cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Januari, 2015" : 11 Documents clear
ANALISIS MODIFIKASI BUBU DENGAN CELAH PELOLOSAN MENGGUNAKAN UMPAN BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI PERAIRAN REMBANG Nadhifa, Isna; Pramonowibowo, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.073 KB)

Abstract

Kepiting (Scylla serrata) merupakan salah satu jenis komoditas hasil laut di wilayah mangrove yang cukup penting dari usaha  penangkapan di laut. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis Pengaruh pemberian celah kelolosan pada alat tangkap bubu, dengan pemberian umpan ikan petek (Leiognathus sp.)  dan ikan buntal (Tetraodon sp.), hubungan interaksi antara pemberian celah kelolosan pada bubu dan pemberian umpan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014 di Perairan Rembang. Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental, menggunakan SPSS 16. Hasil tangkapan kepiting bakau menggunakan bubu bercelah dengan umpan ikan  petek sebanyak 6 ekor, bubu bercelah dengan umpan ikan buntal sebanyak 7 ekor, bubu tanpa celah pelolosan dengan umpan ikan petek sebanyak 14 ekor dan bubu tanpa celah dengan umpan ikan buntal sebanyak 12 ekor. Hasil tangkapan kepiting bakau terbanyak dengan menggunakan umpan ikan petek sebanyak 20 ekor, dan hasil tangkapan pada umpan ikan buntal sebanyak 19 ekor. Hasil analisis data yaitu signifikasi 0,48 kurang dari α=0,05, hasil uji F (ANNOVA), Fhitung sebesar 4,5 lebih besar dari Ftabel, sebesar 4,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, sehingga  umpan ikan petek berpengaruh terhadap hasil tangkapan kepiting bakau. Commodity Crabs mangrove, the one of marine products from mangrove area quite necessary in catching fishery. This researched aim to analysis about effected escaped-gap to the fishing gear of traps or pots, while used two kinds of baits ponny fish and blow fish, within correlation in used escaped-gap of pots and baits. This researched hold last May 2014 in Rembang waters area, Central Java. Experiment method in this researched used SPSS 16. Catching Crabs mangrove used pots with two kinds of escaped gap inside, namely baits from ponny fish in amount 6 pieces and others baits from blow fish in amount 7 pieces, whereas pots NON escaped-gap there were into differenced baits from ponny fish in amount 14 pieces and baits from blow fish 12 pieces. Catching Crabs mangrove used baits from ponny fish more higher than blow fish, in amount 20 pieces and 19 pieces. The conclusion analysis these data namely in these value,  significance-value 0.48 < α-value 0,05, F Test (ANNOVA), Fcount-value 4.5 > Ftable-value 4.1 with conclusion H0 was rejected, so that in these researched baits from ponny fish affected in fishing Crabs mangrove.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN MENGGUNAKAN MODEL SCHAEFER DAN FOX PADA CUMI-CUMI (Loligo sp) YANG TERTANGKAP DENGAN CANTRANG DI TPI TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Hutagalung, Yohan Valen; Bambang, Azis Nur; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.698 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek bioekonomi cumi-cumi di perairan Rembang dengan menggunakan perhitungan Bioekonomi model Schaefer dan Fox, dan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan sumber daya Cumi-cumi di perairan Rembang. Penelitian dilakukan pada bulan April 2013 sampai Mei 2013 di TPI Tanjungsari Kabupaten Rembang. Metode pengumpulan data adalah purposive sampling dengan 11 responden, dan data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Catch Per Unit Effort (CPUE) tahun 2008-2012 adalah 4,57 kg/trip. Produksi optimum (Copt) dari Maximum Sustainable Yield (MSY) model Schaefer adalah 156,511 kg/tahun dengan Effort optimum (Eopt) 15,915 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh per unit cantrang pada kondisi MSY adalah Rp177.907.090,-/tahun. Maximum Economic Yield (MEY) produksi Cumi-cumi adalah 155,428 kg/tahun dan Effort optimum (Eopt) adalah 14,591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh per unit cantrang pada kondisi MEY adalah Rp179.384.783,-/tahun. Sedangkan produksi optimum (Copt) pada Open Access adalah 47,758 kg/tahun dengan Effort optimum (Eopt) 29,182 trip/tahun dan nelayan tidak memperoleh keuntungan pada kondisi ini. Nilai rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya Cumi-cumi di perairan Rembang dari tahun 2008 sampai 2012 adalah 63%. The objective of this research was to determine the Bioeconomic aspect of squid in Rembang waters by using Bioeconomic  Schaefer and Fox models, and to analyze the resource level of squid in Rembang waters. The research was conducted from April 2013 until Mei 2013 in Tanjungsari fish auction in Rembang Regency. Data collection was used by purposive sampling with 11 respondens, and data analyzed by descriptive analyze. The results showed that the average value of Catch Per Unit Effort (CPUE) from 2008-2012 was 4.57 kg/unit effort. Optimum production (Copt) of Maximum Sustainable Yield (MSY) Schaefer bioeconomic models was 156.511 kg/year with optimum effort (Eopt) 15.915 trips/year. The profits per cantrang on MSY conditions was Rp177.907.090,-/year. The Maximum Economic Yield (MEY) of squid production was 155.428 kg/year and optimum effort (Eopt) was 14.591 trips/year. The profits per cantrang on MEY conditions was Rp179.384.783,-/year. While the optimum production in Open Access was 47.758 kg/year with optimum effort 29.182 trips/year and fisherman didn’t benefit. The average value of squid resources utilization at Rembang seawaters from 2008 until 2012 was of 63%. 
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL DAN FASILITAS PENUNJANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TASIKAGUNG REMBANG Prasojo, Prastyo; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.793 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung merupakan pelabuhan yang sedang dalam tahap pengembangan dimana sebelumnya pelabuhan ini adalah pangkalan pendaratan ikan. Mengingat fungsinya yang sangat strategis sebagai pusat kegiatan dan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga perlu adanya pengkajian pengembangan fasilitas yang berkelanjutan sehingga Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung dapat melayani kegiatan di pelabuhan secara maksimal.  Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi fasilitas-fasilitas, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang untuk diterapkan dalam pengembangan PPP Tasikagung dengan kondisi saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survey serta menggunakan analisa data yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis tingkat kebutuhan. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas - fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung masih dalam kondisi kurang, namun tingkat pemanfaatan fasilitas – fasilitas baik meskipun masih terdapat fasilitas – fasilitas yang belum tersedia.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Optimalisasi fasilitas fungsional dan penunjang keseluruhan belum termanfaatkan secara optimal. Hasil dari prediksi kebutuhan solar di PPP Tasikagung periode 2014 – 2018 mengalami kenaikan sebanyak 71% dari kebutuhan 5 tahun sebelumnya, maka perlu ditambahkan/disediakan solar sebanyak 68.296.554 liter untuk 5 tahun kedepan, sedangkan untuk kebutuhan es mengalami kenaikan sebanyak 75% dari kebutuhan 5 tahun sebelumnya, maka perlu disediakan/ditambahkan es sebanyak 390.083,92 ton untuk 5 tahun kedepan. Coastal Fishing Port Tasikagung was in development project where in previously as Fish Landing Base. For those considering this function which most strategic as center activities and economy forthe fisheries society, so that It very needed for development sustainability facilities to made Tasikagung Coastal Fishing Port provided maximum services. This research aimed to get more investigated condition of port facilities recently, analysis utilization and necessities rate inTasikagung Coastal Fishing Port in applied to development Tasikagung Port recently. Method used descriptive survey and also analysis data used Analysis Utilization Facility and Necessities Rate. The end of research showed condition of facilities in Tasikagung Port in minus level (low), and Utilization Rate in Good level although many facilities not available. The conclusion was about Optimization Functional and Supporting Facility untapped optimally yet. Prediction for solar consume Tasikagung Port 2014-2018 period increasing about 71% from necessities in 5 years before, so that It very needed extra solar approximately 68.296.554 litters in 5 years latters and Ice needed increasing about 75% from 5 years before, so that it was very needed an extra ice approximately 390.083,92 ton for 5 years latters.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PASIR KABUPATEN KEBUMEN DITINJAU DARI SUMBERDAYA PERIKANAN Sari, Putri Kurnia; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.997 KB)

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasir Kebumen mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi Pelabuhan Perikanan dilihat dari potensi sumberdaya perikanan yang besar. Dengan kondisi sumberdaya perikanan tersebut, untuk meningkatkan peran Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasir terhadap pengelolaan sumberdaya perikanan yang ada saat ini, maka perlu adanya penelitian untuk mengkaji strategi pengembangan PPI Pasir.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sumberdaya perikanan di PPI Pasir, menganalisa ketersediaan dan tingkat pemanfaatan fasilitas di PPI Pasir, dan menganalisa strategi pengembangan PPI Pasir ditinjau dari sumberdaya perikanannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif serta menggunakan analisis data yaitu analisis tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sumberdaya perikanan di PPI Pasir masih sangat tinggi. Sumberdaya perikanan di PPI Pasir diantaranya adalah potensi hasil tangkapan ikan, luas lahan PPI Pasir, jumlah alat tangkap, jumlah armada penangkap ikan, dan jumlah nelayan aktif. Fasilitas di PPI Pasir masih sangat kurang, karena belum terdapat fasilitas pokok seperti dermaga, breakwater dan alur pelayaran yang merupakan fasilitas utama untuk memperlancar kegiatan penangkapan ikan. Berdasarkan perhitungan tingkat pemanfaatan fasilitas, gedung TPI mempunyai tingkat optimalisasi sebesar 66%, luas lahan parkir sebesar 37 %, dan kolam pelabuhan sebesar 6 %. Perhitungan analisis SWOT diperoleh hasil -0,14 ; 0,89 sehingga penerapannya menggunakan kuadran III atau strategi W-O (Weakness-Opportunity). Pasir Fish Landing Base Kebumen has a potential to be developed into fishing port seen by the huge potential of fisheries resources. By that condition of fishery resources, to increase  the role of Pasir Fish Landing Base by fishery resources existing, it is necessary to research the development strategy to assessing Pasir Fish Landing Base.The purpose of this research is to determine the condition of fishery resources at Pasir Fish Landing Base, to analysis the availability and facility utilization rate, and to analysis development strategy seen from Pasir Fish Landing Base fishery resources. The method which used in this research is descriptive survey and analysis data such as the utilization rate analysis, and SWOT analysis. The result of research showed that the condition of fishery resources in Pasir Fish Landing Base is still very high. Fishery resources in Pasir Fish Landing Base include the potential fish catches, land area, the amount of fishing gear, fishing fleet, and the amount of active fisherman. The facility at Pasir Fish Landing Base still very lacking, because there hasn’t been basic facilities such as a piers, breakwater, and navigation channel which is the main facility for fishing activities. Based on calculating of the level of utilization facility, TPI building has an optimization levels was 66%, extensive parking area was 37%, and port pool was 6%. The SWOT analysis calculation result obtained by -0,14 ; 0,89 so the implementation is using quadrant III or Weakness-Opportunity strategy.
PENGARUH PERBEDAAN UMPAN DAN WAKTU PENANGKAPAN BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) DI RAWA JOMBOR, KLATEN Putra, Bangga Beny; Pramonowibowo, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.471 KB)

Abstract

Rawa Jombor merupakan waduk buatan yang difungsikan sebagai pemasok air untuk pengairan, perikanan dan daerah wisata. Jumlah luas waduk adalah 180 hektar. Salah satu ikan hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan gabus, dimana ikan gabus ini cukup banyak ditangkap di perairan Rawa Jombor dengan hasil tangkapan sekitar 500 kg/th. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat dengan perlakuan umpan dan waktu penangkapan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan  yaitu umpan anakan katak/precil dan tanpa umpan, perbedaan waktu penangkapan (siang dan malam), serta mengetahui ada tidaknya interaksi anatara jenis umpan dengan waktu penangkapan terhadap hasil tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan nilai Fhitung untuk perbedaan waktu penangkapan sebesar 2,149 dan nilai Ftabel 1,59. Sehingga Fhitung > Ftabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian perbedaan waktu penangkapan yang berbeda memberikan rata- rata jumlah tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus ) yang tidak sama. Hasil uji F (ANOVA) perbedaan umpan pada bubu lipat menghasilkan nilai F hitung sebesar 0,774 dan nilai Ftabel 1,59. Sehingga Fhitung < Ftabel , maka H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian perbedaan waktu penangkapan yang berbeda memberikan rata – rata jumlah tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus ) yang sama. Rawa Jombor belong to one of  artificial basin with the functions to supply water for irrigation, fisheries and tourist place. Wide of areas basin about 180 ha. The most common fish catching with high economical in Rawa Jombor is Snakehead (Ophiocephalus striatus) with amounts 500 kg/year. This researched used traps/pots as gears with treatments different baits and used variation of times catching. This researched aim to analysis the influenced from difference baits was between frog's juvenile and without baits (no baits), and used variation times (day or night), also to analysis interactions both of differenced of baits and used variation of times toward fish catching snakehead. Experiment method in this researched used SPSS 16. The result of the research showed that Fcount value for variation of time operation among 2,149 and Ftable 1,59. Fcount > Ftable, it means that H0 rejected and H1 accepted. Based on the test result, variations of time operated gave different total catch average. F anova test result Fcount value of different baits among 0,744 and Ftable 1,59. Fcount < Ftable, it means that H1 rejected and H0 accepted. Based on the test result, different baits gave the same total catch average.
ANALISIS MODIFIKASI FYKE NET (HARI AMI) TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI PERAIRAN TUNGGULSARI REMBANG Khasanan, Dwi Puji Hariyanto; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.567 KB)

Abstract

Fyke net (Hari ami) dalam bahasa Jepang, Hari artinya “terentang” sedangkan Ami adalah “jaring”, sehingga dapat didefinisikan Hari Ami adalah jaring yang terentang di perairan karena pengaruh arus air dan pasang surut. Pasang surut yang dimaksud termasuk pasang surut semi diurnal artinya bila dalam sehari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang hamper sama tingginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pengaruh modifikasi dan penambahan penaju terhadap hasil tangkapan Kepiting bakau (Scylla serrata) di perairan estuari Tunggulsari, Kaliori, Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Fyke net modifikasi adalah Fyke net dengan perbedaan posisi sayap dan penambahan penaju. Hasil perhitungan dengan SPSS didapatkan nilai sig pada modifikasi sayap tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan dengan nilai rata-rata hasil tangkapan pada Fyke net modifikasi sayap sebesar 5,92 ekor yang lebih kecil dari Fyke net tanpa modifikasi (kontrol) sebesar 7,58 ekor. Penambahan penaju dari alat tangkap Fyke net (Hari ami) pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan, dengan nilai rata-rata hasil tangkapan pada Fyke net penambahan penaju sayap sebesar 6,62 ekor yang lebih kecil dari Fyke Net tanp modifikasi (kontrol) sebesar 7,58 ekor. Interaksi antara perbedaan konstruksi Fyke net (Hari ami) dengan penambahan penaju terhadap jumlah hasil tangkapan dengan nilai sig jumlah hasil tangkapan sebesar 0,65> 0,05 dan berat hasil tangkapan sebesar 0,160 > 0,05 maka H0 diterima dan tidak berpengaruh terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan. The Fyke net (Hari ami) it means, Hari is a "stretched" and Ami is a "net" so that Hari Ami had meant to be “the net stretched in the waters because the influence of water currents and tidal range”. Semi diurnal tide itself meant, if in the one-day happened two times almost as high as both of tidal range. The purposed of this researched to determined the effected of interaction between modification and addition “penaju” to catch mangrove crab (Scylla serrata) in estuarine waters area of Tunggulsari, Kaliori, Rembang. The method used in this researched the experimental fishing with modification Fyke net both of wings modification position and added “penaju”.The resulted SPSS Sig valued obtained on wings-modification not influenced toward the number of catching crabs, with catching average value Fyke net modification about 5.92 tails smaller than original Fyke Net 7.58 tails. The addition “penaju” leader Fyke net in this researched also not effected to the number of catching crabs, with catching average value from the leader Fyke net additions about 6.62 tails smaller than original Fyke net about 7,58 tails. Interaction between both of gears, the original and modification Fyke net (Hari ami) towards catching crabs with significant number of 0.65 > 0.05 and the weight 0.160 > 0.05 so these meant H0 was accepted and not affected with the amount of catching crabs, and the weight was too.
ANALISIS INDEKS KEANEKARAGAMAN, INDEKS DOMINASI DAN PROPORSI HASIL TANGKAPAN NON TARGET PADA JARING ARAD MODIFIKASI DI PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Nugroho, Hanityo Adi; Rosyid, Abdul; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.101 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya Arad dikategorikan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan karena alat tangkap ini menyapu semua yang dilewatinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hasil tangkapan non target jaring arad modifikasi yang ukuran panjang badan diperkecil dan ukuran mata jaring pada bagian codend nya diperbesar menjadi 1,5 inch di perairan Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing dengan percobaan sebanyak 15 kali pengulangan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Komposisi Ukuran Hasil Tangkapan Non Target, Proporsi Hasil Tangkapan  Non Target, hasil tangkapan dan analisa statistik. Hasil tangkapan sampingan  jaring arad modifikasi dibagi menjadi dua  yaitu hasil tangkapan non target dan sampah, selama penelitian proporsi hasil tangkapan non target yang diperoleh rata-rata 7 kg/hari dan sampah 18 kg/hari. Proporsi hasil tangkapan jaring arad modifikasi yaitu terdiri dari hasil tangkapan target sebanyak 10,3 kg, hasil tangkap non target yang sebanyak 23,7 kg dan juga sampah yang dibuang kelaut (discards) sebanyak 89,4 kg atau 8% target : 19% non  target : 83% sampah. Hasil tangkapan non target (tigawaja,kuniran, petek , layur dan tunul) dimanfaatkan jaring arad modifikasi rata-rata mempunyai ukuran  dibawah nilai length at first maturity atau tidak layak tangkap.  Nilai Indeks keanekaragaman hasil tangkapan menunjukkan nilai diatas angka 0 yang berarti keanekaragaman spesies tinggi. Nilai indeks dominansi rata-rata  bernilai  0 ha1 ini berarti terdapat dominansi spesies yang rendah. In the development of small trawl categorized fishing gear that is not environmentally friendly because the gear is sweeping all in its path. The purpose of this study is to analyze the the catch of non target results from modified arad, who is the size of the nets reduced body length and mesh size in the codend his enlarged to 1.5 inch. in the waters of Kendal. The method used in this research is descriptive method is experimental fishing with experiment as much as 15 repetitions. Data analysis methods used in this research that catch size composition analysis of non target, Non target proportion catch, catch, and statistical analysis.  Results bycatch modified small trawl divided into two non target catches and trash, during the study the proportion of non target catches that gained an average of 7 kg / day and 18 kg waste / day. The proportion of the catch modified small trawl which consists of the target catch as much as 10.3 pounds, the catch of non target as much as 23.7 kg and the waste dumped into the sea (discards) of 89.4 kg or 8% target: 19% of non target: 83% of garbage. Catches of non-target (tigawaja, kuniran, Petek, Layur, and tunul) utilized a modified small trawl have an average size below the length at first maturity value or not worth catching. The index of diversity results showed in above from 0 it’s have meaning the index of diversity have a high diversity of species. The index of domination results showed those averages are 0 this is indicated for low of domonation species.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL COPES PERIKANAN DEMERSAL PESISIR REMBANG Tarigan, Timotius; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.156 KB)

Abstract

Perairan Rembang merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan demersal yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, karena memiliki 28,54% hasil laut ikan demersal dari total produksi ikan demersal di Indonesia. Pemanfaatan sumberdaya ikan demersal  hingga kini diusahakan oleh nelayan skala kecil dengan menggunakan alat tangkap seperti trammel dan cantrang. Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah dan armada alat tangkap sehingga jumlah trip juga meningkat.sehinggasuatu saat nanti bisa terjadi penangkapan berlebih. Tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan demersal di perairan Rembang belum diketahui kondisinya apakah sudah mengalami overfishing atau belum. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat pemanfaatan dilihat dari aspek biologi dan ekonomi di perairan Rembang.            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi sumberdaya perikanan demersal di Kabupaten Rembang, mengaplikasikan metode Copes sehingga didapatkan upaya penangkapan (fopt), hasil tangkapan maksimum lestari (MSY), akses terbuka (OAE) dan kepemilikan tunggal (SO), dan menganalisis aspek biologi dan ekonomi pemanfaatan sumberdaya perikanan ikan demersal dengan daerah penangkapan perairan Rembang Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 di perairan Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg/trip  untuk cantrang dan 12 kg/trip untuk trammel, pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.119.577 kg/tahun, Produksi optimal (COAE) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 405.743  kg/tahun dan effort optimum (EOAE) sebesar 71.641 alat Trip/tahun. Produksi optimal (CSO) pada Sole Ownership (SO) sebesar 2.114.194 kg/tahun dan effort optimum (ESO) sebesar 35.821 Trip/tahun. Rembang seawater is one area deployment potential of demercal fish in the waters north of Central Java, because it has a 28.54% yield of total sea demersal demersal fish production in Indonesia. The utilization of demercal fish resources up to now that cultivated by small-scale fishermen uses fishing gear as a trammel and a cantrang. Not only over the years that is constantly increasing in quantity and a fleet of fishing tools, but also an increase in trips of fishing so someday its cause over-fishing. On the other side, the resource utilization rate of Demercal fish in Rembang waters isn`t yet known the conditions that over-fishing or not. Therefore need to do research on the utilization rate is seen from the aspect of biology and economics at Rembang waters.                 The purpose of this research were to identify the potential of Demercal fisheries, applying of Copes model, fopt, Maximum Sustainable Yield (MSY), Open Access Equilibrium (OAE), and Sole Ownership (SO). To identify aspects of biology and economics in the utilization of Demercal fish at Rembang waters, Rembang regency. This research was held in April of 2013 at Rembang waters, Central Java. The method of the research used descriptive method. The results of this study were the average value of Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg / trip to cantrang and 12 kg / trip to trammel, the Maximum Sustainable Yield (MSY) of 2,119,577 kg / year, optimal production (COAE) on Open Access Equilibrium (OAE) of 405 743 kg / year and optimum effort (EOAE) of 71 641 tools Trip / year. Optimal production (CSO) in Sole Ownership (SO) of 2,114,194 kg / year and optimum effort (ESO) of 35 821 Trip / year.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN LAYUR (Trichiurus lepturus) YANG DIDARATKAN DI TPI TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Pribadi, Teguh; Ismail, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.41 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Rembang merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan Layur yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, yaitu sebanyak 91.966 kg pada tahun 2012. Kelestarian sumberdaya akan terancam jika upaya pemanfaatan yang terus meningkat, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah penganalisisan aspek biologi dan ekonomi sumberdaya Ikan Layur di Pesisir Kabupaten Rembang yang meliputi produksi Layur per usaha penangkapan (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY),  Maximum Economic Yield  (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE).Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April dan Juli 2013. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap yang hasil tangkapannya adalah Ikan Layur di TPI Tanjungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 11 nelayan. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah metode time series dan metode bioekonomi model Schafer. Analisis aspek biologis dan ekonomis dengan menggunakan model Schaefer untuk menghitung MSY,MEY, dan OAE. Hasil penelitian dapat ditunjukan dari nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) sumberdaya Layur pada tahun 2008-2012 di TPI Tanjungsari Kabupaten Rembang adalah 5,92 kg/alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 162.073 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 18.387 Trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Sole Ownership (SO) sebesar 151.837 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 13.767 Trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 121.9 76 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 27.533 Trip/tahun. Rembang at Regency Seawaters is one of distribution area of potential belt fish that located in northern coastal of Central Java Province, that producted 91.966 Kg in 2012.  If there is no control in the resources utilization, the resources will be threaten with the increasing of fishing exploitation  on this resources This research aims were to analyze biological and economic aspect of the utilization of ribbon fish in TPI Tanjungsari Rembang Regency Seawaters which includes Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Sole Ownership (MEY), and Open Access Equilibrium (OAE).This research conducted in April-June 2013. Research material was unit of small scale fishing industries was put ribbon fish target in TPI Tanjungsari. Research method was descriptive method. Sampling method was purposive sampling with 11 samples obtained. Data that used in this research were primary and secondary data. Data analysis method used time series and bioeconomic method Schaefer-Copes Model. Analysis of biological and economical aspects of using the Gordon Schaefer model to get MSY, MEY and OAE.  This study showed that the average of Catch per Unit Effort (CPUE) belt fish potency rate for 2008-2012 in TPI Tanjungsari Rembang Regency Seawaters is 5,92 kilograms/trip. The optimum product (Copt) of the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 162.073 kilograms per year with optimum effort (Eopt) was 18.387 trip per year. The optimum product (Copt) of the Maximum Economic Yield (MEY) was 151.837 kilograms per year with optimum effort (Eopt) was 13.767 trip per year. The optimum product (Copt) of the Open Access Equilibrium (OAE) was 121.976 kilograms per year with optimum effort (Eopt) was 27.533  trip per year.
TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA TAPANULI TENGAH DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP Bangun, Yoel Suranta; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.241 KB)

Abstract

Wilayah pantai Barat Sumatera yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan RI (WPP-RI) 572 tercatat memiliki potensi sumberdaya perikanan tangkap 1.353.000 ton pertahun dan dari potensi tersebut maka, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan dan pengembangan ekonomi perikanan yang berbasis perikanan tangkap dan diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas-fasilitas di PPN Sibolga, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional, serta melakukan analisa strategi optimalisasi  PPN Sibolga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 di PPN Sibolga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel Purposive Sampling serta menggunakan analisa data yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas, analisa estimasi dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga kondisi fisiknya masih baik dan masih layak pakai, dengan tingkat pemanfaatan alur pelayaran 79%, luas kolam pelabuhan 31%, dermaga 74% dan TPI 19%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan belum termanfaatkan secara optimal. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan suatu peluang. West coast area of Sumatera island is included to fisheries management zone RI (WPP-RI) 572 that known  possessing  fisheries potential up to 1.353.000 ton per year and fronthet prospect Sibolga Nusantara fishing port expected to be the economy growth and development center based on fisheries and expected to have an impact to increasing the social welfare. The study aims to determinate the condition of facilities, to analyze the utilization rate and necessity of the basic and functional facility and analyze optimization strategies to be applied in the development of PPN Sibolga. This study held on march 2014 at Sibolga Nusantara fishing port. The method used in this study was descriptive method and purposive sampling analysis of the utilization rate of facilities, analysis estimated and SWOT analysis were used in this study. The result obtained that the existing facilities at the Sibolga nusantara fishing port was still good condition and still proper to use, with the cruise line utilization rate 79%, 31% harbor pool, pier 74%, 19% TPI. From these result could be concluded than the optimization of basic facilities and fully functional facilities have not been utilized optimally. While the result obtained from the application of SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of an opportunity.

Page 1 of 2 | Total Record : 11