cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES" : 21 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA TEKSTUR SEDIMEN, KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS DI PERAIRAN MUARA BANJIR KANAL BARAT, SEMARANG Arofah, Rizka Ummi; Muskananfola, Max Rudolf; Jati, Oktavianto Eko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.244 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22573

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat Semarang merupakan sungai dengan daerah padat pemukiman yang menyumbang suplai material organik maupun anorganik. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran di perairan tersebut. Limbah dapat mempengaruhi kualitas perairan dan biota di dalamnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan makrozoobenthos, hubungan antara tekstur sedimen dengan kandungan bahan organik sedimen, serta hubungan antara tekstur sedimen dengan kelimpahan makrozoobenthos di muara dan sungai Banjir Kanal Barat, Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - April 2018 dengan menggunakan metode kuantitatif. Penentuan lokasi sampling menggunakan purposive sampling yang terdiri dari 4 stasiun. Metode analisis statistik yang digunakan adalah uji normalitas, korelasi, regresi. Makrozoobenthos yang didapatkan adalah Nereis, Nephthys, Melanoides, Cerithium, Pomacea, Dreissena, dan Corbicula. Fraksi liat dan kandungan bahan organik memiliki hubungan yang positif dengan nilai korelasi r = 0,893. Fraksi liat dengan kelimpahan makrozoobenthos memiliki hubungan yang positif dengan nilai korelasi r = 0,906. Hal ini sama dengan kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan makrozoobenthos juga memiliki hubungan yang positif dengan nilai korelasi r = 0,928. Semakin besar kandungan bahan organik sedimen dan makrozoobenthos. Kualitas perairan berdasarkan indeks keanekaragaman di stasiun IV sebesar  1,2 yang tergolong tercemar sedang. Sedangkan pada stasiun I, II dan III dengan nilai 0,15; 0,15 ; 0,93 termasuk tercemar berat.  Banjir Kanal Barat Semarang is a river with densely populated areas that contribute to the supply of organic and inorganic materials. This can cause pollution in these waters. Waste can affect the quality of water and biota in it. The purpose of this study was to determine the relationship between sediment organic matter with abundance of macrozoobenthos, the relationship between sedimentary texture and organic sediment materials, as well as the relationship between sedimentary texture and abundance of macrozoobenthos in estuaries of Banjir Kanal Barat, Semarang. This research was conducted in March - April 2018 using kuantitative method. Kinds of macrozoobenthos was found from genus Nereis, Nephthys, Melanoides, Cerithium, Pomacea, Dreissena, and Corbicula. Determination of the sampling location using purposive sampling method. The clay fraction and the abundance of sediment organic matter have a positive relationship with the correlation value r = 0.893. The clay fraction with abundance of macrozoobenthos has a positive relationship with the correlation value r = 0.906. This is the same as the abundance of organic sediment material with abundance of macrozoobenthos also has a positive relationship with the correlation value r = 0.928. the greater the percentage of clay, the more abundant the organic matter of sediment and makrozoobenthos. 
PENGARUH EKOENZIM TERHADAP KUALITAS AIR DALAM PEMBESARAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) Kusumawati, Arnita Ayu; Suprapto, Djoko; Haeruddin, Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.696 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22564

Abstract

Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya, walaupun ikan lele mampu bertahan hidup dalam kondisi kualitas air yang buruk namun keadaan itu akan berpengaruh pada pertumbuhannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekoenzim terhadap kualitas air pada pembesaran ikan lele. Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2018 di Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro,Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan desain penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu kontrol, 0,1 ml/L, 0,5 ml/L, dan 1 ml/L dengan 3 pengulangan. Pada penelitian ini menggunakan analisis data one way Anova dengan menggunakan data konsentrasi amoniak dan nitrit sedangkan konsentrasi DO, pH, temperature , dan Pertubuhan menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata hasil konsentrasi amoniak dan nitrit dengan konsentrasi ekoenzim yang berbeda. Jadi pemberian ekoenzim di media pemeliharaan ikan lele menunjukan hasil yang baik untuk proses budidaya namun masih kurang baik untuk pertumbuhan ikan lele tersebut, karena didapatkan hasil pertumbuhan ikan lele cenderung lambat. Water quality is an important factor in cultivation, although catfish are able to survive under poor water quality conditions but the situation will affect its growth. In this study aims to determine the effect of eczymes on water quality in the enlargement of catfish. The study was conducted in April - May 2018 at the Fish and Environmental Resource Management Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University, Semarang. The method used in this study is an experimental method in the laboratory using a research design that is a completely randomized design (CRD). This research was conducted by using 4 treatments, namely control, 0.1 ml / L, 0.5 ml / L, and 1 ml / L with 3 repetitions. In this study used one way Anova data analysis using ammonia concentration data and nitrite concentration while DO, pH, temperature, and Growth using descriptive analysis. The results of the data analysis that has been carried out show that there is no difference in the average yield of the concentration of ammonia and nitrite with different eczene concentrations. So ekoenzim peberian in catfish breeding media showed good results for the cultivation process but still not good for the growth of catfish, because the results obtained growth of catfish tend not slow.
KELIMPAHAN LARVA IKAN BERDASARKAN FASE BULAN DI PADANG LAMUN PANTAI PRAWEAN, JEPARA Hidayaturrohmah, Fitriana; Sulardiono, Bambang; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.306 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22666

Abstract

Perairan Prawean Jepara, merupakan salah satu wilayah pantai dengan garis pantai terluas di pesisir Jepara. Kondisi morfologi yang terdapat pada pantai ini memiliki komunitas padang lamun yang relatif subur yang mempengaruhi kelimpahan larva ikan. Larva ikan merupakan tahap awal dari pertumbuhan ikan. Larva juga dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan bagi kelulushidupannya. Fase bulan yang berhubungan dengan pasang surut akan mempengaruhi hasil dari kelimpahan larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan larva ikan pada kerapatan lamun di fase bulan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2018. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling di 3 stasiun baik pada saat pasang dan surut di fase bulan berbeda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah larva ikan yang tertangkap sebanyak 1382 ind/900m3 terdiri dari 8 famili yakni: Apogonidae (7), Blennidae (415), Engraulidae (34), Gobiidae (521), Lutjanidae (218), Mugillidae (60), Mullidae (25) dan Nemipteridae (102). Larva famili yang tertangkap secara keseluruhan, Gobbidae (larva yang paling banyak tertangkap) dan Apogonidae (jumlah paling sedikit). Nilai korelasi antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan lamun yaitu sebesar r = 0,546; 0,628; 0,784 dan 0,791. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kelimpahan dan komposisi famili larva ikan dengan kerapatan lamun.  Prawean Jepara waters are one of the coastal areas with the widest coastline on the coast of Jepara. The morphological conditions found on this beach relatively has fertile seagrass communities that affect the abundance of fish larvae. Fish larvae is the initial stage of fish growth. Larvae is also influenced by many environmental factors for their life. The phases of the moon associated with tides will affect the results of the abundance of fish larvae. This study aims to determine the type and abundance of fish larvae in seagrass density in different moon phases. The study was conducted in March - April 2018. The method used was a survey method with the determination of sampling points using purposive sampling method at 3 stations both at high tide and low tide in different moon phases. The results obtained showed that the number of fish larvae caught was 1382 ind/900m3 consisting of 8 families: Apogonidae (7), Blennidae (415), Engraulidae (34), Gobiidae (521), Lutjanidae (218), Mugillidae (60) , Mullidae (25) and Nemipteridae (102). The family find overall larvae, Gobbidae (the most caught larvae) and Apogonidae (is the least caught larvae). The correlation value between the abundance of fish larvae with seagrass density is equal to r = 0.546; 0.628; 0.784 and 0.791. Based on this, it can be concluded that there is a close relationship between abundance and composition of fish larvae families with seagrass density.
ANALISIS HUBUNGAN JARAK DAN KEDALAMAN DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI PANTAI PANCURAN, KEPULAUAN KARIMUNJAWA Ridho, Muhammad Gaffar; Supriharyono, Supriharyono; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.445 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22569

Abstract

Pantai Pancuran adalah salah satu lokasi konservasi padang lamun di Taman Nasional Karimunjawa dengan vegetasi padang lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 dengan tujuan untuk mengetahui hubungan jarak dan kedalaman dengan struktur komunitas lamun yang meliputi kerapatan dan indeks keanekaragamannya. Materi yang digunakan adalah lamun, dengan menggunakan metode deskripsi eksploratif yang bersifat observasi dengan objek yang diteliti di lapangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuadran transek ukuran 1x1 meter yang tersebar di 3 stasiun berdasarkan jarak dan kedalaman serta terdapat 6 plot pada setiap stasiunnya. Parameter lingkungan yang diamati meliputi jarak dan kedalaman, nitrat dan fosfat sedimen, salinitas, suhu, derajat keasaman (pH), kecerahan, kecepatan arus, pasang surut, dan karakteristik sedimen. Hubungan jarak dan kedalaman dengan struktur komunitas lamun diproses menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian ini didapatkan 6 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroides, dan Halodule pinifolia. Karakteristik sedimen didominasi oleh pasir halus sebanyak 34,960 %. Korelasi jarak dan kedalaman dengan struktur komunitas lamun diperoleh nilai                 (r = -0,717) pada kerapatan dan ( r = 0,894) pada indeks keanekaragaman.                  Pancuran Beach is one of the seagrass conservation areas in Karimunjawa National Park. This study was conducted in April 2018, in order to investigate the relation of distance and depth on the structure of seagrass community which included the density and index of diversity. The method used in this study is seagrass, using explorative description method that is observation to the object study in the field. The sampling technique uses a 1x1 meter transect quadrant spread over 3 stations based on distance and depth with includes 6 plots at each station. Environmental parameters observed include distance and depth, sediment of nitrate and phosphate, salinity, temperature, acidity (pH), brightness, current velocity, tides, and sediment characteristics. The relationship between distance and depth on the structure of seagrass community processed by regression and correlation analysis . The results of the study found 6 types of seagrass, there were Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroides, and Halodule pinifolia. Sediment characteristics were dominated is fine sand of 34.960%. The correlation of distance and depth on the structure of seagrass community resulted a value (r = -0,717) for density and  (r = 0,894) for index of diversity. 
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT DAN KESESUAIAN PERAIRAN KARANG JAHE SEBAGAI OBYEK REKREASI PANTAI DI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Harjanto, Wirawan; Rudiyanti, Siti; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.359 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22574

Abstract

Pantai Karang Jahe merupakan pantai berpasir putih yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pantai yang luasnya 393,93 ha ini mempunyai potensi wisata pantai yang dapat dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui persepsi masyarakat terhadap potensi dan perkembangan wisata di Pantai Karang Jahe dan Mengetahui nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe beserta kategorinya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2017-Januari 2018. Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat setempat dan 50 responden pengunjung wisata. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dan penilaian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) di tiga stasiun. Persepsi masyarakat terhadap potensi di kawasan Pantai Karang Jahe sudah tergolong baik dari kondisi fisik sampai jenis kegiatan dapat dikatakan kawasan ini layak untuk dikunjungi. Perkembangan di kawasan Pantai Karang Jahe ini antara lain pertumbuhan jumlah pengunjung dan penambahan fasilitas / sarana dan prasarana. Pengukuran Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe diukur di tiga stasiun I, II dan III saat pagi (surut) 100%, 97,61% dan 100% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai), di stasiun I, II dan III saat sore (pasang) 96,42%, 96,42% dan 96,42% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai). Hal ini menunjukkan bahwa Pantai Karang Jahe pada pagi dan sore hari tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai.  . Karang Jahe Beach is a white sandy beach which is located in the village of Punjulharjo, Rembang, Central Java. The beach that the extent of this potential 393,93 ha of coastal tourism can be developed. The purpose of this research is to know the perception of society against the potential and development of tourism in coastal Karang Jahe and knowing the value of the Index the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach along with the category. The research was conducted in December 2017-January 2018. This research uses descriptive data processing techniques with a spread of 30 respondents to the questionnaire of the local community and visitors tour the 50 respondents. The sampling technique using a purposive sampling technique and quantitative assessment Index using the Suitability of Tourism (IST) at three stations. Public perception against the potential in the coastal area of the Karang Jahe already belongs to the physical condition of both types of activities can be said this area is worth a visit. Developments in the area of the Karang Jahe Beach is the growth of the number of visitors, the addition of facilities/infrastructure and facilities. Measurement of Index value the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach measured at three stations I, II and III when the morning (receding) 100%, 97,61% and 100% value of category S1, S1 and S1 (very appropriate), at the station I, II and III when the afternoon (pairs) 96,42%, 96,42% and 96,42% value category S1, S1 and S1 (very appropriate). This suggests that Karang Jahe Beach in the morning and evening belongs in category S1 or highly suitable for Beach tourism activities. 
LAJU PERTUMBUHAN TERUMBU KARANG Acropora formosa DI PULAU MENJANGAN KECIL, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Rizqika, Choirun Nisa Akbar; Supriharyono, Supriharyono; Latifah, Nurul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.071 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22565

Abstract

Salah satu pulau di Taman Nasional Karimunjawa yang sering dikunjungi wisatawan adalah Pulau Menjangan Kecil. Wisatawan tertarik mengunjungi Pulau Menjangan Kecil dikarenakan keanekaragaman ekosistemnya, terutama ekosistem terumbu karang dan letaknya yang dekat dengan pulau utama. Namun, aktivitas pariwisata tersebut menyebabkan terjadinya degradasi ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisika kimia perairan, tutupan terumbu karang dan jenis karang yang hidup di titik pengamatan , laju pertumbuhan karang dan korelasi antara variabel fisika kimia perairan terhadap laju pertumbuhan terumbu karang. Metode penelitian menggunakan metode eksplanatif dan dianalisa menggunakan SPSS 23 dan Microsoft Excel 2013. Hasil yang diperoleh adalah kualitas perairan di lokasi tersebut mendukung pertumbuhan ekosistem terumbu karang dengan suhu yang berkisar 27-300C, kecerahan sampai dasar dan salinitas sebesar 35 ppm. Tutupan terumbu karang di titik pengamatan tergolong baik dengan persentase penutupan sebesar 61,92%. Jenis karang yang dominan adalah jenis Acropora formosa dan Acropora divaricata. Laju pertumbuhan karang yang diukur adalah jenis Acropora formosa dengan nilai sebesar 5,47 mm/bulan. Berdasarkan nilai R2 pada grafik rata-rata laju pertumbuhan terumbu karang, waktu pengukuran memiliki pengaruh sebesar 95,1 % terhadap laju pertumbuhan karang. Hasil uji Pearson menunjukkan variabel fisika kimia perairan yang memiliki hubungan terhadap laju pertumbuhan terumbu karang adalah arus dan pasang surut air laut dengan nilai Sig. 0,027<0,05 dan Sig. 0,046<0,05. Temperatur air laut tidak memiliki korelasi terhadap laju pertumbuhan terumbu karang dengan nilai Sig. 0,364>0,05.  One of the islands in Karimunjawa National Park that often visited by tourists is the Menjangan Kecil Island. Tourists are interested to visit Menjangan Kecil Island because the diversity, especially the coral reef ecosystem and its location that close to the main island. However, these tourism activities cause degradation of coral reef. The purpose of this study was to determine the physical chemistry of the waters, coral reef cover and the types of coral, the growth rate of coral and the correlation between the variables of physical chemistry of the waters on the growth rate of coral reefs. The research method used explanatory method and analyzed using SPSS 23 and Microsoft Excel 2013. The quality of water in these locations supported the growth of coral reef ecosystems with temperatures ranging from 27-300C, brightness to base and salinity of 35 ppm. Coral reef cover at the observation point is classified as good with a closing percentage of 61.92%. The dominant coral species are Acropora formosa and Acropora divaricata. The measured coral growth rate was Acropora formosa with a value of 5.47 mm / month. Based on the R2 value on the graph of the average growth rate of coral reefs, the measurement time has an influence on the growth rate of the coral. The results of Pearson's test showed that the physics of water chemistry variables that have a relationship to the growth rate of coral reefs are currents and tides with the value of Sig. 0.027 <0.05 and Sig. 0.046 <0.05. Sea water temperature does not have a correlation to the growth rate of coral reefs with the value of Sig. 0.364> 0.05. 
PENGARUH KEDALAMAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PRIMER DAN DENSITAS ZOOXANTHELLAE PADA KARANG DOMINAN DI PULAU CEMARA KECIL, KARIMUNJAWA Lakastri, Lavia; Purnomo, Pujiono Wahyu; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.221 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22667

Abstract

Pulau Cemara Kecil merupakan salah satu pulau yang dijadikan tujuan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Nitrat merupakan  nutrien sebagai salah satu faktor penentu terpeliharanya produktivitas perairan. Penelitian ini mempelajari perbedaan jumlah sel zooxanthellae yang berpengaruh terhadap nilai produktivitas primernya dan kandungan nitrat yang diserap terhadap perbedaan kedalaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan produktivitas primer bersih (NPP) ekosistem terumbu karang, kandungan nitrat dan densitas zooxanthellae pada kedalaman 1 meter dan 5 meter. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Cemara Kecil pada bulan Maret 2018 dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh jenis karang yang dominan adalah Acropora sp. (26,58%) dan Porites sp (40,38%) dengan tutupan karang hidup pada kedalaman 1 meter (70,5%) kategori baik, kedalaman 5 meter (76,83%) kategori sangat baik. Terdapat perbedaan yang signifikan (sig.) pada densitas zooxanthellae (sig = 0,02) dan NPP (sig = 0,01) di kedalaman 1 meter dan 5 meter pada kedua jenis karang. Perbedaan yang kurang signifikan pada konsentrasi nitrat (sig = 0,395) pada kedua kedalaman. Nilai densitas Zooxanthellae dan NPP lebih tinggi pada kedalaman 1 meter dibandingkan kedalaman 5 meter. Kedalaman mempengaruhi jumlah sel zooxanthellae pada karang sehingga akan berpengaruh terhadap produktivitas primer yang dihasilkan. Penyerapan kandungan nitrat oleh zooxanthellae berbeda dipengaruhi oleh faktor fisika kimia lingkungan. Pulau Cemara Kecil is one of the island used as a tourist destination in Karimunjawa. Coral reef are coastal ecosystems that have high productivity. Nitrate is a nutrient as a determining factor for the preservation of marine productivity, nutrients becomes an important factor. This research will study the differences in zooxanthellae cells that effected on their primary productivity value and nitrate absorbed by the depth difference. The purpose of this research is to know the differences of coral reef Net Primary Productivity (NPP), nitrate concentration and density of zooxanthellae at depth of 1 meter and 5 meter. This study was conducted in Cemara Kecil Island on March 2018, with descriptive method. The research results obtained are the dominant species of coral Acropora sp. (26,58%) and Porites sp. (40,38%) with living coral cover at a depth of 1 meter (70,5%) categories are good, the depth of 5 meter (76,83%) categories are very good. There is a significant difference (sig) on the density of zooxanthellae (sig = 0,03) and NPP (sig = 0,01) at a depth of 1 meter and 5 meters on both types of coral. Less significant differences in the concentration of nitrates (sig = 0,395) on both the depth. Zooxanthellae densities values higher than NPP at a depth of 1 meter compared to a depth of 5 meters. Depth affect the density of zooxanthellae  on corals so influential is also against the resulting primary productivity. Absorption of different content of nitrate by zooxanthellae are influenced b factors of chemical – physics environment. 
KESESUAIAN PERAIRAN DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN TANJUNG GELAM UNTUK WISATA REKREASI PANTAI DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Dewi, Kartika Puspita; Anggoro, Sutrisno; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.657 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22570

Abstract

Pantai Tanjung Gelam adalah salah satu objek wisata yang berada dibagian barat pulau Karimunjawa. Pantai ini termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa, dan merupakan salah satu zona yang termasuk kedalam zona pemanfataan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata Pantai Tanjung Gelam, menganalisis indeks kesesuaian wisata pantai dan menganalisis daya dukung lingkungan Pantai Tanjung Gelam Pulau Karimunjawa, ditinjau dari aspek biogeofisik dan tata ruang. Penelitian dilakukan pada bulan April 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode studi kasus dengan kajian adalah potensi wisata pantai, indeks kesesuaian wisata, daya dukung lingkungan dan teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan tiga titik sampling berdasarkan lokasi kegiatan wisata dengan pertimbangan kemudahan dalam menjangkau lokasi titik sampling serta efisiensi waktu dalam melakukan penelitian. Penentuan persepsi daya tarik Pantai Tanjung Gelam menggunakan metode accidental sampling dengan membagikan 33 kuisioner kepada responden pengunjung. Potensi yang dimiliki Pantai Tanjung Gelam yaitu ekosistem terumbu karang dan karakteristik budaya lokal. Indeks kesesuaian wisata pantai Tanjung Gelam dari ke tiga stasiun memiliki kriteria S1 yaitu sangat sesuai untuk kegiatan wisata. Daya dukung kawasan di perairan pantai Tanjung Gelam dihitung berdasarkan indeks kesesuaian wisata kawasan dengan daya tampung 81 orang untuk bananaboat, daya tampung 135 orang untuk berenang dan daya tampung 17 orang untuk snorkling. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pantai Tanjung Gelam merupakan pantai yang sesuai untuk kegiatan wisata seperti rekreasi pantai, bananaboat dan snorkling dengan daya tampung sebanyak 233 orang/hari dalam kawasan tersebut.   Tanjung Gelam Beach is one of the tourist attraction located in the western part of Karimunjawa island. This beach is included into the area of Karimunjawa National Park, and is one of the zones belonging to the zone of tourism utilization. The study aims to assess the potential for coastal tourism Tanjung Gelam Beach, analyze the suitability index of coastal tourism and analyze the environmental carrying capacity of Tanjung Gelam beach, Karimunjawa Island, in terms of biogeophysical and spatial aspects. This research was conducted in April 2018. The methods used in the research method of case studies with the study is the potential for coastal tourism, tourism, power suitability index support environment and purposive sampling technique was used to determine the three sampling points based on location tourism activities with consideration of ease in reaching out to the location of the sampling point and time efficiency in doing research. Determination of the perception of attractiveness of Tanjung Gelam method using accidental sampling with a respondent distributed a questionnaire to 33 respondents. The potential of Tanjung Gelam Beach is the coral reef ecosystem and the characteristics of local culture. Tanjung Gelam beach tourism suitability index of the three stations have S1 criteria that is suitable for tourism activities. The carrying capacity of the area in Tanjung Gelam coastal waters is calculated based on regional tourism suitability index with a capacity of 81 people for bananaboat, 135 people for swimming and 17 people for snorkeling capacity. Based on the research result, it is concluded that Tanjung Gelam Beach is a suitable beach for tourism activities such as beach recreation, bananaboat and snorkling with a capacity of 233 people / day in the area. 
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI PUSAT INFORMASI MANGROVE (PIM) KELURAHAN KANDANG PANJANG PEKALONGAN Faiqoh, Elok; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.809 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22575

Abstract

Kawasan ekowisata di Pusat Informasi Mangrove (PIM) merupakan salah satu wisata alam di Kota Pekalongan yang berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi daya tarik, profil pengunjung, persepsi, partisipasi, aspirasi pengunjung dan masyarakat dalam pengembangan ekowisata serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata. Penelitian dilakukan pada Maret 2018. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 91 responden pengunjung, 30 masyarakat dan 2 pengelola. Teknik pengambilan sampel pengunjung dengan accidental sampling, untuk masyarakat dan pengelola dengan purposive sampling. Pembobotan kuesioner dengan skala Likert, penentuan strategi menggunakan SWOT. Potensi daya tarik meliputi: keanekaragaman jenis mangrove; asosiasi biota meliputi ikan bandeng, kakap putih, mujaer, udang Vaname dan kepiting bakau; fasilitas yang tersedia meliputi: boat, shelter pemancingan, jogging track, Gedung PRPM, Shelter, lahan parkir, kamar mandi, menara pandang dan mushola; aksesibilitas (kondisi jalan beraspal, dilengkapi petunjuk arah). Persepsi pengunjung dan masyarakat mengenai daya tarik dan aksesibilitas tergolong baik, namun persepsi mengenai fasilitas tergolong kurang baik. Partisipasi pengunjung dan masyarakat dalam menjaga lingkungan tergolong baik. Aspirasi pengunjung dan masyarakat mengenai pengadaan fasilitas pelengkap. Strategi pengembangan ekowisata di PIM meliputi: pengembangan ekowisata dengan konsep pelestarian ekosistem serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah; peningkatan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan fasilitas kawasan ekowisata; menjaga ekosistem mangrove dengan cara mengefektifkan rehabilitas dan penegakan peraturan perlindungan mangtrove; dan meningkatkan fasilitas/sarana prasarana yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak dari abrasi.                 Ecotourism area in the Mangrove Information Center (PIM) is one of the nature tourism in Pekalongan City that potential to be developed. The purpose of this research were to know the attraction potency, visitor profile, perception, participation, aspiration of visitor and community in ecotourism development as well as to set an ecotourism development strategy. This research was conducted in March 2018. The method used a survey using a questionnaire distibuted to 91 visitors, 30 communities and 2 managements staff. Sampling technique for visitor used accidental sampling, for community and management staff used purposive sampling. Questionnaire weighted by Likert scale, strategy determinated by SWOT. The attraction potency include: diversity of mangroves; biota association include milkfish, seabass, mujaer, Vaname shrimp and crab; available facilities include: passenger boats, fishing shelters, jogging tracks, PRPM building, shelters, parking lots, bathroom, view tower and small mosque; accessibility (directed paved road). The perception of visitors and community about attractiveness and accessibility were quite good, but the perception of facility was not good enough. Participation of respondents in maintaining the environment was good. Aspirations of the visitors and community toward development was procurement of facilities. Development strategy of ecotourism in PIM include: development of ecotourism with ecosystem preservation concept as well as coordination with local goverments; increased empowerment of local communities in optimizing ecotourism facilities area; keep the mangrove ecosystem by rehabilition effectiveness and enforcement protection mangrove regulation; and improve the facilities/infrastructure that can be used to minimize the impact of abrasion.
HUBUNGAN JENIS SEDIMEN DENGAN KERAPATAN MANGROVE DI DESA TIMBULSLOKO, DEMAK Mauludi, Fadhil; Sulardiono, Bambang; Haeruddin, Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.934 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22566

Abstract

Timbulsloko adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sayung, Demak. Daerah ini menjadi salah satu kawasan yang mengalami erosi secara terus menerus yang mengakibatkan luas daerahnya menjadi semakin berkurang. Dominasi mangrove yang ditemukan di desa ini adalah Rhizophora sp. dan Avicennia sp.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis sedimen, kerapatan mangrove serta hubungan jenis sedimen dengan kerapatan mangrove di Desa Timbulsloko, Demak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan pemilihan lokasi penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi sampling dibagi menjadi 3 stasiun, tiap stasiun dibagi menjadi 6 titik sampling. Hasil yang diperoleh dari jenis sedimen ketiga stasiun didominasi tekstur pasir dengan persentase pasir stasiun 1 68,78%, pasir stasiun 2 68,42%, dan pasir stasiun 3 65,91%. Bahan organik sedimen pada stasiun 1 berkisar 1,08-1,48%, stasiun 2 berkisar 0,28-1,6%, dan stasiun 3 berkisar 0,88-2,32%. Salinitas sedimen pada ketiga stasiun berkisar antara 29-30‰. Kerapatan mangrove di lokasi penelitian Desa Timbulsloko didominasi oleh jenis mangrove Avicennia sp.. Nilai kerapatan mangrove stasiun 1 berkisar 2066 - 4550 pohon/ha, stasiun 2 berkisar 2519 - 10000 pohon/ha, dan stasiun 3 berkisar 5986 - 18511 pohon/ha. Hubungan jenis sedimen dengan kerapatan mangrove jika dilihat dari analisa PCA, berdasarkan nilai loading factor kedua faktor yang terbentuk pada ketiga stasiun menunjukkan tingginya korelasi antar variabel. Sedangkan, jika dilihat dari hasil analisa regresi linear berganda menunjukkan bahwa hubungan jenis sedimen dengan kerapatan mangrove di ketiga stasiun mempunyai hubungan yang sangat kuat.  Timbulsloko is one of the villages located in Sayung District, Demak. This area became one of the areas that experienced continuous erotion which resulted the area became decreasing. The dominance of mangroves found in this area is Rhizophora sp. and Avicennia sp. The purpose of this research is to know the type of sediment texture, mangrove density and the relation of sediment texture with mangrove density in Timbulsloko village, Demak. This study was conducted in April 2018. The method of this research is descriptive quantitative method and using purposive sampling technique. Sampling area is divided into 3 stations, each station divided into 6 sampling points. The results showed that sediment types from three stations were dominated by sand texture with the percentage of station 1 sand 68.78%, station sand 2 68.42%, and station sand 3 65.91%. Sediment organic material at station 1 ranged from 1.08 to 1.48%, station 2 ranged from 0.28 to 1.6%, and station 3 ranged from 0.88 to 2.32%. Sediment salinity in three stations ranged from 29-30 ‰. Mangrove density in Timbulsloko Village is dominated by Avicennia sp.. The mangrove density values at station 1 ranged from 2066 to 4550 trees / hectare, station 2 ranged from 2519 to 10000 trees / hectare, and station 3 ranged from 5986 to 18511 trees / hectare. The relationship between the type of sediment and the density of mangroves when viewed from the PCA analysis, based on the value of loading factors from two factors formed on three stations showed the high correlation between variables. Meanwhile, when viewed from the results of multiple linear regression analysis shows that the relationship between the type of sediment and the density of mangroves in three stations has a very strong relationship. 

Page 1 of 3 | Total Record : 21