cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN PENGUKURAN TEGANGAN TINGGI PADA MODUL PEMBANGKIT TEGANGAN TINGGI IMPULS Pravitasari, Chyntia Dewi Candra; Syakur, Abdul; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.006 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.1002-1009

Abstract

Measurement of high voltage AC, DC and Impulses on a laboratory scale using expensive measuring instruments. In addition, the measurements taken are at a voltage level of 15 KV. Integrated measurement of high voltage AC, DC and Impulses for 15 KV voltage levels using sign transformers has never been done. Whereas high voltage generation using a sign transformer is only able to generate voltage up to 15 KV voltage only. For that we need a voltage measuring device that is able to measure up to a voltage of 15 KV, and does not require expensive costs. In this Final Project, a high voltage monitoring module for impulse high voltage generator module will be designed using visual studio c #. The results of monitoring the high voltage generator module on the C # visual studio form successfully went well. The voltage test performed produces a value close to the actual value with an average error of 0.01 volts. Unfortunately this test is still not perfect because it is still susceptible to noise so that the measurement process is often interrupted.
APLIKASI KODE RANTAI UNTUK MENENTUKAN KELILING DAN LUASSUATU BANGUN DATAR DUA DIMENSI Mirna Tria Pratiwi; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.505 KB) | DOI: 10.14710/transient.v2i4.924-929

Abstract

Abstrak Kode rantai merupakan salah satu metode pada pengolahan citra digital yang menghasilkan kode-kode berupa deretan angka berdasarkan arah mata angin. Kode rantai ini mampu  merepresentasikan kurva,garis, atau kontur dari suatu bidang, menentukan keliling dan luas, dan dapat menentukan faktor bentuk dari suatu objek. Dalam Tugas Akhir ini, metode kode rantai diaplikasikan untuk menentukan keliling dan luas pada bangun datar dua dimensi.Program ini dibuat dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB. Perancangan sistem ini memiliki beberapa tahapan seperti tahapan prapengolahan, dimana citra yang digunakan sebagai data uji adalah hasil akuisisi kamera  yang diubah menjadi citra aras keabuan kemudian diubah menjadi citra biner. Kemudian tahap penelusuran kode rantai.Pada tahap ini algoritma kode rantai yang digunakan adalah 8 arah mata angin.Pada tahap perhitungan keliling dan luas dilakukan proses perhitungan akhir melalui perhitungan yang didasarkan pada kode-kode yang dihasilkan pada tahap penelusuran. Pada pengujian sistem ini dilakukan beberapa variasi, yaitu variasi bangun geometri, variasi ukuran objek, variasi posisi objek, dan variasi bangun tak beraturan.Dari hasil pengujian terhadap sistem, diperoleh hasil persentase kesalahan minimum untuk keliling sebesar 0.001% dan persentase kesalahan maksimumnya sebesar 14.1418%.Untuk luas, persentase kesalahan minimumnya sebesar 0.0363% dan persentase kesalahan maksimalnya sebesar 17.8540%.Hasilnya, kode rantai dapat digunakan untuk menghitung keliling dan luas pada bangun datar dua dimensi dengan kesalahan yang dapat ditoleransi. Kata Kunci : Bangun Datar Dua Dimensi, Keliling, Luas, Kode Rantai  Abstract Chain Codes is one of the techniques in image analysis that is producingthe codes which is containing a line of number based on the direction for representing lines, curves or contour of an area. Chain Codes is able to represent lines, curves or contour of an area, to determine perimeters and area, and to determine shape factor of an object.In this final assignment, chain codes are applied to count areas and perimeters of  two dimensional shapes. This program was built by using Matlab program and using the capture image as the object tests.  The system was built to have some following steps. First, preprocessing step which changes object images into grayscale image and changes to create a binary image.  The next step was computing chain codes which is using 8 directions. And the last step was counting perimeter and area process. These were based on the codes which were provided by the step before. In this program, there are four variation tests, those are the shape variation, the size variation, the position variations and the irregular shape of the objects.From the perimeter tests, the minimum error rate of the object is 0.001% , and 14.142 % for the maximum error rate. For area tests, the minimum error rate of the objects is 0.0363%, and the maximum error rate is 17.854 %. As acresult chain code can be applied to count area and perimeter of two dimensional shape with acceptable error. Keywords :two dimensional shapes, Perimeters, Areas, Chain Codes
IMPLEMENTASI IC TCA 785 DENGAN TRANSFORMATOR PENGGESER FASE PADA PENYEARAH TIGA FASE JEMBATAN TERKONTROL PENUH Fajar, Muhammad Rizky; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.471 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.(89-96

Abstract

Dewasa ini sumber arus searah banyak digunakan pada industri untuk catu daya motor arus searah. Namun, sumber tegangan yang tersedia pada industri pada umumnya adalah sumber tegangan tiga fase sehingga dibutuhkan suatu konverter untuk mengkonversi tegangan arus bolak – balik menjadi tegangan arus searah. Penyearah tiga fase terkontrol penuh merupakan konverter AC ke DC yang banyak digunakan karena tegangan keluaran yang dihasilkan dapat dikendalikan sesuai yang diinginkan. Tegangan fase ke fase memiliki perbedaan sudut fase mendahului 30o dari tegangan fase ke netral sehingga dibutuhkan suatu mekanisme khusus untuk sinkronisasi tegangan dalam pembentukan sinyal pengontrolan. Pada Tugas Akhir ini akan dirancang suatu penyearah 3 fase jembatan terkontrol penuh untuk menyearahkan arus bolak – balik 3 fase menjadi arus searah. Penyearah 3 fase terkontrol penuh akan dibuat dengan menggunakan IC TCA 785. Mekanisme untuk sinkronisasi tegangan akan direalisasikan dengan menggunakan transformator penggeser fase dengan hubung Yz1. Berdasarkan hasil pengujian, tegangan masukan arus bolak-balik sebesar 380 volt dapat disearahkan menjadi 540 volt arus searah. Tegangan keluaran dapat dikendalikan dengan mengatur nilai sudut picu yang diberikan pada sillicon controlled rectifier (SCR) dengan rentang sudut pemicuan sebesar  15o-120o.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI RASPBERRY PI DAN RFID PADA PIRANTI PENYIMPANAN “DEPOSIT BOX” Wibisono, Septiaji Tri; Darjat, Darjat; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.86 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.134-140

Abstract

Abstrak Sistem akses kontrol saat ini merupakan salah satu aspek yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan kemajuan di bidang teknologi, sistem akses kontrol konvensional mulai dikembangkan menjadi sistem akses kontrol berbasis elektronik. Pada penelitian ini akan dirancang sistem akses kontrol dengan menggunakan Raspberry Pi model B yang diimplementasikan sebagai deposit box (kotak peyimpanan) dengan RFID sebagai media akses kontrol.Sistem ini akan bekerja ketika reader mendapatkan informasi kode unik dari tag kemudian memproses agar dapat menghasilkan keluaran sistem berupa led indikator dan akses diterima atau ditolak , dimana akses diterima kunci terbuka sedangkan unuk ditolak sebaliknya. Berdasarkan hasil pengujian sistem akses kontrol deposit box menggunakan Raspberry Pi dan RFID sudah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu. Hanya ID kartu tag yang terdapat pada sistem yang dapat mengakses . Kata Kunci : Raspberry Pi tipe B, RFID, Deposit Box,  AbstractAccess control system today is one aspect that is important in everyday life. Along with advances in technology, the conventional access control system was developed into an electronic-based access control system. In this study will be designed access control system using Raspberry Pi model B which is implemented as a deposit box (with storage box) with RFID as a media access control.This system will work when readers get a unique code on the tag information and then process that can produce such a system output LED indicators and access is accepted or rejected, which received access key open while the transform and rejected otherwise.Based on test results deposit box access control system using RFID Raspberry Pi and is in conformity with the objectives to be achieved that. Only the ID card tag on the system can access. Keywords : Raspberry Pi type B, RFID, Deposit Box,
EVALUASI KOORDINASI PROTEKSI RELAY ARUS LEBIH DAN RELAY GANGGUAN TANAH PADA PENYULANG KEDONGANAN DAN GARDENIA GI NUSA DUA MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0 Laksono, Andri; Hermawan, Hermawan; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.771 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.277-283

Abstract

Sistem distribusi tenaga listrik adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik dari pembangkit tenaga listrik hingga ke konsumen. Evaluasi proteksi meliputi koordinasi antar peralatan proteksi dalam jaringan distribusi yang harus memenuhi standart yang ada.  Penelitian ini membahas tentang evaluasi koordinasi proteksi Relay Arus Lebih dan Relay Gangguan Tanah penyulang Kedonganan dan Gardenia GI Nusa Dua menggunakan aplikasi ETAP 12.6.0. Nilai setting relay arus lebih dan relay gangguan tanah ditentukan berdasarkan pada standart IEC 60255, relay yang terpasang pada GI Nusa Dua memiliki kurva karakteristik Standart Inverse. Hasil simulasi menunjukkan pada penyulang Kedonganan dan Gardenia dalam kondisi eksisting belum sesuai dengan standart. Pada gangguan 3 fasa, interval waktu kerja antar relay kondisi eksisting adalah sebesar 0,510 detik untuk kedua feeder, sedangkan pada kondisi resetting memiliki interval waktu 0,331 detik untuk feeder Kedonganan. Interval yang diizinkan berdasarkan standart IEC 60255 adalah 0,3-0,5 detik. Pada kondisi resetting, untuk gangguan 2 fasa diujung saluran, relay incoming memiliki waktu kerja sebesar 1,099 detik untuk feeder Kedonganan.
PENGENALAN IRIS MATA MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PERAMBATAN BALIK DENGAN PENCIRIAN MATRIKS KO-OKURENSI ARAS KEABUAN (GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX - GLCM) Prasetiorini, Chairunnisa Adhisti; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.359 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.255-259

Abstract

Abstrak Selama ini identifikasi individu menggunakan wajah, sidik jari, ataupun tanda tangan. Padahal selain penelitian tersebut ada cara lain yang lebih spesifik yaitu menggunakan iris mata. Oleh sebab itu perlu dilakukan lebih lanjut mengenai iris mata. Pada penelitian ini digunakan ekstraksi ciri okurensi aras keabuan ( Gray Level Co-occurrence Matrix - GLCM ) dan pengenalan menggunakan Jaringan Saraf Tiruan dengan metode propagasi balik. Pada penelitian ini, citra iris mata akan diolah terlebih dahulu dipisahkan dari citra mata untuk selanjutnya dilakukan peningkatan kualitas citra menggunakan ekualisasi histogram. Kemudian ekstraksi ciri dilakukan dengan menggunakan pencirian matriks ko-okurensi aras keabuan ( Gray Level Co-occurrence Matrix – GLCM ). Ciri-ciri yang diperoleh adalah energi, kontras, korelasi, dan homogenitas, yang akan dijadikan sebagai data masukan (data latih) untuk jaringan saraf tiruan metode perambatan balik. Selanjutnya digunakan untuk pengujian data uji yang tidak dilatih sebelumnya, yang dilakukan dalam tiga jenis penelitian yaitu: pengaruh jarak GLCM, pengaruh sudut GLCM dan pengaruh jumlah layer tersembunyi. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri dari matriks ko-okurensi memiliki nilai yang berbeda dan jarak yang relatif jauh.  Pengaruh parameter sudut yang tertinggi pada GLCM  adalah 90° dan persentase pengenalan jarak GLCM yang paling baik adalah jarak 2, sedangkan jumlah layer tersembunyi pada Jaringan Saraf Tiruan adalah variasi 1. Dari ketiga parameter tersebut diperoleh persentase tertinggi yaitu sebesar 93,75%. Kata kunci: iris mata, GLCM, Jaringan Saraf Tiruan Perambatan Balik  Abstract Up to now, Individuals are identified using their face, fingerprints, or signature. In fact, in addition to the existing research there is actually another specific way of recognition, which uses iris. Therefore, it is necessary to conduct a further research in iris identification. This research used an extraction of Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) and a recognition method using artificial neural network with back-propagation method. In this research, iris image was processed first, separated from an eye image, then enhanced using histogram equalization. Then, attribute extraction was done using Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) attribution. The attributes obtained were energy, contrast, correlation, and homogeneity which were used as input data (train data) for back-propagation artificial neural system. The attributes were then used for testing the test data that were not previously trained, which was conducted in three types of research method, namely: GLCM distance effect, GLCM angle effect, and hidden layer effect. From the testing results, it can be concluded that the characteristics of the co-occurrence matrix have different values and relatively far distance. The highest angle parameter influence on GLCM was 90 ° and the GLCM distance recognition percentage was best at 2, whereas the number of hidden layer of the Neural Network was a variation of 1. From these three parameters, the highest percentage obtained was as great as 93,75%.  Keywords:  iris, GLCM, Back-Propagation Neural System
RANCANG BANGUN MINI WEATHER STATION MENGGUNAKAN WEB BERBASIS ARDUINO ATMEGA 2560 Salindri, Zeta Hanif; Darjat, Darjat; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.962 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1079-1086

Abstract

Peramalan cuaca dibuat dengan mengumpulkan data kuantitatif tentang keadaan atmosfer suatu tempat tertentu. Pemantauan kondisi cuaca pada suatu lingkungan saat ini dirasa sangat penting karena perubahan cuaca yang tak menentu setiap harinya. Maka dari itu pada penelitian kali ini muncul sebuah ide membuat Mini Weather Station (MWS) yang dapat diakses melalui website, sehingga pengguna dapat mengetahui perubahan cuaca di suatu daerah tanpa perlu datang ke daerah tersebut. Perancangan MWS ini menggunakan mikrokontroler Arduino ATMega 2560. Parameter cuaca yang diukur pada MWS meliputi suhu dan kelembaban udara menggunakan sensor SHT11, kadar gas CO2 menggunakan sensor MQ135, kadar gas CO menggunakan sensor MQ7, tekanan udara menggunakan sensor BMP180, serta curah hujan menggunakan tipping bucket. Hasil pengukuran kelima buah sensor tersebut ditampilkan melalui sebuah LCD 4x20 dan website dengan menggunakan modul GSM SIM900. Dari hasil pengujian yang dilakukan di BMKG didapat rata-rata error untuk suhu, kelembaban dan tekanan udara yaitu sebesar 0.17 oC, 1.42 %, dan 0.06 hPa. Hasil pengujian gas CO2dan CO dengan menggunakan gas analyzer didapat error sebesar 6.4 ppm dan 5.2 ppm. Berdasarkan standar World Meteorological Organization (WMO), error suhu, kelembaban dan tekanan udara MWS dengan AWS dapat diterima. 
IDENTIFIKASI WAJAH MANUSIA DENGAN ANALISIS KOMPONEN BEBAS Muhammad Arif Siddiq; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.016 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i2.254-259

Abstract

Manusia dapat mengenali manusia lainnya berdasarkan ciri-ciri khusus dari manusia yang akan dikenalinya. Dengan skema yang sama, sebuah sistem komputer dapat mengidentifikasi seseorang manusia berdasarkan ciri-ciri fisiknya. Ciri-ciri ini disebut ciri biometrika, sedangkan sistem yang dapat melakukan pengenalan menggunakan ciri-ciri tersebut adalah sistem biometrika. Pada teknik pengolahan citra digital, ciri biometrika wajah dapat digunakan pada sistem pengenalan wajah dengan melakukan proses ekstraksi ciri dari citra wajah tersebut menggunakan beberapa metode ekstraksi ciri yang ada, salah satunya metode Analisis Komponen Bebas (Independent Component Analysis atau ICA). Pada Penelitian ini dirancang sebuah perangkat lunak sistem pengenalan wajah manusia. Pengenalan dilakukan pada 15 Individu berbeda dengan 10 variasi ekspresi dan posisi wajah. Proses pengenalan wajah manusia dilakukan dengan tahap prapengolahan citra, ektraksi ciri citra dengan menggunakan ICA, dan pengenalan dengan metode jarak minimal. Variasi perhitungan jarak yang akan digunakan adalah jarak Manhattan, Euclidean, dan Minkowski. Berdasarkan pengujian pada keseluruhan data dengan variasi jumlah ciri yang dipertahankan 74, 60, 40, 20 dan 5, tingkat keberhasilan tertinggi adalah pada penggunaan jarak Manhattan, Euclidean dan Minkowski orde 1 dan 2 pada variasi jumlah ciri sebanyak 74 dengan nilai persentase akurasi dan sensitivitas pada variasi ini 82,67%. Sedangkan spesifisitas sistem pada variasi ini adalah 98,76%.
PERANCANGAN APLIKASI PENGATURAN WIRELESS SENSOR NETWORK BERBASIS WEB Kurniawan, Nico; Sukiswo, Sukiswo; Sinuraya, Enda Wista
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.418 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.323-328

Abstract

Abstrak Wireless Sensor Network (WSN) adalah salah satu bidang riset yang sedang berkembang belakangan ini. Dengan meningkatnya penggunaan WSN, penyajian data hasil bacaan sensor dari setiap node menjadi bagian penting dalam WSN untuk keperluan analisa. Selain itu, penting untuk mendiagnosa keadaan suatu node seperti: mendapatkan nilai temperatur/suplai tegangan suatu node. Masalahnya adalah posisi WSN yang biasanya sulit dijangkau atau berada jauh dari operator. Untuk itu dibutuhkan sebuah sistem untuk mempermudah kegiatan tersebut. Penelitian ini membangun aplikasi berbasis web yang dapat menampilkan data dan mengendalikan/mengkonfigurasi suatu node pada WSN melalui internet. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, MySQL sebagai basisdata untuk menyimpan data sensor, dan Highcharts untuk menampilkan data tersebut dalam bentuk grafik garis. WSN berkomunikasi dengan sistem menggunakan HTTP melalui internet. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sebuah WSN dengan tiap node menggunakan perangkat transreceiver XBee yang terdiri dari dua node dan satu koodinator, dan server dengan spesifikasi RAM 256MB dan CPU 200Mhz. Hasil pengujian menunjukan kapasitas sistem dalam menampilkan data dengan throughput 2 request/detik dan mengkonfigurasi suatu node. Kata kunci: Wireless Sensor Network, Sistem Monitoring, Web  Abstract Wireless Sensor Network (WSN) is one of the emerging field of research lately. With the increasing use of WSN, the presentation of data from sensor readings from each node becomes an important part in WSN for analysis. It is necessary to diagnose condition of a node such as: get its temperature, voltage supply, etc. The problem is the position of WSN are usually difficult to reach or are away from the operator. That requires a system to facilitate such activities. This study develops web-based application that can presents data and control/configure a node in the WSN via the internet. This system is built using the programming language PHP, MySQL as a database to store sensor data, and Highcharts to present those data in the form of a line graph. WSN uses HTTP to communicate with the system via the GSM network. Tests carried out using a WSN which consists of two nodes and one coordinator using XBee as its transreceiver module, and a server with 256MB of RAM and 200 MHz CPU. The test results show the capacity of the system in presenting data with throughput 2 request/second and configure a node. Keywords: Wireless Sensor Network, Monitoring System, Web
PENGONTROLAN KESTABILAN SISTEM KONTROL SUDUT ORIENTASI YAW MENGGUNAKAN METODE KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) PADA REMOTELY OPERATED UNDERWATER VEHICLE (ROV) Hariri, Azka; Setiawan, Iwan; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.099 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.464-471

Abstract

Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) merupakan robot bawah air yang memilik bentuk seperti kapal selam yang dioperasikan dengan menggunakan remote control. ROV memiliki fitur seperti sumber tegangan, sistem kontrol, sistem navigasi dan sistem penggerak. Permasalahan yang dihadapi terkait pemanfaatan ROV adalah kestabilan ROV terhadap gangguan dinamis. ROV memiliki persamaan kinematika dan dinamis yang multivariable dan tidak linear  dipengaruhi oleh gangguan gaya hidrostatis dan hidrodinamis yang tidak diketahui pada ROV, sehingga sulit dimodelkan. Maka dari itu,ROV diberikan sistem kontrol PID untuk mengurangi gangguan dan menstabilkan ROV. Sensor MPU6050 dan HMC5883L digunakan untuk membaca sudut orientasi yawpada ROV. Parameter PID diberikan dengan metode trial and error sedangkan keluarannya sinyal PWM yang digunakan untuk mengontrol kecepatan motor BLDC.Berdasarkan hasil pengujian didapat bahwa kontrol PID dengan nilai Kp =15, Ki = 0,01, dan Kd = 5 mampu mempertahankan posisi ROV dalam kondisiyaw 0o. Saat hidung ROV diberi gangguan dinamis dengan kemiringan mencapai 25o, sistem mampu mengembalikan pada kondisi datar dengan rise time (Tr) 1 detik dan setting time (Ts) 3 detik. Pada pengujian kondisi surge kemiringan mencapai -4o dan ROV dapat mengembalikan pada kondisi datar dalam waktu 3 detik.PENGONTROLAN KESTABILAN SISTEM KONTROL SUDUT ORIENTASI YAW MENGGUNAKAN METODE KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) PADA REMOTELY OPERATED UNDERWATER VEHICLE (ROV)

Page 55 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue