cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of International Relations Studies
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of International Relations seeks original manuscripts that provide theoretically informed empirical analyses of issues in international relations, as well as original theoretical or conceptual analyses. The journal represents no particular school or approach, nor is it restricted to any particular methodology. Instead, it seeks to foster an awareness of methodological and epistemological questions in the study of International Relations, and to reflect research and developments of a conceptual, normative and empirical nature in all the major sub-areas of the field.
Arjuna Subject : -
Articles 629 Documents
FILANTROPI GLOBAL DALAM ELIMINASI TB DI JAWA TENGAH: KOLABORASI THE GLOBAL FUND DAN YAYASAN MENTARI SEHAT INDONESIA Auranthi Arensya Endrafinnisa; Hermini Susiatiningsih; Anjani Tri Fatharini
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50855

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia, dan Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan kasus tertinggi secara nasional. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan berkolaborasi seperti kolaborasi antara The Global Fund sebagai filantropi global dengan Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Jawa Tengah. Melalui pendekatan pendanaan kolaboratif, The Global Fund menggandeng berbagai aktor baik internasional maupun lokal, termasuk pemerintah Indonesia dan organisasi masyarakat sipil seperti Yayasan MSI. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan studi pustaka untuk menggali dinamika kerjasama lintas aktor dalam mendukung program eliminasi TB. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multi-aktor yang diterapkan oleh The Global Fund berhasil meningkatkan sistem pelayanan kesehatan dan pemberdayaan komunitas lokal dalam penanganan TB. Kolaborasi ini dapat menjadi gambaran praktik baik dalam implementasi filantropi global yang inklusif. Selain itu, pentingnya komitmen keuangan jangka panjang dan sinergi lintas sektor juga dibutuhkan untuk mencapai target eliminasi TB secara berkelanjutan. 
CHINA-EUROPE RAILWAY EXPRESS SEBAGAI STRATEGI NEO-MERKANTILISME DALAM MEMPERKUAT KEPENTINGAN EKONOMI CHINA DI EROPA Fatimah Az Zahra Andryani; Reni Windiani; Muhammad Arief Zuliyan
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50694

Abstract

China-Europe Railway Express telah menjadi opsi alternatif jalur perdagangan internasional yang menghubungkan China dan Eropa sejak tahun 2011. Hal tersebut memunculkan masalah: Bagaimana China menggunakan China-Europe Railway Express sebagai strategi neo-merkantilisme untuk memperkuat kepentingan ekonomi di Eropa? Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran China-Europe Railway Express dalam memperkuat kepentingan ekonomi China di Eropa, terutama terhadap pola perdagangan China dan Eropa. Penelitian ini menggunakan teori neo-merkantilisme untuk mempertimbangkan aspek infrastruktur dan proteksionisme dengan metode penelitian kualitatif tipe deskriptif-analitis. Subjek yang diteliti adalah China sebagai aktor utama dan China-Europe Railway Express sebagai instrumen strategis China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa China berhasil memperkuat kepentingan ekonomi di Eropa melalui pembangunan infrastruktur, peran institusi, dan proteksionisme. Upaya ini telah memperluas produk China di Eropa dan mempertahankan surplus dagang dengan Eropa.
PENGGUNAAN INSTRUMEN KEBUDAYAAN DALAM DIPLOMASI PUBLIK NEGARA: Studi Kasus Diplomasi Gamelan Indonesia di Inggris (2022 – 2024) Mahsa Wahyu Adristi; Reni Windiani; Anjani Tri Fatharini
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50854

Abstract

Indonesia secara konsisten memanfaatkan gamelan Jawa sebagai instrumen diplomasi kebudayaan di Inggris (2022-2024) untuk memperkuat hubungan bilateral melalui pendekatan soft power. Penelitian kualitatif ini menganalisis faktor pemilihan gamelan dengan kerangka konsep diplomasi kebudayaan (Warsito & Kartikasari, 2007), yang merupakan turunan dari diplomasi publik (Cull, 2009), dan soft power (Nye, 2004). Hasil penelitian mengungkap empat alasan strategis: (1) Keunikan lokal sebagai identitas khas Jawa; (2) Superioritas spesifik dari nilai filosofis dan kompleksitas musikal yang diakui global; (3) Simbol stabilitas yang merepresentasikan harmoni sosial Indonesia; serta (4) Efektivitas biaya dalam menjangkau audiens lintas budaya. Temuan ini menegaskan gamelan Jawa sebagai alat diplomasi kebudayaan yang efektif, sekaligus merekomendasikan sinergi antara pemerintah, diaspora, dan pelaku seni untuk memperluas dampaknya. Dengan demikian, diplomasi kebudayaan melalui gamelan tidak hanya memperkuat citra Indonesia, tetapi juga menjadi model praktis penguatan hubungan internasional berbasis seni tradisi. 
KONVENSI APOSTILLE DAN TRANSFORMASI LAYANAN PUBLIK: ANALISIS PENCEGAHAN PEMALSUAN DOKUMEN DALAM KONTEKS HUBUNGAN PEOPLE-TO-PEOPLE DI INDONESIA Putri Wening Nurani; Ika Riswanti Putranti
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50700

Abstract

AbstrakPemalsuan dokumen atau document fraud merupakan kejahatan transnasional yang berpotensi mengancam keamanan, ekonomi, dan stabilitas diplomatik suatu negara. Dalam konteks hubungan antar individu lintas negara (People-to-People - P2P), pemalsuan dokumen dapat memfasilitasi kejahatan seperti perdagangan manusia, pencucian uang, dan penyelundupan ilegal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Konvensi Apostille sebagai upaya pencegahan terhadap pemalsuan dokumen dalam konteks hubungan people-to-people (P2P) guna mengatasi kejahatan transnasional terorganisir di Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup evaluasi mekanisme verifikasi dokumen melalui sertifikat Apostille, identifikasi tantangan implementasi, serta penilaian efektivitas kebijakan dalam meminimalisasi potensi penyalahgunaan dokumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif analisis, di mana data diperoleh melalui studi literatur dan analisis dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengadopsi Konvensi Apostille sejak tahun 2021, masih terdapat kendala seperti kesiapan infrastruktur digital, kurangnya harmonisasi regulasi, dan koordinasi antar instansi pemerintah yang belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kesadaran publik, pelatihan sumber daya manusia, serta optimalisasi teknologi verifikasi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas penerapan konvensi dalam mencegah pemalsuan dokumen.Kata kunci : Pemalsuan dokumen, Konvensi Apostille, People-to-People (P2P), Kejahatan Transnasional, Verifikasi Dokumen.  
SCHREMS II DAN HAK KITA ATAS DATA: PERTARUNGAN ANTARA KEAMANAN DAN KEPENTINGAN GLOBAL Dhaifan Salhan Darari Ardiantoro; Ika Riswanti Putranti
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50727

Abstract

Kasus Schrems II menjadi tonggak penting dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) di era digital, terutama hak privasi. Keputusan Mahkamah Eropa (CJEU) pada tahun 2020 membatalkan Privacy Shield, mekanisme transfer data antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS), yang menimbulkan tantangan signifikan dalam perlindungan hak privasi. Keputusan ini menegaskan bahwa perlindungan hak privasi harus diprioritaskan, bahkan dalam konteks hubungan ekonomi dan perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis putusan CJEU dalam kasus Schrems II dan implikasinya terhadap keamanan data sebagai bentuk pemenuhan HAM. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif analitis, penelitian ini mengumpulkan data dari sumber primer seperti putusan CJEU dan GDPR UE, serta sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian terkait. Penelitian ini juga menggunakan teori Liberalisme dan Human security untuk menganalisis putusan Schrems II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan Schrems II memperkuat perlindungan data pribadi warga UE dengan membatasi transfer data ke negara-negara yang tidak memiliki standar perlindungan data yang memadai. Penelitian ini juga mengungkap adanya ketegangan antara keamanan data dan kepentingan ekonomi serta implikasi putusan Schrems II terhadap kebijakan perlindungan data di berbagai negara. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami perlindungan hak privasi di era digital serta dampaknya terhadap hubungan internasional.
MENELUSURI UPAYA INDONESIA DALAM MELINDUNGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA DARI HUKUMAN MATI: STUDI KASUS ETTY BINTI TOYIB DI ARAB SAUDI ERA JOKO WIDODO Felycia Oxana Kusuma; Fendy Eko Wahyudi
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50690

Abstract

Sejak kemerdekaannya, Indonesia dan Arab Saudi telah menjalin hubungan diplomatik yang mencakup berbagai sektor, termasuk ketenagakerjaan. Hubungan ini membuka peluang bagi banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mencari penghidupan yang lebih baik di Arab Saudi. Namun, PMI kerap menghadapi berbagai permasalahan serius di negara tersebut, salah satunya ancaman hukuman mati. Salah satu kasus yang menonjol adalah Etty binti Toyib, yang pada tahun 2002 dijatuhi hukuman mati atas tuduhan meracuni majikannya, Faisal Al-Ghamdi. Sebagai bagian dari implementasi Diplomasi Pro Rakyat, pemerintah Indonesia di era Joko Widodo bertanggung jawab dalam memberikan pelindungan terhadap Etty. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pelindungan diplomatik dan diplomasi untuk menganalisis langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia dalam membebaskan Etty dari ancaman hukuman mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia menerapkan strategi diplomasi melalui jalur formal maupun informal. Kombinasi berbagai upaya tersebut berhasil membebaskan Etty dan memulangkannya ke tanah air. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran sejumlah aktor serta negosiasi intensif dengan keluarga korban.
DIPLOMASI DIGITAL JEPANG DI ERA PANDEMI: STRATEGI PROGRAM BEASISWA MONBUKAGAKUSHO DI INDONESIA (2020–2022) Wulan Suci Intan Auliani; Hermini Susiatiningsih; Anjani Tri Fatharini
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50772

Abstract

Beasiswa “Monbukagakusho” merupakan program yang digagas Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT) dengan tujuan untuk mencetak mahasiswa internasional berkualitas tinggi, memperkuat kerja sama dengan negara lain, serta membangun citra positif Jepang di bidang pendidikan secara global. Sejak diluncurkan pada tahun 1954, program ini telah menerima ratusan ribu mahasiswa dari berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi digital yang diterapkan Pemerintah Jepang di Indonesia melalui program beasiswa “Monbukagakusho” pada tahun 2020–2022 di masa Covid-19, dengan menggunakan konsep  diplomasi digital Ilan Manor. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan data primer dari wawancara dengan JASSO Indonesia, serta data sekunder dari buku, jurnal, artikel, dan situs web terpercaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Jepang secara aktif memanfaatkan media digital dan memenuhi strategi diplomasi digital, yaitu engagement dan listening, framing the nation, networked and collaborative approaches to diplomacy, serta consular aid dalam mempromosikan program beasiswa “Monbukagakusho”di Indonesia.
SIGNIFIKANSI PENERAPAN NORMA ASEAN WAY DALAM PEMBERANTASAN HUMAN TRAFFICKING DI KAWASAN ASIA TENGGARA (STUDI KASUS INDONESIA) Jessica Caesya Agustin; Fendy Eko Wahyudi
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50689

Abstract

Perdagangan manusia menjadi bentuk ancaman non-tradisional yang nyata dihadapi oleh kawasan Asia Tenggara karena perannya sebagai negara sumber, transit, dan tujuan utama. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang paling terdampak dengan bentuk human trafficking didominasi oleh kerja paksa serta eksploitasi seksual. Meskipun Indonesia telah memiliki kebijakan-kebijakan domestik sebagai bentuk tanggapan atas maraknya human trafficking, akan tetapi efektivitas pemberantasan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti koordinasi yang lemah, keterbatasan sumber daya, serta perbedaan persepsi di antara negara anggota ASEAN. Pada dasarnya, ASEAN sebagai sebuah kawasan memiliki pedoman berperilaku untuk menyelesaikan permasalahan yang termanifestasi dalam ASEAN Way. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh ASEAN Way dalam mengatasi peredaman efektivitas pemberantasan human trafficking dengan melihat kasus di Indonesia. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menghimpun data primer maupun sekunder. Teori konstruktivisme berbasis norma serta konsep regionalisme digunakan sebagai pisau analisis. Hasil temuan penelitian ini mengungkap bahwa ASEAN Way sebagai norma kawasan berperan penting dalam mengatasi tantangan tersebut melalui pendekatan berbasis konsensus dan dialog. Prinsip tersebut memungkinkan Indonesia untuk lebih efektif dalam berkoordinasi dan menyelaraskan kebijakan dengan negara-negara ASEAN. Selain itu, pendekatan yang tidak memaksa dan mengedepankan kerja sama kolektif membantu menyelesaikan perbedaan persepsi serta meningkatkan efektivitas pemberantasan human trafficking.
SEPAK BOLA SEABGAI SOFT POWER: POTENSI DAN DAMPAK NATURALISASI DIASPORA TERHADAP DIPLOMASI PUBLIK INDONESIA Anisa Rahmawati
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50706

Abstract

Sepak bola memiliki potensi sebagai alat soft power yang efektif untuk memperkuat diplomasi publik di era modern ini. Berbagai capaian penting Timnas Sepak Bola Indonesia ternyata tidak terlepas dari kontribusi pemain naturalisasi diaspora. Di tengah isu pro dan kontra naturalisasi diaspora, penulis mencoba melihat peluang pemanfaatan sepak bola sebagai soft power dalam diplomasi publik Indonesia. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana kehadiran pemain naturalisasi diaspora dalam Tim Nasional Sepak Bola Indonesia dapat memperkuat diplomasi publik Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif studi pustaka yang bersumber dari buku, artikel jurnal dan laman berita terkait, hasil riset menunjukkan bahwa peningkatan prestasi tim, pembentukan citra inklusif, dan perbaikan hubungan bilateral dengan negara asal pemain merupakan dampak positif naturalisasi diaspora dalam Timnas Sepak Bola Indonesia yang dapat dilihat sebagai peluang dan kemudian dikembangkan dalam strategi diplomasi publik Indonesia. Tulisan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait dampak naturalisasi diaspora dalam konteks olahraga dan diplomasi publik, serta menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dalam mengembangkan kebijakan olahraga nasional.