cover
Contact Name
ARFIANI BUSMAN
Contact Email
arfianibusman12@gmail.com
Phone
+6285298771024
Journal Mail Official
nursingcarebibma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
ISSN : 31633293     EISSN : 31633293     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi pustaka, konsep ilmiah, pengetahuan dan teknologi inovatif dan terkini dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan bersalin; keperawatan medis-bedah; keperawatan kritis; keperawatan darurat; keperawatan mental; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; serta kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Hubungan Usia Dan Status Gizi Terhadap Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di Kelurahan Lembang Kabupaten Majene Darmin dina; Agusliani
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Siklus menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama menstruasi sampai datangnya menstruasi pada masa berikutnya. Umumnya siklus menstruasi pada wanita yang normal adalah 28-35 hari dan lama menstruasi antara 3-7 hari. Pola siklus menstruasi dikatakan normal jika tidak kurang dari 21 hari dan tidak lebih dari 35 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan status gizi terhadap siklus menstruasi pada remaja putri di Kelurahan Aralle tahun 2025. Metode Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian adalah semua remaja usia 11-24 tahun di Kelurahan Aralle. Sampel penelitian sebanyak 53 responden dengan menggunakan Sampling Jenuh. Teknik analisa data menggunakan uji statistik Chi Square untuk mengetahui hubungan usia dan status gizi terhadap siklus menstruasi pada remaja putri. Hasil penelitian ini pada variabel usia terhadap siklus menstruasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia terhadap siklus menstruasi dengan nilai p=0,842>0,05, sedangkan pada variabel status gizi terhadap siklus menstruasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi terhadap siklus menstruasi dengan nilai p=0,000<0,05. Disarankan kepada remaja hendaknya tetap menjaga kesehatan terutama kebutuhan gizi dalam tubuh sehingga gizi tetap terpenuhi dan tidak mengakibatkan terganggunya siklus menstruasi. Kata Kunci : Usia, Status Gizi, Siklus Menstruasi, Remaja
Upaya Kesehatan Kerja Berbasis Edukasi Therapeutik Pada Pekerja Hiburan Malam rahmat bbm; Andi Wilda Arianggara
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Upaya kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja dari gangguan kesehatan akibat kerja. Model upaya kesehatan kerja berbasis edukasi therapeutik dapat menjadi inovasi dalam penanganan masalah kesehatan kerja bagi komunitas pekerja perempuan yang menitikberatkan pada aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara komprehensif. Metode ini dapat menjawab permasalahan kesehatan kerja khususnya pekerja perempuan di industri hiburan malam yang diperhadapkan dengan spesifikasi hazard dan risiko. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menyusun dan mengembangkan sebuah model upaya kesehatan kerja untuk meningkatkan status kesehatan kerja pada pekerja perempuan di industri hiburan malam. Metode Penelitian yang digunakan adalah Sequential Exploratory Design yang mengkombinasikan antara analasis kualitatif dan analisis kuantitatif pada tahapan penelitian untuk merancang dan menguji indikator model yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terbentuknya sebuah rancangan upaya kesehatan kerja berbasis media edukasi therapeutik (modul) yang merupakan kombinasi dari edukasi tentang kesehatan kerja dan prosedur terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk penyehatan keluhan gangguan fisik dan mental pada pekerja perempuan. Kata Kunci: Edukasi therapeutik, Upaya Kesehatan Kerja,
Faktor -Faktor Yang Beresiko Memiliki Anak Stunting Pada Wanita Karir hilky ofan; arfiani busman
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting pada anak dapat terjadi pada 1000 hari pertama setelah pembuahan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain status sosial ekonomi, asupan makanan, infeksi, kesehatan gizi ibu, penyakit infeksi, kekurangan zat gizi mikro, dan kondisi lingkungan. Akar penyebab terjadinya stunting antara lain terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, kondisi ekonomi keluarga yang buruk, dan gabungan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang memengaruhi lingkungan sekitTujuan : Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor potensi resiko memiliki anak stunting pada wanita yang bekerja ful Time. Metode: Penelitian explanatory research dengan pendekatan metode cross sectional. Sampel adalah40 pekerja wanita yang bekerja ful time di diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: mayoritas responden usia 35 (71,1%), pendidikan paling banyak SMA (44,4%), pendapatan ibu mayoritas UMR (91,1%), pendapatansuami mayoritas UMR (80%). Status anemia mayoritas tidak anemia (97,8%), LILA mayoritas 23,5(97,8%), IMT terbanyak tidak KEK ( 66,7%). Pengetahuan ibu paling banyak kategori baik (64,4%), jenis kelamin anak terbanyak perempuan (55,6) dan anak mengalami stunting (77,8%). Uji Chi Square menunjukkan P Value < α (0,05) yaitu variabel usia ibu, pengetahuan ibu, LILA, dan IMT sedangkan variabel pendidikan, pendapatan ibu, pendapatan suami, dengan P Value > α (0,05). Kesimpulan: Ada hubungan usia, pengetahuan, LILA, dan IMT dengan kejadian balita stunting pada pekerja wanita. Tidak ada hubungan pendidikan, pendapatan ibu, pendapatan suami dengan kejadian stunting pada pekerja Wanita Kata Kunci : Stunting, Wanita Pekerja, Faktor Resiko.
Efek Interfensi Garam Beryodium Dengan Kekurangan Yodium Pada ibu Hamil Di Kabupaten Majene Yulianah Sulaiman; Darmin Dina D
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Peningkatan tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, perubahan komposisi serta proses metabolisme tubuh ibu, sehingga jika terjadi kekurangan gizi dapat mengakibatkan proses pertumbuhan janin tidak sempurna (Sukarni K. Incesmi dan Margareth ZH, 2013). Kehamilan merupakan peristiwa yang membuat seorang wanita merasa sempurna, dimana kehamilan ini dimulai dari proses fertilisasi (konsepsi) sampai kelahiran bayi. Usia kehamilan berkisar 266-280 hari atau 37-40 minggu, berbagai permasalahan yang dialami ibu selama proses kehamilan salah satunya adalah anemia (Hardiansyah,2014). Menurut WHO > 40% wanita hamil mengalami anemia di dunia. Dan menurut Riskesdas 2018 kejadian anemia pada ibu hamil terus mengalami peningkatan. Anemia yang terjadi pada saat kehamilan dapat berpengaruh terhadap perkembangan janin yang ada di rahim Ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek intervensi Garam Iodium dengan Kekurangan kadar Iodium dalam urine ibu Hamil di Kabupaten majene. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Desain penelitian adalah cross-sectional, dengan populasi sebanyak 386 ibu hamil dan sampel sebanyak 200 ibu hamil dengan usia kehamilan trimester I dan trimester II Sampel diperoleh dengan metode purposive sampel . Pengumpulan data karakteristik keluarga dilakukan dengan menggunakan quesioner,dan pengukuran Kadar iodium dalam garam menggunakan metodetitrimetrik, sedangkan IUE dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square Hasil menunjukkan bahwa kadar IUE 100-150 lebih banyak pada ibu hamil yang mengkomsumsi garam < 30 ppm (74,1%) sedangkan yang mengkomsumsi garam ≥ 30 ppm sebanyak (55,4%) dan terdapat hubungan antara kadar iodium dalam garam dengan kadar IUE (p<0,05). kadar IUE 100-150 lebih banyak pada ibu hamil yang mengalami anemia (73,8%) sedangkan yang tidak anemia sebanyak (57,1%) dan terdapat hubungan antara kadar Hb dengan kadar IUE (p<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara kadar iodium dalam garam dan konsumsi garam beriodium
Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan intensitas Nyeri Post Sectio Caesarea Di Ruang Perawatan Sakura RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar masyitah ita
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Sectio caesarea (SC) merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan janin dengan cara membuka dinding perut dan dinding uterus. Nyeri adalah suatu rasa yang tidak nyaman, baik ringan maupun berat. Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan eksistensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi musik klasik terhadap penurunan intensitas nyeri post sectio caesarea. Metode metode Pra Eksperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretes-posttest design. Hasil Data analisis dengan menggunakan uji statistic Paired sample test didapatkan nilai p=0.001. Kesimpulan ada pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan intensitas nyeri post sectio caesarea di Ruang perawatan sakura RSUD HAJJAH ANDI DEPU Polewali Mandar
Pengaruh Supportive Educative Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Bababulo Utara jamila kasim jamila
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan obsevasi awal dari 8 kepala keluarga diperoleh bahwa,9 responden menguras bak mandi 2 minggu sekali, dan 13 responden tidak memakai kelambu.Tujuan penelitian Untuk mengetahui pengaruh supportive educative terhadap pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD dan Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi angka kejadian DBD di Desa Bababulo Utara Metode Jenis penelitian ini dengan bentuk Pre-Experimental Designs. pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan supupportive eduvative dalam pecegahan demam berdarah dengue, Tingkat perilaku masyarakat sebelum dan sesudah diberikan supportive educative. Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat masyarakat dalam pencagahan demam berdarah dengue di Desa Bababulo Utara.Tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan supportive educative dalam pencegahan demam bardarah dengue rerata nilai pre 12,13 dengan standar deviasi 2,295 dengan nilai rendah 9 dan nilai tinggi 17. Dan rerata nilai post 15,60 dengan standar deviasi 2,131 dengan nilai rendah 11 nilai tinggi 20. Tingkat perilaku masyarakat sebelum dan sesudah diberikan supportive educative dalam pencegahan demam bardarah dengue, skor perilaku sebelum pemberian edukasi sebesar (27,47%), degan standar deviasi 5,655 nilai rendan 16 dan tinggi 36 perilaku setelah pemberian edukasi meningkat sebesar (39,20%), dengan standar deviasi 5,441 nilai rendah 30 nilai tinggi 50. Hasil pengujian paired sampel t-tes pengetahuan didapatkan 0,000 dan alpha 0,05, sedangkan uji paired sampel t-tes perilaku didapatkan 0,000 dan alpha 0,05. Kesimpulan adanya pengaruh supportive educative terhadap pengetahuan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue di Desa Bababulo Utara
Asuhan Keperawatan pada Ny “S” dengan Kasus Post Op Fraktur femur dextra 1/3 Medial di Ruang Perawatan Melati RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar tuty alawiyah tuty
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur ialah suatu gangguan penuh atau sebagian pada kontinuitas struktur tulang. Sebutan fraktur diartikan sebagai hilangnya kontinuitas tulang maupun tulang rawan, baik secara total maupun sebagian. Secara singkat dan jelas fraktur merupakan patah tulang yang diakbatkan dari trauma dan tenaga fisik (Andri et al.,2019). Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memperoleh pengetahuan tentang asuhan keperawatan pada pasien Post Op Fraktur Femur Dextra 1/3 Medial di ruang Melati bawah RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi 5 tahap yaitu, proses pengkajian, menegakkan diagnosa keperawatan, menyusun perencanaan tindakan, implementasi Tindakan keperawatan yang telah direncanakan, dan melakukan evaluasi terhadap Tindakan yang telah dilakukan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, auto anamneses, allo anamneses dan pemeriksaan fisik. Hasil pengkajian didapatkan beberapa data yaitu, nyeri pada kaki kanan bagian paha, nyeri seperti ditusuk tusuk nyeri yang dirasa hilang timbul dengan durasi nyeri saat muncul sekitar 2 menit .Wajah pasien terlihat meringis, skala nyeri yang dirasakan yaitu 3 (0-5), nyeri berat.. Tanda-tanda vital tekanan darah: 130/80 mmHg, nadi : 80 x/menit, pernapasan : 20 x/menit, Suhu :36,5 ̊C. Diagnosa keperawatan yang sesuai pada kasus ini adalah nyeri akut b/d agen pencedera fisik, gangguan mobilitas fisik b/d gangguan muskuloskeletal, Defisit perawatan diri b/d kelemahan dan resiko infeksi b/d kelemahan. Rencana keperawatan disusun untuk mengatasi masalah pasien dengan tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan masalah nyeri akut, hamabatan mobilitas fisik, defisit perawayan diri dan resiko infeksi. Implementasi keperawatan dilaksanakan berdasarkan intervensi yang telah disusun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan asuhan keperawatan selama 3 hari, maka masalah yang terjadi dapat teratasi ditandai dengan diperoleh data subjektif pasien mengatakan nyeri pasien sudah berkurang, pasien namapak sudah membaik. Terdapat satu diagnosa keperawatan yang yang lazim muncul dalam kasus post operasi fraktur namun tidak aktual untuk ditegakkan pada kasus, yakni diagnosa risiko infeksi. Hendaknya setiap implementasi keperawatan senantiasa didasari dengan bukti ilmiah yang mendukung dan sesuai dengan kebutuhan klien, sehingga asuhan keperawatan yang diberikan dapat terlaksana secara optimal
Asuhan Keperawatan pada An“Z” dengan Kasus Post Op Fraktur Nasal di Ruang Perawatan Melati Bawah RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar zulkifli; Tuti Alawiyah
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Fraktur os nasal dapat diklasifikasikan sebagai fraktur terbuka atau tertutup. Identifikasi awal dan penanganan trauma di awal periode penting untuk menghindari komplikasi dari fraktur. Pemastian tidak adanya hematoma penting untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dan menghindari komplikasi antara lain kompresi jaringan serta infeksi yang berbahaya (Efiaty,2019) Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memperoleh pengetahuan tentang asuhan keperawatan pada pasien Post Op Fraktur Nasal di ruang Melati bawah RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi 5 tahap yaitu, proses pengkajian, menegakkan diagnosa keperawatan, menyusun perencanaan tindakan, implementasi Tindakan keperawatan yang telah direncanakan, dan melakukan evaluasi terhadap Tindakan yang telah dilakukan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, auto anamneses, allo anamneses dan pemeriksaan fisik. Hasil pengkajian didapatkan beberapa data yaitu nyeri pada hidung nyeri yang dirasakan seperti tertusuk-tusuk, pasien nampak menahan sakit, pasien nampak meringis, skala nyeri 3 (0-5). nyeri hanya muncul pada saat beraktivitas atau membalikkan badan,Pasien mengatakan mual dan muntah, pasien mengatakan pada hidung terdapat luka jahitan, pasien nampak meringis, pasien mengatakan pusing, hidung pasien nampak bengkak kemerahan, hidung nampak tertutup balutan perban. Tanda-tanda vital tekanan darah: 120/70 mmHg, nadi : 88x/menit, pernapasan : 36 x/menit, Suhu : 36 ̊C. SpO2: 99%. Diagnosa keperawatan yang sesuai pada kasus ini adalah nyeri akut b/d agen pencedera fisik, ketidakseimbangan nutrisi b/d anoreksia mual, dan resiko infeksi b/d kerusakan jaringan lunak. Rencana keperawatan disusun untuk mengatasi masalah pasien dengan tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan masalah nyeri akut, ketidakseimbangan nutrisi, dan resiko infeksi. Implementasi keperawatan dilaksanakan berdasarkan intervensi yang telah disusun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan asuhan keperawatan selama 3 hari, maka masalah yang terjadi dapat teratasi ditandai dengan diperoleh data subjektif pasien mengatakan nyeri pasien sudah berkurang, pasien namapak sudah membaik. Terdapat satu diagnosa keperawatan yang yang lazim muncul dalam kasus post operasi fraktur nasal namun tidak aktual untuk ditegakkan pada kasus, yakni diagnosa risiko infeksi. Hendaknya setiap implementasi keperawatan senantiasa didasari dengan bukti ilmiah yang mendukung dan sesuai dengan kebutuhan klien, sehingga asuhan keperawatan yang diberikan dapat terlaksana secara optimal.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Story Telling Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Tentang Imunisasi Di Desa Banggae Baru Kecamatan Banggae Abd.Latif Suharli; Suherman
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Desa Banggae Baru memiliki capaian imunisasi yang paling rendah yaitu dengan capaian 30,49% dan salah satu faktor penyebab kurangnya imunisasi dasar lengkap yaitu orang tua malas untuk pergi imunisasi, terkadang orang tua tidak ingin membawah anaknya keposyandu untuk imunisasi karena anaknya pernah mengalami demam setelah imunisasi dan beberapa ibu mengatakan jarannya memberikan pendidikan kesehatan mengenai imunisasi oleh petugas kesehatan Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dan story tell terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua tentang imunisasi pada anak usia 0-9 bulan di Desa Banggae Baru Kecematan Banggae Metode Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan metode yang bertujuan untuk menjelaskan dan mengklarifikasikan terjadinya suatu hubungan Dengan pendekatan one group pre-post test design. Hasil uji berpasangan sampel T-Test diperoleh nilai 0,000 dan nilai alpha 0,05, dimana p lebih kecil dari alpha, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua anak di Desa Banggae Baru Kecematan Banggae.didapatkan bahwa hasil dari uji signifikansi p value 0,001. Hasil ini menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari yang ditetpkan yaitu 0,05 (p≤0,05). Kesimpulan terdapat perbedaan yang bermakna pada sikap orang tua anak sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan Tingkat pengetahuan dan sikap orang tua sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan memperoleh rata-rata untuk pengetahuan 8.47, sedangkan untuk sikap nilai rata-ratanya yaitu 9.53..Tingkat pengetahuan dan sikap orang tua setelah diberikan pendidikan pendidikan kesehatan memperoleh niali rata-rata untuk pengetahuan 13.00, sedangkan untuk sikap nilai rata-rata sesudah diberikan pendidikan keehatan dan bercerita yaitu 22.27
Determinan Faktor Kematian Bayi Di Kabupaten Majene Yulianah Sulaiman; Darmin Dina; Abidin
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Di wilayah Asia Tenggara, tren kematian bayi 5 tahun terakhir juga menunjukkan penurunan yaitu pada rentang 1,3%-3,47%. Asia Tenggara juga merupakan salah satu wilayah dengan AKB berada dibawah rata-rata global (26 per 1.000 KH). Pada tahun 2022, sebanyak 7 dari 11 negara Asia Tenggara yang memiliki AKB diatas rata-rata yang telah ditetapkan pada SDGs (12 per 1.000 KH) yaitu negara Laos (42,82 per 1.000 KH), Kamboja (41,26 per 1.000 KH), Myanmar (34,84 per 1.000 KH), Timor Leste (26,19 per 1.000 KH), Indonesia (19,08 per 1.000 KH), Vietnam (14,69 per 1.000 KH), dan Filipina (13,87 per1.000 KH). Angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 2024 berada di posisi 5 teratas dari 11 negara di Asia Tenggara.7 Angka kematian bayi di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2022 ke 2023 yaitu dengan rentang penurunan sebesar 3,39%-4,76%. Pada tahun 2023 ke 2024 dengan rentang penurunan 3,18-3,4%.7–9 Terdapat peningkatan angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 2024 yaitu sebesar 5,17% dengan rincian sebanyak 21 dari 34 Provinsi mengalami peningkatan angka kematian bayi. Provinsi dengan angka kematian bayi yang tinggi pada tahun 2024 sebagian besar berada di Pulau Kalimantan yaitu 4 dari Provinsi, Pulau Nusa Tenggara yaitu 2 provinsi, dan Pulau Sulawesi yaitu 2 dari 6 provinsi. Tujuan Menganalisis faktor yang mempengaruhi kematian bayi di Kabupaten Majene tahun 2024. Metode Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode kuantitatif untuk mendapatkan data yang terukur. Penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain studi case control.. Penentuan sampel pada penelitian ini dengan tehnik total sampling menggunakan perbandingan 1;1 antara kasus dan kontrol. Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,026 (p-value<0,05), hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan kejadian kematian di Kabupaten Majene. Nilai OR = 2,769 (95% CI 1,201 - 6,387) yang artinya bayi dengan status ekonomi keluarga yang rendah berisiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami kematian dibandingkan bayi dengan status ekonomi keluarga yang tinggi Kesimpulan Tidak terdapat hubungan Pendidikan ibu terhadap kejadian kematian bayi di kabupaten Majene Tahun 2024.Terdapat hubungan Status Ekonomi Keluarga terhadap kejadian kematian bayi di kabupaten Majene Tahun 2024.Terdapat hubungan usia gestasi terhadap kejadian kematian bayi di Kecamatan Banggae dan Pamboang Kabupaten Majene. .Tidak terdapat hubungan paritas terhadap kejadian kematian bayi di kabupaten Majene Tahun 2024.Terdapat hubungan Berat Badan Lahir terhadap kejadian kematian bayi di kabupaten Majene Tahun 2024.

Page 2 of 3 | Total Record : 29