cover
Contact Name
Mursyidul Haq Firmansyah
Contact Email
mursyidulhaqf@uindatokarama.ac.id
Phone
+6285204120009
Journal Mail Official
mahiyahjournal@uindatokarama.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No. 23 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosphy
ISSN : 31635962     EISSN : 31635946     DOI : 10.24239/mahiya
Core Subject :
amined through critical, reflective, and methodological approaches. As a scholarly publication, Mahiyah is committed to encouraging the emergence of Islamic thought that is open, profound, and relevant to contemporary developments. The journal welcomes research articles, conceptual studies, studies of intellectual figures, textual analyses, and critical examinations of the dynamics of classical, modern, and contemporary Islamic thought. Particular attention is also given to studies that connect the Islamic intellectual tradition with issues related to humanity, culture, society, science, technology, and global civilization. The journal aims to provide an academic forum for lecturers, researchers, students, and scholars of Islamic studies, both nationally and internationally. By upholding academic integrity, originality, and scholarly quality, Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy seeks to contribute to the enrichment of Islamic scholarship, particularly in the fields of theology, philosophy, and Islamic thought. Through the publication of high-quality articles, Mahiyah is expected to become an academic reference in the development of Islamic thought and philosophy studies, while also strengthening the role of the Department of Islamic Theology and Philosophy at UIN Datokarama Palu in fostering a critical, inclusive, and transformative Islamic intellectual tradition.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
HEDONISME DAN GAYA HIDUP KONSUMTIF DALAM MASYARAKAT MODERN:ANALISIS PEMIKIRAN SEYYED HOSSEIN NASR Verrial; Nugrawati; Vebrianto
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 2 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/wzqyhz88

Abstract

Artikel ini mengkaji hedonisme dan gaya hidup konsumtif dalam masyarakat modern melalui perspektif pemikiran Seyyed Hossein Nasr. Masyarakat modern ditandai oleh kemajuan teknologi, perluasan media digital, pertumbuhan pasar, serta meningkatnya kecenderungan manusia dalam memaknai kebahagiaan melalui kepemilikan material, kesenangan, dan pengakuan sosial. Konsumsi tidak lagi dipahami semata-mata sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi telah berubah menjadi simbol identitas, status, dan pencitraan diri. Kondisi ini menunjukkan adanya krisis yang lebih mendalam dalam kehidupan manusia modern, yaitu hilangnya orientasi spiritual dan dominasi nilai-nilai materialistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data dianalisis melalui pemikiran Seyyed Hossein Nasr, terutama kritiknya terhadap modernitas, krisis spiritual manusia modern, desakralisasi, dan pentingnya pemulihan dimensi sakral dalam kehidupan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hedonisme dan gaya hidup konsumtif bukan hanya fenomena ekonomi atau sosial, melainkan juga persoalan moral dan spiritual. Pemikiran Nasr menawarkan kerangka spiritual Islam yang mengkritik modernitas materialistik serta menekankan pentingnya tauhid, pengendalian diri, kesederhanaan, qana’ah, dan kesadaran ruhani. Dengan demikian, spiritualitas Islam dapat menjadi dasar alternatif dalam membangun gaya hidup masyarakat modern yang lebih seimbang, bermakna, dan bertanggung jawab.
AKHLAK MURID KEPADA MURSHID DALAM TAREKA NAQSABANDIYAH Nurhayati; Ayu Lestari; Suraya Attamimi
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/8y7cfw08

Abstract

Artikel ini mengkaji seputar relasi Murid dan Murshid dalam Tarekat Naqsabandiyah. Kajian ini melengkapi penelitian-penelitian yang sudah ada seputar tarekat tersebut. Tema ini sengaja dipilih penulis karena relasi Murid-Murshid masih belum menjadi pengetahuan umum, terutama yang berkaitan dengan akhlak (code of conduct) yang mendasari hubungan tersebut. Dalam risetnya, penulis menggunakan pendekatan historis dan sosiologis untuk membedah akhlak tersebut. Pada proses pengumpulan data, peneliti mengunakan teknik analisis naskah yang berkaitan dengan tarekat dan akhlak dalam tarekat. Hasilnya, dalam tarekat Naqsabandiyah hubungan Murid-Murshid diatur oleh aturan yang sangat ketat. Dari aturan-aturan ini tergambar bahwa Murid harus memiliki ketaatan mutlak kepada Murshid dalam semua aspek kehidupan yang dijalaninya, terutama yang berkaitan dengan aktivitas ketarekatan. Kewajiban taat ini bukan semata lahir dari otoritas Murshid, melainkan secara tersirat diperintahkan Allah dalam al-Qur’an.
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA: STUDI ATAS GAGASAN NURCHOLISH MADJID jian afira; Saude; Ismail Pangeran
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/gkthr854

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pemikiran Nurcholis Madjid tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Tema ini dipilih sebagai respons atas menggeliatnya diskusi tentang Pancasila belakangan ini. Di antara tema yang diperbincangkan, tentu saja, soal bagaimana memaknai dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila pada masa kini. Peneliti memilih pemikiran Nurcholis Madjid untuk dikaji karena sepanjang hidupnya cendekiawan asal Jombang ini banyak membahas tentang keindonesia, demokrasi, dan Pancasila. Dalam riset ini, peneliti menggunakan pendekatan sosiologis dan filsafat kritis. Hasilnya, selain Nurcholis Madjid berhasil menunjukkan korelasi antara Islam dan nilai-nilai Pancasila, juga berhasil merumuskan bagaimana Pancasila diposisikan sebagai epistemologi tindakan, seperti dalam hal demokrasi, kemanusiaan, toleransi, keadilan, dan kepedulian sosial.
Islam Sebagai Agama Dan Kebudayaan Pembacaan Kritis Dengan Pendekatan Kritik Nalar Arab AbidAl-Jabiri iin rifani
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/a7cycj46

Abstract

Tulisan ini membahas tenang anatami terbentuknya Islam dari perspektif kritik nalar Arab Abid Al-Jabiri. Tulisan ini ingin menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang juga dibentuk atau diproduksi oleh budaya. Dalam hal ini budaya Arab. Dalam penelitiannya, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan historis-filosofis. Hasilnya, terbukti bahwa Islam yang lahir pertama kali di Arab itu memang tidak bisa dilepaskan dari konteks kebudayaan Arab. Pada diri ajaran Islam bersemayam nilai-nilai yang berasal dari budaya Arab. Di antara bukti nyata yang bisa ditunjukkan, salah satunya, ada dalam Bahasa Arab sebagai bahasa utama al-Qur’an. Di samping itu, Islam juga telah turut membentuk (mereproduksi) kebudayaan Arab melalui ketiga nalar: bayani, burhani, dan Irfani. Ketiga nalar ini kelak menjadi medium persemaian tradisi keilmuan Islam yang diajarkan di banyak sekolah atau lembaga pendidikan, baik yang klasik maupun yang modern.
ETIKA MULTI-RELIGIUSITAS MENURUT ISLAM Istnan Hidayatullah
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/9phvyt35

Abstract

Artikel ini membahas etika multi-religiusitas perspektif ajaran Islam. Tulisan ini berangkat dari fenomena aktual di mana kehidupan masyarakat yang beragam keyakinan rentan mengalami gesekan, polemik, hingga konflik berdarah. Penyebabnya tentu karena kekosongan etika yang menjadi landasan untuk hidup damai berdampingan. Penulis lalu mencari ruang-ruang yang memungkinkan konstruksi etik dari spirit ajaran Islam. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan pendekatan hermeneutik dan sosiologis. Hasilnya, Islam merupakan agama yang sejak mula sangat terbuka dan menerima keragaman sebagai sebuah realitas sosial. Ajaran Islam merupakan ajaran yang menganggap perbedaan sebagai sebuah rahmat. Karena merupakan sebuah rahmat, maka tidak boleh ada dominasi yang mengekslusi keyakinan lain. Di sini, akhlak, yang notabene merupakan misi utama ajaran Islam, harus menjadi isu yang mengarustama dalam kehidupan multi-religiusitas. Islam harus menjadi lokomotif terciptanya tatanan masyarakat yang rukun kendati dibayang-bayangi perbedaan keyakinan.
TUHAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH: STUDI ATAS PEMIKIRAN KAREN AMSTRONG Isnaini Adilman Tahir; Saude; Ismail
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/epjtss85

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran Karen Amstrong tentang eksistensi Tuhan dalam ruang sejarah dan kehidupan sosial manusia. Bagaimana Tuhan terbentuk menjadi konsep, lalu diyakini dan menjadi unsur terpenting dalam kehidupan beragama, sejak agama klasik hingga era agama monoteisme. Dalam artikel ini peneliti menggunakan pendekatan historis, antropologis dan filosofis. Banyak temuan menarik dalam kajian ini. Termasuk konsep Tuhan sebagai bagian dari dinamika antropologis manusia. Sehingga, temuan ini cukup potensial berbenturan dengan dogma agama. Tuhan bukanlah konsep yang statis dan berasal dari wahyu, melainkan hasil dari perkembangan sejarah manusia, termasuk hasil refleksi manusia atas kehidupannya sendiri. Agama hadir belakangan, namun akhirnya memberi legitimasi atas keberadaan Tuhan. Keberagaman cara pandang terhadap Tuhan, seperti yang terjadi pada teisme, deisme dan panteisme memperkuat argumen bahwa Tuhan memang merupakan hasil dari pergulatan manusia.
AJARAN SUFISTIK RABI'AH AL-ADAWIYAH DAN PENGARUHNYA DALAM ISLAM Fathul Jannah Suprapto; Saude; Rusdin
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 2 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/zy3b6749

Abstract

Tasawuf merupakan salah satu jalan dalam meningkatkan diri kepada Tuhan, sebuah kesadaran akan adanya komunikasi dengan Tuhan. Kaum sufi atau orang yang menjalani tasawuf, beberapa diisi oleh kaum perempuan salah satunya adalah Rabi’ah al-Adawiyah. Beberapa penulis sejarah yang menuliskan kisah Rabi’ah al-Adawiyah menyebutkan bahwa Rabi’ah mempraktikkan ajaran sufistik(tasawuf) yang dikenal dengan istilah Al-Mahabbah. Paham ini merupakan kelanjutan dari tingkat kehidupan zuhud yang dikembangkan oleh Hasan al-Bashri. Perbedaannya terletak pada dimensi sufistiknya; jika Hasan al-Bashri menekankan pada rasa takut dan pengharapan kepada Tuhan, sementara Rabi’ah menekankan zuhudnya pada cinta.
Pernikahan Dini dan Dampaknya Terhadap KeutuhanRumah Tangga Di Desa Ogodopi Kecamatan Kasimbar (Suatu Kajian Filosofis Sosiologis) Kasmawati Peolin; sidik; Darlis
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 2 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/yznk3b74

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apa Faktor yang Menjadi Pendorong Pernikahan Dini di Desa Ogodopi Kecamatan Kasimbar? Bagaimana Dampak Pernikahan Dini Terhadap Keutuhan Rumah Tangga di Desa Ogodopi Kecamatan Kasimbar? Dan tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui Faktor yang Menjadi Pendorong Pernikahan Dini di Desa Ogodopi Kecamatan Kasimbar, dan Dampak Pernikahan Dini Terhadap Keutuhan Rumah Tangga di Desa Ogodopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menjadi pendorong pernikahan dini di Desa Ogodopi Kecamatan Kasimbar yaitu, faktor orang tua/keluarga, faktor ekonomi, hamil diluar nikah, dan saling menyukai, semua faktor tersebut yang menjadi pemicu terjadinya pernikahan dini oleh anak remaja di Desa Ogodopi
KONSEP AKHLAK DAN PENERAPANNYA MENURUT IBNU MISKAWAIH Melani
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 2 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/h8s0p458

Abstract

Artikel ini membahas tentang “Akhlak dan Penerapannya Menurut Ibnu Miskawaih”. Ada 3 pokok permasalahan dalam pembahasan ini, yaitu: Pertama, pengertian akhlak dan dasar-dasarnya dalam agama. Kedua, bagaimana konsep akhlak menurut para filosof. Ketiga, bagaimana penerapan akhlak menurut Ibnu Miskawaih. Penelitian ini menunjukkan bahwa akhlak menurut Ibnu Miskawaihialah suatu sikap mental atau keadaan jiwa yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa terlebih dahulu dipikirkan dan dipertimbangkan. Kemudian dalam hal penerapan akhlak, manusia dapat memilikiakhlak yang baik jika ia dibekali ajaran-ajaran agama sejak usia dini.
KONSEP STOISISME ZENO OF CITIUM DALAM MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN DI ERA MODERN Mukni Marsanda
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 2 (2024): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/593p0j02

Abstract

Banyak orang yang masih berpendapat bahwa filsafat itu bikin pusing, tidak praktis, berisi banyak teori abstrak, dan tidak berhubungan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Sayangnya, setelah bertahun-tahun menggeluti filsafat, peneliti berpendapat, bahwa semua cap tersebut salah. Salah satu aliran filsafat yang kini membuat hidup jauh lebih praktis dan sangat cocok diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, ialah Stoisisme. Stoisisme berkembang melalui kecakapan berbahasa atau linguistik, awalnya konsep Stoisisme yang ditawarkan Zeno of Citium hanya menawarkan hidup yang selaras dengan alam, tetapi seiring waktu banyak penganut Stoik yang mengembangangkan konsep tersebut diantaranya Markus Aurelius, Seneca, dan Epictetos di Zaman Romawi. Kemudian diterapkan oleh beberapaa tokoh-tokoh modern seperti Henry Manampiring dengan buku Filosofi Teras-nya, dan karya-karya tokoh Stoik yang lain. Dengan di berbagai kalangan content creator, Raditia Dika, Ferry Irwandi yang kini ramai jadi perbincangan Stoikisme. Pada akhirnya menghasilkan banyak penganut Stoikisme untuk hidup lebih baik. Dari kesimpulan yang diperoleh disarankan untuk para kaum Stoik di era modern agar kiranya memperaktekkan konsep Stoisisme dengan bijaksana tidak melenceng dari agama dalam memahami pemikiran-pemikiran Zeno of Citium.

Page 2 of 3 | Total Record : 28