cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
Sedentary lifestyle sebagai risiko kejadian obesitas pada remaja SMA stunted di Kota Semarang Mandriyarini, Retno; Sulchan, Muhammad; Nissa, Choirun
Journal of Nutrition College Vol 6, No 2 (2017): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.618 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i2.16903

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi pada saat ini terjadi peningkatan perilaku sedentary lifestyle pada remaja. Sedentary lifestyle berhubungan dengan aktivitas pergerakan tubuh yang minim dengan pengeluaran energi expenditur setara 1 -1,5 metabolic equivalent (METs). Peningkatan sedentary lifestyle meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan salah satunya adalah obesitas. Terjadinya status gizi kurang secara kronis dan mengalami stunted dapat berhubungan dengan terjadinya remaja obes. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sedentary lifestyle sebagai faktor risiko kejadian obesitas pada remaja stunted. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan populasi remaja SMA di Semarang. Subjek penelitian diambil dengan cara cluster random-sampling antara kelompok urban dan sub urban. Besar sampel sebanyak 42 siswa dengan kondisi stunted. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu berusia 14-18 tahun, mengalami stunted  dengan status gizi TB/U <-2 SD dan BMI for age percentile <95 pada kelompok kontrol (kelompok stunted non obes) dan BMI for age percentile >95 serta status gizi TB/U <-2 SD pada kelompok kasus (kelompok stunted obes).Hasil: Jumlah obesitas sebanyak 151(6,6%), stunted  269(11,7%) dan stunted   yang mengalami obesitas 45(1,9%). Kegiatan sedentary lifestyle yang umum dilakukan oleh remaja stunted yang berisiko menjadi obesitas yaitu kegiatan menonton TV, membaca buku untuk kesenangan serta pergi beribadah atau pergi ke sekolah di hari libur.Simpulan: Remaja stunted  dengan sedentary lifestyle ≥ 5 jam/hari berisiko 2,9 kali lebih besar menjadi obesitas dibandingkan dengan  < 5 jam/hari. 
PENGARUH PEMBERIAN JUS KULIT DELIMA MERAH (Punica granatum) TERHADAP KADAR LDL DAN HDL WANITA DISLIPIDEMIA Sarjana, Guruh; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.292 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6848

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kulit delima mengandung anthocyanin yang dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar LDL dan HDL  wanita usia 30-49 tahun yang diberi dan tidak diberi jus kulit delima (Punica granatum). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan pre-post control group design. Subjek adalah wanita dislipidemia dengan kadar kolesterol LDL > 130 mg/dl dan kadar kolesterol HDL < 40 mg/dl, Kelompok perlakuan mendapat 25 g/hari jus kulit delima dan kelompok kontrol mendapat plasebo. Perlakuan dilakukan selama 14 hari. Metode phosphotungstic precipilation digunakan untuk menganalisis kadar kolesterol HDL dan LDL sebelum dan setelah perlakuan, darah diambil setelah subjek berpuasa selama 10 jam. Uji beda kadar LDL dan HDL sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok perlakuan menggunakan uji dependent t-test dan uji beda kadar kolesterol LDL dan HDL sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol menggunakan uji non parametric Wilcoxon. Uji regresi linier berganda dilakukan untuk memprediksi besar pengaruh asupan zat gizi dan aktifitas fisik terhadap kadar LDL dan HDL.Hasil :  : Dislipidemia sebagian besar terdapat pada wanita usia 40-49 tahun dan status gizi overweight sebesar 24,7% dan obesitas 25,55%. Aktivitas fisik subjek pada kelompok perlakuan 100% dalam kategori sedang, sedangkan pada kelompok kontrol 37,5% dalam kategori rendah dan 62,5% dalam kategori sedang. Rerata penurunan kadar kolesterol LDL pada kelompok perlakuan sebesar 2,52+31,86 mg/dl dan kelompok kontrol sebesar 4,56+25,23 mg/dl. Rerata penurunan kadar kolesterol LDL antara kelompok perlakuan dan kontrol tidak terdapat perbedaan (p>0,05).Rerata perubahan kadar kolesterol HDL pada kelompok perlakuan sebesar 0,00+6,80 mg/dl dan kelompok kontrol sebesar 2,25+3,80 mg/dl. Rerata perubahan kadar kolesterol HDL antara kelompok perlakuan dan kontrol tidak terdapat perbedaan (p>0,05). Perubahan kadar LDL 61,5% dipengaruhi oleh asupan protein. Perubahan kadar HDL 26,1% dipengaruhi oleh asupan serat.Kesimpulan : Pemberian jus kulit buah delima selama 14 hari dengan dosis 25 gram/hari pada wanita dislipidemia  tidak berpengaruh terhadap kadar LDL dan HDL. Namun terjadi penurunan kadar LDL sebesar 2,52 mg/dl sedangkan kadar HDL tidak terjadi perubahan.
HUBUNGAN KALSIUM URIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA 18 – 24 TAHUN Rahayu, Naning Septiyani; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.202 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10169

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus dan penyakit ginjal. Peningkatan tekanan darah dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme kalsium. Gangguan metabolisme ini akan meningkatkan kadar kalsium intraselular yang berakibat pada kontraksi pembuluh darah dan peningkatan sekresi calcitonin. Peningkatan sekresi calcitonin akan menyebabkan terjadinya peningkatan kadar kalsium urin.Tujuan : mengetahui hubungan kalsium urin dengan tekanan sistolik dan diastolik pada wanita usia 18 – 24 tahun.Metode : Penelitian observasional dengan desain cross sectional pada 46 mahasiswi peternakan Universitas Diponegoro usia 18 – 24 tahun bulan Juni 2015. Wawancara recall asupan 4 x 24 jam pada 46 mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi. Urin 24 jam ditampung pada hari keempat ke dalam wadah penampungan yang telah diisi dengan 10 ml HCL (6mol/L) pada botol. Metode pengukuran kalsium urin meggunakan O-Cresolphthalein Complexon, sedangkan alat pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Uji r Pearson untuk mengetahui hubungan kalsium urin dengan tekanan sistolik dan diastolik. Hasil : Kalsium urin tidak berhubungan dengan tekanan sistolik (p=0,397) dan tekanan diastolik (p=0,616). Kesimpulan : Kadar kalsium urin tidak berhubungan dengan tekanan sistolik (p=0,397) dan tekanan diastolik (p=0,616)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KACANG HIJAU (PHASEOLUS RADIATUS) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL SERUM TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA Prisma Dewi, Novi Cynthia; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.12 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3818

Abstract

Latar Belakang   : Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang menjadi penyebab kematian utama di dunia. Pengendalian hiperkolesterolemia dapat dilakukan melalui modifikasi diet. Ekstrak kacang hijau mengandung isoflavon yang mampu menurunkan kadar kolesterol LDL.  Tujuan : Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kacang hijau terhadap kadar kolesterol LDL serum tikus Sprague Dawley hiperkolesterolemia.Metode : Jenis penelitian ini adalah true-experimental dengan pre and post test with randomized control group design. Subjek penelitian yaitu 28 ekor tikus Sprague Dawley jantan yang diinduksi hiperkolesterolemia selama 30 hari, diberi ekstrak kacang hijau dengan dosis 0,45 gr/kgBB; 0,9gr/kgBB; dan 1,35gr/kgBB per hari selama 14 hari. Kadar kolesterol LDL diperiksa dengan metode CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test dan One Way Anova.Hasil : Kolesterol LDL menurun pada kelompok kontrol, P1, dan P3, tetapi penurunan tersebut tidak signifikan (p>0,05). Penurunan tertinggi sebesar 30,54% pada kelompok kontrol, diikuti oleh P1 sebesar 21,06% dan P3 sebesar 17,37%. Kolesterol LDL pada P2 mengalami peningkatan sebesar 2,88%, tetapi peningkatan tersebut tidak signifikan (p>0,05).Simpulan : Ekstrak kacang hijau pada dosis 0,45 gr/kgBB;1,35 gr/kgBB mampu menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar 21,06% dan 17,37%, namun secara statistik tidak bermakna.
PERBEDAAN KUALITAS TIDUR SETELAH MENGONSUMSI BERBAGAI JENIS MINUMAN KOPI PADA USIA DEWASA Triantara, Adhitya Nugraha; Widyastuti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.215 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18791

Abstract

Background: Coffee is categorized as psychostimulant drinks. The content of caffeine in coffee affects the increase in dopamine levels in the brain and one of the caffeine functions was a stimulant for the central nervous system. Caffeine consumption can also increased adrenaline and blood pressure. This can cause negative effects when consumed in excessive amount (> 400mg / day) such as anxiety, fatigue when woke up the morning. Sleep disorders and poor sleep quality.Objectives : Found the difference of caffeine content in various types of coffee drink and found the difference in sleep quality after consumed various types of coffee drinks..Method: The study design was Cross-Sectional with 54 adults around age 18-25 years as subjects. Subjects were divided into three groups, those who consumed espresso coffee, cappuccino, and café latte. The sleep quality of subjects was measured using the Pittsburg Sleep Quality Index. The caffeine content of espresso coffee, cappuccino, and café latte is tested using UV-Vis Spectrophotometry. Normality test using Kolmogorov Smirnov test (n> 50). Bivariate analysis using the Wilcoxon and Kruskal-Wallis tests.Results: Espresso coffee drinks has a caffeine content of 182.4 mg/cup, cappuccino coffee drinks has a caffeine content of 54 mg/cup, and café latte coffee drinks has a caffeine content of 41.25 mg/cup. The result of bivariate test showed that there was a significant difference in sleep quality after coffee consumption in the three subject groups. Subjects who consumed espresso coffee drink had a sleep quality that tends to be worse compared to subjects who consumed cappuccino and café latte.Conclusion: The study found differences in caffeine levels in espresso, cappuccino and café latte and the study also found a significant difference in sleep quality after consumed various types of coffee drinks. Subjects in the espresso coffee drink group had the worst sleep quality.
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH ATLET SETELAH LATIHAN ANTARA PEMBERIAN SARI TEBU DAN MINUMAN BERKARBOHIDRAT PABRIKAN Hidayat, Ahmad Thohir; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.136 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6894

Abstract

Latar Belakang : Pengaturan asupan karbohidrat atlet sangat penting agar dapat menjaga performa. Konsumsi sumber karbohidrat setelah latihan berguna untuk mengembalikan simpanan karbohidrat tubuh atlet yang hilang. Salah satu cara yang dianggap praktis untuk menyediakan asupan karbohidrat setelah latihan adalah dengan mengonsumsi minuman berkarbohidrat. Sari tebu merupakan cairan alami sumber karbohidrat yang sering dikonsumsi selain minuman berkarbohidrat pabrikan. Meskipun sering dikonsumsi, penelitian mengenai perbedaan kadar glukosa darah atlet setelah latihan antara sari tebu dan minuman berkarbohidrat pabrikan belum banyak dilakukan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah atlet setelah latihan antara pemberian sari tebu dan minuman berkarbohidrat pabrikan..Metode : Studi eksperimental semu dengan pendekatan randomized pretest- post test 2 group design dengan 2 kelompok perlakuan pada 20 atlet sepak bola Usia 13- 16 tahun di Sekolah Sepak Bola UNDIP pada bulan Agustus 2014. Kelompok kontrol mengonsumsi minuman berkarbohidrat  pabrikan, sedangkan kelompok perlakuan mengonsumsi sari tebu murni. Jumlah masing – masing cairan yang diberikan adalah 550 ml. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan 5 menit sebelum latihan, 5 menit setelah latihan dan 15 menit setelah intervensi. Latihan yang dilakukan berupa lari 2.4 km dalam waktu 10.49 – 12.10 menit.Hasil : Berdasarkan uji paired t test terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar glukosa darah subjek setelah latihan dan setelah intervensi pada kedua kelompok baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok perlakuan (p<0.05). Berdasarkan uji beda independent t test tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisish kadar glukosa darah setelah latihan dan setelah intervensi antara kelompok kontrol dan perlakuan (p>0.05).Kesimpulan : Konsumsi sari tebu murni dan minuman berkarbohidrat pabrikan setelah latihan mampu meningkatkan kadar lukosa darah atlet setelah latihan masing - masing sebesar 24.2 ± 28.61 dan 15.10 ± 8.69. Sari tebu mampu meningkatkan kadar glukosa darah atlet sebanding dengan minuman berkarbohidrat pabrikan dengan (p>0.05). Sari tebu dapat digunakan sebagai  alternatif penyedia asupan karbohidrat setelah latihan yang sama baiknya dengan minuman berkarbohidrat pabrikan.
PENGARUH PEMBERIAN SARI DAUN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) TERHADAP KADAR KOLESTEROL HDL DAN KOLESTEROL LDL TIKUS SPRAGUE DAWLEY DISLIPIDEMIA Astirani, Ananda Eka; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.925 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.514

Abstract

Background : Dyslipidemia is an increase in total cholesterol, LDL-cholesterol and triglycerides and also decrease HDL-cholesterol concentration from normal range. Restricting fat consumption, increasing intake of fruits and vegetables rich in fiber and antioxidant can help manage dyslipidemia. Green grass jelly (Premna oblongifolia Merr) rich in fiber and chlorophyll which can increase HDL-cholesterol and decrease LDL cholesterol. Objective : to analyze the effect of green grass jelly extract on HDL-cholesterol and LDL-cholesterol alteration. Methods : This research was experimental laboratory using pre-post test with randomized control groups design. Sample were male Sprague Dawley rats, 7-8 weeks old, inducted dyslipidemia, given green grass jelly diet using 2,7 ml and 5,4 ml dosage for 28 days. HDL-cholesterol and LDL-cholesterol were measured by CHOD-PAP and diasis reagent. Normality data were tested by Saphiro Wilk test. Data were analyzed by paired t test/wilcoxon and Anova/ Kruskal wallis. Result : Green grass jelly (Premna oblongifolia Merr) extract 5,4 ml/day can significantly increase HDL-cholesterol in Sprague dawley dyslipidemia rats from 22,29±4,82 mg/dl to 27,29±3,82 mg/dl (p<0,05) but have no effect for decreasing LDL-cholesterol serum. Conclusion : Green grass jelly (Premna oblongifolia Merr) extract 5,4 ml/day can significantly increase HDL-cholesterol in Sprague dawley dyslipidemia rats for about 22%.
PERBEDAAN PERHITUNGAN BERAT BADAN IDEAL BERDASARKAN FORMULA APLS DAN LUSCOMBE & OWENS DENGAN BERAT BADAN AKTUAL PADA ANAK DI KOTA SEMARANG Rahman, Rifki Aulia; Nissa, Choirun
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.276 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16395

Abstract

Latar Belakang: Penilaian status gizi pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia saat ini masih sulit dilakukan karena kondisi pasien yang harus berbaring di tempat tidur. Pengukuran antropometri berat badan perlu dilakukan segera untuk menentukan dosis obat, cairan infus, serta asupan makanan bagi pada pasien gawat darurat. Salah satu metode yang mudah dilakukan adalah dengan menggunakan rumus estimasi berat badan berdasarkan usia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil esimasi berat badan berdasarkan usia pada anak laki-laki dan perempuan berusia 7 sampai 10 tahun di Kota Semarang.Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional.  Data yang diambil yaitu data karakteristik subjek, usia, dan berat badan subjek. Subjek penelitian diambil secara consequtive sample yang diberikan informed consent secara verbal. Data usia subjek kemudian dimasukkan dalam dua formula estimasi berat badan berdasarkan usia dari penelitian sebelumnya.Hasil: Terdapat perbedaan antara berat badan aktual dan berat badan berdasarkan rumus Luscombe Owens pada semua kelompok usia. Terdapat perbedaan antara berat badan aktual dan berat badan berdasarkan formula APLS pada kelompok usia 7 dan 10 tahun. Tidak ada perbedaan antara berat badan aktual dan formula APLS pada kelompok usia 8 dan 9 tahun. Terdapat perbedaan antara berat badan aktual dan berat badan berdasarkan formula APLS dan Luscombe Owens pada anak laki-laki dan perempuan.Kesimpulan: Secara keseluruhan, terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan aktual dan berat badan berdasarkan formula APLS dan Luscombe Owens, namun tidak terdapat perbedaan antara berat badan aktual dan formula APLS di kategori usia 8 dan 9 tahun.
PENGARUH PEMBERIAN SNACK BAR BERBAHAN DASAR KOMBINASI UBI JALAR UNGU DAN KEDELAI (HITAM DAN KUNING) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA DEWASA HIPERTRIGLISERIDEMIA Rakhmiditya, Hesti Ardini; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.086 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4538

Abstract

Latar Belakang: Hipertrigliseridemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Antosianin dan isoflavon dapat menurunkan kadar trigliserida. Ubi jalar ungu dan kedelai mengandung antosianin, isoflavon, dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian snack bar dengan bahan dasar kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai terhadap kadar trigliserida pada wanita dewasa hipertrigliseridemia.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan merupakan quasi-experimental dengan pre-post test control group design dengan subyek wanita dewasa yang memiliki kadar trigliserida puasa >100 mg/dl. Subyek dibagi menjadi 3 kelompok:  kontrol (tidak diberikan snack bar), perlakuan 1 (diberikan snack bar kombinasi ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dan kedelai hitam), dan perlakuan 2 (diberikan snack bar berbahan dasar kombinasi ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dan kedelai kuning). Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan dosis snack bar 80 g sehari. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan sebelum intervensi, hari ke-15, dan hari ke-29 penelitian. Uji normalitas menggunakan Saphiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan paired t-test, Wilcoxon, ANOVA, dan Kruskall-Wallis.Hasil: Terdapat penurunan kadar trigliserida puasa pada kelompok kontrol  (p>0.05) pada pemeriksaan hari ke-15 yang disebabkan oleh penurunan asupan energi (p<0.05). Kelompok perlakuan 1 dan 2 menunjukkan peningkatan asupan energi, lemak, dan serat pada dua minggu awal penelitian. Terjadi penurunan kadar trigliserida pada kelompok perlakuan 2 yang signifikan (p=0.011) dibandingkan kelompok perlakuan 1 (p=0.251) pada pemeriksaan hari ke-15. Pemeriksaan kadar trigliserida pada hari ke-29 menunjukkan peningkatan dibandingkan hari ke-15. Uji Anova dan Kruskall-Wallis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar trigliserida puasa antara kelompok kontrol, perlakuan 1 dan perlakuan 2 (p>0.05) baik pada pemeriksaan hari ke-15 maupun 29.Kesimpulan: Pemberian snack bar berbahan dasar kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai kuning dengan dosis 80 sehari selama 2 minggu dapat menurunkan 32.89% kadar trigliserida pada wanita dewasa hipertrigliseridemia.
KUALITAS DIET DAN DAYA TAHAN (ENDURANCE) ATLET BULUTANGKIS REMAJA DI KOTA SEMARANG Sahara, Mailina Prima; Widyastuti, Nurmasari; Candra, Aryu
Journal of Nutrition College Vol 8, No 1 (2019): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.423 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i1.23810

Abstract

Latar Belakang: Prestasi olahraga bulutangkis cenderung menurun beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi adalah daya tahan (endurance). Kualitas diet akan mempengaruhi daya tahan (endurance) sehingga seseorang dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien dalam waktu yang lama tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kualitas diet dan daya tahan atlet bulutangkis remaja di Kota SemarangMetode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Subjek adalah 60 atlet bulutangkis usia 12-18 tahun. Variabel perancu adalah aktivitas fisik dan persen lemak tubuh subjek. Pengukuran daya tahan dengan metode Multistage Fitness Test (MFT). Data yang dikumpulkan yaitu kebiasaan makan yang diambil menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) dan data aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Quistionnaires for Adolescent (PAQ-A). Kualitas diet dinilai menggunakan kuisioner Diet Quality Index International (DQI-I). Data antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, dan persen lemak tubuh. Uji kenormalan data dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan  analisis data dengan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Terdapat 1,7% subjek yang memiliki kualitas diet baik. Sebagian besar atlet memiliki daya tahan yang cukup (35%). Persen lemak tubuh subjek sebagian besar tergolong optimal (61,7%). Tidak terdapat hubungan antara kualitas diet dan daya tahan (endurance) (r = 0,122, p=0,353). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan daya tahan (endurance) (r = 0,209, p= 0,109). Ada hubungan antara persen lemak tubuh dan daya tahan (endurance) ( r = -0,480, p=0,0001). Simpulan: Kualitas diet yang baik akan meningkatkan daya tahan (endurance), namun bersifat lemah dan secara statistik tidak berhubungan. Persen lemak tubuh yang optimal berkontribusi penting dalam menjaga daya tahan (endurance) atlet. Faktor perancu aktivitas fisik tidak mempengaruhi daya tahan (endurance).