cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
PENGARUH NASI PUTIH BARU MATANG DAN NASI PUTIH KEMARIN (TERETROGRADASI) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL PADA SUBJEK WANITA PRA DIABETES Dewi, Afiska Prima; Isnawati, Muflihah
Journal of Nutrition College Vol 2, No 3 (2013): Juli 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.751 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i3.3443

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Faktor yang meningkatkan risiko diabetes mellitus adalah pola makan yang tidak sehat, seperti diet tinggi indeks glikemik. Salah satu jenis pangan berindeks glikemik tinggi adalah nasi. Namun, nasi yang disimpan dan mengalami penurunan suhu dapat mengalami proses retrogradasi sehingga nasi memiliki kadar pati resisten yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang baru matang (masih tergelatinisasi). Konsumsi makanan dengan kadar pati resisten yang tinggi dapat menurunkan kenaikan kadar glukosa darah. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diet nasi putih baru matang dan nasi putih kemarin (teretrogradasi) terhadap kadar glukosa darah postprandial (½, 1, dan 2 jam) pada subjek wanita pra diabetes.    Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan rancangan pre-post controlled grup design yang menggunakan wanita pra diabetes sebagai subjek penelitian. Total sampel 18 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (mendapat nasi putih baru matang) dan kelompok perlakuan (mendapat nasi putih kemarin). Metode pengukuran kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan alat glucometer test. Independent sample t-test dan uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan kadar glukosa darah pada kedua kelompok. Hasil : Rerata kadar glukosa darah ½, 1, dan 2 postprandial pada kelompok 1 sebesar 145,6; 138,1; dan 124,4 mg/dl dan kelompok 2 sebesar 149,63; 121,13; dan 118,75 mg/dl. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p>0,05). Simpulan : Kenaikan rerata glukosa darah postprandial setelah konsumsi nasi putih kemarin tidak berbeda dengan kenaikan setelah konsumsi nasi putih baru matang.
Hubungan Beberapa Indikator Obesitas dengan Tekanan Darah Wanita Dewasa Muda Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi; Widyastuti, Nurmasari; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 6, No 3 (2017): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.532 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i3.16913

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan tekanan darah (TD) berhubungan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas dapat ditentukan melalui pengukuran antropometri seperti rasio lingkar pinggang terhadap lingkar panggul (RLPP), lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB), indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang (LiPi) dan baru-baru ini dikembangkan “A Body Shape Index” (ABSI). Tujuan: Menganalisis hubungan beberapa indikator obesitas dengan TD pada wanita dewasa muda. Metode: Studi cross sectional di wilayah kerja Puskesmas Kedung Mundu pada 64 wanita usia 18-21 tahun yang dipilih secara consecutive sampling. Pengukuran antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan panggul dan TD. Data dianalisis dengan uji Fisher Exact dan perhitungan rasio prevalensi untuk mengetahui besar risiko. Hasil: Terdapat 9,4% wanita mengalami pre hipertensi. Gizi lebih berdasarkan IMT 28,1%. Resiko tinggi berdasarkan LiPi 6%, RLPP 62,5%, RLPTB 29,7% dan ABSI 50%. Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan TDS (p<0,05, RP6,3, CI 1,038±38,056). LiPi memiliki hubungan signifikan dengan TDD (p<0,05, RP6,3, CI 1,038±38,056). Tidak terdapat hubungan antara RLPP, RLPTB dan ABSI dengan TDS dan TDD (p>0,05). Simpulan: IMT berhubungan dengan TDS. LiPi berhubungan dengan TDD. Tidak terdapat hubungan antara RLPP, RLPTB dan ABSI dengan TDS dan TDD.
ASUPAN PROTEIN YANG KURANG SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEPADATAN TULANG RENDAH PADA WANITA PASCAMENOPAUSE Pradipta, Dea Rizky; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.213 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6861

Abstract

Latar Belakang : Wanita pascamenopause mengalami peningkatan resorpsi tulang karena berkurangnya hormon estrogen. Asupan protein yang tidak adekuat berisiko terhadap kepadatan tulang yang rendah. Namun, asupan protein yang berlebihan, terutama protein hewani juga berisiko terhadap kepadatan tulang yang rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis besar risiko asupan protein dan faktor lain (asupan kalsium, fosfor, magnesium, zink, usia, riwayat merokok, konsumsi alkohol dan kebiasaan olahraga) yang berpengaruh terhadap kepadatan tulang wanita pascamenopause.Metode : Desain penelitian case-control pada wanita pascamenopause, dengan jumlah subjek 50 orang kelompok kasus dan 50 orang kelompok kontrol. Pengambilan sampel kelompok kasus dilakukan secara random sampling, dan kelompok control dengan cara matching status gizi berdasarkan kategori persen lemak tubuh. Data yang dikumpulkan meliputi kepadatan tulang yang diukur dengan densitometer Quantitative Ultrasound, persen lemak tubuh yang diukur dengan Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA), asupan zat gizi menggunakan Food Frequency Questionnaire, riwayat merokok, konsumsi alkohol, serta kebiasaan olahraga. Analisis bivariat menggunakan Chi-square dan Fisher, analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil : Rerata nilai T-score pada kelompok kasus sebesar -1,94±0,49SD dan rerata nilai T-score pada kelompok kontrol sebesar -0,45±0,48SD. Rerata usia pada kelompok kasus (59,34±6,88SD) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (54,30±6,12SD). Asupan protein total, protein hewani, protein nabati, kalsium, fosfor, magnesium dan zink pada kelompok kontrol mempunyai rerata yang lebih tinggi daripada kelompok kasus. Asupan protein total, protein nabati, zink dan usia merupakan faktor risiko kepadatan tulang pada wanita pascamenopause dengan nilai OR masing-masing sebesar 3,551; 2,681; 3,431 dan 4,205. Asupan protein hewani merupakan faktor protektif terhadap kepadatan tulang wanita pascamenopause (OR=0,306). Faktor risiko yang paling berpengaruh pada kepadatan tulang wanita pascamenopause adalah usia (OR=4,223; 95%CI=1,627-10,960) dan asupan protein total (OR=3,566 ; 95%CI=1,476-8,613).    Simpulan : Asupan protein total <66 gr/hari berisiko 3,566 kali lebih besar untuk mengalami kepadatan tulang rendah. Usia ≥60 tahun berisiko 4,223 kali lebih besar untuk mengalami kepadatan tulang rendah.
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL LDL DARAH TIKUS SPRAGUE DAWLEY PADA PEMBERIAN KOPI FILTER DAN TANPA FILTER Sari, Raysa Tanjung; Puruhita, Niken
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.969 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.403

Abstract

Background : Coffee contains cafestol and kahweol which can increase LDL cholesterol levels. Effect of cafestol and kahweol with chlorogenic acids are antagonist in coffee. Chlorogenic acids is strong antioxidant in coffee. Unfiltered coffee contains more chlorogenic acids and cafestol than filtered coffee. The study aims to determine the differences of LDL cholesterol levels of Sprague Dawley rats in giving filtered and unfiltered coffee. Methods : a laboratory experimental study, with randomized pre-post test control group design, with a simple random sampling to 28 Sprague Dawley rats were divided into 3 groups. The first treatment was given unfiltered coffee 4x2.7 ml, the second treatment was given filtered coffee 4x2.7 ml and the control was given water 4x2.7 ml for 28 days. LDL cholesterol levels were determined by the homogenous enzyme method. Data were analyzed by paired t-test and Oneway ANOVA test at 95% confident level. Results : Changes levels of LDL cholesterol in filtered coffee (0.85 mg/dl) are higher than unfiltered coffee (0.15 mg/dl). However statistical test shows there is no significant difference of LDL cholesterol in filtered and unfiltered coffee (p>0.05). Conclusion : There is no significant difference of LDL cholesterol levels of Sprague Dawley rats in filtered and unfiltered coffee.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, SIFAT FISIK, DAN TINGKAT PENERIMAAN PERMEN MARSHMALLOW DENGAN PENAMBAHAN BROKOLI Jalasena, Rizka Akbar; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 5, No 1 (2016): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.038 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i1.16352

Abstract

Latar Belakang : Komsumsi sayur pada anak masih rendah. Brokoli merupakan salah satu sayuran tinggi antioksidan. Salah satu cara meningkatkan konsumsi sayur pada anak adalah melalui produk yang disukai seperti permen. Penambahan brokoli pada permen marshmallow diharapkan dapat menjadi alternatif produk tinggi antioksidan.Tujuan : Menganalisis kandungan aktivitas antioksidan, sifat fisik (kekerasan dan kekenyalan), dan tingkat penerimaan permen marshmallow dengan penambahan brokoli.Metode : Merupakan penelitian eskperimental rancangan acak lengkap satu faktor yaitu konsentrasi penambahan brokoli (0% kontrol, 5%, 10%, dan 15%) pada permen marshmallow. Analisis kadar aktivitas antioksidan, kekerasan dan kekenyalan diuji dengan one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Tuckey, sedangkan analisis tingkat penerimaan menggunakan Friedman yang dilanjutkan dengan Wilcoxon.Hasil : Permen marshmallow dengan penambahan 15% brokoli mengandung kadar antioksidan tertinggi sebesar 34,97%. Permen marshmallow dengan penambahan 15% brokoli memiliki nilai kekerasan tertinggi sebesar 3,60 g/cm2 dan kekenyalan tertinggi 56,49 N. Permen perlakuan dengan sifat fisik dan tingkat penerimaan terbaik adalah permen marshmallow dengan penambahan brokoli 10% dengan aktivitas antioksidan sebesar 22,78%, nilai kekerasan 276,01 g/cm2 dan nilai kekenyalan 47,81 N.Simpulan : Penambahan brokoli meningkatkan kadar aktivitas antioksidan secara signifikan. Namun penambahan brokoli mempengaruhi nilai kekerasan dan kekenyalan permen marshmallow secara signifikan. Penambahan brokoli tidak mempengaruhi nilai warna , rasa, dan aroma secara signifikan serta mempengaruhi nilai tekstur permen secara signifikan.
PERSEPSI SISWA SMP TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA (Studi kasus pada siswa SMP PL Dominico Savio Semarang) Wijaya, Natalia Yohana; Margawati, Ani
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3828

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah keadaan dimana terjadi peningkatan massa jaringan lemak dalam tubuh. Pencegahan obesitas pada masa remaja dianggap lebih mudah dilakukan daripada menanggulangi obesitas pada usia dewasa. Persepsi remaja mengenai kejadian obesitas memegang peran penting dalam pengendalian obesitas pada remaja karena dapat menjadi faktor pendorong dalam diri remaja untuk melakukan kebiasaan yang sehat.Tujuan: Menganalisis persepsi siswa obesitas dan non obesitas mengenai obesitas pada remaja yang di dalamnya meliputi persepsi mengenai berat badan aktual, penyebab obesitas, kemampuan bergaul remaja, dan ancaman penyakit yang menyertai kejadian obesitas.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion). Sampel dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dikelompokan dalam 4 kelompok diskusi berdasarkan kelas dan status gizi (obesitas dan non obesitas). Tiap kelompok diskusi berisi 8 orang siswa.Hasil: Kedua kelompok memiliki persepsi yang benar mengenai berat badan mereka, tidak ada anak obesitas yang merasa diri mereka kurus ataupun sebaliknya. Semua informan memiliki gambaran yang benar mengenai penyebab obesitas, antara lain karena banyak makan dan kurang olah raga. Semua informan baik dari kelompok obesitas maupun non obesitas merasa mudah mendapat teman dan memiliki beberapa teman dekat. Beberapa informan baik dari kelompok obesitas maupun non obesitas merasa bahwa obesitas tidak berbahaya. Kesimpulan: Siswa sudah memiliki persepsi yang benar mengenai berat badan mereka, penyebab obesitas, dan efek psikologis yang menyertai obesitas. Namun, persepsi siswa mengenai ancaman penyakit yang menyertai obesitas masih kurang tepat karena remaja lebih mementingkan penampilan daripada kesehatan.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN TOTAL DAN PROTEIN KEDELAI TERHADAP KADAR ASAM URAT DALAM DARAH WANITA MENOPAUSE Hastuti, Vivilia Niken; Murbawani, Etisa Adi; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 2 (2018): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.706 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i2.20823

Abstract

Latar belakang: Asupan purin yang berlebihan menjadi salah satu faktor peningkatan kadar asam urat yang memicu hiperurisemia. Asupan protein total dan protein kedelai diduga terkait dengan hiperurisemia karena kandungan purinnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan protein total dan protein kedelai dengan kadar asam urat.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan subjek 62 wanita menopause yang diambil dengan cara simple random sampling. Data indeks massa tubuh didapatkan melalui pengukuran antropometri, data asupan diperoleh melalui wawancara semi-quantitative food frequency questionnaire. Analisis kadar asam urat menggunakan fotometri. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil: Subjek normourisemia sebanyak 96,8% dengan rerata kadar asam urat 3,7±0,67 mg/dl. Sebanyak 71% subjek mempunyai asupan protein kedelai berlebih namun hanya 17,8% dengan asupan protein total lebih. Tidak terdapat hubungan bermakna antara asupan protein total dan protein kedelai dengan kadar asam urat dalam darah wanita menopause (p>0.05). Simpulan:Tidak terdapat hubungan antara asupan protein total dan protein kedelai dengan kadar asam urat.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI GULA TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TINGKAT PENERIMAAN SARI BUAH BUNI (Antidesma bunius) Octaviani, Liem Felicia; Rahayuni, Arintina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.081 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6916

Abstract

Latar Belakang : Buni mengandung antioksidan yang tinggi antosianin, namun jarang dimanfaatkan. Buni ingin dimanfaatkan menjadi suatu produk yang disukai dan dapat menjadi alternatif produk kaya antioksidan, dengan cara pembuatan sari buah. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi gula terhadap aktivitas antioksidan dan tingkat penerimaan pada sari buah buni.Tujuan : Mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi gula terhadap kadar antosianin, vitamin C, aktivitas antioksidan, dan tingkat penerimaan sari buah buni (Antidesma bunius).Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dengan 3 variasi penambahan gula sebesar 16, 18, dan 20%, serta 1 kontrol. Analisis statistik kadar antosianin, vitamin C, dan aktivitas antioksidan menggunakan uji One Way ANOVACI 95% dengan uji lanjut Tukey. Tingkat penerimaan menggunakan uji Friedman dengan uji lanjut Wilcoxon.Hasil : Sari buah buni dengan penambahan gula 16% memiliki kadar antosianin, kadar vitamin C, aktivitas antioksidanpaling tinggi, masing – masing 479.22 mg; 60.72 mg; 73.07%. Saribuah buni dengan penambahan gula 20% memiliki nilai rata – rata paling tinggi untuk warna(3.36) dan aroma(3.40) dengan kriteria “netral” dan rasa (4.04) dengan kriteria “suka”.Simpulan : Ada pengaruh penambahan gula terhadap kadar antosianin, vitamin C dan aktivitas antioksidan sari buah buni. Ada pengaruh penambahan gula terhadap tingkat penerimaan aroma dan rasa, kecuali warna.
PERBEDAAN POLA PEMBERIAN ASI ANTARA IBU YANG MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN INISIASI MENYUSU DINI (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Margorejo Kabupaten Pati) Sari, Cindy Martha; Wirawanni, Yekti
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.583 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.681

Abstract

Latar Belakang: Program inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan salah satu cara menurunkan angka mortalitas bayi dan terbukti meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Penolong persalinan dan promosi susu formula merupakan faktor yang sangat mempengaruhi pelaksanaan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola pemberian ASI antara ibu yang melakukan dan tidak melakukan IMD serta mengkaji faktor yang mempengaruhi kegagalan IMD ditinjau dari faktor penolong persalinan (bidan) dan promosi susu formula.Metode: Suatu penelitian deskriptif analitik yang bersifat observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jumlah sampel pada penelitian kuantitatif sebanyak 54 ibu yang memiliki bayi berusia 6 bulan, sedangkan penelitian kualitatif terdiri dari 5 informan. Pemilihan subjek penelitian kuantitatif dengan total sampling.Hasil: Proporsi ibu IMD hanya sebesar 14,81%. Pada ibu IMD, pemberian kolostrum 100%, makanan/minuman pralakteal 100%, ASI eksklusif 0%, rata-rata frekuensi dan lama pemberian ASI adalah 8,75±3,54 kali/hari dan 25±22,04 menit. Pada ibu tidak IMD, pemberian kolostrum 89,1%, makanan/minuman pralakteal 84,8%, ASI eksklusif 4,3%, rata-rata frekuensi dan lama pemberian ASI adalah 10,19±4,3 kali/hari dan 16,74±13,1 menit.Simpulan: Pola pemberian ASI pada ibu IMD, semuanya memberikan kolostrum, makanan/ minuman pralakteal tetapi tidak memberikan ASI eksklusif. Pola pemberian ASI pada ibu tidak IMD, terdapat 10,9% ibu tidak memberikan kolostrum, 15,2% ibu tidak memberikan pralakteal dan 4,3% ibu memberikan ASI eksklusif. Namun, secara statistik, tidak terdapat perbedaan pola pemberian ASI (pemberian kolostrum, pemberian pralakteal, pemberian ASI eksklusif, frekuensi dan lama pemberian ASI) antara ibu IMD dan tidak IMD
PENGARUH PEMBERIAN BUBUK CENGKIH TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA PREDIABETES Aufa, Mahya; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.988 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16419

Abstract

Latar Belakang : Prediabetes merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular, salah satunya yaitu dislipidemia. Hipertrigliseridemia merupakan suatu kondisi dimana kadar trigliserida dalam darah lebih dari batas normal. Kadar trigliserida dalam darah dipengaruhi oleh asupan lemak dan karbohidrat. Konsumsi bahan makanan yang mengandung  serat dan antioksidan dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah, salah satunya adalah cengkih. Metoda: Penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan pretest-postest group design. Subjek penelitian adalah wanita prediabetes berusia 25-50 tahun sebanyak 46 orang yang memiliki kadar trigliserida >150mg/dl. Subjek dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok perlakuan pemberian dosis 1, 2, dan 3 gram bubuk cengkih yang sudah dikemas dalam kapsul. Setiap kelompok terdiri dari 16 orang. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Kadar trigliserida darah sebelum dan setelah intervensi diambil dari pembuluh vena oleh petugas laboratorium dan dianalisis kadar trigliserida menggunakan metode GPO-PAP (Glycerol Phosphate Oxidase-Phenol Amino Phenazone).Hasil : Kadar trigliserida sebelum intervensi pada kelompok pemberian dosis 1 gram/hari adalah 171,4±26,5mg/dl dan mengalami penurunan menjadi 120,43 ± 43,3mg/dl setelah intervensi. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar trigliserida pada kelompok dosis 1 gram/hari (p=0,000). Sedangkan kadar trigliserida sebelum intervensi pada kelompok pemberian dosis 2 gram/hari adalah 173,8± 46,3mg/dl dan mengalami penurunan menjadi 129,45±60mg/dl setelah intervensi. Terdapat perbedaan bermakna kadar trigliserida pada kelompok pemberian dosis 2 gram/hari (p=0,006). Kesimpulan: Bubuk cengkih dapat menurunkan kadar trigliserida dalam dosis 1 gram/hari dan 2 gram/hari dengan hasil yang signifikan pada wanita prediabetes.Â