cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN PERILAKU MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMA THERESIANA SEMARANG Widianti, Nur; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.667 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.379

Abstract

Background: The dissatisfaction with their body shapes is commonly found among female adolescents. The lack of the contentment lead them to gain an ideal body shape but, unfortunately, they implement improper eating behaviour. The extreme diet they have affects negatively to their nutritional status. This study was aimed at analyzing the association between the body image and eating behaviour with nutritional status of female adolescents. Methods: The study was cross-sectional on 72 female students of grade X, XI and XII in Theresiana Senior High School Semarang. The samples were taken based on simple random sampling. The samples were fulfilled inclusive criterion. The data were gathered by using questionnaires and focus group discussion (FGD). The FGD was intended to find more data on body image. Nutritional status data was obtained by measuring weight and height.  Then, z-score was calculated based on BMI/ U by using WHO Anthro Plus 2007. Results: A total of 29 subjects (40.3%) were not satisfied with their body shape and 43 subjects (59.7%) were satisfied with their body shape. The majority (56.9%) subjects have not good eating behavior yet, whereas 43.1 % of them have good eating behavior. There were significant association between body image with nutritional status (r = 0.482 p = 0.001) and eating behavior with nutritional status (r = 0.507 p = 0.001). Conclusion: Body image and the eating behavior were associated with nutritional status of female adolescents.
ANALISIS TOTAL FENOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA YOGURT GANYONG (Canna edulis) SINBIOTIK DENGAN SUBSTITUSI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L) Pratiwi, Hera; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 5, No 1 (2016): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.11 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i1.16358

Abstract

 Latar Belakang: Stres oksidatif merupakan salah satu keadaan dimana jumlah radikal bebas, seperti ROS (Reactive Oxygen Species), meningkat di dalam tubuh. Antioksidan alami pada ganyong dan kacang merah dapat menstabilkan ROS sehingga melindungi tubuh dari oksidasi radikal bebas. Substitusi kacang merah dalam pembuatan yogurt ganyong sinbiotik dapat meningkatkan kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan.Tujuan: Menganalisis kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan pada yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor dengan 4 variasi perlakuan yakni K (kontrol atau tanpa substitusi kacang merah), P1(substitusi kacang merah 10%), P2 (substitusi kacang merah 20%) dan P3(substitusi kacang merah 30%). Analisis total fenol menggunakan Folin-Ciocalteu dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH.Hasil: Kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan dengan substitusi kacang merah 0,5-53,2 mg GAE/100 gram dan 0,4%-16,25%/100 gram. Terdapat perbedaan kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan. Produk yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah 30% memberikan kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan terbaik, sebesar 53,2 mg GAE/100 gram dan 16,25%/100 gram.Kesimpulan: Yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah 30% memiliki kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu 53,2 mg GAE/100 g dan 16,07%. Yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah 20% memiliki tingkat penerimaan paling baik terhadap semua aspek.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENURUNAN BERAT BADAN IBU MENYUSUI Ayu Kristiyanti, Fransiska Nimas; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3831

Abstract

 *)Penulis Penanggungjawab Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif diyakini sebagai cara yang efektif untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Hal tersebut masih bersifat kontroversi karena beberapa penelitian menunjukan bahwa menyusui dapat menurunkan berat badan, sedangkan beberapa penelitian belum menunjukan hasil yang serupa.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui.Metode: Desain penelitian kohort prospektif dengan jumlah subjek 54 ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Data yang diteliti meliputi berat badan yang diukur dengan timbangan injak digital, pemberian ASI eksklusif diketahui melalui wawancara dengan kuesioner dan asupan energi diperoleh melalui formulir Food Frequency Questionaire semi kuantitatif kemudian dihitung dengan nutrisurvey. Uji chi square digunakan untuk analisis bivariat dan regresi logistik digunakan untuk analisis multivariat.Hasil: Proporsi pemberian ASI eksklusif sebesar 35,2% dan ASI tidak eksklusif sebesar 64,8%. Hasil penelitian ini menunjukan sebesar 78,9% ibu pada kelompok ASI eksklusif dan sebesar 51,4 % pada kelompok ASI tidak eksklusif mengalami penurunan berat badan. Rerata penurunan berat badan sebanyak 1,1 kg pada kelompok ASI eksklusif dan sebanyak 0,4 kg pada kelompok ASI tidak eksklusif. Ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui (p=0,048; RR=1,54). Ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan setelah dikontrol oleh asupan energi (p=0,029).Simpulan: Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui. Penurunan berat badan ibu yang memberikan ASI eksklusif 1,54 kali lebih besar dibandingkan ibu yang memberikan ASI tidak eksklusif.
HUBUNGAN KECACINGAN DENGAN STATUS GIZI DAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS IV DAN V DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG Kamila, Annida Dini; Margawati, Ani; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 7, No 2 (2018): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.066 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i2.20826

Abstract

Latar Belakang : Kecacingan merupakan salah satu dari 10 besar penyakit anak di Indonesia. Kejadian kecacingan terbanyak disebabkan oleh infeksi cacing STH (Soil Transmitted Helminths). Dampak kecacingan yang terjadi pada anak usia sekolah yaitu dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kecacingan dengan status gizi dan prestasi belajar pada anak sekolah dasar kelas IV dan V di Kelurahan Bandarharjo Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di seluruh sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo Semarang dengan jumlah subjek 68 siswa. Pemeriksaan STH dilakukan dengan metode Koato-Katz, penilaian status gizi dengan pengukuran antropometri IMT/U, dan prestasi belajar menggunakan nilai rapor. Data dianalisis menggunakan Uji Chi Square dan  Uji Fisher’s Exact.Hasil : Terdapat 2 anak (2,9%) positif terinfeksi Ascaris lumbricoides dengan kategori ringan, persentase anak dengan status gizi kurang (30,9%) dan (50%) anak memiliki prestasi belajar kurang. Berdasarkan uji statistik tidak terdapat hubungan antara kecacingan dengan status gizi (p=1,00) dan prestasi belajar siswa (p=0,49) serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi belajar (p=0,431).Simpulan : Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi maupun dengan prestasi belajar. Serta tidak ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar pada anak SD di Kelurahan Bandarharjo Semarang.
HUBUNGAN LINGKAR PERGELANGAN TANGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA REMAJA PUTRI USIA 15-18 TAHUN DI SMA NEGERI 6 SEMARANG Arifin, Riani; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.555 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6922

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan karena pankreas tidak mampu memproduksi insulin atau karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang ada. Untuk mendeteksi dini kejadian diabetes melitus perlu dilakukan kontrol kadar glukosa darah sejak remaja. Lingkar pergelangan merupakan salah satu antropometri yang digunakan sebagai prediktor diabetes melitus. SMA Negeri 6 Semarang merupakan salah satu sekolah yang berada di kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pergelangan tangan dengan kadar glukosa darah pada remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Negeri 6 Semarang.Metode : penelitian Observasional dengan desain cross sectional, bertempat di SMA Negeri 6 Semarang dengan jumlah sampel 69 subjek yang dipilih dengan consecutive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subjek, lingkar pergelangan tangan dan kadar glukosa darah puasa. Lingkar pergelangan tangan diukur menggunakan midline. Pengambilan sampel darah dilakukan untuk pengukuran kadar glukosa darah puasa. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi pearson.Hasil : Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 59,4% subjek mempunyai kadar glukosa darah pada range 81-90 mg/dl dan 55,1% lingkar pergelangan tangan subjek termasuk dalam kategori kecil. Lingkar pergelangan tangan tidak berhubungan dengan kadar glukosa darah (r=-0,039 p= 0,749).Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara lingkar pergelangan tangan dengan kadar glukosa darah pada remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Negeri 6 Semarang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEGARAN PADA WANITA VEGETARIAN Hermanto, Restu Amalia; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.941 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.684

Abstract

Latar Belakang : Kesegaran jasmani pada wanita penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Wanita  memiliki  tingkat  kesegaran  jasmani  lebih  rendah  daripada  pria,  hal  ini  terkait  dengan Indeks  Massa  Tubuh  (IMT),  persentase  lemak  tubuh,  dan  kadar  hemoglobin.  IMT  dan  persen lemak   tubuh   yang   rendah   meningkatkan   kesegaran   jasmani,   namun   keadaan   anemia   akan menurunkan tingkat kesegaran jasmani, sehingga hal ini menjadi kontroversi. Vegetarian diketahui memiliki IMT dan persen lemak tubuh lebih rendah daripada non vegetarian. Adanya pembatasan sumber  makanan  hewani  mengakibatkan  meningkatnya  risiko  anemia.  Belum  banyak  penelitian yang mengkaji tingkat kesegaran jasmani pada wanita vegetarian. Tujuan  : Mengetahui  tingkat  kesegaran  jasmani  pada  wanita  vegetarian  dan  faktor-faktor  yang mempengaruhinya Metode  : Penelitian  cross  sectional dengan  subjek  43  wanita  vegetarian  yang  diambil  secara consecutive sampling. Tingkat  kesegaran jasmani diukur dengan metode  Harvard step test, IMT dengan  pengukuran  antropometri,  presentase  lemak  tubuh  diukur  menggunakan  Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA), kadar Hemoglobin diukur menggunakan metode cyanmethemoglobin, dan  tingkat   aktifitas   fisik   diukur   menggunakan   International   physical   activity   questionaire (IPAQ). Analisis data menggunakan korelasi Pearson Hasil : Sebagian  besar  subjek  memiliki tingkat  kesegaran  jasmani kategori sangat  rendah (69,8 %). Ada hubungan tingkat kesegaran jasmani dengan tingkat aktifitas fisik (r =  0,533 ; p = 0,001). Tidak ada hubungan yang bermakna antara IMT (r = -0,045 ; p = 0,777), persentase lemak tubuh (r = -0,243 ; p = 0,117), dan kadar Hb (r = 0,224 ; p = 0,149)   dengan tingkat  kesegaran jasmani. Simpulan  : Tingkat  kesegaran  jasmani wanita  vegetarian  sebagian  besar  dalam kategori sangat kurang  walaupun  sebagian  besar  wanita  vegetarian  tidak  anemia.  Faktor  yang  mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani wanita vegetarian adalah tingkat aktivitas fisik.
HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN A, C, DAN E DENGAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA REMAJA OBESITAS Muhammad, Dziky; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.592 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16423

Abstract

Latar Belakang : Sindrom metabolik merupakan sekumpulan kelainan metabolisme. Sindrom metabolik berhubungan dengan stress oksidatif yang tinggi. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi seperti obesitas sentral yang merupakan faktor resiko sindrom metabolik. Asupan zat gizi memiliki pengaruh besar pada sindrom metabolik. Vitamin A, C, dan E merupakan sumber antioksidan bagi tubuh yang diketahui memiliki manfaat untuk menurunkan stress oksidatif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan supan vitamin A, C, dan E dengan kejadian sindrom metabolik pada remaja obesitas.Metode : Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang dilakukan pada populasi di SMAN 15 Semarang. Subjek ditentukan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dengan jumlah sampel minimal 40 orang. Data asupan vitamin A, C, dan E diperoleh menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Penentuan sindrom metabolik apabila terdapat sedikitnya 3 dari kriteria berikut: lingkar pinggang dan tekanan darah ≥persentil ke -90, trigliserida ≥110 mg/dl, HDL ≤40 mg/dl, dan glukosa darah puasa ≥110 mg/dl. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan asupan vitamin A, C, dan E dengan kejadian sindrom metabolik.Hasil : Proporsi kejadian sindrom metabolik pada remaja obesitas sebesar 47,5%. Tidak ada hubungan bermakna asupan vitamin A, C, dan E dengan kejadian sindrom metabolik (p>0,05), tetapi diketahui asupan vitamin A, C, dan E pada subjek non SM dan SM mayoritas termasuk kategori kurang.Simpulan : Tidak ada hubungan antara asupan vitamin A, C, dan E dengan kejadian sindrom metabolik pada remaja obesitas
PERBEDAAN PENGARUH KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA) REBUS DAN PANGGANG TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA WANITA HIPERKOLESTEROLEMIA Wahyuningsih Wahyuningsih; Yekti Wirawanni
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.397 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4560

Abstract

Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kacang Tanah mengandung MUFA (Mono Unsaturated Fatty Acid) dan serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh kacang tanah rebus dan panggang terhadap kadar kolesterol total pada wanita hiperkolesterolemia.Metode : Jenis penelitian adalah true experimental dengan rancangan random pre-post group design. Subyek adalah wanita hiperkolestrolemia dengan kadar kolesterol total ≥200 mg/dl, dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok 1 diberikan kacang tanah rebus 77 g /hari (serat 6,77 g dan MUFA 8,39 g) dan kelompok 2 diberikan kacang tanah panggang 77 g /hari (serat 7,28 g dan MUFA 19,93 g). Intervensi dilakukan selama ±4 minggu. Metode CHOD-PAP digunakan untuk menganalisis kadar kolesterol total, darah diambil setelah subyek berpuasa 10 jam. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis statistik menggunakan  paired t-test, Wilcoxon, independent t-test dan Mann Whitney.Hasil : Rerata kadar kolesterol total sebelum intervensi kelompok rebus dan panggang berturut-turut yaitu 241,11 mg/dl dan 228,56 mg/dl. Rerata kolesterol total setelah intervensi kelompok rebus dan panggang berturut-turut  yaitu 238,67 mg/dl dan 212,22 mg/dl. Tidak ada perbedaan penurunan kadar kolesterol antara kedua kelompok (p=0,329).Kesimpulan :Tidak ada perbedaan perubahan penurunan kadar kolesterol total antara  kelompok rebus dan panggang (p>0,05). *)Penulis Penanggungjawab Kesimpulan :Tidak ada perbedaan perubahan penurunan kadar kolesterol total antara  kelompok rebus dan panggang (p>0,05).
FAKTOR RISIKO HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI SEMARANG Nurbaity, Annisa Dinah; Candra, Aryu; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.208 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25801

Abstract

Latar belakang: Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang terjadi pada ibu hamil dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam satu hari dan terjadi terus menerus. Hiperemesis terjadi pada 0,5 hingga 2% kehamilan. Hiperemesis terjadi sebagai interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan sosiokultural. Hiperemesis paling banyak terjadi pada trimester 1, namun dapat berlanjut pada trimester 2. Hiperemesis jika tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pada ibu hamil dan janin.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan subjek 44 ibu hamil yang diambil dengan cara purposive sampling. Data indeks massa tubuh (IMT) didapatkan melalui pengukuran antropometri, data asupan diperoleh melalui wawancara semi-quantitative food frequency questionnaire. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan fisher exact.Hasil: Persentase asupan karbohidrat dan lemak jenuh lebih tinggi pada kelompok hiperemesis (4,5% ; 18,18%) daripada kelompok tanpa hiperemesis (0%; 4,5%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi sebelum kehamilan, asupan karbohidrat, protein, lemak jenuh, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, dan vitamin B6 dengan hiperemesis gravidarum (p> 0,05) Simpulan: Status gizi sebelum hamil, asupan karbohidrat, protein, lemak jenuh, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, dan vitamin B6 bukan merupakan faktor risiko terjadinya hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di Semarang.
FAKTOR ASUPAN ZAT GIZI YANG BERHUBUNGAN KADAR ASAM URAT DARAH WANITA POSTMENOPAUSE Mulyasari, Ade; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 4, No 3 (2015): Juli 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.281 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i3.10088

Abstract

Latar Belakang : Hiperurisemia terjadi pada wanita setelah menopause akibat adanya penurunan kadar estrogen. Protein hewani diyakini sebagai penyebab peningkatan kadar asam urat dalam darah, sedangkan asupan zat gizi seperti asam folat, vitamin C dan kalsium memiliki efek urikosurik. Konsumsi cairan yang cukup dapat menurunkan kadar asam urat darah dengan berfungsi sebagai media pembuangan asam urat.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan asupan zat gizi seperti protein, asam folat, vitamin C, kalsium dan cairan dengan kadar asam urat darah wanita postmenopause.Metode : Penelitian observasional dengan jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan metode cross sectional pada wanita postmenopause di Kelurahan Ngemplak Simongan dan Bongsari Kota Semarang. Subjek sebanyak 68 orang didapatkan dengan cara random sampling. Data IMT didapatkan melalui pengukuran antropometri, data asupan protein, vitamin C, asam folat serta kalsium diperoleh melalui wawancara menggunakan Semi-Quantitatives Food Frequency Questionnaire. Recall 24 jam dilakukan untuk mengetahui asupan cairan. Metode kolorimetri digunakan untuk menganalisis kadar asam urat darah. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Analisis bivariat menggunakan uji Korelasi, analisis multivariat menggunakan uji Regresi Linier Ganda.Hasil : Subjek hiperurisemia ditemukan sebanyak 8 orang (11,8%). Hampir keseluruhan asupan protein subjek lebih dari anjuran. Asupan asam folat dan vitamin C sebagian besar subjek cukup, sedangkan sebanyak 86,8% subjek memiliki asupan kalsium kurang. Asupan cairan sehari kurang dari 1500ml/hari ditemukan pada 57,4% subjek. Asupan protein hewani, vitamin C, kalsium dan cairan berhubungan dengan kadar asam urat darah (p < 0,05). Sementara hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan protein hewani, vitamin C dan kalsium paling berpengaruh dengan kadar asam urat darah wanita postmenopause (Adjusted R Square = 0,298).Kesimpulan : Asupan protein hewani yang berlebih dan asupan vitamin C serta kalsium yang kurang, berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat darah pada wanita postmenopause.