cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PENGEMBANGAN SISTEM PENDETEKSI KELAINAN HATI MENGGUNAKAN IRIDOLOGI DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN PERAMBATAN BALIK Nusantara P.H, R. G Alam; Zahra, Ajub Ajulian; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.694 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.644-650

Abstract

Abstrak Iridologi adalah ilmu yang mempelajari struktur iris sebagai cerminan dari kondisi organ dan sistem dalam tubuh. Dalam studi ini, organ yang dideteksi adalah hati. Untuk mengetahui kondisi hati melalui iris, dilakukan analisis tekstur dan proses klasifikasi untuk membedakan iris mata yang memiliki kondisihati  normal dan abnormal. Aplikasi untuk mendeteksi kondisi hati dibuat menggunakan Matlab versi 8.1.0.604 (R2013a). Masukkan yang digunakan dalam pengolahan citra digital ini adalah mata yang memiliki kondisi hati normal dan abnormal, berdasarkan peta iridologi Bernard Jensen. Gambar tersebut kemudian dilakukan proses pengolahan citra, dan ekstraksi ciri GLCM. Hasil ekstraksi ciri ini digunakan sebagai data masukan (data pelatihan dan data uji) untuk jaringan syaraf  tiruam perambatan balik,  kemudian digunakan untuk mendiagnosis kondisi organ hati. Pada hasil pengujian didapatkan pengaruh jumlah unit lapis tersembunyi menunjukkan dengan bertambahnya jumlah unit pada lapis tersembunyi makan nilai MSE akan semakin menurun. Hal ini membuat kinerja jaringan semakin baik. Hal tersebut berdasarkan pada hasil pengujian 35 data uji dengan 4 variasi jumlah unit pada lapis tersembunyi yaitu, variasi jumlah unit lapis tersembunyi [40 (layer 1), 20 (layer 2)], [50 (layer 1), 20 (layer 2)], [70 (layer 1), 30 (layer 2)], dan [80 (layer 1), 30 (layer 2)]. Secara berurutan menunjukkan tingkat presentase keberhasilan 77,14 %, 80%, 88,57%, dan 91,42%.                                                                                    .Kata kunci: Iris mata, GLCM, Jaringan Saraf Tiruan,  Perambatan Balik ABSTRACT Iridology  is  the  study  of  iris  structure  as  a  reflection  of  the  organ  condition  and  systems  in  the human’s  body. In  this  study,  the organ  which  detected  is  liver. To  determine  the  condition  of  the  liver  through iris,  texture  analysi s  and classification  process  to  distinguish   iris of  eye  that  contains  the  condition  of  normal  and  abnormal  liver  is needed.  Application  for  detection  of  liver  conditions  was  made  using  Matlab  version  8.1.0.604 (R2013a). Inputs for this study  which  used   is  the  eye  image normal  and  abnormal  conditions  of  the  liver ,  based on Bernard Jensen’s iridology chart. The image  then  carried  out  with  image preprocess and  GLCM  feature extraction. Results  of  feature  extraction  used  as  input  data  for  the  ANN backpropagation. Test results obtained influence the number of hidden layer units showed a growing number of units in the hidden layer meal MSE value will decrease . This makes network performance is getting better . It is based on the test results 35 test data with four variations of the number of units in the hidden layer , namely , the variatiosn of the number of hidden layer units [40(layer1), 20 (layer2)], [50(layer1), 20(layer2)], [70(layer1), 30(layer2)] , and [80(layer1), 30(layer2)]. Sequentially shows the percentage success rate of 77.14 % , 80 % , 88.57 % , and 91.42 % .  Keywords: Iris, GLCM, Artificial Neural Network, Back Propagation 
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN SISTEM PENGISIAN/PENGOSONGAN BATERAI PADA SISTEM PHOTOVOLTAIC STAND-ALONE MENGGUNAKAN BIDIRECTIONAL CONVERTER DENGAN METODE PROPORTIONAL-INTEGRAL BERBASIS MIKROKONTROLER DSPIC30F4011 Sulistomo, Pinandito; Setiawan, Iwan; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.312 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.832-837

Abstract

Energi terbarukan yang berkelanjutan dan tak habis-habis seperti yang didapatkan dari angin, photovoltaic, atau pasang surut air laut menarik untuk diteliti. Bagian terpenting dari sistem energi terbarukan adalah elemen penyimpanan, seperti baterai. Dibutuhkan rangkaian konverter yang dapat diatur arah aliran daya yang mengalir untuk mengisi dan menggunakan baterai. Pengaturan ini penting karena besar daya yang dialirkan dapat menyesuaikan kebutuhan beban. Tugas Akhir ini merancang Bidirectional DC-DC Converter dengan sistem kendali arah aliran daya dengan metode proportional-integral berbasis mikrokontroler DSPIC30f4011. Pengujian dilakukan dengan referensi tegangan ±20 V pada variasi beban 39 Ω, 50 Ω, dan 100 Ω. Hasil pengujian menunjukan bahwa kontrol Proportional-Integral dapat bekerja dengan baik untuk digunakan sebagai pengendali arah aliran daya dengan cara meregulasi dan menjaga nilai tegangan DC Bus konstan sebesar 20,2 V pada beban resistor 39 Ω, 20,4 V pada beban resistor 50 Ω dan 20,4 V pada beban resistor 100 Ω. Ketika nilai daya yang dihasilkan sumber kurang dari besar daya yang dibutuhkan beban, maka terjadi discharging battery. Namun ketika hal sebaliknya terjadi, maka berubah menjadi charging battery.
ANALISIS KINERJA PUMA PADA MANET MENGGUNAKAN NS 2 Haqqi, Ma’ruf Nashrul; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.103 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.764-769

Abstract

Abstrak Mobile ad hoc network (MANET) adalah suatu jaringan adhoc nirkabel dimana setiap node di dalam jaringan bebas bergerak secara independen tanpa memerlukan infrastruktur yang tetap. Pada node-node yang bergerak akan terjadi pembangunan dan pemutusan hubungan antar link di dalam suatu jaringan atau dengan jaringan yang lain. Oleh karena itu setiap node mempunyai fungsi routing untuk mengirimkan paket dari sumber ke tujuan melalui node lain. Routing diperlukan untuk pemilihan jalur pengiriman data, beberapa jenis routing yaitu PUMA (Protocol for Unified Multicasting through Announcement), AODV (Ad Hoc On Demand Distant Vector). Berdasarkan implementasi MANET, pada penelitian ini dilakukan simulasi untuk menganalisis kinerja routing protokol PUMA pada jaringan MANET dengan cara mensimulasikannya menggunakan Network Simulator 2 (NS2). Dalam pengujiannya skenario yang akan digunakan variasi jumlah node, yaitu 25 node, 50 node, 75 node, dan 100 node dan sumber traffic yang digunakan CBR (Constant bit rate). Untuk penilaian kinerja jaringan menggunakan parameter-parameter Quality of Service (QoS), seperti throughput, PDR (Packet Delivery Ratio) dan  waktu tunda (delay). Dari hasil simulasi kinerja routing PUMA pada jaringan MANET menghasilkan nilai throughput tertinggi pada skenario pertama 933,607 Kbps dengan 25 node. Hasil dari simulasi PUMA menghasilkan nilai waktu tunda terendah pada skenario pertama 7,598 detik dengan 25 node. Hasil dari simulasi PUMA menghasilkan nilai PDR tertinggi pada skenario pertama 4,655 dengan 25 node. Kata Kunci :  PUMA , MANET, NS-2, QoS  Abstract Mobile Ad hoc Network (MANET) is a wireless adhoc network where each nodes free to move independently without requiring a fixed infrastructure. There will be setting up and termination of inter-link in a network or with other networks. Therefore each node must have a routing function to connect with other nodes to send packet from source to destination. Routing is needed for rute selection, some example of routing are Protocol for Unified Multicasting through Announcement), AODV (Ad Hoc On Demand Distant Vector). Based on MANET implementation, the research maked network simulation to analyzes the performance of PUMA routing protocol in MANET networks in a way simulate it using Network Simulator 2 (NS2). In the testing scenario will be used variations node number, ie 25 nodes, 50 nodes, 75 nodes, and 100 nodes and used traffic source CBR (Conctant bit rate). The values of performance QoS (Quality of Service) wireless network uses three parameters such as throughput, packet delivery ratio(PDR) and delay. From the simulation PUMA routing performance in the MANET network produces best throughput value 933,607 Kbps at first scenario with 25 node. Results from PUMA simulation produces best delay value 7.598 seconds at first scenario with 25 node. Results from PUMA simulation produces best PDR value 4,655 at first scenario with 25 node. Keywords :  PUMA , MANET, NS-2, QoS
ANALISIS PERBANDINGAN TEKNOLOGI GPON DAN XGPON UNTUK PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME Ian Amri Dinina; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.413 KB) | DOI: 10.14710/transient.v5i4.465-472)

Abstract

Fiber to the home (FTTH) merupakan infrastruktur jaringan serat optik yang dapat memberikan layanan suara, data, dan video. Penelitian ini membandingkan teknologi GPON dan XGPON dalam perancangan jaringan FTTH untuk menghasilkan rekomendasi teknologi manakah yang lebih tepat untuk diterapkan. Penelitian ini dimulai dengan melakukan peramalan jumlah pelanggan, merancang jaringan, menentukan perangkat dan spesifikasi, serta membuat simulasi jaringan menggunakan Optisystem. Berdasarkan hasil analisis, nilai rise time budget sistem untuk GPON adalah 0,19 ns downstream (syarat 0,28 ns) dan 0,38 ns upstream (syarat 0,56 ns), sedangkan untuk XGPON adalah 0,05 ns downstream (syarat 0,07 ns) dan 0,19 ns upstream (syarat 0,28 ns). Untuk ONT terjauh, link power budget yang diperoleh adalah 22,44 dB (syarat 25 dB). Daya terima hasil perhitungan adalah -19,44 dBm downstream dan -20,44 dBm upstream, sedangkan hasil simulasi adalah -19,78 dBm downstream dan -20,78 dBm upstream (syarat ≥-28 dBm). Q-factor minimal yang diperoleh adalah 9,01 (standar ≥6,3). BER maksimal hasil perhitungan adalah 1,03 x 10-19, sedangkan hasil simulasi adalah 8,63 x 10-20 (standar ≤10-10). Jadi, jaringan FTTH GPON maupun XGPON yang dirancang layak untuk diterapkan karena memenuhi standar yang ditetapkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan ITU-T.
PERANCANGAN SISTEM PENGENAL GARIS UTAMA TELAPAK TANGAN PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) DAN JARAK EUCLIDEAN Haq, Adrian Khoirul; Isnanto, R. Rizal; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.642 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.7-11

Abstract

Abstrak Selama ini pada sistem presensi masih banyak yang menggunakan kata sandi, kartu identitas, dan kunci elektronik yang memiliki kekurangan bila hilang, lupa, dan mudah diduplikasi. Kelebihan menggunakan unsur biometrik dari tubuh manusia dalam proses presensi dapat menghindari kekurangan sistem tersebut seperti tidak dapat disangkal dan diperlukan kehadiran langsung pengguna. Salah satu jenis biometrik adalah telapak tangan. Kelebihan sistem presensi yang dibuat pada penelitian ini menggunakan alat pemindai berupa webcam. Sistem presensi yang dibuat memanfaatkan garis-garis utama telapak tangan yang akan di proses sedemikian rupa menggunakan metode Principal Components Analysis (PCA) dan  jarak Euclidean sebagai metode pengenalannya. Dalam penelitian sistem presensi yang telah dibuat, sistem bekerja dengan baik menggunakan jumlah komponen utama 75 karena tingkat keberhasilan yang tinggi yaitu 96,67 % dibandingkan dengan jumlah komponen utama 50 atau 100 yaitu 95%. Selain tingkat keberhasilan yang tinggi kecepatan latih jumlah komponen utama 75 juga tinggi yaitu 17,09 detik. Hasil dari sistem presensi telapak tangan ini berupa daftar presensi harian dan rekapitulasi bulanan dalam bentuk Microsoft Excel. Kinerja sistem presensi telah dapat dikembangkan dengan baik, sehingga dapat membantu suatu instansi dalam melakukan rekapitulasi presensi karyawannya. Kata kunci : Telapak tangan, Principal Components Analysis (PCA), Jarak Euclidean, Sistem presensi  Abstract It has been known that recognition system has used passwords, ID cards, and electronic keys which have many disadvantages. Using biometric recognition method is more advantageous than the methods mentioned before because it is undeniable and needs user’s presence. One type of biometric methods is based on human palm. The advantages of presence system made in this research is using webcam. Presence system was made utilizing main lines of palms print processed using Principal Components Analysis (PCA) and the Euclidean distance as a method of recognition. In this research, the system works well using principal component number of 75 with high success rate that is 96.67% compared to principal component number of 50 or 100 was 95% success. In addition to a high success rate, the  speed of training for principal component number 75 is high that is 17.09 seconds. The palm print presence system was shown in the Excel. Presence system have been successfully developed that can be used to assist an agency in recapitulating the presence of its employees. Keywords:           Palm print, Principal Components Analysis (PCA), Euclidean distance. Presence system
PERANCANGAN E CLASS ZERO-VOLTAGE-SWITCHING π1b RESONANT INVETER FREKUENSI RENDAH DENGAN PEMICUAN IC SG 3524 Widiyanto, Romualdy; Facta, Mochammad; Warsito, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.575 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.92-99

Abstract

Photovoltaic merupakan sumber energi terbarukan yang banyak dikembangkan, namun output dari photovoltaic masih dalam bentuk arus searah (DC). Oleh karena itu, diperlukan perangkat yang bisa mengubah tegangan DC menjadi tegangan arus bolak balik (AC). E class zero-voltage-switching resonant inverter sebagai salah satu konverter DC ke AC akan diimplementasikan. Rangkaian E class zero-voltage-switching resonant inverter dikontrol melalui sinyal analog PWM yang dibangkitkan IC SG3524. Penggunaan ZVS (Zero Voltage Switcing) memiliki tujuan untuk mengurangi kerugian tegangan pada proses switching MOSFET. Rangkaian resonan π1b dirancang dan digunakan untuk memperbaiki bentuk gelombang keluaran dan meningkatkan tegangan keluaran inverter. Percobaan dilakukan dengan variasi beban, duty cycle, dan frekuensi untuk menyelidiki respon E class zero-voltage-switching π1b resonant inverter. Beban berupa lampu pijar 15W, lampu pijar 25W, dan motor induksi satu fasa capacitor run. Dari hasil uji tegangan keluaran didapatkan bahwa nilai tegangan keluaran meningkat dari frekuensi 49Hz ke 50Hz, kemudian nilai tegangan keluaran menurun dari frekuensi 50Hz ke 51Hz. Pada variasi duty cycle, tegangan output meningkat dari duty cycle 10% ke 50% dan kemudian tegangan output menurun dari duty cycle 50% ke 90%. Frekuensi juga mempengaruhi kecepatan putar motor, seiring dengan meningkatnya frekuensi, kecepatan putaran motor juga meningkat.
PERANCANGAN MODUL PRAKTIKUM INVERTER SINUSOIDAL PULSE WIDTH MODULATION (SPWM) 2 LEVEL, 3 LEVEL, DAN SINUSOIDAL Safarudin, Yanuar Mahfudz; Warsito, Agung; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.52 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.118-124

Abstract

Abstrak   Dewasa ini, kebutuhan akan energi semakin meningkat, terutama energi terbarukan. Hal ini memicu berkembangnya teknologi yang mendukung pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya yaitu teknologi sel surya. Teknologi sel surya memanfaatkan sinar matahari yang kemudian dikonversi ke energi listrik DC, kemudian diinvert ke energi AC. Alat untuk mengkonversi listrik DC ke AC dinamakan inverter. Ada beberapa jenis inverter, mulai dari gelombang kotak, gelombang modified sinewave, kotak bertingkat, hingga pure  sinewave. Setiap jenis inverter memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Inverter jenis pure sinewave ialah jenis inverter yang paling canggih, karena gelombang keluarannya nyaris tanpa harmonisa. Tetapi inverter jenis ini jarang ditemukan literatur maupun modulnya, sehingga mahasiswa sulit mempelajarinya. Pada penelitian kali ini, penulis mencoba merancang modul inverter SPWM 2 level, 3 level dan pure sinewave, dengan harapan terciptanya modul yang dapat digunakan untuk kegiatan praktikum, khususnya praktikum elektronika daya. Pembuatan modul ini menggunakan metode pada penelitian Jim Doucet dkk, dari Worcester Polytechnic Institute yaitu dengan metode SPWM 3 level difilter dengan filter L-C, tetapi dengan sedikit penyesuaian yaitu penyesuaian komponen yang dipakai. Kata Kunci: Inverter, SPWM, Pure Sinewave     Abstract Nowadays, the demand of energy is rising, especially renewable energy. This triggered the development of technologies that support renewable energy, one of which is solar cell technology. Solar cell technology using sunlight energy which is then converted to DC power, then diinvert into AC energy. So we need device to convert DC to AC that called inverter. There are several types of inverters, for example square wave, modified sinewave waveform, multilevel square, and pure sinewave. Each type of inverter has its own advantages and disadvantages. Pure sinewave inverter type is the most advanced inverter type, because the wave output with almost no harmonics. However, this type of inverter rare literature and modules so the students difficult to learn. At this research, the author tries to design SPWM inverter module 2 level, 3 level and pure sinewave, hoping the creation of modules that can be used for lab work, especially the power electronics lab work. This project based on research methods of Jim Doucetl, from the Worcester Polytechnic Institute is a three-level SPWM method filtered with LC filter, but with a little adjustment of the adjustment components used. Keywords: Inverter, SPWM, Pure Sinewave
PERANCANGAN INVERTER FULLBRIDGE SEBAGAI PENGENDALI KECEPATAN PUTAR MOTOR PENGGERAK ROTARY SPARK GAP Akbar, Airlangga Avryansyah; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.489 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.895-901

Abstract

Proses switching yang handal dalam tegangan tinggi adalah dengan menggunakan rotary spark gap.. Pada penelitian tugas akhir ini akan dibuat sebuah inverter full bridge dengan pengaturan frekuensi dan duty cycle. Inverter yang dirancang menggunakan MOSFET sebagai saklar elektronik dan IC TL494 sebagai osilator frekuensi pengontrol pemicuan MOSFET. Inverter full bridge digunakan sebagai suplai terkendali dari motor penggerak rotary spark gap. Sesuai prinsip kerja motor induksi, kecepatan putar dipengaruhi salah satunya oleh frekuensi sumber. Pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh frekuensi terhadap kecepatan putar rotary spark gap. Hasil pengujian dengan beban motor didapatkan putaran tertinggi 1380 rpm pada frekuensi 50 Hz dengan duty cycle 50 % saat rotary spark gap dihubungkan secara parallel dengan tegangan tinggi DC 6kV.
RANCANG BANGUN FREKUENSI METER LISTRIK BERBASIS ATMEGA328 Nugroho, Bima Adhi; Sudjadi, Sudjadi; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.513 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.1069-1074

Abstract

Frekuensi merupakan jumlah gelombang dalam satu detik. Frekuensi listrik adalah banyaknya gelombang listrik yang terdapat dalam satu detik. Frekuensi listrik merupakan salah satu parameter gelombang listrik yang dapat mempengaruhi kinerja dari sistem tenaga listrik. Perubahan nilai frekuensi listrik bagi sebagian perangkat dapat berpengaruh besar. Salah satu akibat dari frekuensi listrik yang tidak stabil adalah mengakibatkan perputaran motor listrik sebagai penggerak mesin-mesin produksi pada industri manufaktur menjadi tidak stabil, dimana hal ini akan mengganggu proses produksi. Frekuensi listrik di Indonesia berada pada kisaran 50Hz, perubahan pada besar nilai frekuensi masih dapat ditolerir apabila masih berada dalam batas. Karena itu penting untuk mengembangkan suatu alat untuk memantau besar nilai frekuensi listrik secara real-time. Frekuensi meter listrik yang dibuat untuk mengukur dan memantau besar frekuensi listrik. Alat yang dibuat untuk penelitian kali ini merupakan suatu sistem yang didesain untuk mengukur dan mengamati besar frekuensi listrik, mengumpulkan data perubahan frekuensi secara berkala, serta menjadi sistem peringatan dini apabila nilai frekuensi listrik melewati ambang batas yang ditentukan. Maka dibuatlah frekuensi meter listrik dengan menggunakan sistem data log yang terhubung ke komputer yang diharapkan memudahkan pengguna untuk mengecek terjadinya perubahan naik turunnya frekuensi listrik. Sehingga pengguna dapat mengetahui besar perubahan frekuensi listrik yang terjadi setiap saat.
DESAIN SISTEM KONTROL ROBUST PID H∞ CONTROL DENGAN OPTIMASI GENETIC ALGORITHM UNTUK ATTITUDE CONTROL QUADROTOR UAV Nasution, Muhammad Fadli; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.57 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.981-988

Abstract

                                                                          Abstrak Sistem yang robust sangat penting dalam desain sistem kontrol karena sistem di dunia nyata rentan terhadap gangguan eksternal. Beberapa teknik untuk merancang sebuah kontroler yang robust memiliki struktur yang rumit dan orde yang tinggi, namun hal tersebut sangat dihindari dalam praktek kerja. Untuk mengatasi masalah ini, dirancang kontroler dengan struktur yang tetap. Penelitian ini membahas model dan kontroler quadrotor uav. Metode Euler-Newton digunakan untuk memodelkan persamaan dinamika quadrotor. Teknik kontrol yang digunakan dalam perancangan kontroler robust PID berdasarkan teori H∞ loop shaping dan H∞ mixed sensitivity dengan struktur kontroler PID. Pole loop tertutup dari sistem kontrol ditempatkan pada daerah kiri garis bidang-s untuk menjaga stabilitas sistem. Algoritma genetika digunakan untuk menyelesaikan dan mendapatkan parameter kontroler. Berdasarkan pengujian yang dilakukan dengan menerapkan PID, robust PID H∞ mixed sensitivity dan robust PID H∞ loop shaping kontroler ke dalam sistem attitude Quadrotor, kontroler robust PID H∞ loop shaping pada sistem kontrol roll memiliki settling time lebih cepat daripada PID dan robust PID H∞ mixed sensitivity. Demikian pula, ketika robust PID H∞ loop shaping kontroler diterapkan pada sistem kontrol pitch dan yaw. Kata kunci: H∞ loop shaping, H∞ mixed sensitivity, Robust PID  control, Quadrotor uav  Abstract Robustness is importance in control-system design because real systems are vulnerable to external disturbance. many techniques for designing a robust controller have complicated structure and high order.  It is well known that a high order or complicated structure controller is not desired in practical work. To overcome this problem, a fixed-structure robust controller is designed. This research presented the modelling and control of a quadrotor uav. The Euler-Newton formalism was used to model the dynamic system. The proposed control for designing a robust PID controller for attitude quadrotor based on H∞ loop shaping and H∞ mixed sensitivity with PID structured controller. The closed-loop poles of the controlled system was placed in left-hand side of a vertical line in the complex s-plan in order to maintain the stability of system. Genetic algorithm (GA) is applied to solve and achieve the control parameters. Based on testing that performed by applying PID, robust PID H∞ mixed sensitivity and robust PID H∞ loop shaping controller on attitude quadrotor, robust PID H∞ loop shaping controller on roll control system had faster settling time than PID and robust PID H∞ mixed sensitivity system response. Similarly, when robust PID H∞ loop shaping applying on pitch and yaw control system. Keyword : H∞ loop shaping, H∞ mixed sensitivity, Robust PID control, Quadrotor uav 

Page 52 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue