cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4: Oktober, 2016" : 23 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KAPAL PERIKANAN BERBAHAN DASAR KAYU DI PPP KLIDANGLOR, DESA KARANGASEM KECAMATAN BATANG JAWA TENGAH Simamora, Yeni Elizabeth; Setiyanto, Indradi; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.097 KB)

Abstract

Biaya produksi kapal perikanan berbahan kayu tergantung jenis kayu yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi tentang gambaran biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan kapal kayu, mengetahui biaya penyusutan dan perawatan kapal kayu dan mengkaji kelayakan usaha pembuatan kapal kayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis data yang digunakan di bagi tiga yaitu perhitungan biaya produksi, perhitungan biaya penyusutan dan perawatan kapal, dan analisis usaha pembuatan kapal.   Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa biaya produksi yang dikeluarkan kapal kayu dengan ukuran kisaran antara 30 GT – 50 GT sebesar Rp.424.437.500,00 dan kapal dengan ukuran kisaran antara 50 GT – 80 GT sebesar Rp.930.437.500,00 namun biaya tersebut tidak termasuk biaya mesin dan instalasinya. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan bahwa nilai R/C, PP, NPV, IRR, Net B/C dengan ukuran kapal kisaran antara 30 GT – 50 GT berturut – turut 2,9, 0,35, 119.500.000, 51%, 4,2 dan pada ukuran kapal kisaran antara 50 GT – 80 GT berturut – turut 1,5, 1,05, 39.440.000, 50%, 2,7. Hasil perhitungan tersebut melebihi batas kelayakan usaha, sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha galangan kapal di Batang layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan
STRATEGI PENGEMBANGAN BERDASARKAN TINGKAT PEMANFAATAN DAN TINGKAT KEPUASAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS, KOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT Kartika P, Primusdika; Triarso, Imam; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.803 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Rengas di Kota Pontianak Kalimantan Barat, perlu menangkap peluang-peluang baru dengan meningkatnya persaingan, tantangan dan tuntutan masyarakat perikanan, ke arah perbaikan yang diinginkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengambilan sampel menggunakan kuota sampling, analisa tingkat pemanfaatan, analisa likerts dan analisa SWOT . Hasil penelitian diperoleh dari analisis likerts responden nelayan sekitar pengguna pelabuhan, nilai skor pemanfaatan fasilitas pelabuhan 2,81 dan responden pegawai pelabuhan, nilai skor pemanfaatan fasilitas pelabuhan berkisar antara 3,22 dengan hasil baik. Hasil perhitungan tingkat pemanfatan alur pelayaran adalah 80%, tingkat pemanfatan dermaga barat 62%, tingkat pemanfatan dermaga timur 82% dan tingkat pemanfatanTPI adalah 26% dengan hasil kurang optimal. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas fungsional secara keseluruhan belum termanfaatkan secara optimal. Hasil analisa SWOT total skor pada faktor internal dan eksternal matrik. Dari perhitungan skoring faktor total nilai skor untuk faktor internal didapatkan 2,96 sedangkan untuk faktor eksternal didapatkan 2,85 yang untuk selanjutnya ditempatkan pada matrik  didapatkan  pada kuadran I yaitu strategi S-O (strength-opportunity). Strategi ini dibuat untuk menggunakan seluruh kekuatan untukmemanfaatkan peluang yang ada Oleh karena itu adanya PPP Sungai Rengas perlu terus dikembangkan
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING NYLON (GILL NET) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TANJUNGSARI KABUPATEN PEMALANG Saputra, Pradipta Diaz Dwi; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.931 KB)

Abstract

Kabupaten Pemalang memiliki 5 PPI yaitu Tanjungsari, Asem Doyong, Mojo, Ketapang dan Tasikrejo. Dari kelima PPI tersebut, PPI Tanjungsari merupakan PPI terbesar pertama di Kabupaten Pemalang. Mayoritas penduduk di Tanjungsari sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan yaitu sebesar 9.011 orang. Alat tangkap yang paling dominan digunakan oleh nelayan di PPI Tanjungsari adalah alat tangkap Jaring Nylon (Gillnet) dengan jumlah 330 unit. Jaring Nylon (Gillnet) dioperasikan dengan motor tempel dengan lama pengoperasian 4 hari per trip pada musim biasa, sedangkan pada musim puncak pengoperasiannya dilaksanakan 4-5 hari dan pada musim paceklik pengoperasiannya dilakukan 1 trip sekali setiap bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2016 di PPI Tanjungsari Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, Propinsi Jawa Tengah. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan penentuan jumlah sampel ini menggunakan rumus Suparmoko pengambilan sampel menurut Margono dengan jumlah responden 12 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan Payback Periode (PP). Dari analisis finansial yang dikaji untuk usaha perikanan tangkap jaring nylon (Gillnet) di PPI Tanjungsari diperoleh hasil sebagai berikut NPV dengan nilai Rp. 200.144.500,-, IRR 45% dengan nilai B/C 1,15 dan nilai PP 4,07. Dari penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah usaha perikanan tangkap jaring nylon (Gillnet) di PPI Tanjungsari Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, dikatakan layak dan menguntungkan
ANALISIS SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU DI PERAIRAN KABUPATEN BELITUNG Sani, Agus Rosadi; Pramonowibowo, Pramonowibowo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.237 KB)

Abstract

Penentuan daerah penangkapan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan. Dalam menentukan daerah penangkapan ikan nelayan pada umumnya masih menggunakan cara yang sederhan seperti melihat tanda-tanda alam atau berdasarkan naluri. Salah satu cara yang lebih maju dalam menentukan daerah penangkapan ikan adalah dengan menggunakan penginderaan jauh melalui sebaran oseonografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan perahu dan hasil tangkapan ikandi perairan Kabupaten Belitung, mengidentifikasi faktor oseonografi yang berpengaruh terhadap kedalaman, suhu, salinitas, dan kecepatan arus, terhadap variasi jumlah hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah metode deskriftif dan metode analisis data spasial. Pengolahan data menggunakan parameter sebaran dari hasil tangkapan ikan pelagis kecil dan parameter oseonografi, didukung dengan citra satelit Landsat ETM7 serta  program aplikasi Er Mapper 7.0. Hasil penelitian berupa peta daerah penangkapan bagan perahu, dari 34 titik stasiun daerah penangkapan ikan di peroleh sebagai berikut: kedalaman perairan 20-34 meter, salinitas 29-40‰, kecepatan arus 0,06-0,83,suhu 26-29,9⁰C. Hasil tangkapan berupa ikan selar (Trevallies) 2005,6 kg, ikan tembang (Clupea sp) 2010.5 kg, cumi-cumi (Loligo sp) 56.5 kg, Alu-alu , ikan Kembung (Rastrelliger sp) 700.5 kg  dan ikan petek (Leiognathus sp) 256 kg.
NALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) TERHADAP PERBEDAAN SUDUT KEMIRINGAN PINTU MASUK DAN CELAH PELOLOSAN BUBU (SKALA LABORATORIUM) Hasanah, Mauidzatul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.952 KB)

Abstract

Kepiting merupakan komoditas perikanan yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penangkapan kepiting bakau dapat dilakukan menggunakan perangkap, salah satunya adalah bubu lipat. Desain pintu masuk (funnel) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penangkapan dengan bubu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perbedaan sudut kemiringan pintu masuk bubu terhadap kecepatan merayap kepting bakau, sudut kemiringan yang optimal untuk bubu dan mengetahui presentase pelolosan kepiting pada celah pelolosan berukuran 3 cm x 10 cm. Sudut yang dipakai dalam penelitian adalah sudut 20°, 30° dan 60°, dengan bidang jaring berbentuk kotak. Untuk menentukan pengaruh kemiringan sudut terhadap kecepatan merayap kepiting digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting bakau dapat melintasi bidang jaring berbentuk kotak dengan mudah pada sudur 20° dibandingkan sudut 60°. Kecepatan tertinggi adalah pada sudut 20° sebesar 0.022 m/s dan kecepatan terendah pada sudut 60° sebesar 0,008 m/s, sedangkan pada sudut 30° sebesar 0,015 m/s. Perbedaan sudut kemiringan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecepatan merayap kepiting bakau dan desain yang ideal adalah bubu dengan sudut kemiringan 30°. Celah pelolosan dengan ukuran 3 x 10 cm dapat meloloskan kepiting bakau sebesar 47%.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO PATI, JAWA TENGAH Gandara, Gandy Ahmad Noor; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.471 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang  prasarana pelabuhan perikanan, yang berfungsi sebagai sarana penunjang kegiatan perikanan di Kabupaten Pati. PPP Bajomulyo dilengkapi dengan beberapa fasilitas, diantaranya adalah fasilitas fungsional. Perlu diteliti seberapa besar tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional tersebut sudah mencapai optimal dalam pemanfaatannya, serta menyusun strategi untuk mengembangkan fasilitas fungsional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2015 di PPP  Bajomulyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, dekriptif yang bersifat survey. Metode analisis data menggunakan analisis tingkat pemanfaatan, skala pengukuran (Skala Likert’s), analisis Time Series untuk mengetahui proyeksi kebutuhan sarana dan prasarana selama 5 tahun kedepan dari tahun 2015 sampai tahun 2019, dan analisis SWOT untuk strategi pengembangan. Tingkat pemanfaatan TPI Unit I sebesar 63,6% dan Unit II sebesar 98%. Fasilitas fungsional PPP Bajomulyo berdasarkan skoring rata-rata pada skala 3 yang berarti dalam kondisi baik, Tingkat kebutuhan di PPP Bajomulyo menunjukan jumlah kebutuhan solar, es, dan air tawar yang di butuhkan oleh PPP Bajomulyo pada periode tahun 2015 sampai tahun 2019 di perkirakan akan mengalami penurunan namun tidak signifikan jika dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya yang fluktuatif, Strategi yang harus dilakukan yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi agar memiliki harga yang optimal. Meningkatkan pelayanan, keamanan, perbekalan melaut untuk meningkatkan jumlah dan nilai produksi. Memperluas area distribusi hasil produksi khususnya ekspor hasil tangkapan ikan-ikan komoditas penting.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP TRAMMEL NET DENGAN FISHING BASE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMA Sembiring, Wirani; Fitri, Aristi Dian Purnama; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.595 KB)

Abstract

Jumlah trammel net di PPP Morodemak yaitu sebanyak 214 unit. Hasil tangkapan nelayan trammel net semakin menurun hal ini disebabkan bertambah banyaknya jumlah arad pada tahun 2012 sampai 2014. Harga hasil tangkapannya terbilang tinggi rata-rata Rp.65.000 per kg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis meliputi desain dan kontruksi alat tangkap, sarana apung (perahu), metode pengoperasian dan menganalisis aspek finansial meliputi NPV (Net Present Value), B/C (Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), PP (Payback Period) usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Analisis finansial yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan PP. Dari hasil penelitian ini diperoleh trammel net di PPP Morodemak mempunyai panjang jaring 30 m dan tinggi 1,5 m, mesh size of inner net yaitu 4,5 cm, outter net yaitu 16,5 cm, dan panjang tali ris 30 m. Metode pengoperasiannya yaitu waktu setting 30 menit, immersing 25-35 menit, dan hauling 30-60 menit. Perahu yang digunakan berukuran rata-rata panjang 6,5 m, lebar 2,5 m dan tinggi 1 m. Dari analisis finansial diperoleh nilai rata-rata NPV usaha perikanan tangkap trammel net adalah Rp. 70.935.504, IRR 68 %, B/C Ratio 1,18, dan payback period adalah 2,43 tahun. Dapat disimpulkan usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak layak dan menguntungkan
ANALISIS DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI (Loligo sp) Di KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Septiani, Dwi; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.261 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal mempunyai sub sektor perikanan laut yang pada tahun 2014 menghasilkan 2.055.180 kg ikan. Kabupaten Kendal memiliki lima Tempat pelelangan Ikan (TPI). Hasil perikanan di Kabupaten Kendal selain menjadi konsumsi masyarakat lokal juga dikirim keluar daerah. Cumi-cumi merupakan salah satu hasil perikanan yang memiliki produksi tinggi. Kegiatan pemasaran Cumi-cumi di Kabupaten Kendal melalui dua perantara yaitu dilelang di TPI dan dijual ke tengkulak. Nelayan yang memiliki ikatan hutang dengan tengkulak harus menjual hasil tangkapan ke tengkulak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran hasil tangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di Kabupaten Kendal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dan mengunakan metode snowball sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui di Kabupaten Kendal ada empat distribusi pemasaran. Nelayan menjual hasil tangkapannya melaui TPI maupun tengkulak, kemudian pedagang pengumpul dan pedagang pengecer membeli Cumi-cumi (Loligo sp) melalui TPI maupun tengkulak. Distribusi pemasaran yang paling efisien yaitu distribusi pemasaran 2 yaitu nelayan → tengkulak → pedagang pengecer → konsumen, di saluran distribusi 2 yang paling efisien ditingkat pedagang pengecer dengan nilai efisiensi terkecil yaitu 0,02. Selain itu pada distribusi pemasaran 2 ditingkat pedagang pengecer memiliki nilai margin pemasaran terkecil Rp. 4.764 dan fisherman’s share terbesar yaitu 85,49%.
ANALISIS KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN KEUNTUNGAN USAHA PENANGKAPAN PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN, JAWA TENGAH Angriani, Farah Diba; Boesono, Herry; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.934 KB)

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap yang menghasilkan produksi paling besar diantara alat tangkap lainnya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Hasil tangkapan alat tangkap purse seine didominasi oleh ikan pelagis kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan purse seine; menganalisis keuntungan; dan menganalisis aspek finansial. Metode penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan multistage sampling. Purse seine dibagi 2 strata yaitu kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan ukuran >90 GT. Analisis dilakukan pada komposisi hasil tangkapan dan finansial kapal purse seine. Analisis finansial usaha menghitung PP,NPV,R/C ratio,dan IRR. Hasilnya menunjukkan hasil tangkapan kapal purse seine ukuran 60-90 GT maupun >90 GT didominasi ikan Layang (Decapterus sp). Rata-rata keuntungan per tahun yang didapatkan oleh kapal purse seine ukuran 60-90 GT adalah Rp. 410.718.500,- sedangkan pada kapal purse seine ukuran >90 GT adalah Rp. 534.058.873,-. Hasil analisis PP dari kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan kapal purse seine ukuran >90 GT masing-masing yaitu 3,38 dan 2,39. NPV kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan ukuran >90 GT masing-masing yaitu Rp. 1.832.448.823,- dan Rp. 980.692.500,-. R/C ratio kapal purse seine ukuran 60-90 GT adalah 1,72 sedangkan kapal purse seine ukuran >90 GT adalah 2,39. IRR kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan ukuran >90 GT yaitu 35% dan 22%.
Strategi Pengembangan Kelembagaan Pemasaran Ikan Komoditas Utama Di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak, Kabupaten Demak Manik, Dessyanti; Bambang, Azis Nur; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.099 KB)

Abstract

Kelembagaan pemasaran ikan sangat penting dalam kegiatan pemasaran dan kelembagaan pemasaran berfungsi dalam mendukung keberhasilan nelayan dalam mengoptimalkan kegiatan pemasaran. Kurang berfungsinya kelembagaan pemasaran menyebabkan pemasaran tidak efisien, seperti biaya pemasaran tinggi dan distribusi marjin tidak merata. Untuk itu diperlukan adanya strategi pengembangan kelembagaan pemasaran agar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai pemasaran kelembagaanikan komoditas utama, menganalisis margin pemasaran yang diterima oleh masing-masing pelaku pemasaran dan menganalisis strategi pengembangan kelembagaan pemasaran ikan di PPP Morodemak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Penentuan responden dengan dua cara yaitu melakukan wawancara terhadap beberapa key person berjumlah 6 responden dalam penentuan strategi pada Analisis SWOT serta Analisis Marjin Pemasaran menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu nelayan 12 orang, bakul besar 10 orang dan bakul kecil 10 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang berada di PPP Morodemak terdapat 6 saluran. Marjin pemasaran yang diperoleh oleh pedagang pengumpul besar lebih besar dibandingkan pedagang pengumpul kecil serta memiliki keuntungan yang maksimal dan strategi pengembangan yang menjadi prioritas utama dalam pemasaran ikan Kembung dan ikan Tongkol di PPP Morodemak yaitu didapatkan hasil S-O (Strength -Opportunity) dengan total skor 1,0 yaitu memperluas distribusi pemasaran ikan sesuai dengan tingginya permintaan.

Page 1 of 3 | Total Record : 23