cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PENGONTROLAN KOLOM DISTILASI BINER MENGGUNAKAN METODE INTERNAL MODEL CONTROL Wara, Bayu Bagas; Setiyono, Budi; Wahyudi, Wahyudi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.218 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.166-172

Abstract

Sifat dinamis kolom distilasi yang nonstationer, multivariabel, nonlinier, ketidakpastian termodinamika, dan proses dengan waktu mati membuat kontrol kolom distilasi menjadi sebuah masalah yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan metode Internal Model Control (IMC) 1 Degree Of Freedom (DOF) yang biasa digunakan dalam dunia industri untuk mengendalikan plant kolom distilasi biner Wood & Berry MIMO 2x2 dengan dua metode empiris tuning filter IMC yang berbeda yaitu Rivera dan RC.Panda. Variabel yang dikontrol dalam kolom distilasi adalah konsentrasi produk atas (XD) dan produk bawah (XB) dengan memanipulasi variabel laju aliran reflux (L) dan laju steam pada reboiler (Qr). Pada penelitian ini struktur kontrol MIMO yang digunakan adalah struktur multivariabel terdesentralisasi dengan pemilihan konfigurasi kontroler menggunakan metode Relative Gain Array (RGA). Model proses pada perancangan IMC 1 DOF menggunakan asumsi model sempurna dan mengikuti aturan perancangan MIMO IMC. Pengujian dilakukan dengan memberikan perubahan set point. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian perubahan set point kontroler IMC 1 DOF mampu membuat respon sistem mengikuti set point yang diberikan.
PERANCANGAN ANTENA MONOPOLE 900 MHz PADA MODUL ARF 7429B Nugroho, Budi; Darjat, Darjat; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.057 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.317-322

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi nirkabel berkembang dengan pesat. Salah satu alat yang menggunakan teknologi komunikasi nirkabel adalah ARF 7429B, yang merupakan  modul radio transceiver pada frekuensi 900  MHz. Salah satu aplikasi dari ARF 7429B adalah untuk pengukuran jarak. Pada tugas akhir ini akan dirancang antena monopole yang bekerja pada frekuensi 900 MHz. Pemilihan model antena ini didasarkan pada kemudahan untuk mendapatkan bahan dan perancangan serta pola radiasinya yang bersifat omnidirectional. Sebelum fabrikasi, proses desain dan simulasi menggunakan software Antenna Magus 1.0.2 Professional. Dari beberapa simulasi diperoleh suatu desain antena yang memiliki panjang 77.91 mm dan diameter 3 mm, memiliki VSWR sebesar 1,009 pada frekuensi kerja 900 MHz, return loss -47,40 dB, dan pola radiasi setengah donat. Dari hasil pengukuran antena monopole hasil fabrikasi diperoleh nilai return loss -17,69 dB, VSWR sebesar 1,3 pada frekuensi kerja 935 MHz, dan pola radiasi lingkaran pada bidang horizontal. Saat pengujian pada modul ARF 7429B digunakan antena monopole buatan pabrik sebagai pembanding. Dari hasil pengujian diperoleh antena hasil perancangan dapat melakukan kirim-terima data pada jarak 6500 meter dengan RSSI (Received Signal Strength Indicator) Level sebesar-83 dBm. Sedangkan antena monopole buatan pabrik pada jarak tersebut hanya dapat melakukan proses kirim data saja. Kata Kunci : antena monopole, omnidirectional, ARF 7429B, Antenna Magus 1.0.2 Professional  Abstract The development of wireless communication technology is growing rapidly. One of the tools that use wireless communication technology is ARF (Adeunis Radio Frequency) 7429B, which is a radio transceiver module at a 900 MHz frequency. One of the application of the ARF 7429B is for distance measurement. In this research will be designed monopole antenna that works at the 900 MHz frequency. The selection of this antenna is based on the ease to obtain the materials and to design and also the radiation pattern which is omnidirectional. Prior to fabrication, Antenna Magus Professional 1.0.2 is used to design and simulate monopole antenna. From several simulations are obtained an antenna design that has a 77,91 mm long and 3 mm in diameter, VSWR of 1,009 at the working frequency of 900 MHz, return loss of -47,40 dB, and a half-donut radiation pattern. From the measurement results of fabricated monopole antenna is acquired -17,69 dB return loss, VSWR of 1,3 at 935 MHz working frequency, and circular radiation pattern in the horizontal plane. When testing the ARF 7429B modules, manufactured monopole antenna is used as a comparison. From the test results obtained that the designed antenna can transmit and receive data at a distance of 6500 meters with RSSI (Received Signal Strength Indicator) Level of -83 dBm. While the manufactured monopole antenna can only transmit the data at the same distance. Keyword : monopole antenna, omnidirectional, ARF 7429B, Antenna Magus 1.0.2 Professional
APLIKASI NATURAR PENGENALAN PERATURAN DASAR BARIS BERBARIS (PBB) BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA PERANGKAT BERGERAK ANDROID Arismunandar, Ridho; Sofwan, Aghus; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.667 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.514-519

Abstract

Peraturan Baris Berbaris merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup yang disipin pada suatu organisasi masyarakat ataupun disetiap individu manusia yang diarahkan terhadap terbentuknya perwatakan tertentu. Dari banyaknya bentuk PBB tidak semua masyarakat mengetahui informasi yang jelas tentang dasar baris berbaris. Dengan penggunaan perangkat telepon bergerak sebagai suatu system pencarian informasi sudah menjadi hak yang sering dilakukan. Sifat perangkat telepon yang mudah dibawa dang dengan teknologi yang semakin maju memuat perangkat telepon bergerak lebih efisienuntuk digunakan daripada menggunakan komputer. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dirancang sebuah Aplikasi Peraturan Baris Berbaris berbasis Markerless Augmented Reality yang dioperasikan pad perangkat telepon bergerak berbasis android, sebagai sarana edukasi dan informasi mengenai dasar peraturan baris berbaris PBB. Sistem ini dibangun dengan menggunakan Aplikasi yang ditanam pada klien yang merupakan perangkat Android untuk mengakses sistem yang berada pada server. Aplikasi ini berbasis Augmented Reality yang dibuat menggunakan Unity3D dengan Vuforia sebagai Software Deveplopment Kit. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah memberikan informasi pada pengguna berupa informasi lengkap tentang dasar peraturan baris berbaris PBB. Hasil implementasi menunjukkan aplikasi telah dibuat sesuai dengan perancangan yang direncanakan. Pada pengujian alfa dilakukan pengujian tiap fitus aplikasi dengan hasil pengujian dengan status berhasil. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata waktu menjalankan aplikasi hingga melakukan pemindaian yang dibutuhkan dalam memindai marker adalah 11,6detik. Nilai kepuasaan responden menunjukkan nilai kepuasan 89,5
PENGENDALI SUARA PENJELASAN OBJEK MUSEUM BERBASIS RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) A. G. N., M. Azwar; Christiyono, Yuli; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.672 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.144-150

Abstract

Abstrak Selama ini, informasi yang diperoleh oleh pengunjung museum diberikan secara tertulis maupun langsung oleh pemandu dan belum dilakukan secara terautomatisasi menggunakan teknologi elektronis. Oleh karena itu, pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) untuk membuat suatu alat yang dapat memainkan suara penjelasan objek museum sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Perancangan alat pengendali suara penjelasan objek museum ini terdiri atas dua bagian, yaitu pembuatan perangkat keras dan pengembangan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri atas pembaca RFID, mikrokontroler, LCD 16 2, MP3 player, dan konektor komunikasi serial. Pembaca RFID memindai tag RFID yang berada di objek museum. Mikrokontroler akan mengenali objek berdasarkan data hasil pemindaian tag RFID dan mengendalikan MP3 player agar memainkan suara penjelasan yang sesuai dengan objek museum tersebut. LCD 16 2 berfungsi untuk menampilkan waktu, nama objek, dan pilihan bahasa suara penjelasan objek berupa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sementara itu, aplikasi basis-data dikembangkan menggunakan Delphi. Perangkat keras yang dibuat mampu memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan pengunjung, misalnya: pilihan objek museum dalam hal ini angklung, batik, dan reog, serta pilihan bahasa yang terdiri atas bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. LCD 16 2 mampu menampilkan waktu, pilihan bahasa yang digunakan, dan nama objek museum. Aplikasi basis-data yang dikembangkan mampu menerima data dari perangkat keras dan menampilkannya pada tabel yang tersedia. Data tersebut berupa tanggal, jam, dan nama objek yang sudah disimak pengunjung. Berdasarkan data yang ditampilkan, dapat diketahui objek yang menarik maupun yang kurang menarik bagi pengunjung. Kata kunci : RFID, mikrokontroler, objek museum, aplikasi basis-data. Abstract During the time, information gotten by museum visitors is given textually or directly from tour guide and it has not been done automatically using electrical technology. Therefore, in this final project research using RFID (Radio Frequency Identification) technology is done to make a device which can play museum object explanation sound according to visitor necessaries.The device designing is divided into two parts, those are hardware making and software development. The hardware consists of RFID reader, microcontroller, LCD 16 2, MP3 player, and serial communication connector. RFID reader scans RFID tag near an object. Microcontroller identifies object according to data from RFID reader then controls MP3 player to play suitable object explanation sound. LCD 16 2 shows time, object name, and language choices. The language choices are bahasa Indonesia and English. Meanwhile, database application is developed using Delphi. The hardware can give information according to visitors necessaries, such as: museum object choices in this case angklung, batik, and reog, as well as language choices which consists of bahasa Indonesia and English. LCD 16 2 can show time, used language choices, and museum object name. Developed database application can receive data from hardware and show it on available table. The data are date, time, and object name. Based on shown data, it can be known the more interesting objects or the less interesting one to visitors. Keywords: RFID, microcontroller, museum object, database application
PERANCANGAN SISTEM KONTROL BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER DAN MICROCONTROLLER PADA MESIN YARN CONDITIONING PLANT DI PT.APAC INTI CORPORA Maurice, Juan; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.129 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.565-571

Abstract

Abstrak Mesin Yarn Conditioning Plant (YCP) pada industri tekstil merupakan mesin yang digunakan untuk menambah kelembapan benang guna menambah bobot benang serta memperkuat puntiran. Mesin ini berbentuk silinder besar yang didalamnya terjadi proses perubahan air menjadi uap yang kemudian dipaparkan ke benang. Besar suhu dan tekanan yang diterapkan bergantung pada jenis benang yang akan dikondisikan. Oleh sebab itu, kendali suhu dan tekanan otomatis untuk berbagai jenis benang yang presisi serta efisien sangat diperlukan untuk mesin ini. Variabel yang dikendalikan pada mesin ini adalah arah putaran motor, level air, temperatur, serta simulasi tekanan. Pengendalian menggunakan perpaduan antara fungsi PLC(Programmable Logic Control) sebagai pengendali yang handal dan mudah digunakan dengan microcontroller yang dapat melakukan pengendalian yang presisi untuk data analog seperti temperatur. Sensor temperatur yang digunakan adalah LM35 tahan air. Perangkat yang digunakan adalah PLC Omron CPM1A, Microcontroller Atmega 8535, software CX Programmer, dan CV AVR. Sistem pengendalian terdiri dari  mode otomatis denim, otomatis greige, mode otomatis nylon, mode manual, mode reset , dan mode pause. Pengujian pada ketiga mode otomatis menunjukkan bahwa operasi pengondisian benang dapat berjalan sendiri dari awal sampai akhir. Pengujian mode manual menunjukkan bahwa pengendalian masing-masing aktuator melalui saklar dapat berfungsi. Mode reset memungkinkan sistem kembali ke standby secara otomatis ketika terjadi emergency. Mode pause memungkinkan sistem untuk berhenti sejenak ketika terjadi gangguan. Kata kunci : PLC, Mikroprosesor, YCP, LM35, Float Switch,  Kendali motor DC  Abstract Yarn Conditioning Plant (YCP) in textile industry is a machine used to increase the humidity of yarn surfaces to  gain weight and strengthened the twist. This machine shapes like a big horisontal cylinder which occupied the transformation of water to steam which will be contacted to the yarn. The amount of temperature and pressure which will be implemented are based on the yarn’s type. Therefore, the automatic temperature and pressure controller for any kind of yarn is vastly required. The controlled variable in this machine is motor’s rotating direction, water level, temperature, and pressure simulation. The main controller is PLC (Programmable Logic Control) which is a reliable and easy to use controller. The temperature sensor being used is waterproof LM35. Instrument being used are Omron PLC  CPM1A, Atmega 8535 microprocessor, CX Programmer software and CV AVR. The control system consist of Denim, Greige, and Nylon automatic mode, manual mode, pause mode, and reset mode. The trial test of the three automatic mode show that the machine is able to running the conditioning of yarn process automatically. The manual mode shows that controlling each actuator by manual switches are properly functioning. The reset mode enable the system to automatically back to standby condition in case of emergency. The pause mode enable the system to stop in any process when the emergency condition arise. Kata kunci : PLC, Mikroprocessor, YCP, LM35, Float Switch,  Kendali motor DC
PERANCANGAN INVERTER SATU FASA OFF-GRID MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 DENGAN KONTROL ARUS METODE PROPORTIONAL RESONANT Suroso, Segal Mancini; Setiawan, Iwan; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.373 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.3.753-760

Abstract

The availability of fossil as fuel in conventional power plants is running low. This causes the use of renewable energy such as photovoltaic (PV) technology becomes very important. PV systems required inverters for converting DC voltage into AC voltage, where the quality of the inverter output current is very influential on the quality of power. Therefore, it is necessary to control the inverter current output which serves to improve the system response and minimize the current harmonics. In this research, a H-Bridge type of one phase Inverter is designed using 16-bit DSPIC30F4011 microcontroller with current control proportional resonant method. The inverter output current is fedback by the ACS712-05B current sensor. The test is carried out with the reference current range of 1 - 3 A on the load variation 7 Ω and 12 Ω. The test results show the actual current waveform of the inverter output is able to follow the reference current changes. Inductor value that not suitable and the effect of switching cause the ripple is still happening. The higher the output voltage of the inverter will result in the total current harmonic distortion becoming smaller.
PERANCANGAN FUNGSI PERINTAH PADA MIKROKONTROLER ATMEGA8535 MELALUI ROUTER WI-FI Prastomo, Ragil Aji; Triwiyatno, Aris; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.596 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.688-693

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi telah mencapai era nirkabel. Hampir seluruh perangkat yang ada saat ini memiliki fasilitas nirkabel, yaitu berupa inframerah, bluetooth, atau Wi-Fi. Teknologi nirkabel mendukung sebuah komunikasi antar perangkat menjadi praktis karena tidak menggunakan kabel. Salah satu contoh implementasi sistem nirkabel adalah pada sistem otomatisasi rumah (home automation). penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan suatu komunikasi antar perangkat secara nirkabel. Perangkat yang digunakan adalah ATMega8535 sebagai objek penerima perintah, Router Wi-Fi sebagai penyedia layanan nirkabel, dan perangkat seperti ponsel, komputer tablet, atau laptop sebagai pemberi perintah. Pengujian dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan pengiriman perintah secara nirkabel dengan jarak-jarak tertentu.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa ATMega8535 dapat menerima perintah dari komputer secara nirkabel, yaitu 96,36 % keberhasilan melalui terminal, 100% melalui halaman web, dan 100% dengan jarak 20 meter, 40 meter, dan 60 meter. Hal ini disimpulkan bahwa Router Wi-Fi dapat mewujudkan adanya sebuah sistem pemberian perintah ATMega8535 secara nirkabel. Kata Kunci : Wi-Fi, ATMega8535, nirkabel.  Abstract The development of information technology has reached the wireless era. Almost all of the devices nowadays have the wireless feature in the form of infrared, Bluetooth, or Wi-Fi. The wireless technology supports communications among devices to be practical, because it does not use wire to do it. One of the wireless implementation system examples is on the home automation system. This research aims to create a communication between devices wirelessly. The devices used were ATMega8535 as the command receiver object, Wi-Fi Router as the wireless system supplier, and device like mobile phone, tablet computer, or laptop as the command giver. A test was done to identify the success level of the command sending wirelessly in certain distances.The result of the test showed that ATMega8535 could receive commands from the computer wirelessly, that is 96,36% successful rate with the terminal, 100% successful rate with the web page, and 100% successful rate with 20 meters, 40 meters, dan 60 meters distances. The conclusion is Wi-Fi Router can perfoms command giving system at an ATMega8535 wirelessly. Key words: Wi-Fi, ATMega8535, wireless
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR DAN VARIASI IRRADIASI PADA TEGANGAN, ARUS DAN DAYA KELUARAN PHOTOVOLTAIC JENIS MONOCRYSTALLINE Soeharto, Faishal Fuad Rahman; Hermawan, Hermawan; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.951 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.381-388

Abstract

Sel photovoltaic membutuhkan energi foton dalam cahaya untuk melakukan proses konversi energi, energi foton tersebut dapat berasal dari irradiasi sinar matahari. Energi foton dari sinar matahari tersebut datangnya bersamaan dengan panas yang dapat menyebabkan kenaikan temperatur dari sel  photovoltaic. Untuk setiap kenaikan 1º C dapat menyebabkan sel photovoltaic mengalami penurunan tegangan setiap selnya. Pada penelitian kali ini, akan dibahas mengenai analisis pengaruh kenaikan temperatur dan variasi irradiasi pada photovoltaic jenis monocrystalline dengan membuat simulasi dan modul percobaan. Hasil pengujian membuktikan bahwa kenaikan temperatur sel dari 27 °C sampai 80 °C dapat menurunkan tegangan keluaran dari sel photovoltaic sebesar 4,21 V, sehingga mempengaruhi daya keluaran sel, yang turun sampai 0,7523 Watt. Semakin besar nilai irradiasi yang diterima sel yaitu pada 1000 W/m2, dapat menghasilkan daya keluaran sel yang semakin besar pada temperatur yang sama, karena mendapatkan energi foton yang lebih banyak.
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA PROTOTYPE GREEN HOUSE BERBASIS KENDALI LOGIKA FUZZY Azizi, Mulkan; Sumardi, Sumardi; R, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.206 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.603-608

Abstract

Abstrak Proses budidaya dan penelitian tanaman selama ini dilakukan pada kondisi iklim yang sesuai dengan tanaman. Hal tersebut akan menjadi masalah bagi orang yang ingin melakukan proses budidaya dan penelitian suatu tanaman di daerah yang tidak sesuai dengan kondisi iklim dari tanaman. Green House merupakan media yang tepat untuk proses rekayasa suhu dan budidaya tanaman. Sistem ini menggunakan prinsip heat exchanger yang dikombinasi dengan elemen peltier dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi media penghasil udara dingin. Dalam sistem ini, SHT11  digunakan sebagai sensor pembaca suhu. Logika fuzzy diterapkan untuk mengolah data pembacaan suhu dari sensor yang akan digunakan sebagai kendali kecepatan motor cooling fan DC supaya suhu ruangan tetap pada referensi yang diinginkan. Dari berbagai perbandingan pengujian yang dilakukan secara keseluruhan respon sistem plant kendali suhu menggunakan logika fuzzy menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kendali PI  metode Ziegler-Nichols dengan selisih nilai waktu naik (Tr) dan ­­­­waktu penetapan (Ts) pada metode kendali logika fuzzy dan PI di tiap pengujian mempunyai selisih nilai waktu naik (Tr) 12 detik,18 detik, 6 detik  dan 80 detik sedangkan selisih waktu penetapan (Ts) di tiap pengujian adalah 26 detik, 18 detik, 15 detik dan 54 detik. Kata kunci: Green House, Suhu, Iklim, SHT11, Logika Fuzzy.   Abstract The process of cultivation and crop research has been conducted inaccordance with the climatic conditions of the plants. This becomes a problem for people who wants to make the process of cultivation and research of a plant in an area that does not fit with the climatic conditions of the plants. Green House is an excellent medium for manipulation process of  temperature and plants cultivation. This system uses the principle of heat exchanger that combined with peltier elements and modified in a such way to becomes a cold air-producing medium. In this system, SHT11 is used as a temperature reader sensor. Fuzzy logicis applied to process the temperature reading data from the sensor that will be used as a motor speed control of DC cooling fan, so the room temperature remains at the desired reference. From the various over all comparison tests that performed, the response of plant system temperature control using fuzzy logics shows that the result stend to be better than the Ziegler-Nichols'PI control method  by the difference in the value of the rise time (Tr) and the determination time (Ts) on methods of control logic fuzzy and PI in each test has a difference of rise time (Tr) 12 seconds, 18 seconds, 6 seconds and 80 seconds while the difference settling time (Ts) in each test was 26 seconds, 18  seconds, 15 seconds and 54 seconds. Keywords: Green House, Temperature,Climate, SHT11, Fuzzy Logic.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP CIRCULAR PATCH UNTUK WIFI MENGGUNAKAN CHARACTERISTIC MODE ANALYSIS (CMA) Sabila, Liya Yusrina; Prakoso, Teguh; Sofwan, Aghus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.884 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.13-19

Abstract

Wi-Fi (Wireless Fidelity) merupakan sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel. Dalam sistem komunikasi wireless bagian terpenting untuk mengoptimalkan kinerjanya adalah antena. Mikrostrip adalah salah satu jenis antena yang praktis mempunyai ukuran dan dimensi yang sederhana dan mudah difabrikasi. Pada penelitian ini dibahas bagaimana desain dan analisa antena mikrostrip dengan bentuk patch sirkular dengan spesifikasi frekuensi kerja 2,400 – 2,484 GHz menggunakan substrat FR-4 dengan ketebalan 1,6 mm dan  = 4,3. Teknik pencatuan yang digunakan adalah dengan teknik microstrip line feed. Perancangan dan simulasi antena mikrostrip dilakukan menggunakan software CST Studio Suite  2016. Antena yag dirancang juga dianalisa menggunakan Characteristic Mode Analysis (CMA). Hasil yang ditampilkan berupa grafik mode-mode arus pada  modal significance. Dihasilkan sebanyak dua mode yang berhimpit untuk desain patch A pada frekuensi 3081 MHz dan terjadi perubahan untuk desain patch B, dimana kedua mode berpisah dan bergeser, mode 1 bergeser ke frekuensi 2406 MHz sedangkan mode 2 bergeser ke frekuensi 1889 MHz. Dari antena mikrostrip yang telah difabrikasi dilakukan pengukuran beberapa nilai parameter yaitu, S11 sebesar -21,13 dB, VSWR 1:1,19, rentang frekuensi 2,37 – 2,54 GHz, pola radiasi directional dan gain sebesar 2,15 dBi.

Page 19 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue