cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ANGKAK (RED YEAST RICE) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL PADA WANITA DISLIPIDEMIA Saniah, Aminatis; Mulyati, Tatik
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.672 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3819

Abstract

Latar Belakang: Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.  Monakolin K yang terdapat pada angkak (Red Yeast Rice)  dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar HDL dengan cara menghambat kerja HMG-KoA reduktase sehingga pembentukan kolesterol akan terhambat.Metode: Jenis penelitian adalah true experimental dengan rancangan pre-post control group design. Subyek adalah wanita dislipidemia dengan kadar kolesterol LDL >120 mg/dl dan HDL < 50mg/dl, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberi placebo dan kelompok perlakuan yang diberi angkak 4.8 g/hari. Intervensi dilakuan selama 14 hari. Metode phosphotungstic precipitation digunakan untuk menganalisis kadar kolestrol HDL dan metode perhitungan digunakan untuk menganalisis kadar LDL, darah diambil setelah subyek berpuasa selama 10 jam. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan uji dependent t-test, Wilcoxon, independent t-test dan Mann-Whitney.Hasil : Tidak terdapat pengaruh pemberian angkak (RYR) 4.8 g/hari pada kadar LDL dan HDL  sebelum dan sesudah intervensi 152.91 mg/dl, 163.73 mg/dl dan 43.11 mg/dl, 44.05 mg/dl . Secara  statistik menunjukkan tidak ada perbedaan penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL sebelum dan sesudah penelitian.Kesimpulan : Konsumsi angkak dengan dosis 4.8 g/hari selama 14 hari tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada wanita dislipidemia. Tidak ada perbedaan kadar kolesterol LDL dan HDL antara kelompok kontrol dan perlakuan.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, LEMAK, KALIUM DAN MAGNESIUM DENGAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK LANJUT USIA Menad M, Aria; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.295 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18792

Abstract

Background : Hypertension is one of the degenerative diseases that has high prevalence an increase. One of the factors that influence blood pressure in hypertensive patients is protein, fat, potassium, and magnesium intake. The purpose of this study was to determine the relationship of protein, fat, potassium, and magnesium intake with blood pressure in elderly.Design : This cross-sectional study was conducted among 42 subjects (aged 60-80 years) of PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) members rating South Semarang, Semarang. Food recall method was used to measure the intake of protein, fat, potassium and magnesium intake. Blood pressure was measured with a mercury sphygmomanometer. Rank- Spearman test was used on bivariate analysis. Results : On the results of this study as many as 83.3% of subjects hypertention. Protein intake (52.4% of subjects), fat intake (100% of subject) potassium intake (54.8%) and magnesium (95.2% of subjects) are lower than needs. Bivariate analysis shows that there were no correlation between protein, fat, potassium, and magnesium intake and systolic blood pressure and diastolic blood pressure. Conclusion : In there were correlation between protein, fat, potassium, and magnesium intake and systolic blood pressure and diastolic blood pressure. 
PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN JUS KACANG HIJAU (Phaseolus Radiatus Linn) PADA PRIA HIPERTRIGLISERIDEMIA Cahyanti, Ria Indra; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.817 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6895

Abstract

Latar belakang : Hipertrigliseridemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Kandungan zat gizi pada jus kacang hijau berupa serat larut air, protein, dan isoflavon diketahui dapat menurunkan kadar trigliserida.Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar trigliserida pada pria hipertrigliseridemia setelah pemberian jus kacang hijau.Metode : Penelitian ini adalah pre test – post test with control group design. Subyek penelitian adalah 28 pria dengan kadar trigliserida 150-250 mg/dl, yang dibagi dalam  kelompok perlakuan yang mendapat jus kacang hijau 400 ml/hari selama 21 hari dan kelompok kontrol mendapat air minum kemasan. Sebelum penelitian kedua kelompok diberikan konseling mengenai diet yang dianjurkan untuk penderita hipertrigliseridemia. Kadar trigliserida dianalisis dengan metode GPO-PAP. Analisis statistik menggunakan uji dependent t-test, independent t-test dan  mann whitney.Hasil : Karakteristik subjek yang meliputi umur, IMT, kadar trigliserida awal dan asupan makan kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan (p>0.05) sehingga subyek dikatakan homogen. Pemberian jus kacang hijau 400 ml selama 21 hari pada kelompok  perlakuan dapat menurunkan kadar trigliserida secara bermakna (p<0.05). Rerata penurunan kadar trigliserida kelompok perlakuan yaitu -32.90±47.67. Kadar trigliserida pada kelompok kontrol juga mengalami penurunan namun tidak signifikan (p= 0.587). Secara statistik tidak terdapat perbedaan perubahan kadar trigliserida (p=0.662) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Simpulan : Pemberian jus kacang hijau 400 ml/hari selama 21 hari tidak menurunkan kadar trigliserida secara bermakna pada pria hipertrigliseridemia
PENGARUH PEMBERIAN ENERGI, KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK TERHADAP STATUS GIZI DAN KETERAMPILAN ATLET SEPAK BOLA Ramadhani, Renjani Gina; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.167 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.516

Abstract

Background: Good skills in soccer are very needed to accomplish the achievement. Nutritional status in soccer athletes can effect the performance on the match. Besides exercises, nutrition intake is considered to have an effect on the nutritional status and skills of soccer athletes. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of food intake on nutritional status and skills of soccer athletes. Methods: An experimental study with one group pre and post test designed on soccer athletes in PPLP Central Java on June 2012. Food intake were given in 55%-60% carbohydrates, 15%-20% protein, 20%-30% fat. Anthropometry, physical fitness, skill (passing and dribbling), and nutrition intake were measured pre- and post- intervention. The data obtained were analyzed by paired t-test and Pearson correlation. Results: Eighteen subjects completed this study. Significant increase in energy intake (p= 0,000), carbohydrate (p= 0,000), protein (p= 0,000), fat (p= 0,000), BMI (p= 0,000), percent body fat (p= 0,031), physical fitness (p= 0,038), and passing (p= 0,000), but no significant differences found on dribbling (p= 0,056) after a given intervention. There was no effect of energy, carbohydrate, protein, fat on nutritional status and skills of soccer athletes (p> 0.05). Conclusion: There was no effect of energy, carbohydrate, protein, fat on nutritional status and skills of soccer athletes.
PENGARUH PEMBERIAN ES KRIM TERSUBTITUSI INULIN TERHADAP LINGKAR PINGGANG, DAN TEKANAN DARAH REMAJA OBESITAS ABDOMINAL Habibi, Nur Ahmad; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.959 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16397

Abstract

Latar belakang:. Obesitas abdominal merupakan salah satu faktor risiko terjadinya sinsdrom metabolik. Dimana obesitas abdominal banyak ditemukan pada anak dan remaja. Peningkatan lingkar pinggang yang merupakan indikator obesitas abdominal berhubungan kuat dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian es krim dengan subtitusi inulin 10 gram pada lingkar pingggang, dan tekanan darah remaja obesitas abdominal. Berdasarkan penelitian sebelumnya inulin sebagai prebiotik mempunyai kemampuan dalam memproduksi short chain fatty acid yang mungkin dapat memperbaiki tekanan darah, dan lingkar pinggang. Metode: penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre-post with randomized control group design dengan durasi intervensi selama 5 minggu dengan subjek 30 remaja obesitas abdominal. Remaja yang masuk dalam kriteria inklusi dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol mendapatkan intervensi edukasi gizi, dan kelompok perlakuan mendapatkan edukasi gizi, dan es krim 50 gram denga subtitusi inulin sebanyak 10 gram. Pengukuran lingkar pinggang dilakukan dengan menggunakan metline. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan Sphygmomanometer digital sebelum dan sesudah intervensi.   Hasil: Terdapat penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik kelompok perlakuan (p=0.028), dengan rerata penurunan sebesar 7.35 ± 11.59 mmHg . Namun tidak terdapat penurunan yang signifikan pada tekanan darah diastolik, dan lingkar pinggang pada kelompok perlakuan. Pada kelompok kontrol terdapat peningkatan tekanan darah sistolik, diastolik, dan lingkar pinggang.Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan pemberian es krim dengan subtitusi inulin terhadap darah sistolik. Namun tidak terdapat pengaruh signifikan pada lingkar pinggang dan tekanan darah diastolic. 
PERBEDAAN ANTARA TINGGI BADAN BERDASARKAN PANJANG ULNA DENGAN TINGGI BADAN AKTUAL DEWASA MUDA DI KOTA SEMARANG Sutriani, Kholishah Thahriana; Isnawati, Muflihah
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.888 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4539

Abstract

Latar Belakang: Penilaian status gizi pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia saat ini masih sulit dilakukan karena kondisi pasien yang harus berbaring di tempat tidur. Pengukuran antropometri menjadi bagian dari penilaian status gizi sebagai dasar perhitungan kebutuhan gizi pasien dan untuk menentukan risiko timbulnya masalah gizi. Penelitian di Amerika, Eropa, India dan Thailand menunjukkan bahwa panjang tulang ulna telah terbukti reliabel dan presisi dalam memprediksi tinggi badan seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil tinggi badan berdasarkan panjang tulang ulna dengan tinggi badan aktual pada pria dan wanita dewasa di Kota Semarang.Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 103 orang yang terdiri dari 55 wanita dan 48 usia 19 – 29 tahun. Data yang diambil yaitu data karakteristik subjek, tinggi badan dan panjang ulna. Subjek penelitian diambil secara consequtive sample yang diberikan informed consent secara verbal. Data panjang ulna subjek kemudian dimasukkan dalam tiga formula estimasi tinggi badan dari penelitian sebelumnya.Hasil: rerata tinggi badan aktual pria 167,9 cm dan wanita 156,9 cm. Rerata estimasi tinggi badan rumus Ilayperuma et al, Thummar et al, dan Pureepatpong et al berturut – turut adalah untuk pria 168,24 cm, 166,28 cm, dan 167,61 cm; dan untuk wanita 157,77 cm, 153,79 cm, dan 155,88 cm. Selisih tinggi badan aktual dengan estimasi tinggi badan berturut-turut adalah untuk pria 0,35 cm, -1,62 cm, dan -0,28 cm; dan wanita 0,86 cm, -3,12 cm, dan -0,28 cm. Selisih terbesar terdapat pada rumus estimasi Thummar et al yaitu pada pria -1,62 cm dan pada wanita -3,12 cm. Tidak ada perbedaan antara tinggi badan aktual dengan estimasi tinggi badan dari panjang ulna rumus Ilayperuma et al  dan Pureepatpong et al pada pria dan wanita (p>0,05) dan ada perbedaan antara tinggi badan aktual dengan estimasi tinggi badan dari panjang ulna rumus Thummar et al pada pria dan wanita (p<0,05). Penelitian ini menghasilkan formula regresi linier dari tinggi badan dan panjang ulna subjek, yaitu untuk pria = 76,053 + 3,405 x ulna lengan kiri; untuk wanita = 81,927 + 3,034 x ulna lengan kiri.Kesimpulan: rumus Ilayperuma et al (pria= 97,252 + 2,645 x panjang ulna dan wanita= 68,777 + 3,536 x panjang ulna) dan Pureepatpong et al (pria= 64,605 + 3,8089 x panjang ulna dan wanita= 66,377 + 3,5796 x panjang ulna) dapat diterapkan di Semarang.
PENGARUH SUPPLEMENTASI PROBIOTIK DAN SELENIUM TERHADAP RESPON IMUN NLR (NEUTROPHIL LYMPHOCYTE COUNT RATIO) , HAEMOGLOBIN DAN ALBUMIN PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI MYCOBAKTERIUM TUBERCULOSIS Widiastuti, Yuliati; S.S, Darmono; Sofro, Muchlis Achsan Udji
Journal of Nutrition College Vol 8, No 1 (2019): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.066 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i1.23811

Abstract

Latar belakang : Penyakit    tuberkulosis  (TBC)  paru   merupakan masalah   kesehatan masyarakat global termasuk   Indonesia. Penyakit tuberkulosis paru pada umumnya terjadi malnutrisi akibat efek samping obat anti tuberculosis, yang menyebabkan gangguan saluran cerna dan respon imunitas. Probiotik dan Selenium diduga memiliki efek menguntungkan respon imunitas dan status gizi pada pasien terinfeksi tuberculosisTujuan : Untuk menganalisis pengaruh pemberian suplementasi probiotik dan selenium  terhadap NLR ( Neutrophill Ratio Lymphocyte ), Hemoglobin dan Albumin pada tikus wistar yang diinduksi Mycobacterium tuberculosis.Metode : Penelitian eksperimen dengan rancangan Randomized Post test Control Group Design. Dua puluh delapan tikus Wistar dibagi 4 kelompok, kelompok 1 : kelompok kontrol hanya diberikan OAT, kelompok 2 : probiotik + OAT, kelompok 3 : selenium + OAT serta kelompok 4 : probiotik dan selenium + OAT. Setelah diinduksi 14 hari, hewan diberikan perlakuan selama 28 hari. Analisis data menggunakan Anova, Post Hoc atau Kruskal Wallis, Mann Whitney pada tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil : Terjadi penurunan kadar NLR, peningkatan kadar Hemoglobin dan Albumin  pada tikus kelompok 1 (p<0.05), kelompok 2 (p<0.05) serta kelompok 3 (p<0.05). Efektifitas pemberian probiotik dan selenium paling kuat terdapat pada NLR, Hemoglobin dan AlbuminSimpulan : Suplementasi probiotik dan selenium selama 28 hari mampu meningkatkan sistem imunitas ( NRL ), Hemoglobin dan Albumin  pada kelompok perlakuan lebih baik dibanding kelompok kontrol.  
NILAI CERNA PROTEIN IN-VITRO BISKUIT DENGAN SUBSTITUSI KECAMBAH KEDELAI (Glycine max (L.) MERRIL) DAN PISANG (Musa paradisiaca sp.) SEBAGAI MAKANAN SEHAT UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR Kanaka, Dayita Asri; Ayustaningwarno, Fitriyono
Journal of Nutrition College Vol 4, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.397 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i2.10058

Abstract

Latar Belakang : Mutu protein bahan pangan tidak hanya ditentukan berdasarkan kandungan protein dan komposisi asam aminonya saja, tetapi juga nilai cernanya. Kedelai merupakan sumber protein nabati yang mengandung senyawa antinutrisi sehingga dapat menghambat kerja enzim pencernaan. Metode untuk mengurangi senyawa antinutrisi tersebut yaitu dengan perkecambahan. Kecambah kedelai yang ditepungkan masih kurang dapat diterima karena masih tersisanya aroma langu. Pisang dapat sebagai pemberi aroma dan juga kaya akan vitamin, mineral dan serat pangan. Pembuatan biskuit dengan substitusi kecambah kedelai dan pisang dapat menjadi makanan sehat untuk anak sekolah dasar, baik dari segi kandungan gizi, nilai cerna protein maupun nilai sensorisnya.Tujuan : Menganalisis nilai cerna protein in-vitro biskuit yang disubstitusi dengan kecambah kedelai dan pisang.Metode : Merupakan penelitian dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu persentase substitusi tepung kecambah kedelai dan tepung pisang (0%, 12,5%, 25%, 37,5% dan 50%) pada biskuit untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai cerna protein in-vitro pada biskuit. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann-Whitney.Hasil : Nilai cerna protein in-vitro dari setiap persentase substitusi tepung kecambah dan tepung pisang (0%, 12,5% 25%, 37,5% dan 50%) adalah 96.5%, 93.1%, 90.4%, 91.3% dan 88.9%. Terdapat perbedaan nilai cerna protein yang bermakna antara kelompok biskuit kontrol dengan kelompok biskuit substitusi kecambah kedelai dan pisang.Simpulan : Semua kelompok biskuit memiliki nilai cerna protein yang tinggi (88.9-96.5%). Terjadi penurunan nilai cerna protein biskuit seiring dengan penambahan substitusi tepung kecambah kedelai dan pisang.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG RUMPUT LAUT SARGASSUM SP TERHADAP KANDUNGAN ZAT GIZI DAN KESUKAAN MP-ASI BISKUIT KAYA ZAT BESI Sakinah, Nina; Ayustaningwarno, Fitriyono
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.251 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2093

Abstract

Latar Belakang : Anemia defisiensi zat besi berpengaruh pada 43% anak usia 12-24 bulan di dunia. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya asupan tinggi zat besi. Pengkayaan kandungan zat besi dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti rumput laut Sargassum sp yang memiliki kandungan zat besi dengan bioavailabilitas tinggi pada (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) MP-ASI biskuit sebagai produk yang sesuai dengan anak usia 12-24 bulan. Tujuan : Menganalisis pengaruh variasi substitusi tepung rumput laut terhadap kandungan gizi meliputi zat besi, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, air dan abu serta kesukaan yang meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur MP-ASI biskuit. Metode : Merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap satu faktor dengan 5 taraf perlakuan. Variasi perlakuan tepung terigu dengan tepung rumput laut Sargassum sp adalah 100:0, 90:10,85:15, 80:20, 75:25. Analisis statistik kandungan gizi menggunakan uji One Way ANOVA CI 95% dilanjutkan Posthoc test Tukey dan LSD. Analisis statistik kesukaan menggunakan uji Friedman dilanjutkan uji Wilcoxon sign rank test CI 95%. Hasil : Variasi substitusi tepung rumput laut Sargassum sp pada MP-ASI biskuit berpengaruh terhadap peningkatan kadar zat besi. Kadar zat besi tertinggi terdapat pada MP-ASI biskuit dengan substitusi tepung rumput laut 25%. Substitusi tepung rumput laut Sargassum sp berpengaruh pada kadar zat besi serat kasar, dan abu,serta kesukaan meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur namun tidak berpengaruh terhadap kadar protein, lemak, karbohidrat dan air. Kesimpulan : Substitusi tepung rumput laut Sargassum sp berpengaruh terhadap kadar zat besi, serat kasar, abu serta kesukaan meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur MP-ASI biskuit, namun tidak berpengaruh terhadap kadar protein, lemak, karbohidrat dan air.
HUBUNGAN INDIKATOR OBESITAS DENGAN KEPADATAN TULANG PADA WANITA DEWASA AWAL Rahmani, Shera Mutiara; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.197 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16457

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi osteoporosis pada wanita dewasa di Indonesia tergolong tinggi (32,3%). Osteoporosis dinyatakan berhubungan dengan obesitas. Penilaian status obesitas ditentukan oleh beberapa indikator diantaranya Indeks Massa Tubuh (IMT), persen lemak tubuh dan lingkar pinggang. Beberapa indikator tersebut dinyatakan berpengaruh dengan kepadatan tulang, namun masih dalam perdebatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan antara indikator-indikator obesitas dengan kepadatan tulang pada wanita dewasa awal.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek 52 orang wanita dewasa awal usia 20-24 tahun dipilih dengan teknik random sampling. Data yang diambil adalah berat badan, persen lemak tubuh, tinggi badan, asupan kalsium, tingkat aktivitas fisik, dan kepadatan tulang. Analisis bivariat dengan uji rank Spearman dan Pearson, sedangkan  analisis multivariat menggunakan uji regresi linier ganda.Hasil : Terdapat 23,1 subjek termasuk dalam katergori osteopenia, sedangkan 76,9% subjek lainnya termasuk dalam kategori normal. Indeks Massa Tubuh (IMT), persen lemak tubuh, lingkar pinggang dan aktifitas fisik tidak memiliki hubungan dengan kepadatan tulang. Asupan kalsium sebagai variabel perancu mimiliki hubungan yang bermakna dengan kepadatan tulang (p<0,05).Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara IMT, massa lemak tubuh dan lingkar pinggang dengan kepadatan tulang pada wanita dewasa awal.