cover
Contact Name
ARFIANI BUSMAN
Contact Email
arfianibusman12@gmail.com
Phone
+6285298771024
Journal Mail Official
nursingcarebibma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
ISSN : 31633293     EISSN : 31633293     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi pustaka, konsep ilmiah, pengetahuan dan teknologi inovatif dan terkini dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan bersalin; keperawatan medis-bedah; keperawatan kritis; keperawatan darurat; keperawatan mental; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; serta kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Asuhan Keperawatan Pada Ny“L” Dengan Masalah Utama Gangguan Perspsi Sensori:Halusnasi Penglihatan Ruangan Bangsal Kenanga RSKD Dadi Provinsisulawesi Selatan masyitah ita; Zulkifli
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Halusinasi adalah salah satu gejala yang sering di temukan pada klien dengan gangguan jiwa. Halusinasi identik dengan skizofrenia, seluruh klien skizofrenia di antaranya mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gangguan persepsi di mana pasien mempersiapakan sesuatu banyak terjadi. Suatu penerapan panca indra tanpa ada ransangan dari luar. Suatu penghayatan yang di alami seperti sutua persepsi melalui panca indra tanpa stimulus eksternal persepsi palsu. Berbeda dengan ilusi di mana klien mengalami persepsi sebagai suatu yang nyata. Tujuan :  untuk memahami dan menangani gejala halusinasi pada pasien dengan skizofrenia melalui pendekatan keperawatan di RSKD Dadi Makassar, khususnya pada Ny.“L”yang mengalami halusinasi penglihtan intensf. Metode : metode yang di gunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencangkup lima tahapan yaitu pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, menyusun rencana tindakan, implementasi rencana tindakan yang telah di susun, serta evaluasi terhadap hasil yang telah di lakukan.  pengumpulan data di lakukan  melalui observasi langsung,  wawancara dengan pasien,dan keluarganya, pemeriksaan fisik secara menyeluruh.Yang berlangsung dari 30 desember – 04 januari akurat. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang dilakukan, seperti komunikasi empatik dan dukungan terapeutik, berhasil meningkatkan kemampuan pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasinya, sehingga memungkinkan pasien untuk lebih tenang dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Masalah keperawatan pada pasien yang diidentifikasi mencakup halusinasi penglihatan , harga diri rendah, ganguan alam perasaan, resiko perilaku kekerasan. Kesimpulan : penelitian ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis keperawatan efektif dalam membantu pasien skizofrenia mengatasi halusinasi, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat kepercayaan diri pasien dalam menghadapi kondisi psikologisnya.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Bronkitis di Ruang Perawatan Interna RSUD Daya Kota Makassar tuty alawiyah tuty; Masyitah Wahab
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bronkitis merupakan peradangan pada bronkus yang umumnya dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau paparan iritan lingkungan seperti asap rokok dan polusi udara. Kondisi ini menimbulkan gejala batuk produktif, sesak napas, demam, serta gangguan tidur akibat ketidaknyamanan pernapasan. Data Rekam Medik RSUD Daya Makassar tahun 2024 mencatat 21 kasus bronkitis, dan pada tahun 2025 menurun menjadi 15 kasus. Perawatan yang terencana dan sesuai standar menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara komprehensif proses asuhan keperawatan pada pasien bronkitis menggunakan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Metode: Metode penelitian berupa studi kasus pada satu pasien bronkitis yang dirawat selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, telaah dokumentasi, dan studi pustaka. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil : Hasil menunjukkan tiga diagnosa utama: ketidakefektifan bersihan jalan napas, hipertermi, dan gangguan pola tidur. Intervensi berupa manajemen jalan napas, manajemen hipertermia, serta dukungan tidur. Setelah intervensi selama 3×24 jam, pasien mengalami perbaikan berupa batuk lebih efektif, penurunan sputum, normalisasi suhu tubuh, dan peningkatan kualitas tidur. Kesimpulan: Kesimpulan, asuhan keperawatan yang terencana, sesuai standar nasional, dan berbasis bukti terbukti efektif dalam memperbaiki status pernapasan, menurunkan suhu tubuh, serta meningkatkan kualitas tidur pasien bronkitis. Edukasi kepada pasien dan keluarga penting dilakukan sebagai upaya pencegahan kekambuhan di masa mendatang
Asuhan Keperawatan Pada Klien An. “N” Dengan Diagnosa Medis Post Op Apendisitis Hari Ke Dua di Ruang Perawatan Bedah RSUD Daya Kota Makassar Tanggal 10-12 Desember 2024 Nurfadilah; Zulkifli; Yulianah Sulaiman
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Apendisitis merupakan penyebab utama nyeri abdomen akut yang sering membutuhkan tindakan pembedahan darurat. Apendektomi sebagai penatalaksanaan standar dapat menimbulkan berbagai masalah keperawatan, khususnya nyeri, risiko infeksi, gangguan mobilitas, serta personal hygiene. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada klien post operasi apendisitis hari kedua di ruang bedah RSUD Daya Makassar. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil : Pengkajian menunjukkan adanya keluhan nyeri pada area insisi dengan intensitas sedang (skala 2/5), risiko infeksi, keterbatasan mobilitas dan gangguan personal hygiene. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan meliputi nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, risiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasive, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan tidakbugaran fisik, serta gangguan personal hygiene akibat penurunan motivasi/minat. Intervensi dilakukan melalui manajemen nyeri, perawatan luka untuk pencegahan infeksi, latihan mobilisasi dini, serta edukasi pasien dan keluarga terkait perawatan diri. Implementasi dilaksanakan selama tiga hari perawatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan nyeri, peningkatan kemampuan bergerak, berkurangnya tanda ansietas, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung perawatan pasien. Kesimpulan : penelitian ini adalah bahwa asuhan keperawatan yang komprehensif, terstruktur, dan berkesinambungan mampu mempercepat pemulihan pasien pasca operasi apendisitis. Perawat diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice) untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan pada pasien post operasi.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tn “C” Dengan Kasus Luka Kaki Diabetes Di Klinik Isam Cahaya Makassar Tanggal 05-07 Desember 2024 Jamila Jamila; Yulianah Sulaiman
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi serius, salah satunya adalah luka kaki diabetes. Luka ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap psikologis, sosial, dan kualitas hidup pasien. Kondisi tersebut sering menjadi penyebab utama amputasi ekstremitas bawah dan bahkan dapat meningkatkan angka mortalitas. Tujuan : untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada Tn. “C” dengan kasus luka kaki diabetes yang dirawat di Klinik Isam Cahaya Makassar. Metode : Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumentasi medis. Hasil : menunjukkan beberapa diagnosis keperawatan, yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologis, gangguan integritas kulit terkait neuropati perifer, risiko infeksi akibat kondisi kronis, serta gangguan mobilitas fisik yang disebabkan nyeri dan luka. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi manajemen nyeri, perawatan luka dengan teknik aseptik, pencegahan infeksi, serta dukungan mobilisasi. Setelah tiga hari asuhan keperawatan, pasien menunjukkan perbaikan signifikan berupa penurunan intensitas nyeri, luka tampak lebih kering dengan terbentuknya jaringan granulasi, tidak ditemukan tanda infeksi baru, serta adanya peningkatan kemampuan mobilisasi dengan bantuan. Kesimpulan: menegaskan bahwa pemberian asuhan keperawatan yang terstruktur, komprehensif, dan kolaboratif dapat mempercepat proses penyembuhan, menurunkan risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien dengan luka kaki diabetes.
Karakteristik Usia dan Paritas pada Ibu dengan Kejadian Kasus Obstetri di RS Pratama Wonomulyo EVI WULANDARI; Tuty Alawiyah Alimuddin
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kejadian kasus obstetri yang dipengaruhi oleh faktor usia dan paritas, dengan tujuan mengetahui karakteristik usia dan paritas pada ibu dengan kejadian kasus obstetri di RS Pratama Wonomulyo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel sebanyak 66 ibu diambil dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dari data rekam medis periode Juni–Juli 2025. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berisiko lebih dominan dibandingkan usia tidak berisiko, serta paritas terbanyak adalah multigravida. Temuan ini menunjukkan bahwa usia dan paritas memiliki kecenderungan berperan dalam kejadian kasus obstetri. Disimpulkan bahwa kelompok usia berisiko dan paritas tertentu memerlukan perhatian lebih. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan deteksi dini dan pemantauan kehamilan untuk mencegah komplikasi obstetri.
Asuhan Keperawatan pada Klien Ny “W” Dengan Masalah Utama Perilaku Kekerasan di Ruang Kenanga Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar Provinsi Sulawesi Selatan akil akil; Yulianah Sulaiman; Tuty Alawiyah Alimuddin
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah utama pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia, yang ditandai dengan ekspresi marah berlebihan, ancaman, dan tindakan agresif yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Fenomena ini menjadi tantangan serius dalam praktik keperawatan jiwa karena berkaitan dengan keselamatan pasien, keluarga, dan lingkungan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada klien Ny. “W” dengan masalah utama perilaku kekerasan di Ruang Kenanga Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami ekspresi marah dengan suara keras, kontak mata tajam, afek labil, serta kecenderungan melakukan kekerasan fisik maupun verbal. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah perilaku kekerasan, gangguan konsep diri (harga diri rendah), risiko bunuh diri, dan gangguan interaksi sosial. Intervensi keperawatan difokuskan pada identifikasi penyebab, pelatihan teknik relaksasi napas dalam, penggunaan cara adaptif seperti memukul bantal saat marah, komunikasi verbal asertif, pendekatan spiritual, serta kepatuhan minum obat. Implementasi dilakukan selama lima kali pertemuan dengan hasil pasien mampu mengidentifikasi penyebab marah, mempraktikkan teknik relaksasi, mengontrol perilaku agresif, dan menunjukkan peningkatan kooperatif. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan perilaku kekerasan serta peningkatan kemampuan koping. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif, terstruktur, dan berkesinambungan mampu membantu pasien mengontrol perilaku kekerasan secara adaptif. Saran diberikan kepada perawat agar terus meningkatkan kompetensi dalam menangani klien dengan perilaku kekerasan melalui intervensi terapeutik yang berbasis bukti.
Asuhan Keperawatan Pada Klien Ny. “R” Dengan Diagnosa Medis Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang Perawatan Rinra 2 UPT RSUD Haji Provinsi Sul-Sel Tanggal 04-06 Desember 2024 Sitti khartini Sampara; tuty alawiyah tuty; jamila kasim
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Diabetes Melitus (DM) tipe II adalah penyakit kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau resistensi insulin. Menurut WHO, DM menyebabkan 1,5 juta kematian setiap tahun, dengan 45% di antaranya terjadi pada individu di bawah usia 70 tahun. Di Indonesia, jumlah penderita DM diperkirakan meningkat dari 19,47 juta pada 2021 menjadi 28,57 juta pada 2045. Komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal menekankan pentingnya asuhan keperawatan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Ny. 'R' dengan DM tipe II di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penerapan proses keperawatan. Metode yang digunakan adalah desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil Pasien berusia 51 tahun mengeluhkan lemas, mual, dan sering haus, dengan kadar gula darah sewaktu 394 mg/dl dan puasa 274 mg/dl. Diagnosis keperawatan mencakup ketidakstabilan kadar glukosa dan defisit pengetahuan. Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan kadar glukosa, edukasi pola makan, dan kolaborasi obat. Setelah tiga hari, pasien menunjukkan perbaikan signifikan dengan penurunan rasa lemas dan stabilisasi kadar gula darah. Kesimpulan: Asuhan keperawatan berbasis proses keperawatan efektif dalam meningkatkan kondisi pasien DM tipe II. Edukasi kesehatan, manajemen diet, dan dukungan keluarga merupakan komponen penting. Saran: Rutin kontrol gula darah, mematuhi diet, dan menjaga aktivitas fisik, serta memberikan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian pasien
Asuhan Keperawatan Pada Klien Tn.”A” Dengan Diagnosa Medis Combustio Di Klinik Isam Cahaya Kota Makassar Tanggal 15-19 Januari 2025 Rahmiani Rahmi; Abdul Latif; jamila kasim
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar (combustio) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang menyebabkan tingginya angka morbiditas dan moralitas setiap tahunnya. Dampak luka bakar sangat luas, mulai dari nyeri hebat, gangguan fungsi tubuh, risiko infeksi, hingga keterbatasan mobilitas. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa medis combustio di Klinik Isam Cahaya Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil studi menunjukkan adanya tiga masalah utama: nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan berupa manajemen nyeri, perawatan luka aseptik dengan dressing modern, edukasi pasien dan keluarga, serta latihan mobilitas bertahap. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, perbaikan integritas kulit, dan peningkatan kemampuan mobilisasi. Studi kasus ini menegaskan bahwa pentingnya asuhan keperawatan komprehensif pada pasien luka bakar guna meningkatkan kualitas hidup
Asuhan Keperawatan pada Pasien Tn. “F” dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran di Ruang Perawatan Palem RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Tanggal 23-27 Desember 2024 nur fitri fitri; Masyitah Wahab; Bastian
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan gangguan persepsi, salah satunya halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran dapat menurunkan kemampuan pasien dalam bersosialisasi, meningkatkan risiko perilaku berbahaya, dan menurunkan kualitas hidup. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien Tn. “F” yang dirawat di Ruang Perawatan Palem RSKD Privinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 23–27 Desember 2024. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi Hasil: Diagnosa keperawatan yang ditemukan meliputi: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, harga diri rendah kronik, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, dan defisit perawatan diri. Intervensi yang diberikan berupa terapi komunikasi terapeutik, latihan mengontrol halusinasi (menghardik, bercakap-cakap, melakukan aktivitas), edukasi minum obat, serta dukungan keluarga. Setelah intervensi, pasien mampu mengenali isi halusinasi, mulai berlatih mengontrol dengan cara menghardik dan bercakap-cakap, serta lebih kooperatif dalam mengikuti program perawatan. Pembahasan: Asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaboratif terbukti membantu pasien mengontrol halusinasi, menurunkan gejala, dan meningkatkan fungsi sosial. Kesimpulan: Proses keperawatan yang terstruktur dapat membantu pasien dengan halusinasi pendengaran untuk meningkatkan kesadaran diri, kontrol gejala, serta kualitas hidup.

Page 3 of 3 | Total Record : 29