cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
PENGARUH VITAMIN C TERHADAP KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) LANJUT USIA SETELAH PEMBERIAN JUS LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) Hapsari, Yuhud Tri; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.351 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6879

Abstract

Latar Belakang : Tingginya kadar LDL dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang merupakan awal terjadinya PJK. Kandungan zat gizi dari jus lidah buaya dan antioksidan dari vitamin C dapat menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh vitamin C setelah pemberian jus lidah buaya terhadap kadar LDL lansia.Metode : Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan pre-post test control design yang melibatkan lansia sebagai subyek. Penelitian dilakukan di Unit Rehabilitasi Sosial “Pucang Gading” Semarang. Seluruh subyek mendapatkan jus lidah buaya sebanyak 200 ml/hari selama 14 hari. Hari ke-15 dilanjutkan dengan intervensi yaitu pemberian vitamin C 750 mg/hari selama 3 hari pada kelompok perlakuan dan pemberian plasebo pada kelompok kontrol. Jumlah sampel tiap kelompok adalah 10. Analisis kadar LDL dilakukan dengan metode enzimatik. Uji normalitas data menggunakan Saphiro-Wilk, analisis statistik menggunakan dependent t-test dan WilcoxonHasil : Rerata penurunan kolesterol LDL setelah pemberian jus lidah buaya pada kelompok perlakuan sebesar 13,30 mg/dl (9,69%) dan kontrol sebesar 13,50 mg/dl (10,74%). Rerata penurunan kadar LDL setelah pemberian vitamin C kelompok kelompok perlakuan sebesar 13,20 mg/dl (11,91%) sedangkan kontrol sebesar 4,40 mg/dl (4,01%). Tidak ada perbedaan kadar LDL antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah pemberian vitamin C (p>0,05).Kesimpulan : Pemberian jus lidah buaya menurunkan kadar LDL secara bermakna. Namun dalam penelitian ini pemberian vitamin C tidak terbukti mempertahankan penurunan kadar LDL.
PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS SRAGUE DAWLEY PADA PEMBERIAN KOPI ROBUSTA FILTER DAN TANPA FILTER Wahyani, Anggray Duvita; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.584 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.416

Abstract

ABSTRACT Background: Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism characterized by (increasing or decreasing) lipid fraction disorders in blood plasma, such as triglyceride. Coffee is known as a bad effect coming from cafestol which can elevate triglyceride level on blood, nevertheless, it has positive effect coming from cafein which can decrease triglyseride level on blood.Method: true-experimental with pre-post randomized control groups design was conducted in this study. Subjects were 8 week-old and male Sprague Dawley rats which are given of filter and nonfilter robusta coffee’s  solution for 4 weeks. Serum-triglyceride levels are determined with GPO-PAP method. Normality data was examined by Shapiro Wilks. Data was analyzed with paired t-test and one way ANOVA.Result: This study showed the averages of pre triglycerides level in coffee filter are 99,67 mg/dl and post triglycerides level are 94,78 mg/dl (p=0,760). The averages of pre triglycerides level in unfilter coffee are 95,11 mg/dl and post triglycerides level are 91,33 mg/dl (p=0,693). Change averages of pre and post test in filtered coffee -4,89 mg/dl and unfiltered coffee -3,78 mg/dl (p=0,329).Conslusion: There were no differences in changes of triglyceride levels in the provision of robusta coffee filter and without filter Keywords: filter coffee, nonfilter coffee, trygliseride level, sprague dawley rats
HUBUNGAN ASUPAN FITAT DENGAN STATUS SENG SERUM PADA ANAK SEKOLAH DASAR Suryaningtyas, Ratih; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 5, No 2 (2016): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.752 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i2.16364

Abstract

Latar belakang: Defisiensi seng pada anak-anak ditemukan tinggi pada negara berkembang. Defisiensi seng dapat disebabkan oleh malabsorpsi seng di dalam usus akibat tingginya konsumsi sumber makanan nabati. Makanan nabati mengandung senyawa fitat yang memiliki kemampuan kuat untuk mengikat seng sehingga menghambat penyerapan seng didalam usus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan fitat dan kadar seng serum pada anak sekolah dasarMetode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian adalah 32 anak sekolah dasar (usia 9-12 tahun) di SD IT Taqwiyatul Wathon dan SDN 02 Bandarharjo, Kota Semarang. Subjek dipilih dengan metode simple random sampling. Data yang dikaji meliputi karakteristik subjek, asupan fitat, dan kadar seng serum. Data asupan diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionare sedangkan kadar seng serum menggunakan metode Atomic Absorbant Spechtrophotometry (AAS). Data dianalisis menggunakan uji Pearson’s.Hasil: Sebanyak 75 % kadar serum subjek termasuk dalam kategori defisiensi dengan nilai rerata 37.58 ± 22,76 µg/dl.  Nilai rerata asupan fitat sehari adalah 1035 ± 342,36 mg. Terdapat hubungan positif antara asupan fitat dan kadar seng serum pada subjek namun tidak signifikan (r =0,211, p <0,245)Simpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan fitat dan kadar seng serum pada anak sekolah dasar.
GAMBARAN KONSUMSI GARAM IODIUM, KADAR TSH (TYROID STIMULATING HORMON) DAN KADAR UIE (URINE IODIUM EXCRETION) PADA IBU HAMIL Sulistiyani, Retno; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.706 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3836

Abstract

Latar belakang: ibu hamil merupakan kelompok yang rawan GAKI karena selama kehamilan terjadi perubahan metabolik dan hormonal yang amat kompleks dalam faal sistem ibu-anak (maternal-fetal system), termasuk perubahan fungsi kelenjar tiroid. Kecukupan iodium pada ibu hamil mutlak diperlukan agar tidak muncul anak kretin ataupun anak dengan minimal brain damage Tujuan: mengetahui hubungan konsumsi garam iodium, kadar TSH dan kadar UEI ibu hamilMetoda: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel 37 orang ibu hamil, subyek dipilih dengan simple random sampling. Konsumsi garam diukur kualitatif dengan cairan iodina., sedang kan kadar UEI diukur dengan metode Acid Digestion  dan kadar TSH dengan metode ELISA di laboratorium BP GAKI Magelang. Analisis data menggunakan  korelasi rank Spearman dengan taraf signifikasi p< 0,05Hasil:  dari 37 sebanyak 54,1% ibu hamil tidak mengkonsumsi garam beriodium. Median kadar UEI 181 µg/L dalam kategori optimal, tetapi 40,5% ibu hamil dalam kategori kelebihan. Kadar TSH 78,9% ibu hamil trimester II dalam kategori normal dan 21,1% tinggi, dengan nilai rerata 3.4 mIU/L. Tidak terdapat hubungan kadar TSH dengan konsumsi garam iodium dan kadar UEI pada ibu hamil Kesimpulan:  kadar TSH ibu hamil tidak dipengaruhi oleh konsumsi garam iodium dan kadar UEI
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Wanita Dewasa Sudirman, Sudirman; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 7, No 3 (2018): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.675 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i3.22270

Abstract

Latarbelakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi akibat kerusakan pada sekresi insulin dan kerja insulin yang dapat diukur dengan melihat kadar glukosa dalam darah. Daun binahong memiliki kandungan saponin yang mempunyai aktivitas seperti insulin, dapat menghambat lipolisis, dan meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel adipose. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perubahan kadar glukosa darah pada wanita dewasa.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan rancangan control group pre test – post test pada 22 wanita dewasa di perumahan PGRI, kantor disnakertrans dan kantor kesbangpol kota semarang usia 34-53 tahun pada bulan juni 2016. Kelompok perlakuan diberikan rebusan daun binahong sebanyak 155 g/70 kgBB sedangkan kelompok control diberikan 2 g gula 0 kalori dengan penambahan air sebanyak 250 ml.  Intervensi dilakukan selama 14 hari. Metode t-test digunakan untuk menganalisis uji beda pengaruh rebusan daun binahong terhadap kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan kadar GDP antara kedua kelompok (p<0.05), dimana kadar GDP 89.64±9.45 mg/dl pada kelompok perlakuan dan 98.54±15.00 mg/dl pada kelompok kontrol. Terjadi penurunan kadar GDP pada kelompok perlakuan (99.45 ± 10.80 mg/dl) menjadi (89.64 ± 9.45 mg/dl). Peningkatan kadar GDP terjadi pada kelompok kontrol (95.64 ± 13.50 mg/dl) menjadi (98.54 ± 15.00 mg/dl).Kesimpulan : Pemberian rebusan daun binahong dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada wanita dewasa.
PERBEDAAN NILAI VO2MAX DAN JARAK TEMPUH LARI ANTARA PEMBERIAN SUSU RENDAH LEMAK DAN MINUMAN OLAHRAGA KOMERSIAL PADA ATLET SEPAK BOLA P.S., Iqbal Kameswara; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.344 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i1.8618

Abstract

Latar Belakang : Pengaturan asupan karbohidrat atlet sangat penting agar dapat menjaga performa. Konsumsi sumber karbohidrat sebelum latihan berguna untuk mempertahankan simpanan karbohidrat tubuh atlet. Kandungan karbohidrat pada susu rendah lemak dan minuman olahraga komersial dapat meningkatkan VO2Max dan jarak tempuh lari pada atlet. Tujuan : Menganalisis perbedaan nilai VO2max dan jarak tempuh lari atlet sepak bola antara pemberian susu dan minuman olahraga komersial.Metode : Studi eksperimental dengan pendekatan randomized post test only control group design dengan 2 kelompok perlakuan pada 20 atlet sepak bola Usia 15- 18 tahun di PPLP Jawa Tengah. Kelompok perlakuan I diberikan 50 gr susu rendah lemak yang dicampur air hingga 500 ml, kelompok perlakuan II diberikan 500 ml minuman olahraga komersial. Kedua perlakuan diberikan 120 menit sebelum tes VO2max. Data yang dikumpulkan antara lain usia, lemak tubuh, IMT, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, asupan protein dan pengukuran VO2 Max dan jarak tempuh lari atlet. Pengukuran VO2max dan jarak tempuh lari atlet menggunakan tes lari cooper.Hasil : Karakteristik subyek meliputi usia, lemak tubuh, IMT, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak dan asupan protein tidak menunjukkan perbedaan (p>0,05). Terdapat perbedaan signifikan rerata VO2max dan jarak tempuh antar kelompok penelitian. Rerata nilai VO2max kelompok perlakuan I (58,57±4,39 ml/kg BB/menit), dan kelompok perlakuan II (55,82±4,33 ml/kg BB/menit) dengan nilai p = 0,037 (p<0,05). Rerata nilai jarak tempuh lari kelompok perlakuan I (3123,5±220,51 m), dan kelompok perlakuan II (3002,0±194,01 m) dengan nilai p = 0,037 (p<0,05). Simpulan : Terdapat perbedaan nilai VO2max dan jarak tempuh lari pada atlet antara pemberian susu rendah lemak dan minuman olahraga komersial, dimana nilai VO2max dan jarak tempuh lari pada kelompok susu rendah lemak lebih baik dibandingkan dengan kelompok minuman olahraga komersial.
PENGARUH PEMBERIAN KEFIR SUSU SAPI TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA TIKUS JANTAN SPRAGUE DAWLEY Putri Sari, Fika Noviandini; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.728 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.724

Abstract

Latar Belakang :. Trigliserida merupakan lipid utama pada simpanan lemak dan di dalam makanan. Peningkatan kadar trigliserida dapat menyebabkan peningkatan faktor risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskuler. Salah satu cara potensial lain dalam pengaturan diet untuk menurunkan trigliserida adalah dengan mengkonsumsi produk probiotik.Salah satu jenis produk probiotik adalah kefir susu sapi. Kefir susu sapi mengandung CLA (Conjugated Linoleic Acid) yang berperan dalam menurunkan trigliserida dengan cara meningkatkan lipolisis dan beta oksidasi asam lemak. Metoda : Penelitian ini menggunakan metode pre and post test with randomized contol group design. Subyek terdiri dari 28 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol, yang hanya diberi pakan standar  dan 3 kelompok perlakuan yang diberi tambahan diet kefir susu sapi  peroral sebanyak 1,5 ml/hari untuk kelompok perlakuan I, 2ml /hari untuk kelompok perlakuan II, dan 3 ml/hari untuk kelompok perlakuan III selama 15 hari. Analisis kadar trigliserida menggunakan metode GPO-PAP. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji paired t test dan uji Kruskal Wallis. Hasil : Setelah pemberian pakan tinggi kolesterol kadar trigliserida setiap kelompok meningkat. Setelah intervensi, penurunan kadar  trigliserida terjadi  pada kelompok kontrol maupun kelompok yang diberikan perlakuan kefir susu sapi dengan berbagai dosis. Namun, uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak ada pengaruh kefir tehadap penurunan kadar trigliserida pada semua kelompok (p = 0,529) Kesimpulan : Tidak ada pengaruh kefir terhadap kadar trigliserida.
PENGARUH SUPLEMENTASI SENG (Zn) DAN ZAT BESI (Fe) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN BALITA USIA 3-5 TAHUN Rachmaningrum, Cindy Annissa; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.029 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16432

Abstract

Latar Belakang : Hemoglobin merupakan molekul yang terdiri dari kandungan zat besi dan bertugas untuk mengangkut oksigen. Pada masa anak anak sering terjadi penurunan kadar hemoglobin akibat sakit atau hal lainnya. Prevalensi anemia di Indonesia menurut WHO mencapai 63,5%. Pemberian suplementasi Fe dan Zn diyakini dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh suplementasi seng dan zat besi terhadap kadar hemoglobin balita usia 3-5 tahun.Metode :  Penelitian ini adalah  true eksperimental dengan randomized control group pre post test design dengan total subjek 32 berusia 3-5 tahun. Subjek dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu  kelompok kontrol  dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan tersebut adalah diberi suplementasi seng ( 1) , suplementasi zat besi (2) , serta suplementasi seng dan zat besi (3). Dosis suplementasi zat besi 7,5 mg/ hari, suplementasi seng adalah 10 mg/ hari. Intervensi dilakukan selama 60 hari. Pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan setelah intervensi oleh tenaga laboratorium dengan metode fotometri. Hasil : Terdapat 40% dari seluruh subjek memiliki kadar hemoglobin < 11 gr/dl. Terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan kedua dengan nilai p 0,001. Sedangkan pada kelompok perlakuan 1 dan 3 juga ada peningkatan kadar hemoglobin namun tidak signifikan.Simpulan : Pemberian suplementasi zat besi terbukti berpengaruh meningkatkan kadar hemoglobin balita. 
PENGARUH PEMBERIAN ESTER STANOL TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL WANITA DISLIPIDEMIA Merdiana, Novita; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.874 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4603

Abstract

Latar belakang : Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Ester stanol merupakan pangan fungsional yang dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dengan cara menghambat penyerapan kolesterol di usus halus dan mengaktifkan reseptor LDL di permukaan sel.Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experimental. Subyek wanita dislipidemia dengan kadar kolesterol LDL ≥ 130 mg/dl dan HDL < 50 mg/dl. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan ester stanol 3,4 g dalam susu rendah lemak dan kelompok kontrol yang diberikan susu rendah lemak saja selama 2 minggu. Metode pengukuran kadar kolesterol LDL menggunakan perhitungan Friedewald dan kadar kolesterol HDL menggunakan phosphotungstic precipitation.Hasil : Ester stanol 3,4 g terbukti menurunkan kolesterol LDL sebesar 7,68% dan terjadi penurunan kolesterol HDL sebesar 1,57%, namun tidak bermakna secara statistik. Rerata kadar kolesterol LDL dan HDL sebelum penelitian kelompok perlakuan berturut-turut yaitu 161,86 mg/dl dan 44,38 mg/dl. Rerata kadar kolesterol LDL dan HDL sesudah penelitian kelompok perlakuan berturut-turut yaitu 148,63 mg/dl dan 43,54 mg/dl. Konsumsi ester stanol 3,4 g tidak berpengaruh secara bermakna terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL (p > 0,05). Kesimpulan :  Konsumsi ester stanol 3,4 g/hari selama 2 minggu tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL wanita dislipidemia. Tidak ada perbedaan yang bermakna kadar kolesterol LDL dan HDL antara kelompok perlakuan dan kontrol.
HUBUNGAN GANGGUAN MAKAN DAN KUALITAS DIET DENGAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MODELLING SCHOOL Bintang, Fransisca Natalia; Dieny, Fillah Fithra; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.903 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25806

Abstract

Latar belakang: Remaja yang berprofesi sebagai model sering merasa takut jika mengalami kenaikan berat badan memiliki kecenderungan membatasi asupan makan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan makan dan anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara gangguan makan dan kualitas diet dengan status anemia pada remaja putri di Modelling School.Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 55 remaja putri berumur 12-19 tahun yang dipilih secara consecutive sampling dan dilakukan di Sekolah Model Semarang. Kadar hemoglobin (Hb) diukur dengan metode Cyanmethemoglobin, gangguan makan menggunakan kuesioner Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS), dan kualitas diet diukur dengan formulir food frequency questionnaire (FFQ), kemudian dihitung skor kualitas dietnya menggunakan panduan Diet Quality Index International (DQI-I). Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Subjek yang mengalami anemia sebanyak 25 orang (45,5%). Gangguan makan ditemukan pada 29 subjek (52,7%) dengan 11 orang mengalami bulimia nervosa. Persentase remaja putri (63,6%) yang memiliki kualitas diet rendah pada penelitian ini lebih banyak dibandingkan dengan remaja (36,4%) yang memiliki kualitas diet tinggi. Hasil menunjukkan subjek (41,4%) yang anemia juga mengalami gangguan makan (p=0,243), dan subjek (45,7%) yang anemia memiliki kualitas diet yang rendah (p=0,959). Kualitas diet rendah (65,5%) ditemukan lebih banyak pada kelompok yang mengalami gangguan makan (p=0,866). Simpulan: Tidak ada hubungan antara gangguan makan dan kualitas diet dengan status anemia pada remaja putri di modelling school (p > 0,05)