cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN CUT OFF SEBAGAI PEMUTUS TEGANGAN DAN ARUS SISTEM CHARGING BATERAI Prihananto, Pratama Ludfia Dendi; Facta, Mochammad; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.406 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.911-817

Abstract

Proses pengisian akumulator perlu memperhatikan nilai arus dan tegangan yang mengalir ke akumulator. Waktu pengisian dan usia akumulator sangat bergantung pada sifat rangkaian pengisi akumulator. Arus dan tegangan yang tidak sesuai dapat merusak akumulator dan mengurangi umur akumulator. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan rangkaian cut off tegangan dan arus. Pemilihan rangkaian cut off  menggunakan transistor sebagai alat pemutus tegangan dan arus memiliki kelebihan yaitu mampu memutus tegangan dan arus sesuai yang dibatasi tanpa perlu mengganti komponen.Berdasarkan hasil pengujian, rangkaian cut off dapat memutus tegangan dan arus keluaran sesuai yang dibatasi. Berdasarkan hasil pengukuran, rangkaian cut off mampu memutus tegangan dan arus pada tegangan 13.4 V dan arus 0.012 A pada baterai 1.2 Ah.
PENERAPAN LOW PASS FILTER DAN FINITE IMPULSE RESPONSE DALAM SISTEM PEMANTAUAN POSISI PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN GPS Puspasari, B Devina; Setiawan, Iwan; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.474 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.842-850

Abstract

Abstrak Sistem pemantauan posisi merupakan satu hal yang penting digunakan dalam sejumlah bidang aplikasi seperti militer, keamanan dan layanan darurat. Salah satu contoh penggunaannya adalah memberikan informasi posisi pejalan kaki yang tersesat. Sampai saat ini, salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan positioning tersebut umumnya dengan memanfaatkan teknologi GNSS (Global Navigation Satelity Systems). Hal ini seperti GPS-Global Positioning Systems (Amerika), Glonass (Rusia) dan Galileo (Eropa). Namun, pemakaian GPS rawan tak stabil karena adanya noise yang disebabkan banyaknya faktor yang mempengaruhi seperti multipath. Tugas akhir ini dilakukan dengan perancangan sistem pemantauan posisi pejalan kaki dengan menggunakan GPS. Untuk mengolah data, digunakan dua jenis filter yang akan diperbandingkan kinerjanya. Metode dua jenis filter tersebut adalah low pass filter dan finite impluse response. Untuk Central Processing Unitnya menggunakan mikrokontroller ATMEGA164 dan menggunakan bahasa C. GUI dimanfaatkan untuk memonitoring trajektori dari pejalan kaki. Kata Kunci : Navigasi,Pejalan kaki,GPS,LPS, FIR, GUI monitoring, trajektori Abstract The position monitoring is one important thing that is used in a number of areas such as military applications, security and emergency services. One example of its use is to provide the information of pedestrian’s position that in lost. Until now, one of the solutions to meet the needs of the positioning generally by utilizing GNSS (Global Navigation Satelity Systems). This is like GPS-Global Positioning Systems (USA), Glonass (Russia) and Galileo (Europe). However, the use of the GPS receiver is prone to be unstable because of noise that caused by various things like multipath. The final task was to design a pedestrian navigation system using GPS. To process the data, use two types of filters that will be compared to performance. The two types of filter method, the low pass filter and moving average that be implemented with finite impulse response. For central processing unit was using ATMEGA164 microcontroller and using C language GUI used to monitor the trajectory of the pedestrian. Keywords: Navigation, Pedestrians, GPS, LPS, FIR, GUI monitoring, trajectory
ANALISIS SETTING DAN KOORDINASI RELE JARAK PADA GI 150 KV PANDEAN LAMPER ARAH SRONDOL Nugroho, Bayu Seno Adi; Karnoto, Karnoto; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.822 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.1-7

Abstract

Pada saluran transmisi, potensi gangguan yang terjadi adalah gangguan hubung singkat. Gardu induk pada sistem 150kV menggunakan rele jarak sebagai sistem proteksi utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis koordinasi setting rele jarak Pandean Lamper arah Srondol dan melakukan analisis kinerja rele jarak pada subsistem Pandean Lamper arah Srondol dalam mengatasi gangguan. Setting rele yang didapatkan dari PT.PLN disimulasikan menggunakan software DIgSILENT 14.1 untuk melihat jangkauan rele. Standar yang digunakan adalah standar IEEE std C37.113.2015 IEEE Guide for Protective Relay Applications to Transmission Lines. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rele pada subsistem Pandean Lamper arah Srondol memiliki setting yang tidak sesuai dengan standar. Zona 1 memiliki jangkauan 79%, zona 2 sebesar 183,6% dan zona 3 sebesar 382,8% dimana pada standar zona 1 seharusnya memiliki setting 80%-90%, zona 2 120%-150% dan zona 3 1,2x( 15ZL1+ZL2)%."> Gangguan pada sistem disimulasikan dalam 2 skenario. Skenario pertama disimulasikan dengan jarak 79,05%-83,28% dan Skenario kedua sebesar 91,6%-95,7%. Setelah dilakukan perhitungan ulang didapatkan nilai jangkauan yang baru untuk zona 1 sebesar 85,1%, zona 2 sebesar 149,6%, zona 3 Pandean Lamper1 arah Srondol 1 sebesar 315,4% dan zona 3 Pandean Lamper2 arah Srondol 2 sebesar 371,7%. Setelah dilakukan perhitungan ulang rele bekerja sesuai standar.
WATERMARKING CITRA DIGITAL PADA RUANG WARNA YUV DENGAN KOMBINASI METODE DISCRETE WAVELET TRANSFORM (DWT) DAN SINGULAR VALUE DECOMPOSITION (SVD) Antonio Christian Simanjuntak; Achmad Hidayatno; Munawar Agus Riyadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.558 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i1.44-50

Abstract

Abstrak Dalam era teknologi informasi dan komputer saat ini, informasi dalam bentuk digital dapat tersebar dengan begitu cepat. Informasi dalam bentuk digital memiliki sifat yang mudah untuk diubah dan dimodifikasi, hal ini menyebabkan banyak terjadinya penyalahgunaan hak cipta. Seseorang yang telah mendapatkan produk digital dapat mengklaim bahwa produk tersebut adalah hasil karyanya. Salah satu cara untuk melindungi hak cipta produk digital tersebut adalah dengan menggunakan watermark. Watermark merupakan salah satu solusi untuk melindungi hak cipta terhadap citra digital yang diciptakan. Dengan diterapkannya watermarking ini maka hak cipta citra digital yang dihasilkan akan terlindungi dengan cara menyisipkan informasi tambahan seperti informasi pemilik, keaslian dalam bentuk teks, citra, audio, ataupun video ke dalam citra digital tersebut tanpa merusak citra asli. Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Singular Value Decomposition (SVD) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam teknik watermarking dalam domain transformasi. Dalam Penelitian ini DWT digunakan untuk mentransformasi citra digital, sementara SVD digunakan sebagai proses penyisipan dan ekstraksi watermark. Pada pengujian Penelitian ini didapatkan nilai PSNR di atas 20 - 40 dB dengan variasi nilai alfa 0,1 - 1 pada komponen Y, U dan V. Sementara dalam kondisi tanpa serangan pada pengujian ekstraksi didapatkan nilai NC tidak kurang dari 0,8. Hal ini menunjukkan bahwa watermarking dengan menggunakan metode kombinasi DWT dan SVD menunjukkan kinerja yang cukup baik, meskipun terdapat informasi pada citra watermark hasil ekstraksi yang tidak sempurna.              Kata kunci: Watermarking, Discrete Wavelet Transform, Singular Value Decomposition, PSNR, NC  Abstract In the era of information technology and computer today, information in digital form can spread so quickly. Information in digital form has characteristic that are easy to be changed and modified, this causes a lot of the abuse of copyright. A person who has obtained a digital product can claim that the product is a result of his work. One way to protect the copyright of digital products is to use watermark. Watermark is one of the solutions to protect the copyright of the digital image that has been produced. With this implementation, the copyright of the digital images will be protected by inserting additional information such as owner information, authenticity in the form of text, image, audio, or video into digital images without damaging the original image. Discrete Wavelet Transform (DWT) and Singular Value Decomposition (SVD) is one method that is widely used in the transform domain watermarking techniques. In this research DWT is used to transform the digital image, while SVD is used as the watermark insertion and extraction. In this research testing PSNR values obtained above 20 to 40 dB with a variation of alpha values from 0.1 to 1 in the component Y, U and V. While the extraction testing without attacks, NC values obtained not less than 0.8. This indicates that a combination of watermarking using DWT and SVD method shows good performance, although there is information on the extracted watermark image which not perfect. Keywords: Watermarking, Discrete Wavelet Transform, Singular Value Decomposition, PSNR, NC
PERANCANGAN PENYEARAH SATU FASE TERKONTROL PENUH SEBAGAI CATU DAYA MOTOR ARUS SEARAH PADA PROTOTYPE OVERHEAD CRANEMODE HOISTING Wibisono, Ariangga Bagas; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.98 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.193-200

Abstract

Perkembangan industri dewasa ini meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Untuk memindahkan produk atau barang, diperlukan sebuah alat pemindah atau yang biasa disebut crane. Motor arus searah merupakan salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak crane. Pada saat ini, masih banyak pengaturan motor arus searah menggunakan kendali konvensional dengan proses penyearahan menggunakantransformator. Metode konvensional ini berupa tegangan yang tetap, sehingga tidak memiliki pilihan pengaturan tegangan dan keberadaan transformator membuat dimensinya besar dan harganya mahal. Dalam penelitian, penggunaan penyearah satu fase terkontrol penuh dengan IC TCA 785 sebagai pengatur sudut pemicu thyristor dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Konverter ini dirancang untuk menggerakkan motor CSD80A1-A sebagai bagian pada Prototype Overhead Crane mode hoisting. Penyearah satu fase terkontrol penuh bekerja dengan baik untuk memberikan suplai pada bebanR dan R-Lsertadapat menggerakan motor CSD80A1-A. Berdasarkan hasil percobaan,motor arus searah mampu menghasilkan kecepatan 41 rpm hingga 141 rpm dengan uji pembebanan 0 kg hingga 13 kg. Semakin besar sudut pemicuan yang diberikan oleh IC TCA 785, maka nilai tegangan dan arus keluaran akan semakin kecil. Nilai efisiensi dari penyearah satu fase terkontrol penuh ini mencapai 94%.
KINERJA SISTEM TRANSMISI DVB-T STANDAR ETSI EN 300 744 Erna Supriyatna; Imam Santoso; Ajub Ajulian Z
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.789 KB) | DOI: 10.14710/transient.v2i1.195-201

Abstract

Abstrak DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) merupakan sebuah standar teknis dari sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV / video digital hingga sampai ke pengguna akhir dengan menggunakan pemancar terestrial bumi. Pada penelitian ini dibuat simulasi sistem DVB-T berdasarkan standar ETSI (European Telecommunications Standards Institute) yang beroperasi pada bandwidth kanal 6, 7, dan 8 MHz dengan dua pilihan jumlah sub-pembawa OFDM yaitu sebanyak 2048 dan 8192. QPSK, 16-QAM, dan 64-QAM digunakan sebagai teknik modulasinya. Untuk laju pengkodean konvolusi, dipilih laju 1/2, 2/3, dan 3/4. Jenis kanal yang digunakan adalah. Unjuk kerja sistem diamati dengan mengukur laju bit dan membandingkan nilai BER (Bit Error Ratio) terhadap SNR (Signal to Noise Ratio). Hasil pengujian menunjukkan bahwa simulasi dengan besar bandwidth 8 MHz, laju pengkodean konvolusi 3/4 dan modulasi 64-QAM mempunyai laju bit yang paling tinggi sebesar 27.97 Mbps. Sedangkan simulasi dengan besar bandwidth 6 MHz, laju pengkodean konvolusi 1/2 dan modulasi QPSK mempunyai laju bit yang paling rendah sebesar 4.655 Mbps. Pada pengujian pengaruh penggunaan  laju pengkodean konvolusi terhadap nilai BER yang dihasilkan dengan modulasi 64-QAM, BER bernilai nol pada saat SNR menunjukkan nilai 12 dB untuk laju 1/2, 15 dB untuk laju 2/3, dan 17 dB untuk laju 3/4. Dan untuk pengujian pengaruh penggunaan teknik modulasi terhadap nilai BER yang dihasilkan dengan laju pengkodean konvolusi 3/4, BER bernilai nol pada saat SNR menunjukkan nilai 5 dB untuk QPSK, 12 dB untuk 16-QAM, dan 17 dB untuk 64-QAM.   Kata kunci: DVB-T, Bandwidth, Modulasi, Laju Pengkodean Konvolusi Abstract DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) is a technical standard of system that used for transmitting Television / digital video broadcast through to the end users using terrestrial transmitter. This research made simulation of DVB-T system based on ETSI (European Telecommunications Standards Institute)standard that could operate in 6, 7, 8 channel bandwidths along with two options of 2048 or 8192 OFDM subcarriers. QPSK, 16-QAM, and 64-QAM were used as modulation techniques. For convolutional code rate options, rate 1/2, 2/3, and 3/4 were choosen. AWGN channel was selected as a noise maker. The system’s performance was examined by measuring bit rate and comparing bit error ratio versus signal to noise ratio (SNR). The test result showed that simulation combined by 8 MHz bandwidth, convolutional code rate 3/4 and 64-QAM modulation possessed the highest bit ratei.e. 27.97 Mbps, and as the opposite, simulation combined by 6 MHz bandwidth, convolutional code rate 1/2 and QPSK modulation possessed the lowest bit rate i.e. 4.655 Mbps. For the BER value that obtained by variying convolutional code rates, the result showed that BER value was zero when the value of SNR was 12 dB for rate 1/2,15 dB for rate 2/3, and 17 dB for rate 3/4. And then for the BER value that obtained by variying modulation schemes, the result showed that BER value was zero when the value of SNR was 5 dB for QPSK,12 dB for 16-QAM, and 17 dB for 64-QAM.   Keywords : DVB-T, Bandwidth, Modulation, Convolutional Code Rate
IDENTIFIKASI JENIS MOBIL MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN METODE WAVELET Ekatamto, Teddy; Hidayatno, Achmad; Chrityono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.497 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.987-990

Abstract

Mobil merupakan kendaraan darat yang digerakkan oleh mesin. Masing masing jenis mobil tersebut memiliki ciri ciri tertentu. Pengolahan citra juga dapat melakukan identifikasi jenis suatu objek dengan mencocokan beberapa ciri dari citra. Untuk mendapatkan ciri dari suatu citra bisa dengan metode transforamasi. Salah satu jenis transformasi yang sering digunakan adalah jenis transformasi wavelet. Transformasi wavelet berfungsi untuk mengetahui ciri suatu citra degan menghitung nilai energi dari hasil dekomposisi suatu citra. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian identifikasi jenis mobil menggunakan pengolahan citra digital dengan metode wavelet. Adapun wavelet yang digunakan adalah semua jenis wavelet dengan variasi level dekomposisi dari 1 sampai dengan 6. Proses identifikasi menggunakan perhitungan jarak euclidean. Selain hal tersebut, pengujian dilakukan terhadap citra uji yang dipengaruhi oleh noise dan rotasi.  Berdasarkan hasil pengujian, penilitian menghasilkan identifikasi citra mobil terbaik dengan metode Wavelet Coiflet orde  2 level aras dekomposisi 6 sebesar 51%. Setelah itu, diuji dengan pengaruh noise dan rotasi. Mengalami penurunan kemampuan identifikasi sebesar 10%-18% pada citra yang dipengaruhi noise dan 18% pada citra yang dirotasi 90 derajat serta 12% pada citra yang dirotasi 180 derajat.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL OVER/UNDER VOLTAGE RELAY BERBASIS MIKROKONTROLER PADA SALURAN TEGANGAN 220VAC Arsyad, Billy Mahdianto; Sofwan, Aghus; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.918 KB) | DOI: 10.14710/transient.8.1.85-92

Abstract

Seluruh aktivitas manusia tak terlepas dari penggunaan energi listruk, sehingga apabila terdapat gangguan distribusi listrik akan berakibat terhambatnya aktivitas sehari-hari. Ganguan yang terjadi dapat berbagai macam antara lain adalah lonjakan atau penurunan tegangan listrik (over/under voltage) dan ketidakstabilan tegangan listrik. Untuk itu dibuatlah perancangan sistem kontrol over/under voltage relay ini menggunakan mikrokontroler. Untuk membaca nilai tegangan AC dari keluaran variable transformator atau listrik normal menggunakan sensor ZMPT101B yang menggunakan penundaan T/4OSG (Orthogonal Signal Generator). Pengaturan gain yang dilakukan pada sensor sebesar VPP=0,72V dilakukan pada tegangan terukur VAC=210V, dimana nilai VPP adalah selisih Vmax dan Vmin. Gelombang tersebut berosilasi pada nilai minimum 1,32V dan nilai maksimum 2,040V dengan titik offset VDC sebesar 1,677V. Nilai offset ini tidak bernilai 1,65V dikarenakan menyesuaikan tegangan referensi mikrokontroler.  Metode Kontrol yang digunakan adalah metode on/off pada relay. Alat dibagi menjadi 3 kondisi yaitu under voltage dimana tegangan dibawah 216V, normal voltage tegangan 216V-224V, dan over voltage tegangan diatas 224V. Hasil dari pembacaan sensor dan kondisi akan dikirimkan melalui internet ke database dengan mengunakan adalah ESP-01 yang memanfaatkan pada jaringan Wi-Fi.
PENERAPAN ALGORITMA K-NN SEBAGAI ALAT BANTU ANALISIS OPTIMALISASI PARAMETERCSSR (CALL SETUP SUCCESS RATE) PADA SISTEM KOMUNIKASI GSM Hutama Arif Bramantyo; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.625 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i1.13-19

Abstract

Abstrak Pada sistem komunikasi seluler GSM (Global System for Mobile Communication), kinerja jaringan komunikasi GSM harus diperhatikan agar kualitas panggilan dapat terjaga dengan baik. Ada berbagai parameter yang menentukan kinerja jaringan GSM, salah satu parameternya adalah Call Setup Success Rate (CSSR), apabila nilai dari CSSR tersebut buruk, maka kinerja jaringan GSM juga akan turun. Nilai CSSR dipengaruhi oleh beberapa parameter yang tidak mempunyai rumus atau tidak saling berhubungan. Di lapangan, pihak operator atau engineer menentukan keputusan optimalisasi berdasarkan pengalaman. Tetapi bagi orang yang belum mempunyai pengalaman di bidang tersebut akan mengalami kesulitan dalam membuat keputusan optimalisasi parameter CSSR berdasarkan relasi/kaitan dari berbagai nilai yang ada pada parameter-parameter CSSR dan algoritma pengenalan pola diperlukan untuk membuat suatu keputusan optimalisasi CSSR, salah satunya yaitu k-Nearest Neighbor (k-NN). Secara keseluruhan, persentase keberhasilan optimalisasi CSSR terhadap keseluruhan data real adalah79, 72%. Kata kunci: GSM, CSSR, OMC-R, k-NN, Optimalisasi Abstract In the mobile communication system GSM (Global System for Mobile Communication), the performance of GSM communication network must be considered so that the quality of call in voice calls, video calls, and data communication can be maintained properly. There are various parameters that affect the performance of GSM network, one of its parameters is CSSR, if the value of CSSR is low, then GSM network performance will decrease. The value of CSSR is influenced by several parameters that have no formula or not interconnected. On the field, the operator or engineer determines the optimization decision based on experience. In the other hand, people who do not have experience in that field will have difficulty in making decisions for CSSR parameters optimization based on connection of various values in CSSR parameters, so, pattern recognition algorithms is needed to make a decision for CSSR optimization, and one of its algorithms is k-Nearest Neighbor (k-NN). Overall, percentage of successful for CSSR optimization with real data is 79,72 % . Keywords: GSM, CSSR, OMC-R, k-NN, Optimization
APLIKASI EDUKATIF AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PENGENALAN SIMBOL KOMPONEN ELEKTRONIKA BERBASIS ANDROID P, Eskania Widya; Somantri, Maman; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.156 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.235-239

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang elektro (elektronika) menuntut kalangan pelajar dan pengajar untuk dapat mengenali, mengetahui dan memahami komponenkomponen yang berhubungan dengan elektronika. Penelitian ini bertujuan merancang suatu aplikasi yang dapat memberikan informasi tentang simbol komponen elektronika berupa nama, fungsi dan gambar bentuk fisik sesuai dengan marker serta tampilan 3D dari masing-masing komponen yang telah diinput kedalam library Vuforia SDK. Dalam pengujian, sistem menggunakan metode Black Box yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat. Perancangan aplikasi menggunakan Unified Modelling Language berupa diagram use case, diagram aktivitas. Setelah itu dilakukan implementasi dan pengujian alfa kemampuan aplikasi. Untuk memastikan aplikasi dapat berjalan dengan baik, dilakukan sejumlah pengujian dan pengamatan performa di sejumlah perangkat. Hasil implementasi menunjukkan aplikasi telah dibuat sesuai dengan perancangan yang direncanakan. Pada pengujian alfa dilakukan pengujian tiap fitur aplikasi dengan hasil pengujian dengan status berhasil. Hasil pengujian menunjukkan rata–rata waktu pemindaian yang dibutuhkan dalam memindai marker adalah 534,013 milidetik

Page 5 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue