cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
STUDI PENGARUH PELUAHAN PARSIAL TERHADAP PENUAAN KUALITAS MINYAK TRANSFORMATOR Utomo, Raka Budi Satrio; Hermawan, Hermawan; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.922 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.268-276

Abstract

Transformator merupakan peralatan yang vital dalam sistem tenaga listrik. Apabila terjadi kerusakan pada transformator dapat menyebabkan pen yaluran listrik ke konsumen dapat terganggu. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus dalam pemeliharaan kinerja transformator agar tidak terjadi kerusakan pada transformator. Salah satunya adalah pemeliharaan terhadap minyak transformator. Selama trasformator beroperasi maka minyak transformator akan mengalami pembebanan berupa beban elektris dan termal. Akibat adanya beban tersebut dapat menyebabkan timbulnya gas-gas terlarut pada minyak yang berpotensi menyebabkan terjadinya breakdown pada transformator. Sehingga diperlukan pemantauan khusus terhadap gas-gas tersebut. Salah satu cara untuk menganalisis gas terlarut dalam minyak adalah dengan menggunakan metode Dissolved Gas Analysis (DGA). DGA akan mengekstraksi gas tersebut untuk diketahui indikasi gangguan berdasarkan hasil interpretasi data yang dilakukan. Sehingga kerusakan pada transformator dapat dicegah. Hasil analisis DGA pada transformator GT 2.3 BAT 10 menghasilkan indikasi berupa thermal fault ≤ 3000C. Selain itu, hasil pengukuran emisi akustik menunjukan telah terjadinya aktivitas peluahan parsial yang cukup tinggi sebesar 969.7 pC pada puncak positif dan 1.05 nC pada puncak negative pada transformator daya yang bersamaan dengan terdeteksinya arching saat pengukuran.
PERANCANGAN KONTROL OPTIMAL PADA SISTEM MULTI MACHINE MENGGUNAKAN LINEAR QUADRATIC REGULATOR-GLOWWORM SWARM OPTIMIZATION (LQR-GSO) Arsyad, Arsyad; Triwiyatno, Aris; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.452 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.247-254

Abstract

Abstrak Stabilitas pada sistem multi machine merupakan faktor penting untuk menjaga operasional sistem agar tetap aman. Perancangan kontrol optimal pada sistem multi machine menggunakan Linear Quadratic Regulator (LQR) diharapkan mampu meningkatkan stabilitas sistem multi machine. Pada penelitian ini, nilai variabel diagonal matriks bobot Q dan R pada LQR  dihitung menggunakan Glowworm Swarm Optimization (GSO). Model persamaan state space dan data parameter pada sistem multi machine didapat dari studi pustaka, yaitu jurnal dan buku. Sedangkan untuk implementasi kontrol optimal pada sistem multi machine dilakukan dengan menggunakan MATLAB. Hasil simulasi yang diperoleh yaitu perbandingan antara respon sistem multi machine yang menggunakan kontrol LQR-GSO dengan LQR. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kontrol LQR-GSO pada multi machine memperkecil error sebanyak 32.95% sedangkan kontrol LQR pada multi machine memperkecil error sebanyak 28.87%. Oleh sebab itu, metode kontrol LQR-GSO memiliki respon yang lebih baik dibandingkan metode kontrol LQR. Kata kunci: stabilitas, multi machine, Linear Quadratic Regulator (LQR), Glowworm Swarm Optimization (GSO)  Abstract Multi machine system stability is an important factor to keep the system operational in order to stay safe. The design of optimal control in multi machine system using Linear Quadratic Regulator (LQR) is expected to improve the stability of multi machine system. In this research, the value of the variable diagonal weighting matrix Q and R on LQR calculated using Glowworm Swarm Optimization (GSO). State space equation model and data parameters in a multi machine system obtained from the literature. Implementation of optimal control in multi machine system performed using MATLAB. Simulation results obtained by the comparison between the response of multi machine system using LQR control and LQR-GSO control. Based on the tests, the LQR-GSO control in multi machine reduce as much as 32.95% error and the LQR control in multi machine reduce as much as 28.87% error. Therefore, the LQR-GSO control method has a better response than the LQR control method. Keywords: stability, multi machine, Linear Quadratic Regulator (LQR), Glowworm Swarm Optimization (GSO)
EVALUASI KINERJA PROTOKOL ROUTING DSDV TERHADAP PENGARUH MALICIOUS NODE PADA MANET MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2 (NS-2) Bayu, Muhammad Arif; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.165 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1072-1078

Abstract

MANET merupakan teknologi telekomunikasi yang dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam berkomunikasi. MANET terbentuk dari beberapa node yang bergerak bebas dan tidak bergantung  pada infrastruktur  tetap. Kelemahan utama MANET adalah masalah keamanannya. Node-node secara bebas masuk dan keluar dalam jaringan hal ini lah yang menyebabkan MANET rentan terhadap serangan. Salah satu contoh serangan dalam MANET adalah serangan malicious node.  Pada penelitian menganalisis evaluasi kinerja DSDV pada MANET terhadap serangan malicious node. Beberapa parameter yang digunakan untuk mengukur kinerjanya antara lain throughput, delay total dan PDR. Perancangan MANET dilakukan menggunakan software NS2. Hasil simulasi menunjukkan serangan malicious node mengakibatkan penurunan nilai throughput, delay, dan PDR disetiap kondisi. Penurunan nilai throughput terbesar terjadi pada kondisi jaringan yang mengalami perubahan luas dimensi, yaitu jaringan 100 node dimensi 1000x1000 m2 turun 100 Kbps dari kondisi normalnya. Sementara penurunan nilai delay total terbesar terjadi pada kondisi jaringan yang mengalamai perubahan kecepatan gerak node, yaitu pada jaringan 75 node saat kecepatan gerak node-nya 1,75 m/s turun 30,53 ms dari kondisi normalnya. Serangan malicious node memberikan efek paling besar untuk nilai PDR pada kondisi jaringan  yang  mengalami perubahan luas dimensi, yaitu jaringan 50 node dimensi 1000x1000 m2 turun 0,76% dari kondisi normalnya.
APLIKASI DETEKSI GERAK PADA KAMERA KEAMANAN MENGGUNAKAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION DENGAN ALGORITMA GAUSSIAN MIXTURE MODEL Pratama, Muhammad Harry Bintang; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.4 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.246-253

Abstract

Pencurian merupakan permasalahan yang sering terjadi di Indonesia. Pencurian biasanya terjadi pada malam hari atau saat tidak ada pengawasan terhadap barang maupun lokasi tertentu. Kamera CCTV (Closed-Circuit Television) merupakan salah satu sistem keamanan yang digunakan untuk memantau keadaan suatu tempat. Namun sistem kamera CCTV hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan pasif saja. Tindakan ilegal seperti pencurian dapat dicegah dengan cara merancang sistem yang mampu mengidentifikasi bila terdapat penyusup lalu mengirimkan pemberitahuan ke pengguna. Pada tugas akhir ini, dirancang suatu sistem kamera keamanan menggunakan kamera web dan OpenCV yang terpasang pada Raspberry Pi. Masukan sistem berupa video yang diperoleh dari kamera. Metode deteksi gerakan yang digunakan adalah background subtraction dengan algoritma gaussian mixture model. Deteksi manusia kemudian dilakukan pada objek bergerak yang terdeteksi menggunakan metode Viola Jones. Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah pemberitahuan yang dikirim ke pengguna melalui email. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa algoritma gaussian mixture model dapat bekerja dengan baik untuk mendeteksi gerak pada kondisi lingkungan berbeda. Deteksi manusia memiliki rata-rata akurasi 86,1% pada kondisi dalam ruangan dan akurasi 88,3% pada kondisi luar ruangan. Hasil pengujian keseluruhan sistem mulai dari proses deteksi gerak, deteksi manusia, dan pengiriman pemberitahuan telah berhasil berjalan dengan baik.
PERANCANGAN KONTROLER PID BERBASIS ATMEGA 8535 UNTUK PENGENDALIAN KADAR GAS CO PADA RUANG KONTAMINASI ASAP ROKOK Pujosakti, Radhitya; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.128 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.317-322

Abstract

Abstrak Lebih dari 4.000 zat kimia yang ada dalam rokok akan lebih membahayakan ketika asap rokok terjebak di ruang terbatas. Khususnya gas CO yang dapat membuat seseorang mati lemas karenanya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat alat yang mampu mengurai asap rokok menjadi oksigen. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gas CO yang dihasilkan oleh asap rokok agar pencemaran asap rokok dalam smoking room dapat diatasi. Metode penguraian asap rokok yang digunakan adalah lucutan korona. Pada saat lucutan korona diberikan pada aliran gas, akan menyebabkan elektron energetik yang akan mentransfer energi pada molekul gas yang dominan (CO) melalui proses tumbukan. Tumbukan ini menghasilkan formasi radikal primer (C* dan O*), ion positif dan negatif serta molekul tereksitasi. Untuk mempercepat penguraian, peneliti menggunakan metode kontrol PID pada sistem agar respon dari kipas motor DC corona chamber menjadi lebih responsif terhadap kadar gas CO sebelum terurai pada ruang 1. Penelitian ini menghasilkan alat otomatisasi untuk penguraian asap rokok menjadi oksigen. Hasil yang diperoleh pengujian sensor MQ7 sangat baik dalam pengukuran kadar gas CO dengan pembanding menggunakan STARGAS 898. Respon penguraian juga sangat cepat dengan menggunakan kontroller P dan I dengan nilai Kp=5 dan Ki=1 jika dibandingkan dengan tanpa kontroller. Alat otomatisasi dapat mereduksi gas CO dengan rata-rata hingga 55%. Kata kunci: Asap rokok, Gas CO, Lucutan Korona, PID  Abstract More than 4000 chemicals, especially carbon monoxide (CO) gas, contained in cigarrete’s smoke are even more dangerous if its trapped in an enclosed room. CO gas which is well known as uncoloured and odorless gas will suffocately harmed if its inhaled. The purpose of this research is to make a machine which able to convert cigarrete’s smoke into Oxygen.  Specificly, the objective is to reduce the CO gas levels contained in the cigarrete’s smoke, so the polution produced by cigarrete in the smoking room can be handled. The smoke disantangling method that have been used is corona discharge. Corona discharge that is implemented in a gas flow will produce energetic electron,  which transfering energy to the dominan gas molecule (CO), through collision process. These collisions form a formation of primary radical (C* and O*), positive and negative ions, and excitated molecule. Accelerating the disantangling process, the researcher implemented Proportional Integral Derivative (PID) control method onto the system to control the response of corona chamber’s DC motor fan to be more responsive to the CO levels before being disantagled in the room 1. This research resulting an automated machine to disantagling the cigarette’s smoke into oxygen. The result of MQ7 censor examination using STARGAS 898 is considerably good in CO levels measurements. The disantangling response is considerably fast using Proportional (P) and Integral (I) controller with value Kp=5 and Ki=1 compared to no controller involved. This automated machine is able to reduce the CO levels with average of 55%. Keywords : Cigarette’s smoke, CO, Corona Discharge, PID
PERANCANGAN SISTEM AKUISISI DATA MULTISENSOR (SENSOR OKSIGEN, HIDROGEN, SUHU, DAN TEKANAN) MELALUI WEBSITE BERBASIS ANDROID Sandi, Harum Amalia; Sudjadi, Sudjadi; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.579 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.457-463

Abstract

Akuisisi data merupakan suatu sistem yang diperlukan dalam sistem instrumentasi di berbagai kegiatan industri untuk mengambil, menampilkan, maupun mengolah data dari sensor yang terdapat pada komponen sistem instrumentasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, diperlukan suatu sistem akuisisi data yang dapat digunakan secara real time, cepat, mudah, dan akurat. Teknologi internet dapat digunakan sebagai media penyaluran data untuk memenuhi kebutuhan akan akuisisi data saat ini. Salah satu penerapan dari teknologi akuisisi data ini dapat diaplikasikan pada multisensor untuk mengukur kadar gas oksigen, gas hidrogen, suhu, dan tekanan udara. Perancangan sistem akuisisi data multisensor ini menggunakan mikrokontroler Arduino ATMega 2560. Parameter multisensor yang diakuisisi meliputi kadar gas oksigen menggunakan sensor ME2-O2, kadar gas hidrogen menggunakan sensor MQ-8, suhu menggunakan sensor thermocouple tipe-K dengan modul MAX6675, dan tekanan udara menggunakan sensor MPX5500DP. Hasil pengukuran keempat buah sensor tersebut ditampilkan melalui website dengan menggunakan modul GSM SIM900A. Dari hasil pengujian yang dilakukan dalam berbagai kondisi, didapatkan hasil pengujian kadar gas oksigen rata-rata sebesar 20,989% pada ruangan normal dan 18,577% pada ruangan dengan api, kadar gas hidrogen rata-rata sebesar 2288 ppm pada ruangan normal dan 3023 ppm pada uap air, suhu sebesar 28,6ËšC dengan error rata-rata sebesar 0,28%, dan tekanan udara sebesar 6,13 kPa.
IDENTIFIKASI DIRI BERDASARKAN BIOMETRIKA TELAPAK TANGAN MENGGUNAKAN METODE TAPIS GABOR 2-D DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) Setiawan, Rachmad Arief; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.832 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.401-407

Abstract

Abstrak Biometrika merupakan pengembangan dari metode dasar identifikasi seseorang dengan menggunakan karakteristik alami manusia sebagai basisnya. Telapak tangan (palmprint) merupakan salah satu dari organ tubuh manusia yang bisa digunakan sebagai identifikasi karena bersifat unik. Setiap telapak tangan  memiliki tekstur yang detail dan unik berdasarkan ciri garis-garis utama (principal-line features) dan ciri garis-garis kusut (wrinkles features), bahkan berbeda antara telapak tangan kanan dan kiri. Telapak tangan juga tidak dapat berubah serta stabil selama berpuluh-puluh tahun, sehingga dapat digunakan dalam sistem identifikasi. Pada penelitian ini proses yang dilakukan untuk identifikasi telapak tangan adalah akuisisi data, pengolahan awal, normalisasi intensitas citra hasil segmentasi, ekstraksi ciri dan klasifikasi. Algoritma yang digunakan untuk ektraksi ciri tekstur telapak tangan adalah tapis Gabor 2-D sedangkan untuk mengklasifikasikan ciri dari tekstur telapak tangan digunakan Jaringan Syaraf Tiruan Learning Vector Quantization (LVQ). Pengujian dilaksanakan dengan program simulasi menggunakan perangkat lunak Matlab 7.12 (2011a). Pengenalan terhadap klasifikasi nilai vektor ciri pada setiap telapak tangan diperoleh dari banyaknya nilai pengenalan atau jumlah persentase setiap nilai vektor ciri terhadap nilai kelas target yang ditentukan. Persentase pengenalan terbaik adalah 87,5 % dari 40 citra uji dari 20 individu dengan 35 citra uji dikenali dengan tepat pada individunya sedangkan 5 citra uji lainnya dikenali sebagai individu yang salah. Kata-kunci : telapak tangan, Tapis Gabor 2-D, Learning Vector Quantization                                                                  Abstract Biometrics is a science concerning  from the methods for identifying a person which is based on natural characteristics of human. Palmprint is one of the organs of human body that can be used as identification because it is uniqueness. Each palm has a unique detail and texture characteristics based on the main lines (principal-line features) and tangles characteristic lines (wrinkles features), even different between the right and left hand. Palms also can not be changed and stable for decades, so it can be used in the identification system. In this research, the identification process consists of data acquisition, intensity normalization  results of image pre-processing segmentation, feature extraction and classification. The algorithm used for the extraction features of texture palmprint is 2-D Gabor filter and to classify the texture characteristics of the textural feature palmprint will be used Neural Network Learning Vector Quantization (LVQ). Some tests were conducted by using the software simulation program Matlab 7:12 (2011a). Classification for recognizing feature vector value of iris has been found from the recognized value or total percentage of  feature vector iris value to the definite vector target.  Best recognition percentage is 87,5% of 40 test images of 20 individuals with 35 test images correctly identified on individual test images, while 5 other individuals as wrong recognized .  Keywords: palmprint, 2-D Gabor filter, Neural Network Learning Vector Quantization (LVQ)
PERANCANGAN SYNCHRONOUS BUCK-BOOST CONVERTER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16 Darwiyani, Muhammad Zaenuddin; Andromeda, Trias; Warsito, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.634 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.644-650

Abstract

Setiap peralatan elektronik membutuhkan sumber tegangan yang sesuai untuk dapat beroperasi. Regulator tegangan berfungsi untuk menghasilkan tegangan keluaran sesuai yang dibutuhkan. Penggunaan regulator linier memiliki kelemahan yaitu efisiensi yang rendah, sementara switching regulator (konverter SMPS) memiliki efisiensi yang lebih tinggi. Namun komponen dioda pada konverter SMPS konvensional menyumbang rugi daya cukup besar sehingga dikembangkanlah synchronous rectifier converter yang menggunakan komponen MOSFET sebagai pengganti fungsi penyearahan dioda. Komponen MOSFET sebagai pengganti dioda disebut dengan low-side MOSFET yang dapat mengurangi rugi konduksi sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi. Perancangan rangkaian kontrol  PWM untuk pemicuan high-side dan low-side MOSFET pada Tugas Akhir ini menggunakan mikrokontroler ATMega16. Tugas Akhir ini memaparkan rugi daya dan efisiensi pada konverter synchronous buck-boost dan buck-boost konvensional, besar efisiensi dan rugi daya pada konverter dibandingkan dan dianalisa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi konverter synchronous buck-boost pada semua variasi duty cycle beban 50Ω maupun 65Ω memiliki nilai yang lebih tinggi dan mencapai efisiensi tertinggi sebesar 92,84% ketika duty cycle 50% beban 50Ω kemudian sebesar 93,72% ketika duty cycle 50% beban 65Ω. Efisiensi konverter synchronous buck-boost ketika variasi dead-time selama 2µs memiliki nilai paling tinggi jika dibandingkan dengan efisiensi ketika interval waktu selama 4µs, dan 6µs.
PENGENALAN IRIS MATA MENGGUNAKAN METODE PENCIRIAN INDEPENDENT COMPONENTS ANALYSIS (ICA) DAN JARAK MINKOWSKI Santo, Febry; Isnanto, R. Rizal; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.454 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.257-261

Abstract

Abstrak Setiap manusia memiliki  pola iris mata yang berbeda-beda, keunikan iris mata ini mampu membedakan masing-masing individu sehingga dapat digunakan sebagai sistem pengenalan biometrik. Tekstur yang ada pada suatu citra iris mata dapat di analisis dengan  metode tekstur. Pada penelitian  ini, metode pencirian yang digunakan  adalah  analisis komponen bebas (Independent Components Analysis) dan untuk penegnalannya digunakan perhitungan jarak Minkowski. Metode pencirian analisis komponen bebas adalah sebuah teknik pengolahan citra untuk menemukan faktor-faktor atau komponen tersembunyiyang membentuk sekumpulan variabel acak (citra atau data secara umum). Citra iris mata yang akan diolah terlebih dahulu dipisahkan dari citra mata untuk selanjutnya dilakukan peningkatan kualitas citra menggunakan ekualisasi histogram. Proses selanjutnya adalah segmentasi citra iris mata dengan tapis median dan deteksi Canny, yang mampu mengurangi pengaruh derau pada citra. Kemudian citra hasil segmentasi dinormalisasi ke dalam bentuk koordinat polar. Langkah terakhir adalah proses pengenalan dengan  metode jarak Minkowski.  Jarak Minkowski digunakan untuk menentukan tingkat kesamaan dua vektor fitur. Kata kunci: Independent Components Analysis, Jarak Minkowski  Abstract Every human being has the different iris pattern, unique iris is able to distinguish each individual so that it can be used as a biometric recognition system. Existing texture on an image of the iris can be analyzed by the method of texture. In this study, the characterization method used is Independent Components Analysis (Analisis Komponen Bebas) and used for its identification is Minkowski distance calculation.  Independent component characterization method of analysis is a technique of image processing to find the factors or components that make up a set of hidden random variable (image or data in general). Iris image to be processed must be separated from eye images for further image quality enhancement using histogram equalization. The next process is the segmentation of the iris image with the median filter and Canny detection, which can reduce the effect of noise on image. Then normalized to the image segmentation results in the form of polar coordinates. The final step is the recognition of the Minkowski distance method. Minkowski distance is used to determine the degree of similarity of two feature vectors. Keyword: Independent Components Analysis,  Minkowski Distance
EVALUASI SETTING RELAY ARUS LEBIH DAN SETTING RELAY GANGGUAN TANAH PADA GARDU INDUK 150KV BAWEN Putra, Adhitya Indrajaya; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.112 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.454-460

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik ke konsumen, sehingga kerja dari sistem proteksi membutuhkan keandalan dalam menjaga peralatan penyaluran dari gangguan diantaranya gangguan hubung singkat. Meminimalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, keandalan, selektifitas dan kecepatan, yang semuanya tergantung pada ketepatan dalam setting peralatan proteksinya. Salah satu peralatan proteksi yang digunakan adalah relai arus lebih (OCR) dan relai hubung tanah (GFR). Pada penulisan penelitian ini akan dibahas evaluasi antara setting OCR dan GFR BWN 02 dan BWN 09 pada Gardu Induk Bawen. Hasil perbandingan setting koordinasi proteksi perhitungan dengan simulasi, menunjukkan bahwa setting koordinasi proteksi perhitungan dapat bekerja dengan baik dibanding dengan simulasi yang terpasang di Gardu Induk Bawen. Hasil perhitungan dari setting OCR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,151, sedangkan setting OCR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,127. Penyetelan GFR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,345, sedangkan setting GFR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,172. Koordinasi antar relay pada perhitungan sudah sesuai dengan standart IEC 60255 dengan granding time 0,3-0,5 detik.

Page 38 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue