cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
Analisis Perbandingan Teknologi GPON dan XGS-PON Pada Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home Perumahan Mega Bukit Residence Banyumanik Samuel Pangihutan Hutagalung; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i4.273-281

Abstract

Dewasa ini layanan jaringan akses internet telah beralih ke serat optik. Peralihan dari jaringan akses tembaga ke jaringan akses serat optik ini disebabkan oleh karena lebih baiknya layanan maupun keefisienan dalam distribusi pembangunan link optik ke rumah-rumah atau yang disebut Fiber To The Home (FTTH). Untuk mendukung implementasi transmisi menggunakan serat optik, dikembangkan teknologi Next Generation Network yaitu Gigabit-capable Passive Optical Network (GPON) dan 10-Gigabit-capable Symmetric Passive Optical Network (XGS-PON). Teknologi GPON dan XGS-PON memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan layanan narrowband dan broadband. Teknologi GPON mampu menyediakan laju data downstream sebesar 2,5 Gbps sesuai dengan/menurut ITU-T G.984 dan XGS-PON mampu menyediakan laju data secara simetris untuk downstream dan upstream sebesar 10 Gbps sesuai dengan/menurut ITU-T G.9807. Simulasi dari suatu perancangan diperlukan untuk menjadi acuan dari perancangan yang telah sesuai standar dan layak untuk diimplementasikan. Rancangan disimulasikan menggunakan software OptiSystem 7.0. Evaluasi rancangan dilakukan dengan membandingkan parameter kinerja rise time budget, link power budget, Q-factor, dan BER dari simulasi, perhitungan, serta standar yang telah ditetapkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan ITU-T. Hasil simulasi menunjukkan total redaman terbesar untuk rumah terjauh baik dengan GPON adalah 22,867 dB dan XGS-PON adalah 22,85 dB. Hasil simulasi Q-factor untuk GPON adalah 11,4991 dan XGS-PON adalah 5,61271. Hasil simulasi BER untuk GPON adalah 6,66384 x 10-31 dan XGS-PON adalah 9,95898 x 10-9. Hasil simulasi rise time budget untuk GPON adalah 0,1875 ns dan untuk XGS-PON adalah 0,05 ns. Semua hasil simulasi telah memenuhi standar dan syarat untuk masing-masing parameter yang diuji.
PERANCANGAN PURWARUPA SISTEM PENGATURAN SUHU DAN KELEMBAPAN PADA RUANG BUDIDAYA JAMUR TIRAM Muhammad Royan Akbar; Budi Setiyono; Aghus Sofwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i3.238-243

Abstract

Dalam rangka memenuhi ketahanan pangan, manusia terus berupaya mengembangkan dan meneliti jenis sumber makanan baru. Jamur tiram merupakan salah satu makanan baru yang mempunyai sumber nutrisi yang tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Budidaya jamur tiram sudah banyak dilakukan di daerah dataran rendah yang mempunyai suhu ±30oC. Jamur tiram membutuhkan suhu antar 27-29oC dengan kelembapan antara 70-90% RH. Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, pengaturan suhu dan kelembapan dapat dilakukan menggunakan sistem minimum mikrokontroler ATmega328 berbasis Internet of things. Dengan kemudahan teknologi saat ini, pemantauan suhu dan kelembapan dapat dilakukan melalui smartphone menggunakan aplikasi Blynk. Dengan menggunakan sensor DHT22 yang terhubung dengan ATmega328 dan di komunikasikan dengan ESP8266, manusia dapat melakukan pemantauan dan pengontrolan suhu dan kelembapan pada kumbung jamur.
COMPARATIVE ANALYSIS OF GPON AND XGSPON TECHNOLOGY IN THE DESIGN OF FIBER ACCESS NETWORKS IN GREENWOOD HOUSING SEMARANG Yohandri Natan; Sukiswo Sukiswo; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i3.202-209

Abstract

The demand of telecommunication services will have increment in quantity and quality.The needs of customer ,which is becoming more complex, is one of the reason for technology development. One of the technologies that can fulfil these needs is Gigabit-capable Passive Optical Network (GPON) and X-Gigabit-capable Simetrical Passive Optical Network (XGSPON) in Fiber-to-The-Home services (FTTH). Based on ITU-T recommendation G.984, GPON has 2,5 Gbps downstream bitrate and 1,25 Gbps upstream bitrate. On the other hand, according to ITU-T recommendation G.9807, XGSPON has 10 Gbps for both upstream and downstream bitrate. FTTH planning is important. FTTH network can be planned for aerial system or duct system. After the network planning is finished, the simulation is needed to ensure the plan fulfils the standards. This simulation is performed by Optisystem 7.0. The parameters for determining the network QoS are rise time budget, rise time budget, q-factor, and BER. These parameters based on ITU-T recommendations and PT. Telekomunikasi Indonesia’s standard. The result shows that the network plan for both aerial and duct system, in each technology has fulfilled the requirements and can be implemented.
OPTIMASI ENERGI PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL MENGGUNAKAN ALGORITME LEACH Novita Sari Harianja; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v11i1.%p

Abstract

Pemantauan kualitas air irigasi diperlukan agar petani dapat segera bertindak apabila air berkualitas rendah masuk ke sawah.Sistem pemantauan kualitas air dapat direalisasikan dengan Jaringan Sensor Nirkabel dengan menempatkan beberapa node sensor di sawah.Agar jaringan tersebut mempunyai masa hidup yang panjang,komunikasi yang dilakukan harus menggunakan energi yang rendah.Low Energi Adaptive Clustering Hierarchy (LEACH) merupakan protokol berbasis klaster yang terbukti meningkatkan efisiensi energi dalam jaringan sensor nirkabel.Tugas akhir ini menganalisis performansi dari algoritma protocol LEACH untuk optimasi energi pada jaringan sensor nirkabel. Parameter desain yang digunakan: (1) luas area pada simulasi, (2) energi awal node, (3) energi pemancar dan penerima, dan (4) jumlah node.Pada simulasi node tersebar di area yang sudah ditentukan secara acak dan akan membentuk pengklasteran.Setiap cluster akan memiliki sebuah Cluster Head yang diperoleh dari proses sensing.Dari hasil simulasi telah terbukti LEACH mampu meningkatkan energi sisa dan lifetime dengan selisih konsumsi energi total 56 % dari semula tanpa menggunakan LEACH persentasi energi sisa 27% sedangkan dengan menggunakan LEACH persentasi energi sisa 83% dan lifetime menggunakan LEACH 1,4 jam dan tanpa LEACH hanya 0,23 jam. Maka LEACH mampu meningkatkan lifetime 6 kali lebih lama dari waktu sebelumnya.
PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2019 – 2025 DENGAN METODE DKL DAN BUSINESS AS USUAL (BAU) MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Frans Ezer Situmeang; Susatyo Handoko; Denis Denis
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i4.282-288

Abstract

Dalam proses perencanaan pengembangan sistem tenaga listrik di wilayah provinsi Jawa Tengah diperlukan adanya suatu proyeksi kebutuhan energi listrik di masa yang akan datang. Hasil proyeksi yang didapatkan bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan tindakan yang akan diambil untuk masa-masa mendatang. Hal ini bertujuan demi tercapainya optimalisasi dalam proses penyediaan energi listrik di wilayah provinsi Jawa Tengah. Dalam pembuatan perencanaan proyeksi kebutuhan energi listrik di Jawa Tengah tahun 2019-2025 penulis menggunakan 2 metode perencanaan yaitu DKL merupakan suatu model yang disusun oleh dinas kebutuhan listrik dengan menggabungkan beberapa metode seperti ekonometri, kecenderungan dan analitis dengan pendekatan sektoral, dan metode BAU (Business As Usual) merupakan metode dimana kecenderungan pola pemakaian energi listrik masih sama di tahun dasar. Hasil proyeksi di provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan metode DKL menunjukkan bahwa jumlah pelanggan lisrtrik total mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 6,43% dan untuk metode BAU mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 4,5%, sedangkan untuk proyeksi kebutuhan energi listrik total menggunakan metode DKL mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 12,46% dan untuk metode BAU mengalami kenaikan rata – rata setiap tahunnya sebesar 8,6%.
PERANCANGAN PENGENDALIAN IKLIM BUATAN PADA RUMAH KACA Bagas Imam Mahardika Wijaya; Sudjadi Sudjadi; Budi Setiyono
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i3.244-251

Abstract

Pada proses budidaya dan penelitian tanaman selama ini biasanya dilakukan pada kondisi iklim yang sesuai dengan iklim yang dibutuhkan tanaman yang dibudidayakan atau diteliti. Hal tersebut menjadi masalah bagi pembudidayaan tanaman yang ingin diakukan pada daerah yang tidak sesuai dengan iklim tanaman yang dibudidaya. Green House atau Rumah Kaca merupakan media yang tepat untuk proses pembudidayaan tanaman yang dibudidayakan pada iklim yang tidak sesuai dengan tanaman.Dengan melakukan pengendalian suhu, kelembaban udara dan kelembaban tanah pada Rumah Kaca dapat menyesuaikan keadaan iklim dari tanaman yang ingin dibudidayakan. DHT22 digunakan sebagai sensor pembacaan suru dan kelembaban udara pada Rumah kaca, Capacitive Soil Moisture sebagai sensor pembacaan kelembaban tanah. Pengendalian On-Off digunakan untuk pengendalian suhu, kelembaban udara dan kelembaban tanah pada Rumah Kaca. Dari pengujian yang dilakukan pengendalian On-Off yang diterapkan dapat mencapai  range batas setpoint pada pengendalian suhu dalam range 28 – 300C dalam waktu 86 detik, pada pengendalian kelembaban udara dapat mencapai range 75 – 77% dalam waktu 1052 detik dan pengendalian kelembaban tanah dapat mencapai range 50-60% kelembaban tanah dalam waktu 177 detik .
REDESAIN SISTEM PENERANGAN STADION JATIDIRI SEMARANG Bagas Laksito; Karnoto Karnoto; Agung Nugroho
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i3.210-217

Abstract

Stadion Jatidiri merupakan stadion utama Kota Semarang yang sudah berdiri sejak tahun 1991. Seiring berjalannya waktu, Stadion Jatidiri mengalami penurunan kualitas baik secara infrastruktur maupun dari sistem elektrikalnya. Penerangan lapangan Stadion Jatidiri yang menggunakan desain 4 titik tidak memenuhi standar iluminasi SNI 03-3647-1994 dan standar kerataan AFC Stadium Lighting Guide 2018. Kondisi yang tidak sesuai standar tersebut diperparah oleh kerusakan beberapa lampu sorot di setiap tiangnya. Hal tersebut mengakibatkan Stadion Jatidiri tidak bisa dipakai secara efektif saat malam hari. Berdasarkan hal tersebut, penulis merancang sebuah desain sistem penerangan di Stadion Jatidiri Semarang yang sesuai dengan SNI 03-3647-1994 menggunakan software bantu Dialux 4.13. Pada perancangan, digunakan dua desain yakni desain 4 titik dan desain melingkar yang kemudian dua desain tersebut dibandingkan satu sama lain. Hasil dari simulasi dengan menggunakan lampu Philips ArenaVision MVF404 didapatkan secara keseluruhan nilai iluminasi pada desain 4 titik dan desain melingkar telah sesuai dengan standar SNI 03-3647-1994, yaitu kelas 1 200 lux, kelas 2 300 lux dan kelas 3 1000 lux. Selain itu, didapatkan nilai silau yang tidak lebih dari 50, nilai kerataan menyeluruh (u0) lebih dari 0,7 dan nilai kerataan memanjang (u1) lebih dari 0,5 sesuai dengan CIE 112-1994 dan AFC Stadium Lighting Guide 2018.
ANALISIS KINERJA TRANSMISI DATA ANTAR NODE DAN NODE KE SERVER DENGAN PARAMETER QOS PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL Khoerul Fajri; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v11i1.%p

Abstract

Pencemaran air irigasi oleh limbah mengakibatkan kerusakan kualitas tanaman dan hasil panen. Agar petani bisa segera bertindak ketika air irigasi berkualitas rendah, diperlukan suatu sistem pemantauan suhu, pH dan kadar oksigen dari air yang masuk ke sawah. Jaringan sensor nirkabel dapat digunakan sebagai sistem pemantauan kualitas air dengan menempatkan beberapa node sensor di area persawahan. Secara berkala node sensor mengirimkan data kualitas air ke gateway untuk selanjutnya dikirimkan ke web server sehingga data bisa dipantau oleh petani. Pembahasan ini mengevaluasi Quality of Service (QoS) link antara node sensor ke gateway dan merancang tampilan hasil pemantauan pada web server. Pengukuran QoS yang dilakukan terdiri atas dua bagian yaitu (1) pengukuran jarak maksimum dan path calculation dari node sensor ke gateway, dan (2) pengukuran delay, throughput, packet loss, jitter dari node sink ke server. Hasil pengukuran jarak maksimum untuk kondisi LOS adalah 1000 m dan kondisi NLOS adalah 245 m. Hasil pengukuran QoS adalah delay sebesar 0,049437 ms, throughput sebesar 15553,7 bps, packet loss sebesar 0% dan jitter sebesar 0,049047 ms. Berdasar standar TIPHON dapat disimpulkan bahwa jaringan termasuk dalam kategori “Sangat Bagus”. Data hasil pengukuran kualitas air berhasil ditampilkan pada web server berupa nilai dan grafik.
OPTIMASI PERENCANAAN PLTS ON GRID SYSTEM DI GOR JATIDIRI SEMARANG MENGGUNAKAN SOFTWARE HOMER Siti Zumrotun Khoiroh; Bambang Winardi; Karnoto Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i4.289-297

Abstract

Kawasan Jatidiri Semarang memiliki arena olahraga yang terdiri dari Stadion jatidiri untuk olahraga outdoor dan Gor Jatidiri untuk olahraga indoor. GOR Jatidiri merupakan gedung yang digunakan oleh masyarakat sebagai sarana olahraga seperti futsal, volly, basket, dan olahraga lainnya. GOR Jatidiri memiliki kapasitas 5.187 penonton dan memiliki area parkir seluas 5960,34 M2 . Area parkir tersebut yang akan direncanakan untuk pemasangan PV pada perencanan PLTS ini. Secara Geografis Lokasi GOR Jatidiri berada di wilayah Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur Semarang Jawa Tengah. Menurut National Aeronautics and Administration (NASA), Lokasi GOR Jatidiri memiliki rata-rata intensitas radiasi sebesar 5,539 Kwh/m2/hari. Hasil perhitungan perancangan PLTS didapat jumlah kapasitas panel surya sebesar 261 x 320 Wp, dan Inverter sebesar 100.000 Watt . HOMER berfungsi untuk membandingkan beberapa opsi konfigurasi yang berbeda dari sudut pandang teknis dan ekonomis. HOMER diharapkan dapat mengetahui konfigurasi sistem PLTS yang optimal. Hasil simulasi menggunakan HOMER menjelaskan bahwa konfigurasi PLTS yang optimal untuk GOR jatidiri Semarang adalah konfigurasi photovoltaic -grid dengan daya yang dihasilkan oleh panel surya sebesar 115,009 kWh/tahun. Hasil energi yang berlebih dari PLTS akan dijual ke PLN untuk kemudian menjadikan keuntungan sistem dari sisi teknis dan ekonomi. 
ANALISIS PENAMBAHAN SILICONE RUBBER PADA BAHAN RESIN EPOKSI TERHADAP PARAMETER LISTRIK, MEKANIK DAN FISIK UNTUK BAHAN ISOLATOR Putri Nur Aisyah; Abdul Syakur; Hermawan Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i3.252-261

Abstract

Isolator memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik. Isolator berfungsi untuk memisahkan secara elektris dua buah atau lebih penghantar listrik bertegangan yang berdekatan dan mencegah terjadinya aliran arus dari kawat penghantar ke bagian bodi menara atau tiang. Berbagai jenis isolator telah dikembangkan. Salah satunya isolator berbahan resin epoksi. Beberapa penelitian menunjukan bahwa isolator jenis ini lebih unggul dibandingkan dengan bahan jenis keramik dan kaca.Pada penelitian ini dilakukan penambahan silicone rubber pada bahan resin epoksi yang kemudian dianalisis nilai parameter listrik, mekanik dan fisiknya untuk digunakan sebagai bahan isolator. Material uji yang digunakan dalam tugas akhir adalah resin epoksi yang dibentuk dari bisphenol A - epichlorohydrin (DGEBA) dan polyaminoamide yang dicampur dengan silane (silicone rubber). Dimana masing-masing tingkat variasi komposisi penambahan silicone rubber dengan persentase 20%, 25%, 30%, 35% dan 40%. Parameter yang dianalisis adalah pengujian sudut kontak sebagai parameter fisik, nilai arus bocor rata-rata dan dan flashover sebagai parameter listrik, serta kekuatan tarik dan kekerasan (hardness) sebagai parameter mekanik.Hasil pengujian nilai sudut kontak pada permukaan bahan pada tiap variasi silicone rubber berkisar 1o-89o dan memiliki sifat partially wetted atau basah sebagian. Hasil pengujian tegangan lewat denyar paling besar adalah variasi penambahan silicone rubber 25% sebesar 17,32 kV.  Hasil pengujian kekuatan tarik pada penilitian ini yaitu berbanding terbalik, dimana semakin banyak bahan silicone rubber maka nilai kekuatan tariknya akan semakin kecil. Sedangkan hasil pengujian kekerasan adalah berbanding lurus dimana semakin banyak silicone rubber maka nilai kekerasannya akan semakin besar.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue