cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
EFEK PEMBERIAN SEDUHAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KADAR HDL TIKUS SPRAGUE DAWLEY DISLIPIDEMIA Faadlilah, Nourah; Ardiaria, Martha
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.811 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16422

Abstract

Latar Belakang : Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus berpotensi menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular melalui peningkatan kadar kolesterol HDL oleh agen hipokolesterolemik. Kulit buah naga merah mengandung total fenol, antosianin, betasianin, vitamin C, flavonoid dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek seduhan kulit buah naga merah terhadap kadar kolesterol HDL tikus dislipidemia.Metode : Penelitian true experimental dengan rancang acak kelompok. Tikus jantan Sprague dawley dibagi menjadi 5 kelompok dengan 6 tikus pada tiap kelompok. Selama 7 hari, tikus (K+, P1, P2, P3) dibuat menjadi dislipidemia setelah masa adaptasi, kemudian diberi seduhan kulit buah naga merah selama 14 hari dengan perlakuan dosis yang berbeda: K- (pakan standar), K+ (pakan standar), P1 (pakan standar+200 mg/ml), P2 (pakan standar+400 mg/ml) and P3 (pakan standar+800 mg/ml). Kadar HDL diukur menggunakan metode CHOD-PAP dan presipitasi HDL. Hasil data dianalisis dengan Paired t-test, ANOVA, Kruskall Wallis,  post hoc Tamhane, Bonferroni dan Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil : Adanya penurunan kadar kolesterol HDL pada kelompok kontrol negatif (K-), kelompok kontrol positif (K+) sebesar 11,6% (p=0,018), 3,4% (p=0,003) dan peningkatan kadar kolesterol HDL pada kelompok perlakuan (P1, P2, P3) berturut-turut 25,2% (p=0,006), 66% (p=0,000) dan 105% (p=0,000). Terdapat perbedaan rerata yang bermakna antar semua kelompok pada uji ANOVA ( p=0,001). Kesimpulan : Pemberian seduhan kulit buah naga merah dosis 200 mg/ml, 400 mg/ml dan 800 mg/ml selama 14 hari dapat meningkatkan kolesterol HDL tikus dislipidemia secara bermakna. Dosis perlakuan paling tinggi menunjukkan peningkatan kolesterol HDL yang paling besar. 
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA WANITA PESERTA SENAM AEROBIK Amelia, Irma Nur; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.161 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4559

Abstract

Latar Belakang : Lemak tubuh yang melebihi batas normal dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. Penumpukan lemak tubuh dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan energi yaitu asupan energi berlebih dan aktivitas fisik  kurang yang terjadi dalam jangka waktu lama. Aktivitas fisik dapat ditingkatkan dengan melakukan olahraga. Senam aerobik merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat menurunkan lemak tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui  hubungan antara asupan energi dan aktivitas fisik dengan persen lemak tubuh  wanita peserta senam aerobik.Metode : Penelitian observasional  dengan rancangan cross-sectional bertempat di Sanggar Senam St.Anna Kota Semarang . Sampel berjumlah 60 subjek yang merupakan wanita  peserta senam aerobik usia 20-40 tahun dan dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Persen lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedence Analysis (BIA). Asupan energi dan aktivitas fisik diperoleh dengan wawancara menggunakan FFQ semi kuantitatif dan recall aktivitas fisik 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson dan uji regresi linier ganda.Hasil : Asupan energi berkorelasi positif bermakna dengan persen lemak tubuh (r = 0,228 ; p = 0,080) sedangkan aktivitas fisik berkorelasi negatif bermakan dengan persen lemak tubuh  (r = -0,357 ; p = 0,005). Uji multivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang  paling berhubungan dengan persen lemak tubuh ( R2 = 12,8 % dan p = 0,005).Simpulan : Asupan energi berkorelasi positif tidak bermakna dengan persen lemak tubuh sedangkan aktivitas fisik berkorelasi negatif bermakna dengan persen lemak tubuh.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR PATI RESISTEN, DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM PISANG BATU (Musa Balbisiana Colla) SEBAGAI MAKANAN FUNGSIONAL UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT KANKER KOLOREKTAL Ahsin, Almuthya; Wijayanti, Hartanti Sandi; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.908 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25800

Abstract

Latar Belakang: Kanker kolorektal dapat disebabkan karena berlebihnya produksi radikal bebas atau kurangnya antioksidan dalam tubuh. Kandungan pati resisten dan aktivitas antioksidan pada pisang batu dapat memberikan pencegahan penyakit kanker kolorektal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan aktivitas antioksidan, kadar pati resisten dan organoleptik es krim pisang batu  sebagai makanan fungsional untuk pencegahan penyakit kanker kolorektal. Metode: Penelitian eksperimental acak lengkap dua faktor meliputi kadar tepung pisang batu, yaitu 12% dan 17% serta variasi cara penambahan, yaitu pada saat pemasakan dan pendinginan. Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan kadar pati resisten menggunakan metode Kim et al. Analisis statistik aktivitas antioksidan dan kadar pati resisten menggunakan uji one way Anova, Kruskall-Wallis dan tukey. Analisis organoleptik menggunakan uji Kruskall-Wallis dan mann withney. Hasil:. Aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada es krim dengan penambahan tepung pisang batu 17% dan yang ditambahkan ketika pendinginan. Kadar pati resisten tidak menunjukkan beda secara statistik, walaupun didapatkan kadar pati resisten lebih tinggi yang ditambahkan ketika pemasakan. Terdapat perbedaan signifikan pada uji organoleptik aroma dan rasa dengan yang paling disukai es krim dengan kadar 12% untuk aroma dan es krim dengan cara penambahan saat pendinginan untuk rasa.Simpulan: Terjadi peningkatan aktivitas antioksidan seiring banyaknya tepung pisang batu yang digunakan dan ditambahkan ketika proses pendinginan. Produk terbaik yang direkomendasikan adalah es krim yang diberikan tepung pisang batu dengan  kadar 17% dan ditambahkan saat pendinginan.
PENGARUH PEMBERIAN SARI BATANG NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP TOTAL TROMBOSIT TIKUS WISTAR YANG DIBERI PAPARAN ASAP ROKOK Easter, Roberta Lei; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 4, No 3 (2015): Juli 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.395 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i3.10087

Abstract

Latar Belakang: Asap rokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan berperan dalam patogenesis aterosklerosis. Agregasi platelet meningkat bersamaan dengan adanya paparan asap rokok. Peningkatan agregasi platelet tersebut dapat meningkatkan risiko arterial thrombi. Bromelain pada sari batang nanas merupakan zat antitrombotik yang dapat menurunkan tingkat agregasi platelet akibat paparan asap rokok. Method: Enam belas tikus wistar dalam kelompok kontrol dan perlakuan digunakan dalam penelitian. Kelompok kontrol dan dua kelompok perlakuan dipapar 2 batang rokok per hari selama 30 hari. Dua kelompok perlakuan diberikan sari batang nanas yang mengandung bromelain masing-masing sebanyak 20mg/kgBB dan 40 mg/kgBB. Total trombosit kemudian diukur pada akhir penelitian.Results: Terdapat peningkatan total trombosit setelah pemberian sari batang nanas pada tikus yang terpapar asap rokok. Pemberian sari batang nanas berpengaruh terhadap total trombosit tikus wistar yang diberi paparan asap rokok (p=0.044). Conclusion: Pemberian sari batang nanas dapat meningkatkan total trombosit yang mengalami penurunan akibat paparan asap rokok.
PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PREDIABETES Astuti, Yuniarti Dwi; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.67 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2105

Abstract

Latar Belakang : Prediabetes merupakan kondisi dimana kadar glukosa darah seseorang berada diantara kadar normal dan diabetes. Pengaturan diet merupakan cara efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Jus Tomat merupakan salah satu bahan minuman yang dihubungkan dengan penurunan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian jus tomat terhadap kadar glukosa darah pada prediabetes. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan one group pre test-post test design. Subjek penelitian adalah warga Kelurahan Sendangguwo Semarang yang diambil secara consecutive sampling. Besar sampel adalah 21 orang. Tiap sampel diberi jus tomat sebanyak 200 ml yang berasal dari 180 gram tomat merah jenis Lycopersicum commune yang di-blanching dengan air pada suhu 70-90°C selama 10 menit kemudian diblender dan disaring. Intervensi jus tomat diberikan selama 3 minggu. Kadar glukosa darah puasa diukur satu hari sebelum dan satu hari setelah intervensi dengan menggunakan metode spektrofotometri. Selama intervensi, asupan makan diperoleh dengan metode food recall 3×24 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Shapiro Wilk dan paired  t- test. Hasil : Terjadi penurunan kadar glukosa darah puasa sebesar 9,00 mg/dl (7,64%) setelah pemberian jus tomat selama 3 minggu. Simpulan : Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa sebelum dan setelah pemberian jus tomat.
EFEK PEMBERIAN SEDUHAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocererus Polyhizus) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL TIKUS SPRAGUE DAWLEY DISLIPIDEMIA Irmayanti, Lusi; Ardiaria, Martha
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.61 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16469

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di dunia. Salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular adalah dislipidemia yaitu abnormalitas profil lipid dalam darah. Pengendalian kadar kolesterol dapat dilakukan dengan mengkonsumsi pangan fungsional yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol salah satunya adalah kulit buah naga merah. Kulit buah naga merah mengandung flavonoid, serat, antioksidan, dan fenol yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol LDL darah.Metode: Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan pre- post test randomized control group design terhadap 30 ekor tikus Sprague dawley yang kemudian dibagi secara acak dalam 5 kelompok. Keempat kelompok diberi pakan tinggi kolesterol, kecuali kontrol negatif selama 7 hari. Selanjutnya kelompok kontrol negatif dan positif diberi pakan standar, sedangkan kelompok perlakuan diberi seduhan kulit buah naga dengan dosis 200 mg/ml, 400 mg/ml, dan 800 mg/ml selama 14 hari. Kulit buah naga kering diseduh dengan air hangat (70-75˚C) selama 2-3 menit.  Kadar kolesterol LDL diperiksa dengan metode CHOD-PAP dan presipitasi LDL. Data dianalisis dengan uji Paired t-test dan ANOVA serta uji Post- Hoc dengan LSD pada tingkat kepercayaan 95%.  Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah intervensi pada kelompok K(-). Namun terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok K(+), P1, P2 dan P3. Pada kelompok K(+) terdapat peningkatan LDL secara bermakna, sedangkat pada kelompok perlakuan dengan pemberian seduhan kulit buah naga merah selama 14 hari dapat menurunkan kadar LDL (15,36±4,20), (29,55±1,81), dan (41,18±4,78). Setelah intervensi terdapat perbedaan rerata kadar LDL antar kelompok p=0,000.Kesimpulan: Pemberian seduhan kulit buah naga merah selama 14 hari pada dosis 800 mg/ml paling efektif menurunkan kadar kolesterol LDL pada tikus dislipidemia.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SERUM TIKUS SPRAGUE DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIA Primawestri, Maria Annisa; Rustanti, Ninik
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.174 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6826

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler. Susu koro pedang merupakan makanan yang mengandung serat, isoflavon, saponin, niasin, dan fenol yang efektif menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian susu koro pedang terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida serum tikus hiperkolesterolemia.Metoda: Penelitian eksperimental dengan pre-post test dilakukan pada 24 tikus Sprague dawley jantan hiperkolesterolemia yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu: 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok yang diberikan susu dari kacang koro pedang sebanyak 2.25 g, 4.5 g, dan 9 g selama 14 hari. Kadar kolesterol total dan trigliserida serum ditentukan melalui metode CHOD-PAP dan GPO-PAP. Data dianalisis dengan paired t-test dan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Pemberian susu koro pedang mampu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida serum. Penurunan kadar kolesterol total serum terbesar terjadi pada tikus yang mendapat susu dengan kadar koro pedang 9 g (33.54%) dan penurunan kadar trigliserida serum terbesar terjadi pada tikus yang mendapat susu dengan kadar koro pedang 4.5 g (40.9%). Pada kelompok kontrol tanpa pemberian susu koro pedang, kadar kolesterol total dan trigliserida serum mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 6.85% dan 12.1%.Kesimpulan: Pemberian susu koro pedang dapat menurunkan kadar serum kolesterol total dan trigliserida serum secara signifikan pada tikus hiperkolesterolemia.
PENGARUH PENAMBAHAN TEH HIJAU TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL SUSU KEDELAI DAN MADU Cahyani, Dian Isti; Rustanti, Ninik
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.58 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10116

Abstract

Latar Belakang : Konsumsi bahan pangan sumber antioksidan dalam jumlah memadai dapat mencegah risiko hiperkolesterolemia. Antioksidan dapat menghambat peroksida lipid akibat radikal bebas. Teh hijau,  kedelai dan madu merupakan bahan alami tinggi antioksidan yang dapat dijadikan bahan minuman fungsional mencegah hiperkolesterolemia.Tujuan : Menganalisis pengaruh penambahan teh hijau terhadap aktivitas antioksidan, protein dan organoleptik yang meliputi warna, aroma dan rasa minuman fungsional susu kedelai dan maduMetode : Merupakan penelitian eksperimental rancangan acak satu faktor yaitu penambahan teh hijau (0%, 2%, 3%, 4 %) pada pembuatan minuman fungsional susu kedelai dan madu. Analisis aktivitas antioksidan dan protein menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey, sedangkan analisis organoleptik menggunakan uji Friedman dilanjutkan uji Wilcoxon.Hasil : Aktivitas antioksidan minuman fungsional pada minuman perlakuan lebih rendah daripada minuman kontrol dengan penambahan 4% yakni 13,15% dan kadar protein tertinggi dengan penambahan 4% yakni 4,12%. Secara organoleptik dari segi warna, aroma dan rasa minuman perlakuan kurang disukai.Simpulan : Penambahan teh hijau pada minuman fungsional susu kedelai dan madu menurunkan aktivitas antioksidan dan menaikkan kadar protein yang bermakna secara statistik.
ANALISIS KADAR TOKOFEROL, -ORYZANOL DAN Β-KAROTEN SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINYAK BEKATUL KASAR Mumpuni, Prapsiwi Dwi; Ayustaningwarno, Fitriyono
Journal of Nutrition College Vol 2, No 3 (2013): Juli 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.348 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i3.3436

Abstract

Latar Belakang : Tokoferol, g-oryzanol dan β-karoten merupakan antioksidan non polar yang berfungsi menghambat peroksidasi lipid dan mencegah stres oksidatif. Ketiga antioksidan ini terkandung dalam bekatul dan dapat dipertahankan kadarnya secara efektif dalam bentuk minyak bekatul kasar. Kadar ketiganya dalam minyak bekatul kasar berbeda sesuai dengan varietas bekatul. Beberapa di antaranya adalah varietas bekatul hasil budidaya organik beras putih mansur, beras taun merah dan beras hitam dari Desa Wongaya Betan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Propinsi BaliTujuan : Menganalisis kadar tokoferol, g-oryzanol dan β-karoten serta hubungannya dengan aktivitas antioksidan minyak bekatul kasar..Metode : Eksperimental rancangan acak lengkap dengan satu perlakuan tiga variasi (t = 3) yaitu minyak bekatul kasar putih, merah dan hitam, masing-masing tujuh pengulangan (r = 1,2,3,4,5,6,7) secara duplo. Variabel bebas adalah kadar tokoferol, g-oryzanol dan β-karoten minyak bekatul kasar sedangkan variabel terikat adalah aktivitas antioksidan minyak bekatul kasar.Hasil : Rendemen minyak bekatul kasar yang dihasilkan menggunakan pelarut n-Hexane dari 100 g bekatul sebesar 5,16 % hingga 6,85 %. Kadar tokoferol, g-oryzanol dan β-karoten serta aktivitas antioksidan tertinggi masing-masing terdapat pada minyak bekatul kasar putih (18.346 ± 2.902 ppm), merah (24.200 ± 944 ppm), hitam (3,71 ± 0,410 ppm) dan  merah (68,66 ± 3,682 %). Terdapat hubungan yang kuat (rs = 0,538 - 0,663) hingga sangat kuat (rs = 0,738) antara kadar tokoferol, g-oryzanol dan β-karoten dengan aktivitas antioksidan minyak bekatul kasar.Simpulan : Kadar tokoferol, g-oryzanol dan β-karoten serta aktivitas antioksidan tertinggi masing-masing terdapat pada minyak bekatul kasar putih, merah, hitam dan  merah. Ada hubungan antara kadar tokoferol, g-oryzanol dan β-karoten dengan aktivitas antioksidan minyak bekatul kasar.
Resistensi insulin pada remaja stunted obesity usia 15-18 tahun di Kota Semarang Nuraini, Ismi Safitri; Sulchan, Muhammad; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 6, No 2 (2017): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.872 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i2.16906

Abstract

Latar Belakang: Stunted obesity merupakan masalah gizi yang masih belum banyak mendapat perhatian walaupun terkait dengan berbagai penyakit degeneratif dan penyakit tidak menular lainnya. Remaja stunted obesity memiliki kadar glukosa, kadar insulin, resistensi insulin yang lebih tinggi, dan menurunnya fungsi sel-β pankreas dari pada remaja stunted non-obese. Resistensi insulin merupakan salah satu kriteria klinis sindrom metabolik yang telah banyak muncul sejak usia remaja. Tujuan dari peenlitian ini adalah menganilisi perbedaan resistensi insulin antar kelompok stunted obese dan non-stunted obese.Metode: Penelitian pada remaja usia 15 hingga 18 tahun di SMA Kota Semarang dengan persebaran wilayah dibagi menjadi dua wilayah yaitu urban dan suburban. Desain penelitian cross sectional dengan jumlah subjek 52 remaja menggunakan metode consecutive sampling. Nilai resistensi insulin didapatkan berdasarkan hasil perhitungan homeostasis model assessment insulin resistance (HOMA-IR). Perbedaan nilai HOMA-IR dianalisis menggunakan uji Mann Whitney.Hasil: Ditemukan kejadian resistensi insulin pada kedua kelompok sama besar yaitu 96,1%. Rerata nilai HOMA-IR pada remaja stunted obesity sebesar 5,37±4.86 dan non-stunted obese sebesar 4,99±2.02, tetapi secara statistik tidak terbukti bemakna (p=0,22).Kesimpulan: Kedua kelompok mempunyai kecenderungan yang sama untuk  mengalami resistensi insulin dengan p=0,22..