cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
EKSPLORASI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF TENTANG PENGALAMAN IBU YANG MELAHIRKAN DENGAN GENTLE BIRTH Nanda Erfani Saputri; Yohanis F. La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.927 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27694

Abstract

Gentle birth menawarkan metode persalinan yang nyaman, lembut, dan minim trauma. Dengan memanfaatan unsur alami tubuh, gentle birth berusaha membawa ibu untuk menyadari dan memaksimalkan potensi diri menghadapi persalinan sebab persalinan merupakan peristiwa alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam pengalaman persalinan ibu yang melahirkan dengan gentle birth. Peneliti melibatkan empat orang partisipan yang dipilih melalui teknik sampling purposif dengan kriteria: (1) Ibu yang melakukan persiapan persalinan melalui pencarian informasi melalui media cetak ataupun elektronik, mengikuti pre natal yoga, dan/atau pelatihan persiapan persalinan; (2) melahirkan alami secara per vaginam dan minim intervensi medis; (3) Ibu berada pada kategori usia kehamilan dengan risiko rendah; dan (4) Bersedia menjadi partisipan penelitian. Wawancara dijalankan secara semi terstruktur dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Ada lima konstituen yang ditemukan dalam pengalaman persalinan partisipan, yaitu: (1) Keputusan partisipan menjalani gentle birth didorongan oleh rasa khawatir menghadapi persalinan; (2) Partisipan memaksimalkan potensi diri menghadapi persalinan dengan melakukan persiapan persalinan; (3) Partisipan percaya pada kemampuan diri untuk menjalani gentle birth; (4) Manajemen tubuh dan pikiran dilakukan partisipan selama menghadapi persalinan; dan (5) Partisipan menerima dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Temuan dalam penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi psikologi perkembangan dalam memahami kondisi psikologis ibu bersalin.
PENGALAMAN PENGASUHAN IBU YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS FISIK BERPRESTASI: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF Wan Isyraf Naufal; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.95 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27700

Abstract

Golden Burden of Disease pada tahun 2004 menyatakan 15,3% atau 978 juta orang dari total 6,4 milyar penduduk di seluruh dunia mengalami disabilitas fisik, 93 juta di antaranya adalah anak-anak. Keterbatasan-keterbatasan anak dengan disabilitasmenjadi tantangan untuk berprestasi. Peran keluarga bagi anak disabilitas yang berprestasi menjadi menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengalaman pengasuhan ibu yang memiliki anak disabilitas fisik berprestasi. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria ibu yang memiliki anak disabilitas fisik dalam kategori usia remaja dan sudah berhasil mendapatkan prestasi baik di bidang akademikatau non akademik. Subjek adalah tiga orang. Metode penelitian adalah Penelitian Fenomenologis Deskriptif (PFD), menggunakan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur dan model analisis Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Hasil penelitian mendapatkan lima sintesis tema mengenai pengalaman pengasuhan ibu dengan anak remaja disabilitas fisik berprestasi yaitu, (1) adanya upaya pengobatan yang telah dilakukan, (2) pentingnya mendapatkan bantuan dari lingkungan sosial, (3) upaya mendukung anak agar berprestasi, (4) berbagai upaya yang dilakukan saat mengasuh anak, dan (5) penerimaan atas kondisi anak, yang mana penerimaan atas kondisi anak ini menjadi faktor paling penting bagi ibu untuk bisa mengasuh dan mendorong anak agar dapat berprestasi. 
HUBUNGAN ANTARA PERFEKSIONISME DAN MUSIC PERFORMANCE ANXIETY PADA MAHASISWA PEMAIN ORKESTRA Ade Syarifa Fathiawati; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.532 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27695

Abstract

Music performance anxiety(MPA) merupakan kecemasan yang dirasakan individu secara terus-menerus yang disebabkan oleh performa musikal, dan timbul melalui suatu pengalaman pengkondisian yang spesifik dan dimanifestasikan melalui kombinasi gejala afektif, kognitif, somatik dan perilaku.Sifat kepribadian yang penting dalam MPA adalah perfeksionisme yang dapat terjadi bersamaan dengan performance anxiety.Perfeksionisme didefinisikan sebagai trait kepribadian yang dicirikan dengan usaha keras individu dalam menetapkan standar kinerja yang sangat tinggi disertai evaluasi diri yang terlalu kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dan MPA pada mahasiswa pemain orkestra. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan nonmusik yang tergabung dalam orkestra di OSUI Mahawaditra, UKM Bersama Dalam Musik (BDM) Binus University, dan The Sound of Phoenix Universitas Prasetiya Mulya dengan jumlah 200 orang. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa anggota orkestra yang diperoleh dengan menggunakan teknik convenience sampling.Data diperoleh dengan menggunakan Skala Perfeksionisme dan Skala Music Performance Anxiety.Hasil analisis Rank Spearman menunjukkan hasil koefisien korelasi rxy = -0,128 dengan p = 0,289 (p>0,05) yang artinya terdapat hubungan negatif meski tidak signifikan antara perfeksionisme dan MPA. Mayoritas subjek penelitian berada pada kategori MPA sedang. Uji beda menggunakan analisis independent T-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat MPA yang signifikan antara laki-laki dan perempuan. 
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DAN KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA BIDIKMISI TAHUN KETIGA DI FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Muhammad Fikri Taufik Ardiaputra; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.275 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27701

Abstract

Kematangan karir merupakan kemampuan dari individu untuk menyelesaikan setiap tugas dalam perkembangan karir yang sesuai dengan usia dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui. Tidak semua mahasiswa dapat mencapai kematangan karir, karena terdapat beragam faktor yang berkontribusi terhadap terbentuknya kematangan karir. Kegigihan mahasiswa merupakan salah satu faktor yang diduga turut menentukan kematangan karir mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity intelligence dan kematangan karir pada mahasiswa bidikmisi tahun ketiga di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Beasiswa bidikmisi diperuntukan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berprestasi di sekolah asalnya. Beasiswa yang diberikan berupa uang kuliah dan uang bulanan. Mahasiswa bidikmisi dituntut untuk memiliki IPK minimal 2,75 per semester dan lulus dalam waktu empat tahun. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa penerima bidikmisi tahun ketiga yang berjumlah 115 mahasiswa. Sampel penelitian terdiri dari 82 mahasiswa yang diperoleh dengan metode convenience sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua alat ukur, yaitu Skala Adversity Intelligence (20 aitem, α= 0,863) dan Skala Kematangan Karir (34 aitem, α= 0,922). Hasil pengolahan data menggunakan uji non parametrik diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,524 dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara adversity intelligence dan kematangan karir. Adversity intelligence memberikan kontribusi yang bermakna terhadap kematangan karir mahasiswa bidikmisi.
HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN GENERASI MILENIAL DI PT. TELKOM REGIONAL IV JATENG & DIY Ima Novita Fuji Lestari; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28346

Abstract

Dunia kerja sekarang ini dihadapkan dengan problematika karyawan generasi milenial. Karakter unik yang dibawa oleh karyawan generasi milenial membawa dampak yang cukup signifikan pada perasaan puas atau tidak puas mereka ditempat kerja. Perasaan puas atau tidak puas ditempat kerja ini disebut dengan kepuasan kerja. Kepuasan kerja karyawan berdampak pada kinerja karyawan. Kemampuan pengelolaan diri yang tepat sangat dibutuhkan dalam mengoptimalkan kepuasan kerja. Salah satu yang mempengaruhi pengelolaan diri adalah subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara subjective well-being dengan kepuasan kerja pada karyawan generasi milenial. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial di PT. Telkom Regional IV Jateng & DIY. Subjek penelitian adalah 96 karyawan generasi milenial di PT. Telkom Regional IV Jateng & DIY dengan rentang usia 21-30 tahun. Tingkat pendidikan yang digunakan sebagai subjek penelitian adalah dari SMA hingga S2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik Proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Subjective Well-being  (25 aitem, α= 0,900) dan Skala Kepuasan Kerja (22 aitem, α= 0,883). Analisis data menggunakan regresi sederhana dengan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara subjective well-being dengan kepuasan kerja pada karyawan generasi milenial sebesar rxy=0.547; dengan p=0,000 (p<0,001). Artinya semakin tinggi subjective well-being, maka semakin tinggi kepuasan kerjanya. Subjective well-being memberikan sumbangan efektif sebesar 29.9% terhadap kepuasan kerja karyawan generasi milenial di PT. Telkom Regional IV Jateng & DIY sedangkan 70,1% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DEPARTEMEN ILMU KELAUTAN DAN OSEANOGRAFI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Dzuni’mah Ilmi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28342

Abstract

Penyesuaian diri merupakan proses individu untuk mencapai keselarasan dalam memenuhi kebutuhan diri dengan harapan lingkungan tempat individu tinggal, dalam mencapai keselarasan tersebut individu perlu mengatasi tegangan, konflik, dan frustasi yang dialaminya. Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan individu dalam memberikan makna yang mendalam tentang seluruh aspek kehidupan, serta memberi makna positif pada setiap peristiwa yang ada dalam hidup sehingga mampu menilai bahwa jalan hidupnya lebih bermakna dibandingkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama Departemen Ilmu Kelautan dan Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 324 orang. Sampel penelitian sejumlah  181 orang dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari skala kecerdasan spiritual (60 aitem, α = 0,949) dan skala penyesuaian diri (31 aitem, α = 0,885). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti terbukti, yaitu terdapat hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri (rxy = 0,737 dengan p = 0,000). Sumbangan efektif yang diberikan kecerdasan spritual sebesar 54,3% dan 45,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN KERAGUAN MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIER PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA Wayan Nanda Prascita Cahyani; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan keraguan mengambil keputusan karier pada mahasiswa tahun pertama. Orangtua berperan sentral dalam mendampingi anak dalam perkembangan karier, sehingga dukungan dari orangtua tersebut dapat memengaruhi proses individu dalam merumuskan tujuan awal kariernya. Populasi penelitian sebanyak 205 orang mahasiswa tahun pertama Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro, dengan sampel 137 orang (L = 104 orang, P = 33 orang) yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Orangtua (23 aitem, α=0,870) dan Skala Keraguan Mengambil Keputusan Karier (20 aitem α=0,864). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = -0,296, F = 12,965, β = -0,300, dan p = 0,000 (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan keraguan mengambil keputusan karier pada mahasiswa tahun pertama. Dukungan sosial orangtua memprediksi sebesar 8,8% terhadap keraguan mengambil keputusan karier dan sebesar 91,2% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGALAMAN KETERLIBATAN AYAH DALAM MERAWAT ANAK DENGAN SKIZOFRENIA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Alania Fitri; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28343

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pengalaman keterlibatanperawatan ayah yang memiliki anak dengan skizofrenia, menggunakanmetodepenelitianfenomenologi. Subjek dalam penelitian ini sejumlahtiga orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek yakni seorang ayah yang memiliki anak skizofrenia tak terinci dengan onset pada masa remaja. Pengambilan data dilakukandenganmenggunakan wawancara semi terstuktur, denganteknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkanempat tema induk yaitu (1) upaya memahami kondisi sakit anak, (2) upaya menanggulangi sakit anak, (3) penghambat dalam upaya penanggulangan sakit anak, dan (4) pendukung dalam upaya penanggulangan sakit anak.Upaya memahami kondisi sakit anak meliputi upaya ketiga subjek untuk mengetahui gejala dan sebab sakit anak. Upaya menanggulangi sakit anak meliputi adanya tindakan langsung untuk kesembuhan, strategi dalam perawatan, dan keterlibatan lingkungan sosial. Penghambat dalam penanggulangan sakit anak meliputi adanya permasalahan dalam perawatan, dan perasaan negatif selama perawatan. Pendukung dalam penanggulangan sakit anak meliputi perasaan positif dan harapan untuk anak. 
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN AGRESIVITAS PADA SUPORTER PSIS SEMARANG Siti Muslimah; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28348

Abstract

Sepakbola di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang pesat.Hal ini tidak lepas dari peran suporter dalam mendukung klub kesayangan mereka.Namun pada umumnya, suporter sepakbola di Indonesia terkenal dengan perilaku agresinya yang dapat menimbulkan banyak kerugian terhadap berbagai pihak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan agresivitas pada suporter PSIS Semarang.Hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan agresivitas.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah suporter Panser Biru Korwil SKJ, Kelabang, Paman, Panix dan Kroasia sebanyak 180 anggota dan sampel penelitian berjumlah 80 anggota yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert yang terdiri dari Skala Konformitas (21 aitem α = 0,916 dan Skala Agresivitas (31 aitem α = 0,929). Berdasarkan uji korelasi Spearman’s Rho  diperoleh hasil r = 1,000 dengan p= 0,482  (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dengan agresivitas pada suporter PSIS Semarang.
PERSEPSI KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA PUTRI: STUDI KORELASI PADA SISWI SMP ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG Savronita Intan Dzunnuroin; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28344

Abstract

Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk sadar akan emosi dan perasaan yang dimiliki, mengerti apa yang dirasakan orang lain, memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi, serta menggunakan perasaan dalam berfikir dan berperilaku. Persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan adalah proses bagaimana anak menganalisis, menginterpretasikan dan merasakan keikutsertaan ayah dalam aktivitasnya, seperti berinteraksi dengan anak secara langsung, menghadirkan kehangatan pada anak, mengontrol dan memantau aktivitas anak, serta bagaimana tanggungjawab ayah untuk memenuhi keperluan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kecerdasan emosional pada remaja putri di SMP Islam Al Azhar 14 Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi perempuan SMP Islam Al Azhar 14 Semarang sebanyak 118 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Persepsi Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (36 aitem valid; α=0,930) dan Skala Kecerdasan Emosional (40 aitem valid; α=0,929). Hasil uji hipotesis spearman rank diperoleh koefisien korelasi (rs= 0,549) dengan p= 0,000 (p=<0,05). Artinya terdapat hubungan positif signifikan antara variabel persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan variabel kecerdasan emosional pada remaja putri. Jika persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan positif maka kecerdasan emosional yang dimiliki siswi tinggi, sebaliknya jika persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan negatif maka kecerdasan emosional yang dimiliki siswi rendah.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue