cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
DESAIN KONTROL ROBUST FUZZY UNTUK STABILITAS SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MESIN TUNGGAL DENGAN VARIASI BEBAN Septiani, Anggita P.; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.863 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.858-864

Abstract

Abstrak Sejalan dengan perkembangan teknologi, dibutuhkan kestabilan sistem yang tinggi dalam merencanakan, menyediakan dan mengoperasikan sistem pembangkit tenaga listrik. Salah satu yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sistem pembangkit tenaga listrik berkualitas tinggi adalah mempertahankan tegangan dan frekuensi yang dibutuhkan oleh pusat-pusat beban supaya tetap stabil dengan adanya perubahan beban yang berakibat terjadinya perubahan frekuensi dan tegangan. Robust-Fuzzy merupakan salah satu metode kontrol yan digunakan untuk mengendalikan sistem dengan variasi beban yang menyebabkan perubahan karakteristik pada sistem. Pada penelitian ini digunakan metode kontrol Robust Fuzzy untuk mengetahui respon dinamik sistem bila terjadi gangguan yang bersifat dinamik seperti perubahan beban. Sistem dilinearisasi berdasarkan cluster bebannya dan dicari model linearnya. Model sistem linear tersebut dioptimalkan dengan metode LQR (Linear Quadratic Regulator). Model sistem linear tersebut digunakan untuk membuat fuzzy state model. Nilai optimal dari LQR digunakan untuk membuat robust fuzzy. Implementasi kontroler ini dilakukan dengan menggunakan matlab/simulink. penelitian ini menghasilkan perbandingan respon sistem antara pengontrolan robust-fuzzy dengan kontrol optimal untuk mengetahui respon dinamik sistem bila terjadi gangguan yang bersifat dinamik. Dari hasil perbandingan menunjukkan bahwa kontrol Robust Fuzzy memiliki respon yang lebih baik karena kontrol robust fuzzy mampu mengontrol sistem dengan berbagai variasi beban. Kata-kunci: Model Generator, Mesin Tunggal, Linear Quadratic Regulator (LQR), matlab/simulink, Robust-Fuzzy  Abstract One thing that required to achieve a high quality of power generator system is maintaining a high quality voltage and frequency which needed by the load centers in order to remain stable due to the presence of load changes that result in a change in frequency and voltage. Robust Fuzzy is one of control methods to control system with load variations which causing changes in the characteristics of the system. Robust Fuzzy method is used in this research to determine a dymamic response systemif there is a dynamic disturbance such as load variety. In the designing, the plant is linearized based on its load cluster and then searched for the linear model. The linear model is optimized with LQR method. The optimal LQR value from linear model is used to create the robust fuzzy. This controler is implemented by using matlab/simulink. The result of the research is comparison of system's responses  between robust fuzzy control and optimal control to determine dynamic responses of system if there is a dynamic disturbance. The result  indicates that Robust Fuzzy method has better response than the optimal control, because Fuzzy Robust is able to control the system with a variety of loads. Keywords: Generator Model, Single Machine, Linear Quadratic Regulator (LQR), matlab/simulink, Robust-Fuzzy
PERBANDINGAN KINERJA ADDER DENGAN TOPOLOGI MCC, CLA, DAN RCA 16-BIT DENGAN TEKNOLOGI 180NM MENGGUNAKAN SOFTWARE ELECTRIC Pamungkas, Okthavianus Bayu; Riyadi, Munawar Agus; Somantri, Maman
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.332 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.16-21

Abstract

Teknologi Integrated Circuit (IC) adalah salah satu bidang paling penting dalam dunia elektronik karena teknologi ini dapat meminimalkan luas area dari rangkaian elektronik, efek parasitik dan biaya. Perangkat ini lebih handal dibandingkan dengan rangkaian yang tersusun dari komponen diskrit. Salah satu penerapan teknologi IC ini terdapat pada prosesor. Prosesor terdiri dari beberapa blok salah satunya adalah ALU. Di dalam ALU sendiri terdapat subblok adder. Subblok ini sangat penting dikarenakan paling banyak digunakan untuk dasar proses yang lainnya sehingga optimasi kinerja dari adder sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kinerja yang dihasilkan dari perancangan adder dengan topologi Ripple Carry Adder (RCA), Manchester Carry Chain (MCC), dan Carry Look Ahead (CLA) 16-bit dengan teknologi 180nm. Penelitian ini menggunakan  software Electric untuk mendesain layout dan software LT-Spice untuk menguji fungsional, mengukur delay dan daya dari hasil ekstraksi layout. Hasil pengujian perancangan ini secara fungsional telah berjalan dengan baik. Kinerja  (AT2) paling baik dihasilkan pada topologi CLA 16-bit  menggunakan CLA 4-bit sebesar 1.851.122,44 dengan nilai daya sesaat yang dihasilkan sebesar 0.0372W dan area coverage sebesar 72,660%.
PERANCANGAN MODUL DAN PERBANDINGAN METODE STARTING DAN PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA Febrian Nugroho Winarto; Tedjo Sukmadi; Mochammad Facta
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.311 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i1.58-68

Abstract

Abstrak  Pada pengoperasian motor induksi 3 fasa, dua hal yang menjadi permasalahan adalah arus starting yang besar dan kesulitan dalam mengatur kecepatan putar motor. Arus starting yang besar dapat dikurangi dengan menggunakan beberapa metode starting, seperti metode tahanan depan, metode Y-Δ, metode autotransformer dan metode softstarter. Pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa dikembangkan dari sekedar pengaturan tegangan masukan menjadi pengaturan tegangan dan frekuensi menggunakan Variable Speed Drive (VSD) beserta peralatan tambahannya. VSD adalah suatu alat kontrol yang digunakan untuk mengatur kecepatan putar sebuah motor induksi dengan mengatur frekuensi masukan sehingga motor dapat berputar dengan kecepatan yang diinginkan. Dari hasil pengujian didapatkan arus starting dari masing-masing metode yang dipakai, yaitu 1,52 ampere dengan metode DOL; 1,23 ampere dengan metode tahanan depan 15 ohm; 1,41 ampere dengan metode tahanan depan 3 ohm; 1,36 ampere dengan metode tahanan depan 2 tingkat; 1,49 ampere dengan metode Y-Δ (wye-delta); 1,43 ampere dengan metode auto-ransformer tap 110 volt; 1,31 ampere dengan metode auto-ransformer tap 55 volt dan 1,16 ampere dengan metode softstarter. Pada pengaturan kecepatan putar motor induksi 3 fasa menggunakan VSD dengan merk Altivar, nilai frekuensi berbanding lurus dengan kecepatan putar motor dan tegangan, dimana semakin besar frekuensi maka kecepatan putar motor dan tegangan semakin tinggi. Kata kunci : motor induksi 3 fasa, arus starting, VSD  Abstract Two major problems in the operation of three phase induction motor are high starting current and difficulty in speed controlling. High current starting can be reduced by using several starting methods, such as primary resistor, Y-Δ starter, auto-transformer and softstarter.  Speed-controlling of three phase induction motor has been developed from a simple voltage adjustment to variable voltage and frequency control. The latest method is known as Variable Speed Drive (VSD). VSD is a control equipment to control the speed of three phase induction by adjusting frequency supply so that motor rotates at desired speed. Based on the experimental results it can be obtained that starting current at 1.52 ampere as obtained by using direct on-line method; 1.23 ampere by using 15 ohm primary resistor; 1.41 by using 3 ohm primary resistor; 1.36 ampere by using two-step primary resistor; 1.49 ampere by using Y-Δ starter; 1.43 ampere by using auto-ransformer at tap 110 volt; 1.31 ampere by using auto-ransformer at tap 55 volt and 1.16 ampere by using softstarter. In the speed-controlling of three phase induction motor using VSD Altivar, the frequency value was proportional to the motor’s speed and voltage, where higher frequency caused higher speed and voltage. Keywords : three phase induction motor, starting current, VSD
PERANCANGAN MEKANIKA DAN PENGEREMAN PLUGGING MOTOR ARUS SEARAH PADA PROTOTYPE OVERHEAD CRANE BERBASIS PLC Rahmana, Arsyad Sila; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.321 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.201-208

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan industri saat ini semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan manusia. Untuk meningkatkan produksi dan memudahkan pendistribusian produk, alat pemindah atau yang biasa disebut crane diperlukan. Motor arus searah adalah salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak crane. Namun, ada banyak kontrol crane menggunakan kontak relay atau kontaktor. Hal ini membuat sulit dalam pemantauan, pengkabelan yang rumit, dan membutuhkan relay timer tambahan untuk mengatur waktu pengereman. Penggunaan Programable Logic Control (PLC) dapat mengatasi hambatan tersebut. PLC dirancang untuk mengendalikan pergerakan dan pengereman dengan metode plugging. Berdasarkan hasil pengujian, PLC telah berhasil mengendalikan pergerakan dan pengereman pada motor arus searah magnet permanen tipe CSD80A1-A. Tegangan masukan motor dapat divariasikan dengan menggunakan penyearah gelombang penuh terkontrol penuh untuk suplai motor hoisting dan buck converter untuk suplai motor longitudinal dan transversal kondisi tanpa beban dan berbeban. Dalam riset ini, mekanisme plugging dikendalikan oleh PLC digunakan untuk pengereman. Berdasarkan pengujian ditemukan bahwa semakin besar tegangan suplai motor, maka arus pengereman motor juga semakin besar pada rentang 2,4 A sampai 5,2 A pada kondisi beban 5 Kg.
IMPLEMENTASI PENUTUPAN CELAH KEAMANAN PADA APLIKASI WEB BERBASIS JOOMLA 1.5.5 SERTA SERVER BERBASIS UBUNTU 8.04 DENGAN KERNEL 2.6.24 Akbar, Nur Arifin; Somantri, Maman; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.401 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.209-215

Abstract

Abstrak Pertumbuhan bisnis yang pesat pada saat ini diimbangi dengan peningkatan kebutuhan terhadap aplikasi berbasis web akan membuat aplikasi web itu sendiri akan lebih sulit untuk diamankan. Sebagian besar kalangan korporat   menggunakan firewall, SSL, serta metode pengamanan dari segi jaringan maupun host pada web site mereka, namun kebanyakan serangan itu sendiri berasal dari tingkatan aplikasi sehingga pengamanan semacam ini tidak dapat mencegah serangan tersebut. Pada pemodelan Open System Interconnection (OSI), setiap pesan melalui tujuh lapisan dari protocol jaringan, termasuk di dalam lapisan aplikasi yang didalamnya terdapat HTTP serta protokol lain yang berhubungan dengan pertukaran konten, seperti  HTML, XML, Simple Object Access Protocol (SOAP), serta Web service. Banyak peretas tahu bagaimana cara membuat HTTP requests terlihat tidak berbahaya dari segi jaringan, akan tetapi tidak dengan data yang ada di dalamnya. Penyerangan dengan karier berupa HTTP dapat mengakses data ke database, menjalankan perintah dari sistem, serta mengubah konten dari Web site. Metode penetration test adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengidentifikasi kelemahan sistem dan kekurangan program. Dengan menerobos mekanisme pertahanan serta lolos dari control keamanan, seorang penetration tester dapat mengidentifikasi kemungkinan cara yang dilakukan peretas untuk membahayakan serta merusak  keamanan dari organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, tujuan dari penetration test ini adalah untuk menunjukkan bagaimana peretas dapat mengakibatkan bahaya yang serius kepada organisasi serta dampaknya dalam hal lain seperti pengaruh pendapatan, reputasi, serta perlindungan konsumen.   Kata Kunci : aplikasi web, peretas, penetration test, keamanan, konten, HTTP, firewall, SSL, jaringan.     Abstract As businesses grow increasingly dependent upon Web applications, these complex entities grow more difficult to secure. Most companies equip their Web sites with firewalls, Secure Sockets Layer (SSL), and network and host security, but the majority of attacks are on applications themselves, so these technologies cannot prevent them. In the Open System Interconnection (OSI) reference model, every message travels through seven network protocol layers. The application layer at the top includes HTTP and other protocols that transport messages with content, including HTML, XML, Simple Object Access Protocol (SOAP) and Web services. Many hackers know how to make HTTP requests look benign at the network level, but the data within them is potentially harmful. HTTP-carried attacks can allow unrestricted access to databases, execute arbitrary system commands and even alter Web site content. A penetration test is one of the most effective ways to identify systemic weaknesses and deficiencies in these programs. By attempting to circumvent security controls and bypass security mechanisms, a penetration tester able to identify ways in which a hacker might be able to compromise an organization’s security and damage the organization as a whole. So that the goal is to show, in a safe and controlled manner, how an attacker might be able to cause serious harm to an organization and impact its ability to, among other things, generate revenue, maintain its reputation, and protect its customers.   Keyword: web applications, hacker, penetration test, security, content, HTTP, firewall, SSL, network.
PERANCANGAN STRUKTUR MOSFET SILICON-ON-INSULATOR (SOI) DAN JUNCTIONLESS TRANSISTOR (JLT) MENGGUNAKAN SILVACO TCAD 2007 S., Irawan Dharma; Riyadi, Munawar Agus; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.129 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1000-1007

Abstract

Saat ini pentingnya miniaturisasi dimensi pada perangkat elektronik telah memaksa produsen untuk berinovasi pada struktur dan mekanisme hantaran dari transistor.  Junctionless FET (JLFET) telah menunjukkan potensi lebih pada skala dimensi dengan mengurangi kebutuhan source dan drain, berbeda dengan Silicon-On-Insulator (SOI MOSFET). SOI MOSFET masih membutuhkan source dan drain dalam struktur fisisnya. Tugas akhir ini berfokus pada membandingkan kinerja threshold voltage (Vt) dan subthreshold slope (SS) dari JLT dari JLFET dan SOI MOSFET menggunakan Silvaco TCAD 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam subhtreshold slope (SS), JLFET memiliki nilai ideal sebesar 60 mV/decade, yang unggul dari SOI MOSFET untuk tingkat doping yang sama. Di samping itu, threshold voltage (Vt) menunjukkan kecenderungan yang berbeda antara kedua jenis perangkat. Variasi parameter gate length (Lg), thickness of gate oxide (tox), thickness of silicon (tsi), dan doping concentration (NA) dilakukan pada struktur SOI MOSFET dan JLFET untuk mengetahui trend variasi tersebut terhadap threshold voltage dan substhreshold swing.
IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DAN MINI-COMPUTER RASPBERRY PI 3 DALAM PENGENDALIAN SISTEM GERBANG TOL CERDAS Afiq, Raihan; Syafei, Wahyul Amien; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.924 KB) | DOI: 10.14710/transient.8.1.101-109

Abstract

Sistem transaksi yang diterapkan pada gerbang tol saat ini masih kurang efektif untuk mengatasi antrean kendaraan terutama saat hari besar ataupun libur panjang. Meskipun sudah berbasis nirkawat dan “contactless”, namun pengguna jalan tol harus mendekatkan kartu RFID e-Toll secara manual selama 4 detik. Hal inilah yang menyebabkan antrean dan kepadatan di beberapa gardu tol. Untuk mengatasi ini, pihak Jasa Marga menggandeng Bank Mandiri untuk mengeluarkan produk On Board Unit sistem e-toll, walau dipasaran kurang laku dimasyarakat karena harganya tidak murah. Pada Penelitian ini akan dirancang suatu sistem Gardu Tol Cerdas yang lebih rendah biaya produksinya, dapat mengidentifikasi kendaraan pengguna jalan tol apakah termasuk pengguna yang terdaftar (RFID) dan belum terdaftar. Sistem yang dirancang ini tidak mengharuskan pengendara untuk berhenti karena proses transaksi akan dimulai ketika mobil memicu sensor ultrasonik pada gardu tol. Pada sistem transaksi sendiri, dilengkapi kecerdasan pembebanan otomatis sesuai jenis kendaraan yang digunakan pengguna jalan tol. Sistem ini juga mengganti bukti pembayaran transaksi gardu tol yang sekarang ini masih berupa kertas menjadi pesan digital melalui Telegram. Direncanakan sistem ini berjalan tidak lebih dari 8 detik untuk memproses pengguna jalan tol mulai dari pengambilan citra mobil hingga sistem notifikasi muncul tanpa harus berhenti.
ANALISIS OPTIMUM DISTRIBUTED GENERATION PADA KELUARAN TRANSFORMATOR UNIT I KAPASITAS 30 MVA DI GI MRICA KABUPATEN BANJARNEGARA DENGAN SOFTWARE ETAP 7.0.0 Silitonga, Melfa; Karnoto, Karnoto; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.092 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.37-44

Abstract

Abstrak Pembangkit Distribusi adalah pembangkitan dipasang di jaringan distribusi untuk mengurangi tegangan jatuh dan rugi-rugi daya karena impedansi saluran. Pembangkit terdistribusi yang digunakan pada PENELITIAN adalah pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Gardu Induk (GI) Mrica 150 kV melalui Trafo I menyuplai daya listrik ke beban di penyulang Mrica 01, Mrica 03 dan Mrica Tapen. Penyulang Mrica 01 memiliki dua DG yaitu PLTMH Karangtengah 320 kVA dan PLTMH Singgi 200 kVA, penyulang Mrica 03 tidak memiliki DG dan penyulang Mrica Tapen memiliki tiga DG yaitu PLTMH Tapen 1000 kVA, PLTMH Siteki 1200 kVA  dan PLTMH Plumbungan 1600 kVA. Sistem diatas disimulasikan ke program ETAP 7.0.0 selanjutnya dianalisis susut energi, tegangan jatuh, rugi-rugi daya, profil tegangan. Objective function dari sistem dihitung dengan bantuan Microsoft Office Excel 2007. Hasil pengujian PENELITIAN pada Trafo Unit I saat terkoneksi dan tidak terkoneksi dengan DG menunjukkan bahwa selisih susut energi adalah 0,07 % dan selisih tegangan jatuh sebesar 0,08 %. Analisis kondisi terkoneksi dan tidak terkoneksi DG menghasilkan selisih daya reaktif dan daya aktif sebesar 212,2 kVAR dan 13,5 kW. Nilai objective function Trafo Unit I paling optimum sebesar 595656,1253. Hal ini membuktikan bahwa DG sangat berpengaruh meminimalkan rugi-rugi daya, tegangan jatuh dan objective function. Kata Kunci : Pembangkit Terdistribusi (DG) , Daya Aktif, Daya Reaktif, drop voltage, Objective function , Profil Tegangan, Software ETAP 7.0.0, Microsoft Office Excel 2007.  Abstract DG is a generation that installed in distribution network to reduce drop voltage, power losses because of line impedance. DG used in this final assigment is PLTMH. Substation Mrica 150 kV through the Trafo Unit I supplies electrical power to load feeders Mrica 01, Mrica 03, Mrica Tapen. Mrica 01 load feeder has two DG, those are PLTMH Karangtengah 320 kVA, PLTMH Singgi 200 kVA. Mrica 03 load feeder doesn’t have DG, Mrica Tapen load feeder has three DG, those are PLTMH Tapen 1000 kVA, PLTMH Siteki 1200 kVA, PLTMH Plumbungan 1600 kVA. It was simulated by ETAP 7.0.0 software, analysis the energy losses, drop voltage, power loss, profile of voltage. Objective function was made, calculated by Microsoft Office Excel 2007. Test result on the final project of Trafo Unit I when it was connected, not connected to DG shows in energy losses was 0,07 %, drop voltage was 0,08 %. Analysis it was connected, not connected to DG results a reative power, active power 212,2 kVAR, 13,5 kW consecutively. The most optimum Objective function of Trafo Unit I  was 595656,1253. The result proves that the DG is very important to minimize power losses, drop voltage and the objective function. Keyword :            Distributed generation ( DG ), Active Power , Reactive Power , drop voltage, Objective function , voltage profile , ETAP Software 7.0.0, Microsoft Office Excel 2007.
PERANCANGAN PROTOTIPE KONTROLER AIR-TO-FUEL RATIO ELEKTRONIK BERBASIS FUZZY LOGIC UNTUK PENGHEMATAN BAHAN BAKAR PADA MESIN SEPEDA MOTOR SISTEM INJEKSI Panjaitan, Joshua Harbangan Dharmarakel; Sudjadi, Sudjadi; Sinuraya, Enda Wista
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1484.123 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.%p

Abstract

Penggunaan bahan bakar sekecil mungkin tanpa menurunkan performa sepeda motor dapat diperoleh dengan mengontrol angka Air-to-Fuel Ratio (AFR) agar selalu bernilai ideal. Namun pada beberapa keadaan seperti ketika dilakukan pengereman pada sepeda motor yang sedang berjalan dan ketika tuas gas (throttle) tidak ditarik (zero throttle), sepeda motor tidak membutuhkan tenaga penuh.  Kedua keadaan tersebut hanya memerlukan sedikit asupan bahan bakar sehingga nilai AFR bisa diatur ke nilai yang lebih tinggi agar campuran menjadi lebih miskin bahan bakar (lean).  Meskipun sudah ada sistem kontrol pada sepeda motor, tetapi sulit untuk dilakukan analisis maupun modifikasi karena sistem tersebut bersifat black box dengan karakteristik nonlinear. Penelitian ini merancang prototipe kontroler AFR elektronik berbasis logika Fuzzy (FLC) untuk menghemat konsumsi bahan bakar sepeda motor sistem injeksi elektronik, dengan masukan berupa sinyal pengereman dan derajat bukaan gas (throttle opening) untuk pengaktifan sistem kontrol. Kontroler akan bekerja secara paralel dengan electronic control module (ECM) pabrikan pada sepeda motor dalam mengatur durasi buka injektor. Hasil penelitian membuktikan bahwa prototipe alat mampu mengontrol nilai AFR pada rentang miskin dengan stabil pada pengujian stasioner. Penghematan bahan bakar yang dicapai adalah 33% pada rute jalan mendatar, dan 31,94% pada rute jalan menanjak dan menurun. Rata-rata penghematan total adalah sebesar 32,47%.
IMPLEMENTASI CORBA PADA PEMROGRAMAN LINTAS PLATFORM JAVA DAN DELPHI UNTUK MEMBANGUN APLIKASI SISTEM TERDISTRIBUSI Margono, Joko; Somantri, Maman; S., Kodrat I.
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.804 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.337-343

Abstract

Abstrak Sistem terdistribusi adalah sistem di mana pemrosesan informasi didistribusikan pada beberapa komputer dan tidak terbatas hanya pada satu mesin saja. Heterogenitas dalam sebuah sistem terdistribusi sangat mungkin terjadi, baik heterogenitas dalam hal perangkat keras maupun perangkat lunak. Heterogenitas perangkat lunak  tersebut dapat dikarenakan aplikasi perangkat lunak dalam sistem terdistribusi dikembangkan menggunakan platform bahasa pemrograman yang berbeda. Pada penelitian ini penulis mengimplementasikan sebuah teknologi middleware ORB yang berada dalam framework CORBA untuk mengatasi heterogenitas perangkat lunak yang dibangun menggunakan platform bahasa pemrograman yang berbeda, khususnya platform bahasa pemrograman Java dan Delphi. Sistem yang dibangun dalam implementasi ini adalah sebuah aplikasi informasi akademik terdistribusi. Hasil implementasi dan pengujian membuktikan bahwa teknologi CORBA telah berhasil diterapkan pada sebuah aplikasi informasi akademik terdistribusi yang dibangun dengan bahasa pemrograman Java dan Borland Delphi 7. Sistem terdistribusi informasi akademik ini dapat melayani pengguna melalui layanan web, layanan pesan singkat, dan juga melalui aplikasi klien desktop. Masing-masing aplikasi tersebut ditempatkan pada komputer yang berbeda dan alamat jaringan yang berbeda pula, namun dapat saling berkomunikasi melalui pemanggilan objek di lingkungan CORBA. Kata kunci: CORBA, middleware, objek, platform bahasa pemrograman, sistem terdistribusi  Abstract Distributed system is a system, which information processing is distributed on several computers and not limited to just one machine only. Heterogeneity in a distributed system is very likely to occur, both heterogeneity in terms of hardware and software. Heterogeneity of software applications may be due to applications in the distributed system developed using different programming languages. In this research is implementing an ORB middleware technologies that are in the CORBA framework to overcome the heterogeneity of software developed using different platform programming languages, especially platform programming language of Java and  Delphi. The system developed in this implementation is a distributed application of academic information. Implementation and testing results prove that the CORBA technology has been successfully applied to a distributed academic information application, that was developed using the programming language Java and Borland Delphi 7. Distributed system of academic information application can serve users through web services, short messaging services, and also through desktop client application. Each application is placed on different computer and different network addresses, but can communicate with each other through the invoking object in the CORBA environment. Key word: CORBA, distributed system, middleware, object, platform programming language

Page 40 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue