cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN ANAK USIA 12-24 BULAN Rakhmawati, Nuris Zuraida; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.677 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4527

Abstract

Latar Belakang: Pemberian makanan pada anak dapat mempengaruhi status gizi sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak normal. Kurangnya asupan makanan bergizi pada anak dapat membuat anak mengalami status gizi buruk. Pengetahuan dan sikap ibu diperlukan agar dapat memberikan makanan yang tepat untuk anak. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap perilaku pemberian makanan anak usia 12-24 bulan.Metode: Desain penelitian cross sectional dengan jumlah subjek 65 ibu di wilayah Puskesmas Pegandan. Data yang diteliti meliputi pengetahuan dan sikap ibu dengan menggunakan kuesioner, serta perilaku yang diketahui dengan pengamatan, wawancara dan recall 5x24 jam. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengetahui perilaku ibu dalam memberikan makan pada anak. Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu  dengan perilaku pemberian makan anak dan hubungan sikap ibu dengan perilaku pemberian makan anak.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 86.15% ibu mempunyai pengetahuan baik, 76.92% ibu mempunyai sikap kurang dan 73.95% ibu mempunyai perilaku kurang. Analisis data menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku ibu dalam pemberian makanan untuk anak (p=0,003) dan ada hubungan antara sikap dan perilaku ibu dalam pemberian makanan untuk anak (p=0,04).  Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap perilaku pemberian makan anak usia 12-24 bulan.
Pengaruh Pemberian Nasi Beras Merah (Oryza nivara) dan Nasi Beras Hitam (Oryza sativa L.indica) Terhadap Kadar hsCRP Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Diabetes Melitus Tipe 2 Sitanggang, Golda Sharon; Ardiaria, Martha; Rahadiyanti, Ayu
Journal of Nutrition College Vol 7, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.395 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i4.22276

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronik yang disebabkan defisiensi atau resistensi insulin, yang ditandai tingginya konsentrasi glukosa dalam darah. Kadar hsCRP dapat digunakan untuk melihat marker inflamasi yang paling sensitif pada diabetesi. Beras merah dan beras hitam diketahui kaya akan antosianin dan serat yang berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi inflamasi.Tujuan: Mengetahui perbedaan pemberian nasi beras merah dan nasi beras hitam terhadap kadar hsCRP pada tikus wistar DM Tipe 2Metode: Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan post test control group design. Besar sampel penelitian 24 ekor tikus wistar jantan, 6 ekor dikondisikan sehat yaitu kelompok K(-) dan 18 ekor tikus dikondisikan DM dengan injeksi STZ 50 mg/kg BB dan 110 NA mg/kg BB. Kemudian tikus DM dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok K(+), kelompok perlakuan nasi beras merah (P1) dan kelompok perlakuan nasi beras hitam (P2). Intervensi dilakukan selama 28 hari, kadar hsCRP diukur menggunakan metode ELISA. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post hoc Duncan.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan kadar hsCRP antar kelompok (p=0,000). Kelompok P1 memiliki kadar hsCRP dengan nilai 18,8±0,50 ng/ml. Kelompok P2 memiliki kadar hsCRP dengan nilai 16,3±0,72 ng/ml.Simpulan: Pemberian nasi beras merah dan nasi beras hitam menunjukkan adanya perbedaan kadar hsCRP secara signifikan. Kadar hsCRP lebih rendah pada kelompok tikus dengan pemberian nasi beras hitam.
PENGARUH PEMBERIAN YOGHURT KACANG MERAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA WANITA DISLIPIDEMIA Marcelia, Karina; Kartasurya, Martha Irene
Journal of Nutrition College Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.663 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i1.8624

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kacang merah mengandung proantosianidin, isoflavon dan serat yang mampu menurunkan kadar kolesterol total. Bakteri asam laktat yang terkandung dalam yoghurt menurunkan kadar kolesterol total melalui inkorporasi dengan membran sel bakteri, perubahan aktivitas garam empedu terhidrolasi, dan peningkatan aktivitas isoflavon .Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian yoghurt kacang merah terhadap kadar kolesterol total pada wanita dislipidemiaMetode : Jenis penelitian adalah true experiment dengan rancangan pre-post-test with control group. Subjek penelitian adalah 26 wanita pre-menopause dengan kadar kolesterol total ≥200 mg/dL (tanpa obat) yang dibagi menjadi dua kelompok, 13 pada kelompok kontrol dan 13 pada kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan mendapatkan 225 ml yoghurt kacang merah/hari selama 15 hari. Kedua kelompok mendapatkan konseling gizi di awal penelitian. Kadar kolesterol total diukur menggunakan metode CHOD-PAP. Asupan makanan selama intervensi diukur dengan metode food recall 3x24 jam dan dianalisis dengan nutrisurvey. Aktivitas fisik dianalisis dengan IPAQ. Analisis data menggunakan uji Paired t-test, Wilcoxon, Independent t-test dan Mann Whitney.Hasil : Ada penurunan rerata kadar kolesterol total kelompok perlakuan dari 248,5±28,4 mg/dL menjadi 205,2±31,1 mg/dL (p=0,0001) dan kelompok kontrol dari 233,5±16,6 mg/dL menjadi 213,0±20,6 mg/dL (p=0,009). Penurunan kadar kolesterol total pada kelompok perlakuan lebih tinggi (43,3 mg/dL atau 17,7%) daripada kelompok kontrol (20,5 mg/dL atau 8,6%) dengan p=0,001. Kadar kolesterol total 46,2% subjek kelompok perlakuan dan 23,1% subjek kelompok kontrol menjadi normal setelah perlakuan.Kesimpulan : Pemberian yoghurt kacang merah 225 ml/hari selama 15 hari menurunkan kadar kolesterol total pada wanita pre-menopause dengan dislipidemia yang diberi konseling gizi.
HUBUNGAN DERAJAT STUNTING, ASUPAN ZAT GIZI DAN SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 24 – 36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUGANGAN SEMARANG Susanty, Novita Milda; Margawati, Ani
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.975 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.736

Abstract

Latar Belakang : Masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia menjadi hal yang harus diperhatikan. Hal ini karena stunting merupakan indikator malnutrisi kronik yang berkaitan dengan perkembangan motorik dan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Selain stunting, perkembangan motorik dipengaruhi faktor lain, beberapa diantaranya  asupan zat  gizi dan sosial ekonomi rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan derajat stunting, asupan zat gizi dan sosial ekonomi rumah tangga dengan perkembangan motorik anak balita usia 24-36 bulan. Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 43 anak, diambil dengan metode consecutive sampling. Penilaian derajat stunting dinyatakan dengan z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) dan diklasifikasikan berdasarkan WHO. Asupan zat gizi (energi, protein, besi, seng) diukur melalui metode formulir semi quantitative food frequency (FFQ). Sosial ekonomi keluarga (pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan perkapita rumah tangga) diperoleh melalui wawancara. Perkembangan motorik diukur dengan tes Denver II. Analisis data dengan uji Fisher Exact. Hasil: Sebanyak 53,5% subjek termasuk moderate stunting. Asupan energi (23,3%), protein (14%), besi (69.8%), dan seng (72,1%) kurang dari AKG individu. Pendidikan ibu 60,5% relatif tinggi. Sebanyak 67,4% ibu tidak bekerja, dan 53,5% pendapatan per kapita rumah tangga tergolong cukup. Perkembangan motorik kasar dan halus masing-masing 16,3% dan 14% dicurigai ada keterlambatan. Hasil uji korelasi menunjukan ada hubungan asupan energi dengan perkembangan motorik halus (p=0,040) dan motorik kasar (p=0,020). Ada hubungan asupan protein dengan perkembangan motorik halus (p=0,045) dan  motorik kasar (p=0,027). Tidak ada hubungan antara derajat stunting, asupan besi, asupan seng, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan pendapatan per kapita rumah tangga dengan perkembangan motorik halus dan kasar (p> 0,05). Kesimpulan: Asupan energi dan protein berhubungan dengan perkembangan motorik halus dan kasar anak balita.
PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN CERAMAH DAN BOOKLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI REMAJA OVERWEIGHT Safitri, Nurul Riau Dwi; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.984 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16438

Abstract

Latar belakang : Konsumsi makanan tinggi kalori, rendah serat dan kurangnya aktivitas fisik dapat menimbulkan masalah gizi yaitu kelebihan berat badan. Kegemaran mengkonsumsi makanan tersebut disebabkan karena kurang tepatnya informasi yang diterima remaja melalui televisi. Booklet digunakan sebagai media edukasi karena informasi yang disajikan lebih lengkap dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh edukasi gizi melalui media booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi remaja.  Metode : Penelitian ini berjenis quasi experimental dengan pre-post test group design. Total subjek sebanyak 28 yang dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok 1 yang diberikan edukasi gizi dengan ceramah (n=14) dan kelompok 2 yang diberikan edukasi dengan booklet (n=14), masing-masing dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan. Data pengetahuan dan sikap gizi diperoleh dari pengisian kuesioner sebelum dan setelah edukasi. Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap pada kedua kelompok diuji menggunakan uji paired t-test, Independent t-test, Mann-Whitney dan Wilcoxon. Hasil : Peningkatan rerata pengetahuan gizi pada kelompok ceramah dari sebelumnya sebesar 72,99% menjadi 78,88%, sedangkan pada kelompok booklet rerata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 73,96% menjadi 78,89%. Peningkatan rerata sikap gizi pada kelompok ceramah dari sebelumnya sebesar 75,86 menjadi 79,07, sedangkan peningkatan rerata sikap pada kelompok booklet dari sebelumnya sebesar 73,14 menjadi 78,93. Terdapat perbedaan rerata pengetahuan dan sikap gizi pada kelompok ceramah dan booklet (p<0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan dan sikap gizi pada kedua kelompok (p>0,05).Simpulan : Edukasi gizi melalui ceramah berpengaruh terhadap pengetahuan, sedangkan edukasi gizi melalui booklet berpengaruh terhadap sikap gizi. Terdapat perbedaan pada peningkatan pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah edukasi pada kelompok ceramah dan booklet. Namun, tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan dan sikap gizi pada kedua kelompok. 
KANDUNGAN GIZI SOSIS SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE DENGAN BAHAN PENGISI TEPUNG UBI JALAR KUNING (Ipomoea Batatas) DAN BAHAN PENSTABIL EKSTRAK RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) UNTUK PMT IBU HAMIL Estiningtyas, Dian; Rustanti, Ninik
Journal of Nutrition College Vol 3, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.941 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i2.5118

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia dan KEK pada ibu hamil masih tinggi. Masalah ini dapat diatasi dengan pemberian PMT. Sosis yang disubstitusi tepung tempe dengan bahan pengisi tepung ubi jalar kuning dan bahan penstabil ekstrak rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif PMT Ibu hamil berbasis pangan lokal. Tujuan: Menganalisis pengaruh substitusi tepung tempe terhadap tekstur dan kandungan gizi sosis dengan bahan pengisi ubi jalar kuning dan bahan penstabil ekstrak rumput laut.Metode: Penelitian dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan yang meliputi analisis bahan utama dan penentuan kadar substitusi tepung ubi jalar kuning sebagai bahan pengisi dan ekstrak rumput laut sebagai bahan penstabil dengan uji organoleptik dan penelitian utama yang menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu substitusi tepung tempe dengan 3 taraf (20%; 40%; dan 60%) dan 1 kontrol (0% tepung tempe). Analisis tekstur dengan teksture analyzer, kadar protein dengan metode  Kjeldahl, kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar karbohidrat dengan by difference dan kadar β-karoten dan zat besi dengan spektrofotometer. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan One Way Anova.Hasil: Semakin tinggi substitusi tepung tempe kadar protein, zat besi, dan β-karoten sosis semakin meningkat sedangkan kadar karbohidrat dan lemak semakin menurun. Sosis substitusi tepung tempe 60% memiliki kadar protein, zat besi, dan β-karoten tertinggi, yaitu sebesar 23,24%, 2,14 mg/100 g, dan 1,25 mg/100 g sedangkan kadar lemaknya terendah sebesar 24,20%. Sosis substitusi tepung tempe 60% sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995), yaitu kadar protein minimal 13%, lemak maksimal 25%, dan karbohidrat maksimal 8%.Simpulan: Sosis substitusi tepung tempe 60% dengan kecukupan angka kebutuhan gizi tambahan ibu hamil, protein sebesar 68%, zat besi 12%, dan β-karoten 35%.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, ANALISIS KANDUNGAN GIZI, UJI ORGANOLEPTIK SNACK BAR SESAME SEED DAN TEPUNG LABU KUNING SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN DENGAN TINGGI ANTIOKSIDAN Hastuti, Afiyah Ratna; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.919 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25835

Abstract

Latar Belakang : Penyakit tidak menural termasuk dislipidemia menjadi masalah yang terus mengalami peningkatan. Hiperlipidemia termasuk dislipidemia mengakibatkan peningkatan produksi reaksi oksigen reaktif (ROS) dan mampu mempengaruhi enzim antioksidan pada reaksi anti-oksidatif serta berperan penting pada respon inflamasi. Snak bar sesame seed dan labu kuning mempunyai kandungan makro dan mikro nutrien yang patut dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proksimat, aktivitas antioksidan, total fenol, dan tingkat penerimaan snack bar sesame seed dan tepung labu kuning.Metode : Penelitian ini merupakan jenis eksperimental rancangan acak lengkap satu faktorial dengan 3 variasi persentase sesame seed (95%, 90%, dan 85%) dan tepung labu kuning (5%, 10%,dan 15%). Analisis statistik kandungan energi, karbohidrat, lemak, protein, serat, dan air menggunakan one way anova 95% dengan uji lanjut tukey dan kandungan total fenol, abu, dan aktivitas antioksidan menggunakan uji kruskal wallis dengan uji lanjut mann whitney, sedangkan tingkat penerimaan menggunakan kruskal wallisHasil : Kandungan energi dan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) tidak terdapat perbedaan terhadap formulasi snack bar sesame seed dan tepung labu kuning (p>0,05). Terdapat perbedaan kandungan serat, air, abu, aktivitas antioksidan, dan total fenol terhadap formulasi snack bar (p<0,05). Tingkat penerimaan dengan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa tidak terdapat perbedaan (p>0,05).Simpulan: Formulasi snack bar terpilih adalah dengan persentasi 85% sesame seed dan 15% tepung labu kuning.
PENGARUH PEMBERIAN PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Forma Typical) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) TIKUS SPRAGUE DAWLEY PRA-SINDROM METABOLIK Puspitasari A.P, Sari; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.371 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10101

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan prevalensi sindrom metabolik berkontribusi terhadap peningkatan kejadian penyakit kardiovaskular dan diabetes. Kondisi dislipidemia dan hiperglikemia yang terjadi pada penderita sindrom metabolik mengindikasikan adanya akumulasi radikal bebas. Peningkatan radikal bebas dan penurunan mekanisme pertahanan antioksidan menghasilkan peningkatan derajat stres oksidatif, yang dapat digambarkan dengan kadar MDA. Buah pisang kepok mengandung antioksidan, vitamin, serat, inulin, dan pati resisten yang berpotensi menurunkan kadar MDA melalui pencegahan oksidasi lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah pisang kepok terhadap kadar MDA hati pada tikus pra-sindrom metabolik.Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan post-test only with randomized control group design. Sebanyak 28 ekor tikus Sprague Dawley pra-sindrom metabolik dibagi secara acak menjadi 4 kelompok: K- (hanya diberikan pakan standar), K+ (pakan standard dan induksi STZ(Streptozotocin) dan NAD (nicotinamide)), serta P1, P2 (diberikan pakan standar, induksi STZ dan NAD, serta pisang kepok dengan dosis 4,5g/200gBB dan 9g/200gBB selama 21 hari). Pengukuran MDA hati dilakukan dengan metode TBARS (2-ThioBarbituric Acid Reactive Substance). Data dianalisis dengan uji Anova dan post-hoc LSD.Hasil : Terdapat perbedaan kadar MDA antara K-, K+, P1, P2 (p=0,000). Kadar MDA P2 (3,4457±0,27184 nmol/ml) lebih rendah daripada K+ (8,7800±0,33724 nmol/ml) dan P1 (6,0243±0,50695 nmol/ml), tetapi lebih tinggi daripada K- (2,3029±0,20766 nmol/ml). Hasil uji post-hoc LSD tentang perbedaan kadar MDA antarkelompok menunjukkan signifikansi sebesar p=0,000.Simpulan : Pemberian buah pisang kepok selama 21 hari pada dosis 9g/200gBB/hari dapat membuat kadar MDA pada tikus pra-sindrom metabolik menjadi lebih rendah.
PENGARUH PEMBERIAN NATA DE COCO TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL PADA WANITA DISLIPIDEMIA Ikhsan, Mohd; Mulyati, Tatik
Journal of Nutrition College Vol 2, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.728 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i2.2749

Abstract

Latar Belakang : Kadar kolesterol LDL yang tinggi dan HDL yang rendah berkaitan dengan penyebab utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Serat diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol LDL serta meningkatkan kolesterol HDL. Nata de coco mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang memiliki efek hipokolesterolemia dalam darah.Metode : Jenis penelitian adalah true experimental dengan rancangan control group pre-test-post-test. Sebanyak 52 wanita dengan kadar kolesterol LDL ≥100 mg/dl dan HDL ≤50 mg/dl menjadi subyek dalam penelitian ini. Subyek dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol, perlakuan 1 mendapat 160 g nata de coco/hari (serat 4.8 g) dan perlakuan 2 mendapat 320 g nata de coco/hari (serat 9.6 g). Intervensi dilakukan selama 14 hari. Metode phosphotungstic precipilation digunakan untuk menganalisis kadar HDL sementara kadar LDL dianalisis mengunakan rumus Friedewald. Darah diambil setelah subyek berpuasa selama 10 jam. Analisis statistik yang digunakan antara lain paired-samples t test, ANOVA dan Kruskal-Wallis.  Hasil : Konsumsi nata de coco sebanyak 160 g/hari dan 320 g/hari berturut-turut menurunkan kadar kolesterol LDL sebanyak 4.47% (p=0.091) dan 6.25% (p=0.044) serta meningkatkan kadar kolesterol HDL sebanyak 12.1% (p=0.001) dan 3.6% (p=0.361). Tidak terdapat perbedaan pengaruh pemberian nata de coco terhadap perubahan kadar kolesterol LDL antar kedua kelompok (p=0.863), namun terdapat pengaruh yang bermakna terhadap kolesterol HDL antar kedua kelompok (p=0.043). Sedangkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan kadar kolesterol LDL sebebesar 2.54% (p=0.005) dan penurunan kadar kolesterol HDL sebesar 0,56% (p=0.570).Kesimpulan : Konsumsi nata de coco sebanyak 320 g/hari berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol LDL secara bermakna sedangkan pemberian nata de coco sebanyak 160 g/hari berpengaruh terhadap peningkatan kolesterol HDL secara bermakna.Kata kunci : nata de coco; kolesterol LDL; kolesterol HDL; wanita; dislipidemia.
HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA ORANG DEWASA : Studi Kasus di SMA Negeri 2 Semarang dan SMP Negeri 9 Semarang Mayasari, Nurlina; Wirawanni, Yekti
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.425 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6829

Abstract

Latar Belakang : Pencegahan penyakit DM tipe 2 dapat dilakukan dengan metode antropometri, diantaranya pengukuran lingkar pinggang dan lingkar leher. Lingkar pinggang merupakan metode antropometri obesitas abdominal atau obesitas sentral yang berhubungan dengan diabetes melitus tipe 2. Selain itu, lingkar leher merupakan metode antropometri lain yang telah dikaji dan direkomendasikan sebagai metodeyang mudah digunakan, lebih inovatif, menghemat waktu, serta berhubungan dengan risiko DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkar leher dan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa orang dewasa.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling dan didapatkan sampel 51 subjek dengan usia ≥ 45 tahun. Semua subjek mengisi informed concent. Pengukuran lingkar leher dan lingkar pinggang dengan pita ukur, dilakukan tiga kali, dan diambil rata-ratanya. Data tinggi badan dan berat badan menggunakan mikrotoa dan timbangan digital. Subjek berpuasa selama 8-12 jam sebelum pengambilan sampel darah untuk pengukuran kadar glukosa darah puasa. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 17.Hasil : Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 76,5% subjek obesitas berdasarkan IMT. Subjek yang memiliki kadar glukosa darah puasa tinggi (≥ 100mg/dl) sebesar 21,4%. Lingkar leher  ≥ 38,2 cm pada laki-laki dan ≥ 35 cm pada perempuan memiliki risiko kadar glukosa darah puasa yang tinggi. Lingkar pinggang ≥ 100 cm pada laki-laki dan ≥ 106 cm pada perempuan juga memiliki risiko kadar glukosa darah puasa yang tinggi. Terdapat hubungan antara lingkar leher dengan kadar glukosa darah puasa (r = 0,342 ; p = 0,014) dan ada  hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa (r = 0,375 ; p =  0,007).Simpulan: Semakin besar lingkar leher dan lingkar pinggang, maka semakin tinggi kadar glukosa darah puasa