cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) SEBAGAI SISTEM NAVIGASI PADA QUADCOPTER BERBASIS C# Gunawan, Khoe Happy; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.465 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.155-160

Abstract

Unmanned aerial vehicle atau biasa disebut UAV merupakan pesawat tanpa awak yang kini mulai banyak digunakan dalam berbagai kegiatan, diantaranya pemetaan, fotografi, dan untuk menjangkau lokasi yang sulit dicapai manusia secara langsung. Salah satu jenis UAV yang banyak digunakan saat ini adalah quadcopter. Untuk melakukan fungsinya secara optimal tentulah quadcopter membutuhkan perangkat pendukung diantaranya kamera, sensor, dan sistem human machine interface (HMI) sehingga operator dapat memantau dan menjalankan quadcopter tersebut secara optimal. Dalam Penelitian ini dirancang sistem navigasi pada quadcopter yang meliputi system transmisi video dengan RC dan TS 8232 sebagai jalur streaming video dan MPU6050 sebagai sensor keseimbangan, serta WEMOS D1 mini yang digunakan dalam pengiriman data sensor ke HMI. Perancangan HMI menggunakan Visual Studio 2010 dengan C# sebagai bahasa pemrograman, serta beberapa library pendukung.  Pengujian yang telah dilakukan membuktikan bahwa HMI dapat digunakan dalam pengambilan gambar, perekaman video, dan pemantauan keseimbangan quadcopter.
APLIKASI METODE KODE RANTAI UNTUK MENENTUKAN PANJANG DAN KELILING OBJEK DUA DIMENSI TIDAK BERATURAN Pinkan Dyah; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.426 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i2.229-235

Abstract

Abstrak Kode rantai merupakan salah satu metode pengolahan citra digital yang mampu  merepresentasikan kurva, garis, atau kontur suatu bidang. Kode rantai menghasilkan kode-kode berupa deretan angka berdasarkan arah mata angin. Deretan angka ini dihitung sehingga menghasilkan nilai panjang, dan disesuaikan dengan nilai sesungguhnya berdasarkan faktor skala. Dalam Penelitian ini, kode rantai diaplikasikan untuk menentukan panjang dan keliling objek dua dimensi  tidak beraturan. Objek dua dimensi berasal dari hasil akuisisi kamera yang divariasi berdasarkan bentuk, jarak, dan perbesaran. Untuk meningkatkan penelusuran kode rantai ini diterapkan penghilangan derau dengan morfologi penutupan. Tolak ukur keberhasilan adalah perbandingan panjang simulasi dengan panjang sebenarnya. Selain itu beberapa gangguan saat pengambilan data diterapkan, seperti tingkat kecerahan pada citra uji, adanya derau di sekitar objek citra uji. Pada pengujian sistem ini dilakukan beberapa variasi, yaitu variasi bentuk kontur terbuka, pengujian kontur terbuka jarak kamera terhadap objek 20 cm – 40 cm, pengujian dengan jarak kamera terhadap objek 50 cm – 200 cm, variasi perbesaran objek 1kali-3kali, dan pengujian keliling pada kontur tertutup. Dari hasil pengujian terhadap sistem, seperti pengujian kontur terbuka jarak kamera terhadap objek 20 cm – 40 cm memiliki presentase rata-rata 1,452%. Hasilnya kode rantai dapat digunakan untuk menghitung panjang dan keliling objek dua dimensi tidak beraturan dengan kesalahan yang dapat ditoleransi. Kata Kunci : Kontur Tidak Beraturan, Dua Dimensi, Panjang, Keliling, Kode Rantai  Abstract Chain Codes is one of the techniques in image analysis that is able to represent lines, curves or contour of an area, and to determine shape factor of an object. Further more chain codes can be applied to count length and perimeter of object based on distance. Chain code’s producing the codes which is containing a line of number based on the direction. In this final assignment, chain codes are applied to count length and perimeter of two dimensional irregular object. Two dimensional object are using the capture image as the object tests. On the other hand, morphological closing  was applied to improve chain code’s tracking.  And comparison of actual length to simulasion length will be used as parameters of success. Beside that, some interference were applied such as brightness level and some noise around the object. In this program, there are five variation tests, those are the shape variation of opened contours, the opened contours with 20 cm - 40 cm camera to object’s distances, the opened contours objects with 50 cm - 200 cm camera to object’s, camera’s zoom variations for opened contours, and shape variations of closed contours. For an example, opened contours with 20 cm - 40 cm camera to object’s distances with minimum error percentage 0%, maximum 2,881%, and mean 1,452%. As a result, chain code can be applied to count length of two dimensional irregular contours with acceptable error. Keywords: Irregular contours, two dimensions, length, perimeter, Chain Code
SISTEM PENDETEKSI KADAR GAS METHANA (CH4) BERBASIS IOT MENGGUNAKAN NODEMCU ESP8266 DAN SENSOR GAS MQ-5 Putra, Dhamastya Adhi; Rahmadani, Taufik; Wicaksono, Andika Dwi; Triwiyatno, Aris
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.698 KB) | DOI: 10.14710/transient.8.2.181-186

Abstract

Sepanjang 2008-2010 setidaknya ada 270 kasus ledakan tabung gas LPG 3kg yang mana penyebab terjadinya kecelakaan LPG bukan diakibatkan oleh tabung, tapi karena kebocoran gas yang terjadi pada aksesoris tabung elpiji seperti rubber seal, selang dan regulator. Teknologi dengan menggunakan metode IOT (internet of things) marak dikembangkan belakangan ini, hal ini disebabkan kemudahan dalam penggunaannya serta didukung dengan kemampuan web server untuk memuat data dari berbagai sumber. Pada penelitian ini, dibuat alat pendeteksi dan monitoring kadar gas menggunakan  menggunakan  IoT (internet of things) dengan menggunakan NodeMCU ESP 8266 sebagai pengolah data. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa metode IoT dengan pengambilan data yang dikirim ke web server serta dapat dilihat menggunakan koneksi internet dengan menampilkan data dari sensor tanpa dibatasi oleh jarak antar pengirim dan penerima data, sehingga IOT ini sangat berperan penting  dalam pengamatan data  lapangan. Pengujian menunjukkan dalam 15 menit rata-rata 201,4 ppm gas methana melalui server thingspeak dan dilakukan perbandingan melalui penggunaan alat kromatografi gas sebagai nilai kalibrasi dengan didapatkan nilai ∆ error yaitu 2,14%.
MONITORING LEVEL AIR DAN PERINGATAN DINI BAHAYA BANJIR BERBASIS SMS Scifo, Frans; Darjat, Darjat; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.1 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.103-109

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan wilayah yang tentan terkena bencana banjir, terutama pada musim penghujan. Kerugian akibat bencana banjir diantaranya kerusakan tempat tinggal. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya antisipasi terhadap bencana banjir yang datang. Perkembangan teknologi memberikan solusi dalam sebuah sistem monitoring level air dan peringatan dini bahaya banjir berbasis SMS. Pada perancangan penelitian ini, sistem menggunakan SMS sebagai media pengirim informasi kepada pengguna tentang tinggi permukaan air. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ATmega 8535 yang bertugas mengatur seluruh kegiatan sistem yang dirancang, yaitu pembacaan sensor level air, menampilkan informasi pewaktuan pada LCD, dan membangun komunikasi dengan modem GSM agar dapat mengirimkan SMS kepada handphone pengguna.Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa penggunaan sensor level air telah berhasil dan bekerja dengan baik dengan error sebesar 0,23 cm. Pengiriman SMS berlangsung sesuai dengan state yang telah ditentukan dan informasi yang disampaikan pun sesuai dengan yang ada pada sistem. Proses pengiriman SMS ke nomor tujuan bergantung dari jaringan operator yang digunakan. Dalam pengujian ini waktu pengiriman SMS dibutuhkan waktu 5 sampai 7 detik. Kata kunci: Banjir, ATmega 8535, SMS  Abstract Indonesia is a zone which is susceptible to flood especially in rainy season. The loss due to flooding is the damage to residences. It happens because of the lack of anticipation of the coming flood. The developments of technology give a solution in a water level monitoring system and SMS-based flood early warning.In this research, system uses SMS as information sender media to user about water surface level. This system uses ATmega 8535 microcontroller which is in charge of regulating the whole designed system activities that is water level sensor readings, show the timing information in LCD and build communication with GSM modem so that it can send SMS to user’s mobile phone.Based on the test, it is obtained that the use of water level sensor has been succeeded and worked well with 0,23 cm error. Sending SMS occurs in accordance with the state which has been determined and the submitted information is also suitable with which has been on the system. The sending SMS to destination number process depends on the operator network which is used. In this test, it needs 5 to 7 seconds in SMS delivery time. Keywords: Banjir, ATmega 8535, SMS
OPTIMISASI PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT PEMBANGKIT PLTG DI PLTGU PT INDONESIA POWER TAMBAK LOROK MENGGUNAKAN METODE IMPROVED WHALE OPTIMIZATION ALGORITHM Wijaya, Yogi Anastra Danu; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.622 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.285-291

Abstract

Biaya pembangkitan energi listrik terbesar ada pada biaya bahan bakar. Setiap unit generator mempunyai karakteristik biaya pembangkitan tersendiri. Diperlukan adanya penjadwalan operasi pembangkit, untuk mendapatkan pengoperasian pembangkit yang optimal. Improved Whale Optimization Algorithm (IWOA) diusulkan sebagai metode penjadwalan ekonomis pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok. Hasil simulasi identik dengan metode Lagrange Mulptiplier, ACOR dan FPA, sedangkan dalam keadaan operasional dan metode diskret tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Perbandingan biaya operasi optimisasi metode IWOA operasi diskret lebih hemat dibandingkan dengan biaya operasi pembebanan PLTGU Tambak Lorok dengan rata – rata penghematan sebesar 332,3862 $/Jam, selisih biaya terbesar pada pembebanan 420 MW dengan selisih biaya 2324,5551 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 180 MW dengan selisih biaya 74,3064 $/Jam. Perbandingan biaya operasi optimisasi metode IWOA operasi diskret lebih hemat dibandingkan dengan biaya operasi pembebanan PLTGU Tambak Lorok dengan rata – rata penghematan sebesar 322,9620 $/Jam, selisih biaya terbesar pada pembebanan 420 MW dengan selisih biaya 2324,5551 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 180 MW dengan selisih biaya 34,3756$/Jam.
PERANCANGAN PERANGKAT KERAS PENGUKUR KETINGGIAN MUKA AIR BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK MENGGUNAKAN PROTOKOL KOMUNIKASI ZIGBEE DAN GPRS (GENERAL PACKET RADIO SERVICE) DENGAN TOPOLOGI STAR Muslim, Hafidz
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.689 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.385-393

Abstract

Abstrak Wireless Sensor Network (WSN) adalah jaringan nirkabel yang terdiri dari beberapa node berfungsi untuk melakukan pengukuran suatu besaran. Setiap Wireless Sensor Network memiliki Gateway yang berfungsi sebagai konsentrator dan menghubungkan dengan jaringan lain seperti internet. Pada penelitian ini, dirancang perangkat pengukuran ketinggian muka air berbasis WSN. Perangkat keras yang digunakan yaitu, mikrokontroler Atmega328P berbasis Arduino Uno dan Xbee Pro S2B yang merupakan modul komunikasi yang menggunakan protokol komunikasi Zigbee. Sensor yang digunakan adalah Sensor Ultrasonik SR04. Setiap end device dilengkapi RTC DS3231 dan baterai Li-Ion. Pada Coordinator ditambahkan modul komunikasi GSM dan GPRS berbasis SIM900. Topologi jaringan yang digunakan adalah star yang terdiri dari 2 End Device dan 1 Coordinator. Dari hasil pengujian, didapat nilai throughput maksimum 11,94 kbps, delay maksimum 69,04 ms, PDR 100% dan nilai RSSI sebesar -74 dBm untuk jarak 450 meter dalam kondisi LOS. Hasil pengujian untuk mengukur ketinggian muka air menggunakan perangkat yang dibuat menunjukan selisih nilai 1-3cm dengan hasil dari pengukuran langsung. Dari hasil pengukuran tegangan dan arus didapat perangkat dapat bertahan selama 7 hari 15 jam dan 33 detik pada kondisi skema pengambilan data tiap 20 menit sekali. Kata kunci : Wireless Sensor Network, Zigbee, Arduino Uno, Xbee Pro S2B, Water Level  Abstract Wireless Sensor Network (WSN) is a wireless network consisting of multiple nodes to perform measurements. Each WSN has a Coordinator that serves as a concentrator and a device that connects to other networks such as the Internet.In this research will be designed water level measurement device based on the WSN. Hardware used for this device is ATmega328P microcontroller-based Arduino Uno and XBee Pro S2B, Sensors SR04 Ultrasonic Sensor, RTC DS3231 and Li-Ion battery. In Coordinator added GSM and GPRS communication module SIM900. This research will use star topology network where the network consists of 2 End Device and 1 Coordinator. From the test results, maximum throughput of 11.94 kbps, maximum delay of 69.04 ms, 100% PDR and RSSI value of -74 dBm for a distance of 450 meters in LOS condition , Results of testing to measure the water level using devices made shows the difference in value of 1-3cm with the results of direct measurements. From the results obtained voltage and current measurement device can last for 7 days 15 hours and 33 seconds on the conditions of data collection scheme every 20 minutes. Keywords: Wireless Sensor Network, Zigbee, water level gauges, Arduino Uno, XBee Pro S2B
IMPLEMENTASI KONTROL ARUS PADA INVERTER SATU FASA MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 DENGAN METODE KONTROL PROPORTIONAL INTEGRAL Pradana, Muhammad Ivan; Riyadi, Munawar Agus; Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.713 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.529-535

Abstract

Konsumsi jumlah energi global yang semakin cepat membutuhkan sumber energi terbarukan. Oleh karena itu, energi terbarukan yang berkelanjutan dan tak habis-habis didapatkan dari angin, photovoltaic, atau pasang surut air laut yang menarik untuk diteliti. Inverter satu fasa adalah converter yang mengubah input DC menjadi output AC. Dalam penelitan ini, dirancang inverter satu fasa tipe Full Bridge dengan metode kontrol proportional-integral menggunakan mikrokontroler 16-bit dsPIC30F4011 karena metode kontrol tersebut mampu memperbaiki respon sistem dengan cepat. Arus keluaran inverter diumpan-balikkan oleh sensor arus ACS712-05B. Pengujian dilakukan dengan rentang pembangkitan arus referensi 1 – 2,5 A pada variasi beban 4 Ω dan 9 Ω, dan beberapa nilai parameter kp dan ki. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontrol proportional integral adalah kontroler yang paling baik untuk digunakan sebagai pengendalian arus AC. Arus keluaran inverter dengan kontrol open loop belum bisa mengikuti arus referensi. Implementasi kontrol Proportional dapat meningkatkan kemampuan arus aktual dalam mencapai arus referensi walaupun masih belum mampu mengikuti gelombang arus aktual dengan baik dan masih terdapat pergeseran fasa. Kontrol Proportional-Integral dengan pemilihan nilai kp sebesar 0.99 dan ki sebesar 0.99 menunjukkan hasil yang terbaik. Tegangan output menyesuaikan arus yang melewati beban resistif.
STUDI HARMONISA PENGARUH KAPASITOR BANK PADA SISTEM KELISTRIKAN PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL,TBK Ghifari, Abdurrahman; Warsito, Agung; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.281 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.476-484

Abstract

Abstrak PT. Chandra Asri Petrochemical,tbk mempunyai sistem kelistrikan yang disuplai dari pembangkitan STG (Steam Turbine Generator).Sebagai perusahaan yang besar, PT CAP memerlukan suatu sistem keandalan listrik yang handal dan memiliki kualitas tenaga listrik yang baik demi menjaga konsistensinya dalam memproduksi bahan baku biji plastik. Beberapa parameter yang dilihat dalam kualitas tenaga listrik adalah kandungan harmonisa dan besarnya faktor daya dalam sistem tenaga listrik. Untuk menambah keandalan sistem kelistrikan, perusahaan memutuskan mensinkronisasi sistem kelistrikan antara STG (steam turbine generator) dan PLN. Setelah tersinkronisasi, perusahaan mendapatkan denda dari PLN karena faktor daya yang kurang dari batas yang diberikan PLN. Rendahnya faktor daya, bisa terjadi karena pemakaian beban induktif ataupun adanya harmonisa pada sistem. Banyaknya beban non linier yang dipakai perusahaan merupakan sumber dari harmonisa yang terdapat pada sistem.Metode yang digunakan untuk memperbaiki faktor daya adalah dengan menambahkan kapasitor bank. Analisa penambahan kapasitor bank pada sistem perlu memperhatikan pula dampak yang akan dihasilkan. Selain itu juga untuk menghilangkan resonansi yang terjadi akibat penambahan kapasitor bank, dapat ditambah filter pasif. Resonansi bisa terjadi karena adanya interaksi antara pemasangan kapasitor dan harmonisa yang dihasilkan dari beban non linier.Hasil simulasi menggunakan software ETAP power station versi 7.0.0 dan perhitungan didapat bahwa pengaruh pemasangan kapasitor bank dapat menyebabkan resonansi pada harmonisa ke-7 dan pemasangan filter pasif dapat menghilangkan resonansi yang terjadi serta mengurangi ITHD pada sistem. Kata kunci: PT. Chandra Asri Petrochemical,Harmonisa, Kapasitor Bank  Abstract PT. Chandra Asri Petrochemical, tbk has supplied the electrical system from generation STG (Steam Turbine Generator). As a large company, PT CAP requires a good quality of the electrical system in order to maintain consistency in producing materials of plastic resin. Some parameters are seen in the quality of electric power is the harmonic content and percentage of power factor in power systems. To increase the reliability of the electricity system, the company decided to synchronize the electrical system between the STG (steam turbine generator) and PLN. Once synchronized, the company gets power factor pinalty from PLN because the power factor less than a given limit of PLN. The low power factor, can occur due to the use of inductive load or the presence of harmonics on system. The number of non-linear load used by companies is the source of the harmonics present in the system. One of method to improve the power factor is add a capacitor bank. But, we must analysis the effect from installation capacitor bank. In addition, to eliminate the resonance that occurs due to the addition of the capacitor bank, passive filters can be added. Resonance can occur due to the interaction between the installation of capacitors and harmonics produced from non-linear load. The result from simulation using ETAP power station version 7.0.0 and calculations are found that effect of the installation of capacitor banks can cause harmonic resonance at the 7th and installation of passive filters can eliminate the resonance that occurs in the system and reduce ITHD. Keywords: PT. Chandra Asri Petrochemical, Harmonics, Capacitor Bank
SISTEM KIPAS ANGIN MENGGUNAKAN BLUETOOTH Raharjo, Benny; Riyadi, Munawar Agus; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.695 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.180-185

Abstract

Manusia pada masa kini ingin meningkatkan segala aktivitas hidupnya menjadi lebih baik. Contohnya kipas angin, merupakan alat yang digunakan untuk mengurangi hawa panas dalam ruangan. Sebelumnya, penggunaan remote infrared pada kipas angin yang harus secara Line of Sight agak merepotkan pengguna. Tugas akhir ini mengusulkan sistem kipas angin menggunakan bluetooth untuk komunikasi dua arah menggunakan bluetooth HC-05. Tegangan dan arus pada remote diukur dari kutub battery-nya, menunjukkan nilai tegangan 9V DC dan arus sebesar 88,2 mA (pada mode searching) dan 72,4 mA (pada mode stand by). Tegangan dan arus pada kipas angin diukur dari terminal kontak kipas angin. Kipas angin membutuhkan tegangan sebesar 220V, arus yang dibutuhkan saat kipas menyala antara 142,6 mA hingga 188,6 mA. Pengujian tombol pada kipas angin dan remote dilakukan dengan memencet tombol satu per satu dan mengamati hasilnya. Tingkat keberhasilan dari percobaan ini berkisar antara 70% hingga 100%. Remote dapat bekerja hingga jarak 30 meter pada kondisi tanpa penghalang dan 20 meter dengan penghalang, penghalang yang digunakan adalah tembok setebal 18 cm.
PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN HAK AKSES PINTU AKPOL SEMARANG MENGGUNAKAN RFID Gambiro, Puguh; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.302 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.332-340

Abstract

Abstrak RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem pembaca tag (barcode). Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Perancangan dan Aplikasi Sistem Informasi di AKPOL Semarang ini berbasis RFID, dan dilengkapi dengan metode Xpress Ticketing dengan cara ini dapat meminimalisir resiko double user, kecurangan saat proses absensi, memiliki graphical user interface yang mendukung monitor touch screen berbasis Windows XP/7 Themes yang atraktif, mudah dioperasikan, dapat dijadikan laporan pendataan tamu yang masuk atau keluar dari area AKPOL secara jelas dan terperinci.Dalam pembuatan aplikasi ini, menggunakan bahasa pemrograman Delphi untuk user interfacenya dan menggunakan Firebird dan IBexpert untuk database. Hasil dari perancangan sistem informasi berbasi RFID ini terbukti dapat mempermudah proses keamanan gate dan dapat di aplikasikan di kehidupan nyata. Kata kunci : RFID, smartcard, tag, RFID Reader, Delphi.  Abstract Radio Frequency Identification is a method of identification by means of the so-called RFID tags or transponders to store and retrieve data remotely . Labels or RFID card is an object that can be attached or included in a product , animal , or even human beings with the purpose of identification using radio waves . RFID labels contain information that is stored electronically and can be up to several feet away . RFID reader system does not require direct contact such as bar code reader system ( barcode ) . RFID tags consist of a silicon microchip and an antenna . Some RFID tags can approach the size of the small size of rice grains . Labels are passive not require a power source , whereas active labels require a power source to function . Design and Application of Information Systems in the Police Academy in Semarang -based RFID , and comes with Xpress Ticketing method in this way can minimize the risk of cheating when do absention, has a graphical user interface that supports touch screen monitors running Windows XP / 7 Themes are attractive , easy to operate , can be used report a data collection or members in or out of the area in a clear and detailed Police Academy In making this application , using the Delphi programming language for the user interface and used Firebird and IBexpert for the database . The results of the design of the information system development based on RFID security gate can simplify the process and can be applied in real life . Keyword : RFID, smartcard, tag, RFID Reader, Delphi

Page 53 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue