Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
PENGALAMAN BEKERJA MENJADI CAREGIVER DI PANTI WREDHA: ANALISIS FENOMENOLOGIS INTERPRETATIF
Ayu, Aprillia Sekar;
Indriana, Yeniar
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2021.30429
Merawat adiyuswa khususnya di Panti Wredha merupakan hal yang jarang diminati individu untuk berkarir. Hal tersebut dikarenakan, mengurus adiyuswa dengan keunikannya masing-masing harus siap menerima segala konsekuensi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi segala hal termasuk permasalahan yang terjadi. Seseorang yang bekerja membantu memenuhi segala kebutuhan maupun aktivitas adiyuswa selama berada di Panti Wredha disebut caregiver. Tujuan dari penelitian untuk menggambarkan bagaimana pengalaman bekerja menjadi caregiver di Panti Wredha. Fokus penelitian ini pada pengalaman bekerja menjadi caregiver hingga bertahan menjalani profesi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang melibatkan tiga partisipan berusia 30-31 tahun, telah bekerja kurang lebih 10 tahun dan menjadi caregiver tetap di Panti Wredha Dewanata. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling serta menggunakan wawancara mendalam (in-depthh interview) sebagai teknik pengambilan data. Hasil dari penelitian ini yaitu, keputusan bekerja sebagai caregiver Panti Wredha, konsekuensi yang dirasakan ketika bekerja, dan bagaimana upaya bertahan dengan pekerjaan. Melalui penelitian ini, partisipan menyampaikan pengalamannya selama merawat adiyuswa, tantangan dan dampak selama bekerja, dukungan yang didapatkan, bagaimana upaya adaptasi yang dilakukan dan bagaimana cara partisipan bertahan menjalani pekerjaan tersebut. Kata kunci: bertahan, caregiver, panti wredhaÂ
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA GURU SLB C SE-KOTA SEMARANG
Bernadeta Anggi Desiavi H.;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.28952
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan problem focused coping pada guru SLB-C se-Kota Semarang. Problem focused coping merupakan upaya yang dilakukan oleh individu untuk menghadapi kondisi yang menekan atau stres dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Psychological capital adalah kapasitas positif yang dimiliki oleh individu untuk dapat mengembangkan diri, ditandai dengan adanya self efficacy, optimism, hope, dan resiliency. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 126 guru SLB C yang mengajar anak tunagrahita, dengan sampel 94 guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu Skala Psychological Capital (44 aitem dengan α=0,960) dan Skala problem Focused Coping (33 aitem dengan α=0,939). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan problem focused coping pada guru SLB-C se-Kota Semarang (rxy=0,744; p<0,001). Semakin tinggi tingkat psychological capital yang dimiliki oleh guru SLB-C, maka akan semakin tinggi penggunaan problem focused coping, sebaliknya semakin rendah tingkat psychological capital yang dimiliki oleh guru SLB-C maka akan semakin rendah penggunaan problem focused coping. Psychological capital yang dimiliki oleh individu memberikan sumbangan efektif sebesar 55,4% terhadap penggunaan problem focused coping.
PRODUKTIF DI USIA LANJUT: STUDI FENOMENOLOGI PADA PEKERJA ADIYUSWA YANG PERNAH MENJALANI MOBILITAS
Angela Jane;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.29268
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna kerja pada adiyuswa yang pernah melakukan mobilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, khusunya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Teknik analisis IPA dipilih karena analisis yang dilakukan lebih mendalam dan data yang dihasilkan lebih kaya. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan (adiyuswa) yang berasal dari tiga kota yang berbeda yaitu Surabaya, Cilacap, dan Solo. Partisipan satu sudah pernah melakukan mobilitas selama 20 tahun, partisipan dua selama 45 tahun, sedangkan partisipan tiga selama 56 tahun. Hasil penelitian yang didapatkan ialah bahwa setelah melalui eksplorasi terhadap berbagai pekerjaan dan daerah pada akhirnya ketiga partisipan memaknai kerja menjadi tiga yaitu: (1) bekerja sebagai bentuk tanggung jawab; (2) upaya pengembangan peluang; dan (3) upaya pembuktian diri di masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa adiyuswa yang bekerja dan pernah berpindah-pindah daerah tempat tinggal masih berupaya untuk produktif dalam menjalani usia lanjut dan mematahkan pandangan bahwa adiyuswa menjadi beban bagi keluarga.
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA IBU DENGAN ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD)
Wiwid Novita;
siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2021.30420
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan parenting self-efficacy. Keluarga yang dapat berfungsi secara efektif mampu mengembangkan parenting self-efficacy yang dimiliki oleh ibu dalam menghadapi tantangan proses pengasuhan. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Kota Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 48 ibu. Pengumpulan data menggunakan dua model skala Likert yaitu Skala Parenting Self-Efficacy (27 aitem valid, α=0,926) dan Skala Keberfungsian Keluarga (29 aitem valid, α=0,940) yang telah diuji cobakan kepada 30 ibu yang memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara keberfungsian keluarga dengan parenting self-efficacy yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rxy=0,537 dengan signifikansi p=0,000 (p<0,05). Keberfungsian keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 28,9% terhadap parenting self-efficacy.
KEDEKATAN IBU-ANAK DI ERA DIGITAL: STUDI KUALITATIF PADA ANAK USIA EMERGING ADULT
Agustin Fatmasari Fatmasari;
Niken Fatimah Nurhayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.29262
Kedekatan merupakan salah satu prediktor keharmonisan hubungan orangtua-anak. Kemajuan teknologi komunikasi tidak dapat dipungkiri juga berpengaruh pada kedekatan ibu dengan anaknya yang menginjak usia emerging adult. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kedekatan ibu dengan anak laki-laki dan anak perempuan di era digital. Penelitian melibatkan 6 responden yaitu 3 laki-laki dan 3 perempuan dengan rentang usia 20-24 tahun di Semarang, Jawa Tengah. Data diperoleh melalui studi kualitatif fenomenologis, dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedekatan ibu dengan anak perempuan dan anak laki-laki karena sifat ibu yang baik hati dan sabar, memahami sifat anak dan kebutuhannya, penuh perhatian, menyayangi, memberi kepercayaan, serta selalu ada untuk anak. Kekhasan ditemukan dalam kedekatan ibu dengan anak perempuan yaitu merasakan kedekatan layaknya dengan teman, sedangkan pada anak laki-laki karena pengorbanan ibu yang besar untuk keluarga. Yang menarik adalah, baik anak perempuan maupun anak laki-laki menganggap bahwa komunikasi intensif yang dibangun ibu saat bertemu langsung dan melalui media komunikasi, membuat anak merasa dekat dengan ibu. Ibu dianggap lebih banyak meluangkan waktu untuk mengajak ngobrol, berbagi cerita, serta memberikan nasehat. Komunikasi secara langsung tetap lebih disukai dibandingkan melalui media komunikasi.
JOB CRAFTING DAN EMPLOYEE WELL-BEING PADA KARYAWAN GENERASI Y DI INDONESIA
Fandy J. E. Lumentut;
Krismi D Ambarwati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2021.30415
Penelitian ini hendak melihat hubungan antara job crafting dengan employee well-being pada karyawan generasi Y di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 983 partisipan yang sedang bekerja sebagai karyawan di Indonesia yang dikumpulkan melalui teknik sampling purposive. Terdapat 2 alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Job Crafting Questionnaire (JCQ; Slemp and Vella-Brodrick) oleh Berg, Dutton, & Wrzeniewski, (2013) dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0.84 dan Skala Employee Well-being yang dikembangkan oleh peneliti dengan dasar teori dari Grant, (2007) dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0.905. Berdasarkan hasil dari analisa data, (r = 0.468 ; <0,05) terdapat hubungan positif yang signifikan antara job crafting dengan employee well-being pada karyawan generasi Y, dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.
PERSEPSI TERHADAP HARAPAN ORANGTUA SEBAGAI PREDIKTOR INISIATIF PERTUMBUHAN DIRI PADA MAHASISWA GENERASI Z
Novia Woro Palupi;
Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.28963
Inisiatif pertumbuhan diri diperlukan oleh mahasiswa generasi Z yang sedang memasuki masa emerging adulthood pada era digital saat ini. Persepsi terhadap harapan orangtua diduga menjadi variabel yang dapat memprediksi inisiatif pertumbuhan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran persepsi harapan orangtua terhadap inisiatif pertumbuhan diri pada mahasiswa generasi Z. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang dengan populasi 673 mahasiswa dan jumlah sampel penelitian 233 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Inisiatif Pertumbuhan Diri (20 item valid,a = 0,880) dan Skala Persepsi terhadap Harapan Orangtua (24 item valid, a= 0,877). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi diterima (F(1) = 36,502; p< 0,001; R2= 0,136) dengan β = 0,369 (p = 0,001). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap harapan orangtua memiliki peran positif dalam memprediksi tingkat inisiatif pertumbuhan diri pada mahasiswa generasi Z.
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 3 CILACAP
Zelmaiddha Edmirani Dewi;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.30067
Remaja memiliki tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik agar tugas perkembangan selanjutnya tidak terganggu. Remaja yang memasuki dunia SMA memiliki lingkungan baru sehingga dibutuhkannya kemampuan penyesuaian social pada diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sibling rivalry dengan penyesuaian sosial pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Cilacap. Sibling rivalry merupakan sikap individu berupa kecemburuan, persaingan, dan perasaan marah terhadap saudara kandung. Penyesuaian sosial ialah kemampuan individu dalam menyesuaian diri dan bereaksi efektif terhadap lingkungan sekitar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Cilacap sejumlah 360 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari 187 siswa yang diperoleh dengan metode cluster random sampling. Metode pengambilan data menggunakan dua alat ukur yaitu skala sibling rivalry (18 aitem, α= 0,851) dan skala penyesuaian sosial (21 aitem, α= 0,854). Hasil pengolahan data menggunakan uji non parametric rank spearman diperoleh rxy= -0,529 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan negative antara sibling rivalry dengan penyesuaian sosial. Semakin tinggi sibling rivalry maka akan semakin rendah penyesuaian sosial dan sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL GURU DI SLB NEGERI SEMARANG
Ganesha Aisyah Karaben;
Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.28953
Tuntutan kerja dan tanggungjawab yang berat pada guru sekolah luar biasa menyebabkan perilaku prososial guru menjadi rendah karena guru merasa stress dan tertekan. Perilaku prososial merujuk pada tindakan sukarela yang bertujuan untuk menolong atau memberikan keuntungan kepada seseorang ataupun kelompok, karena benar-benar bersimpati dengan orang yang ditolong. Perilaku prososial dipengaruhi oleh mood atau suasana hati, yang mana untuk mengelola suasana hati dibutuhkan strategi regulasi emosi. Regulasi emosi adalah kemampuan untuk mengelola emosi yang berguna untuk memantau, menilai, dan mengubah respons dari emosi yang dialami untuk tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial guru di SLB Negeri Semarang. Populasi penelitian ini yaitu guru di SLB Negeri Semarang dengan jumlah sampel penelitian 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Regulasi Emosi (26 aitem valid, α = 0,934) dan Skala Perilaku Prososial (35 aitem valid, α = 0,947). Hasil analisis non parametrik Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial dengan koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,814, nilai signifikansi = 0,000 (p < 0,5). Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin baik perilaku prososialnya dan semakin rendah regulasi emosi maka semakin rendah pula perilaku prososialnya.
“DI BALIK SENYUM DALAM PERANKU” (Studi Fenomenologis Deskriptif tentang Pengalaman Pemandu Karaoke Single Mother di Jawa Tengah)
Yessy Anggreina Saputri;
Amalia Rahmandai
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.30031
Mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar adalah keinginan utama bagi setiap individu yang mempunyai masalah ekonomi, termasuk pada seorang single mother. Sulitnya mendapat pekerjaan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu lapangan pekerjaan yang terbatas, tingkat pendidikan yang rendah dan keterampilan yang terbatas. Pemandu karaoke menjadi salah satu pilihan bagi wanita dewasa awal yang telah bercerai, memiliki anak, dan memiliki kemampuan yang terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengalaman langsung wanita dewasa yang berprofesi sebagai pemandu karaoke dengan karakteristik telah bercerai dan memiliki anak. Subjek berjumlah tiga orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur. Teknik analisis yang digunakan adalah Descriptive Phenomenological Analysis atau biasa disebut dengan DPA. Terdapat enam sintesis tema dari hasil penelitian ini yaitu perceraian menjadi sumber masalah ekonomi dalam keluarga, adanya peluang dan kemudahan mendapatkan penghasilan cukup dengan bekerja sebagai pemandu karaoke, mengabaikan anggapan negatif dari lingkungan sosial, profesi pemandu karaoke sebagai batu loncatan mencapai kehidupan yang lebih baik, pengelolaan peran sebagai ibu dan pekerja dan sentuhan ke badan sebagai kewajaran. Pekerjaan pemandu karaoke sebagai batu loncatan untuk mengumpulkan uang, setelah uang terkumpul dan mencapai apa yang diinginkan, wanita pemandu karaoke akan mencari pekerjaan lain yang menurutnya lebih baik.