cover
Contact Name
ARFIANI BUSMAN
Contact Email
arfianibusman12@gmail.com
Phone
+6285298771024
Journal Mail Official
nursingcarebibma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
ISSN : 31633293     EISSN : 31633293     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi pustaka, konsep ilmiah, pengetahuan dan teknologi inovatif dan terkini dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan bersalin; keperawatan medis-bedah; keperawatan kritis; keperawatan darurat; keperawatan mental; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; serta kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Hubungan Perilaku Ibu terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Ariani Ariani; Yulianah Sulaiman; Nurlina Nurlina
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Masa balita merupakan periode keemasan (golden age), merupakan masa-masa penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Masa gagal tumbuh kembang pada balita akan memengaruhi ketahanan fisik dan kecerdasan sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan pada masa yang akan mendatang (Rahayu, dkk, 2021).Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah dua tahun yang disebabkan kurang gizi kronis. Stunting terjadi sejak ibu mengandung hingga anak usia 2 tahun 80% pembentukan otak terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan anak. Masalah anak pendek atau stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak sub optimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental (Yosephin, dkk, 2019). Tujuan Menganalisis hubungan prilaku ibu terhadap kejadian stunting. Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yaitu untuk menganalisis hubungan data variabel independen perilaku ibu yang terdiri dari pengetahuan ibu, sikap ibu dan Tindakan ibu dan variabel dependen tentang kejadian stunting dimana data variabel-variabelnya dikumpulkan secara bersamaan suatu waktu tertentu.Hasil Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan hasil analisis uji chi square di peroleh nilai P =0,003 dengan taraf signifikan a =0,05 yang berarti (p < a) atau Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukka bahwa tidak ada hubungan antara sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita di kelurahan Totoli. dimana sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Kelurahan Totoli memiliki sikap yang cukup baik ebanyak 21 dengan kategori balita stunting pendek sebanyak 3 (14,3%) dan balita stunting sangat pendek sebanyak 18 (85,7%). Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan perilaku ibu terhadap kejadian stunting pada balita dalam penyusunan Skripsi di Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae Kabupaten Majene dengan 53 responden dapat disimpulkan:Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Tidak ada hubungan antara Sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Tidak ada hubungan antara Tindakan ibu terhadap kejadian stunting pada balita.
Hubungan Karakteristik Perawat, Motivasi dengan Kualitas Dokumentasi Proses Asuhan Keperawatan di RSUD Kabupaten Polman Yulianah Sulaiman; Agustina Agustina
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi dalam keperawatan memegang peranan penting terhadap segala macam tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan mempengaruhi kesadaran masyarakat akan hak-haknya dari suatuunit kesehatan. Pendokumentasian yang tidak dilakukan dengan lengkap dapat menurunkan mutu pelayanan keperawatan karena tidak dapat mengidentifikasi sejauh mana tingkat keberhasilan asuhan keperawatan yang telah diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik perawat, motivasi, dan supervisi dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 106 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57(53,8%) responden berusia kurang dari 32tahun, 88 (83,0%) responden berjenis kelamin wanita, 73 (68,9%) responden tingkat pendidikannya DIII Keperawatan, 54 (50,9%) responden masa kerja kurang dari 7 tahun, 74 (69,8%) responden tidak pernah mengikuti pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan, 56 (52,8%) responden motivasi pendokumentasian asuhan keperawatan tidak baik, 90 (84,9%) responden persepsi terhadap supervisi kepala ruang tentang pendokumentasian asuhan keperawatan baik, dan 58 (54,7%) kualitas dokumentasi kurang baik. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara umur P value=0,478 (P >0,05), jenis kelamin P value = 0,659, tingkat pendidikan P value = 0,902, masa kerja P value = 0,546, dan pelatihan P value = 0,521 dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Ada hubungan antara motivasi P value = 0,036 dan supervisi kepala ruang P value = 0,041 dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah motivasi perawat yang tidak baik cenderung kualitas dokumentasi juga tidak baik (P value 0,036). Supervisi mempunyai hubungan yang signifikan dalam meningkatkan kualitasdokumentasi asuhan keperawatan (P value = 0,041).
Hubungan Personal Hygiene terhadap Kejadian Penyakit Kecacingan pada Anak Usia 2-11 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Banggae I Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Zulkifli Zulkifli; Bastian Bastian
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan ;Penyakit kecacingan adalah infestasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongan nematoda usus. Di antara nematoda usus ada sejumlah spesies yang penularannya melalui tanah atau biasa disebut dengan cacing jenis STH (Soil Transmitted Helminths) yaitu A. Lumbricoides, N. Americanus, T. Trichiura dan A. Duodenale. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan personal hygiene (Kebiasaan Cuci Tangan, Penggunaan Alas Kaki dan Kebiasaan Mandi) terhadap kejadian penyakit kecacingan pada anak usia 2-11 tahun di wilayah kerja Puskesmas Banggae I Kecamatan Banggae Kabupaten Majene tahun 2023. Penelitian ini Metode menggunakan metode penelitian kuantitatif, rancangan penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Analisis data dilakukan dengan uji statistik melalui analisis data dilakukan dengan pengujian hipotesis menggunakan Program SPSS 20 (Statistic for The Sosial Science). Sampel pada penelitian ini sebanyak 84 orang yang di ambil dari populasi, pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik mengisi lembar kuesioner yang telah disediakan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan kebiasaan cuci tangan terhadap kejadian penyakit kecacingan dimana nilai p=0,40 lebih kecil dari nilai α=0,05 dengan Contingency coefficient = 0,248 yang mempunyai arti tingkat hubungan masuk dalam kategori lemah, dan juga terdapat hubungan penggunaan alas kaki terhadap kejadian penyakit kecacingan dimana nilai p=0,001 lebih kecil dari nilai α=0,005 dengan Contingency coefficient = 0,358 yang mempunyai arti tingkat hubungan masuk dalam kategori lemah dan tidak ada hubungan kebiasaan mandi terhadap kejadian penyakit kecacingan dimana nilai p=0,241 lebih besar dari α=0,05. Kesimpulan Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan penyuluhan kesehatan dan tetap menjalankan program pembagian obat cacing, dan masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan serta kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian terkait dengan variabel lain misalnya sanitasi lingkungan dll.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Pangali-Ali Wilayah Kerja Puskesmas Banggae I Kabupaten Majene H. Rahmat; Abidin Abidin
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit diare masih menjadi suatu permasalahan kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai cair dan bertambahnya frekuensi Buang Air Besar (BAB) dari biasanya, umumnya tiga atau lebih dalam sehari. Diare dapat digolongkan sebagai penyakit yang ringan, akan tetapi jika terjadi mendadak perawatan yang diberikan tidak tepat maka akan berdampak fatal. Di Indonesia penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya menyerang bayi dan balita, jika tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang bisa menyebabkan kematian (Depkes RI, 2012). Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Data yang menyangkut variabel terikat dan variabel bebas diteliti dalam waktu yang bersamaan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor penyebab kejadian diare.Lokasi penelitian akan dilaksanakan di Kelurahan Pangali-ali Wilayah Kerja Puskesmas Banggae I Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Penelitian akan dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2023. Hasil: Hasil analisis Uji Chi Square menunjukkan p value 0,003 lebih kecil dari nilai a = 0,05 (r <a). Dari analisis tersebut dapat diartikan bahwa Ho ditolak atau Ha diterima yang berarti ada hubungan pengetahuan terhadap kejadian diare. Sedangkan hasil analisis Odd Ratio menunjukkan OR=0,244 (OR<1) merupakan faktor risiko artinya responden yang memiliki pengetahuan cukup berpeluang lebih kecil mengalami diare 0,24 kali dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan kurang. Diskusi: Peneliti menyimpulkan bahwa variabel tindakan yang merupakan domain dari perilaku tidak mempunyai hubungan dengan kejadian diare pada hasil penelitian ini disebabkan karena penyebab diare tidak hanya disebabkan buruknya sanitas lingkungan akan tetapi juga disebabkan karena malabsorpsi, alergi, keracunan dan imunodefisiensi.Malabsorpsi merupakan kegagalan dalam melakukan absorpsi yang mengakibatkan tekanan osmotik meningkat kemudian akan terjadi pergeseran air dan eloktrolit ke rongga usus sehingga terjadilah diare, sedangkan faktor makanan dapat terjadi peningkatan peristaltik usus yang akhirnya menyebabkan penurunan kesempatan untuk menyerap makanan seperti makanan basi, beracun, dan alergi terhadap makanan.
Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi pada Baduta Di RSUD Polewali Mandar Fitriani Nurdin
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi kurang dipengaruhi oleh status gizi ibu saat mengandung. Ketika status gizi ibu kurang maka dapat mempengaruhi status gizi bayi (BBLR). Status gizi balita juga dipengaruhi dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi saat usia 0 sampai 5 bulan 29 hari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada baduta di wilayah kerja RSUD Polewali Mandar tahun 2023. Metoda Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memiliki baduta di Wilayah Kerja RSUD Polewali mandar tahun 2023. Hasil univariat menunjukkan distribusi responden berdasarkan status gizi didapatkan paling dominan status gizi baik. Distribusi responden berdasarkan riwayat berat badan lahir didapatkan paling dominan berat badan lahir normal. Distribusi responden berdasarkan riwayat ASI eksklusif didapatkan paling dominan mendapatkan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat menunjukkan status gizi terhadap riwayat berat badan lahir p = 0,008 < 0,05, status gizi terhadap riwayat pemberian ASI eksklusif p = 0,084 > 0,05 sehingga disimpulkan terdapat pengaruh riwayat berat badan lahir terhadap status gizi dan tidak terdapat pengaruh riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi pada balita di wilayah kerja RSUD Polewali mandar tahun 2023. Disarankan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan penyuluhan tentang faktor kejadian BBLR.
Gambaran Umum Hasil Kehamilan Berdasarkan Metode Persalinan pada Ibu Hamil Anemia di RSUD Kabupaten Majene Tahun 2024 Fitriani Nurdin; Darmin Dina
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Anemia pada ibu hamil merupakan suatu kondisi yang terjadi selama masa kehamilan yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi pada ibu. Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kebutuhan fisiologis tersebut berbeda pada setiap orang, dimana dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, tempat tinggal, perilaku merokok, dan tahap kehamilan. Berdasarkan WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL.Anemia pada kehamilan merupakan suatu kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11g/dl pada trimester I dan III, sedangkan pada trimester II kadar Hb < 10,5g/dl (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Apabila kondisi anemia yang dialami ibu hamil tersebut berlanjut tanpa adanya terapi yang tepat, maka ibu hamil akan mengalami kondisi masalah persalinan yang akan berdampak pada luaran kehamilannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran luaran kehamilan berdasarkan cara persalinan pada ibu hamil dengan anemia di RSUD Kabupaten MAJENE Tahun 2023. Metode Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian diperoleh dari ibu hamil yang berkunjung ke RSUD Madyang Kota MAJENE pada trimester III dan akan menghadapi proses persalinan. Data diambil pada tahun 2023. Jumlah responden sebanyak 420 ibu hamil dengan anemia dari total kunjungan ibu hamil sebanyak 1.147 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luaran kehamilan berdasarkan metode persalinan pada ibu hamil anemia di RSUD Kabupaten Majene tahun 2023 yaitu Ibu hamil terbanyak mengalami persalinan dengan bantuan yaitu 50% persalinan dengan operasi Sectio Cesarea (SC) dan 27,8% melalui induksi persalinan. Sedangkan ibu hamil anemia hanya sebagian kecil saja yang memiliki luaran persalinan dengan metode persalinan normal yaitu sebesar 22,2%.Kesimpulan ditujukan untuk meningkatkan program promotif dan preventif pada kelompok khusus seperti ibu hamil untuk meningkatkan upaya pencegahan terhadap anemia.
Determinan Terjadinya Dekubitus pada Pasien yang Dirawat di Ruang ICU RSUD Kabupaten Majene Yulianah Sulaiman; Nur fadhilah; Fahrul Fahrul
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Ulkus dekubitus adalah luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama. Luka akan muncul di area kulit yang paling banyak mendapatkan tekanan, seperti tumit, siku, pinggul, dan tulang ekor. Ulkus dekubitus juga dikenal sebagai bed sores. Ulkus dekubitus berisiko terjadi pada orang yang kondisinya menyebabkan gerak tubuhnya terbatas. Penderita tersebut akan berbaring di tempat tidur atau duduk di kursi roda dalam waktu yang lama sehingga ada bagian tubuh yang terus-menerus mengalami penekanan. Dekubitus berasal dari bahasa latin decumbree yang berarti merebahkan diri yang didefinisikan sebagai suatu luka akibat posisi penderita yang tidak berubah dalam jangka waktu lebih dari 6 jam (Suheri, 2009). Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara immobilisasi dan lama hari rawat dengan terjadinya dekubitus pada pasien yang dirawat di Ruang ICU RSUD Kabupaten Majene. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditarik secara total sampling, didapatkan 31 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan diolah menggunakan program statistik (SPSS) dengan uji chi- square dan dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara immobilisasi dengan dekubitus (p=0,001); ada hubungan antara lama hari rawata dengan dekubitus dengan (p=0,01). Kesimpulan Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara immobilisasi dan lama hari rawat dengan dekubitus pada pasien yang di rawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Majene.
Hubungan Penggunaan Gadget dan Konsumsi Suplemen Vitamin A terhadap Gangguan Kesehatan Mata pada Peserta Didik SD No.58 Inpres Pangale Kabupaten Majene Irmasari Irmasari; Bastian Bastian
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Suplemen vitamin A merupakan nutrisi paling penting untuk penglihatan, pertumbuhan dan system kekebalan tubuh. Mata adalah salah satu organ tubuh vital manusia. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga dan mencegah hal-hal yang dapat merusak mata. Mata merupakan indra penglihatan pada manusia. Diera globalisasi ini, penggunaan gadget sebagai sarana komunikasi sungguh luar /biasa berkembang dengan pesat. Selain sebagai sarana komunikasi gadget dibekali dengan berbagai macam fitur yang sangat menarik terutama bagi anak. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis penggunaan gadget dan konsumsi suplemen vitamin A terhadap kesehatan mata peserta didik sekolah dasar. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan rancangan uji chi square. Jumlah sampel 51 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, didapatkan responden sebanyak 51 responden. Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan gadget terhadap gangguan kesehatan mata pada peserta didik di SDN No. 58 Inpres Pangale Kabupaten Majene berdasarkan nilai penggunaa gadget dan berisiko rendah 14 responden (27.5%) dan yang beresiko tinggi 30 responden (58.8%). Dari hasil uji chi square di peroleh p= 0.002 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan hubungan penggunaan gadget terhadap gangguan kesehatan mata. Kesimpulan Konsumsi suplemen vitamin A 21 responden (41,2%) dan yang tidak konsumsi 13 responden (15,7%). Dari hasil uji chi square di peroleh p=0,043 yang menujukan terdapat hubungan yang signifikan hubungan konsumsi vitamin A terhadap gangguan kesehatan mata.
Hubungan Pengetahuan dan Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan dengan Statuz Gizi pada Peserta Didik SD Negeri 52 Palipi Rahmat Rahmat; Rasmawati Rasmawati
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Minuman adalah minuman yang tidak mengandung alkohol minuman olahan dalam bentuk cair yang mrngandung bahan makanan atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintesik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikomsumsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan komsumsi minuman berpemanis pada peserta didik SD Negeri 52 Palipi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SD Negeri 52 Palipi dengan menggunakan teknik pengambilan sampel . teknik analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan status gizi pada peserta didik SD Negeri 52 palipi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi dengan nilai p = 0,036 < 0,05, hasil analisa data menunjukkan bahwa ada hubungan komsumsi minuman berpemanis terhadap status gizi pada peserta didik dengan nilai 0,014 < 0,05. Disarankan kepada orang tua dan guru untuk dapat menyediakan minuman yang lebih sehat seperti air putih yang bisa disediakan secara gratis seperti air aqua gelas atau membawa masing-masing air dari rumah agar anak-anak bisa lebih memilih apa yang layal dikomsumsi. Kesimpulan Terdapat hubungan antara pengetahuan dan komsumsi minuman berpemanis dengan status gizi pada siswa SD Negeri 52 Palipi, artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan gizi seseorang diharapkan semakin baik pula keadaan gizinya dan semakin tinggi tingkat komsumsi minuman berpemanis maka sangat mempengaruhi status gizi.
Asuhan Keperawatan pada Ny “M” dengan Kasus Hiperemesis Gravidarum di Ruang Perawatan Baji Gau RSUD Labuang Baji Makassar Tuty Alawiyah; Zulkifli Zulkifli; Nanda Nadira
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Minuman adalah minuman yang tidak mengandung alkohol minuman olahan dalam bentuk cair yang mrngandung bahan makanan atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintesik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikomsumsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan komsumsi minuman berpemanis pada peserta didik SD Negeri 52 Palipi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SD Negeri 52 Palipi dengan menggunakan teknik pengambilan sampel . teknik analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan status gizi pada peserta didik SD Negeri 52 palipi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi dengan nilai p = 0,036 < 0,05, hasil analisa data menunjukkan bahwa ada hubungan komsumsi minuman berpemanis terhadap status gizi pada peserta didik dengan nilai 0,014 < 0,05. Disarankan kepada orang tua dan guru untuk dapat menyediakan minuman yang lebih sehat seperti air putih yang bisa disediakan secara gratis seperti air aqua gelas atau membawa masing-masing air dari rumah agar anak-anak bisa lebih memilih apa yang layal dikomsumsi. Kesimpulan Terdapat hubungan antara pengetahuan dan komsumsi minuman berpemanis dengan status gizi pada siswa SD Negeri 52 Palipi, artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan gizi seseorang diharapkan semakin baik pula keadaan gizinya dan semakin tinggi tingkat komsumsi minuman berpemanis maka sangat mempengaruhi status gizi.

Page 1 of 3 | Total Record : 29