cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN SISTEM SLIDING MODE CONTROL UNTUK JARAK ELEKTRODA PADA ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING Zulhar, Fachrian; Riyadi, Munawar Agus; Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.263 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.140-146

Abstract

Electrical Discharge Machining (EDM) merupakan proses mengikis benda kerja (workpiece) dengan memanfaatkan lompatan listrik (electrical discharge atau spark) diantara elektroda dan workpiece di dalam cairan dielektrik. Untuk mendapatkan hasil pengikisan benda kerja yang maksimal maka jarak (gap) antara elektroda dan benda kerja harus sangat dekat, atau berkisar antara 10 µm hingga 100 µm. Jika jarak antara elektroda dan benda kerja kurang dari 10 µm dan lebih dari 100 µm maka tidak akan terjadi lompatan listrik sehingga tidak terjadi pengikisan pada benda kerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah metoda pengaturan jarak antara elektroda dan benda kerja untuk menghasilkan pengikisan yang optimal. Metode kontrol yang digunakan adalah sistem kontrol sliding mode. Hasil perancangan sistem sliding mode controller akan dibandingkan sistem dengan kontroller optimasi PID yaitu Differential Equation. Dari hasil pengujian menunjukkan pengendalian menggunakan sliding mode controller lebih cepat menggerakkan elektroda menuju workpiece yaitu 0,0619 detik untuk gap 100 µm, sedangkan jika menggunakan kontroler PID dengan optimasi Differential Equation membutuhkan 0,155 detik untuk mencapai gap 100 µm. Setelah dianalisis melalui nilai rata-rata integral area error (IAE) kontroler sliding mode memiliki nilai yang lebih kecil daripada PID. Nilai rata-rata IAE dengan sliding mode controller adalah 0,443, sedangkan dengan kontrol optimasi PID adalah 0,5767.
ANALISIS KINERJA INVERTER DENGAN RANGKAIAN RESONAN SERI DAN SERI-PARALEL BERBEBAN RECTIFIER- LED Prihanto, Tatas Ardhy; Facta, Mochammad; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.162 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.192-199

Abstract

Abstrak Resonansi pada rangkaian listrik merupakan keadaan dimana reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif memiliki nilai yang sama . Reaktansi induktif akan meningkat seiring meningkatnya frekuensi sedangkan reaktansi kapasitif justru sebaliknya, akan menurun jika frekuensi meningkat. Jadi hanya akan ada satu nilai frekuensi dimana keadaan kedua reaktansi tersebut bernilai sama.Pada penelitian ini, dilakukan analisis tentang pengaruh beban ractifier-LED secara paralel terhadap rangkaian resonan, khususnya rangkaian resonan seri dan seri-paralel. Rangkaian resonan seri dan rangkaian resonan seri-paralel dapat mengubah gelombang tegangan yang dihasilkan oleh  inverter jembatan penuh.Hasil pengujian menunjukkan frekuensi resonansi rangkaian resonan seri hasil perancangan adalah 51,1kHz ,dan untuk rangkaian resonan seri-paralel adalah 18,5 kHz dan 65,1kHz. Dengan duty cycle sebesar 50%  dan tegangan masukan sebesar 14 Volt AC, rangkaian resonan seri mampu menghasilkan tegangan keluaran mencapai 154 Volt AC, dan untuk rangkaian resonan seri-paralel mampu menghasilkan tegangan 70 Volt AC dan 84 Volt AC. Beban rectifier-LED yang dicatu secara paralel tidak mengubah nilai frekuensi resonansi namun menurunkan nilai gain pada rangkaian. Kata kunci: Rangkaian resonan seri, Rangkaian resonan seri-paralel, Frekuensi resonansi, rectifier-LED  Abstract Resonance in an electric circuit is a condition when inductive reactance and capacitive reactance have equal value .  Inductive reactance will increase in line with increasing frequency while capacitive reactance would decrease if the frequency increased .So there is only one point of the frequency where the state of both the reactance is at the equal value.This research  analysed about the influence of the rectifier-LED load in parallel position with the resonant tank,the resonant tank was made in  a series and series-parallel circuit . The series and series-parallel  resonant circuit changed a wave of voltage that was produced by inverter full bridge.The experimental result showd that the resonance frequency of the series resonant circuit was 51,1khz and the resonance frequencies of the series-parallel resonant circuit were 18,5 khz and 65,1 khz. With duty cycle by 50 %, and the input voltage 14 volt, the series resonant circuit was able to produce an output voltage up to 154 volt and the series-parallel resonant was able to produce an output voltage up to 70 volt and 84 volt .The rectifier-LED load in parallel position  did not change the resonance frequency but it decreased the value of the gain. Keywords: Series resonant circuit, Series-parallel  resonant circuit, resonance frequency, rectifier- LED
PERANCANGAN AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR (AVR) BERBASIS PENGATURAN TEGANGAN CATU DAYA ARUS SEARAH INVERTER 1 FASE SINUSOIDAL PULSE WIDTH MODULATION (SPWM) SINEWAVE Habibnur, Yoshua; Windarta, Agung; Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.469 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.334-340

Abstract

Indonesia ternyata tidak sepadan dengan kualitas listrik yang diberikan oleh PT. PLN. Tegangan PLN paling rendah yaitu 170 V yang terdapat di beberapa kota. Tidak tercapainya rating tegangan dapat menyebabkan peralatan elektronik tidak bekerja secara maksimal dan berpotensi mengalami kerusakan. Salah satu tujuan penelitian ini yaitu merancang sebuah konverter sebagai solusi dari permasalahan jatuh tegangan dan kestabilan tegangan, yaitu automatic voltage regulator (AVR) menggunakan inverter 1 fase teknik pemicuan sinusoidal pulse width modulation (SPWM) dengan pengaturan tegangan DC. Topologi pengatur tegangan DC yang digunakan adalah DC chopper buck-boost teknik pemicuan pulse width modulation (PWM) dengan umpan balik di sisi keluarannya.  Perancangan dilakukan berdasarkan ketentuan literatur terkait, simulasi PSIM 9.0 dan MATLAB 2014a. Konverter dengan sistem AVR diharapkan dapat mencapai tegangan rating dan stabil pada level 207 – 241 V sesuai standar SPLN 1:1995. Berdasarkan hasil pengujian variasi tegangan sumber dari 170 – 200 V dengan sistem AVR, konverter dapat mencapai tegangan rata – rata pada sisi DC dan AC berturut – turut sebesar 229,5 V dan 228,56 V dengan frekuensi rata – rata 50,25 Hz. Efisiensi rata –rata yang dapat dicapai oleh konverter sebesar 72,02% pada kondisi sistem AVR bekerja.
RANCANG BANGUN MIXER AUDIO 4 CHANNEL BERBASIS PC Hariyanto, Dudi; Hidayatno, Achmad; Christiyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.47 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.296-301

Abstract

Abstrak Mixer audio adalah suatu alat yang digunakan untuk mencampurkan dua atau lebih sinyal audio menjadi satu sinyal audio.Mixer audio banyak digunakan dalam studio musik maupun studio rekaman untuk  mengatur berbagai macam alat musik seperti gitar, bass dan drum digabungkan menjadi satu dengan suara vokalis. Proses pencampuran sinyal audio menitik beratkan pada keseimbangan setiap channel yang berhubungan dengan alat musik agar mencapai gain yang maksimal tetapi menghasilkan suara yang tidak cacat. Dengan perkembangan teknologi komputer, mixer audio bisa dibuat dalam bentuk aplikasi perangkat lunak menggunakan Borland Delphi 7 dengan menambahkan pustaka komponen pengolahan sinyal suara audiolab 5.0 dan wave audio. Karena keterbatasan jumlah kartu suara pada sebuah komputer perlu ditambahkan perangkat keras kartu suara USB. Jangkauan frekuensi yang digunakan dalam pengujian adalah 30 Hz, 60 Hz, 120 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1 KHz, 2 KHz, 4 KHz, 8 KHz dan 16 KHz. Berdasarkan pengujian mixer audio yang dibuat dapat memberikan tanggapan frekuensi sesuai dengan mixer audio analog dan mampu untuk memodelkan operasi sinyal yang diinginkan. Namun mixer audio yang dibuat masih memiliki derau sehingga perlu penelitian lebih lanjut. Kata kunci : Mixer Audio,DSP,Personal Computer  Abstract Audio mixer is a device used to mix two or more audio signals into a single audio signal audio.Mixer widely used in recording studios and music studios to organize a variety of instruments including guitar, bass and drum sounds are combined into one with a vocalist. Audio signal mixing process focuses on the balance of each channel is associated with a musical instrument in order to achieve maximum gain but produces a sound that is not defective. With the development of computer technology, audio mixer can be made in the form of software applications using Borland Delphi 7 by adding a component library voice signal processing and wave audiolab 5.0 audio. Due to the limited number of sound cards in a computer hardware needs to be added a USB sound card. Frequency range used in the test is 30 Hz, 60 Hz, 120 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1 KHz, 2 KHz, 4 KHz, 8 KHz and 16 KHz. Based on testing audio mixer that can be made to respond in accordance with the frequency of the analog audio mixer and is able to model the operation of the desired signal. But the audio mixer is made still have noise so it needs more research. Keywords: Mixer Audio, DSP, Personal Computer
REDESIGN ELECTRICAL INSTALLATION SYSTEM PHARMACEUTICAL BUILDING 1 PT. KONIMEX SOLO Utami, Sri Dewi; Karnoto, Karnoto; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.8.2.165-170

Abstract

Gedung Farmasi 1 PT. Konimex Solo dibangun pada tahun 1982, perlu dilakukan evaluasi instalasi listrik berdasarkan undang-undang nomor 30 tahun 2009. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kelistrikan sebuah gedung sesuai persyaratan teknik dan keselamatan berdasar standar PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) 2011. Kondisi eksisting pada gedung ini didapatkan jatuh tegangan terbesar pada penghantar SMDP O sebesar 4,23%. Selain itu pencahayaan ruangan gedung yang tidak sesuai dengan standar BPOM. Berdasarkan kondisi tersebut, penulis melakukan perancangan ulang instalasi listrik gedung dengan perangkat bantu ETAP 12.6 yang disesuaikan dengan standar. Hasil dari simulasi dan perhitungan, menunjukkan bahwa ukuran penghantar yang direkomendasikan minimal 4 mm2 dan maksimal 400 mm2. Jatuh tegangan terkecil berada pada penghantar LP-OA sebesar 0,11% dan jatuh tegangan terbesar berada pada penghantar SMDP O sebesar 2,78%. Kapasitor bank yang diperlukan sebesar 200 kVAR pada SMDP O serta 150 kVAR pada SMDP OE.
APLIKASI PLC PADA MESIN INDUSTRI PEMOTONG KAYU DENGAN PERANGKAT KONVEYOR Nurcahyo, Dimas Agung; Sukmadi, Tejo; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.762 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.89-96

Abstract

Abstrak Pada awalnya sistem kontrol untuk pengendali otomatis perangkat-perangkat mesin di industri berupa rangkaian relay. Namun sistem kontrol dengan rangkaian relay tersebut menjadi kurang efektif karena untuk memberikan perubahan sistem memerlukan biaya yang besar serta tingkat kerumitan kerja yang tinggi. Akhirnya muncul sistem kontrol berbasis komputer yang disebut dengan PLC (Programmable Logic Controller) yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian berupa rancang bangun aplikasi PLC untuk pengendalian konveyor pada pemotong kayu. Sistem yang dibangun, berupa pemotong kayu meggunakan mesin circle dengan pengendali konveyor yang dikontrol menggunakan PLC. Kehandalan dan kemudahan penggunaan motor induksi tiga fasa merupakan alasan bagi dunia industri untuk menggunakannya. Namun demikian terdapat kelemahan motor induksi tiga fasa yaitu dalam hal pengaturan kecepatan. Dalam proses produksi sekarang ini di sebuah industri adakalanya dibutuhkan kecepatan putar yang dapat diatur sesuai keperluan. Pengendalian motor induksi tiga fasa ini dapat dilakukan denan mengatur kecepatan putar motor secara bertahap (soft starting) sampai mencapai kecepatan nominalnya dengan memberikan sudut pemicuan yang berbeda-beda dengan menggunakan variabel speed drive. Kata kunci : Variabel Speed Drive, konveyor, PLC, motor induksi  Abstract At first the control system for automatic control devices in industrial machines such as relay circuits . But the control system with the relay circuit to be less effective due to deliver system changes require substantial costs and a high level of complexity of work. Finally emerging computer -based control system called PLC ( Programmable Logic Controller ) which can provide a solution to these problems . This paper reports the results of a design study of PLC applications for conveyor control on timber cutting . The system is built such as wood cutting machine receipts circle with controllers using a PLC controlled conveyor. Reliability and ease of use of three phase induction motor is the reason for the industry to use it . However, there is a three phase induction motor weakness , namely in terms of speed settings . In today's production process in an industry that is sometimes required rotational speed can be adjusted as necessary . Control of three phase induction motor can be done primarily to adjust the motor speed gradually (soft starting ) until it reaches its nominal speed by providing triggering angle different by using variable speed drives. Keywords: Variable Speed Drive, conveyors, PLC, induction motors
PERBANDINGAN INDEKS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI PADA PENYULANG SRL03 DALAM KEADAAN PERFECT SWITCHING DAN IMPERFECT SWITCHING Afriana, Elza; Hermawan, Hermawan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.99 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.268-275

Abstract

Dewasa ini tenaga listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, sehingga kontinuitas penyediaan tenaga listrik menjadi tuntutan yang semakin besar dari konsumen. Berdasarkan data catatan teknik di PT PLN (Persero) Rayon Semarang Selatan pada tahun 2016, penyulang SRL03 merupakan penyulang yang paling sering mengalami pemadaman yaitu sebanyak 18 kali/tahun. Penyulang SRL03 mengalami pemadaman selama 16,934 jam/tahun. Berdasarkan permasalahan diatas maka perlu adanya studi tentang perhitungan tingkat keandalan sistem tenaga listrik pada penyulang SRL03. Pada penelitian ini dievalusi nilai indeks keandalan menggunakan metode Reliability Index Assesment (RIA) pada  penyulang SRL03 dalam keadaan perfect switching dan imperfect switching. Indeks keandalan yang didapat berdasarkan perhitungan menggunakan metode RIA saat kondisi jaringan diasumsikan perfect switching, nilai SAIFI sebesar 1,1564 gangguan/tahun, nilai SAIDI sebesar 6,7839 jam/tahun, dan CAIDI sebesar 5,8664 jam/gangguan, sedangkan indeks keandalan saat kondisi jaringan diasumsikan imperfect switching, nilai SAIFI sebesar 1,1684 gangguan/tahun, dan nilai SAIDI sebesar 6,7839 jam/tahun, dan CAIDI sebesar 5,8061 jam/gangguan.
PERANCANGAN ALAT PENGUKUR INDEKS MASSA TUBUH (IMT) ORANG DEWASA MENGGUNAKAN RASPBERRY PI Saputra, Destyawan; Riyadi, Munawar Agus; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.971 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.369-377

Abstract

Abstrak Kesadaran manusia akan pentingnya kesehatan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perkembangan teknologi pada bidang kesehatan sangat maju. Parameter kesehatan manusia yang sederhana adalah berat dan tinggi badan, parameter tersebut digunakan untuk menghitung nilai Indeks Massa Tubuh (IMT).  IMT adalah metode yang digunakan untuk mendiagnosa keadaan tubuh manusia, dengan menghitung keseimbangan antara berat dengan tinggi badan. IMT berfungsi memberikan informasi tentang kriteria keadaan tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan pasien. Informasi tersebut adalah keadaan obesitas, gemuk (overweight), sangat kurus (underweight), kurus atau normal. Pada keadaan obesitas dan sangat kurus (underweight,) pasien akan memiliki resiko penyakit yang tinggi. Oleh karena itu, pada penelitian ini diciptakan alat pengukur IMT dengan kemampuan mengukur tinggi badan, berat badan, menghitung IMT serta menentukan kriteria IMT secara otomatis. Alat pengukur IMT ini menggunakan Raspberry Pi sebagai mikrokontroler yang mengatur keseluruhan sistem. Kemampuan alat tersebut adalah melakukan pengukuran berat badan dengan range dari 0 Kg hingga 150 Kg dan range pengukuran tinggi badan dari 0 m hingga 2m.  Setiap masing-masing pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval 0.1 S, dengan tujuan meningkatkan akurasi. Keluaran yang ditampilkan pada alat pengukur IMT adalah berupa keadaan tubuh beserta nilai IMT, berat badan dalam Kg dan tinggi badan dalam meter. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Underweight, Overweight, ,Obesitas, Raspberry Pi  Abstract Humans’ consciousness toward the importance of health is one of the factors driving the advancement of technological development in the field of health. Height and weight is a simple parameter for humans’ health. This parameters is used to calculate Body Mass Index (BMI).  BMI is a method used to diagnose condition of human body by calculating  the balance between wight and height. BMI provides informations about condition of human body based on their weight and height. The information given by BMI is obese, overweight, underweight or ideal. In case of  obese and underweight, the patient will have a high risk of disease. Therefore, the aim of this research is designing devices to measure BMI that comes with the ability to measure height and weight, calculate the BMI,as well as determine the BMI criteria  automatically. Raspberry pi used as microcontroller which controll entire activity of device. The ability of this device is to measure the height within range from 0 to 2 m and the weight within range from 0 to 150 Kg. Every measurements is performed 3 times by 0,1 S intervals in order to increase the accuracy. The output  of the device are criteria of body condition, weight on Kg, height on m. Keywords : Body Mass Index, Underweight, Overweight, Obese, Raspberry Pi.
PERANCANGAN AIR TO FUEL RATIO (AFR) CONTROLLER BERBASIS PID ADAPTIF PADA MESIN BENSIN 4 LANGKAH Pinunjul, Dinar Aji; Wahyudi, Wahyudi; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.202 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.515-521

Abstract

Air Fuel Ratio (AFR) atau rasio pembakaran udara dengan bahan bakar pada sebuah kendaraan mesin bensin 4 langkah merupakan salah satu variabel penting yang menentukan kesempurnaan pembakaran internal mesin. Pengontrolan AFR pada mesin bensin 4 langkah diharapkan menghasilkan rasio udara dengan bensin pada rasio tertentu agar kriteria pembakaran sempurna atau stoichiometric terpenuhi pada saat mesin beroperasi. Nilai pembakaran sempurna adalah saat AFR bernilai 14,67. Dikarenakan spark ignition engine merupakan sistem yang bersifat non linier maka diperlukan kontroler yang handal yang dapat mempertahankan nilai AFR salah satunya yaitu kontroler PID adaptif. Berdasarkan hal tersebut, dirancang kontroler AFR pada model mesin bensin 4 langkah menggunakan metode kontrol PID adaptif algoritma Dahlin. Kontroler PID adaptif digunakan untuk mengontrol jumlah bensin yang akan masuk ke ruang pembakaran dari sistem agar AFR berada pada nilai yang diinginkan yaitu 14,67 untuk mesin berbahan bakar bensin. Semakin kecil IAE dan ITAE dari AFR sistem atau mendekati nilai 14,67 maka dapat dikatakan kontroler berfungsi dengan baik. Berdasarkan implementasi kontroler PID adaptif pada mesin bensin 4 langkah dihasilkan nilai rata-rata IAE dan ITAE dari AFR sebesar 0,4423 dan 0,4699.
PERANCANGAN DAN SIMULASI SISTEM TRACKING PANEL SURYA DUA DERAJAT KEBEBASAN MENGGUNAKAN METODE KENDALI LOGIKA FUZZY Prabowo, Yulyanto Adi; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.543 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.463-470

Abstract

Abstrak Pada saat sekarang ini, banyak negara telah mengembangkan energi alternatif  yang baru untuk menggantikan energi yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Salah satu jenis energi terbarukan yang berkembang pesat dan banyak digunakan adalah energi matahari atau solar power yang digunakan sebagai pembangkit listrik, dalam bentuk panel surya.Dalamrangka mengoptimalkan penggunaan panel surya tersebut, diperlukan sebuah sistem pengendali yang dapat mengontrol posisi panel surya agar selalu mengikuti arah dan posisi dari matahari secara otomatis. Kelebihan dari sistem ini dapat mengikuti posisi matahari yang sebenarnya tempat terbit dan tenggelamnya tidak selalu tepat di timur dan di barat, melainkan berangsur-angsur bergeser ke sebelah utara atau ke sebelah selatan.Respon unjuk kerja antara sistem yang tanpa menggunakan kontroler fuzzy yaitu tegangan =17,86 V, arus = 0,19 A, dan daya = 3,48 W , sedangkan untuk sistem yang menggunakan kontroler fuzzy 1 DOF (Degree Of Freedom) menghasilkan tegangan = 17,77 V, arus = 0,19 A, dan daya = 3,5 W, dan sistem dengan menggunakan kontroler fuzzy 2 DOF (Degree Of Freedom) menghasilkan tegangan = 17,72 V, arus = 0,19 A, dan daya = 3,47 W. Kata kunci: Dua Derajat Kebebasan, Kendali Logika Fuzzy, LDR, Motor Servo, Panel Surya, Tracking  Abstract Now a days,  many countries have developed alternative energy to replace fossil fuels energy. One type of renewable energy where growing rapidly and widely used is solar energy or solar power that  use das a power plant, in the form of solar panels. To optimize the application of solar panels, required a control system that can control the position of solar panels so that  always follow the direction and position of the sun automatically. The advantages of this system can follow the actual position of the sun rising and setting places are not always exactly in the east and in the west, but gradually shifted to the north or to the south. Response performance between system swith out the fuzzy controller produces voltage=17.86V , current=0.19A, and power=3.48W, while for the system use fuzzy controller with1DOF(Degree OfF reedom) producesa voltage=17,77V, current=0.19A, and power=3.5W, and a systemuse fuzzy controller with2DOF(Degree OfF reedom) producesa voltage V=17.72, current=0.19A, and power=3.47W. Keywords: Fuzzy Logic Control, LDR, Servo Motors, Solar Panel, Tracking, Two Degrees of Freedom

Page 18 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue