cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Struktur Dan Komposisi Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove Di Kecamatang Genuk Kota Semarang Tarida, Tarida; Pribadi, Rudhi; Pramesti, Rini
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.466 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i2.25899

Abstract

ABSTRAK : Kawasan mangrove di pesisir Kecamatan Genuk Kota Semarang merupakan daerah dengan tingkat kegiatan manusia yang tinggi. Lahan ini banyak dikonversi menjadi lahan pemukiman, perindustrian dan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi gastropoda pada kawasan mangrove. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga September 2015. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dan pengumpulan sampel menggunakan Sample Survey Method. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 lokasi, masing-masing lokasi terdiri dari 3 transek yang berukuran 5m x 5m. Sampel yang diperoleh diawetkan dan diidentifikasi (FAO Volume 1, 1998). Hasil penelitian diperoleh 9 spesies gasropoda dari 5 famili yaitu Sphaerassiminea miniata (Assiminidae), Cassidula nucleus, C.aurisfelis (Ellobidae), Littorina melanostoma (Littorinidae), Neritina violacea (Neritidae), Telescopium telescopium, Cerithidea obtusa, Terebralia palustris dan Pleuroploca trapezium (Potamididae). Spesies yang dominan adalah C.nucleus dan C.aurisfelis. Rata-rata kelimpahan gastropoda di seluruh lokasi adalah 98 ind/25m² hingga 155 ind/25m². Indeks keanekaragaman (H’) sebesar 0,96 – 1,17 termasuk kedalam kategori rendah-sedang. Indeks keseragaman (e) sebesar 0,72-0,80 termasuk dalam kategori sedang-tinggi. Indeks dominasi (c) menunjukkan tidak adanya spesies yang mendominasi pada lokasi penelitian. Secara keseluruhan pola sebaran gastropoda menunjukkan sebaran yang mengelompok (Clummped). Dan nilai indeks kesamaan komunitas antar lokasi yaitu 54,5% hingga 75%, berkategori sedang-tinggi. ABSTRACT : The area of mangroves in the coastal Kecamatan Genuk are high levels of human activity. Mangrove area were converted to settlements, industry and aquaculture. The purpose of this research would to determine the implementation about the structure and composition of  gastropod community at mangrove area. This research was conducted during July to September 2015. The method of this reseach is descriptive method and the collection of samples using the Sample Survey Method. This reseach divided at 3 locations, sampling performed measuring 5 m x 5 m. The samples obtained were preserved and identified (FAO book Volume 1, 1998). Results of this reseach was found 9 gasropods from 5 families namely, Sphaerassiminea miniata (Assiminidae), Cassidula nucleus, C.aurisfelis (Ellobidae), Littorina melanostoma (Littorinidae), Neritina violacea (Neritidae), Telescopium telescopium, Cerithidea obtusa, Terebralia palustris and Pleuroploca trapezium(Potamididae). The most dominant species is C.nucleus and C.aurisfelis. The average gastropod abundance of all locations ranged between 98 ind/25 m² up to 155 ind/25 m². The index of diversity (H') ranging between 0.96 –1.17 including low-medium category. The uniformity index (E) ranges from 0.72-0.80 is included in the category of medium-high. Dominance index (c) indicates the absence of a dominant species this research. The pattern of distribution gastropods indicating a clumped distribution. While the index value similarity between Community research location ranged from 54.5% to 75%, medium-high categories.
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN PANTAI PRAWEAN BANDENGAN, JEPARA Prita, Arum Wahyuning; Riniatsih, Ita; Ario, Raden
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.814 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6012

Abstract

Fitoplankton merupakan salah satu mikroorganisme autotrop yang hidup di perairan dan memiliki fungsi sebagai produsen primer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton pada ekosistem padang lamun di kawasan pantai Prawean Bandengan Jepara yang meliputi pengukuran kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi dan kesamaan komunitas fitoplankton. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Juli sampai September 2012 pada padang lamun alami dan buatan yang meliputi studi literatur, observasi awal lokasi penelitian, pengambilan sampel dan analisis data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan sifat eksploratif. Pengumpulan data menggunakan sampel survey method dan penentuan lokasi dengan metode purposif. Komposisi fitoplankton yang ditemukan pada Ekosistem Padang Lamun Alami dan Buatan di Perairan Pantai Prawean Jepara, terdiri dari 44 genera yang termasuk dalam 3 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, dan Dinophyceae. Hasil Kelimpahan fitoplankton tertinggi ditemukan pada stasiun IV yaitu 220530 sel/m³. Kelimpahan fitoplankton terendah ditemukan pada stasiun II yaitu 170829 sel/m³. Hasil Indeks Keanekaragaman fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun IV bernilai rata-rata 2,15. Kisaran tersebut tergolong sedang. Dan terendah ada pada stasiun II bernilai rata-rata 2,05. Hasil Indeks Keseragaman fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun IV bernilai rata-rata 0,57 dan terendah ada pada stasiun II bernilai rata-rata 0,54 yang berarti keseragaman sedang. Hasil Indeks Dominansi tertinggi ada pada stasiun II bernilai rata-rata 0,46. Stasiun IV bernilai terendah yaitu 0,43 menunjukkan tidak ada dominasi diperairan tersebut. Indeks Kesamaan Komunitas fitoplankton tertinggi terjadi pada stasiun III dan IV sebesar 73,44 % yang menunjukkan kesamaan atau hampir mirip.
Kemampuan Adsorbsi Kitosan Dari Cangkang Udang Terhadap Logam Timbal Iriana, Deska Dwi; Sedjati, Sri; Yulianto, Bambang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.057 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i4.25929

Abstract

ABSTRAK : Logam berat yang terkandung didalam limbah industri akan menjadi bahan pencemar berbahaya apabila melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pengolahan terhadap limbah industri menggunakan kitosan untuk menurunkan kadar logam berat timbal (Pb) melalui proses adsorbsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kitosan dalam menurunkan kadar logam berat timbal (Pb) dan mengetahui kapasitas adsorbsinya. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dan rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga kali pengulangan. Perbedaan perlakuan kitosan yang digunakan yaitu K (Kontrol), A (0,5%), B (1%), C (1,5%), D (2%) dengan logam berat timbal (pb) awal sebesar 2,85 ppm. Kitosan masing-masing dilarutkan dalam asam asetat 1% sebanyak 10 ml. Larutan kitosan dengan perbedaan konsentrasi direaksikan dengan larutan logam timbal (Pb) 90 ml menggunakan magnetik stirer. Reaksi dilakukan selama 30 menit dalam 100 rpm. Pengukuran kadar logam berat timbal (Pb) menggunakan Atomic Adsorption Spectrofotometri (AAS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar logam berat timbal (Pb). Daya serap kitosan pada konsentrasi A (0,5%) adalah 94,07%; B (1%) adalah 94,39%; C (1,5%) adalah 94,39% dan D (2%) adalah 94,97%. Kapasitas adsorbsi yang dihasilkan pada konsentrasi A (0,5%) adalah 5,36 mg/g; B (1%) adalah 2,69 mg/g; C (1,5%) adalah 1,79; dan D (2%) adalah 1,35mg/g. Daya serap tertinggi pada konsentrasi 2% yaitu 94,97% dan kapasitas adsorbsi tertinggi sebesar 5,36 mg/g pada konsentrasi 0,5%. ABSTRACT : Heavy metal which is contained in industrial waste will be dangerous if contaminants exceed the threshold. One of the precautions that can be done is processing the industrial waste use chitosan to reduce levels of heavy metals lead (Pb) through adsorption process. This study aims to determine the ability of chitosan to reduce level of heavy metals lead (Pb) and determine the capacity of its adsorption. The study was conducted in laboratory scale and the design that used in this experiment is complete randomized design with three replications. Different chitosan treatments that used are K (control), A (0.5%), B (1%), C (1.5%), D (2%) with 2,85 ppm heavy metal lead (pb) as early concentration. Each chitosan treatments dissolved in 1% acetic acid 10 ml. Chitosan solution with different concentrations of the metal reacted with lead (Pb) solution of 90 ml using a magnetic stirrer. The reaction was performed for 30 minutes in 100 rpm. Measurement of levels of heavy metals leads (Pb) using Atomic Adsorption Spectrofotometri (AAS). The results showed a decrease in levels of heavy metals lead (Pb). Absorptive capacity of chitosan at a concentration of A (0.5%) is 94.07%; B (1%) is 94.39%; C (1.5%) is 94.39% and D (2%) is 94.97%. Adsorption capacity resulting in the concentration of A (0.5%) is 5.36 mg/g; B (1%) is 2.69 mg/g; C (1.5%) is 1.79 mg/g; and D (2%) is 1,35 mg/g. The highest absorption capacity is in concentration of 2% is 94.97% and the highest adsorption capacity is 5.36 mg/g at a concentration of 0.5%
Uji Fitokimia dan Aktivitas Antijamur Ekstrak Teripang Keling (Holoturia atra) Dari Pantai Bandengan Jepara Terhadap Jamur Candida albicans Septiadi, Tedi; Pringgenies, Delianis; Radjasa, Ocky Karna
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.857 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2355

Abstract

Holothuria atra is one of the marine lifes that lives at the bottom of the substrate, and able to adapt to its environment. Several previous studies showed that extracts of H. atra from different waters have activity as an antifungal. Fungus Candida albicans is one of human pathogens that attack on the mucosa of the mouth, skin and vagina. The purpose of this study were to identify the compounds contained in the extracts of H.atra and examine the effect of extracts concentration against C. albicans. The process of extraction was done by maceration with solvent n-hexane, ethyl acetate and methanol. Testing of secondary metabolites was carried out using phytochemical screening methods while testing antifungal activity was using agar diffusion test. The results showed that the extracts of H.atra contained saponins, alkaloids, steroids and triterpenoids. Antifungal activity assays showed that the n-hexane extract did not show any inhibition zone, while the ethyl acetate and methanol extracts showed inhibition zone at a concentration of 1 mg / disk with a large zone of inhibition of 8.27 ± 0.06 and 8.07 ± 0 , 12 mm, respectively based on these results it can be concluded that the extract of ethyl acetate solvent H.atra has strong potential as antifungal.
Kajian Perubahan Luas Mangrove Menggunakan Metode Ndvi Data Citra Satelit Landsat 7 Etm+ Dan Landsat 8 Etm+ Tahun 1999, 2003 Dan 2013 Di Pesisir Desa Berahan Kulon Dan Desa Berahan Wetan Kecamatan Wedung, Demak Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa; Pribadi, Rudhi; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.176 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11427

Abstract

Penelitian tentang perubahan luasan mangrove dengan menggunakan Penginderaan Jauh di Desa Berahan Kulon dan Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai dengan bulan Desember 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan luasan mangrove periode 1999-2013 dengan memanfaatkan data citra Landsat 7 ETM+ 1999; Landsat 7 ETM+2003; dan Landsat 8 ETM+ 2013. Pengamatan kondisi mangrove di lapangan dengan menggunakan metode plot kuadrat berukuran 10 m x 10 m dan pengolahan pada citra menggunakan analisis NDVI (Normalized Differencce Vegetation Index) dengan klasifikasi unsupervised. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa selama rentang waktu 1999 - 2003 terjadi perubahan dengan perincian kerapatan jarang mengalami pertambahan luas semula 3,07ha menjadi 6,79ha; kerapatan sedang bertambah luas semula 16,48ha menjadi 36,37ha; dan kerapatan lebat penurunan luas semula 89,69ha menjadi 85,42 ha. Sementara itu, pemetaan kedua selama rentang tahun 2003 - 2013 terjadi perubahan dengan perincian data kerapatan jarang mengalami penurunan luas semula 6,79ha menjadi4,14ha; kerapatan sedang mengalami penurunan luas semula 36,37ha menjadi 30,24 ha; dan kerapatan lebat semula 85,42ha menjadi 75,06 ha. Komposisi vegetasi mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian diantaranya adalah Avicennia marina, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa
STUDI KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK EKOWISATA DIVING DAN SNORKELING DI PERAIRAN PULAU KERAMAT, KEBUPATEN SUMBAWA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Widhianingrum, Indriani; Indarjo, Agus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.56 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3147

Abstract

Keramat Island is an uninhabited island and one of the favored tourism area in Sumbawa which has considerable potential as a tourist area with beautiful and unspoiled natural scenery, away from the activities surrounding communities, with a white sandy expanse full of flora and fauna and the pollution level is very small.The research was conducted in the waters of Keramat Island, Sumbawa district on September - November 2011 with the aim to determine the potential that exists in the waters of Keramat Island and assess the suitability of Keramat Island waters as diving and snorkeling ecotourism.The method used in this research is descriptive exploratory method. The analysis used in this study is an analysis of the water suitability, that is by comparing the characteristics and quality of the waters with the land usage requirements for certain tourist activities.Results of the study showed that the Keramat Island waters has a good potential for Diving and Snorkeling with the potential for the highest live coral reefs 84.15% and the lowest 38%, 5-11 Life form coral and various fish species are 40-127 species. The greater the percentage of coral reefs in the waters, the greater the species of fish and coral life form. Diving suitability of Keramat Island waters is in the S1 category (very appropriate) with IKW at Station 1-6 ranged between 90-100% and the snorkeling suitability of Keramat Island waters is in the S1 category (very appropriate) with IKW at Station 7-12 of 100%.
Kadar Total Lipid Mikroalga Nannochloropsis oculata Hibberd, 1981 (Eustigmatophyceae : Eustigmataceae) Berdasarkan Perbedaan Salinitas dan Intensitas Cahaya Arihanda, Dea Davita Putri; Suryono, Suryono; Santosa, Gunawan Widi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.754 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25263

Abstract

Nannochloropsis oculata merupakan alga yang memiliki kadar lipid tinggi dan mudah dibudidayakan karena hanya bantuan cahaya matahari, karbon dioksida dan air laut mampu berkembang biak dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan salinitas dan intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan kadar total lipid pada mikroalga N. oculata. Penelitian ini dilaksanakan secara laboratoris, dengan Rancangan Faktorial. Perlakuan yang diuji cobakan yaitu A1( Salinitas 33 ‰), A2 (Salinitas 31 ‰), dan A3 (Salinitas 35 ‰), serta B1 (Intensitas Cahaya 500 lux), B2 (Intensitas Cahaya 1500 lux), B3 (Intensitas Cahaya 3000 lux), yang diperbandingkan dengan Perlakuan Kontrol. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil analisis pertumbuhan mikroalga N. oculata dan kandungan lipid dilakukan dengan Analisis Sidik Ragam dan dilakukan uji lanjutan Analisis Duncan Multiple Range Test dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mikroalga N. oculata tertinggi dicapai oleh perlakuan A1B3 (Salinitas 33 ‰ dan Intensitas Cahaya 3000 lux) sebesar 19,927x103±5,454x103 sel/mLdan A3B1 (Salinitas 35 ‰ dan Intensitas Cahaya 500 lux) sebesar 20,779x103 ± 5,874x103 sel/mL. Pola pertumbuhan mikroalga N. oculata untuk semua perlakuan berbentuk kuadratik. Kandungan lipid mikroalga N. oculata tertinggi dicapai oleh perlakuan A3B1 (Salinitas 35 ‰ dan Intensitas Cahaya 500 lux) dengan nilai sebesar 66,5767±1,5257 mg/g dan terendah pada perlakuan A3B3 (Salinitas 35 ‰ dan Intensitas Cahaya 3000 lux) dengan nilai sebesar 38,2010±3,1507 mg/g.Nannochloropsis oculata is one of algae that has high lipid content compared to other algae and is easily cultivated because only the help of sunlight, carbon dioxide and sea water can reproduce well. This aims of the study was to determine the effect of varions salinity and light intensity on the growth and total lipid contents of microalgae N. oculata.  The method used was an experimental laboratory method with a factorial design. The treatments applied were A1 (Salinity 33 ‰), A2 (Salinity 31 ‰), and A3 (Salinity 35 ‰), and B1 (Light Intensity 500 lux), B2 (Light Intensity 1500 lux), B3 (Light Intensity 3000 lux), which compare to the Control. The Interaction Treatments were applied on three replicates. The microalga N. oculata and Lipid Contents were analysed using Factorial Approach on Variance Analysis. The Duncan Multiple Range Test was applied to show the treatment which influence the difference result. The highest microalga N. oculata growth showed by the treatment of A1B3 (Salinity 33 ‰ and Light Intensity 3000 lux) with the number 19,927x103 cells/mL ± 5,454x103 cells/mL and A3B1(Salinity 35 ‰ and Light Intensity 500 lux) with the number 20,779x10 cells/mL ± 5,874x103 cells/mL. The growth model of N. oculata for all treatments showed a model of quadratic.The highest lipid content of N. oculata showed by the treatment ofA3B1 (Salinity 35 ‰ and Light Intensity 500 lux) with the number 66,5767±1,5257 mg/g and the lowest on A3B3 (Salinity 35 ‰ and Light Intensity 3000 lux) with the number38,2010±3,1507 mg/g.
Pengaruh Pemberian Tetraselmis chuii dan Skeletonema costatum Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Profil Asam Lemak Tidak Jenuh Pada Kerang TOTOK Polymesoda erosa Hendartono, Nugroho; Trianto, Agus; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.573 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2013

Abstract

The study was conducted to determine the effect of various combinations of natural feed T. chuii and S. costatum to the appearance of unsaturated fatty acids Totok clams P. erosa. Implications of the results of this study can be used as the basis in effort Totok clams seed supply in the cultivation of shellfish. Species used in this study Totok sized clams 4-5 cm obtained from the waters around the island Gombol Segara Anakan, Cilacap. The vessel used is a aquarium size of 30 x 30 x 30 cm with 2 individuals/ aquarium with 2 L volumes of media. The method used is an experimental laboratory with a completely randomized design, two factors, there treatments and there replication. Influence of mixture T1 : T. chuii 36 x 104 sel / mL and S. costatum 9 x 104 sel / mL; T2 : T. chuii 27 x 104 sel / mL and S. costatum 18 x 104 sel / mL; T3 : T. chuii 18 x 104 sel / mL and S. costatum 27 x 104 sel / mL. The feed is given once for there months. Measurement of unsaturated fatty acid content using GC-MS method. The results showed that feeding a mixture of T. chuii and S. costatum and maintenance time of real influence (P <0.05) on levels of unsaturated fatty acids Totok P.erosa shells. Formulation of feed mixture with chuii 27 x 104 sel / mL and S. costatum 18 x 104 sel / mL to give better results than the other feed.
Komposisi Isi Lambung Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger Kanagurta) di Rembang Fajar Utami, Mutiara Nurul; Redjeki, Sri; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.967 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.4970

Abstract

Perairan laut di kabupaten Rembang mempunyai kekayaan sumberdaya jenis ikan dengan hasil tangkapan yang dominan dan bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini didasarkan pada hasil tangkap Ikan Kembung yang di daratkan di TPI oleh nelayan yang melakukan penangkapannya di sekitar perairan Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi isi lambung Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) yang terdapat di TPI Tasik Agung Rembang, melalui hubungan panjang berat, analisis makanan dan identifikasi jenis makanannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif, dimana pengambilan sampling berdasarkan metode pertimbangan (purposive sampling method),dan pengambilan data dengan menggunakan sample survey method. Penelitian dilaksanakan bulan April – Mei 2013 di TPI Tasik Agung Rembang. Materi yang digunakan adalah 83 sampel ikan kembung jantan. Sampling Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) dilakukan sebanyak 4 kali yaitu tanggal 13 April, 27 April, 11 Mei dan 25 Mei 2013. Analisis data berupa analisis hubungan panjang dan berat,analisis makanan dan identifikasi jenis makanan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan kembung pada bulan April bersifat allometrik negatif yang memiliki nilai slope (b) pada sampling I sebesar 2,966 dan sampling II sebesar 2,985, dan pada bulan Mei bersifat allometrik positif yang memiliki nilai slope (b) sebesar 3,251 dan sampling IV sebesar 3,35. Jenis makanan yang paling banyak ditemukan jenis Paracalanus yaitu 70,85%. Bedasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) yang didaratkan di pengepul ikan daerah Rembang merupakan ikan omnivora yang memanfaatkan fitoplankton, zooplankton, sebagai sumber makanan.
Kajian Program Rehabilitasi Mangrove Di Desa Banyu Urip Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik Hidayat, Noer Chozin; Ario, Raden; Soenardjo, Nirwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.004 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i1.25884

Abstract

ABSTRAK : Komunitas mangrove menempati area diantara darat dan laut yang memiliki kondisi lingkungan berbeda satu sama lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur vegetasi mangrove dan mengetahui kesesuaian jenis mangrove yang sesuai untuk perencanaan program rehabilitasi mangrove di Desa Banyu Urip Kecamatan Ujung Pangkah kabupaten Gresik. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret 2015 sampai Januari 2016. Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode purposive sampling dan setiap transek dibuat plot sampling. Setiap individu pohon (plot 10 m x 10 m) dan sapling (anakan) (subplot 5 m x 5 m) diidentifikasi dan diukur diameternya setinggi dada (±1,3 m). Sementara seedling (semai) dihitung jumlah masing-masing spesies dan persentase penutupannya (subplot 1 m x 1 m). Hasil penelitian di Desa Banyu Urip ditemukan 4 spesies mangrove dari 3 famili. Vegetasi pohon mangrove di Desa Banyu Urip berada dalam kondisi baik dan memiliki kerapatan 7533 ind/ha. Vegetasi Mangrove di Desa Banyu Urip didominasi spesies Avicennia marina. Kategori sapling memiliki kerapatan 19200 ind/ha dan didominasi oleh spesies Rhizopora Mucronata. Kategori seedling, memiliki kerapatan 113333 ind/ha didominasi oleh spesies Avicennia marina. Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) mangrove di Desa Banyu Urip kategori pohon masuk dalam kategori rendah. Kawasan Mangrove yang dapat dijadikan sebagai kawasan rehabilitasi memiliki luas lahan ± 2,84 ha dengan jumlah pohon yang dapat ditanam ± 32.340 pohon dalam jarak 1m x 1m dengan sistem tanam banjar harian. Jenis mangrove yang sesuai dan dapat tumbuh di pesisir Desa Banyu Urip adalah Rhizopora stylosa, R. mucronata, R. apiculata, dan Avicennia sp. ABSTRACT : Mangrove Vegetation occupy the area between land and sea that have environmental conditions differ from one another. The purpose of this study is to know about the structure and composition of mangrove vegetation for rehabilitation program planning in Banyu Urip, Sub-District of Ujung Pangkah, District of Gresik , East Java.The study was conducted in March, 2015 to January, 2016. Vegetation data was done with purposive sampling method and every transect was made with plot sampling method. Each tree (plot 10 m x 10 m) and sapling (subplot 5 m x 5 m) was identified and measured on diameter at breast height (± 1.3 m).  Meanwhile, Seedling calculated the amount of each species and the percentage of cover (subplot 1 m x 1 m). The research finding at Banyu Urip shows that there are 4 mangroves of 3 families. The mangrove vegetation at Banyu Urip in good conditions and has a density at 7533 ind/ha. mangrove vegetation at Banyu Urip is dominated by Avicennia marina species. Sapling category has a density at 19200 ind/ha and dominated by Rhizophora mucronata species. Seedling category has a density at 113333 ind/ha and dominated by Avicennia marina species. In tree category, variety index  (H’) and  uniformity (J’) of mangrove at Banyu Urip categorized as a low category.  Mangrove area that can become as rehabilitation area has extensive ± 2,84 ha with number of trees that can be planted ± 32.340 trees with gap 1m x 1m and using row plant system. mangrove that can grow and survive at Banyu Urip coastal area are Rhizopora stylosa, R. mucronata, R. apiculata, and  Avicennia sp.