cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI KARANG TERHADAP BAKTERI YANG DIISOLASI DARI KARANG TERSERANG PENYAKIT ULCERATIVE WHITE SPOTS DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA Pamungkas, Yesaya Putra; Sabdono, Agus; Wijayanti, Diah Permata
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.868 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5997

Abstract

Penyakit karang telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi terumbu karang global. Adanya penyakit karang menimbulkan kekhawatiran akan kelestarian dan keanekaragaman terumbu karang. Ulcerative White Spots (UWS) adalah salah satu penyakit karang yang menginfeksi karang Favites sp. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri karang yang aktif menghambat isolat bakteri karang terserang penyakit UWS serta mengkarakterisasi secara biokimia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 - Maret 2014. Sampel diambil di perairan Pulau Panjang, Jepara. Studi mikrobiologi di Laboratorium Terpadu UNDIP Semarang, uji biokimia di Laboratorium Manajemen Kesehatan Hewan Akuatik, BBPBAP Jepara. Survey lapangan dilakukan dengan menggunakan metode belt transect. Bakteri diisolasi dari karang sehat dan karang yang terserang penyakit UWS. Purifikasi bakteri menggunakan metode streak. Uji antibakteri menggunakan metode overlay dan difusi agar. Uji biokimia menggunakan metoda Cowan and Steels. Hasil penelitian menunjukkan terumbu karang di Perairan Pulau Panjang memiliki tingkat prevalensi penyakit yang tinggi yaitu sebesar 66,037%. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh isolat FSB 2.5 dan GSB 2.2.1 yang mampu menghambat pertumbuhan isolat bakteri karang terserang penyakit UWS. Karakterisasi bakteri secara biokimia dari isolat FSB 2.5 dan GSB 2.2.1 menyatakan bahwa bakteri masuk dalam genus Pseudomonas sp
Pengaruh Perendaman Larutan KOH dan NaOH Terhadap Kualitas Alginat Rumput Laut Sargassum polycycstum C.A. Agardh Mirza, Mohamad; Ridlo, Ali; Pramesti, Rini
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.102 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2053

Abstract

Sargassum polycystum seaweed is a type of brown algae that contains alginate. Alginate from S. polycystum did not optimally and alginate has an importnat role from a variety of industries. Alginate ekstraction obtained by submersion wes using NaOH and KOH solvent, then continued using Na2CO3 solvent. The purpose of this research was to determine the effect of immersion with KOH and NaOH with concentration 0,3%, 0,5% and 0,7% solution to the quality alginate from brown seaweed S. polycystum. Experimental design used was Rancangan Acak Lengkap (RAL). The results showed that aging of the KOH solution has a lower water content and higher viscosity than NaOH solution. The concentration of the solution used also affects the yield, moisture content, ash content and viscosity alginate S. polycystum. The higher concentration of the solution then the yield, moisture content and lower ash content, while viscosity alginate increased. The best results obtained in the treatment with a solution of KOH concentration of 0.7%.
Pengaruh Aplikasi Perbedaan Pemberian Jenis Pakan Terhadap Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Artemia sp. Akhsin, Muhammad Hifny; Irwani, Irwani; Putra Jaya, Nur Taufiq Syamsudin
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.915 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8367

Abstract

Artemia sp. merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada pembenihan ikan maupun udang. Oleh karenanya diperlukan penggunaan jenis jenis pakan yang berbeda untuk membesarkan Artemia sp., sehingga dapat menjadi pakan yang sesuai untuk budidaya Artemia sp. yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pakan mikroalga Nannochloropsis sp., dan Nitzschia sp. serta pemberian pakan buatan tepung kedelai terhadap kelulus-hidupan dan pertumbuhan Artemia sp. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Artemia sp., pakan alami dan pakan buatan. Penelitian ini menggunakan metode experimental, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari pakan mikroalga Nannochloropsis sp. (A), Nitzschia sp (B), tepung kedelai (C), menggunakan  wadah 5 liter yang diisi air media 3 liter. Kepadatan awal Artemia sp. adalah 1500 ekor per 3 liter. Pengamatan dilaksanakan selama 21 hari, dari tanggal 20 Juli – 11 Agustus 2012. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelulushidupan Artemia sp. tertinggi sebesar 45.04 %, dicapai oleh perlakuan pemberian pakan Nannochloropsis sp. yang berperanan dalam menunjang metabolisma tubuh secara optimal. Pertumbuhan panjang Artemia sp. tertinggi diperoleh pada perlakuan yang diberi pakan tepung kedelai (9,1 mm), dimana pakan tersebut mempunyai kandungan protein yang mendukung terjadinya pembelahan sel dan pertambahan panjang. Pertambahan berat Artemia sp. terbesar diperoleh pada perlakuan yang diberi pakan tepung kedelai sebesar 7,13 mg, dimana pakan tersebut mempunyai kandungan karbohidrat serta lemak yang menunjang pertumbuhan berat Artemia sp.
Hubungan Lebar Karapas dan Berat Rajungan Portunus pelagicus, Linnaeus, 1758 (Malacostraca : Portunidae) di Perairan Sambiroto Pati, Jawa Tengah Wahyu, Rindika; Taufiq-SPJ, Nur; Redjeki, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.118 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i1.24824

Abstract

ABSTRAK : Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu produk perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui variasi panjang, lebar dan berat rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Sambiroto pati dan Mengetahui rasio jantan betina rajungan yang tertangkap di Perairan Sambiroto Pati. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018 di Perairan Sambiroto, Pati. Pengambilan data rajungan meliputi data lebar dan berat rajungan. Hasil penelitian ini menunjukkan 744 ekor rajungan yang diamati diketahui variasi ukuran rajungan yang tertangkap baik jantan dan betina yang berukuran lebar > 120 mm sebanyak 68,52% dari jumlah seluruhnya yang tertangkap. Rajungan yang tertangkap di Sambiroto memiliki pertumbuhan yang bersifat allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2,21 pada rajungan jantan dan 1,17 pada rajungan betina. Sehingga diketahui pertumbuhan lebar lebih cepat daripada pertumbuhan berat rajungan  ABSTRACT : Swimming crab (Portunus pelagicus) is a fishery product that has high economic value. The purpose of this study is to determine the variation in length, width and weight of crabs (Portunus pelagicus) in Sambiroto starch waters and to determine the ratio of crab females that are caught in Sambiroto Pati waters. This research was conducted in October-November 2018 in Sambiroto Waters, Pati. The crab retrieval data includes the crab width and weight data. The results of this study showed that 744 small crabs observed sizes variations of small crab caught both males and females with width> 120 mm totaling 68.52% of the total number caught. The crabs caught in Sambiroto have negative allometric growth with a b value of 2.21 in male crabs and 1.17 in female crabs. So it is known that the width growth is faster than the crab weight growth.
Pengaruh Logam Berat Terhadap Karang Wicaksono, Denrishaq Budi; Yulianto, Bambang; -, Ambariyanto
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.534 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2848

Abstract

Coral reefs are known as complex marine ecosystems. They play essential role in sustaining life. These ecosystems can serve as conservation areas as well as marine tourism object. The condition of coral reef degradation in Indonesia is quite worrying. One contributing factor is increasing heavy metal pollution in the waters. Levels of heavy metals that exceed the quality standard are very harmful to coral reefs. Heavy metals can not be degraded in waters but can be absorbed. Considering the importance of coral reef ecosystems and the increasing number of heavy metal pollution, it is necessary to know the effect of heavy metals on Corals. In general, the effect of heavy metals on corals can be divided into two, effects that did not cause of death (sublethal) and cause of death (lethal).
Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Dari Ekstrak Metanol Sargassum sp. Salma, Hafida; Sedjati, Sri Sedjati; Ridlo, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.225 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i1.24326

Abstract

Sargassum sp. adalah salah satu jenis rumput laut paling banyak di Indonesia dan memiliki manfaat sebagai antioksidan, obat penyakit jantung, stroke, dll. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan antioksidan fraksi etil asetat dari ekstrak metanol Sargassum sp. Sampel diambil dari Pantai Sundak, Gunung Kidul, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah eksploratif diskriptif. Sampel dikeringkan dalam suhu ruangan selama 7 hari dan dimaserasi dengan pelarut metanol, lalu dievaporasi dengan rotary evaporator. Ekstrak metanol di fraksinasi menggunakan etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan 2 metode, yaitu metode penangkapan radikal bebas DPPH dan total kapasitas antioksidan fosfomolibdat. Vitamin C digunakan digunakan sebagai standar penangkapan radikal bebas DPPH dan total kapasitas antioksidan fosfomolibdat. Kadar total fenolat diuji menggunakan larutan Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total fenolat fraksi etil asetat Sargassum sp. sebesar 64,42 mg GAE/g sampel. Aktivitas antioksidan dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH memiliki nilai IC50 1.289 ppm, vitamin C memiliki IC50 sebesar 122,71 ppm, sedangkan total kapasitas antioksidan adalah 39,52 mg AAE/g sampel. Kesimpulannya, yaitu kandungan aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dari ekstrak metanol Sargassum sp. dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH diduga sangat lemah dan kandungan aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode fosfomolibdat diduga tinggi.  Sargassum sp. is one of the many types of seaweed in Indonesia and has benefits as an antioxidant, a drug for heart disease, stroke, etc. This study aims to determine the antioxidant content of ethyl acetate fraction of methanol extract of Sargassum sp. Samples were taken from Sundak, Gunung Kidul, Yogyakarta. The method used is descriptive explorative. Samples were dried at room temperature for 7 days and macerated with methanol, then evaporated at a rotary evaporator. The methanol extract fractionation using ethyl acetate. Testing the antioxidant activity using two methods, the method of catching free radicals DPPH and total antioxidant capacity fosfomolibdat. Vitamin C is used as a standard arrest DPPH free radical and total antioxidant capacity fosfomolibdat. Levels of total phenolics were tested using the Folin-Ciocalteu solution with gallic acid standard. The results showed that levels of total phenolic fraction of ethyl acetate Sargassum sp. amounting to 64,42 mg GAE/g sample. The antioxidant activity with catching free radicals DPPH methods have IC50 values 1.289 ppm, vitamin C has an IC50 of 122,71 ppm, while the total antioxidant capacity was 39,52 mg AAE/g sample. In conclusion, the content of the antioxidant activity of ethyl acetate fraction of methanol extract of Sargassum sp. with catching free radicals DPPH methods allegedly extremely weak and the content of the antioxidant activity using methods fosfomolibdat predictably high.
Studi Kesesuaian Wisata dan Mutu Air Laut untuk Ekowisata Rekreasi Pantai di Pantai Maron Kota Semarang Fithor, Alin; Indarjo, Agus; Ario, Raden
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.334 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i4.3681

Abstract

Semarang as nautical city has tourism recreation of them is Maron beach. The recent problem is, Maron beach has great potential in nautical tourism, while management have not done optimally. The developing of tourism in Semarang need to be implemented by developing design which is more emphasizes of quality than quantity to be based on the potential and growing problem. The purposes of the study are to determine assess the suitability of Land and Water Quality for Marine Ecotourism in Coastal Recreation Maron Semarang. Research conducted in April 2012-January 2013. The objective method used in this research is a case study conducted explorative. Analyzing data is used index conformity Tourism and Water Quality Standard Marine for Marine Tourism in appropriate with the Policy of the Minister of Environment Number 51 of 2004 as soon as Index Environmental Water Quality. The results show that the calculation of index suitability travel beach recreation activities is 66%. This indicates that the coastal Maron Beach Semarang classified in the category Match (S2). While the value of Index Environmental Water Quality as much as 31.1 for category as bad category.
Morfometri Portunus pelagicus, Linnaeus, 1758 (Malacostraca : Portunidae) dari Perairan Jobokuto, Jepara Yuftah Rizkasumarta; Adi Santoso; Endang Sri Susilo
Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.868 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25264

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi keberadaannya secara alami berhadapan dengan tingkat penangkapan yang semakin meningkat. Pesatnya perkembangan perusahaan eksportir rajungan dengan bahan baku yang bersumber dari hasil tangkapan nelayan, mengakibatkan sangat banyaknya nelayan yang melakukan penangkapan. Penangkapan rajungan dengan frekuensi tinggi dan terus-menerus tanpa memperhatikan ukuran serta kondisi rajungan, berpotensi mengurangi stok rajungan di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran, serta hubungan lebar karapas dengan berat rajungan yang didaratkan dari perairan Jobokuto, Jepara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, dari 1500 rajungan yang diamati diketahui bahwa distribusi lebar karapas berkisar 10,50-11,30 cm, dan berat berkisar  75-104 gram. Hubungan lebar karapas dengan  berat rajungan menghasilkan nilai b sebesar 1,68 untuk rajungan jantan dan 2,80 untuk rajungan betina, sehingga baik rajungan jantan maupun betina pertumbuhannya bersifat allometrik negatif. Sifat pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lebar karapas lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat rajungan. Persentase penggunaan alat tangkap oleh nelayan rajungan Jepara adalah Bubu (91%), dan Jaring (9%).The blue swimming crab (Portunus pelagicus) has a high economic value, but its existence is naturally faced with increasing fishing rates. The rapid development of crab exporters with raw materials sourced from fishermen's catches has resulted in very many fishers making arrests. Catching the crab with high frequency and continuously without regard to the size and condition of the crab has the potential to reduce the crab stock in the waters. This research aimed to determine the size distribution, as well as the relationship of carapace width to the weight of the crab,  landed from the seas of Jobokuto, Jepara. The results of this study indicated that of the 1500 crabs observed, the distribution of carapace width ranged from 10.50 to 11.30 cm, and the weight ranged from 75 to 104 grams. The relationship between carapace width and crab weight had a value of b of 1.68 for male crabs and 2.80 for female crabs so that both male and female crabs have negative allometric growth. This growth characteristic showed that carapace width growth is faster than the growth of crab weight. The percentage of fishing gear used by Jepara crab fishermen is Bubu (91%), and Net (9%).
Studi Bioekologi Kerang Simping (Amusium pleuronectes) di Perairan Semarang dan Kendal Nursalim, Haviz Rachman; Suprijanto, Jusup; Widowati, Ita
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.088 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.1997

Abstract

Asian Moon Scallop (Amusium pleuronectes) is one of scallop species which catch as the secondary crops of the fishing activity. This condition need to understand his biological background, such as the relationship between length and weight, growth, condition index and gonad index. The research purpose is to identify the relationship between length and weight, growth, condition index and gonad index of the Asian Moon Scallop, collected from the Semarang and Kendal Waters. This research was carried out from June to July, 2011 in the Semarang and Kendal waters. Three times collections was done during the research period. A total of 594 individuals of Asian Moon Scallop were collected, which determined there shell length, height, thickness and the total weight. Measurement and observation processes were held in Biology Laboratory, Faculty of Fishery and Marine Diponegoro University, Semarang. The descriptive-explorative methods was used as the research method. While the purposive sampling was applied as the data collection method, and determined the research site. The Asian Moon Scallop growth was determined using the nisbi mothod. The relationship between length and weight, condition index and gonad index were also determined. The b constanta show the value of 3.070, 2.853 and 2.862, which show that the length and weight relationship of Asian Moon Scallop is isometric and alometric negative. The Asian Moon Scallop growth with nisbi method show an equation of 1 cm for the shell length, 0.5 cm for the height, 0.2 sm for the thickness and 5 gr for the total weight of shells. The condition index value of Asian Moon Scallop (A. pleuronectes) is approximately for about 36.01 % - 61.44 %, while the gonad index value is about 8.31 % - 12.09 %.
STUDI KARAKTERISTIK BIOFISIK HABITAT PENELURAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PANTAI PALOH, SAMBAS, KALIMANTAN BARAT Bima Anggara Putra; Edi Wibowo Kushartono; Sri Rejeki
Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.89 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5988

Abstract

Penyu hjau (Chelonia mydas) merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah.Reptil laut ini mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Asia Tenggara.Pantai Paloh merupakan pantai peneluran penyu hijau terpanjang yang ada di Indonesia, dengan total panjang pantai 63 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Pantai Paloh sebagai habitat peneluran penyu hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang pantai lokasi penelitian adalah 15,1 km. Lebar total Pantai Paloh rata – rata 30,12 m (berkisar antara 13 – 40,4 m) dan lebar supratidal 15,27 m (berkisar antara 5,1 – 23,1 m). Kemiringan rata – rata 6,81° (berkisar antara 2,98° - 14,26°). Jenis substrat didominasi oleh jenis pasir sebesar 93,38% dan sisanya debu 5,36% dan liat1,26%. Hasil identifikasi vegetasi tingkat semai di lokasi penelitian ditemukan 9 spesies yakni Ipomoea pes-caprae, Acanthus ilicifolius , Derris trifoliate, Clerodendrominerma, Cyperus rotundus, Scaevola taccada, Pandanus tectorius, Calotropis gigantean, Casuarina equisetifolia. Ukuran panjang karapas rata-rata 97,47 cm (n=19) dengan kisaran antara 88 – 113 cm dan lebar karapas rata – rata 86,68 cm (n=19) yang berkisar antara 77 – 100 cm.

Page 11 of 69 | Total Record : 687