dan Toleransi Risiko Keuangan tinggi (91,5%) terhadap Keputusan Pengajuan Klaim Dini JHT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peserta yang memiliki Sikap Terhadap Perilaku, Norma Subjektif, Persepsi Kontrol Perilaku, dan Toleransi Risiko Keuangan yang positif terhadap Keputusan pengajuan klaim dini JHT mempunya kecenderungan untuk mengajukan klaim dini JHT. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan perlu mengubah peraturan tentang klaim JHT membatasi klaim menjadi Sebagian dari total saldo JHT.
Gambaran Pengajuan Klaim Rawat Inap COB (Coordination of Benefit) JKN dan Asuransi Mandiri Inhealth di Rumah Sakit Rizani Probolinggo Leylina Budiarti; Eko Rahman Setiawan; Herlinda Dwi Ningrum
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.6064

Abstract

Latar Belakang: Coordination of Benefit (COB) adalah metode koordinasi manfaat asuransi ganda untuk mencegah pembayaran berlebih dan memperluas cakupan layanan. Rumah Sakit Rizani sebuah rumah sakit tipe C, telah menerapkan COB sejak 2022. Data observasi dan wawancara pada periode Juli-September 2024 menunjukkan 76 klaim rawat inap COB dari 6 perusahaan asuransi, dengan 19 klaim mayoritas dari Mandiri InHealth. Dalam prosesnya masih terdapat kendala seperti ketidaklengkapan berkas pasien dan penunjang, pengisian resume medis oleh DPJP, serta revisi billing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengajuan klaim rawat inap COB (Coordination of Benefit) JKN dan asuransi Mandiri InHealth di Rumah Sakit Rizani Probolinggo. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Rizani Probolinggo menggunakan metode deskriptif kualiatatif, teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap 6 informan dan menggunakan triangulasi sumber untuk uji keabsahan. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengajuan klaim rawat inap COB melibatkan beberapa tahapan mulai dari pendaftaran pasien, verifikasi, hingga pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan dan Mandiri InHealth. Proses ini melibatkan SDM dengan latar belakang kesehatan dan non-kesehatan, serta melibatkan berbagai unit rumah sakit dan aplikasi penunjang seperti Pelkes Online, Simo, E-Klaim, V-Klaim (eksternal), Evomedis, Casemix Apps (internal). Dalam proses pengajuannya, ditemukan kendala terkait kelengkapan dokumen dan implementasi SPO. RS Rizani belum memiliki SPO khusus untuk COB JKN dan Mandiri InHealth, namun RS Rizani mengacu pada SPO yang berlaku untuk seluruh jenis asuransi. Kesimpulan : Pengajuan klaim rawat inap COB JKN dan asuransi Mandiri InHealth melalui beberapa tahapan yang meliatkan SDM, unit, serta aplikasi pendukung. Dalam prosesnya RS rizani belum memiliki SPO khusus COB JKN dan Mandiri InHealth. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyusun SPO spesifik, meningkatkan pelatihan SDM, menempatkan staf khusus untuk pengelolaan berkas klaim, serta memperkuat koordinasi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan klaim COB. Kata kunci:  COB, JKN, Mandiri InHealth, Pengajuan klaim, rawat inap

Page 3 of 3 | Total Record : 29