cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
OPTIMISASI PENJADWALAN EKONOMIS PLTG PADA PLTGU TAMBAK LOROK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUCKOO SEARCH ALGORITHM Wardhana, Ariya Dwi; Sukmadi, Tejo; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.555 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.276-284

Abstract

Pembangkit tenaga listrik thermal merupakan suatu pembangkit yang menghasilkan energi listrik yang berasal dari energi thermal. Energi thermal bisa dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar berupa gas ataupun batubara. Berdasarkan hal tersebut, pada pembangkit tenaga listrik thermal konsumsi bahan bakar sangatlah mempengaruhi biaya produksi energi listrik, sehingga diperlukan suatu teknik pengoperasian pembangkit yang optimum. Pada Penelitian ini Cuckoo Search Algorithm (CSA) diusulkan sebagai metode optimisasi konsumsi bahan bakar pada generator Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Semarang dalam permasalahan penjadwalan ekonomis. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan adanya penghematan antara metode CSA dengan iterasi lambda dan metode CSA dengan prakiraan total konsumsi bahan bakar generator PLTG di UBP Semarang. Pada perbandingan antara metode CSA dengan iterasi lambda dihasilkan bahwa optimisasi CSA menghasilkan total konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan dengan metode iterasi lambda, dimana terjadi penghematan sebesar 27.331,53 MMBTU. Pada perbandingan antara metode CSA dengan praakiraan total konsumsi bahan bakar PLTG UBP Semarang dihasilkan bahwa optimisasi CSA menghasilkan total konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan total konsumsi bahan bakar PLTG UBP Semarang, dimana terjadi penghematan sebesar 31.667,51 MMBTU.
PERANCANGAN CONTROL UNIT, PROGRAM COUNTER (PC), DAN MEMORI INSTRUKSI PADA PROSESSOR RISC 16-BIT DENGAN TEKNOLOGI 600nm MENGGUNAKAN ELECTRIC Tri Saputro, M. Pramuaji; Riyadi, Munawar Agus; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.922 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.378-384

Abstract

Abstrak Prosessor  adalah sebuah IC (integrated circuit) yang digunakan sebagai otak atau pengolah utama dalam sebuah sistem komputer. Pada prosessor terdapat 3 komponen utama yaitu Arithmatic Logic Unit (ALU), Control Unit, dan Memori. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pengujian rangkaian control unit, program counter (PC) dan memori instruksi (ROM) pada prosessor 16-bit dengan mengacu pada arsitektur RISC. Pada perancanganya control unit menggunakan prinsip memori dengan masukan 4-bit opcode dan mengeluarkan 9-bit sinyal perintah yang akan mengatur jalanya elemen lain pada prosessor. Rangkaian program counter (PC) dirancang menggunakan jenis adder manchester yang dihubungkan dengan rangkaian sekuensial D-flipflop untuk media penyimpan data. Memori instruksi menggunakan jenis memori ROM. Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian didapatkan rangkaian control unit yang dapat bekerja pada 3 format instruksi, yaitu format instruksi R, I dan J. Rangkaian control unit memiliki luas area sebesar 125.184 µm dan delay propagation maksimal adalah 1,008ns. Rangkaian program counter (PC) dan memori instruksi mengeluarkan 16-bit alamat yang akan didistribusikan ke elemen-elemen dalam prosessor seperti control unit dan register dengan luas area 923.653 µm dan delay propagation maksimal sebesar 4,392 ns yaitu pada instruksi bit-10. Kata kunci : prosessor, ALU, control unit, program counter.  Abstract Processor is an IC (integrated circuit) which is used as the brain or the main processor in a computer system. In the processor, there are 3 main element, namely arithmetic logic unit (ALU), Control Units, and Memory. In this research is to design and test the circuit control units, program counter (PC) and instruction memory (ROM) on a 16-bit processor with a reference to the RISC architecture. In its design, control unit uses the principle of memory with input of 4-bit opcode and releasing 9-bit command signal which will set the course of other elements on the processor. The circuit of the program counter (PC) is designed using adder manchester type connected with the sequence D-flipflop circuit for data storage media. Memory instruction using ROM memory type. Based on the design and testing result obtained that control unit circuit that can work on three instruction formats, formats instruction of R, I and J. The control unit circuit has an area of 125.184 µm and maximum propagation delay is 1,008ns. The program counter circuit (PC) and memory instruction releasing 16-bit address that will be distributed to the processor elements such as control units and registers with area of 923.653 µm and a maximum propagation delay of 4.392 ns in the 10-bit instruction. key word : processor, ALU, control unit, program counter
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN BENTONIT DAN GARAM NaCl UNTUK MEREDUKSI RESISTANSI PENTANAHAN DENGAN VARIASI KEDALAMAN ELEKTRODA DAN VARIASI KONSENTRASI Hakim, Muhamad Azizul; Syakur, Abdul; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.577 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.522-528

Abstract

Salah satu  syarat sistem pentanahan yang baik adalah jika mempunyai nilai resistansi pentanahan yang kecil. Ada beberapa aspek yang dapat memengaruhi nilai resistansi pentanahan seperti jenis tanah, kelembapan tanah, temperatur dan kedalaman tanah. Untuk mengurangi resistansi pentanahan dengan menggunakan bahan aditif berupa  campuran bentonit dan garam NaCl. Pada penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah perubahan nilai resistansi pentanahan pada masing-masing variasi. Pada variasi pertama diukur pengaruh kedalaman penanaman elektroda pentanahan pada kondisi sebelum dan sesudah ditambahkan bentonit terhadap nilai resistansi pentanahan. Untuk variasi kedua diukur pengaruh konsentrasi bentonit terhadap nilai resistansi pentanahan.Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penambahan kedalaman penanaman elektroda dan penambahan konsentrasi bentonit dan garam dapat menurunkan nilai resistansi pentanahan. Pada kondisi tanah sesudah penambahan bentonit dan garam NaCl persentase penurunan nilai resistansi pentanahan yang didapatkan sebesar 64,9 % jika dibandingkan dengan nilai resistansi pentanahan sebelum penambahan zat aditif tersebut. Resistivitas tanah yang didapatkan juga menunjukkan penurunan dari kondisi sebelum penambahan bentonit dan garam yaitu sebesar 17,109 Ω-m, turun menjadi 5,89 Ω-m setelah ditambahkan bentonit.
APLIKASI MANAJEMEN ASET BTS BERBASIS WEB PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI (Studi Kasus : Esia) Lestari, Dewi; Christyono, Yuli; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.177 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.471-475

Abstract

Abstrak Industri teknologi telepon seluler berkembang sangat cepat, ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan penyedia layanan telekomunikasi juga ditandai dengan tumbuhnya menara antena BTS (Base Station Transceiver) dimana-mana. Permasalahan yang melatarbelakangi pembuatan aplikasi manajemen aset pada proyek pembangunan BTS ini adalah informasi aset material BTS biasanya didasarkan atas pengalaman dari proses yang telah terjadi dan belum pernah ada penerapan sistem yang baku. Tentunya dengan tidak adanya perencanan yang baik, hal tersebut sering menyebabkan informasi aset BTS sulit didapat dengan cepat dan akurat. Sementara informasi tersebut sangat dibutuhkan oleh perusahaan telekomunikasi untuk memonitoring aset BTS guna meningkatkat layanannya. Kata kunci : : BTS,  Sistem Informasi Manajemen Aset BTS, PHP, MySQL.  Abstract  Mobile technology industry is growing very rapidly, characterized by the increasing number of telecom service provider companies are also characterized by the growth of the antenna tower BTS (Base Transceiver Station) everywhere. Issues behind the making of the asset management application development project is BTS BTS material information assets are usually based on the experience of the process that has occurred and there has never been a standard system implementation. Obviously with the lack of good planning, it often causes BTS asset information is hard to come by quickly and accurately. While such information is needed by telecommunications companies to monitor asset base stations to service. Keywords: BTS,  Sistem Informasi Manajemen Aset BTS, PHP, MySQL
PERANCANGAN SELF DRIVING DENGAN METODE KONTROL PD PADA SISTEM TRACKING AUTONOMOUS CAR Taufiqurrahman, Muhammad; Sumardi, Sumardi; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.106 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.173-179

Abstract

Self-driving merupakan sebuah sistem yang dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam hal mengemudi. Sistem self-driving akan menggerakkan gas throttle, gearshift, rem, dan steer secara otomatis. Dalam perkembangannya sistem self-driving memiliki beberapa metode diantaranya dengan menggunakan radar, lidar, GPS, atau pun kamera. Penelitian ini merancang sistem self-driving pada prototype autonomous car dengan skala 1:10 dengan menggunakan kamera sebagai sensor vision dan sensor ultrasonik untuk pendeteksi halangan untuk menghindari benturan. Sistem dirancang untuk dapat mendeteksi street mark dengan memproses gambar dari kamera menggunakan metode filter warna HSV. Sistem self-driving berjalan dengan melakukan tracking pada street mark dengan menggunakan kontrol PID dengan nilai ki=0 untuk mengurangi osilasi. Pada penelitian ini telah berhasil dirancang sistem self-driving yang dapat mengikuti street mark dari lintasan yang disediakan. Parameter kontrol PD dari self-driving yang sesuai dengan karakteristik untuk self-driving pada pengujian secara trial and error dengan nilai kp=1 dan kd=3 pada lintasan lurus yang menghasilkan performa dengan rising time=0,899 detik dan nilai kp=1 dan kd=2 pada lintasan menikung yang menghasilkan performa dengan rising time=1,381 detik. Variabel color filtering dengan metode HSV untuk mendeteksi street mark yang berwarna putih adalah dengan nilai threshold “hue” 0-179, “saturation” 0-30, dan “value” 200-255.
ANALISIS KINERJA JARINGAN DWDM MODEL MULTISITE SEDERHANA MENGGUNAKAN CISCO TRANSPORT PLANNER RELEASE 9.2 Adela Ika Anindita; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.473 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i3.323-331

Abstract

Abstrak Serat optik merupakan media transmisi yang mampu melakukan pengiriman data dalam jumlah besar. Untuk mendukung pentransmisian menggunakan serat optik diperlukan teknik yang menunjang yaitu teknik multiplexing. Seiring meningkatnya kebutuhan transmisi data dikembangkan teknik multiplexing DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) yang mampu mentransmisikan lebih dari 400 panjang gelombang dalam satu serat optik.Dalam implementasi sistem komunikasi serat optik dengan menggunakan teknik multiplexing DWDM perlu analisis kinerja jaringan. Berdasarkan hal tersebut akan dilakukan analisis kinerja model multisite sederhana jaringan DWDM.Terdapat beberapa macam kabel serat optik yang digunakan yakni G.652-SMF, True Wave Reach, G.652-SMF-28E, dan Free Light.Sedangkan, jenis teknologi transmisi untuk teknologi DWDM yang digunakan antara lain 10 Gigabit Ethernet, dan 40 Gigabit Ethernet. Parameter yang dijadikan tolak ukur antara lain nilai attenuasi, nilai dispersi serat optik, dan nilai tundaan. Dengan bantuan perangkat lunak atau aplikasi perancangan jaringan DWDM dimungkinkan untuk diketahui kinerja dari jaringan yang inginkan.  Dari analisi yang dilakuakan performansi paling baik dalam perancangan ini ditunjukkan pada serat optik dengan variasi G.652-SMF-28E, G.652-SMF-28E, dan Free-light pada teknologi 10GE dengan nilai rata-rata link availability sebesar 0,999913.Sedangkan, pada kombinasi serat optik dengan  ketiganya menggunakan Free-light dengan teknologi transmisi 40GE-40GE-10GE menunjukkan performa paling rendah dengan nilai 0,999907. Kata kunci: DWDM, Kinerja Jaringan, Parameter, Multisite  Abstract An optical fiber medium capable of sending large amounts of data. To support the use of fiber-optic transmission technique that required multiplexing techniques. With the increasing need for data transmission multiplexing techniques developed DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) is capable of transmitting more than 400 wavelengths in a single optical fiber. In the implementation of fiber optic systems using DWDM multiplexing techniques necessary network performance. Based on the analysis of the performance of the simple model multisite DWDM networks. There are several kinds of fiber optic that are G.652 SMF, True Reach Wave, G.652-SMF-28E, and Free Light. Meanwhile, the type of transmission technology for DWDM technologies used include 10 Gigabit Ethernet, and 40 Gigabit Ethernet.Parameters are used value of attenuation, optical fiber dispersion value, and value of delay. With the help of software or application design DWDM networks it is possible to note the performance of the network is required.  From the analysis best performance in this design is shown in optical fibers with variations G.652-SMF-28E, G.652-SMF-28E, dan Free-light on 10GE technology with 0.999913 link availability. Whereas, in combination with a third optical fiber using Free-light transmission technology with 40GE-40GE-10GE showed the lowest performance 0.999907. Keywords: DWDM, Networks Performance, Parameters, Multisite
PEMASARAN PRODUK KERAJINAN BERBASIS CLOUD MARKETPLACE Sriatun, Sriatun; Arfan, Muhammad; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.513 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.520-523

Abstract

Pengrajin keset dari kain perca di Ceper Klaten Jawa Tengah saat ini sudah mampu memproduksi keset beraneka macam karakter seperti angry bird, keropy, doraemon dan sebagainya, namun pemasarannya masih sangat terbatas sehingga masyarakat luas belum mengenal produk keset dari daerah ini. Selain itu rendahnya kemampuan SDM pengrajin dalam bidang teknologi informasi/internet menyebabkan kendala dalam berinteraksi dengan pihak lain baik konsumen maupun pensuplai bahan baku. Melalui Program IbM/PKM ini diupayakan untuk menerapkan teknologi informasi/internet guna meningkatkan pemasaran produk kerajianan keset dari kain perca melalui cloud marketplace. Penggunaan smartphone terus meningkat dan semakin murah serta dukungan pemerintah pada industri kreatif dengan teknologi digital menjadikan peluang untuk melaksanakan pemasaran secara online semakin mudah.  Pemasaran melalui cloud marketplace tidak membutuhkan modal yang besar, akses mudah dengan pelayanan penuh (24 jam) pada pelanggan, biaya operasional rendah.  Melalui metode pemasaran ini kreatifitas dalam mempromosikan dan mengembangkan produk kerajinan lebih terbuka sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan.
PERANCANGAN ARM MANIPULATOR 4 DOF DENGAN MENGGUNAKAN PENGENDALIAN CARTESIAN SPACE-TRAJECTORY PLANNING Faris, Muhammad Fathul; Triwiyatno, Aris; Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.496 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.151-158

Abstract

Abstrak Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Salah satu bentuk robot yang sering dipakai adalah bentuk robot lengan anthropomorphic, karena mempunyai keunggulan fleksibilitas daerah kerja dalam 2 dimensi ruang sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan di sebagian besar robot industri. Dalam penelitian ini dirancang arm manipulator dengan 4 derajat kebebasan (DOF) dengan pengendalian Cartesian Space-Trajectory Planning, dengan masukan berupa koordinat cartesian dan keluaran berupa sudut dari joint/lengan-lengan robot. Dengan menggunakan algoritma Trajectory Planning robot lengan dapat mengikuti lintasan berupa lintasan garis lurus yang diberikan dalam daerah kerjanya. Kata Kunci: Arm Manipulator, Derajat Kebebasan, Trajectory Planning Abstract The robot is a mechanical device that can perform physical tasks, using either human supervision and control, or use a program that has been defined in advance (artificial intelligence). One form of the robot is often used is a form of anthropomorphic robot arm, because it has the advantage of flexibility of labor in two-dimensional region of space so it is suitable to be applied in most industrial robots. This research is accomplished by designing control of robot arm manipulators with 4 degrees of freedom (DOF) using Cartesian Space Trajectory Planning methode with input and output in the form of Cartesian coordinates and the output are in the form of joint angle. By using of Trajectory Planning algorithm manipulator can follow the trajectory of the robot arm in the form of a straight line trajectory given in the area of ​​work. Keywords: Arm Manipulator, Degrees of Freedom, Trajectory Planning,
PERANCANGAN DC KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK PADA MODE OPERASI CCM DAN DCM Setiawan, Juli; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.886 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.572-581

Abstract

Abstrak Pada elektronika daya, tegangan DC bisa dihasilkan pada nilai yang berbeda dari sebuah sumber dengan sebuah tegangan masukan DC tertentu. Metode paling umum untuk menghasilkan tegangan DC bervariasi dari sebuah sumber DC dengan menggunakan sebuah DC Chopper sebagai konverter. Diantara beberapa topologi DC Chopper, buck konverter adalah sirkuit umum yang dipilih untuk dibuat karena mempunyai efisiensi tinggi, rangkaiannya sederhana, dan rippel tegangan keluaran rendah bagaimanapun juga penelitian tentang karakteristik seperti pada saat arus continuous atau tidak, hubungan antara variabel duty cycle terhadap mode operasi dan respon tegangan keluaran dengan variasi beban jarang ditemukan secara detail pada referensi sebelumnya. Dalam tugas akhir ini akan dilakulan pembuatan dan analisis tentang perancangan DC Chopper buck dengan membandingkan CCM dan DCM yang menggunakan beban resistif dan induktif, beban resistif yang digunakan berupa resistor 100 Ω dan lampu pijar 100 watt. Untuk beban induktif yang digunakan berupa motor dc. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan saat duty cycle 10 % - 40 % dc chopper menggunakan transistor sebagai switch bekerja pada mode DCM, dan pada duty cycle 50 % - 80 % dengan menggunakan L 1,8  mH beralih pada mode CCM. Efisiensi paling baik yang dihasilkan sebesar 90,82 % pada beban induktif sedangkan untuk beban resistif sebesar 83,12 %. Kata kunci : DC Chopper, Buck Converter, CCM, DCM       Abstract In power electronics, DC voltage can be generated in different value from a certain DC source with a specified dc input voltage. The most common method to provide varied DC voltage from a DC source is by the use of DC Chopper as converter. Among many of topologies in DC Chopper, buck converter is the common circuit that is preferred to be made because it has high efficiency, its simplicity, and has a low rippel voltage. However the of its characteristic such as, when the current is continuous or not, the relationship of variable duty cycle to operation mode and the respond of output voltage variable load are rarely found in detail in previous reference. In this final assignment, DC Chopper buck is designed and made then analysed by compared DCM and CCM mode which using resistive and inductive load. Resistive load was set up from 100 Ω resistor and 100 Watt incandescent lamp. Inductive load using DC magnet permanent motor. Based on experimental results it can be found that DC chopper using transistor as switch turn into DCM mode on duty cycle of 10% - 40% and turn into CCM mode on duty cycle of 50% - 80% when L is 1,8 mH. The best efficiency is found at 90,82% in inductive load at 83,12% in resistive load. Keyword : DC Chopper, Buck Converter, CCM, DCM.
PERANCANGAN SISTEM MONITORING DAYA UNTUK INVERTER SATU FASA GUNA PENGUKURAN DAYA TERALIR SECARA REALTIME Muhammad Iqbal; Iwan Setiawan; Agung Nugroho
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.95 KB) | DOI: 10.14710/transient.v7i3.761-767

Abstract

Penggunaan energi listrik secara global meningkat dari tahun ke tahun dan efek emisi gas rumah kacapun masih dirasakan akibat pembakaran bahan bakar fosil. Hal tersebut mendorong peningkatan teknologi terhadap instalasi dengan sumber energi terbarukan berupa pembangkit listrik photovoltaic (PV) yang mempunyai potensi terbesar di Indonesia. Namun, sistem pada PV masih berupa DC sehingga diperlukan inverter untuk merubah sistem menjadi AC. Namun, ketika inverter menyuplai beban daya ada kemungkinan melebihi spesifikasinya. Oleh karena itu, penelitian ini merancang sistem monitoring daya secara realtime dan akurat untuk memastikan kualitas penyaluran daya sudah optimal dan sesuai spesifikasi. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah metode Orthogonal Signal Generator (OSG) yang diproses oleh STM32F103C8T6. Metode tersebut menggunakan delay ¼ periode untuk mendapatkan nilai daya keluaran. Hasil pengujian diperoleh error daya aktif 1% pada beban 9,6 ohm dan 1,64% pada Beban  47,5 Ohm, sedangkan pada daya reaktif didapat selisih 0,83 VAR pada beban 9,6 Ohm dan 0,89 VAR pada beban  47,5 Ohm. Berdasarkan buku PLN dikategorikan dalam alat kerja.

Page 36 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue