cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
ANALISIS KINERJA TCP BIC UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2.33 M. Fajri Fitrianto; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.086 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i3.415-421

Abstract

Abstrak LTE merupakan teknologi telekomunikasi yang dikembangkan oleh 3GPP dari GSM. LTE  berbasis flat-IP, yaitu semua informasi dilewatkan melalui teknologi IP dan berkecepatan akses yang sangat tinggi. Perkembangan ini diikuti peningkatan trafik yang menyebabkan penurunan QoS sehingga perlu dilakukan pengontrolan menggunakan BIC pada TCP dimana BIC meningkatkan window dengan algoritma additive increase dan binary search sesuai dengan ketersediaan bandwidth serta akan menurunkan window saat kongesti menjadi β kali ukuran window sebelum terjadi kongesti. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini dilakukan simulasi jaringan LTE dengan agen pembawa TCP dengan algoritma BIC dengan menggunakan NS 2.33. Kemudian dilakukan analisis throughput dan fairness dengan jumlah user 5 dan dalam satu jaringan LTE yang sama dengan variasi β(Beta) yang digunakan adalah 0.6 hingga 0.9, serta analisa terhadap delay end to end dengan 6 buah user yang aktif menggunakan variasi topologi 1 eNodeB, 2 eNodeB dan 2 gateway. Dari hasil simulasi didapatkan throughput rata-rata BIC β 0.9 memiliki throughput paling tinggi namun memiliki fairness yang rendah, sedangkan BIC β 0.6 memiliki throughput paling rendah tetapi memiliki indeks fairness paling tinggi. Pada analisis delay end to end didapatkan delay pada topologi 1 eNodeB 4.8 ms, topologi 2 eNodeB 8.9 ms dan topologi 2 gateway 11.8 ms. Kata kunci :  LTE, BIC, kontrol kongesti, throughput, fairness, delay end to end.  Abstract LTE is telecommunication technology which was developed by 3GPP based on GSM. LTE is All-IP based technology and has very high access rate, which lead the traffic rising and QoS degradation. It’s needed to control QoS  using BIC algorithm on TCP. BIC will increase the window using additive increase and binary search algorithm according to the bandwidth availability, BIC will decrease the window size when congested toβ times the last window size before congestion. In this research LTE simulated by NS 2.33 using TCP BIC as transport agent. Throughput, fairness and end to end delay are being analyzed. To analyze throughput and fairness 5 active user in one network system with decrease factor (β) 0.6 to 0.9. To analyze end to end delay, 3 topology (1 eNodeB, 2 eNodeB and 2 gateway). As the result, throughput BIC β 0.9 has the highest throughput than the other BIC variations, but has the lowest fairness index. In the other hand, BIC β 0.6 has the lowest throughput, but has the highest fairness index. In delay end to end analyze, resulting in 1 eNodeB topology is 4.8 ms, in 2 eNodeB topology is 8.9 ms and in 2 gateway topology is 11.8 ms. Keywords:  LTE, BIC, Congestion Control, throughput, fairness, delay end to end
OPTIMISASI OPERASI EKONOMIS UNIT PEMBANGKIT PADA PLTU TANJUNG JATI B MENGGUNAKAN METODE IMPROVED WHALE OPTIMIZATION ALGORITHM Wibawa, Yoga Wahyu; Nugroho, Agung; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.552 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.558-565

Abstract

Bahan bakar merupakan salah satu biaya terbesar pada pembangkitan energi listrik. Setiap unit generator mempunyai karakteristik biaya pembangkitan tersendiri. Diperlukan adanya penjadwalan operasi pembangkit, untuk mendapatkan pengoperasian pembangkit yang optimal. Improved Whale Optimization Algorithm (IWOA) diusulkan sebagai metode operasi ekonomis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung Jati B. Metode IWOA mengadaptasi dari tingkah laku paus bungkuk mencari makan. Untuk melihat perfoma dari simulasi metode IWOA maka metode ini dibandingkan dengan metode Lagrange Mulptiplier. Hasil simulasi optimisasi dengan metode IWOA menunjukkan performa yang baik. Hasil simulasi identik dengan metode Lagrange Mulptiplier, sedangkan dalam perbandingan biaya operasi, optimisasi metode IWOA lebih hemat dibandingkan  dengan biaya operasi pembebanan PLTU Tanjung Jati B. Pada perbandingan 3 generator aktif penghematan rata-rata 255,4615 $/ Jam, Selisih biaya terbesar pada beban 1629,086 MW dengan selisih biaya 425,4638 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 1968,350 MW dengan selisih biaya 36,8328 $/Jam. Pada perbandingan 4 generator aktif penghematan rata-rata 409,9577 $/ Jam, selisih biaya terbesar pada beban 2160,581 MW dengan selisih biaya 604,9971 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 1485,869 MW dengan selisih biaya 215,2947 $/Jam.
SIMULASI DISTRIBUSI TEGANGAN DAN MEDAN LISTRIK PADA ISOLATOR SUSPENSI 20 KV 3 SIRIP DENGAN 4 TIPE UKURAN SIRIP Saris, Harri Bensu; Hermawan, Hermawan; Syakur, Abdul
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.557 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.218-225

Abstract

Abstrak Distribusi tegangan dan medan listrik pada isolator merupakan daerah yang masih dipengaruhi sifat kelistrikan dari muatan tertentu. Paparan medan listrik pada suatu bahan isolator mempengaruhi usia kerja dari isolator tersebut. Untuk mengetahui distribusi tegangan dan medan listrik dilakukan pemetaan daerah distribusi pada permukaan isolator yang masih dipengaruhi oleh tegangan maupun medan listriknya agar diperoleh tipe isolator dengan nilai distribusi tegangan terkecil pada ujung-ujung siripnya. Distribusi tegangan dan medan listrik dilakukan pada permukaan isolator tiga sirip dengan empat tipe ukuran sirip. Pemetaan dilakukan pada saat isolator dalam kondisi bersih dan kering. Analisis untuk memetakan distribusi tegangan dan medan listrik pada tugas akhir ini dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method) dan PDE toolbox Matlab 7.6. Hasil simulasi diperoleh bahwa tegangan pada ujung-ujung sirip isolator tipe long leakage nilainya lebih kecil dibandingkan isolator tipe compact, tipe standar, dan tipe extra long leakage. Kuat medan listrik cenderung terpusat pada sambungan isolator dengan konduktor, sambungan isolator dengan besi ground, dan pada ujung-ujung sirip isolator. Tegangan dan medan listrik terdistribusi pada ujung-ujung sirip isolator dengan konduktor digantung lebih besar dari isolator dengan konduktor disanggah, hal ini disebabkan sirip isolator memiliki kemiringan, sudut permukaan atas sirip membentuk sudut lebih dari 50. Besar nilai distribusi tegangan dan medan listrik dipengaruhi bentuk dan ukuran sirip isolator. Kata kunci : Isolator, Tegangan Listrik, Medan listrik, dan Metode Elemen Hingga Abstract Voltage distribution and electric fields on the insulator is an area that still influenced the electrical properties of a particular charge. Exposure to electric fields on the insulator material affects the working age of the insulator. To determine the voltage distribution and electric field mapping distribution on the insulator surface areas which is still influenced by the voltage or electric field in order to obtain the type of insulator with the smallest value of the voltage distribution at the ends of the fins. Voltage distribution and electric fields on the surface of an insulator ​​ three fin with four types of fin size. Mapping done when insulators in clean and dry conditions. Analysis to mapping of voltage and electric field in this thesis by using Finite Element Method (Finite Element Method) and PDE toolbox of Matlab 7.6. The simulation results obtained that the voltage at the ends of fin type insulator long leakage value is less than the isolator type compact, standard, and type extra long of leakage. Strong electric fields tend to be concentrated at the junction with the conductor insulator, insulator to metal ground connection, and the ends of the insulator fin. Voltage and distributed electric field at the ends of the insulator fin with the conductor hung larger than the insulator conductor proped, this is due to an insulator fin has a slope, the angle of the top surface of the fin at an angle of more than 5°. Great value voltage distribution and electric field influenced the shape and size of the fins insulator. Keywords: Isolator, Voltage, Electric Field, and Finite Element Method
REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN 20 KV PADA FEEDER PANDEAN LAMPER 5 RAYON SEMARANG TIMUR Nugrahadi, Wisnu Aji; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.577 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.632-636

Abstract

Abstrak Suatu metode rekonfigurasi jaringan distribusi dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan peningkatan atas kebutuhan beban. Kondisi ini menyebabkan jaringan distribusi tidak dapat bekerja sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, sehingga perlu dilakukan pengembangan dan perencanaan ulang. Beberapa metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya : penambahan feeder baru, menyeimbangkan pembebanan fasa trafo, memperbesar ukuran penghantar kawat, mengubah konfigurasi jaringan serta menaikkan tegangan sumber. Tugas akhir ini membahas mengenai permasalahan yang terjadi pada feeder gardu induk pandean lamper 5. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini adalah dengan menambahkan feeder baru dan menyeimbangkan beban trafo pada masing-masing fasa sehingga dengan metode ini akan menghasilkan perbaikan tegangan terbaik pada jaringan distribusi tegangan menengah. Hasil simulasi kondisi eksisting beban 82% menunjukkan bahwa nilai jatuh tegangan terbesar pada feeder pandean lamper 5 bernilai 5,61%. Sedangkan hasil simulasi jaringan dengan menambahkan feeder menghasilkan nilai jatuh tegangan yang bernilai 3,54% pada PDL.5 dan 2,43% pada PDL.14. Nilai jatuh tegangan pada setiap fasa akan lebih seimbang dengan menggunakan metode pembebanan fasa trafo. Hasil rekonfigurasi pembebanan trafo menunjukkan bahwa nilai jatuh tegangan pada fasa A bernilai sebesar 582,626 V, fasa B sebesar 591,966 V, dan fasa C sebesar 593,898 V. Sedangkan sebelum dilakukan rekonfigurasi, nilai jatuh tegangan fasa A sebesar 470,836 V, fasa B sebesar 578,862 V, serta fasa C sebesar 718,474 V. Kata kunci : Jaringan distribusi, Jatuh tegangan, Penambahan feeder, Pembebanan fasa trafo. Abstract A reconfiguration method of distribution network is needed to overcome increasing load requirement problem. This condition causes distribution network can not work accordance with the defined criteria. Several methods are used to overcome this problem, such as the addition of new feeder, balance trafo load on each phase, enlarge the size of conductor wire, change the network configuration and also increase source voltage. This Final Project will discuss about the problem which happen in the feeder of Pandean Lamper 5 Substation. The methods that used in this final project are adding new feeder and balancing every phase of trafo load, so by these methods will obtain the best voltage improvement result in distribution network intermediate voltage. The result of load exsisting condition simulation is 82 % show that the biggest drop voltage value in the feeder of Pandean Lamper 5 is 5,61 %. While the result of network simulation by adding feeder produce drop voltage value which totaled 3,54 % in PDL.5 and 2,43 in PDL.14. Drop voltage value at each phase will be more balance by using loading phase trafo. The result of reconfogiration of loading phase trafo in phase A is 582,626 V, phase B is 591,966 V, and phase C is 593,898 V. While before doing reconfiguration, the result of drop voltage in phase A is 470,836 V, phase B is 578,862 V, and phase C is 718,474 V. Keyword : Distribution Network, Drop Voltage, Feeder Addition, Loading Phase Trafo
FILTERING UNTUK AKUISISI DATA PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL (JSN) Ulwiyati, Nely; Sofwan, Aghus; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.463 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.3.811-818

Abstract

Sumber utama data sensor adalah pengukuran yang dilakukan pada suatu fenomena fisik atau fenomena yang telah termodelkan, oleh karena itu data yang diperoleh dari pengukuran sensor dapat mengalami kesalahan dalam pengukurannya. Hal itu dapat disebabkan karena sensor mendapatkan gangguan (noise) yang berasal dari lingkungan sekitar dimana sensor tersebut dipasang. Proses pembersihan ataupun penyaringan (filter) hasil pembacaan sensor yang kurang akurat menjadi sebuah proses dibutuhkan. Pada penelitian ini dilakukan proses penyaringan (filter) pada dua jenis sensor yang digunakan pada sensor node dari sistem Jaringan Sensor Nirkabel untuk pendeteksian dini bencana tanah longsor berbasis IoT. Kedua jenis sensor tersebut adalah sensor IMU MPU6050 dan sensor kelembaban FC-28. Data berupa sudut yang diperoleh dari sensor MPU6050 merupakan hasil penggabungan data dari sensor akselerometer dan giroskop dengan menggunakan metode tapis komplementer. Sedangkan untuk sensor kelembaban FC-28 menggunakan metode tapis pelewat bawah R-C untuk mendapatkan hasil bacaan kelembaban yang lebih akurat. Berdasarkan hasil percobaan, kedua tapis tersebut dapat bekerja dengan baik mereduksi noise. Penggunaan tapis komplementer pada pengukuran sudut kemiringan menghasilkan nilai rata-rata error sebesar pada pengukuran sudut roll sebesar 0,08, sedangkan penggunaan tapis pelewat rendah menghasilkan nilai rata-rata error sebesar 0,5 pada pengukuran nilai kelembaban tanah.
ANALISIS EVALUASI SETTING RELAY OCR SEBAGAI PROTEKSI PADA JARINGAN DISTRIBUSI DENGAN PEMBANGKITAN TERDISTRIBUSI (STUDI KASUS PADA PENYULANG BSB 4, KENDAL - JAWA TENGAH) Warsito, Adhi; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.924 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.743-750

Abstract

Abstrak Pembangkit terdistribusi (PT) merupakan sebuah terobosan teknologi generasi baru dan merupakan solusi energi terbarukan. Pemasangan PT memberikan banyak keuntungan pada sistem tenaga listrik, antara lain PT dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem tenaga listrik. Makalah ini mempelajari tentang efek pemasangan PT terhadap perubahan besarnya nilai arus gangguan yang mungkin terjadi dan imbasnya pada koordinasi setting proteksi dari relay arus lebih pada sebuah jaringan distribusi 20 kV. Studi kasus yang pertama dan kedua mempelajari efek adanya penempatan PT terhadap arus gangguan dan koordinasi setting proteksi, sedangkan studi kasus kedua mempelajari tentang efek perbedaan lokasi penempatan PT terhadap arus gangguan dan koordinasi setting proteksi. Studi kasus pertama menggunakan jaringan distribusi radial 4 bus, sedangkan studi kasus kedua dan ketiga menggunakan jaringan distribusi 20kV pada penyulang empat GI Bukit Semarang Baru milik PLN UPJ Boja. Dalam ketiga studi kasus, menunjukkan hasil bahwa penempatan PT mengakibatkan meningkatnya nilai arus gangguan karena PT turut memberikan suplai arus gangguan ketika sebuah gangguan terjadi. Hal ini berakibat harus dilakukannya evaluasi setting koordinasi proteksi pada jaringan distribusi tersebut akibat penempatan PT. Titik penempatan PT yang berbeda juga akan berpengaruh pada besar aliran arus gangguan di sepanjang saluran, sehingga koordinasi proteksi antara jaringan dengan PT harus diperhatikan sesuai titik penempatan PT tersebut. Kata Kunci : pembangkit terdistribusi, pt, relay, ocr, distribusi, koordinasi proteksi, setting, gangguan  Abstract Distributed Generation (DG) is a new technology breakthrough and renewable energy solution. DG placement gives many advantages for power system, in example DG can improves eficiency and reliability of power system. This paper investigates DG placement effects against changed of fault currents value which may occurs and its effects on protection setting coordination from over current relay in a 20 kV distribution network. The first and second case study studied about DG placement effects against fault currents and protection setting coordination, and  the third case study studied about the effects of different DG placement location against fault currents and and protection setting coordination too. The first case study used 4 bus radial distribution network, and the second and third of them used 20 kV distribution network Bukit Semarang Baru substation’s fourth feeder, owned by PLN UPJ Boja. In all three case study, DG placement lead the increasing of fault current value because DG can gives fault current supply when a fault occurs. This case leads the protection coordination setting evaluation on that distribution network should be done. Different DG placement locations will also influent to fault current flows value along the network, so the protection  coordination between the network and DG must be considered, appropriate with those DG placement locations. Keywords : distributed generation, dg, relay, ocr, distribution, protection coordination, setting, fault
ANALISIS KESTABILAN FREKUENSI PADA MEKANISME PELEPASAN BEBAN MANUAL DI SUB SISTEM KELISTRIKAN TANJUNG JATI Corina, Vinda Zahrotul; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.104 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.441-447

Abstract

Dalam sistem kelistrikan, frekuensi dijaga pada nilai nominal dengan mengendalikan keseimbangan antara daya keluaran generator dan beban. Ketika kebutuhan beban meningkat dan tidak dapat dipenuhi oleh generator maka perlu dilakukan pelepasan beban pada sistem. Pelepasan beban secara manual dapat dilakukan dengan metode sensitivitas bus. Semakin tinggi nilai sensitivitas suatu bus maka semakin besar pula beban yang harus dilepas pada bus tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi terhadap Subsistem Tanjung Jati guna mengetahui stabilitas frekuensi menggunakan software DIgSILENT 14.1. Pengujian pertama dilakukan dengan cara menerapkan Standard Operating Prosedure (SOP) Under Voltage Subsistem Ungaran tahun 2013 pada Subsistem Tanjung Jati. Hasil pengujian menunjukan bahwa SOP Under Voltage Ungaran tahun 2013 tidak dapat diterapkan pada Subsistem Tanjung Jati. Pengujian kedua dilakukan dengan cara memberi gangguan yaitu kenaikan beban, kemudian membandingkan hasil respon frekuensi dari skema pelepasan beban manual PT. PLN Distribusi Jateng dan DIY dengan skema pelepasan beban manual berdasarkan metode sensitivitas bus. Hasil pengujian menunjukan bahwa kedua skema pelepasan beban tidak dapat mengembalikan frekuensi ke nilai nominal pada 50 ± 0,2 Hz. Dibutuhkan pelepasan beban yang lebih besar untuk mengembalikan frekuensi ke nilai nominal.
PENGEREMAN DINAMIS KONVENSIONAL PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA Pradipta, Muhamad Hami; Sukmadi, Tedjo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.317 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.656-663

Abstract

Abstrak Motor Induksi tiga fasa adalah motor yang banyak digunakan pada industri untuk melakukan proses produksi, hal tersebut karena motor induksi memiliki banyak keuntungan yaitu harga relatif murah, perawatan mudah serta penggunaan yang sederhana. Dalam pengereman salah satu yang perlu diperhatikan adalah ketepatan dan kecepatan pengereman untuk membantu proses produksi. Dalam melakukan pengereman terdapat dua macam cara yaitu secara mekanis dan secara elektrik. Pengereman secara mekanis yaitu pengereman dengan menggunakan rem fisik untuk mengehentikan putaran rotor sedangkan pengereman secara elektrik pengereman dilakukan dengan berbagai macam cara, dalam tugas akhir ini pengereman elektrik metoda pengereman dinamis dilakukan dengan cara membuat medan statis dengan menggunakan metoda DC inject dan Zero sequence braking, membuat medan yang arahnya berlawanan berdasarkan hukum lenz dengan menggunakan metoda pengereman magnetis, dan menyerap medan putar sisa dengan menggunakan metoda pengereman capacitor self-exitation. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa metoda pengereman DC inject dengan menggunakan tegangan 10,1 V mempunyai waktu pengereman yang paling cepat yaitu 2,58 detik, sedangkan metodapengereman capacitor self exitation dengan menggunakan kapasitor 25uF memiliki waktu pengereman yang paling lama yaitu 7,94 detik, sedangkan untuk metoda pengereman magnetis memiliki waktu pengereman 7,09 detik dan metoda pengerman zero sequence dengan menggunakan tegangan 15,01 V memiliki waktu pengereman 5,03 detik Kata kunci : motor induksi tiga fasa, pengereman dinamis.  Abstract Three-phase induction motors are widely used in industry for the production process because it has many advantages In using of the induction motor, one thing to note is that the precision braking and braking speed is needed for production process . There are two ways of braking and those are mechanical and electrical braking. Mechanical braking is carried out by using physical brake to block the rotation of the rotor while braking electrically is done in various ways. Dynamic braking methode  is carried out by making a static field from DC inject and Zero sequence braking. Another methode is implemented by making opposite direction field for magnetic braking based on  lenz law, and the last metode is applied by absorb the rest of the field by using capacitor self - exitation braking methode. The test results is DC braking inject method at 10,1 V has the most rapid braking in duration of 2.58 seconds , while the capacitor capacitor  self exitation methode using 25uF capacitor has the longest braking time in duration of 7.94 seconds. Magnetic braking method has braking time  7.09 seconds and zero sequence braking methode with a voltage of 15,01 has a braking time 5.03 seconds key word : three phase induction motor, dynamic braking.
INVERTER PUSH-PULL RESONAN PARALEL BERBASIS IC SG3524 Syafi’i, Imam; Facta, Mochammad; Warsito, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.639 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.70-76

Abstract

Photovoltaic merupakan sumber energi terbarukan dengan beberapa keuntungan tetapi keluaran dari photovoltaic masih berupa sumber listrik DC sehingga penggunaannya terbatas. Maka dari itu diperlukan suatu alat yang bisa mengkonversi tegangan DC ke tegangan AC sehingga sumber photovoltaic bisa digunakan untuk menyuplai beban yang bervariasi dan dimanfaatkaan untuk menyuplai beban rumah tangga. Inverter push-pull merupakan salah satu jenis inverter yang paling sering digunakan karena hanya membutuhkan input tegangan DC kecil dengan keluaran tegangan AC yang sesuai dengan beban AC rumah tangga (220V). Penggunaan rangkaian resonan paralel untuk memperbaiki bentuk gelombang keluaran inverter karena menggunakan rangkaian kontrol IC SG3524 yang merupakan kontrol PWM analog. Penelitian ini menggunakan beban resistif dan beban dinamis untuk melihat pengaruh variasi duty cycle dan variasi frekuensi terhadap tegangan output, kecepatan putar motor, serta efisiensi dari inverter. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel ketika beban resistif 37,3 Ω dengan range dari 24%-62%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel ketika beban resistif 333 Ω dengan range dari 26%-35%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel beban dinamis berupa motor AC shaded pole dengan range dari 26%-43%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel beban motor universal dengan range dari 27%-54%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel beban motor induksi run capacitor dengan range dari 25%-49%.
SIMULASI KONSUMSI ENERGI LISTRIK KRLTERHADAP KURVA KECEPATAN - WAKTU MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK Rifqi, Muhamad; Sukmadi, Tejo; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.341 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.97-102

Abstract

Abstrak   Pemanfaatan energi listrik dalam bidang transportasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks di kota-kota besar seperti Jakarta. Salah satu sarana transportasi tersebut adalah Kereta Rel Listrik (KRL). KRL Jabotabek melayani rute komuter di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serpong, dan Parungpanjang. Dengan padatnya jadwal perjalanan KRL Jabodetabek yang beroperasi setiap hari dari jam 06:00 sampai 23:00 dalam melayani kebutuhan transportasi penumpang Jabodetabek, sudah pasti akan mengkonsumsi energi listrik yang tidak sedikit untuk mengoperasikan KRL. Sedangkan konsumsi energi listrik merupakan salah satu bagian penting diantara biaya operasional KRL. Strategi pengemudian acceleration (percepatan), coasting (peluncuran), dan braking (pengereman) pada KRL merupakan faktor penting yang mempengaruhi sedikit banyaknya konsumsi energi listrik yang dibutuhkan dalam satu perjalanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan nilai acceleration, coasting dan braking menggunakan metode Algoritma Genetik  dengan berpatokan pada dua kurva kecepatan - waktu, yaitu kurva Trapesoidal dan kurva Quadrilateral. Dari hasil simulasi dapat diperoleh bahwa kedua kurva kecepatan - waktu dapat diaplikasikan pada KRL sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.   Kata kunci: Energi listrik, KRL dan Algoritma Genetik. Abstract The utilization of electrical energy in the field of transportation is one of the solutions to overcome the problems of an increasingly complex urban transport in big cities such as Jakarta. One of the means of transportation is electric rail Train (KRL). KRL Jabotabek serving commuter routes in the region Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Serpong, and Parung panjang. With the denseness of the KRL itinerary Jabodetabek operates daily from 06:00 AM until 11:00 PM in serving the needs of passenger transport other jobs, it's certainly will consume electrical energy did little to operate the KRL. While the consumption of electrical energy is one important part of the operational costs of KRL. Driving strategy of acceleration, coasting and braking at KRL is an important factor that affects the little amount of electric energy consumption needs in one trip. Research aims to analyse the setting value of the acceleration, coasting and braking method using Genetic Algorithm with based on two speed-time curve, namely the Trapesoidal curve and Quadrilateral curve. From the results of simulations can be obtained that both speed-time curve can be applied to the KRL according to your needs.   Key words: electrical energy, KRL and Genetic Algorithms.

Page 79 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue