cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
PROSES PENERIMAAN DIRI PADA WANITA YANG MENJALANI MASTEKTOMI: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Ahmad Nur Irfan W; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.33356

Abstract

Kanker payudara adalah jenis kanker yang banyak diderita wanita di Indonesia. Angka kematian karena kanker payudara juga sangat tinggi dan kebanyakan terjadi pada wanita yang telah memasuki fase menopause. Salah satu pengobatan kanker payudara adalah mastektomi, yaitu prosedur untuk mengangkat salah satu atau kedua payudara baik seluruh atau sebagian kelenjar payudara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses penerimaan diri wanita yang menjalani mastektomi. Partisipan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik purposive dan berjumlah tiga orang dengan karakteristik telah menjalani mastektomi minimal satu tahun. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi dengan wawancara semi terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Pendekatan interpretative phenomenological analysis (IPA) dipakai sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan munculnya dua tema induk, yaitu (1) pertimbangan menjalani mastektomi yang terkait dengan semua respon dan usaha berobat medis yang dilakukan subjek ketika didiagnosis kanker payudara, (2) penyesuaian diri pasca mastektomi yang berkaiatan dengan banyak hal yang mempengaruhi kehidupan wanita pasca mastektomi. Terdapat satu tema khusus yang muncul pada subjek YKT, yaitu mengabdikan hidupnya sebagai pendamping yang berkaitan dengan kegiatan sebagai yang dilakukan subjek YKT untuk menolong wanita lain yang menderita kanker payudara.
SELF COMPASSION DAN STRES PENGASUHAN ORANG TUA DI MASA PANDEMI COVID-19 Putri Dyah Ayu Lestari; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32603

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan tingkat stres pengasuhan orang tua di masa pandemi COVID-19. Populasi penelitian adalah orang tua siswa SD Negeri 04 Sendangmulyo Semarang berjumlah 558 orang tua. Sampel penelitian berjumlah 255 orang tua yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan modifikasi Self compassion Scale (SCS) untuk mengukur self compassion (17 aitem; α = 0,849) dan adaptasi Parental Stress Scale (PSS) untuk mengukur stres pengasuhan (14 aitem; α = 0,836). Hasil analisis data menggunakan Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan stres pengasuhan orang tua (rs = -0,330; p ≤ 0,001). Artinya semakin tinggi self compassion yang dimiliki, maka semakin rendah stres pengasuhan yang dialami orang tua. Bagi orang tua yang merasa terbebani dalam mengasuh anaknya disarankan untuk mengembangkan kemampuan self-compassion. 
HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATIONAL JUSTICE DENGANORGANIZATIONALCITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKRETARIAT JENDRAL DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA (DPD RI Indra Dwi Wirandika; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.33362

Abstract

Pegawai merupakan unsur yang penting dalam sebuah lembaga. Pegawai dituntut untuk dapat memenuhi perilaku yang sesuai dengan tugas yang ditentukan (in role), tetapi lembaga juga menginginkan pegawai berperilaku kerja positif di luar tanggung jawab formal (extra role). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Organizational Justice dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jendral Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Organizational Justice ialah persepsi mengenai perlakuan adil yang didapatkan para pegawai baik itu dilakukan oleh atasan maupun rekan kerja di tempat kerja. OCB adalah perilaku individu dalam bekerja di luar dari ekspektasi dan beban kerja yang diharapkan oleh organisasi serta sangat dibutuhkan di dalam organisasi. Penelitian ini dilakukan kepada 217 Pegawai negeri sipil Setjen DPD RI Jakarta dengan total populasi 500 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Organizational Justice (23 aitem, α= 0,873) dan Skala OCB (28 aitem, α=0,906). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil dari analisis ini adalah rxy= 0,482, p=0,000 (p<0,05), r2= 0,232, F=64.964, dan β=0,482. Hasil ini berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara Organizational Justice dengan OCB sumbangan efektif sebesar 23,2%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh fakor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA BURNOUT DENGAN WORK-FAMILY BALANCE PADA PERAWAT WANITA DI RS PANTI WILASA “DR. CIPTO” SEMARANG Theresia Dinda Nikita; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.33363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout dengan work-family balance pada perawat wanita di RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang. Work-family balance adalah sejauh mana individu terlibat dan puas dengan perannya dalam urusan pekerjaan dan keluarga. Burnout merupakan kondisi dimana individu merasakan kelelahan yang berkepanjangan baik itu secara fisik, mental dan emosional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat wanita RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” yang telah menikah yaitu sebanyak 133 perawat dengan sampel penelitian sebesar 99 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Burnout (29 aitem, α= 0,872) dan Skala Work-Family Balance (29 aitem, α= 0,890. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Berdasarkan uji korelasi regresi sederhana diperoleh nilai rxy = -0,718; dengan p= 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan negatif antara burnout dengan work-family balance pada perawat wanita di RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang. Burnout memberikan sumbangan efektif R = 0,516 terhadap work-family balance pada perawat wanita di RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa burnout memberikan kontribusi sebesar 51,6 % untuk work-family balance.
Job Insecurity dan Motivasi Kerja pada Guru Sekolah Dasar (SD) Honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Dian Oksi Nugraheni; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32604

Abstract

Bekerja menjadi guru honorer merupakan pekerjaan yang cukup berat. Motivasi kerja merupakan upaya individu dalam menyelesaikan pekerjaan. Salah satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap motivasi kerja adalah job insecurity. Job insecurity merupakan kekhawatiran individu terhadap pekerjaannya. Dengan demikian, perlu melaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dengan motivasi kerja pada guru sekolah dasar honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 guru sekolah dasar honorer (L=19, P=81). Sampel didapatkan melalui cluster random sampling.  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Job Insecurity (16 aitem; α=0,844) dan Skala Motivasi Kerja (18 aitem; α=0,854). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara job insecurity dengan motivasi kerja pada guru sekolah dasar honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,381 p = 0,000 (p<0,05). Artinya semakin tinggi job insecurity, maka semakin rendah motivasi kerja guru sekolah dasar honorer dan sebaliknya semakin rendah job insecurity, maka semakin tinggi motivasi kerja guru sekolah dasar honorer. Job insecurity memberikan sumbangan efektif sebesar 14,5% terhadap motivasi kerja pada guru sekolah dasar honorer di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap.
ANAKKU “BERBEDA” (PENGALAMAN MENJADI IBU DARI REMAJA AUTIS) Adinda Evita Brenda Iasha; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.33358

Abstract

Memiliki anak dengan berkebutuhan khusus adalah beban bagi orang tua terutama seorang ibu, baik secara fisik ataupun mental. Setiap makhluk yang hidup pasti akan tumbuh dan berkembang, sama halnya dengan remaja autis mengalami perkembangan yang sama dengan individu remaja lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman ibu memiliki anak dengan autisme yang sudah memasuki usia remaja. Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak remaja autis, sudah memasuki masa pubertas dan anak Autism Spectrum Disorder yang sudah mendapat diagnosis secara medis. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dalam pengambilan data. Wawancara dilakukan kepada tiga ibu yang memiliki anak autis dengan menggunakan teknik purposive untuk menentukan subjek penelitian. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini menemukan 8 tema; perkembangan anak autis, masa pubertas anak autis, tekanan sosial yang dihadapi ibu, problematika dalam mengasuh anak autis, pendidikan seksual sederhana untuk anak autis, dukungan lingkungan dan keluarga, hikmah memiliki anak autis dan penerimaan atas keadaan anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami dampak psikologis yang berbeda-beda mulai dari ketidakberdayaan mengasuh anak karena kurangnya edukasi mengenai anak autis, kecemasan masa depan anak, merasa minder, malu, menyalahkan diri sendiri, frustrasi bahkan jengkel terhadap anak. Dukungan sosial sangat dibutuhkan untuk ibu yang memiliki anak autis. Dengan adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar yang positif menambah kepercayaan diri ibu untuk dapat menerima keadaan anak.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWI RANTAU DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Rachmadi Khalid
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32579

Abstract

Mahasiswa rantau memiliki tantangan penyesuaian diri yang tinggi saat menjalankan pendidikan di perguruan tinggi, terlebih pada mahasiswa rantau perempuan. Mahasiswi rantau seharusnya dapat dengan mudah dalam menyesuaikan diri. Namun mereka kesulitan dalam menyesuaiankan diri yang dapat mempengaruhi mereka dalam mengerjakan tugas dan mencari teman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiric mengenai hubungan antara harga diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswi rantau di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Populasi penelitian yaitu mahasiswi angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro yang berasal dari luar Jawa Tengah dan Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dan didapatkan sebanyak 101 mahasiswi sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi likert yang terdiri dari dua skala, yaitu skala harga diri (35 aitem, α=0,928) dan skala penyesuaian diri (38 aitem α=0,924). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi 0,765 dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara harga diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswi rantau di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Harga diri memiliki sumbangan efektif sebesar 58,4,% terhadap penyesuaian diri dan sisanya sebesar 41,6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. 
PENGARUH PELATIHAN SELF-COMPASSION SECARA DARING UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PADA MAHASISWA DENGAN FOBIA SPESIFIK RINGAN Nur Diana Indrawati; Dian Veronika Sakti Kaloeti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34470

Abstract

Mahasiswa tahun pertama kuliah perlu menguasai cara mengatur lingkungan sosial yang baru, sehingga individu harus menyesuaikan dengan lingkungan mereka, mengembangkan identitas diri mereka dan membentuk hubungan dekat dengan orang lain. Mahasiswa yang berjuang dengan fobia akan lebih sulit untuk memiliki penerimaan diri. Pelatihan self-compassion disebutkan dapat membantu individu untuk meningkatkan emosi positif dalam diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan self-compassion secara daring untuk meningkatkan penerimaan diri pada mahasiswa tahun pertama dengan fobia spesifik ringan. Desain yang digunakan yaitu randomized pretest-postest control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru dengan tingkat fobia spesifik ringan dan penerimaan diri yang rendah dan sedang. Terdapat total 26 subjek dalam penelitian ini. Pengambilan data menggunakan skala  Severity Measure for Specific Phobia—Adult dari APA dan skala penerimaan diri. Hasil uji menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (p=0,059 (0>0,05) untuk uji Mann-Whitney U. Selanjutnya dilakukan uji Friedman untuk mengetahui perbedaan pada kelompok eksperimen dari sebelum dan sesudah diberi perlakuan dan mengikuti follow-up. Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberi perlakuan, serta setelah mengikuti follow-up (p=0,018, p<0,05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa pelatihan self-compassion secara daring dapat dilakukan untuk meningkatkan penerimaan diri pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro dengan fobia spesifik ringan.
APA ARTINYA MENJADI YOUTUBER? ANALISIS FENOMENOLOGIS INTERPRETATIF TENTANG PENGALAMAN MENJADI YOUTUBER Herryan Rudi Pratama; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34465

Abstract

Penelitian mengenai YouTuber sebagai profesi baru di era kemajuan teknologi saat ini dari sudut pandang keilmuan psikologi masih jarang dilakukan. Padahal, dalam beberapa kasus terdapat pelaku profesi YouTuber yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental, seperti depresi akibat banyaknya tekanan, hujatan, dan beban kerja yang dijalani, terlepas dari banyaknya pandangan bahwa YouTuber merupakan pekerjaan fleksibel yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Maka dari itu, penelitian ini akan mengeksplorasi tentang bagaimana YouTuber menjalani pekerjaannya beserta segala dinamika yang menyertai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana partisipan memaknai pengalaman subjektifnya dalam menjalani pekerjaan sebagai YouTuber. Partisipan penelitian terdiri dari tiga orang YouTuber yang dipilih berdasarkan metode sampling purposif. Penggalian data dilakukan dengan melakukan wawancara secara semi terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis fenomenologis interpretatif. Pada penelitian ini terdapat delapan tema superordinat yang ditemukan : (1) totalitas dalam bekerja,  (2) optimisme dalam bekerja, (3) tantangan pekerjaan, (4) penghasilan sebagai orientasi pekerjaan, (5) pemahaman terhadap profesi YouTuber, (6) interaksi dengan penonton, (7) presentasi diri, (8) pengaruh dari perlakuan tidak menyenangkan dan satu tema khusus, yaitu dorongan berperilaku altruis.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN WORK ENGAGEMENT PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KOTA CILEGON DAN SERANG Adila Mutiara Saniya; Endah Kumala Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34429

Abstract

Dukungan sosial adalah upaya yang dilakukan kepada individu yang bertujuan untuk upaya pemberian bantuan kepada seseorang untuk membantu menyelesaikan masalah tertentu, sedangkan work engagement adalah keterlibatan seorang karyawan pada pekerjaannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan work engagement pada guru Sekolah Luar Biasa di Kota Cilegon dan Serang. Populasi dalam penelitian ini adalah 203 guru Sekolah Luar Biasa dan sampel penelitian sebanyak 127 guru Sekolah Luar Biasa. Guru Sekolah Luar Biasa dipilih karena dengan berbagai tantangan pada pekerjaannya, mereka harus bertahan dan tetap memberikan yang terbaik bagi pekerjaannya. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala psikologi, yaitu skala dukungan sosial (31 item) dan skala work engagement (32 item). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil koefisien determinasi (r2) = .049, F(6,374) = 3.84, dan signifikansi p = 0,013 (p<0,05) dengan kesimpulan bahwa adanya hubungan yang positif antara dukungan sosial dengan work engagement pada guru SLB di Kota Cilegon dan Serang. Dukungan sosial memberikan pengaruh sebesar 4,9% kepada work engagement. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue