cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4: Oktober, 2015" : 25 Documents clear
PERBEDAAN UKURAN MATA JARING (MESH SIZE) DAN KECEPATAN HELA ALAT TANGKAP ARAD (Small Bottom Trawl) TERHADAP HASIL TANGKAPAN CUMI – CUMI (Loligo sp) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH Widiatmoko, Daryadi; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.76 KB)

Abstract

Perairan Rembang merupakan perairan yang terletak di Pantai Utara Jawa, dan merupakan bagian dari Propinsi Jawa Tengah, dengan sektor andalannya adalah perikanan. Penggunaan jaring arad di Rembang telah dilarang, tetapi di beberapa wilayah desa masih digunakan oleh sebagian nelayan untuk menangkap cumi–cumi (Loligo sp) pada musimnya, oleh karena itu modifikasi perlu dilakukan supaya lebih ramah lingkungan. Modifikasi arad dilakukan dengan merubah mesh size serta mencoba mencari kecepatan hela yang lebih baik. Modifikasi arad bertujuan supaya dapat meloloskan hasil tangkapan yang belum layak tangkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis komposisi hasil tangkapan cumi-cumi (Loligo sp) pada jaring arad. Metode yang digunakan adalah experimental fishing. Pengujian statistik dilakukan menggunakan Uji f one-way anova dengan taraf koreksi sebesar 5%. Hasil uji statistik jaring Arad (Genuine Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Hasil uji statistik jaring Arad Modifikasi (Modified Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi 0,001 < 0,005 sehingga H0 ditolak. Kesimpulan hasil pengujian “terdapat perbedaan nyata antara perbedaan kecepatan hela terhadap hasil tangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di perairan Rembang”. Uji lanjutan dilakukan menggunakan Uji post-hoc menggunakan Tukey HSD. Hasil uji post-hoc jaring Arad (Genuine Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi terkecil 0,000 yang dihasilkan oleh kecepatan 4 knot. Hasil uji post-hoc jaring Arad Modifikasi (Modified Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi terkecil 0,002 < 0,05 yang dihasilkan oleh kecepatan 4 knot, sehingga dapat diambil kesimpulan “kecepatan terbaik untuk mendapatkan Cumi-cumi (Loligo sp) terbanyak dengan kecepatan 4 knot”. Rembang waters are waters located on north coast of Java, and also part of Central Java Province, the fisheries sector is the mainstay. Squid (Loligo sp) is one of the important comodity of high economic value. Arad in Rembang use of nets have been banned, but in some rural area still used by some fisherman to catch squid (Loligo sp) on the season, therefore, modifications needs to be done to make it more enviromentally friendly. Arad modification done by changing the mesh size as well as trying to find a good speed dragger. The purpose of this research can to escape not worth catching of target catch. The method used was experimental fishing. Statistic testing was performed using the f test one-way anova with correction level of 5%. Statistical test result Arad (Genuine Small Bottom Trawl) obtained significance value 0,000 < 0,05so that H0 is rejected. Statistical test results Modification Arad (Modified Small Bottom Trawl) obtained significance value of 0,001 < 0,05 so that H0 is rejected. Conclusion The resulys of testing “There is a real difference between the dragged speed to catch Squid (Loligo sp) in Rembang Waters”. Further test carried out using post-hoc tests using Tukey HSD. Results of a post-hoc test Arad (Genuine Small Bottom Trawl) obtained significant value generated by the 0,000 smallest speed of 4 knots. Results of a post-hoc test Modification Arad (Modified Small Bottom Trawl) got the smallest significance value 0,002<0,05 were generated by the speed of 4 knots, so it can be concluded “the best speed to highest catches Squid (Loligo sp) with speed 4 knots”.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP ANCO (Lift Net) BERDASARKAN PERBEDAAN WAKTU PENGOPERASIAN SIANG DAN MALAM DI WADUK KEDUNGOMBO BOYOLALI Kirana, Esalistya Nuring; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.234 KB)

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan salah satu bagian dari sumberdaya perikanan perairan umum dan berperan sebagai tempat usaha perikanan tangkap, sumber protein hewani dan sumber pendapatan rumah tangga. Perairan Waduk Kedung Ombo memiliki potensi sumberdaya perikanan dalam kegiatan penangkapan. Salah satu alat tangkap yang yang di gunakan masyarakat nelayan kedung ombo di kenal dengan nama jaring Branjang. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data dan informasi komposisi jenis ikan, hasil tangkapan, operasional alat tangkap dan lingkungan. Penelitian dilakukan di Waduk Kedung Ombo, JawaTengah. Peneliti memusatkan penelitian pada perbedaan hasil operasi penangkapan antara siang dan malam. Metode penelitian dengan melakukan survey pada siang dan malam hari, yaitu pada bulan April 2015. Teknik pengambilan data dengan sampling,observasi dan wawancara pada nelayan dengan mencatat data dalam wawancara dan data perolehan hasil tangkapan. Data yang dihasilkan selanjutnya dikumpulkan dan dianalisa dengan metode deskripif. Hasil tangkapan yang didapat adalah ikan nila, Tawes, Sepat, Wader pari dan Wader andong, dengan ikan nila sebagai target utama. Hasil dari penangkapan pada siang hari didapat ikan nila dengan rata-rata  20,5 kg dan malam hari 16,7 kg dengan nilai signifikansi 0,003 (<α=0,05). Hasil penelitian di dapat menunjukkan bahwa, perbedaan waktu penangkapan antara siang dan malam berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan, dengan hasil tangkapan pada malam hari lebih banyak dari pada siang hari. Kedung Ombo is one part of the public waters of fishery resources and act as a fishery business, source of protein and a source of household income. Kedung Ombo waters have the potential of fisheries resources in fishing activities. One of the fishing gear in use fishing communities kedung ombo known by the name Branjang nets. The research objective is to obtain data and information on the composition of species of fish, catch, fishing gear and operating environment. The study was conducted in Kedung Ombo, Central Java. Researchers focused research on fishing operations yield difference between day and night. Research methods to conduct a survey on the day and night, ie in April 2015. Data collection techniques by sampling, observation and interviews on fishing by recording data in interviews and data acquisition catches. The data produced is collected and analyzed with descriptive methods. Catches obtained are tilapia, Tawes, Snakeskin, Wader Wader rays and buggy, with tilapia as the main target. Results of arrests during the day obtained tilapia with an average of 20.5 kg and 16.7 kg evenings with a significance value of 0.003 (<α = 0.05). Results of research on can show that, the time difference between day and night arrests significantly affect the catch, with catches at night more than during the day.
ANALISIS EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG, LAMONGAN Fatmawati, Hildani Yulia; Bambang, Azis Nur; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.103 KB)

Abstract

Pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan salah satunya dengan cara meningkatkan peran efisiensi dan optimalisasi fasilitas penunjang yaitu tempat pelelangan ikan. TPI Brondong merupakan salah satu sarana fasilitas yang dimiliki Pelabuhan Perikanan kelas II, namun sistem pemasaran hasil tangkapan tidak melakukan proses lelang, tetapi langsung menjual kepada konsumen/supplier. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi sarana dan prasarana TPI lama Brondong, mengukur presentase ikan yang dijual di luar TPI, dan menganalisis tingkat efisiensi TPI. Penelitian ini dilaksanakan di TPI Brondong bulan Februari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif pendekatan studi kasus. Metode analisis untuk menghitung efisiensi menggunakan skoring berdasarkan KEP.01/MEN/2007 tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi, Pengolahan dan Distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi sarana dan prasarana di TPI Brondong lama yaitu lantai lelang masih banyak yang berlubang, fasilitas sanitasi drainase dan kebersihan kurang berfungsi dan masih banyak kendaraan masuk ke area TPI. Sistem pemasaran di TPI Brondong tidak melalui sistem lelang, akan tetapi retribusi tetap berjalan. Tidak ada ikan yang dijual diluar TPI atau 100% ikan dijual di TPI Brondong dan hasil analisis efisiensi TPI Brondong belum cukup efisien. Alur pemasaran diperbaiki agar proses lelang/jual beli berjalan cepat dan efisien. Pencapaian efisiensi yang sempurna memerlukan peningkatan fasilitas teknis dan kebijakan otoritas TPI Brondong. The development of fishing port’s facilities and infrastructure is to increase the efficiency and optimalize supporting facilities, fish auction. Brondong fish auction is one of facility which by fishing port class II, the marketing system of fish catch is not through the auction process, but selling the fishing catch to consumer/supplier directly. The purpose of this study is to identify the facilities and infrastructure, to measure the presentage of  fishing catch that selling outside the fishing auction, and analyze the efficiency of fish auction. The research method in this research is case study. The metode analysis to measure of the fish auction efficiency used by KEP.01/MEN/2007 concern to Quality and Safety of Fish Product in Production Process, Cultivation and Distribution. The research result show that existing the facilities and infrastructure in Brondong fish auction the auction floor is perforated, sanitation facility of drainage and auction clean facilities are  useless  and there are many vehicles enter the fish auction. The efficiency analysis of fish auction is  inefficiency. To achieve perfect efficient score  is repair the marketing chain, techniccal facilities and policy authority of Brondong fish auction are needed.
ANALISIS EKONOMI RAWAI DASAR DENGAN J HOOK DAN CIRCLE HOOK DI PPI UJUNGBATU JEPARA JAWA TENGAH Wijayanti, Aryany Chandra Wahyu; Boesono, Herry; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.114 KB)

Abstract

Ikan demersal merupakan target dari alat tangkap rawai dasar. Rawai dasar banyak digunakan nelayan di Kabupaten Jepara, khususnya nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujungbatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat tangkap rawai dasar dengan mata pancing J dan mata pancing circle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan dari rawai dengan mata pancing J dan mata pancing circle, total biaya dan keuntungandari alat tangkap rawai dasar dengan mata pancing J dan mata pancing circle di PPI Ujungbatu, Jepara. Penelitian ini dilakukan pada 11 Oktober sampai dengan 29 November 2014 di Desa Ujungbatu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experimental. Analisis data meliputi homogenitas, normalitas dan uji t. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan jenis mata pancing yang berbeda bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan dan keuntungan. Circle hook lebih menguntungkan dibanding J hook. Analisis ekonomi rawai dasar dengan J hook dan circle hook membutuhkan modal Rp. 15.000.000,- untuk J hook dan circle hook, sedangkan untuk pendapatan diperoleh rata-rata Rp 219.871,- untuk J hook dan Rp. 276.675,- untuk circle hook, rata-rata keuntungannya Rp. 158.371,- untuk J hook dan Rp 215.175,- untuk circle hook. The demersal fishes as the fish target of bottom longline. It is mostly used by the fisherman in Jepara regency, especially in Fish Leanding Center (PPI) Ujungbatu.This research was conducted by using bottom longline with j hook and circle hook. The objective of this research to analyze the different income between bottom longline of J hook and circle hook, to calculate cost and profit fishing gear of bottom longline with J hook and circle hook in PPI Ujungbatu, Jepara. This research conducted on 11 October  to 29 November 2014 in Ujungbatu village. Experimental method was used in this research. Data analyzed by homogeneity, normality and t test. The research result showed that the use of different types of hook did significantly effect the income and profit. This research show that circle hook more profit than J hook. The economic analysis with J hook and circle hook requires a capital of Rp 15 million for the J hook and  for the circle hook , the average earned income of Rp 219 871 , - for J hook and Rp 276.675 , - for circle hook , the average profit is Rp 158.371 , - for J hook and Rp 215.175 , - for the circle hook.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN JARING ARAD (BABY TRAWL) DI PANGKALAN TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG Wibowo, Sri Gunawan Mulyo; Wijayanto, Dian; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.349 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sumber daya laut yang melimpah, sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan wilayah pesisir sebagai mata pencaharian utama. Namun, dengan kondisi sumber daya laut yang melimpah di kawasan pesisir nyatanya belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Menurut data BPS (2011) jumlah nelayan terbesar berada di Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara dengan jumlah 2.345 nelayan. 600 diantaranya menggunakan jaring arad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha yang dijalankan oleh nelayan jaring arad di tambak lorok kota semarang. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis ekonomi dan analisis finansial. Hasil penelitian dari analisis ekonomi untuk usaha perikanan Jaring Arad diperoleh biaya total Rp 104.517.060, dengan pendapatan Rp 128.475.000, dan keuntungan sebesar Rp 23.967.940 per tahun, Dari analisis keuntungan didapatkan hasil R/C untuk jaring arad 1,23 , NPV 112.697.368, PP 2,007. Sehingga dapat disimpulkan usaha perikanan jaring arad dengan hasil tangkapan ikan teri dan cumi di tambak lorok kota Semarang dinyatakan layak untuk dijalankan. Indonesia is an archipelago with abundant marine resources, theres many people who use the coastal areas as the main livelihood. However, the condition of marine resources in coastal areas in fact not capable of prospering society. According to BPS data (2011) the largest number of fishermen located in the Tanjung Mas Village, North Semarang with the number 2.345 fishermen. 600 of them using baby trawl. The aim of this study was to determine the feasibility of a business carried on by baby trawl in the Tambak Lorok Semarang. This research used simple random sampling. The research method use financial analysis. The results of the economic analysis of baby trawl obtained a total cost of Rp 104.517.060, with an income of Rp 128.475.000, and net profit at 23.967.940 million per year, From the analysis of the advantages obtained result R/C for baby trawl is 1,23, NPV 112.697.368 PP 2,007. so it can be concluded baby trawl fisheries with catches of anchovy and squid in  Tambak Lorok Semarang City declared eligible to run.
ANALISIS PEMASARAN HASIL TANGKAPAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Giamurti, Anis Syahfitri Rilia; Bambang, Azis Nur; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.667 KB)

Abstract

Kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor dengan harga rata-rata tertinggi pada tahun 2014 di PPN Brondong yaitu Rp. 55.558. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tipe distribusi, marjin dan efisiensi pemasaran setiap lembaga pemasaran di TPI lama PPN Brondong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode snowball sampling digunakan dalam penelitian ini. Analisis  data yang dilakukan meliputi aspek teknis, ekonomi dan pemasaran. Alat penangkapan Kakap merah adalah Cantrang, Pancing rawai dan Pancing ulur. Daerah penangkapan Kakap merah berada disekitar perairan Jawa Timur, Pulau Bawean dan Kepulauan Masalembu. Tipe distribusi pemasaran dalam penelitian adalah distribusi semi langsung dan tidak langsung. Tipe pasar dalam penelitian ini adalah pasar oligopsoni. Marjin pemasaran Kakap merah pada tipe distribusi 1: pedagang pengecer Rp. 9.275, tipe distribusi 2: pedagang pengumpul Rp. 2.594, pada pabrik pengolah ikan Rp. 43.000 dan pada eksportir Rp. 38.000. Efisiensi pemasaran tipe distribusi 1, pedagang pengecer : nilai efisiensi pemasaran 0,04, fisherman’s share : 71,83 % sedangkan tipe distribusi 2, pedagang pengumpul : efisiensi pemasaran 0,03, fisherman’s share : 95,65 %, pabrik pengolah ikan: fisherman’s share : 57 % dan eksportir: efisiensi pemasaran 0,35,  fisherman’s share : 62,50 %. Red snapper (Lutjanus sp.) is one of export commodities wich have highest average price in 2013 in Brondong Archipelagic Fishing Port Rp. 55.558. The objective of this research were to know and analyze marketing distribution, margins and efficiency in each marketing agencies in the old Fish Auction Place of Brondong Archepelagic Fishing Port. This research use descriptive method. Snowball sampling method was used on this research. The data analysis were technical, economic and marketing aspects. Red snappers are cathed by Boat seines, Long line and Hand line. Red snapper fishing ground areas were arround the East Java sea, Bawean and Masalembu Islands. Marketing distribution type in this research were semi-direct and indirect distribution. Market type of this research was oligopsoni market. Marketing margin on distribution type 1: retailers Rp. 9275,  on  distribution type 2: whole seller Rp. 2.594, 29, at the fish processing plant Rp. 43.000, at the exporter Rp. 36.000. Marketing efficiency on distribution type 1, retailers: marketing efficiency 0,04, fisherman's share: 71.83% while on distribution type 2, whole seller: marketing efficiency 0,03, fisherman's share: 95.65%, at the fish processing plant fisherman's share: 57%, exporter: marketing efficiency 0,35, fisherman's share: 62.50%.
ANALISIS FINANSIAL USAHA DOCKING KAPAL PURSE SEINE DI CV PUTRA BAROKAH KABUPATEN PATI Wibowo, Bagus Mukti; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.139 KB)

Abstract

Kapal purse seine adalah salah satu kapal yang secara khusus dirancang untuk digunakan menangkap ikan dengan jenis alat tangkap purse seine, yang berbahan dasar kayu, dimana bahan tersebut sangat memerlukan perawatan. Dock adalah suatu fasilitas yang dipergunakan untuk perbaikan kapal. Docking kapal menjadi suatu kegiatan ekonomi karena dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan. Di PPP Bajomulyo terdapat fasilitas docking yang dimiliki oleh CV Putra Barokah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas docking kapal yang telah ada di CV Putra Barokah Kabupaten Pati dan menganalisis aspek finansial usaha docking kapal purse seine dengan pendekatan NPV, IRR, B/C ratio dan PP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dock CV Putra Barokah sudah memenuhi kapasitas docking kapal purse seine di Kabupaten Pati, dikarenakan tidak melebihi daya tampung rata-rata per bulan dan Usaha docking kapal purse seine CV Putra Barokah di Kabupaten Pati dikatakan layak dan menguntungkan dilihat dari nilai rata-rata NPV sebesar Rp. 319.066.221,53, besar nilai rata-rata IRR adalah 28,84%, dan besar rata-rata nilai B/C Ratio adalah 1,54. Pengembalian modal sedang dengan nilai PP selama 4,87 tahun. Purse seiner is one of the ships that are specifically designed for use fishing with purse seine gear types, which is made from wood, where the material is in need of care. Dock is a facility that is used for ship repair. Docking the boat into an economic activity because it can generate revenue and profit. PPP Bajomulyo docking facilities are owned by CV Putra Barokah. The purpose of this study was to determine the capacity of the existing vessels docking in CV Putra Barokah Pati regency and analyze the financial aspects of the business docking purse seiner with the approach of NPV, IRR, B/C ratio and PP. The method used in this research is descriptive method, a method in researching the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system pemikiran, or a class of events in the present. The results showed that the Dock CV Putra Barokah already meet a capacity of purse seine vessels docking in Pati regency, because the capacity does not exceed the average per month and Docking attempt purse seiner CV Putra Barokah in Pati regency is feasible and advantageous seen from an average NPV value of Rp. 319,066,221.53, large average value of IRR is 28.84%, and the average size of the B / C ratio is 1.54. Payback was the PP value for 4.87 years. 
PERBEDAAN HASIL TANGKAPAN DAN TINGKAT KEUNTUNGAN NELAYAN TRAMMEL NET DAN NELAYAN GILL NET DI PERAIRAN PANTAI PASIR, KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN Prasetyo, Wahyu; Rosyid, Abdul; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.851 KB)

Abstract

Kebumen mempunyai panjang pantai 57,90 km, dimana 17,80 km terdiri dari pantai berbukit, berkarang dan sisanya merupakan pantai berpasir, serta luas wilayah laut yang dikelola 16.880,66 km2, dengan usaha penangkapan menggunakan trammel net, gill net, dan juga long line (rawai). Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung, menganalisis perbedaan hasil tangkapan, dan perbedaan besarnya keuntungan yang diperoleh nelayan trammel net dan gill net, menganalisis keuntungan dengan menghitung R/C Ratio, Rentabilitas, dan PP (Payback Period). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 11 untuk trammel net  dan 12 responden untuk gill net. Metode analisis yang digunakan adalah analisis ekonomi dan analisis finansial. Hasil penelitian dari analisis ekonomi untuk usaha perikanan trammel net diperoleh biaya total Rp 36.883.076,92, dengan pendapatan Rp 49.218.059,09, dan keuntungan sebesar Rp 12.334.982,2/th, sedangkan untuk gill net diperoleh biaya total Rp 37.532.927,35, pendapatan Rp 45.913.429,17, dan keuntungan Rp 8.380.501,82/th.  Dari analisis keuntungan didapatkan hasil R/C untuk trammel net 1,62 rentabilitas 53,41 %, PP 3,79. Sedangkan R/C untuk gill net 1,2 rentabilitas 18,04 %, PP 5,54. Hasil tangkapan yang diperoleh trammel net dan gill net  berbeda, untuk trammel net memperoleh udang Jerbung, udang Dogol, ikan Lidah, ikan Layur, dan ikan Kembung sedangkan untuk gill net  memperoleh hasil yang lebih variatif antara lain ikan Bawal Putih, ikan Layur, ikan Cucut, ikan Pari, ikan Manyung, dan ikan rucah lainnya. Kebumen has 57,90 km coastline, were 17,80 km is hilly coast, coral and the other’s sand beach, also has 16.880, 66 km2 marine areas, with fishing acctivies mostly used by trammel net, gill net, and longline fishing. The purpose of this study was to counting and analyze the differences in the catch, the difference in the amount of net profits betwen trammel net and gill net, analyze profits by calculating the R/C Ratio, Rentability, PP (Payback Period). Descriptive method based on case studies used in the study taking those sample. Sampling method used is purpsive sampling with 11 respondents for trammel net and 12 respndent for gill net. Method used is purposive sampling. Methods of analysis used is the economic analysis and financial analysis. Results of economic analysis to trammel net fishery  shows that  the total costs Rp 36.883.076,92, total revenue Rp 49.218.059,09, profit of Rp 12.334.982,2 by year,  to hade  gill net nets showed that the cost of Rp 37.532.927,35 total revenue amounting to Rp 45.913.429,17, a profit of  Rp 8.380.501,82 by year. From the analysis of the advantages in getting the R/C  for trammel net 1,33, rentability 26,33 %, PP 3,79. R/C for gill net 1,2, rentability 18,04, PP 5,54. By catch for trammel net and gill net are different, trammel net gets Penaeus merguensis, Metapenaeus monoceros, Cynoglossus lingua, Trichiurus lepturus, and Rastrelliger sp, while gill net gets Pampus argenteus, Trichiurus lepturus, Rhizoprionodon acutus, Dasyatis sp, Arius thalassinus, and the other fish. 
ANALISIS PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN DAN WAKTU PENANGKAPAN PADA JARING KONCONG (Encircling Gillnet) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DI DESA PULOLAMPES, BREBES Mardiansyah, -; Asriyanto, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.871 KB)

Abstract

Potensi sumberdaya ikan kembung yang ada di perairan Brebes perlu dilakukan upaya-upaya pemanfaatan, baik dengan cara meningkatkan usaha atau cara-cara yang sudah ada atau dengan cara mencari alternatif baru yang nantinya meningkatkan hasil tangkapan seperti yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh perbedaan lama perendaman pada alat tangkap jaring koncong terhadap hasil tangkapan ikan kembung, mengetahui dan menganalisis pengaruh perbedaan waktu penangkapan pada alat tangkap jaring koncong terhadap hasil tangkapan ikan kembung, dan mengetahui ada tidaknya interaksi antara perbedaan lama perendaman dengan perbedaan waktu penangkapan pada alat tangkap jaring koncong terhadap hasil tangkapan ikan kembung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu lama perendaman dan waktu penangkapan dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial, dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama perendaman ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan berat tangkapan ikan kembung yaitu yang terbaik adalah lama perendaman 3 jam; perbedaan waktu penangkapan ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan berat tangkapan ikan kembung yaitu yang terbaik adalah waktu penangkapan pagi; dan tidak ada pengaruh interaksi antara perbedaan lama perendaman waktu penangkapan terhadap jumlah dan berat tangkapan ikan kembung. Mackerel resource potential in Brebes waters efforts need some efforts to use it, either by increasing the effort or means of an existing a new way of alternatives that will improve the catch as expected. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of different soaking time on fishing gear for koncong net to catch mackerel, knowing and analyze the effect of different fishing time on fishing gear for jaring koncong to catch mackerel, and determine whether an interaction between difference soaking time and fishing time on koncong net to catch mackerel. The research method was the experimental fishing with 2 variables which are the type of soaking time and fishing time with 6 treatments. The data analysis used were the normality test One-Sample Kolmogorov Smirnov, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The results showed that the differences soaking time has an effect on the total catch and catch weight of mackerel, and the best is 3 hours soaking time; differences fishing time has an effect on the total catch and catch weight of mackerel, and the best is morning fishing time; and there was no interaction effect between difference soaking time and fishing time for the number and the weight of mackerel catch.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN Sundari, Ratri; Rosyid, Abdul; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.71 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Wonokerto Kabupaten Pekalongan merupakan Unit Pelaksana Teknis dibawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. PPP Wonokerto awalnya merupakan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang diresmikan pada tahun 1986, kemudian mulai operasional menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai pada tahun 2010. Pemanfaatan fasilitas yang ada di pelabuhan bukan hanya oleh masyarakat Wonokerto saja, tetapi juga oleh masyarakat dari daerah lain. Hal ini disebabkan  banyak kapal-kapal pendatang ikut bersandar dan melelangkan hasil tangkapannya di PPP Wonokerto. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas dasar dan fungsional, kemudian meramalkan jumlah produksi, kunjungan dan keberangkatan kapal serta menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas dasar dan fungsional di PPP Wonokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan pengambilan sampel kuota sampling, menggunakan analisa tingkat pemanfaatan dan analisa forecasting. Hasil penelitian diperoleh dari analisis forecasting jumlah kunjungan dan keberangkatan perahu <7GT mengalami penurunan sebesar 6-8% dan kapal <10GT mengalami kenaikan sebesar 6-8% sedangkan jumlah produksi naik 0,3% setiap tahunnya. Hasil perhitungan tingkat pemanfaatan area pelabuhan 29,1%, alur pelayaran 83%, dermaga 76,4% dan TPI 85,7%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas dasar dan fungsional secara keseluruhan termanfaatkan secara optimal. Wonokerto coastal fishing port Pekalongan is a technical unit under the department of marine and fisheries Central Java. Wonokerto coastal fishing port initially a fish landing base which established in 1986, then started becoming operational coastal fishing port in 2010. Utilization of existing facilities not only used by Wonokerto objectives fishers, but also fishers from other regions. This research was conducted in April 2015. This research identified basic and functional facilities, predicted fishery production and boat frequency and analyzing the utilization rate of basic and functional facilities in Wonokerto coastal fishing port. The method in this study was descriptive analytic used quota sampling. Used analysis of the level of utilization and forecasting analysis. Results from analysis forecasting of boat arrival frequency and departure boat of <7 GT decline 6-8% and <10 GT raise 6-8% and of fishery production increase 0,3% every year. Results calculation port area utilization 29,1%, the fairway utilization 83%, pier utilization 76,4% and 85,7% for utilization of TPI. From these results can be concluded that the utilization rate of basic and functional facilities were utilized optimally.

Page 1 of 3 | Total Record : 25