cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
Pengaruh Pemberian Konseling Gizi terhadap Persen Lemak Tubuh Wanita Overweight dan Obesitas Peserta Senam Pilates Ranitadewi, Ika Nindyas; Syauqi, Ahmad; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 3 (2018): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.777 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i3.22271

Abstract

Latar Belakang: Obesitas berkaitan dengan akumulasi lemak tubuh berlebih yang terjadi karena keseimbangan energi positif dalam jangka waktu yang lama. Konseling merupakan salah satu alternatif untuk mencapai keseimbangan energi dengan pengaturan asupan energi dan aktivitas fisik. Senam pilates adalah salah satu jenis aktivitas fisik yang dapat menurunkan lemak tubuh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling gizi dengan metode transtheoretical tehadap penurunan persen lemak tubuh wanita overweight dan obesitas peserta senam pilates.Metode: Desain penelitian ini adalah pre-post test with control group design yang melibatkan 30 wanita di Sanggar Senam Pringgondani dan El Roi, yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi yang diberikan berupa konseling gizi dilakukan dalam 6 kali selama 6 minggu. Asupan makan diukur menggunakan formulir Food Recall 3x24jam. Aktivitas fisik diukur menggunakan formulir IPAQ. Analisis statistik mengggunakan uji Mann-Whitney, independent t-test, dependent t-test dan Wilcoxon.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan persen lemak tubuh antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penurunan persen lemak tubuh pada kelompok perlakuan (3,02%) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (2,33%). Terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat serta aktivitas fisik pada kelompok perlakuan (p<0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada perubahan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat serta aktivitas fisik pada kelompok kontrol (p>0,05)Simpulan: Konseling gizi berpengaruh terhadap penurunan persen lemak tubuh wanita overweight dan obesitas peserta senam pilates.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA PENARI Rachmawati, Pristina Adi; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.908 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i1.8619

Abstract

Latar Belakang : Menari termasuk dalam kategori aktivitas fisik yang berat. Penari cenderung membatasi asupan makan untuk mencapai bentuk tubuh yang ramping. Kurangnya asupan zat gizi disertai aktivitas fisik yang berat dalam jangka waktu tertentu mengakibatkan gangguan siklus menstruasi. Tujuan : Mengetahui hubungan asupan zat gizi, aktivitas fisik, persentase lemak tubuh dengan gangguan siklus menstruasi pada penari.Metode : Desain penelitian cross sectional dengan 62 penari dipilih secara simple ramdom sampling. Asupan zat gizi diperoleh melalui Food Frequency Questionaire (FFQ) dan dianalisis menggunakan program Nutrisurvey. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire Adolescent (IPAQ). Persentase lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Gangguan siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil : Sebanyak 51,6% penari mengalami gangguan siklus menstruasi. Asupan energi pada 46,8% penari tergolong defisit tingkat sedang. Asupan protein (32,3%) dan asupan karbohidrat (51,6%) tergolong defisit tingkat ringan. Asupan lemak 37,1% penari tergolong defisit tingkat berat. Sebagian besar penari memiliki aktivitas fisik yang berat (91,9%) dan persentase lemak tubuh yang normal (87,1%). Terdapat hubungan antara asupan energi, karbohidrat, lemak dan aktivitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi (p<0,05). Tidak ada hubungan antara asupan protein dan persentase lemak tubuh dengan gangguan siklus menstruasi (p>0,05).Simpulan : Asupan energi, karbohidrat, lemak, dan aktivitas fisik berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI KECAMATAN PATI, KABUPATEN PATI Anugraheni, Hana Sofia; Kartasurya, Martha Irene
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.51 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.725

Abstract

Latar Belakang:. Tahun 2007, prevalensi stunting pada balita di kabupaten Pati adalah 42,2%. Stunting dapat berakibat pada penurunan produktivitas, peningkatan risiko penyakit degenaratif dan peningkatan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 12-36 bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan  kasus kontrol pada 29 kasus (stunting) dan 29 kontrol (normal). Kriteria stunting ditentukan berdasarkan skor z indeks TB/U <-2 SD menurut WHO child growth standart. Data panjang badan lahir, berat badan lahir, usia kehamilan, lama ASI eksklusif, usia pengenalan MP-ASI dan skor pemberian MP-ASI usia 6-12 bulan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstuktur. Analisis dilakukan dengan Pearson Chi-Square untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting. Hasil: Pada kelompok stunting: 55,2% ayah bekerja sebagai  sebagai buruh pabrik, kuli dan petani serta 6,9% tidak bekerja. Ibu dengan pendidikan  tamat akademi/perguruan tinggi adalah sebanyak 17,24% pada kelompok normal dan 6,9% pada kelompok stunting. Penelitian ini menunjukkan, faktor risiko kejadian stunting pada balita 12-36 bulan adalah prematuritas (p=0,025; OR=10,67) dan panjang badan lahir rendah (p=0,000; OR=2,81). Berat badan lahir (p=0,112), lama pemberian ASI eksklusif (p=0,195), usia makan pertama (p=0,113) dan skor MP-ASI (p=1,000) bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada penelitian ini. Simpulan: Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di kecamatan Pati, kabupaten Pati adalah prematuritas dan panjang badan lahir rendah (pendek).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, SIFAT FISIK DAN TINGKAT PENERIMAAN YOGHURT ALMOND (Prunus dulcis) SEBAGAI PRODUK PROBIOTIK ALTERNATIF BAGI PENDERITA AUTIS Lubis, Syahrani Aulia; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.438 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16433

Abstract

Latar Belakang : Autism spectrum disorders (ASD) merupakan gangguan neurodevelopment berat yang diikuti dengan adanya keterbatasan dalam mencerna beberapa zat gizi diantaranya yaitu gluten dan kasein. Diet bebas gluten dan kasein seringkali diterapkan oleh keluarga yang memiliki anak dengan kondisi ASD. Gangguan pencernaan yang sering dialami oleh penderita ASD yaitu diare dan konstipasi sehingga diperlukan adanya produk probiotik alternatif yang aman bagi penderita ASD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan, total bakteri asam laktat, pH, viskositas dan tingkat penerimaan yoghurt almond.Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dua faktor yaitu yoghurt almond (filtrat almond 10% dan 20%) serta perlakuan penambahan sari buah jeruk (0% dan 8%). Analisis statistik aktivitas antioksidan, total bakteri asam laktat, pH dan viskositas menggunakan uji two way ANOVA 95%, sedangkan tingkat penerimaan menggunakan uji friedman dengan uji lanjut wilcoxon.Hasil : Yoghurt almond 20% dengan penambahan sari buah jeruk 8% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 49%, sedangkan total bakteri asam laktat dan viskositas tertinggi terdapat pada yoghurt almond 20% tanpa penambahan sari buah jeruk dengan nilai berturut-turut yaitu 1,68 x 108 CFU/ml dan 6,88 cP. Yoghurt almond 10% dengan penambahan sari buah jeruk 8% memiliki nilai rerata tertinggi untuk aroma (3.36), warna (3.84), rasa (3.54) dan viskositas (3.48). Simpulan : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara formulasi filtrat almond dan penambahan sari buah jeruk terhadap aktivitas antioksidan, total bakteri asam laktat, pH dan viskositas pada yoghurt almond. Selain itu, terdapat pengaruh formulasi filtrat almond dan penambahan sari buah jeruk terhadap mutu organoleptik yoghurt pada kategori warna, rasa dan juga viskositas.
PERBEDAAN PENGARUH KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA) REBUS DAN PANGGANG TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL, HDL PADA WANITA OVERWEIGHT - OBESITAS Stefiani, Denada; Wirawanni, Yekti
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.501 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4604

Abstract

Latar Belakang : Overweight adalah suatu kondisi dimana terjadi berat badan berlebih bila diukur berdasarkan tinggi badan sedangkan obesitas adalah suatu kondisi dimana terjadi akumulasi jaringan lemak yang berlebih. Klasifikasi overweight dan obesitas menurut WHO berdasarkan kriteria Asia Pasifik secara berturut-turut yaitu ≥ 23.00 kg/m2 dan > 25.00 kg/m2. Overweight dan obesitas ini berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol LDL dan rendahnya kadar kolesterol HDL. Kacang tanah mengandung MUFA, PUFA, dan serat yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh kacang tanah rebus dan panggang terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada wanita overweight-obesitas.Metode : Jenis penelitian adalah true experimental dengan rancangan randomized pre-post group design. Subyek adalah 16 wanita overweight - obesitas dengan kadar kolesterol LDL ≥ 130 mg/dl dan atau kadar kolesterol HDL ≤ 60 mg/dl. Subyek dibagi ke dalam 2 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan 1 mendapatkan intervensi kacang tanah rebus dan kelompok perlakuan 2 mendapatkan kacang tanah panggang. Tiap kelompok mendapatkan intervensi kacang tanah sebanyak 77 gram selama 4 minggu. Kadar kolesterol LDL dianalisis menggunakan metode perhitungan rumus Friedawald dan kadar kolesterol HDL dianalisis menggunakan metode phosphotungstic precipilation. Pengambilan darah subyek dilakukan setelah subyek berpuasa selama 10 jam. Data yang diperoleh diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk setelah itu dianalisis menggunakan uji paired t-test, Mann-Whitney, independent t-test, dan Wilcoxon. Hasil : Pemberian kacang tanah rebus dan panggang sebanyak 77 gram selama 4 minggu berturut-turut menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar 4.12±16.40 mg/dl (p>0.05) dan 24.15±25.07 mg/dl (p<0.05). Tidak terdapat perbedaan penurunan kadar LDL antara kedua kelompok (p>0.05). Pemberian kacang tanah rebus dapat menurunkan kadar HDL sebesar 3.87±7.71 mg/dl (p>0.05) sedangkan kacang tanah panggang dapat meningkatkan kadar HDL sebesar 2.00±6.09 mg/dl (p>0.05). Tidak terdapat perbedaan peningkatan kadar HDL antara kedua kelompok (p>0.05).  Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan penurunan kadar kolesterol LDL dan peningkatan kadar kolesterol HDL antara kedua kelompok perlakuan (p>0.05).
TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN UJI PENERIMAAN YOGHURT SINBIOTIK DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L) Puspadani, Nurlina; Rustanti, Ninik; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.171 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25807

Abstract

Latar Belakang : Sindrom metabolik dapat diminimalisir dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung sinbiotik, tinggi antioksidan, dan tinggi serat. Yoghurt sinbiotik dengan penambahan ekstrak kayu secang dapat menjadi alternatif minuman bagi penderita sindrom metabolik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan ekstrak kayu secang pada yoghurt sinbiotik terhadap total bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan, dan penerimaan. Metode : Penelitian ini merupakan true experimental dengan rancangan lengkap satu faktor, yaitu penambahan ekstrak kayu secang 0%, 0,1%, 0,3%, dan 0,5%. Analisis total bakteri asam laktat menggunakan uji Total Plate Count, analisis aktivitas antioksidan menggunakan uji 1-1-diphenyl-2-picrylarazyl (DPPH), dan uji penerimaan. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis statistik selanjutnya menggunakan Kruskal-Wallis, Friedman, dan Wilcoxon.Hasil : Terdapat pengaruh pada total bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan, dan uji penerimaan. Rerata total bakteri asam laktat tertinggi pada kontrol yaitu 903,73x1012 yang masih sesuai dengan SNI yaitu 107 CFU/mL. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada penambahan ekstrak kayu secang 0,5%. Pada uji penerimaan memberikan pengaruh terhadap keseluruhan. Produk terbaik terdapat pada yoghurt dengan penambahan ekstrak kayu secang 0,1%.Simpulan : Penambahan ekstrak kayu secang mempengaruhi total bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan, dan penerimaan.
PENGARUH PEMBERIAN JUS MENTIMUN DAN TOMAT TERHADAP TEKANAN DARAH PEREMPUAN OVERWEIGHT DAN OBESITAS Ilma, Alina Dzulchilda; Wirawanni, Yekti
Journal of Nutrition College Vol 4, No 3 (2015): Juli 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.101 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i3.10094

Abstract

Latar Belakang : Overweight dan obesitas merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi pada semua usia. Modifikasi asupan dengan bahan makanan tinggi kalium dan  magnesium menjadi terapi untuk menurunkan tekanan darah, seperti mentimun dan tomat. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh jus mentimun dan tomat terhadap tekanan darah perempuan overweight dan obesitas.Metode : Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan control group pre-post test. Subjek sebanyak 38 orang terdiri dari mahasiswi Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dengan tekanan darah sistolik ≥120 mmHg dan diastolik ≥80 mmHg. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan mendapat jus mentimun dan tomat yang terbuat dari masing-masing 100 gram sebanyak 200 ml/hari selama 7 hari. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan analisis statisitik menggunakan uji Mann-Whitney, independent t-test, dependent t-test dan Wilcoxon.Hasil : Kelompok perlakuan mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 17,84±9,09 mmHg (p=0,000) dan 11,34±4,02 mmHg (p=0,000), dibandingkan pada kelompok kontrol  yang tidak terdapat penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan.Kesimpulan : Konsumsi 200 ml jus mentimun dan tomat selama 7 hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada perempuan overweight dan obesitas secara signifikan.
STUDI KUALITATIF PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR DI RUANG RAWAT INAP RS ST. ELISABETH SEMARANG Wijayanti, Tania; Puruhita, Niken
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.32 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2114

Abstract

Latar Belakang: Banyaknya kejadian malnutrisi pada pasien di rumah sakit sering tidak teratasi dengan baik. Menurut penelitian tahun 2002, terjadi penurunan status gizi pada pasien sebesar 28,2% selama dirawat di rumah sakit. Proses Asuhan Gizi Terstandar sebagai bentuk pelayanan gizi merupakan hal yang berperan dalam penyembuhan pasien sehingga diperlukan penelitian terhadap subjek penelitian. Metode: Penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview, observasi partisipasi dan data sekunder. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data, penguraian detail hasil penelitian, auditing dengan pembimbing, dan konfirmasi hasil penelitian pada subjek penelitian. Hasil: Proses asuhan gizi terstandar (PAGT) belum dilakukan secara optimal. Dietisien mengharapkan PAGT dapat disederhanakan. Saat assessmen gizi, dietisien belum secara detail mengumpulkan data fisik pasien, penentuan diagnosis gizi belum tepat, di beberapa ruangan diagnosis gizi tidak dilakukan oleh dietisien, intervensi gizi dan monitoring-evaluasi sudah dilakukan dengan baik. Faktor internal yaitu pengetahuan PAGT dietisien baik tapi motivasi yang mereka miliki belum cukup mampu untuk menjadikan dietisien menerapkan matriks pada diagnosis gizi. Faktor eksternal yaitu kebijakan rumah sakit tentang penegakkan diagnosis gizi belum dicantumkan dan kolaborasi antar tenaga kesehatan sudah berjalan. Kesimpulan: Pelaksanaan PAGT harus didukung dari kebijakan rumah sakit atau lembaga berwenang lainnya, profesi kesehatan lain dan pemahaman dietisien tentang metode PAGT.
Tingkat kecukupan zat gizi dan kadar hemoglobin pada atlet sepakbola Nurdini, Della Annisa; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 6, No 1 (2017): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.708 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i1.16889

Abstract

Latar Belakang : Hemoglobin berfungsi mengikat dan membawa oksigen dari paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh asupan protein, zat besi, asam folat, vitamin C, vitamin A, seng, tembaga, tannin dan fitat.Tujuan : Menganalisis hubungan tingkat kecukupan zat gizi makanan di asrama atlet dengan kadar hemoglobin atlet sepakbola.Metode : Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional di Salatiga Training Centre, jumlah sampel 30 atlet usia 15 – 18 tahun dengan total sampling. Data yang dikumpulkan meliputi: identitas, berat badan, tinggi badan, dan recall 24 jam. Kadar hemoglobin diukur dengan cyanmethemoglobin. Data dianalisis dengan uji analisis depskripsi, analisis bivariat menggunakan uji pearson. Data diuji dengan regresi linier dengan α 5%.Hasil : Sebanyak 100% subjek mempunyai kadar hemoglobin normal. Pemacu penyerapan besi diantaranya adalah tingkat kecukupan protein, zat besi, asam folat, vitamin C, vitamin A, seng, tembaga dengan rerata asupan berturut-turut 64 ± 8,48 g, 72,23 ± 21,58 mg, 63,9 ± 11,34 mg, 78,33 ± 68,34 mg, 324,61 ± 130,3 mg,  53,5 ± 8,11 mg, dan 125,61 ± 0,1 mg, sedangkan asupan penghambat penyerapan zat besi yang terdiri dari fitat dan tanin dengan rerata 52,35 ± 2,1 mg dan 1,58 ± 0,3 mg.Simpulan : Penelitian ini menunjukkan tingkat kecukupan protein, zat besi, asam folat, vitamin C, dan seng kurang dari 100%, sedangkan tingkat kecukupan vitamin A dan tembaga lebih dari 100%. Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein, zat besi, asam folat dan seng dengan kadar hemoglobin pada atlet sepakbola. Namun, tidak ada hubungan tingkat kecukupan vitamin C, vitamin A dan tembaga dengan kadar hemoglobin pada atlet sepakbola.
PENGARUH PEMBERIAN FORMULA ENTERAL BERBAHAN DASAR LABU KUNING (Curcubita moschata) TERHADAP ALBUMIN SERUM PADA TIKUS DIABETES MELITUS Pratiwi, Astri; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.782 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10145

Abstract

Latar Belakang : Pemberian formula enteral bertujuan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi dan suplemen untuk pasien diabetes malnutrisi. Formula enteral pada penelitian ini terbuat dari labu kuning, tempe, tepung beras, dan minyak kedelai. Labu kuning memiliki efek antidiabetes sedangkan tempe merupakan sumber protein nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian formula enteral berbahan dasar labu kuning terhadap albumin serum pada tikus diabetes melitus.Metode : Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup penelitian gizi biomedik dengan rancangan penelitian true experimental,  pre-post test group with control group design. Empat belas ekor tikus jantan Sprague Dawley umur 9 minggu dengan berat badan 160-260 gram diinduksi 65 mg/kgBB streptozotocin dan 230 mg/kgBB nicotinamide. Tikus dibagi kedalam dua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Dosis yang diberikan sebanyak 20gr/kgBB/hari selama 14 hari. Pengambilan data albumin serum dilakukan sebanyak 2 kali yakni setelah diinduksi STZ dan setelah perlakuan selesai.Hasil : Rerata kadar albumin serum kelompok perlakuan mengalami peningkatan bermakna sebesar 1,62±0,16 g/dL (p< 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami peningkatan bermakna sebesar 1,60±0,19 (p<0,05). Tidak ada perbedaan peningkatan yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kontrol setelah perlakuan formula enteral berbahan dasar labu kuning (p> 0.05).Simpulan : Pemberian formula enteral berbahan dasar labu kuning dapat meningkatkan albumin serum pada tikus diabetes.